Top PDF Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai Pada Sekretariat Daerah Kabupaten Mamuju Utara

Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai Pada Sekretariat Daerah Kabupaten Mamuju Utara

Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai Pada Sekretariat Daerah Kabupaten Mamuju Utara

The aim of this study; (1) to determine the effect of organizational culture simultaneously the performance of employees in the Secretariat of North Mamuju regency; (2) to determine the effect of organizational culture partially on the performance of employees in the Secretariat of the Regional District of North Mamuju. Organizational culture theory used from Denison, while the theoretical performance of Robbins. This type of research with a quantitative survey approach. The study population is employees of the Secretariat of the Regional District of North Mamuju totaling 148 people were drawn using the formula to 60 respondents. Data collection techniques include observation, questionnaires, and documentation, while the technique of data analysis using multiple linear regression. The results showed; (1) the influence of organizational culture simultaneously the performance of employees in the Secretariat of the Regional District of North Mamuju determined by adaptability (adaptability), consistency (consistency), involvement (engagement), danmission (mission) .Besar effect obtained with 62.2% the level of the strong relationship between the variables. While the descriptive results indicate that the dimension that has the highest percentage value is the mission (mission) with a percentage of 82.22% which means all members of the organization have the same objectives in terms of vision and mission, while the lower dimension is adaptability (adaptability) with a percentage of 67, 33%, which means that the employee has not been able to learn from mistakes that it faces in its work; (2) the influence of organizational culture partially on the performance of employees in the Secretariat of the Regional District of North Mamuju determined by the influence of adaptability (adaptability) to employee performance, the effect of consistency (consistency) to employee performance, the effect of involvement (engagement) to employee performance, and influence mission (mission) to employee performance.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENGARUH BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN MAMUJU UTARA | Isnada | Katalogis 6534 21677 1 PB

PENGARUH BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN MAMUJU UTARA | Isnada | Katalogis 6534 21677 1 PB

The aim of this study; (1) to determine the effect of organizational culture simultaneously the performance of employees in the Secretariat of North Mamuju regency; (2) to determine the effect of organizational culture partially on the performance of employees in the Secretariat of the Regional District of North Mamuju. Organizational culture theory used from Denison, while the theoretical performance of Robbins. This type of research with a quantitative survey approach. The study population is employees of the Secretariat of the Regional District of North Mamuju totaling 148 people were drawn using the formula to 60 respondents. Data collection techniques include observation, questionnaires, and documentation, while the technique of data analysis using multiple linear regression. The results showed; (1) the influence of organizational culture simultaneously the performance of employees in the Secretariat of the Regional District of North Mamuju determined by adaptability (adaptability), consistency (consistency), involvement (engagement), danmission (mission) .Besar effect obtained with 62.2% the level of the strong relationship between the variables. While the descriptive results indicate that the dimension that has the highest percentage value is the mission (mission) with a percentage of 82.22% which means all members of the organization have the same objectives in terms of vision and mission, while the lower dimension is adaptability (adaptability) with a percentage of 67, 33%, which means that the employee has not been able to learn from mistakes that it faces in its work; (2) the influence of organizational culture partially on the performance of employees in the Secretariat of the Regional District of North Mamuju determined by the influence of adaptability (adaptability) to employee performance, the effect of consistency (consistency) to employee performance, the effect of involvement (engagement) to employee performance, and influence mission (mission) to employee performance.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Kinerja   Pegawai Mahkamah Syar’iyah Daerah Kutacane  Kabupaten Aceh Tenggara

Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai Mahkamah Syar’iyah Daerah Kutacane Kabupaten Aceh Tenggara

Selain itu tujuan dari pemberian aturan dalam hal memakai seragam agar terlihat perbedaan antara pegawai Mahkamah Syar’iyah dan para pencari keadilan yang sedang berperkara sehingga pegawai diwajibkan menggunakan pakaian seragam. Berpakaian dan berpenampilan menarik yang bersih, rapi dan sopan setidaknya dapat dilihat sehari-hari sehingga dapat dilihat berjalannya suatu aturan yang ada dalam sebuah kantor. Selain dari berpakaian sesuai yang telah ditetapkan bersama dan menjadi peraturan bersama yang wajib ditaati seluruh pegawai wajib menggunakan sepatu berwarna hitam selayaknya sepatu untuk orang yang bekerja. Tujuan dari memberlakukan seragam yang digunakan untuk menyamakan segala jenis perbedaan yang ada dan dapat menjadi identitas pegawai itu sendiri dengan melihat seragam yang dikenakan seseorang akan lebih mengenal orang tersebut bekerja di instansi apa. Inilah salah satu tujuan diciptakannya suatu budaya dalam sebuah instansi karena seragam merupakan hal yang penting sebagai identitas pegawai dan bekerja dimana pegawai tersebut dan dapat dilihat juga berjalan atau tidaknya suatu budaya atau aturan yang ada pada instansi.
Baca lebih lanjut

156 Baca lebih lajut

238207520 Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai

238207520 Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai

Luthans mengetengahkan enam karakteristik penting dari budaya organisasi, yaitu: (1) obeserved behavioral regularities; yakni keberaturan cara bertindak dari para anggota yang tampak teramati. Ketika anggota organisasi berinteraksi dengan anggota lainnya, mereka mungkin menggunakan bahasa umum, istilah, atau ritual tertentu; (2) norms; yakni berbagai standar perilaku yang ada, termasuk di dalamnya tentang pedoman sejauh mana suatu pekerjaan harus dilakukan; (3) dominant values; yaitu adanya nilai-nilai inti yang dianut bersama oleh seluruh anggota organisasi, misalnya tentang kualitas produk yang tinggi, absensi yang rendah atau efisiensi yang tinggi; (4) philosophy; yakni adanya kebijakan-kebijakan yang berkenaan dengan keyakinan organisasi dalam memper-lakukan pelanggan dan karyawan (5) rules; yaitu adanya pedoman yang ketat, dikaitkan dengan
Baca lebih lanjut

99 Baca lebih lajut

235176907 Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai

235176907 Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai

Dalam konteks mempertahankan dan mengelola organisasi agar mampu bertahan hidup, peran sumber daya manusia mempunyai kedudukan yang sentral. Hal tersebut didasari oleh suatu pemikiran bahwa sumber daya manusia sebagai salah satu faktor produksi merupakan unsur utama dalam menciptakan peluang bisnis dalam berbagai kesempatan. Untuk meningkatkan perannya sebagai salah satu faktor produksi dalam perusahaan atau organisasi, maka SDM harus memiliki motivasi berprestasi karena salah satu karakteristik yang mempengaruhi prestasi kerja SDM adalah motivasi berprestasi itu sendiri.
Baca lebih lanjut

125 Baca lebih lajut

Pengaruh Budaya Organisasi, Komitmen Organisasi dan Kompensasi terhadap Kinerja Pegawai di Kantor Sekretariat DPRD Tingkat II Kabupaten Luwu

Pengaruh Budaya Organisasi, Komitmen Organisasi dan Kompensasi terhadap Kinerja Pegawai di Kantor Sekretariat DPRD Tingkat II Kabupaten Luwu

Temuan dari penelitian ini kosisten dengan pernyataan dari Susanto dkk (2013) mengatakan untuk menciptakan kinerja pegawai yang efektif dan efisien demi kemajuan organisasi maka perlu adanya budaya organisasi sebagai salah satu pedoman kerja yang bisa menjadi acuan pegawai untuk melakukan aktivitas organisasi. Setiap organisasi maupun instansi akan berusahan untuk meningkatkan kinerja pegawai untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Kotter dan Heskett (2013) mengatakan bahwa budaya yang kuat dapat menghasilkan efek yang sangat mempengaruhi individu dan kinerja, bahkan dalam suatu lingkungan bersaing pengaruh tersebut dapat lebih besar daripada faktor-faktor lain seperti struktur organisasi, alat analisis keuangan, kepemimpinan dan lain-lain. Budaya organisasi yang mudah menyesuaikan dengan perubahan jaman (adaptif) adalah yang dapat meningkatkan kinerja. Budaya organisasi adalah kesepakatan perilaku pegawai di dalam organisasi yang digambarkan dengan selalu berusaha kepentingan pegawai, kreatif dan akurat menjalankan tugas.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PENGARUH BUDAYA ORGANISASI, KOMITMEN ORGANISASI DAN TUNTUTAN TUGAS TERHADAP KINERJA PEGAWAI DENGAN MOTIVASI KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN PESISIR SELATAN ARTIKEL

PENGARUH BUDAYA ORGANISASI, KOMITMEN ORGANISASI DAN TUNTUTAN TUGAS TERHADAP KINERJA PEGAWAI DENGAN MOTIVASI KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN PESISIR SELATAN ARTIKEL

keterlibatan karyawan pada organisasi berdasarkan kalkulasi biaya yang harus ditanggung (perceived cost) jika memutus- kan keluar dari organisasi. Hal ini disebabkan karena status kepegawaian karyawan Perum Pegadaian sebagai pegawai BUMN yang terjamin kesejahteraannya baik selama mereka masih aktif bekerja maupun jika mereka sudah pensiun nanti karena adanya jaminan manfaat pensiun dari perusahaan. Faktor umur juga berpengaruh karena hampir 80% dari responden berusia di atas 30 tahun sehingga peluang mereka untuk mendapatkan pekerjaan di bursa tenaga kerja menjadi sangat kecil. Komitmen organisasi hendaknya melibatkan lebih dari sekedar loyalitas yang pasif terhadap organisasi.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

297206484 Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai

297206484 Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai

oleh adanya perusahaan-perusahaan besar dimana setiap unit terdapat sub budaya baru. Keenam, membentuk perilaku bagi anggota-anggota organisasi. Dimaksudkan agar anggota-anggota organisasi dapat memahami bagaimana mencapai suatu tujuan organisasi. Ketujuh, sebagai saran untuk menyelesaikan masalahmasalah pokok organisasi. Budaya organisasi diharapkan dapat mengatasi masalah adaptasi terhadap lingkungan eksternal dan masalah integrasi internal. Kedelapan, sebagai acuan dalam menyusun perencanaan pemasaran, stegmentasi pasar, penetuan positioning yang akan dikuasai perusahaan tersebut. Kesembilan, sebagai alat komunikasi. Budaya organisasi dapat berfungsi sebagai alat komunikasi antara atasan dan bawahan atau sebaliknya, serta antar anggota organisasi. Budaya sebagai alat komunikasi tercermin pada aspek-aspek komunikasi yang mencakup kata-kata, segala sesuatu yang bersifat material dan perilaku. Kesepuluh, sebagai penghambat berinovasi. Budaya organisasi bisa menjadi penghambat dalam berinovasi. Hal ini terjadi apabila budaya organisasi tidak mampu mengatasi masalahmasalah yang menyangkut lingkungan eksternal dan integrasi
Baca lebih lanjut

126 Baca lebih lajut

PENGARUH BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI MAHKAMAH SYAR’IYAH DAERAH KUTACANE KABUPATEN ACEH TENGGARA SKRIPSI

PENGARUH BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI MAHKAMAH SYAR’IYAH DAERAH KUTACANE KABUPATEN ACEH TENGGARA SKRIPSI

Bab V berisi penutup yang berupa Kesimpulan serta Saran. Pada bagian ini penulis menyampaikan beberapa kesimpulan dari hasil penelitian. Penulis juga menyampaikan saran-saran yang dapat menjadi pertimbangan bagi kantor Mahkamah Syar’iyah Kutacane serta pegawai-pegawai dan tenaga honorer yang ada didalam kantor tersebut.

14 Baca lebih lajut

Pengaruh Disiplin Kerja dan Budaya Organisasi terhadap Kinerja Pegawai Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Jombang

Pengaruh Disiplin Kerja dan Budaya Organisasi terhadap Kinerja Pegawai Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Jombang

Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa adanya budaya organisasi yang baik maka akan menghasilkan kinerja pegawai yang baik, sebaliknya apabila budaya organisasi kurang baik akan menghasilkan kinerja pegawai yang kurang baik pula. Penelitian ini didukung dengan teori Sudarmanto, (2014) menyatakan budaya organisasi merupakan nilai, sikap-sikap yang telah diyakini pegawai, sehingga telah menjadi perilaku pegawai dalam keseharian. Sikap-sikap dan nilai-nilai yang telah mengkristal dalam organisasi akan menuntun pegawai untuk berperilaku sesuai dengan sikap dan nilai yang diyakini. Dengan kata lain, budaya organisasi akan mempengaruhi anggota organisasi dalam mencapai tujuan organisasi. Penelitian ini juga dilakukan oleh Muchtar Adama (2014), dengan judul “Analisis Pengaruh Budaya Organisasi, Disiplin Kerja serta Semangat Kerja Terhadap Kinerja Pegawai”, berdasarkan hasil pengujian peneliti didapatkan bahwa budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Dinas Pendidikan Kabupaten Sragen.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PENGARUH BUDAYA ORGANISASI, MOTIVASI DAN GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA (Studi Pada Sekretariat Daerah Kabupaten Pati)

PENGARUH BUDAYA ORGANISASI, MOTIVASI DAN GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA (Studi Pada Sekretariat Daerah Kabupaten Pati)

Kabupaten Pati meningkat hal ini berarti dengan semakin terpenuhinya atau semakin baiknya pengelolaan motivasi maka kinerja pegawai, sehingga dalam hal ini dapat dikatakan bahwa semakin baik motivasi pegawai maka akan semakin meningkat kinerja pegawai. Gaya Kepemimpinan berpengaruh terhadap kinerja pegawai, t hitung sebesar 3,005 > t tabel sebesar 1,659, dan Probabilitas signifikansi SPSS (P-value) = 0,003 atau 0,3% < dari 0,05 atau 5%, hal ini berarti Ha diterima dan H 0 ditolak. Semakin meningkat gaya

12 Baca lebih lajut

Pengaruh Budaya Organisasi, Lingkungan Kerja, Kompensasi Terhadap Kinerja Melalui Kepuasan Kerja Pada Pegawai Sekretariat Daerah Kabupaten Blora  (Study Empirik pada Pegawai Sekretaris Daerah Kabupaten Blora)

Pengaruh Budaya Organisasi, Lingkungan Kerja, Kompensasi Terhadap Kinerja Melalui Kepuasan Kerja Pada Pegawai Sekretariat Daerah Kabupaten Blora (Study Empirik pada Pegawai Sekretaris Daerah Kabupaten Blora)

periode tertentu di dalam melaksanakan tugas dibandingkan dengan berbagai kemungkinan, seperti standar hasil kerja, target, atau sasaran atau kriteria yang telah ditentukan terlebih dahulu dan telah disepakati bersama. (Rivai &. Basri, 2009:14). Kinerja pegawai perlu dievaluasi sebagai acuan pemberdayaan sumber daya manusia, untuk menilai seberapa jauh sebuah institusi didukung oleh kekuatan sumber daya manusianya dan mengetahui hasil-hasilnya. Tanpa penilaian terhadap kinerja sebuah organisasi/institusi, maka organisasi tidak akan mengetahui seberapa besar pencapaian hasil. Banyak studi atau penelitian yang telah ada maupun text
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Analisis Pengaruh Komunikasi Organisasi Dan Budaya Organisasi Terhadap Disiplin Kerja Dan Implikasinya Terhadap Kinerja Pegawai Humas Dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Paser

Analisis Pengaruh Komunikasi Organisasi Dan Budaya Organisasi Terhadap Disiplin Kerja Dan Implikasinya Terhadap Kinerja Pegawai Humas Dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Paser

dengan nilai jalur sebesar : 0.974. Hal ini dapat diartikan bahwa semakin tinggi nilai Budaya Organisasi yang dimiliki oleh pegawai Humas Dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Paser, maka semakin tinggi pula nilai Disiplin Kerja dan Kinerja pegawai. Pengujian hipotesis Budaya Organisasi terhadap Disiplin Kerja diperoleh kesimpulan bahwa Budaya Organisasi berpengaruh signifikan, karena thitung 1.670 < dari ttabel sebesar 2.000. Budaya Organisasi berpengaruh dalam 2 (dua) kondisi yaitu : (a) pengaruh langsung sebesar : 94.87% dan (b) pengaruh tidak langsung sebesar : -3%. Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh langsung memiliki nilai yang lebih besar jika dibandingkan dengan pengaruh tidak langsung. Jadi ; secara keseluruhan total pengaruh Budaya Organisasi terhadap Disiplin Kerja pegawai Humas Dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Paser adalah sebesar 72%.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

ANALISIS KINERJA PEGAWAI SEKRETARIAT DPRD KABUPATEN MAMUJU UTARA | Alwi | Katalogis 6587 21887 1 PB

ANALISIS KINERJA PEGAWAI SEKRETARIAT DPRD KABUPATEN MAMUJU UTARA | Alwi | Katalogis 6587 21887 1 PB

misalnya seorang bawahan sulit untuk menunjukkan penolakannya atas suatu ide atau gagasan pimpinan. Disamping itu, kendala yang dihadapi dalam kerangka peningkatan profesionalisme aparatur adalah inovasi dan kreativitas aparat birokrasi masih relatif rendah. Hal ini dapat ditunjukkan pada kondisi riil yang ada yakni manakala pimpinan tidak berada ditempat, maka ada anggapan bahwa tugas dan tanggung jawab dapat ditunda pelaksanaannya atau dengan kata lain bawahan selalu menunggu pimpinan kembali untuk meminta petunjuk kepada pimpinan terhadap pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya sehingga pelaksanaan tugas bawahan senantiasa harus dalam pengawasan langsung pimpinan. Pada tataran inilah dirasakan faktor struktur, sumber daya manusia dan budaya sangat berpengaruh terhadap kinerja aparat birokrasi dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai dengan visi, misi dan tujuan organisasi.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Pengaruh Kompetensi Komunikasi, Kecerdasan Emosional dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai pada Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Sumatera Utara

Pengaruh Kompetensi Komunikasi, Kecerdasan Emosional dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai pada Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Sumatera Utara

Komunikasi merupakan bagian yang penting dalam kehidupan kerja. komunikasi yang tidak baik bisa mempunyai dampak yang luas terhadap kehidupan organisasi, misalnya konflik antar pegawai, dan sebaliknya komunikasi yang baik dapat meningkatkan saling pengertian, kerjasama dan juga kepuasan kerja. Pegawai yang mempunyai kompetensi komunikasi yang baik akan mampu memperoleh dan mengembangkan tugas yang diembannya, sehingga tingkat kinerja pegawai menjadi semakin baik. Kemudian faktor lain menurut Goleman (2002:38) yang dianggap penting bagi peningkatan kinerja pegawai ialah kecerdasan emosional (Emotional Qoutient) yang merupakan sisi lain dari kecerdasan yang dimiliki manusia yang dianggap berperan penting dalam menentukan tingkat kesuksesan hidup.
Baca lebih lanjut

112 Baca lebih lajut

Pengaruh Motivasi Kerja terhadap Kinerja Pegawai pada Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Timur

Pengaruh Motivasi Kerja terhadap Kinerja Pegawai pada Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Timur

Motivasi kerja menurut Siagian (2002:89) sebagai daya dorong bagi seseorang untuk memberikan kontribusi yang sebesar - besarnya demi keberhasilan organisasi mencapai tujuannya, dengan pengertian bahwa tercapainya tujuan organisasi berarti tercapai pula tujuan pribadi para anggota organisasi yang bersangkutan. Pemimpin di suatu organisasi memiliki peran kuat dalam membangun dan menumbuhkan semangat motivasi kerja dikalangan pegawai. Motivasi kerja dan kinerja adalah suatu bagian yang saling terkait satu sama lainnya, peningkatan motivasi kerja akan mempengaruhi peningkatan kinerja dan begitu pula sebaliknya.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Pengaruh Motivasi Terhadap Kinerja Pegawai Dinas Energi Dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Mamuju Utara

Pengaruh Motivasi Terhadap Kinerja Pegawai Dinas Energi Dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Mamuju Utara

Pelaksanaan tugas yang efektif dan efisiendapat dilakukan dengan pemberian motivasi kepada pegawai yang bekerja di dalam organisasi yang dalam hal iniDinas Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Mamuju Utara. Motivasi merupakan salah satu usaha dalam mengarahkan pegawai agar dapat bekerja lebih maksimal sesuai dengan keinginan organisasi dengan mengedepankan hal-hal yang dapat memotivasi baik secara intrinsik sepertipencapaian, pengakuan, kerja itu sendiri, dan tanggung jawab, maupun motivasi secara ekstrinsik yang berkaitan dengan kondisi-kondisi kerja, bayaran, hubungan dengan rekan kerja, dan keamanan.Gray dalam Winardi (2007:2) menyatakan bahwa motivasi sebagai hasil sejumlah proses yang bersifat internal atau eksternal bagi seorang individu, yang menyebabkan timbulnya sikap entusiasme dan persistensi dalam hal melaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu. Hal tersebut menjelaskan bahwa ada kebutuhan- kebutuhan yang tidak dapat diobservasi (kebutuhan internal), memotivasi perilaku, karena Winardi (2007:3) menjelaskan bahwa motivasi merupakansebuah determinan penting bagi kinerja individual.Melihat hal tersebut, maka dapat dijelaskan bahwa peningkatan motivasi dapat meningkatkan kinerja individual seseorang.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENGARUH MOTIVASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI DINAS ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL KABUPATEN MAMUJU UTARA

PENGARUH MOTIVASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI DINAS ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL KABUPATEN MAMUJU UTARA

Pelaksanaan tugas yang efektif dan efisiendapat dilakukan dengan pemberian motivasi kepada pegawai yang bekerja di dalam organisasi yang dalam hal iniDinas Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Mamuju Utara. Motivasi merupakan salah satu usaha dalam mengarahkan pegawai agar dapat bekerja lebih maksimal sesuai dengan keinginan organisasi dengan mengedepankan hal-hal yang dapat memotivasi baik secara intrinsik sepertipencapaian, pengakuan, kerja itu sendiri, dan tanggung jawab, maupun motivasi secara ekstrinsik yang berkaitan dengan kondisi-kondisi kerja, bayaran, hubungan dengan rekan kerja, dan keamanan.Gray dalam Winardi (2007:2) menyatakan bahwa motivasi sebagai hasil sejumlah proses yang bersifat internal atau eksternal bagi seorang individu, yang menyebabkan timbulnya sikap entusiasme dan persistensi dalam hal melaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu. Hal tersebut menjelaskan bahwa ada kebutuhan- kebutuhan yang tidak dapat diobservasi (kebutuhan internal), memotivasi perilaku, karena Winardi (2007:3) menjelaskan bahwa motivasi merupakansebuah determinan penting bagi kinerja individual.Melihat hal tersebut, maka dapat dijelaskan bahwa peningkatan motivasi dapat meningkatkan kinerja individual seseorang.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN BUDAYA KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BAGIAN UMUM SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN BIREUEN Zulfikar

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN BUDAYA KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BAGIAN UMUM SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN BIREUEN Zulfikar

Kinerja pada dasarnya adalah kegiatan dan hasil yang dapat dicapai atau dilanjutkan seseorang atau sekelompok orang didalam pelaksanaan tugas, pekerjaan dengan baik, artinya mencapai sasaran atau standar kerja yang telah ditetapkan sebelum atau bahkan dapat melebihi standar yang ditentukan oleh organisasi pada periode tertentu. Kinerja mempunyai arti penting bagi pegawai, adanya penilaian kinerja berarti pegawai mendapat perhatian dari atasan, disamping itu akan menambah gairah kerja pegawai karena dengan penilaian kinerja ini mungkin pegawai yang berprestasi dipromosikan, dikembangkan dan diberi penghargaan atas prestasi, sebaliknya pegawai yang tidak berprestasi mungkin akan didemosikan.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PENGARUH BUDAYA ORGANISASI, KARAKTERISTIK PEKERJAAN, MOTIVASI DAN KOMUNIKASI TERHADAP KEPUASAN KERJA PEGAWAI PADA SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN SOLOK SELATAN ARTIKEL

PENGARUH BUDAYA ORGANISASI, KARAKTERISTIK PEKERJAAN, MOTIVASI DAN KOMUNIKASI TERHADAP KEPUASAN KERJA PEGAWAI PADA SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN SOLOK SELATAN ARTIKEL

1. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa kepuasan kerja pegawai Sekretariat Daerah Kabupaten Solok Selatan masuk kedalam kategori puas, namun belum termasuk kedalam kategori sangat puas. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya-upaya untuk dapat mengingkat kepuasan kerja pegawai Sekretariat Daerah Kabupaten Solok Selatan untuk masa-masa yang kan datang. Diantara upaya-upaya tersebut adalah dengan menitik beratkan pada budaya organisasi, komunikasi, motivasi kerja, dan karakteristik pekerjaan. Hal
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects