Top PDF Pengaruh Durasi Pemaparan Etilen Dan Suhu Degreening Untuk Membentuk Warna Jingga Jeruk Siam Banyuwangi

Pengaruh Durasi Pemaparan Etilen Dan Suhu Degreening Untuk Membentuk Warna Jingga Jeruk Siam Banyuwangi

Pengaruh Durasi Pemaparan Etilen Dan Suhu Degreening Untuk Membentuk Warna Jingga Jeruk Siam Banyuwangi

Katakunci: Cooling chamber; Citrus color chart; Citrus color index; Etilen; Jeruk tropika; Klorofil; Karotenoid; Suhu degreening ABSTRACT. Tangerine peel is green. Degreening technology can improve the citrus peel color becomes uniformly orange. Degreening is a break down process of green pigment (chlorophyll) on citrus peel chemically and form the orange color (carotene) without affecting internal quality of fruit. The purpose of this study was to determine the effect of ethylene exposure duration and temperature to bring out the color on tangerine from Banyuwangi. Ethylene 200 ppm was injected into the box containing 2.8 kg citrus and was exposed to the cooling chamber with a temperature of 15, 20 or 25°C for 0, 24, 48 or 72 hours. Ethylene exposure was conducted using multiple shots method. After exposure, tangerine were put on room temperature condition. Observations were conducted every two days: (a) nondestructive observation conducted using color reader and CCC method to determine the color changes and (b) destructive observations for measuring chlorophyll and carotenoids content and physico-chemical changes i.e. the hardness, soluble solid content, titratable acidity and vitamin C. The results showed that the best combination was 48 hours ethylene exposure duration at 20 o C that was changed the tangerines into a bright orange and did not have any negative impact to the internal quality.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Precooling Dan Konsentrasi Etilen Dalam Degreening Untuk Membentuk Warna Jingga Kulit Buah Jeruk Siam

Precooling Dan Konsentrasi Etilen Dalam Degreening Untuk Membentuk Warna Jingga Kulit Buah Jeruk Siam

kenaikan reaksi kimia buah menjadi dua kali lipat. Penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan suhu dingin ( precooling) dan perlakuan degreening tidak berpengaruh pada kandungan asam buah. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa tidak ada interaksi antara perlakuan precooling dan konsentrasi etilen dalam degreening terhadap perubahan PTT dan kandungan asam buah jeruk yang di amati. Jeruk adalah buah nonklimaterik sehingga pemberian etilen tidak akan meningkatkan laju respirasi secara drastis, tidak menyebabkan terjadinya respirasi klimaterik (Bondad 1976). Mayuoni et al. (2011) menjelaskan bahwa degreening tidak memengaruhi internal buah jeruk. Oleh karena itu efek perlakuan etilen tidak begitu nyata. Hal tersebut terbukti dalam penelitian ini, kandungan PTT dan asam tertitrasi tidak terpengaruh oleh perlakuan degreening.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Pengembangan Teknologi Pembentukan Pigmen Jingga Kulit Buah Jeruk

Pengembangan Teknologi Pembentukan Pigmen Jingga Kulit Buah Jeruk

Degreening pada buah jeruk tropis dataran rendah seringkali gagal menghasilkan buah jeruk berwarna jingga, tetapi berwarna kuning. Warna jingga terbentuk dari campuran dua pigmen kulit jeruk, ialah β-cryptoxanthin (kuning) dan ß-citraurin (kuning kemerahan). ß-citraurin sering kali tidak terbentuk pada buah jeruk tropika dataran rendah karena pembentukkannya terjadi apabila buah terpapar suhu rendah saat pertumbuhannya. Precooling buah jeruk tropika dataran rendah diharapkan dapat mendorong pembentukan ß-citraurin karena jeruk yang sudah dipanen masih melakukan metabolisme sebagai pengganti paparan suhu rendah yang tidak ditemukan saat buah di pohon. Selain itu konsentrasi etilen juga merupakan salah satu faktor pembatas keberhasilan degradasi klorofil dan sintesis karotenoid dalam degreening. Penelitian ini bertujuan menemukan teknik degreening untuk membentuk warna jingga kulit buah jeruk tropis. Percobaan terdiri atas 2 percobaan. Percobaan pertama pengujian 3(tiga) kultivar jeruk pada berbagai suhu degreening dan percobaan kedua adalah mempelajari pengaruh precooling dan konsentrasi etilen terhadap warna kulit buah jeruk Siam.
Baca lebih lanjut

78 Baca lebih lajut

Degreening Buah Jeruk Siam (Citrus nobilis) pada Beberapa Konsentrasi dan Durasi Pemaparan Etilen

Degreening Buah Jeruk Siam (Citrus nobilis) pada Beberapa Konsentrasi dan Durasi Pemaparan Etilen

Konsentrasi etilen berpengaruh nyata terhadap nilai CCI, o hue, total klorofil serta kandungan karotenoid buah jeruk siam Banyuwangi. Nilai CCI buah jeruk siam mengalami peningkatan seiring dengan tingginya konsentrasi etilen. Jeruk dengan aplikasi etilen 100 dan 200 ppm mengalami peningkatan CCI yang lebih tinggi yaitu 5.02 dan 5.39 dengan warna yang dihasilkan berdasarkan range CCI adalah jingga kekuningan (Tabel 1), sedangkan buah jeruk tanpa aplikasi etilen memiliki nilai CCI terendah dengan warna yang dihasilkan adalah hijau semburat kuning. Aplikasi etilen dapat mempercepat peningkatan nilai CCI buah jeruk siam Banyuwangi yang menandakan buah mengarah kewarna jingga. Hal tersebut sejalan dengan Ladaniya (2008) yang menyatakan, degreening menggunakan etilen dapat mempercepat perombakan klorofil dan mempercepat perkembangan warna buah dengan meningkatkan sintesis karotenoid.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Pengaruh Komposisi Udara Ruang Penyimpanan Terhadap Mutu Jeruk Siam Brastagi (Citrus Nobilis Lour Var Microcarpa) Se Penyimpanan Pada Suhu Ruang

Pengaruh Komposisi Udara Ruang Penyimpanan Terhadap Mutu Jeruk Siam Brastagi (Citrus Nobilis Lour Var Microcarpa) Se Penyimpanan Pada Suhu Ruang

Sebagai sumber informasi kepada petani maupun pengusaha dalam hal penanganan pasca panen jeruk siam berastagi yang dapat memperpanjang umur simpan, dan sebagai sumber data dalam penyusunan skripsi di Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara.

3 Baca lebih lajut

Pengaruh Komposisi Udara Ruang Penyimpanan Terhadap Mutu Jeruk Siam Brastagi (Citrus Nobilis Lour Var Microcarpa) Se Penyimpanan Pada Suhu Ruang

Pengaruh Komposisi Udara Ruang Penyimpanan Terhadap Mutu Jeruk Siam Brastagi (Citrus Nobilis Lour Var Microcarpa) Se Penyimpanan Pada Suhu Ruang

1. Komposisi kimia per 100 g sari buah jeruk ............................................................... 5 2. Penentuan nilai warna jeruk siam dengan uji deskripsi ........................................... 21 3. Penentuan nilai aroma, rasa, tekstur jeruk siam dengan nilai uji hedonik .............. 22 4. Pengaruh komposisi udara terhadap parameter mutu buah jeruk siam yang

10 Baca lebih lajut

Pengaruh Komposisi Udara Ruang Penyimpanan Terhadap Mutu Jeruk Siam Brastagi (Citrus Nobilis Lour Var Microcarpa) Se Penyimpanan Pada Suhu Ruang

Pengaruh Komposisi Udara Ruang Penyimpanan Terhadap Mutu Jeruk Siam Brastagi (Citrus Nobilis Lour Var Microcarpa) Se Penyimpanan Pada Suhu Ruang

Kualitas buah yang baik dapat diperoleh dengan cara pemanenan yang hati-hati. Kebiasaan cara panen yang jelek sering menimbulkan kerugian yang cukup besar. Pemetikan buah jeruk bisa dilakukan secara langsung dengan tangan atau menggunakan gunting pangkas. Pemetikan buah dengan tangan dilakukan dengan cara memegang buah kemudian diputar sedikit dan ditarik ke bawah hingga lepas dari tangkai. Pada cabang yang tinggi sebaiknya menggunakan tangga dalam pemetikan sebab pemetikan buah dengan memanjat pohon dapat menimbulkan kerugian antara lain pohon rusak, pohon dikotori tanah, dan mungkin kuman-kuman penyakit diplodia/phytoptora terbawa dari tanah. Waktu pemetikan buah hendaknya dilakukan pada saat matahari sudah bersinar dan tidak terdapat lagi sisa embun, sekitar jam 9 pagi sampai sore. Tangkai buah dikerat dengan gunting pangkas sekitar 1-2 cm dari buahnya. Tangkai yang terlalu panjang dapat merusak buah lain ketika dimasukkan dalam keranjang. Tiap pemetik sebaiknya membawa keranjang atau kantong yang dapat digantung di leher sehingga buah jeruk tidak perlu dijatuhkan ke bawah karena buah jeruk dapat rusak (Tim Penulis PS, 1995).
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Pengaruh Komposisi Udara Ruang Penyimpanan Terhadap Mutu Jeruk Siam Brastagi (Citrus Nobilis Lour Var Microcarpa) Se Penyimpanan Pada Suhu Ruang

Pengaruh Komposisi Udara Ruang Penyimpanan Terhadap Mutu Jeruk Siam Brastagi (Citrus Nobilis Lour Var Microcarpa) Se Penyimpanan Pada Suhu Ruang

Lampiran 4.Uji LSR efek utama pengaruh komposisi udara ruang penyimpanan dan lama penyimpanan terhadap susut bobot buah jeruk siam Uji LSR efek utama pengaruh komposisi udara ruang peny[r]

25 Baca lebih lajut

Pengaruh Komposisi Udara Ruang Penyimpanan Terhadap Mutu Jeruk Siam Brastagi (Citrus Nobilis Lour Var Microcarpa) Selama Penyimpanan Pada Suhu Ruang

Pengaruh Komposisi Udara Ruang Penyimpanan Terhadap Mutu Jeruk Siam Brastagi (Citrus Nobilis Lour Var Microcarpa) Selama Penyimpanan Pada Suhu Ruang

Semakin lama penyimpanan maka kadar air jeruk siam semakin menurun dapat dilihat pada Gambar 3. Hal ini disebabkan selama penyimpanan proses respirasi masih terus berlangsung sehingga semakin lama penyimpanan, maka kehilangan air akibat proses respirasi akan semakin meningkat yang menyebabkan penurunan kadar air buah jeruk. Laju respirasi dapat dipengaruhi oleh ketersedian substrat. Tersedianya substrat pada tanaman merupakan hal yang penting dalam melakukan respirasi. Tumbuhan dengan kandungan substrat yang rendah akan melakukan respirasi dengan laju yang rendah pula. Menurut Styadjit dan Syaifullah (1994) respirasi yang tinggi dapat menurunkan kadar air buah selama penyimpanan. Proses respirasi merupakan perombakan bahan-bahan organik dari bahan makanan seperti karbohidrat, protein dan lemak menghasilkan CO 2 dan
Baca lebih lanjut

85 Baca lebih lajut

Pengaruh Komposisi Udara Ruang Penyimpanan Terhadap Mutu Jeruk Siam Brastagi (Citrus Nobilis Lour Var Microcarpa) Se Penyimpanan Pada Suhu Ruang

Pengaruh Komposisi Udara Ruang Penyimpanan Terhadap Mutu Jeruk Siam Brastagi (Citrus Nobilis Lour Var Microcarpa) Se Penyimpanan Pada Suhu Ruang

Rekayasa Sistem Penyimpanan dengan Teknologi Control Atmosphere dan Modified Atmosphere Storage untuk Memperpanjang Umur Simpan Buah.. Glasson and W.B.[r]

3 Baca lebih lajut

Analisis  Lahan  untuk Perencanaan Pengembangan Tanaman Jeruk Siam (Sitrus reticulata) di Kecamatan   Analisis Lahan untuk Perencanaan Pengembangan Tanaman Jeruk Siam (Sitrus reticulata) di Kecamatan Jatinom Kabupaten.

Analisis Lahan untuk Perencanaan Pengembangan Tanaman Jeruk Siam (Sitrus reticulata) di Kecamatan Analisis Lahan untuk Perencanaan Pengembangan Tanaman Jeruk Siam (Sitrus reticulata) di Kecamatan Jatinom Kabupaten.

Penelitian dengan judul “Analisis Lahan untuk Perencanaan Pengembangan Tanaman Jer uk Siam di Kecamatan Jatinom Kabupaten Klaten”, bertujuan: mengetahui potensi perencanaan lahan beserta faktor penghambat untuk tanaman jeruk siam, mengetahui tingkat permintaan pasar terhadap jeruk siam, dan mengetahui potensi perencanaan pengembangan lahan untuk tanaman jeruk siam di derah penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, yaitu pengamatan, pengukuran dan pencatatan data secara sistematis dan wawancara untuk mengukur Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tingkat kesesuaian lahan di daerah penelitian memiliki tiga kelas kesesuaian lahan untuk tanaman jeruk siam antara lain kelas S 3 (Sesuai Marginal), N 1 (Tidak
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Analisis Efisiensi Biaya dan Prospek Pengembangan Usaha Pembibitan Jeruk Siam di Desa Bangorejo Kecamatan Bangorejo Kabupaten Banyuwangi

Analisis Efisiensi Biaya dan Prospek Pengembangan Usaha Pembibitan Jeruk Siam di Desa Bangorejo Kecamatan Bangorejo Kabupaten Banyuwangi

produksi dengan kualitas dan kuantitas yang baik serta menekan biaya produksi yang dikeluarkan oleh petani. Penggunaan biaya pada usaha pembibitan jeruk siam dikatakan efisien, apabila perbandingan antara total penerimaan yang diterima petani bibit jeruk siam dengan total biaya yang dikeluarkan petani bibit jeruk siam bernilai lebih dari satu (>1) dan dikatakan tidak efisien, apabila perbandingan antara total penerimaan yang diterima petani bibit jeruk siam dengan total biaya yang dikeluarkan petani bibit jeruk siam bernilai kurang dari sama dengan satu (≤1). Berikut hasil perhitungan analisa R/C Ratio pada usaha pembibitan jeruk siam di Desa Bangorejo Kecamatan Bangorejo Kabupaten Banyuwangi.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

FENOLOGI DAN PENGATURAN PEMBUNGAAN PADA JERUK SIAM

FENOLOGI DAN PENGATURAN PEMBUNGAAN PADA JERUK SIAM

Masalah yang sering muncul dalam agribisnis jeruk di Indonesia khususnya jeruk siam yang diusahakan lebih dari 18 propinsi di Indonesia adalah musim panen jatuh bersamaan sehingga harga rendah, ketersediaan buah jeruk relatif singkat dan tidak terpenuhinya buah secara berkesinambungan serta produktifitas tanaman dan mutu buah belum optimal. Salah satu cara mengatasi hal tersebut adalah dengan melakukan pengaturan pembungaan dan panen jeruk. Beberapa teknik pengaturan yang dapat dilakukan pada tanaman jeruk diantaranya strangulasi/girdling/pencekikan batang (Yumanishi & Hasegawa, 1995; Susanto et al., 2002), stress air (Southwich & Davenport 1986, 1987; Djoma'ijah et al., 1996; Pangestuti et al., 2004) serta penggunaan hormon dan nutrisi (Goldschmidt et al., 1985; Prahardini et al., 1989; Sagee & Erner. 1991).
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Und. Klarifikasi Pengadaan Jeruk Siam Banjar

Und. Klarifikasi Pengadaan Jeruk Siam Banjar

KURNIA JAYA di- Tempat Sehubungan dengan evaluasi penawaran yang dilakukan oleh Kelompok Kerja Pokja Barang Unit Layanan Pengadaan Kabupaten Musi Rawas untuk paket pekerjaan sebagai [r]

1 Baca lebih lajut

IDENTIFIKASI KARAKTER MORFOLOGI DALAM PENYUSUNAN DESKRIPSI JERUK SIAM

IDENTIFIKASI KARAKTER MORFOLOGI DALAM PENYUSUNAN DESKRIPSI JERUK SIAM

cenderung menghadap ke atas namun mempunyai jumlah cabang-cabang yang cukup banyak. Tajuk tanaman jeruk tersebut rindang dan memiliki ukuran batang yang tidak terlalu besar tetapi terlihat cukup kokoh. Hal ini sesuai dengan literatur Sarwono (1994) yang menyatakan jeruk siam tumbuh berupa pohon berbatang rendah dengan tinggi 2-8 meter . Umumnya tanaman ini tidak berduri. Batangnya bulat atau setengah bulat dan memiliki percabangan yang banyak dengan tajuk yang sangat rindang. Ciri khas lainnya tanaman ini adalah dahannya kecil dan letaknya berpencar tidak beraturan. Daunnya berbentuk bulat telur memanjang, elips, atau lanset dengan pangkal tumpul dan ujung meruncing seperti tombak. Permukaan atas daun berwarna hijau tua mengkilat sedangkan permukaan bawah hijau muda. Panjang daun 4-8 cm dan lebar 1.5-4 cm. Tangkai daunnya bersayap sangat sempit sehingga bisa dikatakan tidak bersayap.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

90058 ID analisis usahatani jeruk siam dan faktor

90058 ID analisis usahatani jeruk siam dan faktor

Tanaman jeruk Siam di Desa Bayung Gede termasuk kelompok buah yang memiliki nilai ekonomis yang penting, sebab disamping bergizi tinggi, terutama vitamin c, budidaya jeruk siam dapat meningkatkan pendapatan petani. Banyak konsumen yang datang langsung ke petani jeruk Siam untuk membeli buah jeruk yang masih segar, disamping itu petani juga menjual melalui tengkulak, karena petani tidak memiliki alat transportasi untuk memasarkannya. Untuk itu maka dipandang perlu untuk menganalisis usahatani Jeruk Siam dan faktor – faktor yang mempengaruhi penerimaan petani di Desa Bayung Gede, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Undangan Pebuktian Kualifikasi Jeruk Siam Paket VI

Undangan Pebuktian Kualifikasi Jeruk Siam Paket VI

Dalam rangka evaluasi dokumen penawaran dan kualifikasi untuk Paket Pekerjaan Pengadaan Bibit Jeruk Siam Paket VI Kab.Konawe Selatan Pada Dinas Perkebunan dan Hortikultura Kab.Konawe Selatan, dengan ini perusahaan tersebut diatas di undang untuk mengikuti tahap pembuktian yang akan dilaksanakan pada:

1 Baca lebih lajut

Pengaruh Suhu Dan Durasi Terendamnya Perkerasan Beraspal Panas Terhadap Stabilitas Dan Kelelehan (Flow)

Pengaruh Suhu Dan Durasi Terendamnya Perkerasan Beraspal Panas Terhadap Stabilitas Dan Kelelehan (Flow)

Lapisan permukaan pada konstruksi perkerasan jalan raya merupakan lapisan teratas, yang langsung menerima beban lalu lintas ke lapisan dibawahnya dan berinteraksi langsung dari pengaruh luar seperti panas matahari atau fluktuasi temperatur (cuaca), dan air hujan, yang menyebabkan genangan air di atas permukaan aspal dan suhu. Konstruksi perkerasan sebaiknya dihindari dari pengaruh air atau genangan air yang cukup lama, sehingga umur konstruksi jalan dapat bertahan lebih lama.

6 Baca lebih lajut

Risiko Pendapatan pada Usahatani Jeruk Siam di Kabupaten Sambas

Risiko Pendapatan pada Usahatani Jeruk Siam di Kabupaten Sambas

Adanya perubahan iklim merupakan faktor penentu utama bagi pertumbuhan dan produktifitas tanaman. Pertanian adalah sektor yang paling serius terkena dampak perubahan iklim. Hampir semua sub-sektor pertanian, terutama hortikultura dan ternak, mempunyai risiko tinggi terancam dampak perubahan iklim (Bappeda Kab Sambas, 2011). Demikian halnya yang terjadi pada usahatani jeruk siam dipengaruhi oleh perubahan iklim yang terjadi, sehingga mengakibatkan produksi jeruk siam berfluktuasi. Selain iklim, adanya serangan penyakit pada tanaman jeruk seperti Fusarium, Diplodia dan citrus vein phloem degeneration (CVPD) juga ikut berakibat pada penurunan produksi jeruk yang tentunya membawa kerugian bagi petani.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Pengaruh Komposisi Resin Alami Terhadap Suhu Pelorodan Lilin Untuk Batik Warna Alam

Pengaruh Komposisi Resin Alami Terhadap Suhu Pelorodan Lilin Untuk Batik Warna Alam

Hasil pengujian titik leleh bahan baku lilin batik tersaji dalam Tabel 2. Data menunjukkan bahwa titik leleh pada literatur (Susanto, 1980) lebih rendah dari titik leleh bahan baku sampel. Adanya perbedaan besaran titik leleh ini disebabkan oleh perubahan kualitas bahan baku yang ada sekarang ini. Selain itu, kondisi operasi (tekanan ruang, suhu ruang) pada pengujian bahan baku juga mempengaruhi besarnya titik leleh. Tinggi rendahnya titik leleh bahan baku berpengaruh pada suhu leleh campuran lilin batik produk yang nantinya juga berpengaruh pada hasil pembatikannya. Terutama pada kebutuhan energi untuk mencairkan lilin batik dan kemudahan dalam pelepasannya. Dari hasil penelitian didapatkan prototip lilin, dengan titik leleh masing-masing tersaji dalam Tabel 3.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects