Top PDF PENGARUH EKSTRAK BIJI ANGGUR MERAH (Vitis vinifera) TERHADAP PERBAIKAN PERLEMAKAN HATI NON ALKOHOLIK PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus strain wistar)

PENGARUH EKSTRAK BIJI ANGGUR MERAH (Vitis vinifera) TERHADAP PERBAIKAN PERLEMAKAN HATI NON ALKOHOLIK PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus strain wistar)

PENGARUH EKSTRAK BIJI ANGGUR MERAH (Vitis vinifera) TERHADAP PERBAIKAN PERLEMAKAN HATI NON ALKOHOLIK PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus strain wistar)

KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Wr. Wb. Alhamdulill ahirrabil’alamin, segala puji hanya bagi Allah SWT yang telah memberi petunjuk dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis akhir dengan judul “Pengaruh ekstrak biji anggur merah ( Vitis vinifera) terhadap perbaikan perlemakan hati non alkoholik pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus strain wistar )”. Shalawat serta salam senantiasa tercurahkan pada junjungan Rasulullah Muhammad SAW yang telah membimbing umat manusia dari zaman gelap menuju jalan yang terang benderang yakni agama Islam.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

PENGARUH VIRGIN COCONUT OIL (VCO) TERHADAP PERBAIKAN PERLEMAKAN HATI NON ALKOHOLIK PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus strain wistar)

PENGARUH VIRGIN COCONUT OIL (VCO) TERHADAP PERBAIKAN PERLEMAKAN HATI NON ALKOHOLIK PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus strain wistar)

Dari fenomena di atas peneliti ingin membuktikan pengaruh kandungan asam laurat dan asam kapriat yang dikenal sebagai Medium Chain Triglycride (MCT) atau asam lemak rantai sedang yang terkandung dalam VCO dapat mengurangi ketidakseimbangan antara kecepatan pembentukan trigliserida dalam hati dan kecepatan sekresi VLDL yang dapat menimbulkan perlemakan hati non alkoholik pada tikus yang mengalami hiperkolesterol dan hiperglikemi.

25 Baca lebih lajut

PENGARUH EKSTRAK BIJI ANGGUR MERAH (Vitis vinifera) TERHADAP PENURUNAN KETEBALAN DINDING ARCUS AORTA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus strain wistar) ATEROSKLEROTIK

PENGARUH EKSTRAK BIJI ANGGUR MERAH (Vitis vinifera) TERHADAP PENURUNAN KETEBALAN DINDING ARCUS AORTA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus strain wistar) ATEROSKLEROTIK

Seiring dengan meningkatnya angka kejadian PJK terutama yang disebabkan aterosklerosis, maka penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bagaimana pengaruh pemberian ekstr[r]

18 Baca lebih lajut

PENGARUH EKSTRAK BIJI ANGGUR MERAH ( Vitis vinifera ) TERHADAP KETEBALAN PLAK ATEROSKLEROTIK AORTA PADA TIKUS PUTIH STRAIN WISTAR DIABETIKUM

PENGARUH EKSTRAK BIJI ANGGUR MERAH ( Vitis vinifera ) TERHADAP KETEBALAN PLAK ATEROSKLEROTIK AORTA PADA TIKUS PUTIH STRAIN WISTAR DIABETIKUM

Murray RK, Granner DK, Mayes PA, Rodwel VW, et al, 2003, Harper Biochemistry. 25 th Edition, diterjemahkan : Hartono A dalam Biokimia Harper EGC, Jakarta, pp. 581-597. Nugroho KANP, 2013, Pengaruh Ekstrak Biji Anggur Merah (Vitis Vinivera) Terhadap Regresi Plak Aterosklerosis Tikus Putih Jantan Aterosklerotik . Tidak dipublikasikan, Skripsi, Fakultas Kedokteran Universitas

23 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BIJI ANGGUR MERAH (Vitis vinifera L.) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI SEL HEPAR TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus novergicus strain wistar) YANG DIINDUKSI ALKOHOL

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BIJI ANGGUR MERAH (Vitis vinifera L.) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI SEL HEPAR TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus novergicus strain wistar) YANG DIINDUKSI ALKOHOL

vi KATA PENGANTAR Assalammu’alaikum Wr. Wb. Alhamdulillahirrabil’alamin, segala puji bagi Allah SWT yang telah memberi petunjuk dan hidayah-Nya, shalawat serta salam terlimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW, sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis akhir dengan judul “ Pengaruh Ekstrak Biji Anggur Merah (Vitis vinifera L.) Terhadap

26 Baca lebih lajut

PENGARUH EKSTRAK BIJI ANGGUR MERAH (Vitis vinifera) TERHADAP PENURUNAN RASIO LDL/HDL PLASMA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus) STRAIN WISTAR YANG DIINDUKSI DIET TINGGI KOLESTERO

PENGARUH EKSTRAK BIJI ANGGUR MERAH (Vitis vinifera) TERHADAP PENURUNAN RASIO LDL/HDL PLASMA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus) STRAIN WISTAR YANG DIINDUKSI DIET TINGGI KOLESTERO

Tujuan: Untuk membuktikan pengaruh dan menentukan dosis efektif dari ekstrak biji anggur merah dalam proses penurunan rasio plasma LDL / HDL pada tikus yang diinduksi oleh diet tinggi kolesterol. Metode dan Bahan: Eksperimental dengan menggunakan pre dan post test control group design. Jumlah sampel yang digunakan adalah 21 ekor tikus.

26 Baca lebih lajut

Pengaruh Ekstrak Biji Coklat (Theobroma cacao) Terhadap Gambaran Histopatologi Tikus Putih Jantan (Rattus norvegicus strain wistar) dengan Perlemakan Hati Non Alkoholik

Pengaruh Ekstrak Biji Coklat (Theobroma cacao) Terhadap Gambaran Histopatologi Tikus Putih Jantan (Rattus norvegicus strain wistar) dengan Perlemakan Hati Non Alkoholik

Mengetahui pengaruh ekstrak biji coklat ( Theobroma cacao ) terhadap perubahan gambaran histopatologi hepar pada tikus putih jantan ( Rattus norvegicus strain wistar ) dengan per[r]

25 Baca lebih lajut

PENGARUH EKSTRAK BIJI PINANG (Areca catechu) TERHADAP GAMBARAN SEL LEMAK HEPAR TIKUS PUTIH (Rattus novergicus strain wistar) DENGAN PERLEMAKAN HATI NONALKOHOLIK

PENGARUH EKSTRAK BIJI PINANG (Areca catechu) TERHADAP GAMBARAN SEL LEMAK HEPAR TIKUS PUTIH (Rattus novergicus strain wistar) DENGAN PERLEMAKAN HATI NONALKOHOLIK

Oleh sebab itu, melihat bahwa Indonesia merupakan negara yang berisiko tinggi terhadap kejadian perlemakan hati atau fatty liver, serta terkenal sebagai produsen buah pinang terbesar, peneliti melakukan penelitian tentang efek ekstrak biji pinang (Areca catechu) terhadap gambaran sel lemak hepar tikus putih (Rattus novergicus strainwistar) dengan perlemakan hati non alkoholik. Hal tersebut dimaksudkan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh zat antioksidan (Proantocianidin) yang terkandung dalam biji pinang dalam perbaikan gambaran sel lemak pada tikus yang diinduksi dengan diet tinggi kolesterol, aloksan, dan PTU sehingga tidak berkembang menjadi spektrum penyakit hati selanjutnya.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Perlemakan Hati Non Alkoholik

Perlemakan Hati Non Alkoholik

Tabel 2. Biomarker non invasif perlemakan hati non alkoholik 1 Peningkatan ringan sampai sedang kadar transaminase merupakan kelainan hasil pemeriksaan laboratorium yang paling sering didapatkan pada pasien-pasien dengan perlemakan hati non alkoholik. Beberapa pasien datang dengan enzim hati yang normal sama sekali. Kenaikan enzim hati biasanya tidak melebihi empat kali dengan rasio AST : ALT kurang dari satu, tetapi pada fibrosis lanjut rasio ini dapat mendekati atau bahkan melebihi satu. Perlu menjadi perhatian beberapa studi yang melaporkan bahwa kadar AST dan ALT tidak memiliki korelasi dengan aktivitas histologis, bahkan kadar enzim dapat tetap normal pada penyakit hati yang sudah lanjut. Pemeriksaan laboratorium lain seperti alkali posfatase, GGT, feritin darah atau saturasi transferin juga dapat meningkat sedangkan hipoalbuminemia, waktu protrombin yang memanjang dan hiperbilirubinemia biasanya ditemukan pada pasien yang sudah menjadi sirosis. 2,5
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

PENYAKIT PERLEMAKAN HATI NON ALKOHOLIK PADA ANAK

PENYAKIT PERLEMAKAN HATI NON ALKOHOLIK PADA ANAK

Penyakit perlemakan hati nonalkoholik (NAFLD) ditandai dengan penumpukan lemak di hati pada penderita yang tidak mengkonsumsi alkohol sebelumnya, meliputi steatosis sederhana dan steatohepatitis nonalkoholik (NASH). NAFLD/NASH merupakan manifestasi hepatik dari sindrom metabolik. Prevalensi NAFLD pada anak mengalami peningkatan seiring dengan meningkatnya prevalensi obesitas pada anak. Kelainan ini berhubungan dengan umur, jenis kelamin dan ras. Patogenesisnya diterangkan melalui hipotesis “dua pukulan”. Selain manifestasi kli nis, laboratorium dan pencitraan, biopsi hati merupakan baku emas dalam menegakkan diagnosis. Melalui biopsi hati dapat dinilai derajat nekroinflamatori yang terjadi serta fibrosis pada NASH. Terdapat 2 jenis steatohepatitis dengan tipe 2 ditemukan pada 51% penderita NAFLD anak. Walaupun telah dilakukan uji klinis terhadap beberapa obat, namun modifikasi gaya hidup, pola makan dan kebiasaan berolahraga merupakan tatalaksana yang banyak diterapkan saat ini.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Tatalaksana Terkini Perlemakan Hati Non Alkoholik

Tatalaksana Terkini Perlemakan Hati Non Alkoholik

sŝƚĂŵŝŶ  ĚŝŬĞŶĂů ƐĞďĂŐĂŝ ƐƵĂƚƵ ĂŶƟŽŬƐŝĚĂŶ ůŝƉŽĮůŝŬ͕ ĚĂŶ ŵĞŵďĞƌŝŬĂŶ ĞĨĞŬ ĚĞŶŐĂŶ ŵĞƌĞĚƵŬƐŝ peroksidase lemak, menangkal radikal bebas, dan menstabilisasi membran fosfolipid sel. 21 Vitamin E juga dapat menghambat ekspresi ŚĞƉĂƟĐƚƌĂŶƐĨŽƌŵŝŶŐŐƌŽǁƚŚ ĨĂĐƚŽƌ-ɴϭ ĚĂŶ ŵĞůŝŶĚƵŶŐŝ ĚĂƌŝ ĮďƌŽƐŝƐ ŚĂƟ͘ 22 Menurut ƌĞŬŽŵĞŶĚĂƐŝ ƚĂŚƵŶ ϮϬϭϮ͕ ǀŝƚĂŵŝŶ  ƐĞďĞƐĂƌ ϴϬϬ /hͬŚĂƌŝ direkomendasikan untuk pasien dewasa non diabetes ĚĞŶŐĂŶ E^,͘ ŬĂŶ ƚĞƚĂƉŝ ƟĚĂŬ ĚŝƌĞŬŽŵĞŶĚĂƐŝŬĂŶ ƉĂĚĂƉĂƐŝĞŶE^,ĚĞŶŐĂŶĚŝĂďĞƚĞƐ͕E&>ƚĂŶƉĂďŝŽƉƐŝ ŚĂƟ͕ ƐŝƌŽƐŝƐ E^,͕ ĂƚĂƵ ƐŝƌŽƐŝƐ ŬƌŝƉƚŽŐĞŶŝŬ͘ 4  ĨĞŬ ƉŽƐŝƟĨ ĚĂƌŝ ƉĞŵďĞƌŝĂŶ ǀŝƚĂŵŝŶ  ĚŝĚƵŐĂ ĂŬĂŶ ŵĞŶŐŚŝůĂŶŐ ƐĂĂƚ ƉĞŶŐŚĞŶƟĂŶ ƚĞƌĂƉŝ͕ ŽůĞŚ ŬĂƌĞŶĂ ŝƚƵ ŵƵŶŐŬŝŶ ĚŝƉĞƌůƵŬĂŶ terapi jangka panjang. Akan tetapi, penggunaan jangka panjang diasosiasikan dengan peningkatan mortalitas oleh berbagai sebab. 14
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PENYAKIT PERLEMAKAN HATI NON ALKOHOLIK PADA ANAK

PENYAKIT PERLEMAKAN HATI NON ALKOHOLIK PADA ANAK

Penyakit perlemakan hati nonalkoholik (NAFLD) ditandai dengan penumpukan lemak di hati pada penderita yang tidak mengkonsumsi alkohol sebelumnya, meliputi steatosis sederhana dan steatohepatitis nonalkoholik (NASH). NAFLD/NASH merupakan manifestasi hepatik dari sindrom metabolik. Prevalensi NAFLD pada anak mengalami peningkatan seiring dengan meningkatnya prevalensi obesitas pada anak. Kelainan ini berhubungan dengan umur, jenis kelamin dan ras. Patogenesisnya diterangkan melalui hipotesis “dua pukulan”. Selain manifestasi klinis, laboratorium dan pencitraan, biopsi hati merupakan baku emas dalam menegakkan diagnosis. Melalui biopsi hati dapat dinilai derajat nekroinflamatori yang terjadi serta fibrosis pada NASH. Terdapat 2 jenis steatohepatitis dengan tipe 2 ditemukan pada 51% penderita NAFLD anak. Walaupun telah dilakukan uji klinis terhadap beberapa obat, namun modifikasi gaya hidup, pola makan dan kebiasaan berolahraga merupakan tatalaksana yang banyak diterapkan saat ini.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENGARUH EKSTRAK BIJI ANGGUR MERAH (Vitis vinifera) TERHADAP PERBAIKAN SEL OTAK TIKUS PUTIH MODEL DIABETIKUM

PENGARUH EKSTRAK BIJI ANGGUR MERAH (Vitis vinifera) TERHADAP PERBAIKAN SEL OTAK TIKUS PUTIH MODEL DIABETIKUM

2 anggur seringkali hanya memanfaatkan daging buah sedangkan bijinya dibuang (Subehi,2008). Kandungan utama polifenol dari ekstrak biji anggur adalah catechins, epicatechin, procyanidin, beberapa dimer, dan trimer. Ekstrak biji anggur diketahui sebagai antioksidan yang kuat, yang melindungi tubuh dari penuaan dini dan berbagai penyakit neurodegenerative lainnya. Biji anggur mengandung phenol seperti proanthocyanidins atau dikenal sebagai oligomeric proanthocyanidins Complex (OPC). Berbagai penelitian telah
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

PENGARUH KONSUMSI KOPI PADA PENYAKIT PERLEMAKAN HATI NON ALKOHOLIK

PENGARUH KONSUMSI KOPI PADA PENYAKIT PERLEMAKAN HATI NON ALKOHOLIK

Penyakit perlemakan hati non alkoholik (non-alcoholic fatty liver disease/NAFLD) merupakan penyebab tersering terjadinya gangguan fungsi hati. Kejadian NAFLD pada populasi umum di negara-negara maju diperkirakan berkisar antara 25-30% dan sangat tinggi pada populasi dengan kondisi metabolik penyerta seperti obesitas, DM tipe 2, dan dislipidemia. 1 Secara histologi, penyakit ini dikelompokkan menjadi perlemakan hati non alkoholik (non-alcoholic fatty

18 Baca lebih lajut

Manfaat Probiotik pada Penatalaksanaan Penyakit Perlemakan Hati Non Alkoholik

Manfaat Probiotik pada Penatalaksanaan Penyakit Perlemakan Hati Non Alkoholik

Loguercio et al pada tahun 2005 mengadakan studi untuk mengevaluasi apakah terapi jangka panjang dengan probiotik mempengaruhi kadar sitokin plasma dan parameter stres oksidatif/nitrosatif, sekaligus kerusakan hati, pada pasien dengan berbagai jenis penyakit hati kronik. Sejumlah 22 pasien NAFLD dan 20 pasien dengan sirosis hati alkoholik (AC) dibandingkan dengan pasien hepatitis C kronik tanpa (20, CC) atau dengan (16, CH) sirosis. Semua pasien diterapi dengan VSL#3. Pemeriksaan fungsi hati, kadar plasma TNF‐α, IL‐6 dan 10, malondialdehyde (MDA), dan 4‐ hydroxy‐nonenal (4‐HNE), S‐nitrosothiols (S‐NO) dilakukan pada hari ‐30, 0, 90, dan 120. Dari penelitian tersebut didapatkan efek yang berbeda dari berbagai kelompok penyakit hati kronik tersebut. Pada kelompok NAFLD dan AC, terjadi perbaikan kadar plasma MDA dan 4‐HNE (gambar 4), sedangkan sitokin hanya membaik pada kelompok AC. Pada pasien dengan hepatitis C tidak didapatkan efek‐efek tersebut. Pemeriksaan fungsi hati dan kadar plasma S‐NO membaik pada akhir terapi pada semua kelompok (gambar 5). 9
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Gambaran Profil Lipid Pasien Perlemakan Hati Non-Alkoholik

Gambaran Profil Lipid Pasien Perlemakan Hati Non-Alkoholik

Penyakit perlemakan hati non-alkoholik (non-alcoholic fatty liver disease) merupakan kondisi klinis yang sering ditemukan dalam bidang hepatologi. Salah satu faktor risiko penyakit ini adalah dislipidemia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui distribusi frekuensi profil lipid pasien perlemakan hati non-alkoholik dengan dislipidemia. Penelitian dilakukan secara retrospektif di RS DR. M. Djamil Padang terhadap pasien perlemakan hati non-alkoholik dengan dislipidemia periode 2010–2013. Dari 118 pasien perlemakan hati non-alkoholik dengan dislipidemia hanya 43 subyek yang memenuhi kriteria penelitian. Rata-rata umur subjek penelitian pada laki-laki adalah 48,53±11,92 tahun dan perempuan 49,58±11,01 tahun. Subjek penelitian didominasi oleh perempuan dengan perbandingan 1,5:1 terhadap laki-laki. Didapatkan pasien hiperkolesterolemia sebanyak 61,82% , hipo-HDL-emia 86,05%, hiper-LDL-emia 44,19%, hipertrigliseridemia 55,81%. Kesimpulannya, pada perlemakan hati non-alkoholik ditemukan kadar kolesterol total dan trigliserida yang tinggi, kadar LDL yang normal serta kadar HDL yang rendah.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Gambaran Profil Lipid Pasien Perlemakan Hati Non-Alkoholik

Gambaran Profil Lipid Pasien Perlemakan Hati Non-Alkoholik

Kata kunci: Profil lipid, perlemakan hati non-alkoholik, dislipidemia Abstract Non-alcoholic fatty liver disease is a clinical condition that is often found in the field of hepatology. One of the risk factors for this disease is dyslipidemia. This study was conducted to determine distribution and frequency of the lipid profile patients non-alcoholic fatty liver with dyslipidemia.A retrospective study was conducted at DR. M. Djamil Padang hospital to patients of non-alcoholic fatty liver with dyslipidemia within 2010-2013. A total of 118 non-alcoholic fatty liver with dyslipidemia patients only 43 subjects who met the study criteria.The average age of the subjects were males 48.53±11.92 years and women 49.58±11.01 years. Subject is dominated by women against men with 1.5:1 ratio. This study observed that patient with hypercholesterolemia as much as 61.82%, hypo-HDL-emia 86.05%, hyper- LDL-emia 44.19%, hypertriglyceridemia 55.81%.It can be concluded patient of non-alcoholic fatty liver disease with dyslipidemia has high total cholesterol and triglyceride levels, normal LDL levels and low HDL levels
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN SEDUHAN TEH HITAM (Camelia Sinensis) TERHADAP PENURUNAN PERLEMAKAN HATI NON ALKOHOLIK TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus novergicus strain winstar) YANG DIBERI DIET TINGGI LEMAK

PENGARUH PEMBERIAN SEDUHAN TEH HITAM (Camelia Sinensis) TERHADAP PENURUNAN PERLEMAKAN HATI NON ALKOHOLIK TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus novergicus strain winstar) YANG DIBERI DIET TINGGI LEMAK

3 antara katekin dengan teaflavin, bahkan potensi teaflavin dalam teh hitam sedikit lebih tinggi dibandingkan katekin dalam teh hijau (Leung, 2001). Teaflavin telah diteliti mempunyai efek yang menghambat sintesis asam lemak di hati serta meningkatkan oksidasi asam lemak dengan cara meningkatkan aktivitas AMP-activated protein kinase (AMPK) yaitu suatu regulator metabolisme yang ada di tubuh, yang juga merupakan target terapi dari metformin (Lian, 2011;

25 Baca lebih lajut

KARYA TULIS AKHIR. PENGARUH EKSTRAK BIJI ANGGUR MERAH (Vitis vinifera) TERHADAP PERBAIKAN SEL OTAK TIKUS PUTIH MODEL DIABETIKUM

KARYA TULIS AKHIR. PENGARUH EKSTRAK BIJI ANGGUR MERAH (Vitis vinifera) TERHADAP PERBAIKAN SEL OTAK TIKUS PUTIH MODEL DIABETIKUM

Alhamdulillahirrabil’alamin, Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan kurnianya sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis akhir yang berjudul “Pengaruh Ekstrak Biji Anggur Merah (Vitis Vinifera) terhadap Perbaikan Sel Otak Tikus Putih Model Diabetikum”. Shalawat dan salam senantiasa tercurahkan pada junjungan Rasulullah Muhammad SAW yang telah membimbing umat manusia dari zaman gelap menuju jalan yang teran benderang yakni agama Islam.

17 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BIJI ANGGUR MERAH (Vitis Vinifera) TERHADAP KERUSAKAN SEL OTAK ATEROSKLEROSIS PADA TIKUS PUTIH JANTAN ( Rattus Norvegicus Strain Wistar)

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BIJI ANGGUR MERAH (Vitis Vinifera) TERHADAP KERUSAKAN SEL OTAK ATEROSKLEROSIS PADA TIKUS PUTIH JANTAN ( Rattus Norvegicus Strain Wistar)

Tujuan: Membuktikan bahwa ekstrak biji anggur merah (Vitis vinifera) dapat memperbaiki kerusakan sel otak tikus putih aterosklerosis. Metode: Eksperimental dengan rancangan post test only control group design Sampel dibagi menjadi 5 kelompok. Kelompok I: (kontrol negatif), kelompok II (kontrol positif) diberi diet tinggi kolesterol selama 35 hari, kelompok III, IV dan V diberi diet tinggi kolesterol selama 35 hari dilanjutkan ekstrak biji anggur merah dan dosis 1,8 mg/200 gram BB/hari, 3,6 mg/200 gram BB/hari, 5,4 mg/200 gram BB/hari selama 21 hari.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...