Top PDF PENGARUH FOTOPERIODE TERHADAP AKTIFITAS PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN PATIN SIAM (Pangasius hypophthalmus)

PENGARUH FOTOPERIODE TERHADAP AKTIFITAS PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN PATIN SIAM (Pangasius hypophthalmus)

PENGARUH FOTOPERIODE TERHADAP AKTIFITAS PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN PATIN SIAM (Pangasius hypophthalmus)

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh fotoperiode terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan patin siam (Pangasius hypopthalmus). Hasil penelitian diperoleh data laju pertumbuhan bobot relative tertinggi pada perlakuan A (0 T : 24 G) dengan nilai rata – rata 1713,3, laju pertumbuhan panjang relative tertinggi pada perlakuan A (0 T : 24 G) dengan nilai rata –rata 145,7, laju pertumbuhan harian tertinggi pada perlakuan A (0 T : 24 G) dengan nilai rata – rata 5,17, dan kelangsungan hidup tertinggi pada perlakuan A (0 T : 24 G) dengan nilai rata – rata 89,3. Hasil statistik menunjukkan bahwa terjadi perbedaan yang sangat nyata antar perlakuan yang diberikan, dan hasil uji lanjutan menyatakan bahwa perlakuan A berbeda sangat nyata dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Kemudian hasil perhitungan lanjutan terhadap parameter penunjang berupa faktor kondisi, juga diperoleh nilai tertinggi pada perlakuan A (0 T : 24 G) dengan nilai rata – rata 0,82 dan efesiensi pakan tertinggi pada perlakuan A (0 T : 24 G) dengan nilai rata –rata 159,6 serta data kualitas air yang masih berada pada kisaran dan standar hidup yang diinginkan. Data pertumbuhan dan kelangsungan hidup menunjukan bahwa semakin lama waktu gelap yang diberikan, semakin baik pertumbuhan dan kelangsungan hidupnya, karena suasana gelap memberikan pengaruh terhadap nafsu makan ikan uji, sesuai dengan kebiasaan hidupnya yang aktif pada malam hari (nocturnal). Berarti hasil penelitian ini menjawab hipotesis, terima H 1 dan tolak H o
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

KOMBINASI MAGGOT PADA PAKAN KOMERSIL TERHADAP PERTUMBUHAN, KELANGSUNGAN HIDUP, FCR DAN BIAYA PAKAN  IKAN PATIN SIAM (Pangasius hypophthalmus)

KOMBINASI MAGGOT PADA PAKAN KOMERSIL TERHADAP PERTUMBUHAN, KELANGSUNGAN HIDUP, FCR DAN BIAYA PAKAN IKAN PATIN SIAM (Pangasius hypophthalmus)

mendapatkan pertumbuhan yang optimal. Untuk perlakuan D selama masa pemeliharaan jumlah pakan yang diberikan dapat direspon baik oleh ikan dan tidak terdapat sisa-sisa pakan pada media pemeliharaan serta adanya keseimbangan antara kombinasi pakan komersil dan maggot yang memiliki kandungan asam amino yang lengkap dibandingkan dengan pakan komersil sehingga asam amino yang terdapat pada maggot dapat melengkapi komponen asam amino yang kurang pada pakan komersil. Hal ini diperkuat oleh Setiawan, (2004) dalam Yulisman, (2012), yang menyatakan bahwa keseimbangan komponen asam amino dan protein dalam pakan merupakan faktor utama
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENAMBAHAN PROBIOTIK MICROBACTER ALFAAFA 11 TERHADAP PERTUMBUHAN, KELANGSUNGAN HIDUP DAN FCR PADA BENIH IKAN PATIN SIAM (Pangasius hypophthalmus)

PENAMBAHAN PROBIOTIK MICROBACTER ALFAAFA 11 TERHADAP PERTUMBUHAN, KELANGSUNGAN HIDUP DAN FCR PADA BENIH IKAN PATIN SIAM (Pangasius hypophthalmus)

ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis pengaruh perbandingan pemberian pakan komersil dan probiotik terhadap pertumbuhan, kelangsungan hidup, FCR pada ikan patin siam (Pangasius hypophthalmus). Penelitian dilaksanakan di kampus C Fakultas Perikanan Universitas PGRI Palembang.Jalan Sakti Wiranata Kelurahan Srimulya Kecamatan Sematang Borang RT. 08 RW. 02 Palembang. Kegiatan penelitian dilakukan selama 28 hari. Ikan uji yang digunakan adalah benih ikan patin ukuran 4 cm dengan menggunakan kolam terpal sebanyak 12 buah yang berukuran 1 m x 1 m x 80 m. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri 4 taraf perlakuan dengan 3 kali ulangan yaitu perlakuan P1 (Tanpa Probiotik 0 ml), P2 (Probiotik 5 ml), P3 (Probiotik 10 ml), dan P4 (Probiotik 15 ml). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan berat rata-rata dan panjang benih ikan patin siam (Pangasius hypophthalmus) yang terbaik terdapat pada perlakuan P2 dengan berat 7,85 gram dan panjang 6,30 cm. Untuk kelangsungan hidup ikan patin siam (Pangasius hypophtalmus) nilai tertinggi tertinggi terdapat pada perlakuan P2 sebesar 97,33%, dan Konversi pakan nilai terendah terdapat pada perlakan P2 dengan rata-rata 0,65. Serta secara keseluruhan dari perhitungan nilai pertumbuhan, kelangsungan hidup, dan FCR pada ikan patin siam (Pangasius hypophthalmus) perlakuan terbaik selama masa pemeliharaan terdapat pada perlakuan P2 yang dilihat dari pertumbuhan yang baik serta biaya pakan yang murah.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PERAN PROBIOTIK PADA PAKAN DAN MEDIA PEMELIHARAAN  TERHADAP PENINGKATAN PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN PATIN (Pangasius hypophthalmus)

PERAN PROBIOTIK PADA PAKAN DAN MEDIA PEMELIHARAAN TERHADAP PENINGKATAN PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN PATIN (Pangasius hypophthalmus)

13 ada. Berdasarkan hasil penelitian penambahan probiotik pada media pemeliharaan dilakukan oleh Hartini et al.,(2013) menunjukkan bahwa penambahan probiotik dengan dosis 10 μl.l-1 minggu-1 dalam media pemeliharaan benih ikan gabus (C. striata) memberikan pengaruh baik terhadap kualitas air media, kelangsungan hidup (SR) dan pertumbuhan benih ikan gabus. Sedang penelitian yang dilakukan Beauty (2013) mendapatkan hasil bahwa dengan penambahan probiotik EM4 pada media pemeliharaan dengan dosis 0,5 ml/L dengan kepadatan 2 ekor/L menghasilkan kelangsungan hidup sebesar 80,56 % sedangkan pertumbuhan bobot dan panjang tertinggi dengan dosis 1 ml/L dengan kepadatan 1 ekor/L sebesar 4,58 gr dan 1,62 cm. Penelitian mengenai pemberian probiotik yang dikombinasi pada pakan dan media pemeliharaan belum banyak dilakukan, padahal pakan dan media pemeliharaan merupakan hal yang sangat vital bagi ikan, oleh karena itu perlu dilakukan penelitian pemberian probiotik pada pakan dan media pemeliharaan, guna melihat interaksi pengaruh pemberian probiotik pada pakan dan media pemeliharaan.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

KELANGSUNGAN HIDUP DAN PERTUMBUHAN BENIH IKAN PATIN  SIAM (Pangasius hypophthalmus) PADA SUHU MEDIA  PEMELIHARAAN YANG BERBEDA

KELANGSUNGAN HIDUP DAN PERTUMBUHAN BENIH IKAN PATIN SIAM (Pangasius hypophthalmus) PADA SUHU MEDIA PEMELIHARAAN YANG BERBEDA

Benih ikan Patin Siam pada sampling diumur 35 hari mempunyai nilai pertumbuhan berat rata-ratanya yaitu perlakuan A sebesar 0,645 gram, perlakuan B sebesar 0,877 gram, perlakuan C sebesar 1,411gram, dan perlakuan D sebesar 1,069 gram. Sedangkan panjang rata-rata perlakuan A sebesar 4,30 cm, perlakuan B sebesar 4,69 cm, perlakuan C sebesar 5,43 cm, perlakuan D 4,95 cm. Diduga pada saat umur tersebut ikan telah mengalami fase penyesuaian terhadap lingkungan. Pada Sampling pertumbuhan berat pada umur 25 hari sampai 35 hari mengalami kenaikan pertumbuhan. Ini dikarenakan benih ikan telah mengalami proses pertumbuhan yang memang memanfaatkan energi dari sumber makanan. Sesuai dengan pernyataan (Fujaya, 2008) ikan muda yang sedang tumbuh lebih banyak menggunakan energi persatuan berat badannya dibandingkan ikan dewasa, karena energi dibutuhkan tidak saja aktifitas dan pemeliharaan tetapi juga untuk pertumbuhan.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

II. TINJAUAN PUSTAKA PENGARUH SALINITAS TERHADAP DERAJAT PENETASAN TELUR DAN KELANGSUNGAN HIDUP LARVA IKAN PATIN SIAM (Pangasius hypopthalmus Ham. Buch.) DALAM AKUARIUM.

II. TINJAUAN PUSTAKA PENGARUH SALINITAS TERHADAP DERAJAT PENETASAN TELUR DAN KELANGSUNGAN HIDUP LARVA IKAN PATIN SIAM (Pangasius hypopthalmus Ham. Buch.) DALAM AKUARIUM.

Oksigen terlarut (Dissolved Oxygen = DO) dibutuhkan oleh semua jasad hidup untuk pernapasan, proses metabolisme atau pertukaran zat yang kemudian menghasilkan energi untuk pertumbuhan dan pembiakan (Salmin, 2005). Oksigen terlarut bila disuatu perairan sangat rendah maka perairan tersebut tidak baik untuk ikan. Menurut Woynarovich dan Horvarth (1980 dalam Mukti 2005), kekurangan oksigen merupakan salah satu penyebab adanya kematian pada telur atau embrio yang sedang berkembang. Ikan memerlukan oksigen guna pembakaran bahan bakar (makanan) untuk menghasilkan aktifitas, seperti berenang, pertumbuhan dan reproduksi. Menurut Susanto dan Amri (1997), oksigen terlarut yang baik bagi budidaya ikan patin yaitu maksimal 8 mg/l dan minimal 3 mg/l.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

I. PENDAHULUAN PENGARUH SALINITAS TERHADAP DERAJAT PENETASAN TELUR DAN KELANGSUNGAN HIDUP LARVA IKAN PATIN SIAM (Pangasius hypopthalmus Ham. Buch.) DALAM AKUARIUM.

I. PENDAHULUAN PENGARUH SALINITAS TERHADAP DERAJAT PENETASAN TELUR DAN KELANGSUNGAN HIDUP LARVA IKAN PATIN SIAM (Pangasius hypopthalmus Ham. Buch.) DALAM AKUARIUM.

Ikan patin dikenal sebagai komoditi budidaya yang berprospek cerah tetapi budidaya ikan patin masih tergolong sulit. Budidaya ikan patin secara garis besar terbagi menjadi kegiatan pembenihan dan kegiatan pembesaran. Proses pembenihannya memerlukan pengetahuan tersendiri. Keterbatasan pengetahuan tersebut menyebabkan tidak semua petani dapat mengawinkan induk ikan patin jantan dan betina. Kegiatan pembenihan umumnya masih dilakukan di Balai Benih Ikan (BBI) milik pemerintah dan jarang dilakukan oleh masyarakat (Susanto dan Amri, 1997).
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

PENGARUH PERBEDAAN FREKUENSI GRADING TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELULUSHIDUPAN LARVA IKAN PATIN SIAM (Pangasianodon hypophthalmus)

PENGARUH PERBEDAAN FREKUENSI GRADING TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELULUSHIDUPAN LARVA IKAN PATIN SIAM (Pangasianodon hypophthalmus)

Patin siam merupakan salah satu dari 14 spesies ikan patin yang sekarang ada di Indonesia. Ikan Patin Siam hidup di alam biasanya terdapat disungai-sungai besar dipulau jawa, Sumatra dan Kalimantan. Namun demikian perkembangan ikan patin yang saat ini cenderung semakin menurun populasinya dan terancam kelestariannya akibat penangkapan yang berlebihan. Pengembangbiakan spesies ini diharapkan juga dapat mengurangi tekanan penangkapan induk ikan yang diperngaruhi populasi atau cadangan ikan di alam (Slembrouck et al., 2005). Ikan patin siam memiliki kandungan kalori dan protein yang cukup tinggi, rasa khas, enak, lezat, dan gurih sehingga digemari oleh masyarakat. Ikan patin siam dinilai lebih aman untuk kesehatan karena kandungan kolesterolnya rendah bila dibandingkan dengan daging hewan ternak. Selain itu ikan patin siam memiliki beberapa kelebihan lain yaitu ukuran per individunya besar dan di alam panjangnya dapat mencapai 120 cm (Susanto, 2002).
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

V. SIMPULAN DAN SARAN PENGARUH SALINITAS TERHADAP DERAJAT PENETASAN TELUR DAN KELANGSUNGAN HIDUP LARVA IKAN PATIN SIAM (Pangasius hypopthalmus Ham. Buch.) DALAM AKUARIUM.

V. SIMPULAN DAN SARAN PENGARUH SALINITAS TERHADAP DERAJAT PENETASAN TELUR DAN KELANGSUNGAN HIDUP LARVA IKAN PATIN SIAM (Pangasius hypopthalmus Ham. Buch.) DALAM AKUARIUM.

Simpulan Berdasarkan hasil penelitian mengenai pengaruh derajat penetasan telur dan kelangsungan hidup larva ikan patin siam Pangasius hypopthalmus Ham.. dapat diambil simpulan bahwa :[r]

14 Baca lebih lajut

APLIKASI METODE PEMUASAAN TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN PATIN SIAM (Pangasius hypopthalmus)

APLIKASI METODE PEMUASAAN TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN PATIN SIAM (Pangasius hypopthalmus)

Penelitian yang berjudul Aplikasi Metode Pemuasaan Terhadap Pertumbuhan Ikan Patin Siam (Pangasius hypopthalmus) bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pemuasaan terhadap pertumbuhan ikan patin siam. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Mei-Juli 2015. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 kali ulangan yaitu P1 = satu hari diberi pakan, satu hari tidak diberi pakan. P2 = dua hari diberi pakan, satu hari tidak diberi pakan. P3 = dua hari diberi pakan, dua hari tidak diberi pakan. P4 = tiga hari diberi pakan, dua hari tidak diberi pakan. P5 = diberi pakan setiap hari. Pemberian pakan sebanyak 3 kali sehari yaitu pagi, siang, dan sore sebesar 5% dari bobot biomassa ikan. Hewan uji yaitu patin siam dengan panjang 5-8 cm, umur kurang lebih 25 hari, dipelihara selama 30 hari. Ikan tersebut diperoleh dari tempat penjualan ikan (TPI) Purbalingga. Parameter utama yang diamati adalah pertumbuhan ikan yaitu, pertambahan berat dan panjang, laju pertumbuhan spesifik, efisiensi pakan, derajat kelangsungan hidup, serta parameter pendukung meliputi suhu, pH, dan oksigen terlarut. Data dianalisis menggunakan Analisis of varian (Anova) pada taraf uji 5%. Jika terjadi perbedaan nyata dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf uji 5%. Data kualitas air yang meliputi suhu, pH, dan oksigen terlarut (DO) dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemuasaan P1, P2, P3, P4 serta kontrol yang telah diuji cobakan memberikan pengaruh yang tidak nyata (P>0,05) terhadap pertumbuhan ikan patin siam. Perlakuan yang paling efektif dan efisien yaitu perlakuan satu hari diberi pakan, satu hari tidak diberi pakan (P1).
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Pengaruh Padat Penebaran Terhadap Kelangsungan Hidup    dan Pertumbuhan Ikan Nila Gesit (Oreochromis niloticus)

Pengaruh Padat Penebaran Terhadap Kelangsungan Hidup dan Pertumbuhan Ikan Nila Gesit (Oreochromis niloticus)

Berbagai aktivitas yang terdapat di sekitar perairan Laut Belawan dapat merubah kualitas air di Laut Belawan. Informasi dan pemahaman mengenai perubahan lingkungan sangat diperlukan dalam upaya pemantauan ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai produktivitas primer, nilai klorofil-a, dan hubungan konsentrasi klorofil-a terhadap produktivitas primer yang dilaksanakan pada bulan Desember 2013 – Februari 2014 di perairan Belawan, Medan Labuhan, Sumatera Utara. Pengambilan sampel dilakukan pada empat stasiun berdasarkan aktifitas yang bervariasi. Pengambilan sampel dilakukan 4 kali dalam waktu 3 bulan. Parameter yang diukur yaitu faktor fisik kimia seperti suhu, pH, kecerahan, salinitas, DO, nitrat, fosfat, dan klorofil-a.
Baca lebih lanjut

63 Baca lebih lajut

SKRIPSI PENGARUH SALINITAS TERHADAP DERAJAT PENETASAN TELUR DAN KELANGSUNGAN HIDUP LARVA IKAN PATIN SIAM (Pangasius hypopthalmus Ham. Buch.) DALAM AKUARIUM.

SKRIPSI PENGARUH SALINITAS TERHADAP DERAJAT PENETASAN TELUR DAN KELANGSUNGAN HIDUP LARVA IKAN PATIN SIAM (Pangasius hypopthalmus Ham. Buch.) DALAM AKUARIUM.

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas kemelimpahan berkat dan penyertaan-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul : “Pengaruh Salinitas Terhadap Derajat Penetasan Telur dan Kelangsungan Hidup Larva Ikan Patin Siam (Pangasius hypopthalmus Ham. Buch.) Dalam Akuarium. Penulisan skripsi ini tidak akan terselesaikan tanpa dukungan dan bantuan berbagai pihak, oleh karena itu pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada :

10 Baca lebih lajut

PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN PATIN                (Pangasius SP.) DI SISTEM RESIRKULASI DENGAN PADAT                         TEBAR BERBEDA

PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN PATIN (Pangasius SP.) DI SISTEM RESIRKULASI DENGAN PADAT TEBAR BERBEDA

untuk pemeliharaan ikan patin ukuran 7,5 cm dengan padat tebar 6 ekor.L -1 dalam sistem resirkulasi dengan volume air 128 L. Berdasarkan informasi tersebut maka dilakukan penelitian mengenai pengaruh padat tebar terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan patin (Pangasius sp.) berukuran 3 ± 0,5 cm dalam sistem resirkulasi dengan debit air 0,1 L.detik -1 .

8 Baca lebih lajut

PENGARUH PENAMBAHAN METIONIN DALAM PAKAN FORMULA TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN KOBIA

PENGARUH PENAMBAHAN METIONIN DALAM PAKAN FORMULA TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN KOBIA

Ikan kobia biasanya ditemukan dalam kelompok 3-100 ikan di perairan dangkal di sepanjang garis pantai ketika mereka berburu untuk makanan selama migrasi ber- langsung (Diep, 2009). Ikan kobia biasanya memiliki pola migrasi tahunan yang tetap dan dapat diprediksi di Teluk Meksiko Barat Laut, Ikan kobia tiba di musim semi dan bisa terjebak di awal musim gugur. Ikan ini dapat bertelur beberapa kali dari bulan April sampai September, dengan aktifitas memuncak pada bulan juli (FAO, 2006). Ikan kobia memiliki rentang umur yang cukup lama minimal 10 ta- hun dan dapat hidup sampai 15 tahun di alam liar (Kaiser & Holt, 2005).
Baca lebih lanjut

43 Baca lebih lajut

Pengaruh Alkalinitas Terhadap Kelangsungan Hidup Dan Pertumbuhan Larva Ikan Patin Siam (Pangasius Sp.)

Pengaruh Alkalinitas Terhadap Kelangsungan Hidup Dan Pertumbuhan Larva Ikan Patin Siam (Pangasius Sp.)

Peningkatan alkalinitas pada media pemeliharaan memberikan pengaruh yang nyata terhadap kelangsungan hidup larva ikan patin siam (Pangasius sp.). Dengan selang kepercayaan 95%, kelangsungan hidup larva yang dipelihara dalam media alkalinitas 15 ppm CaCO 3 berbeda nyata

4 Baca lebih lajut

Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Ikan Patin (Pangasius sp.) yang Diperlihara Dalam Sistem Resirkulasi

Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Ikan Patin (Pangasius sp.) yang Diperlihara Dalam Sistem Resirkulasi

Derajat keasaman atau pH mempengaruhi tingkat kesuburan perairan karena mempengaruhi kehidupan jasad renik. Perairan asam akan kurang produktif, malah dapat membunuh hewan budidaya, pada pH rendah (keasaman yang tinggi) kandungan oksigen terlarut akan berkurang, sebagai akibatnya konsumsi oksigen menurun, aktifitas pernapasan naik dan selera makan akan berkurang. Hal yang sebaliknya terjadi pada suasana basa. Atas dasar ini, maka usaha budidaya perairan akan berhasil baik dalam air dengan pH 6,5 – 9,0 dan kisaran optimal adalah pH 7,5 – 8,7. Oleh sebab itu nilai pH suatu kolam budidaya harus tetap dijaga. Adapun hubungan antara pH dan ikan budidaya menurut (Kordi, 2010) dapat dilihat pada Tabel 1.
Baca lebih lanjut

64 Baca lebih lajut

Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Ikan Patin (Pangasius sp.) yang Diperlihara Dalam Sistem Resirkulasi

Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Ikan Patin (Pangasius sp.) yang Diperlihara Dalam Sistem Resirkulasi

Derajat keasaman atau pH mempengaruhi tingkat kesuburan perairan karena mempengaruhi kehidupan jasad renik. Perairan asam akan kurang produktif, malah dapat membunuh hewan budidaya, pada pH rendah (keasaman yang tinggi) kandungan oksigen terlarut akan berkurang, sebagai akibatnya konsumsi oksigen menurun, aktifitas pernapasan naik dan selera makan akan berkurang. Hal yang sebaliknya terjadi pada suasana basa. Atas dasar ini, maka usaha budidaya perairan akan berhasil baik dalam air dengan pH 6,5 – 9,0 dan kisaran optimal adalah pH 7,5 – 8,7. Oleh sebab itu nilai pH suatu kolam budidaya harus tetap dijaga. Adapun hubungan antara pH dan ikan budidaya menurut (Kordi, 2010) dapat dilihat pada Tabel 1.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENGARUH JENIS PAKAN YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN  KELANGSUNGAN HIDUP IKAN MANFISH (Pterophyllum scalare)

PENGARUH JENIS PAKAN YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN MANFISH (Pterophyllum scalare)

140 panjang sirip ikan manfish yang diberikan perlakuan pakan yang berbeda memberikan pengaruh yang tidak signifikan. Diduga karena ruang gerak serta oksigen yang disuplai sangat baik pada saat pemeliharaan. Terdapat pertambahan panjang sirip yang terjadi pada ikan yang dipelihara, meskipun penambahan panjang sirip antar perlakuan tidak berbeda nyata. Akan tetapi hasil yang diperoleh mengimplementasikan bahwa pakan yang digunakan dapat memberikan pertumbuhan panjang dari sirip ikan manfish yang dipelihara. Pernyataan Fujaya (2008) bahwa pada prinsipnya ikan memerlukan pakan untuk memenuhi kebutuhan energinya, baik energi diam, bergerak, beraktifitas, metabolisme maupun pertumbuhan. Sirip ikan akan semakin panjang seiring dengan bertambahnya umur dan ukuran ikan (panjang).
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects