Top PDF PENGARUH GENDER DEWAN KOMISARIS, GENDER DEWAN DIREKSI, DAN KEPEMILIKAN MANAJERIAL TERHADAP KINERJA PERUSAHAA

PENGARUH GENDER DEWAN KOMISARIS, GENDER DEWAN DIREKSI, DAN KEPEMILIKAN MANAJERIAL TERHADAP KINERJA PERUSAHAA

PENGARUH GENDER DEWAN KOMISARIS, GENDER DEWAN DIREKSI, DAN KEPEMILIKAN MANAJERIAL TERHADAP KINERJA PERUSAHAA

Keberhasilan dari pengimplementasian corporate governance dapat diukur dengan kinerja perusahaan itu sendiri. Terdapat banyak ukuran yang dapat digunakan untuk mengukur kinerja keuangan perusahaa. Menurut Pudjiastuti dan Mardiyah (2007), kinerja perusahaan dapat diukur dengan: Return on Capital (ROC), Return on Equity (ROE) dan Economic Value Added (EVA). Sedangkan Darmawati et al (2004) menguji pengaruh corporate governance terhadap kinerja perusahaan yang diukur dengan menggunakan Rasio Tobin’s Q sebagai pengukuran pasar dan ROE sebagai pengukuran operasional. Hasilnya menunjukkan bahwa corporate governance berpengaruh terhadap ROE, tetapi tidak berpengaruh terhadap Tobin’s Q. Tobin’s Q pertama kali ditemukan oleh seorang berkebangsaan Amerika Serikat bernama James Tobin pada tahun 1969. Sejak pertama kali diperkenalkan hingga sekarang Tobin’s Q membawa peranan penting pada banyak interaksi yang berkaitan dengan keputusan finansial sebagai salah satu alat ukur kinerja. Pada dasarnya Tobin’s Q adalah sebagai rasio nilai pasar terhadap nilai buku atas perusahaan.
Baca lebih lanjut

73 Baca lebih lajut

PENGARUH GENDER DEWAN KOMISARIS, GENDER DEWAN DIREKSI, DAN KEPEMILIKAN MANAJERIAL TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN

PENGARUH GENDER DEWAN KOMISARIS, GENDER DEWAN DIREKSI, DAN KEPEMILIKAN MANAJERIAL TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan berkat dan rahmat-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi dengan judul “ PENGARUH GENDER DEWAN KOMISARIS, GENDER DEWAN DIREKSI DAN KEPEMILIKAN MANAJERIAL TERHADAP KINERJA PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2008”. Skripsi ini sebagai tugas akhir untuk melengkapi syarat-syarat guna mencapai gelar Sarjana Ekonomi Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah - ANALISIS PENGARUH MEKANISME CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP FINANCIAL DISTRESS - Unissula Repository

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah - ANALISIS PENGARUH MEKANISME CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP FINANCIAL DISTRESS - Unissula Repository

19 perusahaan yang menentukan arah dan kinerja perusahaan (Monks dan Minow,2001). Mekanisme tersebut dapat berupa mekanisme internal dan eksternal. Mekanisme internal seperti: ukuran dewan komisaris, ukuran dewan direksi, opini audit, kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional. Mekanisme eksternal seperti: pasar atau reaksi pasar sebagai kontrol terhadap kinerja perusahaan.Semakin baik penerapan mekanisme corporate governance maka perusahaan akan berada pada dalam kondisi monitoring yang baik, sehingga akan meningkatkan kinerja perusahaan yang bersangkutan dan dapat mengurangi kecenderungan kondisi financial distress pada sebuah perusahaan.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Pengaruh Kepemilikan Keluarga Sebagai Dewan Direksi atau Dewan Komisaris Terhadap Kinerja Perusahaan BAB 0

Pengaruh Kepemilikan Keluarga Sebagai Dewan Direksi atau Dewan Komisaris Terhadap Kinerja Perusahaan BAB 0

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keluarga sebagai dewan direksi atau dewan komisaris, kepemilikan keluarga, ukuran perusahaan, dan leverage terhadap kinerja perusahaan. Data penelitian menggunakan data sekunder yang diambil dari Bursa Efek Indonesia. Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling method. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji asumsi klasik, dan regresi linear berganda untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa keluarga sebagai dewan direksi atau dewan komisaris berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perusahaan. Sedangkan kepemilikan keluarga tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

NASKAH PUBLIKASI  Analisis Pengaruh Komposisi Dewan Komisaris, Komposisi Dewan Direksi, Struktur Kepemilikan Manajerial Dan Struktur Kepemilikan Institusional Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Perbankan Di Indonesia Tahun 2007-2010.

NASKAH PUBLIKASI Analisis Pengaruh Komposisi Dewan Komisaris, Komposisi Dewan Direksi, Struktur Kepemilikan Manajerial Dan Struktur Kepemilikan Institusional Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Perbankan Di Indonesia Tahun 2007-2010.

Teori keagenan (agency theory) merupakan dasar yang digunakan untuk menjelaskan tentang corporate governance. Di dalam teori ini berisi tenteang sebuah penjelasan mengenai hubungan antara agent (manajer) dan principal ( pemilik). Menurut Jensen and Meckling (1976) dalam Sari (2010), hubungan keagenan adalah sebuah kontrak antara principal dan agent. Inti dari hubungan keagenan ini adalah terdapat pemisahan antara kepemilikan dan pengelolaan perusahaan. Tujuan utama teori keagenan adalah untuk menjelaskan bagaimana pihak-pihak yang melakukan hubungan kontrak dapat mendesaign kontrak yang tujuannya untuk meminimalisir cost sebagai dampak adanya informasi yang tidak simetri dan kondisi yang mengalami ketidakpastian.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

PENGARUH DEWAN KOMISARIS INDEPENDEN, KEPEMILIKAN MANAJERIAL, DAN KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Penyelesaian Program Pendidikan Strata Satu Jurusan Akuntan

PENGARUH DEWAN KOMISARIS INDEPENDEN, KEPEMILIKAN MANAJERIAL, DAN KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Penyelesaian Program Pendidikan Strata Satu Jurusan Akuntan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui signifikansi pengaruh dewan komisaris independen, kepemilikan manajerial, dan kepemilikan institusional terhadap kinerja perusahaan yang diproyeksikan dengan return on asset (ROA).Return on asset merupakan salah satu ratio untuk pengukuran kinerja keuangan. Dimana ROA didefinisikan sebagai efektivitas perusahaan dalam menghasilkan laba dengan memanfaatkan aktiva yang dimiliki.Penelitian ini dilakukan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2013-2015.Jumlah sampel penelitian yaitu 165 perusahaan.Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan data skunder dan teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode purposive sampling.Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda.Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa ketiga variabel independen yaitu dewan komisaris independen, kepemilikan manajerial dan kepemilikan institusional berpengaruh signifikan terhadap ROA. Adanya proporsi dewan komisaris independen di dalam perusahaan maka akan dapat meminimalisir adanya kecurangan dalam menyajikan laporan keuangan. Besarnya proporsi kepemilikan manajerial, maka semakin kecil peluang terjadinya konflik antara manajer dan pemegang saham sehingga dapat meningkatkan ROA.Sedangkan adanya proporsi kepemilikan institusional dapat meningkatkan pengawasan, untuk mengurangi terjadinya perilaku oportunistik manajer sehingga dapat meningkatkan ROA.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PENGARUH KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL, KEPEMILIKAN MANAJERIAL, UKURAN PERUSAHAAN, PERTUMBUHAN PENJUALAN, UKURAN DEWAN DIREKSI, KOMITE AUDIT DAN PROPORSI DEWAN KOMISARIS INDEPENDEN TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

PENGARUH KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL, KEPEMILIKAN MANAJERIAL, UKURAN PERUSAHAAN, PERTUMBUHAN PENJUALAN, UKURAN DEWAN DIREKSI, KOMITE AUDIT DAN PROPORSI DEWAN KOMISARIS INDEPENDEN TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

Tujuan penelitian ini dimaksudkan adalah untuk mengetahui apakah kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial, ukuran perusahaan, pertumbuhan penjualan, ukuran dewan direksi, komite audit dan proporsi dewan komisaris independen berpengaruh terhadap kinerja perusahaan manufaktur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode purposive sampling. Kinerja perusahaan di proxy kan dengan ROA dan ROE. Dengan sampel penelitian sebanyak 22 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, dengan data penelitian berasal dari laporan keuangan masing- masing perusahaan periode 2009-2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial, ukuran perusahaan, pertumbuhan penjualan, ukuran dewan direksi, komite audit dan proporsi dewan komisaris independen berpengaruh signifikan terhadap ROA dan tidak signifikan terhadap ROE.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENGARUH KEPEMILIKAN MANAJERIAL, KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL, PROPORSI DEWAN KOMISARIS INDEPENDEN DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP KINERJA KEUANGAN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR

PENGARUH KEPEMILIKAN MANAJERIAL, KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL, PROPORSI DEWAN KOMISARIS INDEPENDEN DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP KINERJA KEUANGAN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR

Alhamdulillahirobbil’alamiin segala puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah swt atas berkat, rahmat, dan karunianya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul “Pengaruh Kepemlikan Manajerial, Kepemilikan Institusional, Proporsi Dewan Komisaris Independen dan Ukuran Perusahaan Terhadap Kinerja Keuangan Pada Perusahaan Manufaktur”. Oleh karena itu maka pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya. Ucapan terima kasih juga penulis sampaikan kepada yang terhormat Bapak Amir, SE., M.Si, selaku penguji yang telah memberikan sumbangan pemikiran dan saran untuk kesempurnaan skripsi ini. Selain kepada para beliau tersebut, penulis juga ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada yang terhormat:
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Pengaruh Corporate Governance Terhadap Opini Audit Going Concern Dengan Tekanan Keuangan Sebagai Pemoderasi (Studi Empiris Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di Bursa Efek Indoneisa Tahun 2014-2016)

Pengaruh Corporate Governance Terhadap Opini Audit Going Concern Dengan Tekanan Keuangan Sebagai Pemoderasi (Studi Empiris Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di Bursa Efek Indoneisa Tahun 2014-2016)

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh corporate governance terhadap opini audit going concern dengan tekanan keuangan atau leverage sebagai variabel moderasi. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kausal. Populasi penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2014-2016. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Dengan sampel sebanyak 249 laporan tahunan dari populasi sebanyak 83 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Teknik analisis data dilakukan dengan uji regresi logistik dan pengujian hipotesis dengan metode Moderating Regresion Analysis (MRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa direksi yang diproksikan dengan kepemilikan manajerial, dewan komisaris yang diproksikan dengan komisaris independen, komite audit dan tekanan keuangan yang diukur dengan leverage berpengaruh terhadap penerimaan opini going concern sedangkan untuk variabel moderasi yaitu tekanan keuangan tidak dapat memoderasi pengaruh dewan direksi, dewan komisaris dan komite audit terhadap penerimaan opini going concern.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

PENGARUH STRUKTUR KEPEMILIKAN, UKURAN PERUSAHAAN, DAN PRAKTEK CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA.

PENGARUH STRUKTUR KEPEMILIKAN, UKURAN PERUSAHAAN, DAN PRAKTEK CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA.

Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah kepemilikan manajerial, kepemilikan istitusional, ukuran dewan komisaris, proporsi dewan komisaris independen, komite audit dan ukuran perusahaan secara parsial maupun simultan berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh pengaruh Struktur kepemilikan, Ukuran Perusahaan, Praktek corporate governance yang dalam penelitian ini di proksikan ke dalam Ukuran Dewan Komisaris, Proporsi Dewan Komisaris Independen dan Komite Audit terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan pada perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

PENGARUH MEKANISME GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KINERJA PERBANKAN (Studi pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di BEI Periode 2009 2010

PENGARUH MEKANISME GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KINERJA PERBANKAN (Studi pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di BEI Periode 2009 2010

Dalam penelitian ini lebih banyak mengkaji secara mendalam mekanisme good corporate governance mengenai Mekanisme Pemantauan Kepemilikan meliputi Kepemilikan Institusional dan Kepemilikan Manajerial. Mekanisme Pemantauan Pengendalian Internal meliputi Ukuran Dewan Komisaris, Komisaris Independen dan Ukuran Dewan Direksi. Mekanisme Pemantauan Pengungkapan meliputi pengungkapan yang dilakukan oleh Komite Audit. Kepemilikan institusional yang besar akan mengakibatkan kontrol eksternal yang lebih besar di dalam suatu perusahaan. Selain itu kepemilikan mayoritas bisa saja mengabaikan kepentingan pemilik saham minoritas sehingga dalam pengambilan keputusan pemegang saham mayoritas lebih dominan dan unggul. Kepemilikan manajerial yang besar akan menurunkan keintegritasan laporan keuangan dan berdampak pula pada menurunnya kinerja perusahaan. Hal ini karena manusia pada umumnya memiliki sifat self interest sehingga manajer ingin menampilkan laporan keuangan yang sebaik-baiknya di depan stakeholders agar kinerja perusahaan disini terlihat lebih baik dari kondisi sebenarnya.
Baca lebih lanjut

165 Baca lebih lajut

ANALISIS PENGARUH CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (Studi Pada Perusahaan Real Estate dan Property Yang Terdaftar Di BEI Tahun 2012-2015) - repository perpustakaan

ANALISIS PENGARUH CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (Studi Pada Perusahaan Real Estate dan Property Yang Terdaftar Di BEI Tahun 2012-2015) - repository perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, dewan komisaris independend, dewan direksi dan komie audit independend terhadap nilai perusahaan (studi pada perusahaan Real estate dan Properti yang terdaftar dibursa efek Indonesia tahun 2012-2015). Populasi dalam peneitian ini adalah semua perusahaan manfaktur sector real estate dan property yang terdaftar di BEI tahun 2012-2015 yang berjumlah 49 perusahaan. Sampel diambil sampel perusahaan purposive sampling yang berbasis dengan tekhnik yang didasarkan dengan kriteria tertentu didapat hanya 11 perusahaan yang digunakan sebagai sampel. Alat analisis regresi ini menggunakan analisis deskriptif dan analisis regrese berganda. Hasil penelitiannya adalah : (1) variable kepemilikan manajerial berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. (2) variable kepemilikan institusional berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. (3) variable dewan komisaris independend berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. (4) variable dewan direksi tidak berpengaruh sigifikan terhadap nilai perusahaan. dan yang ke (5) variable komite audit independend berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

ANALISIS PENGARUH KOMPOSISI DEWAN KOMISARIS, KOMPOSISI DEWAN DIREKSI, STRUKTUR  KEPEMILIKAN  Analisis Pengaruh Komposisi Dewan Komisaris, Komposisi Dewan Direksi, Struktur Kepemilikan Manajerial Dan Struktur Kepemilikan Institusional Terhadap Kinerja Keua

ANALISIS PENGARUH KOMPOSISI DEWAN KOMISARIS, KOMPOSISI DEWAN DIREKSI, STRUKTUR KEPEMILIKAN Analisis Pengaruh Komposisi Dewan Komisaris, Komposisi Dewan Direksi, Struktur Kepemilikan Manajerial Dan Struktur Kepemilikan Institusional Terhadap Kinerja Keua

This research aim to to know influence of Composition Board Of Comisioner, Composition Council Board Of Directors, Structure of is Ownership of Manajerial, and Institutional Structure Ownership to Performance Company'S Finance Banking. Intake of sampel use technique of purposive sampling that is election of sampel with certain criterion, is so that got by sampel in this research counted 25 Company of Banking in Indonesia in the year 2007-2010.

15 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah - Priyo Arief Wicaksono Bab I

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah - Priyo Arief Wicaksono Bab I

Terdapat beberapa penelitian terdahulu mengenai manajemen laba antara lain penelitian yang dilakukan oleh Hidayat (2008) yang meneliti tentang analisis pengaruh corporate governance terhadap manajemen laba pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI. Penelitian tersebut menemukan bukti bahwa secara simultan kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, ukuran dewan komisaris dan ukuran dewan direksi berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba. Secara parsial kepemilikan manajerial dan kepemilikan institusional tidak berpengaruh terhadap manajemen laba sedangkan ukuran dewan komisaris dan ukuran dewan direksi berpengaruh.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENGARUH CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP MANAJEMEN LABA STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN INDUSTRI BARANG KONSUMSI

PENGARUH CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP MANAJEMEN LABA STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN INDUSTRI BARANG KONSUMSI

Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah struktur kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, ukuran dewan komisaris, ukuran dewan direksi dan komisaris independen mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap manajemen laba pada perusahaan industri barang konsumsi, baik secara parsial maupun simultan. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah purposive sampling dengan kriteria Perusahaan industri barang konsumsi yang terdaftar di BEI dan memiliki data lengkap sesuai dengan variabel yang dibutuhkan yaitu data kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, ukuran dewan komisaris, ukuran dewan direksi, komisaris independen dan manajemen laba. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan tingkat signifikan ( α ) 0,05.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Analisis Mekanisme Corporate Governance Dan Manajemen Laba Pada Perusahaan Go Publik Yang Terdaftar Pada Index LQ-45 Di Bursa Efek Indonesia.

PENDAHULUAN Analisis Mekanisme Corporate Governance Dan Manajemen Laba Pada Perusahaan Go Publik Yang Terdaftar Pada Index LQ-45 Di Bursa Efek Indonesia.

mengurangi konflik keagenan. Jika konflik keagenan dapat dikurangi, manajer termotivasi untuk meningkatkan kinerja perusahaan dan mengurangi hambatan kontraktual. Tetapi tingkat kepemilikan manajerial yang tinggi dapat menimbulkan masalah pertahanan. Artinya jika kepemilikan manajerial tinggi, mereka memiliki posisi yang kuat untuk mengendalikan perusahaan dan pihak eksternal akan mengalami kesulitan untuk mengendalikan tindakan manajer. hal ini disebabkan karena manajer mempunyai hak voting yang besar atas kepemilikan manajerial yang tinggi.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP INTEGRITAS LAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEI TAHUN 2011-2015 - Perbanas Institutional Repository

PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP INTEGRITAS LAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEI TAHUN 2011-2015 - Perbanas Institutional Repository

Kepemilikan publik merupakan presentase kepemilikan saham perusahaan yang dimiliki oleh pihak luar (outsider ownnership). Menurut Febriantina (2010) menyatakan kepemilikan publik adalah kepemilikan saham perusahaan oleh masyarakat umum atau pihak luar termasuk didalamnya terdapat masyarakat umum serta investor dari lembaga atau perusahaan lain yang ingin menanamkan modalnya pada perusahaan yang melakukan penawaran saham. Publik yang dimaksudkan dalam variabel tersebut berupa pribadi atau suatu institusi, dimana keberadannya menuntut untuk memberikan informasi kinerja perusahaan yang jelas, jujur, dan tepat waktu. Semakin banyak kepemilikan publik diperusahaan maka perusahaan lebih dituntut untuk memberikan informasi laporan keuangan dengan jelas dan jujur. Agar mendapatkan kepercayaan yang lebih dari pihak investor saat ini maupun dimasa mendatang.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

CORPORATE GOVERNANCE UNTUK MEMPREDIKSI KONDISI KESULITAN KEUANGAN PERUSAHAAN (Studi kasus pada perusahaan Perbankan periode 2007-2009)

CORPORATE GOVERNANCE UNTUK MEMPREDIKSI KONDISI KESULITAN KEUANGAN PERUSAHAAN (Studi kasus pada perusahaan Perbankan periode 2007-2009)

Model prediksi financial distress perlu untuk dikembangkan, karena dengan mengetahui kondisi financial distress perusahaan sejak dini, diharapkan dapat dilakukan tindakan-tindakan untuk mengantisipasi kondisi yang mengarah pada kebangkrutan. Hal ini juga sesuai pernyataan Ashay (1998) yang menjelaskan bahwa di antara tantangan yang dihadapi oleh suatu perusahaan, tantangan yang paling menekan perusahaan selama daur hidupnya adalah memahami penyebab dari penurunan kinerja perusahaan dan melakukan proses perubahan untuk kembali membaik.

26 Baca lebih lajut

PERATAAN LABA TERHADAP REAKSI PASAR DENGAN MEKANISME GCG DAN CSR DISCLOSURE

PERATAAN LABA TERHADAP REAKSI PASAR DENGAN MEKANISME GCG DAN CSR DISCLOSURE

M asalah keagenan (agency problem) merupakan konflik kepentingan antara agen dan principal yang menarik untuk diteliti lebih lanjut, karena masalah ini sering kali timbul di berbagai perusahaan. Suranta dan Merdistusi (2004) menyatakan bahwa penyebab terjadinya konflik kepentingan antara agen dan principal adalah: (1) informasi mengenai laba yang merupakan salah satu parameter yang digunakan untuk mengukur kinerja manajemen, (2) adanya pemisahan fungsi pengelolaan dan fungsi kepemilikan di mana manajemen tidak merasakan langsung akibat adanya kesalahan dalam pembuatan keputusan bisnis karena risiko tersebut sepenuhnya ditanggung oleh pemegang saham.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...