Top PDF Pengaruh Kedelai dan Jenis Laru terhadap Perubahan Sifat Fisio-Kimia Keripik Tempe

Pengaruh Jenis Inokulum dan Waktu Inkubasi Terhadap Sifat Fisiko-Kimia Tempe Kacang Merah (Phaseolus vulgaris L.)

Pengaruh Jenis Inokulum dan Waktu Inkubasi Terhadap Sifat Fisiko-Kimia Tempe Kacang Merah (Phaseolus vulgaris L.)

Tempe merupakan salah satu pangan yang digemari masyarakat Indonesia dan dikenal sebagai sumber protein. Kacang merah mengandung protein dalam jumlah yang cukup tinggi sehingga memiliki potensi untuk digunakan sebagai bahan baku tempe. Miselium kapang yang tumbuh menyelimuti kacang merah akan membentuk tekstur tempe yang kompak sekaligus bertindak sebagai sumber protein. Penelitian ini menggunakan rancangan percobaan Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan dua faktor yaitu jenis laru dan waktu inkubasi. Pembuatan tempe kacang merah dalam penelitian ini menggunakan empat jenis inokulum yaitu Laru A (R.oligosporus), Laru B (R.oryzae), Laru C (R.oligosporus+R.oryzae 1:1), dan Laru D (Laru A+Laru B 1:1) sedangkan tiga waktu inkubasi yang digunakan sebagai perlakuan adalah 24, 36, dan 48 jam. Parameter yang diuji dalam menentukan laru dan waktu inkubasi optimal untuk produk tempe kacang merah adalah kadar protein terutama protein terlarut serta parameter lainnya yaitu rendemen, daya iris, dan warna. Tahap produksi tempe kacang merah yang dilakukan tidak jauh berbada dengan produksi tempe kedelai. Setiap jenis laru dan waktu inkubasi menghasilkan tempe kacang merah dengan karakteristik fisikokimia berbeda. Sampel-sampel yang memiliki kadar protein sama tingginya pada taraf signifikansi 5% adalah A48 (40.12%bk), C48 (41.15%bk), A36 (43.81%bk), dan B36 (46.05%bk). Sampel dengan kadar protein terlarut yang setara tingginya pada taraf 5% antara lain C36 (2.63%bk), A36 (2.67%bk), A48 (2.94%bk), dan C48 (3.00%bk). Rendemen sampel tertinggi di antaranya A36 (95.10%), D36 (95.15%), dan C36 (97.21%) yang setara tingginya dengan sampel yang diinkubasi selama 24 jam. Daya iris tertinggi dimiliki sampel A48 yaitu 198.1 N.mm sedangkan daya iris tempe kedelai sebagai kontrol 140.1 N.mm. Sampel yang memiliki nilai kecerahan yang sama dengan tempe kontrol (78.833%) antara lain A24 (80.575%), A36 (76.740%), B48 (74.110%), dan C36 (79.425%). Seluruh sampel tempe kacang merah memperlihatkan warna kromatik dominan kuning (nilai a = +0.230 hingga +6.150 dan nilai b = +5.840 hingga +19.025).
Baca lebih lanjut

40 Baca lebih lajut

Pengaruh Perbedaan Jenis Kemasan Terhadap Nilai TPC (Total Plate Count), Kadar Nitrogen Total dan Sifat Organoleptik pada Tempe - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Pengaruh Perbedaan Jenis Kemasan Terhadap Nilai TPC (Total Plate Count), Kadar Nitrogen Total dan Sifat Organoleptik pada Tempe - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Tempe adalah makanan hasil fermentasi yang sangat terkenal di Indonesia. Tempe yang biasa dikenal oleh masyarakat Indonesia adalah tempe yang menggunakan bahan baku kedelai. Fermentasi kedelai dalam proses pembuatan tempe menyebabkan perubahan kimia maupun fisik pada biji kedelai, menjadikan tempe lebih mudah dicerna oleh tubuh. Tempe segar tidak dapat disimpan lama, karena tempe tahan hanya selama 2 x 24 jam, lewat masa itu, kapang tempe (Rhizopus oligosporus) mati dan selanjutnya akan tumbuh bakteri atau mikroba perombak protein, akibatnya tempe cepat busuk (Sarwono, 2005).
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Pengaruh jenis inokulum rhizopus oligosporus dan rhizopus oryzae terhadap sifat fisiko-kimia tempe kacang merah

Pengaruh jenis inokulum rhizopus oligosporus dan rhizopus oryzae terhadap sifat fisiko-kimia tempe kacang merah

Tempe kacang merah diketahui memiliki kadar protein yang lebih rendah dibandingkan tempe kedelai. Upaya meningkatkan kadar protein dapat dilakukan melalui pendekatan optimasi kondisi fermentasi, antara lain jenis kapang dan waktu fermentasi. Tempe umumnya diproduksi dengan menggunakan kapang R. oligosporus sebagai kultur utama. Aplikasi R. oligosporus dan R. oryzae secara tunggal atau kombinasi diduga dapat menghasilkan tempe dengan karakteristik yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh komposisi inokulum (laru R. oligosporus, laru R. oryzae, laru R. oligosporus+R. oryzae, dan laru R. oligosporus + laru R. oryzae) dan waktu inkubasi (24, 36, dan 48 jam) terhadap sifat fisik dan kimia tempe kacang merah, terutama pengaruhnya terhadap peningkatan kadar protein tempe kacang merah. Kombinasi kapang R. oligosporus + R. oryzae (laru K1+K2) mampu menghasilkan tempe kacang merah dengan karakteristik yang lebih baik dibandingkan aplikasi kapang secara tunggal. Aplikasi laru K1+K2 menghasilkan tempe dengan miselium yang kompak dengan waktu fermentasi yang lebih cepat (24–36 jam) dibandingkan laru K2. Tempe laru K1+K2 juga memiliki kadar protein terlarut unggul dalam parameter kadar protein terlarut dibandingkan tempe laru K1.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

PENGARUH KENAIKAN HARGA KEDELAI TERHADAP PENDAPATAN PRODUSEN KERIPIK TEMPE (Studi Kasus di Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu)

PENGARUH KENAIKAN HARGA KEDELAI TERHADAP PENDAPATAN PRODUSEN KERIPIK TEMPE (Studi Kasus di Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu)

Puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi ini dengan judul Pengaruh Kenaikan Harga Kedelai Terhadap Pendapatan Produsen Keripik Tempe (Studi Kasus di Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu).

17 Baca lebih lajut

KAJIAN ILMIAH KIMIA DALAM KEHIDUPAN

KAJIAN ILMIAH KIMIA DALAM KEHIDUPAN

Unsur adalah zat tunggal sederhana yang tidak dapat diuraikan menjadi zat lain secara reaksi kimia biasa. Hingga saat ini dikenal 118 macam unsur yang terdiri atas unsur alami dan unsur buatan (radioaktif). Unsur – unsur yang terdapat di alam ditemukan dalam keadaan bebas atau tersusun oleh atom unsur (contohnya H, N, O, dan lain-lain) dan berkoalisi membentuk suatu materi yang disebut molekul unsur (Contohnya , dan lain-lain).

4 Baca lebih lajut

KAJIAN KARAKTERISTIK KIMIA DAN SENSORI TEMPE KEDELAI (Glycine max) DENGAN VARIASI PENAMBAHAN BERBAGAI JENIS BAHAN PENGISI

KAJIAN KARAKTERISTIK KIMIA DAN SENSORI TEMPE KEDELAI (Glycine max) DENGAN VARIASI PENAMBAHAN BERBAGAI JENIS BAHAN PENGISI

Alhamdulillah, puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi yang berjudul ”Kajian Karakteristik Kimia dan Sensori Tempe Kedelai (Glycine max) dengan Variasi Penambahan Berbagai Jenis Bahan Pengisi (Kulit Ari Kedelai, Millet (Pennisetum spp.), dan Sorgum (Sorghum bicolor))” dengan baik. Penelitian dan penyusunan skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk mencapai gelar Sarjana Teknologi Pertanian dari Jurusan/Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Baca lebih lanjut

55 Baca lebih lajut

Tingkat Kelarutan Peptida Tempe dengan Bobot Molekul Kecil pada Berbagai Jenis Pelarut | Rusdah | Agritech 10697 73870 1 PB

Tingkat Kelarutan Peptida Tempe dengan Bobot Molekul Kecil pada Berbagai Jenis Pelarut | Rusdah | Agritech 10697 73870 1 PB

Tingkat kelarutan peptida berdasarkan pada karakter ¿VLNGDQNLPLD\DQJELVDVDQJDWEHUYDULDVL%HEHUDSDVWXGL melaporkan pengaruh pH pelarut, suhu, dan tipe pelarut memberi pengaruh besar terhadap kelarutan peptida yang berasal dari kedelai (Pace dkk., 2004). Gambar 1 menunjukkan data kelarutan protein dari berbagai jenis pelarut menggunakan sampel tempe GMO tanpa perlakuan pemasakan. Pelarut organik seperti acetonitril GDQ WULÀXRURDFHWLF DFLG PHQXQMXNNDQ WLQJNDW NHODUXWDQ peptida yang lebih tinggi khususnya pada produk kedelai dan olahannya (Matsuo, 2006; Shon dkk., 2007; Natarajan dkk., 2009), disamping itu, air masih menjadi jenis pelarut yang banyak digunakan untuk ekstraksi sehubungan dengan karakter kelarutannya yang umum (Chertov dkk., 2004; Handoyo dan Morita, 2006; Matsuo, 2006; Wang dkk., 2006; Zhu dkk., 2008).
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Aktivitas Antioksidan dan Kadar Tempe Satu Kali Perebusan dari Kedelai (Glycine max L Merr) Lokal var. Grobogan dan Impor T1 652007023 BAB II

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Aktivitas Antioksidan dan Kadar Tempe Satu Kali Perebusan dari Kedelai (Glycine max L Merr) Lokal var. Grobogan dan Impor T1 652007023 BAB II

Kedelai merupakan salah satu komoditas penting karena kedelai mempunyai nilai kemanfaatan yang tinggi, kedelai bisa diolah menjadi bahan makanan, minuman serta penyedap cita rasa makanan. Sebagai bahan makanan pada umumnya kedelai tidak langsung dimakan, melainkan diolah terlebih dahulu sesuai dengan kegunaannya, misalnya : tempe, tahu, kecap, tauco, tauge bahkan diolah secara modern menjadi susu dan minuman sari kedelai, kemudian dikemas di dalam botol (AAK, 1995).

12 Baca lebih lajut

Model Analisis dan Strategi Mitigasi Risiko Produksi Keripik Tempe Model Analysis and Mitigation Strategy of Risk in Tempe Chips Production

Model Analisis dan Strategi Mitigasi Risiko Produksi Keripik Tempe Model Analysis and Mitigation Strategy of Risk in Tempe Chips Production

Risiko produksi merupakan suatu keadaan yang dapat merugikan pencapaian tujuan dan sasaran organisasi bisnis. UKM XYZ merupakan industri kecil pembuat keripik tempe yang memiliki risiko pada proses produksi. Tujuan penelitian adalah menganalisis dan merumuskan strategi mitigasi risiko yang dihadapi pada UKM XYZ. Metode analisis yang digunakan adalah Failure Mode Effect Analysis (FMEA) dan Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian menunjukkan risiko tertinggi yaitu harga bahan baku kedelai yang berfluktuasi, hasil produk keripik tempe yang kurang baik dan beragam, serta permintaan keripik tempe tidak pasti. Tulisan ini juga mengembangkan strategi mitigasi risiko proses produksi.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Aktivitas Antioksidan dan Kadar Tempe Satu Kali Perebusan dari Kedelai (Glycine max L Merr) Lokal var. Grobogan dan Impor T1 652007023 BAB IV

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Aktivitas Antioksidan dan Kadar Tempe Satu Kali Perebusan dari Kedelai (Glycine max L Merr) Lokal var. Grobogan dan Impor T1 652007023 BAB IV

masing sebesar 90,13 mg/g dan 17,40 % , nilai ini lebih besar dibanding tempe kedelai impor yang mempunyai kadar karbohidrat dan protein yaitu 87,60 mg/g dan 13,53%. Widyanti (2011) juga melaporkan bahwa subtitusi kedelai Grobogan 100% memberikan nilai karbohidrat dan protein masing-masing 4,11% dan 21,22%, sedangkan substitusi kedelai impor 100% memberikan nilai karbohidrat dan protein masing-masing sebesar 2,79% dan 17,37%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kedelai Grobogan mampu meningkatkan kandungan protein dan karbohidrat tempe.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1.Tempe 2.1.1. Definisi Tempe - ISOLASI DAN IDENTIFIKASI MOLEKULER BAKTERI PENGHASIL ENZIM PROTEASE PADA TEMPE GEMBUS PASCA FERMENTASI 48 JAM BERDASARKAN ANALISIS GEN 16S rRNA - Repository Universitas Muhammadiyah Semarang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1.Tempe 2.1.1. Definisi Tempe - ISOLASI DAN IDENTIFIKASI MOLEKULER BAKTERI PENGHASIL ENZIM PROTEASE PADA TEMPE GEMBUS PASCA FERMENTASI 48 JAM BERDASARKAN ANALISIS GEN 16S rRNA - Repository Universitas Muhammadiyah Semarang

sifat alami replikasi DNA. Dalam proses tersebut, Polymerase-DNA menggunkan DNA untaian tunggal sebagai cetakan (template) untuk mensintesis untaian baru yang komplementer. Cetakan untaian tunggal dapat diperoleh melalaui pemanasan DNA untaian ganda pada temperatur mendekati titik didih. Polimerase-DNA juga memerlukan suatu wilayah untai ganda pendek untuk memulai (primer) proses sintesis. Pada saat PCR, posisi awal dan akhir sintesis DNA dapat ditentukan dengan meyediakan suatu oligonukleotida sebagai primer yang menempel secara komplementer pada cetakan sesuai dengan keinginan peneliti. Salah satu keunggulan PCR adalah polymerase DNA dapat diarahkan untuk sintesis wilayah DNA terentu (Mahardika, 2005).
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

Kombinasi Ampas Singkong dan Tahu Sebagai Substrat Dalam Produksi Laru Tempe Dari Isolat Daun Waru (Hibiscus tiliaceus) dan Aplikasinya Pada Fermentasi Kacang Kedelai

Kombinasi Ampas Singkong dan Tahu Sebagai Substrat Dalam Produksi Laru Tempe Dari Isolat Daun Waru (Hibiscus tiliaceus) dan Aplikasinya Pada Fermentasi Kacang Kedelai

Kombinasi ampas singkong sebagai sumber karbon dan ampas tahu sebagai sumber nitrogen memiliki potensi yang kuat sebagai substrat dalam menunjang aktivitas Rhizopus sp. Oleh sebab itu, kajian ini perlu dilakukan dengan tujuan mengetahui karakteristik laru yang dihasilkan dari hasil isolat daun waru (Hibiscus tiliaceus) dan kombinasi substrat (ampas singkong : ampas tahu) yang paling baik. Tahapan penelitian meliputi isolasi Rhizopus sp. dari daun waru sampai diperoleh kultur murni, pembuatan laru dan fermentasi kacang kedelai. Laru yang dihasilkan kemudian diukur viabilitas spora, TPC dan kadar air. Tempe yang dihasilkan diuji kadar protein dan kadar air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi yang paling baik adalah 3:1 dengan jumlah spora 3,75 x 10 11 spora/ml, TPC 3,75 x 10 7 CFU/g, dan kadar air 4,15% sedangkan karakteristik tempe yang dihasilkan adalah kadar protein 18,58% dan kadar air 55,40%.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

STRATEGI PEMASARAN PADA UKM KERIPIK TEMPE SANAN MALANG

STRATEGI PEMASARAN PADA UKM KERIPIK TEMPE SANAN MALANG

daya tarik ini memiliki faktor yang bersifat tersembunyi dan seringkali sulit teridentifikasi dan terukur. Hal ini yang mendorong perlunya dilakukan penelitian sejauh mana suatu kesatuan elemen bauran pemasaran dijalankan dalam strategi pemasaran yang ada. Bauran pemasaran merupakan kombinasi dari berbagai elemen perusahaan yang dapat disesuaikan sedemikian rupa untuk menciptakan strategi pemasaran yang diinginkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi produsen keripik tempe Sanan dilihat dari perspektif bauran pemasaran, melakukan analisis Strengths, Weaknesses, Opportunities dan Threats (SWOT), dan memberikan rekomendasi berupa strategi pemasaran berdasarkan analisis SWOT dan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM).
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Kombinasi Ampas Singkong dan Tahu Sebagai Substrat Dalam Produksi Laru Tempe Dari Isolat Daun Waru (Hibiscus tiliaceus) dan Aplikasinya Pada Fermentasi Kacang Kedelai

Kombinasi Ampas Singkong dan Tahu Sebagai Substrat Dalam Produksi Laru Tempe Dari Isolat Daun Waru (Hibiscus tiliaceus) dan Aplikasinya Pada Fermentasi Kacang Kedelai

Sitanggang, ST, MT dan Kak New Vita Mey Dessty Marbun, ST, MT selaku Kepala Laboratorium Kimia Fisika, Politeknik Teknologi Kimia Industri Medan, serta Ibu Gimellya Saragih, ST, MSi selaku Kepala Laboratorium Mikrobiologi Industri Politeknik Teknologi Kimia Industri yang telah banyak membantu dalam proses pengujian sampel.

14 Baca lebih lajut

KAJ I AN AGRI BI S NI S KEDELAI PADA S ENTRA AGROINDUSTRI TEMPE DAN KERIPIK TEMPE “SANAN” ANGGOTA PRIMKOPTI “BANGKIT USAHA” MALANG

KAJ I AN AGRI BI S NI S KEDELAI PADA S ENTRA AGROINDUSTRI TEMPE DAN KERIPIK TEMPE “SANAN” ANGGOTA PRIMKOPTI “BANGKIT USAHA” MALANG

The Study of Soybean Agribusiness in Tempe and Tempe Chips Agro Industry Center “Sanan” Cooperation Primary of Tofu and Tempe Producer in Indonesia (Ind: Primkopti) “Bangkit Usaha” Malang, Andry Yudhistira, 071510201046, Social Economics Department, Agriculture Faculty, Jember University.

20 Baca lebih lajut

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus  Repositori Universitas Muria Kudus

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus Repositori Universitas Muria Kudus

Charisma, A. M., Rahayu, Y. S., Isnawati.. 2012. Pengaruh Kombinasi KomposTrichoderma dan Mikoriza Vesikular Arbuskular (MVA) Terhadap Pertumbuhan Tanaman Kedelai (Glycinemax(L.) Merill) pada Media Tanam Tanah Kapur. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Surabaya. Surabaya.

3 Baca lebih lajut

Evaluasi Populasi Beberapa Cendawan Pada Piringan Kelapa Sawit (Elaeis guinnensis Jacq.) Akibat Pemberian Pupuk NPK Kompleks

Evaluasi Populasi Beberapa Cendawan Pada Piringan Kelapa Sawit (Elaeis guinnensis Jacq.) Akibat Pemberian Pupuk NPK Kompleks

Wardhani, S., K.I. Purwani, W. Amugerahani. 2014. Pengaruh Aplikasi Pupuk Hayati Terhadap Pertumbuhan dan Produktivitas Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Varietas Bhaskaradi PT Petrokimia Gresik. Jurnal Sains dan Seni POMITS, Vol. 2, No. 1: 1-5.

3 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...