Top PDF Pengaruh Sudut Kemiringan Dan Jumlah Lapisan Perkuatan Geogrid Pada Lereng Pasir Rc 85% Terhadap Daya Dukung Tanah Dengan Pondasi Menerus

Pengaruh Sudut Kemiringan Dan Jumlah Lapisan Perkuatan Geogrid Pada Lereng Pasir Rc 85% Terhadap Daya Dukung Tanah Dengan Pondasi Menerus

Pengaruh Sudut Kemiringan Dan Jumlah Lapisan Perkuatan Geogrid Pada Lereng Pasir Rc 85% Terhadap Daya Dukung Tanah Dengan Pondasi Menerus

Lereng yang tidak stabil berbahaya terhadap lingkungan di sekitarnya karena dapat menyebabkan terjadinya longsor. Untuk mencegah hal tersebut, perlu dilakukan upaya perkuatan tanah pada lereng. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan material geosintetik seperti geotekstil dan geogrid. Penggunaan geosintetik sudah banyak diaplikasikan ke dalam berbagai macam-macam konstruksi seperti dam, jalan, dinding penahan, dan khususnya konstruksi lereng. Untuk penelitian ini, delakukan uji model fisik dengan perkuatan geogrid. Variasi yang diteliti adalah sudut kemiringan lereng sebesar 46°, 51°, 56° dan jumlah lapisan perkuatan geogrid sebanyak 1, 2, 3 lapisan. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa semakin kecil sudut kemiringan lereng maka akan semakin besar nilai daya dukungnya dan semakin banyak jumlah lapisan perkuatan geogrid maka akan semakin besar pula nilai daya dukungnya. Dari hasil analisis BCIu menunjukkan bahwa peningkatan daya dukung terbesar terletak pada sudut kemiringan 46° dengan jumlah lapisan perkuatan geogrid sebanyak 3 lapisan. Sehingga pada penelitian ini tidak ditemukan variasi perkuatan geogrid yang paling optimum.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Pengaruh Jarak Lapis Geogrid Teratas Dan Jumlah Lapisan Perkuatan Dengan Rasio D/b = 1 Dan B = 8 Cm Terhadap Daya Dukung Tanah Pasir Dengan Pondasi Menerus

Pengaruh Jarak Lapis Geogrid Teratas Dan Jumlah Lapisan Perkuatan Dengan Rasio D/b = 1 Dan B = 8 Cm Terhadap Daya Dukung Tanah Pasir Dengan Pondasi Menerus

Mekanisme Kerja Geogrid Pada Tanah Menurut Prasasti (2014), ketika suatu tanah diberi perkuatan, maka material komposit tersebut menghasilkan kekuatan tarik dan kekuatan tekan yang tinggi. Hal tersebut mengakibatkan dapat tertahannya gaya yang bekerja serta deformasi yang terjadi. Geosintetik bekerja sebagai material yang menahan tarik berupa gesekan, adhesi serta bekerja saling mengikat (interlocking) yang mampu menjaga stabilitas pada tanah yang diberi perkuatan tersebut.

10 Baca lebih lajut

PENGARUH LEBAR DAN JUMLAH LAPISAN GEOTEKSTIL DENGAN JARAK PONDASI DARI TEPI LERENG 6 CM TERHADAP DAYA DUKUNG PONDASI MENERUS PADA PEMODELAN LERENG Rc = 74%

PENGARUH LEBAR DAN JUMLAH LAPISAN GEOTEKSTIL DENGAN JARAK PONDASI DARI TEPI LERENG 6 CM TERHADAP DAYA DUKUNG PONDASI MENERUS PADA PEMODELAN LERENG Rc = 74%

Harga tanah dan pertumbuhan penduduk adalah beberapa faktor penyebab berdirinya bangunan- bangunan liar hingga menjadi pemukiman kumuh. Oleh karena itu, untuk daerah-daerah seperti itu maka diperlukan perkuatan terhadap tanah lereng. Maka dari itu perlu adanya perkuatan tanah pada lereng berupa geotekstil. Analisa perkuatan dilakukan pada lereng pasir dengan pemadatan relatif 74% dengan variasi lebar perkuatan geotekstil sebesar 0,45H, 0,52H, dan 0,59H dan variasi jumlah lapisan geotekstil yaitu 1,2, dan 3 lapisan. Hasil yang didapatkan semakin lebar perkuatan geotekstil dan semakin banyak jumlah lapisan geotekstil maka nilai daya dukung akan semakin meningkat yang dibuktikan dengan nilai BCI (u) sebesar 3,109.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Pengaruh Jumlah Lapis Geogrid Dan Kedalaman Dengan Lebar B = 10 Cm Terhadap Daya Dukung Tanah Pasir Pada Pondasi Menerus Dengan Kepadatan Rc 70%

Pengaruh Jumlah Lapis Geogrid Dan Kedalaman Dengan Lebar B = 10 Cm Terhadap Daya Dukung Tanah Pasir Pada Pondasi Menerus Dengan Kepadatan Rc 70%

Pola Keruntuhan Pondasi dengan Perkuatan Qiming (2007) menjelaskan bahwa konsep dari keruntuhan pondasi dengan perkuatan adalah daya dukung yang berasal dari lebar pondasi di atas tanah perkuatan sama dengan pijakan yang lebar (B+ ΔB) pada kedalaman d. ΔB merupakan penambahan lebar pondasi akibat perkuatan yang diberikan dan berasal dari (2 x d tan α). Dengan α yang dimaksud ialah distribusi tegangan yang disebabkan oleh keruntuhan wide slab.

6 Baca lebih lajut

Pengaruh Lebar Pondasi Dan Jumlah Lapisan Geotekstil Terhadap Daya Dukung Pondasi Pada Pemodelan Fisik Lereng Pasir Dengan Kemiringan 51°

Pengaruh Lebar Pondasi Dan Jumlah Lapisan Geotekstil Terhadap Daya Dukung Pondasi Pada Pemodelan Fisik Lereng Pasir Dengan Kemiringan 51°

Berdasarkan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Dio Alif Hutama (2014) tentang daya dukung pondasi menerus pada lereng, menjelaskan tentang pengaruh jumlah lapisan geotekstil terhadap daya dukung lereng. Pada penelitiannya, mereka menggunakan 3 variasi jumlah lapisan yaitu 1, 2, dan 3 lapisan. Diperoleh hasil bahwa semakin banyak jumlah lapisan geotekstil yang digunakan sebagai perkuatan lereng, maka daya dukung pondasi semakin meningkat pula. Namun untuk beberapa kondisi, pengaruhjumlah lapisan geotekstil ini bisa saya menjadi berubah seiring dengan perubahan variasi lebar pondasi. Hal inilah yang mendasari penelitian yang akan dilakukan, dengan adanya variasi jumlah lapisan geotekstil dan variasi lebar pondasi ingin diketahui berapa jumlah lapisan geotekstil yang maksimum untuk digunakan untuk setiap variasi lebar pondasi, sehingga diperoleh hasil daya dukung yang lebih besar.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Pengaruh Lebar Dan Jarak Pondasi Ke Tepi Lereng Terhadap Pemodelan Fisik Lereng Tanah Pasir Dengan Perkuatan Geogrid Pada Sudut Kemiringan 46°

Pengaruh Lebar Dan Jarak Pondasi Ke Tepi Lereng Terhadap Pemodelan Fisik Lereng Tanah Pasir Dengan Perkuatan Geogrid Pada Sudut Kemiringan 46°

Struktur tanah yang ada pada lereng tanah memiliki daya dukung yang lebih rendah dibandingkan tanah datar. Pembangunan yang dilakukan diatas tanah lereng mempunyai resik longsor yang sangat besar akibat faktor gravitasi karena dapat menggerakan massa tanah. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kelongsoran tanah yaitu kemiringan lereng dan lebar pondasi. Perletakan pondasi juga mempengaruhi terhadap daya dukung

9 Baca lebih lajut

Pengaruh Jarak Lapis Teratas Dan Jumlah Lapisan Perkuatan Dengan Kedalaman D/b = 0,5 Dan Lebar Pondasi Menerus = 6 Cm Terhadap Daya Dukung Tanah Pasir Dengan Kepadatan 70%

Pengaruh Jarak Lapis Teratas Dan Jumlah Lapisan Perkuatan Dengan Kedalaman D/b = 0,5 Dan Lebar Pondasi Menerus = 6 Cm Terhadap Daya Dukung Tanah Pasir Dengan Kepadatan 70%

Tanah pasir secara umum mempunyai daya dukung yang relatif baik. Tetapi kekurangan yang dimiliki oleh jenis tanah ini adalah ketika tanah dalam keadaaan longgar dan keadaan butiran tanah yang seragam yang dipengaruhi oleh kondisi tingginya muka air tanah. Oleh karena itu diperlukan sebuah metode perbaikan tanah untuk meningkatkan daya dukung tanah pasir. Hal ini bertujuan agar dapat diperolehnya daya dukung dengan nilai yang baik untuk mengoptimalkan fungsinya yaitu mendukung konstruksi diatasnya. Alternatif perbaikan tanah yang dapat diterapkan pada kasus ini adalah penggunaan geogrid.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Pengaruh Variasi Jumlah Lapis Dan Jarak Antarlapis Vertikal Geotekstil Terhadap Daya Dukung Pondasi Pada Pemodelan Lereng Pasir Kepadatan 74%

Pengaruh Variasi Jumlah Lapis Dan Jarak Antarlapis Vertikal Geotekstil Terhadap Daya Dukung Pondasi Pada Pemodelan Lereng Pasir Kepadatan 74%

Lereng dibuat dengan sudut kemiringan 51 o . Pondasi menerus diletakkan 9 cm dari ujung lereng. Sementara itu, pada perkuatan geotekstil panjang lipatan ditentukan sebesar 15,4 cm. Pengulangan dilakukan dengan perlakuan yang sama apabila hasil dari pengujian benda uji terdapat penyimpangan. Adapun perlakuan benda uji dijelaskan pada gambar berikut:

7 Baca lebih lajut

Pengaruh Variasi Sudut Dan Lebar Pondasi Terhadap Daya Dukung Dengan Rasio Jarak Dan Lebar Pondasi Sebesar Dua Kali Pada Pemodelan Fisik Lereng Pasir Dengan Perkuatan Geotekstile

Pengaruh Variasi Sudut Dan Lebar Pondasi Terhadap Daya Dukung Dengan Rasio Jarak Dan Lebar Pondasi Sebesar Dua Kali Pada Pemodelan Fisik Lereng Pasir Dengan Perkuatan Geotekstile

Kebutuhan akan lahan kosong sangatlah besar dan mendorong manusia untuk memanfaatkan lahan-lahan yang ada termasuk tanah lereng. Kondisi tanah lereng tidak lebih kuat dibandingkan dengan tanah datar sehingga daya dukung pondasinya lebih rendah dan diperlukan adanya perbaikan tanah salah satunya dengan perkuatan geotekstile. Analisa perkuatan dilalukan pada pemodelan lereng pasir dengan RC 74% dimana digunakan variasi kemiringan sudut 46°, 51° dan 56° serta variasi lebar pondasi 4cm, 6cm, dan 8cm. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa semakin besar kemiringan sudut lereng maka daya dukung akan semakin kecil serta apabila semakin besar lebar pondasi yang digunakan maka daya dukung akan semakin besar pula. Berdasarkan variabel penelitian yang digunakan maka daya dukung ultimit yang paling maksimal adalah pada saat kondisi kemiringan sudut 46° dengan lebar pondasi 8cm.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Pengaruh Variasi Panjang Lapisan Dan Jarak Vertikal Antar Geotekstil Terhadap Daya Dukung Pondasi Menerus Pada Pemodelan Lereng Pasir Kepadatan Relatif 74%

Pengaruh Variasi Panjang Lapisan Dan Jarak Vertikal Antar Geotekstil Terhadap Daya Dukung Pondasi Menerus Pada Pemodelan Lereng Pasir Kepadatan Relatif 74%

sebagainya. Lereng alamiah sering mengalami kelongsoran apabila terjadi perubahan derajat kejenuhan akibat hujan deras secara terus menerus atau adanya getaran-getaran yang cukup besar seperti gempa. Oleh karena itu, perlu diadakan suatu inovasi secara signifikan dalam suatu teknologi konstruksi terutama yang dapat meningkatkan daya dukung tanah secara signifikan. Salah satunya adalah dengan diadakan perkuatan tanah (reinforced soil). Seperti yang diketahui bahwa tanah kuat terhadap tekan dan lemah terhadap tarik sehingga salah satu metode perkuatan lereng adalah mechanically stabilized earth (MSE) yaitu memberikan perkuatan tambahan pada tanah agar mempunyai kuat tarik. Bahan-bahan perkuatan dapat terbuat dari metal atau geosintetik (geogrid, geotekstil dan lain-lain).
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Pengaruh Lebar Pondasi Dan Kemiringan Lereng Terhadap Daya Dukung Tanah Pasir Pada Pemodelan Fisik

Pengaruh Lebar Pondasi Dan Kemiringan Lereng Terhadap Daya Dukung Tanah Pasir Pada Pemodelan Fisik

Dengan semakin terbatasnya lahan, masyarakat mulai memanfaatkan lereng sebagai alternatif tempat mendirikan bangunan tempat tinggal. Pembangunan di atas lereng tentunya sangat berbahaya, karena sifat lereng yang kurang stabil dapat menimbulkan terjadinya kelongsoran sewaktu-waktu. Salah satu bentuk upaya penanggulangannya adalah dengan mengaplikasikan geogrid sebagai bahan perkuatan lereng. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi dari lebar pondasi dan kemiringan sudut pada pemodelan fisik lereng tanah pasir yang diperkuat geogrid. Pada penelitian ini digunakan 2 lapisan geogrid, rasio jarak pondasi dari tepi lereng (s/B) sebesar 2, dan kepadatan relatif sebesar 74%. Digunakan 3 variasi lebar pondasi yaitu 4cm, 6cm, dan 8cm. Sedangkan untuk kemiringan lereng digunakan 3 variasi juga yaitu 46 o , 51 o , dan 56 o . Dari percobaan, didapatkan bahwa peningkatan beban ultimit yang paling maksimum adalah pada pondasi dengan lebar 4 cm dan kemiringan sudut lereng 46 o .
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Pengaruh Kemiringan Lereng Dan Jumlah Lapis Geotekstil Terhadap Daya Dukung Pondasi Pada Pemodelan Fisik Lereng Pasir

Pengaruh Kemiringan Lereng Dan Jumlah Lapis Geotekstil Terhadap Daya Dukung Pondasi Pada Pemodelan Fisik Lereng Pasir

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, yaitu pemodelan fisik lereng pasir Rc 74% dengan variabel tetap yaitu lebar pondasi B=8 cm dan jarak pondasi ke tepi lereng yaitu sebesar 2B, variabel bebas yaitu Kemiringan Lereng dan jumlah lapisan geotekstil, didapatkan hasil bahwa variasi Kemiringan Lereng dan jumlah lapisan geotekstil sangat berpengaruh terhadap daya dukung tanah. Karena nilai dari hasil penelitian cukup banyak membuktikan bahwa dalam kasus ini sangat dipengaruhi oleh berbagai variasi yang telah dilakukan. Dalam penelitian ini tidak ditinjau lebih lanjut perhitungan secara numerik, sehingga tidak ditunjukkan secara pasti faktor-faktor mana yang lebih berpengaruh terhadap daya dukung yang terjadi.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Pengaruh Kemiringan Lereng Dan Jarak Pondasi Ke Tepi Lereng Terhadap Daya Dukung Pondasi Pada Pemodelan Fisik Lereng Pasir Dengan Perkuatan Geotekstile

Pengaruh Kemiringan Lereng Dan Jarak Pondasi Ke Tepi Lereng Terhadap Daya Dukung Pondasi Pada Pemodelan Fisik Lereng Pasir Dengan Perkuatan Geotekstile

Pembangunan bangunan di atas suatu lereng sangat riskan dan beresiko terjadi kelongsoran karena komponen gravitasi cenderung untuk menggerakan massa tanah. Penelitian ini dilakukan dengan membuat model lereng tanah pasir tanpa perkuatan serta lereng tanah pasir menggunakan perkuatan geotekstil dengan RC 74%. Kemiringan sudut lereng yang digunakan di sesuaikan dengan variasi yang ditentukan dengan penempatan pondasi menerus diatas lareng yang memiliki beberapa variasi rasio jarak pondasi ke tepi lereng. Perkuatan yang digunakan berupa geotekstil jenis woven yang terbuat dari bahan polypropylene silt. Dari data hasil penelitian yang dilakukan diperoleh hasil, semakin besar kemiringan lereng maka daya dukung yang dihasilkan semakin kecil. Sedangkan untuk variasi rasio jarak pondasi ke tepi lereng, semakin jauh jarak pondasi ke puncak lereng, maka daya dukung yang dihasilkan semakin besar. Peningkatan daya dukung ultimit yang paling maksimal terjadi pada saat kemringan lereng 46 dan rasio jarak pondasi ke tepi lereng (d/B=3) yaitu sebesar 3,220
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Pengaruh Jarak Lapis Teratas Dan Jumlah Lapisan Geogrid Terhadap Daya Dukung Tanah Pasir Dengan Pondasi Menerus

Pengaruh Jarak Lapis Teratas Dan Jumlah Lapisan Geogrid Terhadap Daya Dukung Tanah Pasir Dengan Pondasi Menerus

Tujuan dari penelitian ini yaitu mendapatkan acuan yang optomal didapatkan nilai dari variasi jumlah lapisan perkuatan geogrid dan variasi jarak lapis gogrid pertama pada tanah pasirdalah didapatkan parameter yang dominan antara lebar pondasi atau jumlah lapis geogrid untuk memperkuat daya dukung lereng. Diketahui juga perbandingan daya dukung lereng biasa serta dengan geogrid. Serta dapat dijadiakn sebagai pustaka bagi bidang geoteknik sebagai metode perkuatan
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Pengaruh Kemiringan Lereng Dan Lebar Pondasi Dengan Rasio D/b = 1 Terhadap Daya Dukung Pondasi Pada Pemodelan Fisik Lereng Dengan Perkuatan Geotekstil

Pengaruh Kemiringan Lereng Dan Lebar Pondasi Dengan Rasio D/b = 1 Terhadap Daya Dukung Pondasi Pada Pemodelan Fisik Lereng Dengan Perkuatan Geotekstil

Pembangunan bangunan di atas suatu lereng sangat riskan dan beresiko terjadi kelongsoran karena komponen gravitasi cenderung untuk menggerakan massa tanah. Penelitian ini dilakukan dengan membuat model lereng tanah pasir tanpa perkuatan serta lereng tanah pasir menggunakan perkuatan geotekstil dengan RC 74%. Kemiringan sudut lereng yang digunakan di sesuaikan dengan variasi yang ditentukan dengan penempatan pondasi menerus diatas lareng yang memiliki beberapa variasi dimensi lebar. Perkuatan yang digunakan berupa geotekstil jenis woven yang terbuat dari bahan polypropylene silt. Dari data hasil penelitian yang dilakukan diperoleh hasil, semakin besar kemiringan lereng maka daya dukung yang dihasilkan semakin kecil. Sedangkan untuk variasi lebar pondasi, semakin besar lebar pondasi yang digunakan maka daya dukung yang dihasilkan semakin kecil . Kontribusi perkuatan yang di pakai sangat berpengaruh terhadap penentuan lebar pondasi yang paling optimum menghasilkan daya dukung. Peningkatan daya dukung ultimit yang paling maksimal terjadi pada saat kemringan lereng 46 dan lebar pondasi 4 cm yaitu sebesar 4,040.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Pengaruh Lebar Pondasi Dan Sudut Kemiringan Lereng Terhadap Daya Dukung Tanah Pada Pemodelan Fisik Lereng Pasir Rc 85% Dengan Perkuatan Geogrid

Pengaruh Lebar Pondasi Dan Sudut Kemiringan Lereng Terhadap Daya Dukung Tanah Pada Pemodelan Fisik Lereng Pasir Rc 85% Dengan Perkuatan Geogrid

Bila ditinjau melalui beban maksimal yang mampu ditahan, dari segi variasi sudut kemiringan lereng, diketahui bahwa semakin besar sudut kemiringan lereng semakin kecil beban maksimumnya, namun besar daya dukungnya. Pada hasil pengujian ini, beban maksimal terbesar didapat pada sudut kemiringan lereng sebesar 46 o dan pondasi dengan lebar 8 cm, sedangkan daya dukung maksimum terdapat pada sudut kemiringan lereng 46 o dan pondasi dengan lebar 4 cm.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Pengaruh Sudut Kemiringan Lereng Dan Lebar Pondasi Menerus Dengan D/b=1 Terhadap Daya Dukung Pondasi Dengan Rc Pasir 85% Menggunakan Geogrid

Pengaruh Sudut Kemiringan Lereng Dan Lebar Pondasi Menerus Dengan D/b=1 Terhadap Daya Dukung Pondasi Dengan Rc Pasir 85% Menggunakan Geogrid

Risks of landslide on land slope is very high and to avoid it, the land slope must have sufficient strength and bearing capacity that can withstand the load. One of soil reinforcement methods that can be performed on the slopes is to install geogrid material in the lining of the slopes. Therefore, conducted a study in order to obtain the parameters of slope and width of the footing that can produce the most optimum bearing capacity on a slope with the type of geogrid reinforcement, so that the risks oflandslope can be reduce..In this research, physical model test slope with geogrid reinforcement. Variations were applied to the sample in the form of a slope angle of the slope and width of the footing. The main objective of this study was to determine the effect on the bearing capacity on slopes with geogrid reinforcement as compared with the bearing capacity on a slope without reinforcement.Based on this research, the ratio of the biggest increase in the bearing capacity is in the angle of 46 ° and a width of footing 4 cm.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Pengaruh Sudut Kemiringan Dan Jarak Pondasi Ke Tepi Lereng Terhadap Daya Dukung Pasir Dengan Nilai Rc 85% Dengan Menggunakan Geogrid

Pengaruh Sudut Kemiringan Dan Jarak Pondasi Ke Tepi Lereng Terhadap Daya Dukung Pasir Dengan Nilai Rc 85% Dengan Menggunakan Geogrid

Daya dukung merupakan faktor utama dalam perencanaan pondasi. Pada lereng, daya dukung merupakan masalah yang sangat penting untuk diperhatikan. Karena pada kondisi tertentu, daya dukung pada lereng cenderung buruk sehingga rawan untuk terjadi longsor. Oleh karena itu dibutuhkan suatu metode untuk meningkatkan daya dukung pada lereng. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah dengan memasang perkuatan geogrid pada lereng. Pemasangan geogrid ini bertujuan untuk meningkatkan kuat tarik tanah sehingga daya dukung dapat ditingkatkan. Di sisi lain kemiringan dan jarak pondasi ke tepi lereng merupakan faktor yang cukup berpengaruh terhadap daya dukung lereng sehingga perlu untuk dilakukan suatu penelitian untuk mengetahui pada sudut dan jarak pondasi ke tepi lereng berapakah perkuatan geogrid efektif untuk digunakan.Pada penelitian ini, metode untuk mengetahui besarnya peningkatan daya dukung adalah dengan membandingkan nilai daya dukung antara lereng yang dipasang perkuatan geogrid dengan daya dukung lereng tanpa perkuatan. Dari situ, kemudian akan diketahui berapa besarnya peningkatan daya dukung untuk setiap variasi sudut kemiringan dan jarak pondasi ke tepi lereng. Sehingga dapat disimpulkan pada sudut kemiringan dan jarak pondasi ke tepi lereng berapakah perkuatan geogrid efektif untuk digunakan. Yang dapat disimpulkan dari penelitian ini adalah besarnya peningkatan daya dukung berbanding lurus terhadap jarak pondasi ke tepi lereng dan berbanding terbalik terhadap sudut kemiringan lereng. Jadi semakin besar jarak pondasi ke tepi lereng maka besarnya peningkatan daya dukung akan semakin besar, sebaliknya semakin besar sudut kemiringan lereng maka besarnya peningkatan daya dukung akan semakin kecil. Jadinya peningkatan daya dukung yang paling besar terjadi ketika sudut kemiringan 46 0 dan jarak pondasi ke tepi lereng tiga kali lebar pondasi. Belum ditemukan pada sudut kemiringan dan jarak pondasi ke tepi lereng berapakah peningkatan yang terjadi mencapai titik maksimum dikarenakan grafik yang didapat menunjukkan peningkatan daya dukung yang terjadi terus mengalami peningkatan seiring dengan mengecilnya sudut kemiringan dan membesarnya jarak pondasi ke tepi lereng.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Pengaruh Lebar Pondasi Dan Jumlah Lapisan Geogrid Terhadap Daya Dukung Pondasi Pada Pemodelan Fisik Lereng Tanah Pasir Pada Sudut Kemiringan Lereng 56°

Pengaruh Lebar Pondasi Dan Jumlah Lapisan Geogrid Terhadap Daya Dukung Pondasi Pada Pemodelan Fisik Lereng Tanah Pasir Pada Sudut Kemiringan Lereng 56°

Pada penelitian ini, dibuat 12 buah benda uji, dengan 3 variasi lebar pondasi dan 3 variasi jumlah lapisan geogrid. Pondasi yang digunakan merupakan pondasi menerus yang diletakkan di permukaan lereng dengan sudut 56° dan dengan RC 74%. Variasi lebar pondasi yang digunakan yaitu 4 cm, 6 cm dan 8 cm, serta variasi jumlah lapisan geogrid yang digunakan yaitu 1 lapis, 2 lapis dan 3 lapis perkuatan. Jarak dari tepi lereng ke pondasi adalah senilai dengan lebar pondasi yang digunakan. Jarak antar geogrid tiap lapisannya adalah 3 cm. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan menunjukan terjadinya peningkatan daya dukung pondasi dengan adanya perkuatan menggunakan geogrid. Dengan bertambahnya lebar pondasi yang digunakan, beban runtuh yang dapat ditahan oleh pondasi akan bertambah juga, namun daya dukung pondasi semakin menurun. Semakin bertambahnya jumlah lapisan geogrid yang digunakan, semakin besar pula daya dukung yang dimiliki oleh pondasi. Bila ditinjau berdasarkan analisis BCIqu dan BCIs yang dilakukan, lebar dan jumlah lapis geogrid dengan peningkatan q paling maksimum terjadi saat B = 4 cm dan n = 3 lapisan. Sedangkan berdasarkan analisis peningkatan dan kontribusi variabel, variasi jumlah lapisan geogrid lebih dominan daripada variasi lebar pondasi.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENGARUH SUDUT KEMIRINGAN LERENG DAN LEBAR PONDASI MENERUS DENGAN d/B=1 TERHADAP DAYA DUKUNG PONDASI DENGAN RC PASIR 85% MENGGUNAKAN GEOGRID

PENGARUH SUDUT KEMIRINGAN LERENG DAN LEBAR PONDASI MENERUS DENGAN d/B=1 TERHADAP DAYA DUKUNG PONDASI DENGAN RC PASIR 85% MENGGUNAKAN GEOGRID

Resiko terhadap bahaya longsor bagi pembangunan diatas tanah lereng sangatlah tinggi dan untuk menghindari bahaya tersebut, tanah lereng harus memiliki kekuatan yang cukup serta daya dukung pondasi yang cukup pula untuk menahan beban diatasnya. Salah satu metode perkuatan tanah yang dapat digunakan pada lereng adalah dengan pemasangan material geogrid pada lapisan lereng. Oleh sebab itu, dilakukan sebuah penelitian guna memperoleh parameter sudut kemiringan lereng dan lebar pondasi yang dapat menghasilkan daya dukung paling optimum pada sebuah lereng dengan perkuatan geogrid, sehingga resiko kelongsoran dapat diminamalisir.Pada penelitian ini dilakukan pengujian model fisik lereng dengan perkuatan geogrid. Variasi yang diterapkan pada sampel model lereng berupa sudut kemiringan lereng dan lebar pondasi. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya pengaruh terhadap daya dukung pada lereng dengan perkuatan geogrid dibandingkan dengan daya dukung pada lereng tanpa perkuatan geogrid. Berdasarkan penelitian ini, peningkatan daya dukung terbesar terletak pada sudut kemiringan 46° dan lebar pondasi 4 cm.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects