Top PDF PENGARUH STRUKTUR KEPEMILIKAN SAHAM DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2010-2013)

PENGARUH STRUKTUR KEPEMILIKAN SAHAM DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN

(Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2010-2013)

PENGARUH STRUKTUR KEPEMILIKAN SAHAM DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2010-2013)

Yang bertanda tangan di bawah ini saya, Didik Indra Nurcahyo, menyatakan bahwa skripsi dengan judul : PENGARUH STRUKTUR KEPEMILIKAN SAHAM DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI tahun 2010-2013) , adalah tulisan saya sendiri. Dengan ini saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat keseluruhan atau sebagian tulisan orang lain yang saya ambil dengan cara menyalin atau meniru dalam bentuk rangkaian kalimat atau simbol yang menunjukan gagasan atau pendapat atau pemikiran dari penulis lain, yang saya akui seolah-olah sebagai tulisan saya sendiri, dan/atau tidak terdapat bagian atau keseluruhan tulisan yang saya salin, tiru, atau yang saya ambil dari tulisan orang lain tanpa memberikan pengakuan penulis aslinya.
Baca lebih lanjut

59 Baca lebih lajut

Pengaruh Asimetri Informasi, Leverage, dan Ukuran Perusahaan terhadap Praktik Manajemen Laba (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI Tahun 2010-2013)

Pengaruh Asimetri Informasi, Leverage, dan Ukuran Perusahaan terhadap Praktik Manajemen Laba (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI Tahun 2010-2013)

Wisnumurti (2010) dikarenakan dalam mekanisme pasar modal, pelaku pasar modal juga menghadapi masalah keagenan. Partisipan pasar saling berinteraksi di pasar modal guna mewujudkan tujuannya yaitu membeli atau menjual sekuritasnya, sehingga aktivitas yang mereka lakukan dipengaruhi oleh informasi yang diterima baik secara langsung (laporan publik) maupun tidak langsung (insider trading). Dealer atau market-makers memiliki daya pikir terbatas terhadap persepsi masa depan dan menghadapi potensi kerugian ketika berhadapan dengan informed traders. Hal inilah yang menimbulkan adverse selection yang mendorong dealers untuk menutupi kerugian dari pedagang terinformasi dengan meningkatkan spreadnya terhadap pedagang likuid. Jadi dapat dikatakan bahwa asimetri informasi yang terjadi antara dealer dan pedagang terinformasi tercermin pada spread yang ditentukannya (Komalasari, 2011).
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENGARUH KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL, UKURAN PERUSAHAAN,  LEVERGE TERHADAP MANAJEMEN LABA  Pengaruh Kepemilikan Institusional, Ukuran Perusahaan, Leverge Terhadap Manajemen Laba (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bei Tahun 2010-2013

PENGARUH KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL, UKURAN PERUSAHAAN, LEVERGE TERHADAP MANAJEMEN LABA Pengaruh Kepemilikan Institusional, Ukuran Perusahaan, Leverge Terhadap Manajemen Laba (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bei Tahun 2010-2013

Hasil penelitian ini bahwa kepemilikan institusional dan ukuran perusahaan berpengaruh (secara statistik signifikan) terhadap manajemen laba, sedangakan leverage tidak berpengaruh (secara statistik tidak signifikan) terhadap manajemen laba.

16 Baca lebih lajut

PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN DAN LEVERAGE TERHADAP MANAJEMEN LABA

(Studi Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI

Tahun 2010 - 2013)

PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN DAN LEVERAGE TERHADAP MANAJEMEN LABA (Studi Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI Tahun 2010 - 2013)

Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Pada Tahun 2010-2013)”.Skripsi ini diajukan sebagai salah satu syarat menyelesaikan Program Sarjana (S1) pada Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Peneliti menyadari bahwa selesainya skripsi ini tidak lepas dari bantuan, bimbingan, petunjuk, saran serta fasilitas dari berbagai pihak. Oleh karenanya pada kesempatan ini dengan kerendahan hati, tak lupa peneliti sampaikan rasa terima kasih kepada yang terhormat:

11 Baca lebih lajut

Pengaruh struktur kepemilikan saham dan ukuran perusahaan terhadap pengungkapan Corporate Social Responsibility : studi empiris perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2008-2010.

Pengaruh struktur kepemilikan saham dan ukuran perusahaan terhadap pengungkapan Corporate Social Responsibility : studi empiris perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2008-2010.

perusahaan dengan kepemilikan institusional, maka para pemangku kepentingan akan dapat menilai kinerja atau kegiatan yang dilakukan oleh manajemen dalam mencapai tujuan perusahaan yang telah direncanakan. Kegiatan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kegiatan melakukan dan mengungkapkan CSR. Namun dalam penelitian ini peneliti menemukan bahwa kepemilikan institusi pada perusahaan manufaktur di Indonesia tidak berpengaruh terhadap pengungkapan CSR. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Rustiarini (2010), Indah dan Rahmawati (2010), Nurkhin (2009) yang menyatakan bahwa kepemilikan institusional tidak berpengaruh positif signifikan terhadap luas pengungkapan CSR. Mungkin hal ini disebabkan karena institusi yang menanamkan modalnya pada perusahaan lain belum mempertimbangkan masalah tanggungjawab sosial sebagai salah satu kriteria dalam melakukan investasi, sehingga para investor institusi juga cenderung tidak menekan perusahaan untuk melaksanakan dan mengungkapkan corporate social responsibility secara detail dalam laporan tahunan perusahaan. Penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Nofandrilla (2008) dalam Indah dan Rahmawati (2010), yang menyatakan bahwa kepemilikan institusional berpengaruh positif signifikan terhadap corporate social responsibility disclosure.
Baca lebih lanjut

97 Baca lebih lajut

PENGARUH KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL, UKURAN PERUSAHAAN,  LEVERGE TERHADAP MANAJEMEN LABA  Pengaruh Kepemilikan Institusional, Ukuran Perusahaan, Leverge Terhadap Manajemen Laba (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bei Tahun 2010-2013

PENGARUH KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL, UKURAN PERUSAHAAN, LEVERGE TERHADAP MANAJEMEN LABA Pengaruh Kepemilikan Institusional, Ukuran Perusahaan, Leverge Terhadap Manajemen Laba (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bei Tahun 2010-2013

Menurut artikel Schleifer dan Visny (1997) dengan adanya Good Corporate Governance diharapkan dapat berfungsi sebagai alat untuk memberi keyakinan kepada para investor dan kreditur bahwa mereka akan menerima return atas dana yang telah mereka investasikan di suatu perusahaan. Good Corporate Governance merupakan suatu sistem yang mengarahkan dan mengendalikan perusahaan dengan tujuan agar mencapai kesinambungan antara kekuatan kewenangan yang diperlukan oleh perusahaan dalam menjamin kelangsungan eksistensinya dan pertanggungjawaban kepada stakeholder.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pengaruh Kepemilikan Institusional, Ukuran Perusahaan, Leverge Terhadap Manajemen Laba (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bei Tahun 2010-2013).

PENDAHULUAN Pengaruh Kepemilikan Institusional, Ukuran Perusahaan, Leverge Terhadap Manajemen Laba (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bei Tahun 2010-2013).

Pada Era Globalisasi saat ini negara-negara berkembang dituntut untuk menerapkan sistem yang baru dan lebih baik dalam pengelolaan bisnis yang berdasarkan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau sering disebut Good Corporate Governance. Jika ada sistem tata kelola perusahaan yang lebih baik, maka bisnis akan lebih mampu bersaing dan lebih cepat berkembang karena perusahaan lebih terstruktur dan adannya pengawasan serta monitoring untuk meminimalisasi kerugian. Penerapan Good Corporate Governance merupakan salah satu upaya yang cukup signifikan untuk melepaskan diri dari krisis ekonomi yang melanda Indonesia dan mencegah terjadinya manajemen laba.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENGARUH STRUKTUR KEPEMILIKAN, UKURAN PERUSAHAAN, DAN LEVERAGE TERHADAP MANAJEMEN LABA (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur sektor Industri Dasar dan Kimia yang terdaftar di BEI)

PENGARUH STRUKTUR KEPEMILIKAN, UKURAN PERUSAHAAN, DAN LEVERAGE TERHADAP MANAJEMEN LABA (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur sektor Industri Dasar dan Kimia yang terdaftar di BEI)

Kepemilikan institusional merupakan saham yang dimiliki oleh institusi atau lembaga keuangan non bank, yang mengelola dana atas nama orang lain yang dapat menjadi tata kelola yang penting bagi perusahaan (Kazemian & Sanusi, 2015). Persentase saham tertentu yang dimiliki oleh institusi dapat memengaruhi proses penyusunan laporan keuangan yang tidak menutup kemungkinan terdapat akrualisasi sesuai kepentingan pihak manajemen. Di mana, institusi dengan kepemilikan saham yang relatif besar dalam perusahaan akan mempercepat manajemen perusahaan untuk menyajikan pengungkapan secara sukarela. Kepemilikan institusional pada umumnya bertindak sebagai pihak yang memonitor perusahaan. Artinya, bahwa perusahaan dengan kepemilikan institusional yang besar (>5%) mengindikasi kemampuannya untuk memonitor manajemen. Semakin besar kepemilikan institusional maka semakin efisien pemanfaatan aktiva perusahaan.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PENGARUH CORPORATE GOVERNANCE, UKURAN PERUSAHAAN, KOMPENSASI RUGI FISKAL DAN STRUKTUR KEPEMILIKAN TERHADAP TAX AVOIDANCE (Studi Empiris Terhadap Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di BEI)

PENGARUH CORPORATE GOVERNANCE, UKURAN PERUSAHAAN, KOMPENSASI RUGI FISKAL DAN STRUKTUR KEPEMILIKAN TERHADAP TAX AVOIDANCE (Studi Empiris Terhadap Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di BEI)

Perencanaan pajak yang masih dalam koridor Undang-Undang disebut penghindaran pajak (tax avoidance). Penghindaran pajak merupakan usaha untuk mengurangi hutang pajak yang bersifat legal, kegiatan ini memunculkan resiko bagi perusahaan antara lain denda dan buruknya reputasi perusahaan dimata publik. Apabila penghindaran pajak melebihi batas atau melanggar hukum dan ketentuan yang berlaku maka aktivitas tersebut dapat tergolong ke dalam penggelapan pajak (tax evasion). Penggelapan pajak adalah usaha untuk mengurangi hutang pajak yang bersifat ilegal. Oleh karenanya persoalan penghindaran pajak merupakan persoalan yang rumit dan unik. Di satu sisi penghindaran pajak diperbolehkan, tapi di sisi yang lain penghindaran pajak tidak diinginkan (Budiman & Setiyono, 2012). Dalam beberapa tahun terakhir otoritas pajak tampaknya telah berusaha dengan semaksimal mungkin tidak hanya menegakkan batas yang jelas antara penghindaran pajak dan penggelapan pajak dalam upaya perencanaan pajak, tetapi juga untuk mencegah wajib pajak masuk ke dalam ambiguitas yang ditimbulkan oleh peraturan perpajakan (Bovi, 2005; Annisa & Kurniasih, 2012).
Baca lebih lanjut

125 Baca lebih lajut

PENGARUH STRUKTUR KEPEMILIKAN, KEBIJAKAN HUTANG, DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DALAM TINJAUAN HUBUNGAN NON LINIER (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEI 2014.

PENGARUH STRUKTUR KEPEMILIKAN, KEBIJAKAN HUTANG, DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DALAM TINJAUAN HUBUNGAN NON LINIER (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEI 2014.

Salah satu teori yang dipakai ialah teori keagenan, teori ini memunculkan konflik antara pricipal (pemegang saham) dengan agent (manajemen perusahaan) Konflik tersebut muncul karena adanya perbedaan kepentingan di antara kedua belah pihak tersebut. Berbagai cara dilakukan untuk mengurangi agency problem Beberapa diantaranya adalah dengan meningkatkan peran outsider dalam monitoring perusahaan, keberadaan atau eksistensi kepemilikan manajerial, peningkatan pembayaran dividen, dan pendanaan melalui utang (Crutchley, et. al 1999). Jensen dan Meckling (1976) menyatakan bahwa terdapat dua mekanisme corporate governance yang dapat mengendalikan masalah keagenan ialah
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

Pengaruh Good Corporate Governance dan Ukuran Perusahaan terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan (Studi Empiris pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di BEI 2010-2013)

Pengaruh Good Corporate Governance dan Ukuran Perusahaan terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan (Studi Empiris pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di BEI 2010-2013)

Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran perusahaan secara parsial terhadap kinerja keuangan. Probabilitas ukuran perusahaan menunjukkan angka yang lebih besar dari 0,05 yaitu sebesar 0,479, artinya bahwa variasi variabel ukuran perusahaan secara parsial tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja keuangan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hipotesis lima yang menyatakan ukuran perusahaan secara signifikan berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan ditolak. Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan Bukhori (2012) dan Hardikasari (2011) yang menemukan adanya pengaruh negatif tetapi tidak signifikan terhadap kinerja keuangan. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa perusahaan dengan aset besar tidak selalu mendapatkan perhatian lebih dari masyarakat. Karena biasanya perusahaan besar mempunyai struktur modal yang lebih komplek dimana jumlah hutang lebih banyak dibanding jumlah ekuitas/modal. Besarnya hutang memicu beban bunga yang besar setiap tahunnya. Baik perusahaan besar dan kecilk, sama-sama mempunyai prinsip kehati-hatian dalam melakukan pelaporan keuangannya. Perusahaan besar dan kecil juga akan selalu berusaha menjaga stabilitas kinerja keuangan mereka.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENGARUH STRUKTUR KEPEMILIKAN MANAJERIAL, UKURAN

PERUSAHAAN, LEVERAGE, DAN FINANCIAL DISTRESS TERHADAP KONSERVATISME AKUNTANSI (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di BEI Tahun 2016)

PENGARUH STRUKTUR KEPEMILIKAN MANAJERIAL, UKURAN PERUSAHAAN, LEVERAGE, DAN FINANCIAL DISTRESS TERHADAP KONSERVATISME AKUNTANSI (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di BEI Tahun 2016)

Tarjo, S. (2005). Pengaruh Leverage dan Kepemilikan Saham terhadap Earning Manajemen pada Perusahaan Go Public di Bursa Efek Jakarta. Simposium Nasional Mahasiswa dan Alumni Pascasarjana Ilmu-Ilmu Ekonomi. Watts, R. (2003). Conservatism in Accounting part I: Explanations and

17 Baca lebih lajut

PENGARUH KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN TERHADAP HARGA SAHAM (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN  Pengaruh Kinerja Keuangan Perusahaan Terhadap Harga Saham (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di BEJ Tahun 2010-2011).

PENGARUH KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN TERHADAP HARGA SAHAM (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN Pengaruh Kinerja Keuangan Perusahaan Terhadap Harga Saham (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di BEJ Tahun 2010-2011).

Puji syukur Alhamdulillah selalu dipanjatkan kehadirat Allah SWT yang melimpahkan rahmat, taufiq dan hidayah-Nya kepada sekalian umat manusia, sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi yang berjudul PENGARUH KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN TERHADAP HARGA SAHAM (STUDI EMPIRIS PADA PERUSHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEI TAHUN 2010-2011).

15 Baca lebih lajut

PENGARUH KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN TERHADAP HARGA SAHAM (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN  Pengaruh Kinerja Keuangan Perusahaan Terhadap Harga Saham (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di BEJ Tahun 2010-2011).

PENGARUH KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN TERHADAP HARGA SAHAM (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN Pengaruh Kinerja Keuangan Perusahaan Terhadap Harga Saham (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di BEJ Tahun 2010-2011).

Saham. Dalam Tandelilin (2001) saham adalah surat bukti bahwa kepemilikan atas asset – asset perusahaan yang menerbitkan saham. Dengan memiliki salah satu perusahaan, maka investor akan mempunyai hak terhadap pendapatan dan kekayaan perusahaan, setelah dikurangi dengan pembayaran semua kewajiban perusahaan. Saham merupakan salah satu jenis sekuritas yang cukup populer diperjualbelikan di pasar modal.

11 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  PENGARUH KEPEMILIKAN SAHAM, KINERJA KEUANGAN, DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP PENGUNGKAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar (listing) di BEI tahun 2012-2014).

PENDAHULUAN PENGARUH KEPEMILIKAN SAHAM, KINERJA KEUANGAN, DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP PENGUNGKAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar (listing) di BEI tahun 2012-2014).

Revolusi memberikan dampak yang besar bagi masyarakat, sosial, dan lingkungan. Selain peningkatan mutu dan kualitas hidup masyarakat, industri juga melahirkan kaum buruh dan kerusakan lingkungan seperti polusi udara, limbah pabrik dan eksploitasi hasil alam yang berlebihan. Eksploitasi sumber daya alam dan masyarakat sosial secara tidak terkendali dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan alam dan pada akhirnya mengganggu kehidupan manusia. Hal ini memicu perusahaan untuk melakukan tanggung jawab sosial kepada masyarakat.

9 Baca lebih lajut

Pengaruh Struktur Kepemilikan Perusahaan terhadap Tax Avoidance (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2010 s.d. 2013).

Pengaruh Struktur Kepemilikan Perusahaan terhadap Tax Avoidance (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2010 s.d. 2013).

Penelitian tentang hubungan struktur kepemilikan dan tax avoidance telah dilakukan oleh beberapa peneliti sebelumnya. Sari dan Martani (2010:16) menunjukkan perusahaan yang dimiliki oleh keluarga cenderung memiliki perilaku pajak agresif daripada kepemilikan non keluarga. Hal ini disebabkan adanya faktor eksternalitas dari budaya bisnis dan pemeriksaan pajak di Indonesia. Sartori (2009) dalam Sari dan Martani (2010:3) dalam penelitiannya mengungkapkan bahwa corporate governance memiliki pengaruh positif dalam tingkat kepatuhan perpajakan perusahaan, sehingga akan meminimalkan tindakan pajak yang agresif.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

ANALISIS PENGARUH KARAKTERISTIK CORPORATE GOVERNANCE DAN STRUKTUR KEPEMILIKAN SAHAM TERHADAP

KINERJA PERUSAHAAN

(Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar Tahun 2010- 2014 di Bursa Efek Indonesia)

ANALISIS PENGARUH KARAKTERISTIK CORPORATE GOVERNANCE DAN STRUKTUR KEPEMILIKAN SAHAM TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar Tahun 2010- 2014 di Bursa Efek Indonesia)

perusahaan. Tujuan dari penilaian kinerja ialah untuk dapat memotivasi karyawan dalam mencapai sasaran organisasi dan standar perilaku yang telah ditetapkan sebelumnya agar dapat membedakan hasil dan tindakan sesuai yang diinginkan. Kinerja perusahaan merupakan prestasi kerja yang telah dicapai, namun adanya perbedaan pada fungsi kepemilikan dan pengendalian perusahaan menyebabkan corporate governance yang lemah. Munculnya isu mengenai lemahnya corporate governance disebabkan karena adanya pemisahan antara fungsi kepemilikan dengan pengendalian perusahaan. Kelemahan pada sistem corporate governance perusahaan di Asia telah banyak dikaitkan dengan penyebab utama pada krisis ekonomi yang melanda pada tahun 1997 (Kim et al, 2010; Dickinson dan Mullineus, 2001; Capulong et al, 2000; Johnson et al, 2000). Indonesia mengalami krisis ekonomi yang berkepanjangan pada tahun 1998. Banyak pihak mengatakan bahwa lamanya proses perbaikan setelah krisis tersebut karena lemahnya sistem corporate governance di Indonesia. Ciri utama dari lemahnya corporate governance adalah munculnya tindakan-tidakan yang mementingkan diri sendiri dengan mengabaikan kepentingan investor sehingga, menyebabkan jatuhnya kepercayaan investor mengenai pengembalian atas investasi yang telah mereka tanamkan (Sabrinna, 2010).
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

PENGARUH UKURAN DEWAN KOMISARIS, KEPEMILIKAN MANAJERIAL, KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL DAN KOMITE AUDIT TERHADAP STRUKTUR MODAL PERUSAHAAN (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI Tahun 2012-2014).

PENGARUH UKURAN DEWAN KOMISARIS, KEPEMILIKAN MANAJERIAL, KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL DAN KOMITE AUDIT TERHADAP STRUKTUR MODAL PERUSAHAAN (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI Tahun 2012-2014).

Kepemilikan saham institusional ini merupakan saham yang dimiliki oleh perusahaan lain yang berada di dalam maupun di luar negeri serta saham pemerintah dalam maupun luar negeri (Susiana & Herawati: 2007) dalam Maftukhah (2013). Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kinerja perusahaan adalah Kepemilikan Institusional. Adanya Kepemilikan Institusional di suatu perusahaan akan mendorong peningkatan pengawasan agar lebih optimal terhadap kinerja manajemen, karena kepemilikan saham mewakili suatu sumber kekuasaan yang dapat digunakan untuk mendukung atau sebaliknya terhadap kinerja manjemen. Pengawasan yang dilakukan oleh investor institusional sangat bergantung pada besarnya investasi yang dilakukan. Semakin besar kepemilikan institusi keuangan maka akan semakin besar kekuatan suara dan dorongan dari institusi keuangan tersebut untuk mengawasi manajemen dan akibatnya akan memberikan dorongan yang lebih besar untuk mengoptimalkan nilai perusahaan sehingga kinerja perusahaan akan meningkat.
Baca lebih lanjut

155 Baca lebih lajut

PENGARUH PROFITABILITAS, STRUKTUR AKTIVA, DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP STRUKTUR MODAL PERUSAHAAN (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2010-2013).

PENGARUH PROFITABILITAS, STRUKTUR AKTIVA, DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP STRUKTUR MODAL PERUSAHAAN (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2010-2013).

Modal yang digunakan perusahaan dapat bersumber dari dalam maupun dari luar. Untuk meminimalisir ketergantuangan dari pihak luar, perusahaan tentu akan lebih memilih modal dari dalam. Akan tetapi, ada kalanya modal dari dalam tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan perusahaan atupun untuk mengembangkan perusahaan. Oleh karena itu perusahaan juga membutuhkan dana dari pihak luar dalam situasi tertentu. Dana dari pihak luar dapat diperoleh melalui hutang ataupun menerbitkan saham baru. Akan tetapi dalam menerbitkan saham baru membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Jika menggunakan hutang, perusahaan juga harus memperhitungkan apakah perusahaan akan mampu untuk membayar hutang tersebut dan seberapa banyak hutang yang sebaiknya diambil. Struktur modal yang optimal adalah struktur modal yang mengoptimalkan keseimbangan antara risiko dan pengembalian.
Baca lebih lanjut

103 Baca lebih lajut

PENGARUH STRUKTUR MODAL, KEBIJAKAN DIVIDEN, PERTUMBUHAN PERUSAHAAN, PROFITABIITAS DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di BEI)

PENGARUH STRUKTUR MODAL, KEBIJAKAN DIVIDEN, PERTUMBUHAN PERUSAHAAN, PROFITABIITAS DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di BEI)

Pada dasarnya tujuan semua perusahaan adalah memaksimalkan kekayaan pemegang saham perusahaan. Namun pada kenyataannya tujuan ini sering tidak terlaksana karena adanya masalah keagenan. Masalah keagenan ini muncul sebagai akibat dari dipisahkannya kepemilikan dan pengelolaan perusahaan (Keown, Martin, Petty dan Scott, 1995). Terjadinya konflik yang disebut agency problem disebabkan pihak-pihak yang terkait yaitu principal (pemberi kontrak atau pemegang saham) dan agen (yang menerima kontrak dan mengelola dana prinsipal) mempunyai kepentingan yang saling bertentangan (Rachmawati dan Triatmoko, 2007).
Baca lebih lanjut

51 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects