Top PDF Pengaruh Motivasi Kerja, Gaya Kepemimpinan, Komunikasi, dan Budaya Organisasi terhadap Kinerja Manajerial dengan Kepuasan Kerja Pegawai sebagai Variabel Intervening (Studi Kasus pada Universitas Islam Sumatera Utara).

Pengaruh Motivasi Kerja, Gaya Kepemimpinan, Komunikasi, dan Budaya Organisasi terhadap Kinerja Manajerial dengan Kepuasan Kerja Pegawai sebagai Variabel Intervening (Studi Kasus pada Universitas Islam Sumatera Utara).

Pengaruh Motivasi Kerja, Gaya Kepemimpinan, Komunikasi, dan Budaya Organisasi terhadap Kinerja Manajerial dengan Kepuasan Kerja Pegawai sebagai Variabel Intervening (Studi Kasus pada Universitas Islam Sumatera Utara).

Motivasi merupakan hasil sejumlah proses yang bersifat internal atau eksternal bagi seorang individu, yang menyebabkan timbulnya sikap etusiasme dan persistensi dalam hal melaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu. Motivasi bukanlah satu-satunya yang mempengaruhi tingkat prestasi seseorang. Ada dua faktor yang terlihat, kemampuan perseorangan dan pemahamannya tentang perilaku apa yang diperlukan untuk mencapai prestasi kerja yang tinggi. Dalam pengertian motivasi terdapat tiga unsur esensial, yaitu faktor pendorong atau pembangkit motif, baik internal maupun eksternal, tujuan yang ingin dicapai dan strategi yang diperlukan oleh individu atau kelompok untuk mencapai tujuan tersebut. Faktor internal sebagai pendorong motif bersumber dari dalam individu itu sendiri seperti kepribadian, intelegensi, kebiasaan, kesadaran, minat, bakat, kemauan dan semangat. Sedangkan faktor eksternal berasal dari luar individu yaitu lingkungan, seperti lingkungan sosial, tekanan dan regulasi keorganisasian.
Baca lebih lanjut

111 Baca lebih lajut

Gaya kepemimpinan dan budaya organisasi terhadap kinerja melalui kepuasan kerja karyawan sebagai variabel intervening

Gaya kepemimpinan dan budaya organisasi terhadap kinerja melalui kepuasan kerja karyawan sebagai variabel intervening

Kinerja karyawan mengacu pada prestasi seseorang yang diukur berdasarkan standar dan kriteria yang ditetapkan oleh perusahaan. Pengelolaan untuk mencapai kinerja sumber daya manusia tinggi dimaksudkan guna meningkatkan perusahaan secara keseluruhan (Fuad Mas’ud, 2004). Menurut Waldman (1994), kinerja merupakan gabungan perilaku dengan prestasi dari apa yang diharapkan dan pilihannya atau bagian syarat-syarat tugas yang ada pada masing-masing individu dalam organisasi. Sedangkan menurut Mangkunegara (2001) kinerja dapat didefinfisikan sebagai hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dapat dicapai oleh seseorang karyawan dalam melaksanakan tugas sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Soeprihantono (1988) mengatakan bahwa kinerja merupakan hasil pekerjaan seorang karyawan selama periode tertentu dibandingkan dengan berbagai kemungkinan, misalnya standard, target/sasaran/kriteria yang telah ditentukan terlebih dahulu dan telah disepakati bersama.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING

PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING

Hasil studi juga menunjukan bahwa hipotesis 6 yang menyatakan Kepemimpinan berpengaruh positif terhadap kinerja Pegawai dengan Kepuasan kerja sebagai variabel intervening terbukti dan diterima. Pada tahap ini pengaruh variabel kepemimpinan (X1) tidak lagi berpengaruh signifikan terhadap kinerja (Y) karena nilai signifikansinya lebih besar dari 0,05 yaitu sebesar 0,554. Hal ini dapat diartikan bahwa kepuasan kerja (Z) berperan sebagai variabel full intervening antara kepemimpinan (X1) dan kinerja (Y). Temuan ini memberikan makna bahwa kepuasan kerja yang dirasakan oleh pegawai mampu memediasi hubungan antara kepemimpinan yang diterima oleh pegawai dengan kinerja yang dihasilkannya. Penelitian ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Taruno dkk (2011), Melmambessy (2008), Brahmasari dan Agus (2009), Soegihartono (2012).
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Pengaruh Kepemimpinan Dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Dengan Motivasi Kerja Sebagai intervening Variabel

Pengaruh Kepemimpinan Dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Dengan Motivasi Kerja Sebagai intervening Variabel

Penelitian Mokodompit dkk (2016); Hersona dan Sidharta (2017), Habba dkk (2017) dan Hartono dan Zubaidah (2017); menunjukkan motivasi signifikan positif terhadap kinerja, namun Dapu dkk (2015) menyatakan tidak signifikan. Pegawai di Setda Kabupaten Wonogiri memiliki kinerja yang bervariasi. Ada yang sudah baik, cukup atau ada pula yang masih perlu pembinaan. Oleh karena kinerja pegawai belum optimal. Hal ini berdampak pada pelayanan publik akan tidak maksimal. Kondisi ini dapat dikarenakan kepemimpinan yang ada kurang dapat meningkatkan kinerja pegawai meskipun sudah sesuai dengan kondisi yang ada. Budaya organisasi yang masih mejadi suatu permasalahan tersendiri. Hal ini karena masih terpengaruhnya budaya turun temurun, yang terkadap kurang dapat mendorong peningkatan kinerja baik secara individu auautpun kelompok. Fenomena lain seperti terjadinya distribusi beban kerja dan tanggungjawab yang kurang selaras dengan tupoksi pegawai. Pegawai dengan pekerjaan tidak sesuai tupoksi dan yang mengalami over beban kerja, menjadikan pegawai secara keseluruhan menjadi tidak maksimal.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN KEPUASAN KERJA KARYAWAN SEBAGAI VARIABEL INTERVENING

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN KEPUASAN KERJA KARYAWAN SEBAGAI VARIABEL INTERVENING

Dari tabel 1.2 di atas menunjukkan bahwa adanya peningkatan jumlah kecelakaan dari tahun ke tahun, hal ini tidak sesuai dengan filosofi dari PT. Chevron Pacific Indonesia untuk bekerja dengan selamat atau Ziro Insiden (SIFO). Kecelakaan seperti sebagian besar terjadi pada perusahaan mitra keluhan yang diterima oleh HES SCM (K#3) Bagian Keselamatan dan Kesehatan Kerja bahwa hal ini terjadi ada beberapa alasan seperti kurang kepuasaan karyawan terhadap kesejahteraan yang mereka terima sehingga mempengaruhi dari kinerja karyawan tersebut. Bekerja di lingkungan PT. Chevron Pacific Indonesia harus berdasarkan atau menerapkan Standar Operation
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL TERHADAP KINERJA KARYAWAN MELALUI KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING

PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL TERHADAP KINERJA KARYAWAN MELALUI KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING

Kepuasan Kerja. Sebelum masuk pada pembahasan kepuasan kerja, sebaiknya terlebih dahulu kita mengerti tentang pengertian kerja. Menurut Malayu Hasibuan (2006:41) Kerja adalah sejumlah aktifitas fisik dan mental yang dilakukan seseorang untuk melakukan sebuah pekerjaan. Robbins ( 2008: 40), Kepuasan Kerja adalah suatu perasaan positif tentang pekerjaan sesorang yang merupakan hasil dari evaluasi karakteristiknya. Kepuasan kerja lebih menggambarkan sikap dari pada perilaku. Sedangkan menurut Malayu SP Hasibuan (2006:202) Kepuasan kerja adalah sikap emosional yang menyenangkan dan mencintai pekerjaannya. Sikap ini dicerminkan oleh sikap kerja, kedisiplinan dan prestasi kerja. Kepuasan kerja dinikmati dalam pekerjaan, diluar pekerjaan dan kombinasi antar keduanya.Veithzal Rivai (2004: 475) mendefinisikan Kepuasan kerja merupakan evaluasi yang menggambarkan sesorang atas perasaan sikapnya, senang atau tidak puas dalam bekerja. Sedangkan Mangkunegara (2005:117) mendefinisikan lebih rinci bahwa kepuasan kerja adalah: “Perasaan yang menyokong atau tidak menyokong diri karyawan yang berhubungan dengan pekerjaannya maupun dengan kondisi dirinya. Perasaan yang berhubungan dengan pekerjaan yang melibatkan aspek-aspek seperti: gaji/upah yang diterima, kesempatan pengembangan karier, hubungan dengan karyawan lainnya, penempatan kerja, jenis pekerjaan, struktur organisasi perusahaan, dan mutu pengawqasan. Sedangkan perasaan yang berhubungan dengan dirinya, antara lain umur, kondisi kesehatan,
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

ANALISIS PENGARUH BUDAYA ORGANISASI, GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN UMKM DENGAN MOTIVASI KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING

ANALISIS PENGARUH BUDAYA ORGANISASI, GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN UMKM DENGAN MOTIVASI KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING

Penelitian ini hanya dalam ruang lingkup UMKM di satu kawasan tertentu saja. Oleh karena itu, perlu dipertimbangkan untuk memperluas ruang lingkupnya. Berdasarkan hasil analisis data penelitian, pembahasan dan simpulan yang sudah dikemukakan di atas, adapun saran yang dapat diberikan dalam penelitian ini sebagai berikut: a) Diharapkan bahwa budaya organisasi yang ada di Desa Ngingas Kabupaten Sidoarjo, mampu memberikan kontribusi yang baik terhadap kinerja karyawan UMKM, dengan cara memberikan pencerahan terhadap karya- wan UMKM seperti menerapkan budaya organisasi yang positif agar tingkat kinerja karyawan UMKM bisa lebih baik lagi dan bisa mencapai visi misi perusahaan; b) Diharapkan bahwa budaya or- ganisasi yang ada di Desa Ngingas mampu menciptakan budaya yang dapat membuat karyawan me- nyadari tentang arti nilai budaya seperti malu datang terlambat, malu pulang kerja sebelum waktunya, malu terlalu sering minta izin, malu meninggalkan pekerjaan sebelum dan sesudah istirahat, malu be- kerja tidak bertanggung jawab, dan malu bekerja tidak mempunyai program; c) Diharapkan pemimpin dapat menyerahkan tanggung jawab atas pelaksanaan tugas atau pekerjaan terhadap karyawan UMKM dengan cara melakukan pendekatan secara persuasif terhadap karyawan UMKM, sehingga informasi yang diperoleh lebih jelas dan dapat mengurangi tingkat kesalahan yang terjadi sebagai upaya pening- katan kinerja karyawan UMKM; d) Diharapkan budaya organisasi dan gaya kepimpinan yang telah menjadi tradisi di Desa Ngingas Kabupaten Sidoarjo, mampu mendorong motivasi kerja karyawan UMKM dengan cara pemimpin melakukan pendekatan secara tradisional terhadap karyawan UMKM, seperti memenuhi kebutuhan biologis melalui bonus (uang jamu), insentif dan kenaikan gaji atau upah yang diberikan oleh pimpinan; e) Diharapkan karyawan UMKM dapat meningkatkan kedisiplinan dan tingkat fokus diri dalam bekerja, dengan cara menerapkan nilai budaya organisasi, sehingga dapat me- nyelesaikan tugas harian secara tepat waktu dan sesuai dengan yang sudah direncanakan agar dapat meningkatkan kinerja karyawan.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Konflik Kerja Dan Stres Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Dengan Komitmen Organisasi Sebagai Variabel Intervening

Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Konflik Kerja Dan Stres Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Dengan Komitmen Organisasi Sebagai Variabel Intervening

Kemampuan pemimpin dalam menggerakan dan memberdayakan pegawai akan mempengaruhi kinerja. Lodge dan Derek (1993), mengatakan perilaku pemimpin memiliki dampak signifikan terhadap sikap, perilaku dan kinerja pegawai. Efektivitas pemimpin dipengaruhi karakteristik bawahannya dan terkait dengan proses komunikasi yang terjadi antara pemimpin dan bawahan. Pemimipin dikatakan tidak berhasil jika tidak bisa memotivasi, menggerakan, dan memuaskan pegawai pada suatu pekerjaan dan lingkungan tertentu. Tugas pimpinan adalah mendorong bawahan supaya memiliki kompetensi dan kesempatan berkembang dalam mengantisipasi setiap tantangan dan peluang dalam bekerja. Siagian Dalam Waridin dan Guritno (2006) mengatakan perilaku pemimpin memiliki kencenderungan pada dua hal yang konsideransi atau hubungan dengan bawahan dan struktur inisiasi atau hasil yang dicapai. Kecenderungan pimpinan menggambarkan hubungan yang akrab dengan bawahan misal bersikap ramah, membantu dan membela
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PDF ini PENGARUH KEPEMIMPINAN  DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING | Gazali | 1 PB

PDF ini PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING | Gazali | 1 PB

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan transformasional dan budaya organisasi terhadap kinerja pegawai dengan kepuasan kerja sebagai variable intervening. Objek penelitian ini adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada Sekretariat Daerah Kabupaten Tanah Datar. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 127 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara sensus yaitu seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Data diambil dengan menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Hipotesis dianalisis dengan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan bantuan program Amos 21. Hasil penelitiannya adalah secara langsung kepemimpinan transformasional berpengaruh terhadap kinerja, budaya organisasi berpengaruh terhadap kinerja, kepemimpinan transformasional berpengaruh terhadap kepuasan kerja, budaya organisasi berpengaruh terhadap kepuasan kerja dan kepuasan kerja berpengaruh terhadap kinerja. Secara tidak langsung kepuasan kerja mampu menjadi variabel intervening dengan memberikan tambahan nilai dalam pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja dan pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi perhatian pimpinan Sekretariar Daerah Kabupaten Tanah Datar dalam mengevaluasi kinerja pegawainya. Selain itu penelitian ini juga dapat menjadi referensi bagi peneliti berikutnya terutama pada bidang ilmu manajemen sumberdaya manusia dan ilmu pengetahuan yang sejenisnya.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Pengaruh Budaya Organisasi dan Gaya Kepemimpinan terhadap Kinerja Pegawai Pada Biro Keuangan Badan Nasional Penanggulangan Bencana dengan Motivasi Kerja Sebagai Variabel Intervening

Pengaruh Budaya Organisasi dan Gaya Kepemimpinan terhadap Kinerja Pegawai Pada Biro Keuangan Badan Nasional Penanggulangan Bencana dengan Motivasi Kerja Sebagai Variabel Intervening

Indonesia memiliki begitu banyak daerah rawan bencana alam yang dapat terjadi kapan saja karena secara geografis Indonesia terletak pada pertemuan tiga lempeng tektonik dunia, memiliki lebih dari 128 gunung berapi aktif dan sekitar 150 sungai, baik besar maupun kecil yang melintasi wilayah padat penduduk. Di Indonesia, risiko bencana dapat disebabkan oleh faktor Geologis (Gempa, Tsunami, Letusan Gunung Berapi), Hydrometeorologis (Banjir, Tanah Longsor, Kekeringan, Angin Topan), Biologis (Wabah Penyakit, Penyakit Tanaman, Penyakit Ternak, Hama Tanaman), Kegagalan Teknologi (Kecelakaan Industri dan Transportasi, Radiasi Nuklir, Pencemaran Bahan Kimia) dan Faktor Sosial Politik (Konflik Horizontal, Terorisme, Ideologi dan Religi). Keragaman budaya dan sosial walaupun membuat negeri ini unik dan kaya merupakan potensi bencana tersendiri. Jika ± 230 juta jiwa penduduk yang berasal dari 200 etnis, tersebar di 17.583 pulau dan berbicara dalam 583 bahasa yang berbeda berselisihan maka bisa terjadi potensi bencana (www.bnpb.go.id).
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI STAIN KERINCI DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING

PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI STAIN KERINCI DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING

Higher education has a big responsibility in the improvement of human resources. Faculty and staff are required to have a high performance.This study aims to identify and analyze forms of organizational culture, work environment, job satisfaction and employee performance, direct influence of organizational culture and work environment on job satisfaction, the direct influence of organizational culture, work environment and job satisfaction on performance, the indirect effect of organizational culture and work environment on employee performance through job satisfaction as an intervening variable, as well as differences in faculty performance with the performance of employees STAIN KerinciThe research was conducted by survey method where the population is all employees and is lecturer STAIN Kerinci numbering as many as 140 people. Data analysis techniques to test the hypothesis of the study is the structural equation model (SEM).The study found that organizational culture and work environment is directly significant effect on job satisfaction, organizational culture, work environment and job satisfaction is directly significant effect on performance, organizational culture and work environment is not directly significant effect on employee performance through job satisfaction as a variable intervening, and there is no difference in the performance of lecturers with STAIN Kerinci employee performance significantly.Of this study suggested the STAIN Kerinci leadership to continuously improve organizational culture, work environment, job satisfaction and employee performance.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP DISIPLIN KERJA DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP DISIPLIN KERJA DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING

Menurut Judge dan Piccolo (2004) hubungan positif antara kepemimpinan transformasi dengan sikap, perilaku, dan kinerja anak buah telah didokumentasikan. Beberapa peneliti mengemukakan bahwa penelitian terhadap kepemimpinan transformasi merupakan mediasi penting yang menghubungkan gaya kepemimpinan dengan kinerja (Bass et al, 2003) belum benar-benar dikaji dalam (Li Chung-Kai & Chia-hung Hung, 2009).Komitmen organisasional didefinisikan sebagai tingkat sampai mana seseorang karyawan memihak sebuah organisasi serta tujuan-tujuan dan keinginannnya untuk mempertahankan keanggotaan dalam organisasi tersebut (Robbins, 2008: 100).
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENGARUH MOTIVASI, KOMPENSASI, DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING

PENGARUH MOTIVASI, KOMPENSASI, DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING

Kompensasi memainkan peran penting dalam menentukan kepuasan kerja karyawan. Hal ini terjadi karena dua alasan, pertama, uang merupakan instrumen penting dalam memenuhi kebutuhan orang-orang; dan kedua, karyawan sering melihat gaji sebagai refleksi dari bentuk kepedulian manajemen terhadap mereka. Sejalan dengan temuan penelitian dari Gupta (2014) bahwa uang adalah motivator yang bagus, karyawan bekerja untuk uang, karyawan membutuhkan uang, gaji dan kompensasi yang bagus merupakan faktor kunci dalam memuaskan karyawan. Perusahaan dapat meningkatkan gaji dan kompensasi untuk memotivasi karyawan, gaji yang bagus dapat menjadi salah satu faktor kunci yang mempengaruhi kepuasan karyawan, juga dengan cara ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan kinerja organisasi. Jika perusahaan menciptakan lingkungan yang kompetitif dan adil, seperti perlakuan yang adil, kompensasi yang adil, jam kerja yang adil, hal ini akan meningkatkan sikap kerja karyawan, keadilan juga dapat memotivasi karyawan untuk bekerja keras. Setelah pertimbangan inilah, dapat dilihat bahwa keadilan dapat meningkatkan kepuasan kerja karyawan. Karyawan yang puas dapat memberikan pelayanan yang baik bagi organisasi.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN LINGKUNGAN KERJA PADA KINERJA DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING

PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN LINGKUNGAN KERJA PADA KINERJA DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING

(2015) dimana penelitian ini membandingkan dampak antara karyawan yang bekerja di sektor negara (PNS) dan mereka yang bekerja di sektor lain (Swasta). Survei dilakukan melibatkan 205 karyawan yang bekerja di kedua negara dan sektor lainnya di Ho Chi Minh City menggunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penghasilan, lingkungan kerja dan peluang promosi berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan. Dalam perbandingannya, dijelaskan bahwa pengaruh dari kompensasi, lingkungan dan peluang promosi akan lebih kuat dampaknya di sektor pemerintahan/PNS. Kemudian penelitian selanjutnya dilakukan oleh Jayaweera (2015) dimana penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari lingkungan kerja pada kinerja dengan motivasi sebagai variabel moderasi. Hasil dari penelitian ini adalah lingkungan kerja berpengaruh secara positif pada kinerja, hasil dari penelitian ini juga menunjukan motivasi dapat menjadi variabel moderasi dari pengaruh lingkungan kerja pada kinerja. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan melakukan survey pada 254 pekerja hotel di Inggris melalui media kuesioner. Penelitian lain seperti penelitian yang dilakukan oleh Chaundry dkk (2017), Hardiyono (2017), atau penelitian yang dilkuakan oleh Pawirosumarto (2017) adalah penelitian yang mendukung adanya pengaruh dari lingkungan kerja pada kinerja.
Baca lebih lanjut

178 Baca lebih lajut

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI MELALUI KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (Studi Kasus Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Ruteng)

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI MELALUI KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (Studi Kasus Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Ruteng)

Abstract: The purpose of this research is to investigate the effects of leadership style and corporate culture on job satisfaction to enhance employee performance. Exogenous variables in this study is the style of leadership, corporate culture toward job satisfaction as an intervening variable to increase employee’s performance as endogenous variable. The study was conducted at Ruteng small tax office, the sample size is about 49 employee, using the Structural Equation Modelling (SEM) with Partial Least Square (PLS). The results showed that corporate culture has positive significance effect on job satisfaction and increase employee performance. The effect of leadership style on job satisfaction is positive significant, but negative significant to increase employee performance. The conclusion of this study, in order to increase performance of employees, companies must be able to provide leadership style that is personal attention to employee, corporate culture that can be applied in the form of synergy between employee and expected job satisfaction is satisfaction with the work itself Keywords: leadership style, corporate culture, job satisfaction, employee performance Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan dan budaya perusahaan terhadap kepuasan kerja untuk meningkatkan kinerja karyawan. Variabel eksogen dalam penelitian ini adalah gaya kepemimpinan, budaya perusahaan terhadap kepuasan kerja sebagai variabel intervening untuk meningkatkan kinerja karyawan sebagai variabel endogen. Penelitian dilakukan di Ruteng kantor pajak kecil, ukuran sampel sekitar 49 karyawan, menggunakan Structural Equation Modelling (SEM) dengan Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya perusahaan berpengaruh positif secara signifikan terhadap kepuasan kerja dan peningkatan kinerja karyawan. Pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kepuasan kerja positif yang signifikan, namun negatif yang signifikan untuk meningkatkan kinerja karyawan. Kesimpulan dari penelitian ini, dalam rangka meningkatkan kinerja karyawan, perusahaan harus mampu memberikan gaya kepemimpinan yang perhatian pribadi kepada karyawan, budaya perusahaan yang dapat diterapkan dalam bentuk sinergi antara karyawan dan diharapkan kepuasan kerja adalah kepuasan dengan bekerja sendiri.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Pengaruh Gaya Kepemimpinan Dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai Melalui Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Intervening (Studi Pada Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Barat)

Pengaruh Gaya Kepemimpinan Dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai Melalui Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Intervening (Studi Pada Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Barat)

Saya sering mengingatkan pada rekan-rekan untuk bekerja lebih baik lagi Sebagai Pegawai, Saya dituntut menjadi anggota satuan kerja yang kompak dan handal dalam menjalankan pekerjaan unt[r]

158 Baca lebih lajut

Pengaruh Kepemimpinan Transformasional, Motivasi Kerja dan Budaya Organisasi terhadap Kepuasan Kerja serta Dampaknya pada Kinerja Pegawai

Pengaruh Kepemimpinan Transformasional, Motivasi Kerja dan Budaya Organisasi terhadap Kepuasan Kerja serta Dampaknya pada Kinerja Pegawai

Kinerja diartikan sebagai hasil dari usaha seseorang yang dicapai dengan adanya kemampuan dan perbuatan usaha, kemampuan dan persepsi tugas (Byars dalam Cahyono, 2005: 13). Jadi kinerja (prestasi kerja) merupakan hasil keterkaitan antara kemampuan, usaha, dan persepsi tugas. Usaha merupakan hasil motivasi, kepuasan, dan komitmen yang menunjukkan jumlah energi (fisik dan mental) yang digunakan oleh individu (pegawai) dalam menjalankan suatu tugas. Sedangkan kemampuan merupakan karakteristik individu yang digunakan dalam menjalankan suatu pekerjaan. Kemampuan biasanya tidak dapat dipengaruhi secara langsung dalam jangka pendek. Persepsi tugas merupakan petunjuk dimana individu-individu percaya bahwa mereka dapat mewujudkan usaha-usaha mereka dalam pekerjaan. Pendapat lain bahwa kinerja merupakan suatu hasil yang dicapai oleh pekerja dalam pekerjaannya menurut kriteria tertentu yang berlaku untuk suatu pekerjaan (Robbins, 2001). Selanjutnya bahwa kinerja organisasi mensyaratkan strategi, lingkungan, teknologi, dan gaya kepemimpinan dan budaya organisasi. Selanjutnya perilaku kerja merupakan rencana tindakan individu termasuk strategi pegawai dan usaha yang akan dikerahkan. Perilaku kerja ini akan berdampak pada prestasi kerja.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENGARUH ANGGARAN PARTISIPATIF MELALUI BUDAYA ORGANISASI, GAYA MANAJEMEN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA MANAJERIAL DAN KEPUASAN KERJA

PENGARUH ANGGARAN PARTISIPATIF MELALUI BUDAYA ORGANISASI, GAYA MANAJEMEN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA MANAJERIAL DAN KEPUASAN KERJA

Semua populasi dalam penelitian ini diambil sebagai sampel, sehingga penelitian ini pada dasarnya merupakan sensus, yaitu meneliti seluruh elemen populasi karena elemen-elemen populasi relatif sedikit dan dimaksudkan untuk menjelaskan karakteristik setiap elemen dari populasi yang telah ditentukan (Indriantoro & Supomo, 2002). Dalam penelitian yang menyangkut persepsi dan opini untuk menguji pengaruh partisipasi penganggaran dengan kinerja manajerial dan kepuasan kerja, peneliti menggunakan unit analisis pada tingkat individual, yaitu setiap individu yang memiliki karakteristik sebagai manajer dan mempunyai keterlibatan dalam penyusunan anggaran di perusahaan. Adapun sample pada penelitian ini adalah sebanyak 127 orang.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional terhadap Kepuasan Kerja dengan Komitmen Organisasi sebagai Variabel Intervening

Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional terhadap Kepuasan Kerja dengan Komitmen Organisasi sebagai Variabel Intervening

Hipotesis merupakan dugaan sementara dari sebuah penelitian yang berdasarkan dari rumusan masalah, teori-teori dan penelitian terdahulu. Jadi bukan dari bukti empiris namun karena teori. Dari uraian rumusan masalah, landasan teori dan penelitian terdahulu maka hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :Hubungan Kepemimpinan Transformasional terhadap Kepuasan KerjaPerilaku pemimpin merupakan salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi kepuasan kerjaMenurut Miller et al. (1991) menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan mempunyai hubungan yang positif terhadap kepuasan kerja para pegawai. Hasil penelitian Gruenberg (1980) diperoleh bahwa hubungan yang akrab dan saling tolong-menolong dengan teman sekerja serta penyelia adalah sangat penting dan memiliki hubungan kuat dengan kepuasan kerja dan tidak ada kaitannyadengan keadaan tempat kerja serta jenis pekerjaan. Kadek Sintha Dewi, 2013) yang berjudul “Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Dan Komitmen Organisasi Pada PT. KPM” yang menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja pada PT. KPM. Dari pernyataan yang telah disebutkan di atas, maka penulis mengajukan hipotesis pertama sebagai berikut :
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENGARUH KEPEMIMPINAN, KOMPENSASI DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING

PENGARUH KEPEMIMPINAN, KOMPENSASI DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING

merupakan faktor organisasi yang berpengaruh terhadap kinerja. Tanpa kepemimpinan yang baik, akan sulit bagi suatu organisasi untuk mencapai kinerja terbaik. Faktor lain yang mempengaruhi kinerja pegawai adalah kompensasi. Menurut Handoko (Sutrisno, 2016: 183), kompensasi adalah segala sesuatu yang diterima oleh karyawan sebagai balas jasa untuk kerja mereka. Kompensasi dapat diberikan dalam berbagai bentuk, seperti : dalam bentuk finansial, material/fasilitas atau dalam bentuk kesempatan mengembangkan karier. Disamping itu, faktor lain yang tidak kalah pentingnya dapat mempengaruhi kinerja lingkungan kinerja. Menurut Nitisemito (2015: 183), lingkungan kerja adalah segala sesuatu yang ada di sekitar para pekerja dan yang dapat mempengaruhi dirinya dalam menjalankan tugas–tugas yang dibebankan. Menurut Sedarmayanti (2009: 75), lingkungan dan iklim kerja yang baik akan mendorong pegawai agar senang bekerja dan meningkatkan rasa tanggung jawab untuk melakukan pekerjaan dengan lebih baik menuju kearah peningkatan kinerja.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...