Top PDF PENGARUH MODEL DAN KERAPATAN TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SELADA (Lactuca sativa L.) SECARA VERTIKULTUR ORGANIK

PENGARUH MODEL DAN KERAPATAN TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SELADA (Lactuca sativa L.) SECARA VERTIKULTUR ORGANIK

PENGARUH MODEL DAN KERAPATAN TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SELADA (Lactuca sativa L.) SECARA VERTIKULTUR ORGANIK

Perlakuan model tanam segitiga dan susun tangga pada peningkatan kerapatan dari 5 tanaman/m menjadi 7 tanaman/m mempunyai rerata bobot kering bagian atas yang sama demikian juga pada b[r]

1 Baca lebih lajut

PENGARUH MACAM BAHAN ORGANIK DAN PROPORSI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SELADA (Lactuca sativa L.) SECARA VERTIKULTUR

PENGARUH MACAM BAHAN ORGANIK DAN PROPORSI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SELADA (Lactuca sativa L.) SECARA VERTIKULTUR

Dibuat: 2008-08-27 , dengan 3 file(s). Keywords: MEDIA TANAM Kebutuhan masyarakat akan sayuran segar semakin meningkat seiring pertambahan jumlah penduduk yang semakin bertambah serta meningkatnya kesadaran masyarakat akan kebutuhan gizi menyebabkan bertambahnya permintaan akan sayuran segar pada umumnya dan selada pada khususnya. Sampai saat ini pengusahaan tanaman sayuran dilakukan petani secara konvensional atau ditanam di lahan sawah atau di tegal pada luasan tertentu. Penanaman tanaman dengan cara ini membutuhkan lahan yang relatif luas dan sistem usaha tani yang lebih rumit dan mahal.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

INTERVAL PEMBERIAN POC PADA BERBAGAI MEDIA TANAM SECARA VERTIKULTUR TERHADAP HASIL SAYUR SELADA SIOMAK (Lactuca sativa, L.)

INTERVAL PEMBERIAN POC PADA BERBAGAI MEDIA TANAM SECARA VERTIKULTUR TERHADAP HASIL SAYUR SELADA SIOMAK (Lactuca sativa, L.)

ABSTRAK Sistem budidaya Vertikultur merupakan teknik budidaya pertanian yang dilakukan secara vertikal. Teknik vertikultur dapat diterapkan pada lahan perkotaan yang memiliki luasan terbatas,Sehingga dapat meningkatkan kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat perkotaan melalui budidaya pertanian modern. Sistem vertikultur sangat potensial digunakan di perkotaan dengan budidaya tanaman hortikultura. Budidaya vertikultur sangat prospek jika diterapkan di perkotaan dan menjadi sebuah peluang bisnis. Dengan adanya penumpukan limbah gulma air berupa enceng gondok, dan limbah hewan ternak, sehingga dapat dimanfaatkan peneliti sebagai bahan POC (Pupuk Organik Cair) dan media tanam dalam penelitian.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN PUPUK GUANO TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.) PADA DUA METODE VERTIKULTUR

PENGARUH PEMBERIAN PUPUK GUANO TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.) PADA DUA METODE VERTIKULTUR

Meskipun pengaruh interaksi tidak nyata, berdasarkan data hasil penelitian pada Tabel 1 menunjukkan bahwa baik perlakuan vertikultur secara vertikal (v1) maupun perl[r]

6 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN PUPUK GUANO TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.)  PADA DUA METODE VERTIKULTUR

PENGARUH PEMBERIAN PUPUK GUANO TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.) PADA DUA METODE VERTIKULTUR

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pupuk guano dan metode vertikultur serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada; dan untuk memperoleh dosis pupuk guano dan metode vertikultur yang tepat untuk tanaman selada. Penelitian dilaksanakan di Komplek Perumahan Pinang Mas RT 46 Kelurahan Sempaja, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda dari bulan Juli 2011 sampai dengan September 2011. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terpisah dalam Rancangan Acak Kelompok yang diulang sebanyak 3 kali. Faktor metode vertikultur sebagai petak utama (V) terdiri atas vertikal (v1) dan horisontal (v2); Faktor dosis pupuk guano sebagai sub plot (G) terdiri atas : tanpa pupuk guano (g0), 1 Mg ha -1 atau 2 kg pot -1 (g1), 2 Mg ha -1 atau 4 kg pot -1 (g2), dan 3 Mg ha -1 atau 6 kg pot -1 (g3). Analisis data menggunakan sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode vertikultur vertikal dan horisontal berpengaruh tidak nyata terhadap semua pengamatan; Perlakuan pupuk guano berpengaruh nyata sampai sangat nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun pada umur 10, 20, dan 30 hari setelah tanam, berat segar tanaman, dan uji organoleptik terhadap warna daun dan tingkat kerenyahan. Berat segar tanaman paling tinggi dihasilkan pada perlakuan 3 Mg ha -1 atau 6 kg pot -1 , yaitu 94,50 g; Interaksi antara metode vertikultur dengan pupuk guano berpengaruh tidak nyata terhadap semua pengamatan; dan uji organoleptik oleh panelis memberikan warna daun hijau muda, renyah dan agak suka.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PENGARUH TAKARAN PUPUK NITROGEN DAN JARAK TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.)

PENGARUH TAKARAN PUPUK NITROGEN DAN JARAK TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.)

memudahkan untuk menyerap cahaya yang membantu dalam proses fotosintesis dengan demikian tanaman mendapatkan hasil fotosintesis yang optimal. Hal ini sesuai dengan pernyataan Hasan Basri Jumin (2002) kerapatan tanam mempunyai hubungan yang tidak akan diperoleh dari sebidang tanah. Produksi tanaman merupakan hasil resultan faktor produksi dan pertumbuhan vegetatif.

11 Baca lebih lajut

PENGARUH TAKARAN PUPUK NITROGEN DAN JARAK TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.)

PENGARUH TAKARAN PUPUK NITROGEN DAN JARAK TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.)

Nitrogen adalah unsur hara utama bagi pertumbuhan tanaman sebab merupakan penyusun dari semua protein dan asam nukleat, dan dengan demikian merupakan penyusun protoplasma secara keseluruhan. Pada umumnya nitrogen diambil oleh tanaman dalam bentuk ion amonium (NH 4 + ) dan nitrat (NO 3 - ), tetapi nitrat yang terisap segera mereduksi menjadi amonium melalui enzim yang

11 Baca lebih lajut

PENGARUH MACAM MEDIA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SELADA ( Lactuca sativa L) HIDROPONIK

PENGARUH MACAM MEDIA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SELADA ( Lactuca sativa L) HIDROPONIK

Berdasarkan tabel 1 diatas diketahui bahwa tinggi tanaman tertinggi diperoleh pada perlakuan macam media pupuk kandang setinggi 31,93 cm namun tidak berbeda nyata dengan perlakuan media arang sekam dan media batang pakis. Tinggi tanaman selada terendah diperoleh pada media tanam arang setinggi 7,37 cm namun tidak berbeda nyata dengan perlakuan media tanam sekam padi dan media tanam pasir.Gardner at. al. (1985) menyatakan bahwa ada 3 hal penting yang mempengaruhi pertumbuhan batang yaitu adanya cahaya, zat pengatur tumbuh dan nutria. Tanaman yang kekurangan cahaya akan menunjukkan gejala etiolasi yaitu gejala dari tanaman untuk memperpanjang batang hal ini ada kaitannya dengan peningkatan auksin yang bekerja secara sinergis dengan GA3. Sedang nutria dan ketersediaan air mempengaruhi pertumbuhan ruas, terutama oleh perluasan sel. Nitrogen dan
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Pengaruh Media Tanam Dan Konsentrasi Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Selada Merah (Lactuca Sativa L.)

Pengaruh Media Tanam Dan Konsentrasi Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Selada Merah (Lactuca Sativa L.)

Lain halnya dengan unsur kalium (K) pada pupuk organik cair berperan sebagai metabolisme, karbohidrat, sintesa protein dan memacu kegiatan unsur mineral, Phosfor dan Kalium memiliki peranan penting dalam proses metabolisme tanaman, Phosfor meyebabkan metabolisme berjalan baik dan lancar yang mengakibatkan pembelahan sel, pembesaran sel, dan diferensiasi sel, berjalan lancar, Begitu juga Kalium berperan sebagai aktifator dari berbagai enzim yang penting dalam reaksi fotosintesis dan respirasi, sehingga dapat mengatur serta memelihara potensial osmotik dan pengambilan air yang mempunyai pengaruh positif terhadap penutupan dan pembuksan stomata (Gardner et al , 1991), Hasil penelitian juga menunjukan bahwa media tanam (M) yang merupakan kombinasi pupuk kandang ayam dan tanah ini juga memberikan respons yang sangat baik terhadap berberapa parameter yaitu berat segar akar, rasio tajuk akar dan indeks panen pada tanaman selada merah, Hal ini disebabkan pupuk kandang ayam pada media tanam baik untuk pemupukan karena banyak mengandung zat makanan bagi tanaman, hal ini karena susunan makanan yang banyak mengandung protein, Pupuk kandang ayam pada media tanam mengandung hara makro N, P dan K dan mengandung hara makro yang cukup dan sangat diperlukan oleh tanaman.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENGARUH KOMPOSISI MEDIA TANAM DAN KONSENTRASI PUPUK DAUN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA  (Lactuca sativa L.)

PENGARUH KOMPOSISI MEDIA TANAM DAN KONSENTRASI PUPUK DAUN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.)

Tanah yang berstruktur remah sangat baik untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman, karena di dalamnya mengandung bahan organik yang merupakan sumber ketersediaan hara bagi tanaman (Dwidjoseputro, 1998). Kadar humus dapat ditingkatkan dengan menambahkan bahan organik yang berasal dari pupuk kandang untuk mendorong populasi mikrobia di dalam tanah menjadi jauh lebih banyak dibandingkan jika yang diberikan pupuk kimia buatan (Lingga, 1998 dan Sunanto, 2002). Sementara itu pupuk kandang mengandung hara yang lebih sedikit dibandingkan dengan pupuk kimia buatan, akan tetapi memiliki kelebihan dapat mempertinggi humus, memperbaiki struktur tanah dan mendorong populasi mikroba di dalam tanah. Selain media tanam yang baik, pemupukan juga perlu dilakukan untuk meningkatkan kesediaan hara bagi tanaman.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PENGARUH KOMPOSISI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SELADA DAUN (Lactuca sativa. L) YANG DITANAM DI ATAP GEDUNG

PENGARUH KOMPOSISI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SELADA DAUN (Lactuca sativa. L) YANG DITANAM DI ATAP GEDUNG

Percobaan ini dilaksanakan di Perum Pondok Tandala, Kelurahan Gunung Tandala, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, dari bulan Juli sampai dengan bulan Agustus 2012, dengan ketinggian tempat 445 meter di atas permukaan laut, letak geografis 07° 23’ 20.0” LS dan 108° 12’ 07.2” BT, jenis tanah Podsolik Merah Kuning, dengan tipe curah hujan menurut Schmidt – Ferguson (1951 dalam Ance Gunarsih, 1988) termasuk kedalam tipe C (agak basah). Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengetahui pengaruh mengenai komposisi media tanam dalam polybag terhadap pertumbuhan dan hasil selada daun (Lactuca sativa L.) yang ditanam di atap gedung. Metode percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari tiga perlakuan dan diulang sebanyak sembilan kali. Ketiga perlakuan tersebut adalah : A) Tanah 60% + Arang sekam 10% + Pupuk organik 30%, B) Tanah 50% + Arang sekam 15% + Pupuk organik 35% dan C) Tanah 40% + Arang sekam 20% + Pupuk organik 40%. Hasil dari percobaan menunjukan bahwa: Komposisi media tanam tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil selada daun (Lactuca sativa L.) yang ditanam dalam polybag di atap gedung.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Respon Pertumbuhan dan Produksi tanaman Selada (Lactuca sativa L) Terhadap Media Tanam dan Pemberian Pupuk Organik Cair).

Respon Pertumbuhan dan Produksi tanaman Selada (Lactuca sativa L) Terhadap Media Tanam dan Pemberian Pupuk Organik Cair).

Pengaruh sludge kelapa sawit berpengaruh nyata terhadap berat basah layak komsumsi, berat kering tanaman. Dari hasil analis data statistik menunjukan bahwa nilai tertinggi pada parameter berat basah layak komsumsi, berat kering tanaman terdapat perlakuan M3, M2, di ikuti perlakuan M1,M0. Hal ini di karena sludge kelapa sawit mampu memenuhui kebutuhan selada akan nitrogen agar memperoleh hasil yang optimal, karena nitrogen sangat dibutuhkan selada pada proses pembentukan organ-organ vegetatif khususnnya daun, sebab nitrogen berperan dalam pembentukan asam amino dan protein dan keadaan ini akan dapat dipenuhi dengan menambahkan Sludge kelapa sawit karena Sludge kelapa sawit mengandung banyak nitrogen yang sangat dibutuhkan selada. Sarief (1985) yang menyatakan bahwa unsur makro N, P, K, Mg sangat dibutuhkan oleh tanaman dalam jumlah besar, yaitu unsur N berperan dalam meningkatkan pertumbuhan vegetatif tanaman seperti akar, batang dan daun.
Baca lebih lanjut

109 Baca lebih lajut

Pengaruh Pupuk Organik Cair (POC) Terhadap Pertumbuhan  Dan Hasil Tiga Varietas Tanaman Selada (Lactuca sativa L.)

Pengaruh Pupuk Organik Cair (POC) Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tiga Varietas Tanaman Selada (Lactuca sativa L.)

Pupuk organik cair adalah larutan dari hasil pembusukan bahan-bahan organik yang berasal dari sisa tanaman, kotoran hewan yang kandungan unsur lebih dari satu unsur. Kelebihan dari pupuk organik ini adalah mampu mengatasi defisiensi hara secara tepat. Jika dibandingkan dengan pupuk anorganik, pupuk organik cair tidak merusak tanah dan tanaman meskipun sudah digunakan sesering mungkin. Selain itu, pupuk ini juga memiliki bahan pengikat sehingga larutan pupuk yang diberikan kepermukaan tanah bisa langsung dimanfaatkan oleh tanaman (Hadisuwito, 2012).
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Pengaruh Pupuk Organik Cair terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tiga Varietas Selada (Lactuca Sativa L.) Pada Sistem NFT

Pengaruh Pupuk Organik Cair terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tiga Varietas Selada (Lactuca Sativa L.) Pada Sistem NFT

dari unsur hara makro dan mikro, dimana unsur hara makro yaitu N, P, K, Ca, Mg, dan S dibutuhkan tanaman dalam jumlah besar untuk aktivitas enzim dalam proses metabolism tanaman. Menurut Kloepper, 1993 (dalam Asngad, 2013), unsur hara mikro (Fe, Mn, Zn, B, Cu, dan Mo) hanya dibutuhkan tanaman dalam jumlah sedikit, namun berperan penting sebagai katalisator selamaproses metabolism tanaman.Dalam budidaya hidroponik, kebutuhan unsur hara tidak didapatkan dari tanah, melainkan didapatkan tanaman melalui pengairan sekaligus pemupukan (fertigasi), sehingga unsur hara dalam pupuk tersbut harus tersedia dan lengkap dalam memenuhi kebutuhan tanaman untuk pertumbuhan dan perkembangannya . Oleh sebab itulah POC belum mampu menjadi nutrisi tunggal pada budidaya tanaman secara hidroponik dan penggunaannya harus ditambahkan dengan nutrisi AB mix yang mengandung unsur hara lengkap agar pertumbuhan tanaman optimal atau dengan meningkatkan nilai EC pada larutan POC. Diduga pertumbuhan
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Pengaruh Pupuk Organik Cair terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tiga Varietas Selada (Lactuca Sativa L.) Pada Sistem NFT

Pengaruh Pupuk Organik Cair terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tiga Varietas Selada (Lactuca Sativa L.) Pada Sistem NFT

dari unsur hara makro dan mikro, dimana unsur hara makro yaitu N, P, K, Ca, Mg, dan S dibutuhkan tanaman dalam jumlah besar untuk aktivitas enzim dalam proses metabolism tanaman. Menurut Kloepper, 1993 (dalam Asngad, 2013), unsur hara mikro (Fe, Mn, Zn, B, Cu, dan Mo) hanya dibutuhkan tanaman dalam jumlah sedikit, namun berperan penting sebagai katalisator selamaproses metabolism tanaman.Dalam budidaya hidroponik, kebutuhan unsur hara tidak didapatkan dari tanah, melainkan didapatkan tanaman melalui pengairan sekaligus pemupukan (fertigasi), sehingga unsur hara dalam pupuk tersbut harus tersedia dan lengkap dalam memenuhi kebutuhan tanaman untuk pertumbuhan dan perkembangannya . Oleh sebab itulah POC belum mampu menjadi nutrisi tunggal pada budidaya tanaman secara hidroponik dan penggunaannya harus ditambahkan dengan nutrisi AB mix yang mengandung unsur hara lengkap agar pertumbuhan tanaman optimal atau dengan meningkatkan nilai EC pada larutan POC. Diduga pertumbuhan
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Pengaruh Konsentrasi Nitrogen dan Plant Catalyst Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Selada (Lactuca sativa L.) Secara Hidroponik

Pengaruh Konsentrasi Nitrogen dan Plant Catalyst Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Selada (Lactuca sativa L.) Secara Hidroponik

3.4.4 Penanaman Penanaman selada dilakukan saat bibit memiliki 2-3 helai daun atau berumur dua minggu setelah semai. Penanaman dilakukan dengan jarak tanam 30 x 25 cm, setiap polybag ditanam satu bibit. Pindah tanam bibit dilakukan pada pagi hari pukul 09.00 WIB, karena pada waktu tersebut cuaca tidak terlalu panas sehingga dapat mencegah kelayuan pada tanaman. Pindah tanam dilakukan dengan cara mencabut bibit hingga akar, bibit yang ditanam adalah bibit yang memiliki pertumbuhan yang seragam dan sehat.

37 Baca lebih lajut

Pengaruh Konsentrasi Nitrogen Dan Plant Catalyst Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Selada (Lactuca Sativa L.) Secara Hidroponik

Pengaruh Konsentrasi Nitrogen Dan Plant Catalyst Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Selada (Lactuca Sativa L.) Secara Hidroponik

Rancangan perlakuan disusun faktorial (5x2) dalam rancangan kelompok teracak sempurna (RKTS) dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi pupuk nitrogen yaitu 200 ppm, 225 ppm, 250 ppm, 275 ppm, 300 ppm yang diberikan sejak penanaman sebanyak 3x sehari. Faktor kedua adalah pemberian plant catalyst (P1) dan tanpa pemberian (P0) yang diberikan setelah bibit berumur satu minggu di media tanam dengan konsentrasi 2 gram/ L air. Interval aplikasi pupuk cair seminggu sekali hingga waktu panen. Dari kedua faktor diperoleh 10 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan dan diperoleh 30 unit percobaan. Setiap unit percobaan ditanam 2 tanaman, sehingga keseluruhan digunakan 60 tanaman percobaan. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis ragam untuk mengetahui adanya pengaruh dari perlakuan yang diterapkan. Apabila terdapat pengaruh diantara perlakuan maka dilanjutkan dengan pemisahan nilai tengah Polinomial Ortogonal pada taraf 5%.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Pengaruh Konsentrasi Nitrogen Dan Plant Catalyst Terhadap  Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Selada (Lactuca sativa L.)  Secara Hidroponik

Pengaruh Konsentrasi Nitrogen Dan Plant Catalyst Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Selada (Lactuca sativa L.) Secara Hidroponik

Pada saat penelitian, keadaan suhu di rumah kaca berkisar antara 32° - 37°C dengan kelembaban antara 41 - 47%. Suhu berperan dalam aktivitas enzim, karena enzim tidak dapat bekerja pada suhu yang terlalu tinggi atau terlalu rendah. Temperatur yang tinggi dapat menyebabkan kerja enzim menjadi tidak aktif bahkan kerusakan enzim (denaturasi). Enzim merupakan suatu zat organik yang dapat mempengaruhi berbagai reaksi kimia yang terjadi pada makhluk hidup dan berperan dalam mengkatalisis proses kimia (biokimia) makhluk hidup maupun sistem biologi. Enzim mempunyai sifat diantaranya sebagai katalisator, bersifat khusus atau spesifik, jumlah yang dibutuhkan tidak terlalu banyak, dan tidak tahan terhadap panas (Dwidjoseputro, 1994).
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Pengaruh Jumlah Populasi Per Lubang Tanam dan  Interval Pengairan Terhadap Pertumbuhan Tanaman Selada Wangi (Lactuca sativa var. Longifolia) dalam Sistem Vertikultur

Pengaruh Jumlah Populasi Per Lubang Tanam dan Interval Pengairan Terhadap Pertumbuhan Tanaman Selada Wangi (Lactuca sativa var. Longifolia) dalam Sistem Vertikultur

Keterbatasan lahan merupakan salah satu permasalahan yang kini dihadapi dalam sektor pertanian terutama dihadapi oleh penduduk yang berdomisili di daerah perkotaan. Vertikultur dapat menjadi alternatif pertanian di wilayah perkotaan. Menurut Sutarminingsih (2003), penerapan vertikultur merupakan salah satu bentuk pertanian terpadu di perkotaan, bertujuan agar proses produksi pangan perkotaan dapat berkelanjutan dengan memperhatikan aspek-aspek lingkungannya. Vertikultur diharapkan mampu mendukung pelaksanaan pembangunan kota yang berkelanjutan. Liferdi dan Saparinto (2016) menambahkan vertikultur merupakan suatu usaha budidaya pertanian yang dilakukan dengan cara vertikal atau bertingkat baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan. Cara tanam seperti ini sangat sesuai diusahakan pada lahan terbatas atau halaman rumah. Menurut Widarto (1994), jenis tanaman yang sesuai untuk vertikultur jumlahnya banyak sekali bahkan bisa mencapai ribuan jenis tanaman. Namun secara umum tanaman yang sesuai untuk vertikultur adalah hampir semua jenis tanaman semusim yang pertumbuhannya tidak terlalu tinggi, maksimal 1 meter. Sebagian besar tanaman semusim merupakan tanaman sayur, buah-buahan, dan tanaman hias. Termasuk juga tanaman merambat yang pertumbuhannya dapat diatur dengan ajir dan tali rafia atau bambu. Contoh tanaman semusim berupa sayur dan buah antara lain sawi, selada, kubis, caisim, kailan, seledri, kangkung, pakcoi, radish, bawang daun, wortel, tomat, terung, cabai, dll. Jenis tanaman semusim yang merambat seperti mentimun, melon, kacang kapri, dan sejenisnya dapat dibudidayakan secara vertikultur dengan syarat diberikan ajir atau tali untuk merambat. Jenis tanaman hias yang dapat dibudidayakan secara
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN BIOURIN KELINCI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS SELADA (Lactuca sativa L.)

PENGARUH PEMBERIAN BIOURIN KELINCI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS SELADA (Lactuca sativa L.)

Tanaman selada (Lactuca sativa L.) ialah sayuran daun yang banyak diminati masyarakat.Selada dikenal sebagai sumber mineral, pro-vitamin A, vitamin C dan serat (Kaeni, 2013). Kandungan gizi dalam 100 g selada antara lain kalori 15,00 kal, protein 1,20 g, lemak 0,2 g, karbohidrat 2,9 g, Ca 22,00 mg, P 25 mg, Fe 0,5 mg, vitamin A 540 SI, vitamin B 0,04 mg dan air 94,80 g. Menurut Syahputra, Rahmawati dan Imran (2014), di Indonesia selada belum berkembang pesat sebagai sayuran komesial karena daerah yang banyak ditanami selada masih terbatas di pusat produsen sayuran seperti Cipanas, Pengalengan, dan Lembang di Jawa Barat. Pada umumnya selada di tanam di daerah dataran tinggi, sedang sampai rendah. Di dataran sedang (400-700) masih sedikit yang membudidayakan selada. Tanaman selada di Indonesia ditanam mulai dari dataran rendah sampai dataran tinggi, dengan mempertimbangkan pemilihan varietas yang cocok dengan lingkungan tempat tumbuhnya (Rukmana, 1994). Selama ini petani membudidayakan tanaman sayuran tidak terlepas dari penggunaan pupuk anorganik atau penggunaan bahan kimia. Indonesia mulai menerapkan sistem makanan sehat dengan mengurangi penggunaan pupuk anorganik dan mulai menggunakan pupuk organik. Solusi yang terbaik adalah menanam dengan sistem pertanian organik yaitu menanam dengan menggunakan bahan- bahan organik yang aman bagi lingkungan (Pracaya, 2002).
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects