Top PDF Pengaruh Kondisi Reaksi terhadap Karakteristik Ketahanan Karet Alam Epoksi dalam N-pentana

Pengaruh Kondisi Reaksi terhadap Karakteristik Ketahanan Karet Alam Epoksi dalam N-pentana

Pengaruh Kondisi Reaksi terhadap Karakteristik Ketahanan Karet Alam Epoksi dalam N-pentana

Reaksi epoksidasi menghasilkan karet alam epoksidasi (KAE), yang memiliki sifat tahan terhadap oli dan pelarut non-polar [2], adhesi dan damping yang baik dan permiasi gas yang rendah [3,4]. KAE memiliki sifat yang sama dengan karet butil dan akrilonitril butadiena [7,8]. Selain itu, adanya matriks yang tidak berikatan dalam KA dan KAE membuat keduanya bersifat ramah lingkungan [9]. Keunggulan sifat mekanik KAE tersebut diharapkan mampu mensubsitusi karet sintetis yang memiliki ketahanan yang baik terhadap oli dan pelarut non-polar seperti; Nitrile Butadiene Rubber (NBR), yang umumnya digunakan pada selang minyak bumi dan selang gas LPG. Ketahanan KAE terhadap pelarut dapat ditentukan dengan mempelajari pengaruh pengembangan karet terhadap beberapa pelarut. Beberapa studi mempelajari ketahanan KA dan KAE terhadap oli mesin, oli kendaraan bermotor, isooktan dan toluene[2,9,10]. Namun, hanya sedikit studi yang mempelajari ketahanan KAE terhadap gas LPG. Menurut SNI 7655:2010, LPG dapat digantikan dengan n-pentana. Ketahanan KAE terhadap n-pentana dapat dipelajari dengan merendam KAE dalam n-pentana, hingga mencapai kondisi kesetimbangan.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Ketahanan N-pentana Dan Sifat Mekanis Vulkanisat Karet Perapat Dari Campuran Karet Alam/akrilonitril-butadiena Dengan Kompatibiliser

Ketahanan N-pentana Dan Sifat Mekanis Vulkanisat Karet Perapat Dari Campuran Karet Alam/akrilonitril-butadiena Dengan Kompatibiliser

Penambahan kompatibiliser pada karakterisa- si pematangan campuran KA/NBR menunjukkan bahwa kompatibiliser CR mampu meningkatkan jumlah ikatan silang yang terbentuk dan memper- cepat waktu reaksi, sedangkan penambahan kom- patibiliser KAE menunjukkan hasil sebaliknya. Penambahan kompatibiliser turut mempengaruhi sifat mekanis campuran KA/NBR, dimana ma- sing-masing kompatibiliser menunjukkan pe- ngaruh yang berbeda-beda pada masing-masing sifat mekanis vulkanisat karet perapat. Penambah- an kompatibiliser CR cenderung berperan aktif memperbaiki sifat pampatan tetap dan ketahanan terhadap panas. Sedangkan penambahan kompati- biliser KAE memperbaiki elasitas campuran yang ditandai dengan nilai kekerasan yang semakin menurun dan meningkatnya kuat tarik dan perpan- jangan putus vulkanisat. Perbaikan sifat tersebut meningkat seiring kandungan epoksi pada KAE. Vulkanisat campuran KA/NBR dengan penambah- an kompatibiliser CR menunjukkan penyerapan volume dan perubahan volume yang relatif sama jika dibandingkan dengan vulkanisat tanpa kom- patibiliser (BN). Sedangkan vulkanisat dengan pe- nambahan kompatibiliser KAE menyerap n-pen- tana sedikit lebih banyak dibandingkan dengan BN. Perubahan volume BKAE menurun seiring kandungan epoksi pada KAE.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

KARAKTERISTIK SIFAT FISIK DAN KETAHANAN TERHADAP MINYAK DARI KARET ALAM EPOKSI Physical Characteristics and Oil Resistance of Epoxidized Natural Rubber

KARAKTERISTIK SIFAT FISIK DAN KETAHANAN TERHADAP MINYAK DARI KARET ALAM EPOKSI Physical Characteristics and Oil Resistance of Epoxidized Natural Rubber

Pengaruh epoksidasi terhadap tingkat kekerasan pada ENR-50 dapat dilihat pada Gambar 5. Sifat fisika diuji sebelum dan sesudah p e n g u s a n g a n . P e n g u s a n g a n dilakukan selama 72 jam pada 70°C. Dari Gambar 5 terlihat bahwa tingkat kekerasan ENR-50 lebih tinggi daripada karet alam (NR) namun lebih rendah daripada karet sintetis NBR. Kenaikan tingkat kekerasan disebabkan semakin meruahnya struktur karet yang terbentuk setelah mengalami reaksi epoksidasi sehingga karet menjadi lebih keras daripada karet alam, namun masih lebih rendah daripada NBR karena level epoksi dari karet yang diperoleh masih lebih rendah daripada NBR. Setelah pengusangan terjadi kenaikan tingkat kekerasan pada semua jenis karet, kenaikan- nya tidak jauh berbeda dengan sebelum pengusangan. Hal ini Tabel 2. Suhu transisi gelas karet
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Pembuatan Serta Karakteristik Batako Menggunakan Batu Apung dan Limbah Padat Benang Karet dengan Perekat Resin Epoksi

Pembuatan Serta Karakteristik Batako Menggunakan Batu Apung dan Limbah Padat Benang Karet dengan Perekat Resin Epoksi

Hal ini juga dapat di pengaruhi dengan komposisi penambahan limbah karet. Karena limbah karet semakin banyak maka pori-pori dari suatu sampel semakin sedikit ini dikarenakan karena sifat karet yang dapat menutupi pori-pori dari suatu sampel dan menjadikan ikantan antar strukturnya semakin kuat antara komposisi yang satu dengan yang lainnya. Begitu juga dengan penambahan resin epoksi, semakin sedikit resin epoksi yang di pakai maka nilai porositas nya akan meningkat tetapi juga nilai resin epoksi ditambah maka nilai porositasnya akan berkurang. Ini artinya bahwa banyaknya pori-pori didalam batu apung tersebut sangat mempengaruhi, yang dimana resin epoksi ditambahkan untuk mengisi pori-pori tersebut dan menutupi cacat mikro
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PEMBUATAN SERTA KARAKTERISTIK BATAKO MENGGUNAKAN BATU APUNG DAN LIMBAH PADAT BENANG KARET DENGAN PEREKAT RESIN EPOKSI

PEMBUATAN SERTA KARAKTERISTIK BATAKO MENGGUNAKAN BATU APUNG DAN LIMBAH PADAT BENANG KARET DENGAN PEREKAT RESIN EPOKSI

Karet merupakan salah satu jenis polimer yang berasal dari tumbuhan. Karet memiliki banyak kelebihan diantaranya memiliki daya elastis dan daya lenting yang sempurna, memiliki plastisitas yang baik sehingga pengolahannya mudah, mempunyai daya aus yang tinggi, tidak mudah panas dan memiliki daya tahan yang tinggi terhadap keretakan [3] . Penambahan serat limbah karet dapat memperbaiki mutu beton. Perbaikan mutu tersebut antara lain berupa : ketahanan impak yang lebih baik, peningkatan kuat tarik belah, kemampuan beton untuk meredam gelombang getaran, menurunkan sifat penghantar panas / suara, dan menambah ketahanan terhadap bahan agresif ( kadar asam dan garam) [2] .
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Pengaruh Produksi Karet Alam Domestik, Harga Karet Alam Internasional, Dan Nilai Tukar Terhadap Volume Ekspor Karet Alam (Studi Pada Komoditi Karet Alam Indonesia Tahun 2010-2013)

Pengaruh Produksi Karet Alam Domestik, Harga Karet Alam Internasional, Dan Nilai Tukar Terhadap Volume Ekspor Karet Alam (Studi Pada Komoditi Karet Alam Indonesia Tahun 2010-2013)

Pengaruh tidak signifikan ini disebabkan karena produksi domestik memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap naik turunnya volume ekspor Indonesia. Selain itu, beberapa negara eksportir dan importir kebanyakan melakukan kontrak harga terlebih dahulu saat melakukan transaksi jual beli sehingga saat harga di pasar dunia naik atau turun tidak memberikan pengaruh pada jumlah ekspor yang telah disepakati. Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian terdahulu dari Wirawan dan Indrajaya (2012) yang menyatakan bahwa harga karet dunia berpengaruh tidak signifikan terhadap volume ekspor karet Indonesia pada tahun 1996-2010. Pada penelitiannya Wirawan dan Indrajaya menyebutkan pengaruh tidak signifikan ini disebabkan karena persaingan harga di pasaran yang semakin bersaing dan perekonomian negara – negara importir yang tidak baik stabil membuat mereka enggan untuk melakukan impor.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Pengaruh Mengunyah Permen Karet Terhadap Waktu Reaksi.

Pengaruh Mengunyah Permen Karet Terhadap Waktu Reaksi.

Proses mengunyah menghasilkan kontraksi ritmik pada otot-otot pengunyah yang dapat menjadi pompa dalam meningkatkan aliran darah di otak (Guyton and Hall, 1997; www.simplyteeth.com, 2002). Sayangnya, dalam jaman yang serba modern ini manusia dituntut menggunakan waktunya seefisien mungkin, sehingga seringkali mengabaikan pentingnya proses mengunyah. Karena itu, penelitian ini ingin menerangkan hubungan antara proses mengunyah dengan waktu reaksi.

19 Baca lebih lajut

Reaksi Epoksidasi dan Pemurnian Minyak Jarak Pagar Epoksi

Reaksi Epoksidasi dan Pemurnian Minyak Jarak Pagar Epoksi

Pengaruh penggunaan minyak jarak pagar epoksi terhadap kekerasan vulkanisat karet NBR disajikan pada Tabel 2. Penggunaan minyak jarak pagar epoksi mampu menurunkan kekerasan karet NBR lebih besar dibandingkan DOP. Peningkatan kekerasan karet dipengaruhi oleh besar % terepoksidasi minyak jarak pagar epoksi. Chandrasekara et al. (2011) menyatakan bahwa reaksi epoksidasi meningkatkan polaritas minyak nabati, sehingga ketika minyak epoksi berikatan dengan karet NBR y a n g b e r s i f a t p o l a r m a k a a k a n meningkatkan pula ikatan diantaranya. Semakin kuat ikatan antara karet dan minyak maka semakin keras pula karet tersebut, sehingga nilai kekerasan vulkanisat karet meningkat. Minyak jarak pagar epoksi murni mengandung % terepoksidasi yang lebih besar dibanding minyak jarak pagar epoksi sehingga kekerasan vulkanisat NBR kompon B lebih besar dibanding kompon A. Penurunan k e k e r a s a n j u g a d i m u n g k i n k a n dipepengaruhi oleh kandungan asam pada minyak jarak pagar epoksi sebelum pemurnian. Reaksi samping yang bersifat asam bereaksi dengan bahan-bahan pencepat (TMTD,TBBS dan TMQ) yang bersifat basa, sehingga terjadi peregangan ikatan silang antara karet dan belerang yang menyebabkan kompon A memiliki nilai kekerasan lebih rendah dibanding kompon B.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Pengaruh Penambahan Alkanolamida Terhadap Karakteristik Pematangan Dan Kekerasan Vulkanisat Karet Alam Berpengisi Kaolin

Pengaruh Penambahan Alkanolamida Terhadap Karakteristik Pematangan Dan Kekerasan Vulkanisat Karet Alam Berpengisi Kaolin

Dengan pertimbangan harganya yang murah, maka dalam industri karet penggunaan Kaolin hanya bertujuan untuk memurahkan ongkos produk saja, bukan untuk menguatkan karet. Setiap jenis pengisi memberikan sifat-sifat tertentu kepada karet sebagai akibat dari permukaan kimianya yang spesifik. Akibat kehadiran gugus silanol pada permukaannya, maka partikel pengisi Kaolin adalah lebih polar (berkutub) dibanding carbon black, sehingga interaksi nya dengan karet hidrokarbon akan menjadi lemah. Sebaliknya, partikel-partikel Kaolin cenderung untuk berinteraksi sesamanya, dan membentuk partikel dengan ukuran yang lebih besar (aggregate). Selama interaksi Kaolin dengan molekul karet adalah lebih lemah dari interaksi Kaolin dengan Kaolin, maka yang terjadi
Baca lebih lanjut

53 Baca lebih lajut

Pengaruh Komposit SBR dan Karet Alam dengan Pengisi Karbon Hitam Terhadap Sifat Fisik dan Ketahanan Usang Vulkanisat

Pengaruh Komposit SBR dan Karet Alam dengan Pengisi Karbon Hitam Terhadap Sifat Fisik dan Ketahanan Usang Vulkanisat

Karakteristik vulkanisat SBR sangat bergantung pada jumlah dan jenis bahan pengisi yang ditambahkan pada saat proses komponding. Sebagian besar barang karet menggunakan bahan pengisi seperti berbagai jenis karbon hitam dengan jumlah sekitar 20- 30% sebagai bahan pengisi penguat untuk meningkatkan sifat fisik dan mekaniknya. Karbon hitam memiliki keunggulan yaitu ukurannya yang halus mempermudah dispersi partikel kedalam matriks polimer, selain itu ikatan vander wals antara karbon hitam dengan matriks polimer akan menguatkan fraksi pengisi ke pengisi, dan akan meningkatkan nilai kekerasannya. (Susanto, 2016).
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENGARUH PENAMBAHAN ALKANOLAMIDA TERHADAP KARAKTERISTIK PEMATANGAN DAN KEKERASAN VULKANISAT KARET ALAM BERPENGISI KAOLIN

PENGARUH PENAMBAHAN ALKANOLAMIDA TERHADAP KARAKTERISTIK PEMATANGAN DAN KEKERASAN VULKANISAT KARET ALAM BERPENGISI KAOLIN

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga skripsi ini dapat diselesaikan. Tulisan ini merupakan Skripsi dengan judul “Pengaruh Penambahan Alkanolamida terhadap Karakteristik Pematangan dan Kekerasan Vulkanisat Karet Alam berpengisi Kaolin”, berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan di Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara. Skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk mendapatkan gelar sarjana teknik.

17 Baca lebih lajut

4 ANALISIS SISTEM 4.1 Kondisi Situasional Agroindustri Karet Alam

4 ANALISIS SISTEM 4.1 Kondisi Situasional Agroindustri Karet Alam

Tingginya kebutuhan industri hilir terhadap karet spesifikasi teknis mendorong pergerakan harga baik dalam pasar fisik maupun pasar berjangka. Karet spesifikasi teknis sebagai salah satu komoditi yang diperdagangkan dalam pasar komoditi mengkibatkan adanya fluktuasi harga yang mendorong dinamika pertumbuhan permintaan dunia. Perkembangan harga terbaru dari TSR 20 dengan mengacu pada data statistik yang dikeluarkan oleh IRCo (International Rubber Consortium Limited) dalam portal www.IRCo.biz yang diakses pada bulan Januari 2012, ditampilkan pada Tabel 5. IRCo adalah lembaga yang dibentuk oleh konsorsium tiga negara penghasil karet yaitu Indonesia, Malaysia dan Thailand yang melakukan fungsi kordinasi pasokan karet alam dari ketiga negara tersebut dan berlokasi di Thailand.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Peningkatan Ketahanan Oksidasi Karet Alam Melalui Pengikatan Antioksidan 4-aminodifenilamina Secara Kimia

Peningkatan Ketahanan Oksidasi Karet Alam Melalui Pengikatan Antioksidan 4-aminodifenilamina Secara Kimia

Karet alam mempunyai beberapa kelemahan, antara lain sifatnya tidak konsisten, tidak tahan terhadap cuaca, panas, pelarut hidrokarbon, dan ozon, sehingga tidak dapat digunakan sebagai ba- han baku barang jadi karet, terutama untuk barang yang tahan minyak, panas, dan oksidasi. Hal ini disebabkan oleh struktur cis-1,4-poliisoprena dari karet alam mempunyai ketidakjenuhan yang ting- gi dengan kandungan ikatan tidak jenuh pada ran- tai molekulnya sekitar 15.000–20.000. Disamping itu, karet alam bersifat nonpolar sehingga tidak tahan terhadap minyak (Faturrahman et al., 2011; Phinyocheep et al., 2005). Berbagai kelemahan tersebut telah membatasi bidang penggunaan ka- ret alam, terutama untuk pembuatan barang jadi karet teknik yang harus tahan terhadap lingkungan ekstrim. Hal ini menyebabkan penggunaan karet alam banyak digantikan oleh karet sintetik.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Ketahanan Tekan Komposit Dari Resin Epoksi Berpenguat Serat Bambu

Ketahanan Tekan Komposit Dari Resin Epoksi Berpenguat Serat Bambu

Komposit dengan bahan penguat serat bambu memiliki potensi untuk dikembangkan di Indonesia. Selain itu, serat bambu juga bisa diolah menjadi bahan dasar tekstil. Salah satu keuntungan dari serat bambu digunakan untuk komposit adalah ramah lingkungan. Uji ketahanan tekan dari dari komposit dengan variasi ukuran diameter serat didapatkan hasil bahwa serat dengan ukuran besar memiliki ketahanan tekan yang baik. Sampel komposit kedua dibuat dengan serat yang ukuran diameternya sama, dengan variasi sudut silang serat. Uji ketahanan tekan dari sampel tersebut didapatkan hasil bahwa serat dengan ukuran sudut silang 45 0 memiliki ketahan tekan yang paling baik.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

PENGARUH KOMPOSISI BAHAN PENGISI KAOLIN DAN KARBON HITAM TERHADAP SIFAT FISIK, KEKUATAN TARIK DAN KETAHANAN USANG PADA VULKANISAT KARET ALAM

PENGARUH KOMPOSISI BAHAN PENGISI KAOLIN DAN KARBON HITAM TERHADAP SIFAT FISIK, KEKUATAN TARIK DAN KETAHANAN USANG PADA VULKANISAT KARET ALAM

dipersyaratkan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh komposisi karbon hitam dan kaolin terhadap sifat mekanik, kekuatan tarik vulkanisat, dan efek pengusangannya dan pengamatan karakteristik interaksi hybrid filler melalui FTIR. Diharapkan penelitian ini dapat berkontribusi pada ilmu teknis formulasi dan desain praktik pembuatan barang karet seperti sol alas kaki, ban, gasket dan selang karet yang menggunakan kaolin dan karbon hitam sebagai bahan pengisi.

7 Baca lebih lajut

KARAKTERISTIK DAN HASIL UJI MARSHALL ASPAL TERMODIFIKASI DENGAN KARET ALAM TERDEPOLIMERISASI SEBAGAI ADITIF

KARAKTERISTIK DAN HASIL UJI MARSHALL ASPAL TERMODIFIKASI DENGAN KARET ALAM TERDEPOLIMERISASI SEBAGAI ADITIF

aspal sehingga dapat mewakili uji skala lapang. Pengujian ini terdiri dari uji stabilitas, pelelehan, stabilitas sisa setelah perendaman, dan hasil bagi Marshall (MQ). Uji stabilitas merupakan kemampuan dari suatu campuran beraspal untuk menerima beban lalu lintas tanpa mengalami perubahan bentuk, seperti alur, retak, dan sebagainya. Sedangkan uji pelelehan adalah suatu perubahan bentuk plastis suatu campuran beraspal yang disebabkan oleh beban. Dalam campuran beraspal, nilai pelelehan dipengaruhi oleh kadar aspal, temperatur, dan viskositas. Stabilitas sisa setelah perendaman adalah pengujian untuk mengetahui ketahanan terhadap pengaruh suhu dan air. Hasil bagi Marshall atau Marshall Quotien (MQ) adalah hasil bagi antara stabilitas dengan pelelehan yang merupakan ukuran tingkat keretakan suatu campuran. Semakin besar nilai MQ, maka campuran akan semakin kaku dan kemungkinan terjadinya deformasi sangat kecil.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Karakteristik dan aktivitas katalis Ni-Mo/zeolit alam pada reaksi hidrodenitrogenasi piridin.

Karakteristik dan aktivitas katalis Ni-Mo/zeolit alam pada reaksi hidrodenitrogenasi piridin.

Mo/zeolit alam sebelum digunakan dalam reaksi HDN piridin menunjukkan bahwa setelah pengembanan logam aktif Ni-Mo kristalinitas zeolit alam tidak mengalami perubahan, mengalami peningkatan keasaman, luas permukaan spesifik dan volume total pori, serta penurunan rerata jejari pori. Ditunjukkan pula bahwa kandungan logam yang diimpregnasikan menghasilkan rasio Ni/Mo sebesar 2,15. Selanjutnya, hasil karakterisasi katalis Ni-Mo/zeolit alam sesudah digunakan dalam reaksi HDN piridin menunjukkan bahwa terjadi penurunan keasaman, luas permukaan spesifik, dan volume total pori katalis. Rerata jejari pori katalis mengalami peningkatan setelah digunakan dalam reaksi HDN piridin. Uji aktivitas katalis Ni-Mo/ZA pada reaksi HDN piridin dilakukan menggunakan reaktor sistem alir. Laju alir hidrogen divariasikan dari 10 mL/menit sampai dengan 40 mL/menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas terbaik katalis Ni-Mo/zeolit alam dalam reaksi HDN piridin ditunjukkan oleh laju alir hidrogen 10 mL/menit dengan hasil konversi produk cair optimum dan gas masing-masing 0,84708 %, dan 13,13054 %.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Karakteristik Dan Hasil Uji Marshall Aspal Termodifikasi Dengan Karet Alam Terdepolimerisasi Sebagai Aditif

Karakteristik Dan Hasil Uji Marshall Aspal Termodifikasi Dengan Karet Alam Terdepolimerisasi Sebagai Aditif

6LIDW NDUHW KDVLO GHSROLPHULVDVL \DQJ VXGDK GLVLPSDQ WHUOHELK GDKXOX VHODPD VHNLWDU VDWX EXODQ SDGD VDDW GLFDPSXU GHQJDQ DVSDO PHPLOLNL VHGLNLW SHUEHGDDQ DSDELOD GLEDQGLQJNDQ GHQJDQ NDUHW GHSROLPHULVDVL VHEHOXP SHQ\LPSDQDQ 3HUEHGDDQ LQL WHUOLKDW SDGD ZDNWX SHQFDPSXUDQ WLWLN OHPEHN PDXSXQ SHQHWUDVLQ\D 'HQJDQ SHQ\LPSDQDQ NDUHW WHUGHSROLPHULVDVL VHODPD VHNLWDU VDWX EXODQ ZDNWX SHQFDPSXUDQ NDUHW WHUGHSROLPHULVDVL NH GDODP DVSDO PHQMDGL OHELK ODPD G L E D Q G L Q J N D Q G H Q J D Q N D U H W WHUGHSROLPHULVDVL WDQSD SHQ\LPSDQDQ VHSHUWL \DQJ GLVDMLNDQ GDODP *DPEDU +DO LQL GLVHEDENDQ NDUHW WHUGHSROLPHULVDVL V H O D P D S H Q \ L P S D Q D Q N H P X Q J N L Q D Q EHEHUDSD UDQWDL PROHNXO NDUHW PHQJDODPL SURVHV JHOOLQJ DNLEDW LQWHUDNVL DQWDU UDQWDL PROHNXO NDUHW WHUVHEXW 3HUEHGDDQ LQL WLGDNODK WHUODOX EHVDU \DLWX KDQ\D VHNLWDU KLQJJD PHQLW 6HOLVLK LQL WLGDNODK WHUODOX EHUEHGD GLNDUHQDNDQ SHQJXMLDQ WLQJNDW NHODUXWDQ \DQJ GLODNXNDQ KDQ\D EHUVLIDW YLVXDO VDMD
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Pengaruh Komposisi Dan Ukuran Partikel Pasir Kuarsa Terhadap Karakteristik Vulkanisasi Kompon, Sifat Ketahanan Ozon Dan Visual Karet

Pengaruh Komposisi Dan Ukuran Partikel Pasir Kuarsa Terhadap Karakteristik Vulkanisasi Kompon, Sifat Ketahanan Ozon Dan Visual Karet

Berdasarkan hal tersebut, pada penelitian ini dikaji penggunaan pasir kuarsa sebagai sumber silika untuk pembuatan kompon karet. Pasir kuarsa dapat digunakan sebagai alternatif bahan pengisi karena pasir kuarsa secara teoritis mengandung unsur kimia yang dapat menambah kekuatan ikatan yang terjadi pada komponen barang jadi karet. Pasir kuarsa berasal dari bahan galian yang mengandung kristal-kristal silika (SiO 2 ) dan dapat digunakan sebagai bahan pengisi (Hadi et al., 2010). Pasir kuarsa juga dikenal dengan nama pasir putih merupakan hasil pelapukan batuan yang mengandung mineral utama, seperti kuarsa dan feldspar (kalium, natrium, dan kalsium alumino silikat). Hasil pelapukan kemudian tercuci dan terbawa oleh air atau angin yang terendapkan ditepi-tepi sungai, danau atau laut. Komposisi yang paling banyak terdapat pada pasir kuarsa adalah Silika dioksida (SiO 2 ) sebanyak 99,08%, oleh sebab itu pasir kuarsa sering disebut dengan Silika dioksida (SiO 2 ). Pasir kuarsa merupakan komposisi gabungan dari SiO 2 , Al 2 O 3 , CaO, Fe 2 O 3 , MgO, K 2 O, Na 2 O, S, P 2 O 5 , TiO 2 , Cr 2 O 3 , MnO 2 (Sumarno et al., 2015; Sukandarrumidi, 2018). Dengan kandungan silica yang tinggi, pasir kuarsa dapat menjadi alternatif filler yang dapat memperkuat seal (karet perapat) sehingga dapat mengatasi permasalahan kebocoran gas pada tabung gas LPG.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Pengaruh Iradiasi Gamma Terhadap Sifat Mekanik Karet Alam Dan Campuran Karet Alam-polietilen Vulkanisat

Pengaruh Iradiasi Gamma Terhadap Sifat Mekanik Karet Alam Dan Campuran Karet Alam-polietilen Vulkanisat

PENGARUH IRADIASI GAMMA TERHADAP SIFAT MEKANIK KARET ALAM DAN CAMPURAN KARET ALAM-POLIETILEN VULKANISAT. Untuk meningkatkan kualitas karet alam dan campuran karet alam-polietilen vulkanisat, telah dilakukan iradiasi gamma. Kompon karet alam dan campuran karet alam-polietilen dibuat dengan menggunakan mesin pencampur dua roll. Bahan pencampur adalah antioksidan, antiozon, plasticizer, dan vulkanisator. Kompon karet alam dan campuran karet alam-polietilen selanjutnya divulkanisasi dan dibuat slab (benda uji) dengan menggunakan mesin pres panas dan pres dingin. Slab yang terbentuk kemudian diiradiasi dengan sinar gamma dari sumber Cobalt-60 pada dosis iradiasi 75 kGy, 150 kGy dan 300 kGy. Pengaruh iradiasi terhadap modulus 300, kekuatan tarik, perpanjangan putus dan ketahanan sobek karet alam dan campuran karet alam-polietilen vulkanisat dikarakterisasi dengan alat uji tarik strograph R1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modulus 300 dan kekerasan karet alam dan campuran karet alam-polietilen vulkanisat bertambah, sedangkan kekuatan tarik dan ketahanan sobeknya bertambah sampai maksimum pada dosis tertentu kemudian berkurang dengan bertambahnya dosis iradiasi. Sifat perpanjangan putus karet alam dan campuran karet alam-polietilen vulkanisat cenderung berkurang dengan bertambahnya dosis iradiasi. Kekuatan tarik maksimum karet alam dan campuran karet alam-polietilen vulkanisat dicapai pada dosis iradiasi 75 kGy. Pada dosis iradiasi 75 kGy, kekuatan tarik karet alam vulkanisat dapat ditingkatkan dari 17,6 MN/m 2 menjadi 21,2 MN/m 2 , sedangkan kekuatan tarik campuran karet alam-polietilen vulkanisat sedikit meningkat dari 18,7 MN/m 2 menjadi 19,4 MN/m 2 .
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects