Top PDF PENGARUH KONSENTRASI ASAM ASETAT PADA PERENDAMAN TERHADAP KECEPATAN EKSTRAKSI AGAR-AGAR.

PENGARUH KONSENTRASI ASAM ASETAT PADA PERENDAMAN TERHADAP KECEPATAN EKSTRAKSI AGAR-AGAR.

PENGARUH KONSENTRASI ASAM ASETAT PADA PERENDAMAN TERHADAP KECEPATAN EKSTRAKSI AGAR-AGAR.

Peristiwa ekstraksi agar-agar dari rumput laut ini merupakan peristiwa transfer massa, dengan difusi kompoenen agar-agar dari fase padat ( rumput laut) ke fase cair (air) dan akan mencapai keadaan jenuh atau keseimbangan yang ditandai dengan tidak ada perubahan konsentrasi agar- agar dalam pelarut terhadap waktu. Parameter keseimbangan ini menunjukkan rasio minimum antara pelarut dengan padatan yang diekstraksi ( Perry, 1984). Parameter ini sangat penting diketahui karena dapat digunakan untuk menentukan tingkat ekstraksi yang sesuai dengan derajat pemisahan yang diinginkan.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Pengaruh Konsentrasi dan Jenis Larutan Perendaman terhadap Kecepatan Ekstraksi dan Sifat Gel Agar-agar dari Rumput Laut Gracilaria verrucosa | Distantina | Jurnal Rekayasa Proses 549 340 1 PB

Pengaruh Konsentrasi dan Jenis Larutan Perendaman terhadap Kecepatan Ekstraksi dan Sifat Gel Agar-agar dari Rumput Laut Gracilaria verrucosa | Distantina | Jurnal Rekayasa Proses 549 340 1 PB

Rumput laut direndam menggunakan larutan alkali atau asam selama 15 menit. Setelah dicuci menggunakan air sampai pH netral, rumput laut diekstraksi menggunakan pelarut air. Ekstraksi dijalankan di dalam gelas beker yang dilengkapi motor pengaduk. Cuplikan sampel diambil setiap interval waktu tertentu. Cuplikan dibekukan semalam dalam freezer, kemudian diangin-anginkan sehingga air mencair dan terpisah dari agar-agar. Agar-agar yang dihasilkan dikeringkan mengunakan oven (70 C) sampai berat konstan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman dengan alkali menghasilkan kecepatan ekstraksi yang lebih lambat, rendemen lebih rendah tetapi sifat gel agar-agar yang lebih baik dibandingkan perendaman menggunakan larutan asam.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Studi Pembuatan Serat Makanan Dari Beberapa Kulit Sayuran

Studi Pembuatan Serat Makanan Dari Beberapa Kulit Sayuran

Gambar 12. Grafik pengaruh konsentrasi asam asetat terhadap daya serap air (%). Daya serap air merupakan kemampuan bahan dalam menyerap air. Serat makanan yang baik mempunyai kemampuan menyerap air yang baik pula karena di dalam tubuh akan menyerap komponen-komponen yang tidak penting bagi tubuh. Ukuran partikel yang kecil dengan daya serap yang tinggi tentu sangat diharapkan dalam hal ini. Hal ini dipengaruhi oleh jenis asam dan konsentrasi yang digunakan. Kemampuan bahan dalam menyerap air tergantung dari jenis bahan dan juga jenis asam dan konsentrasi asam yang digunakan dal;am ekstraksi. Perendaman dalam larutan asam memutus ikatan hidrogen sehingga menghasilkan struktur yang agak rapat dan daya serap air yang tinggi. Menurut Afrianti, (2004) hidrolisis asam akan membuat struktur serat lebih mengembang, semakin meningkat suhu pemanasan pengembangan granula semakin besar.
Baca lebih lanjut

91 Baca lebih lajut

Karakterisasi Simplisia dan Isolasi Agar dari Rumput Laut Gracilaria verrucosa (Hudson) Papenfus sebagai Media Pertumbuhan Bakteri

Karakterisasi Simplisia dan Isolasi Agar dari Rumput Laut Gracilaria verrucosa (Hudson) Papenfus sebagai Media Pertumbuhan Bakteri

Pengaruh Konsentrasi dan Jenis Larutan Perendaman terhadap Kecepatan Ekstraksi dan Sifat Gel Agar-Agar dari Rumput Laut Gracilaria verrucosa.. Jurnal Rekayasa Proses.[r]

3 Baca lebih lajut

EKSTRAKSI ZAT WARNA DARI KELOPAK BUNGA ROSELLA (STUDY PENGARUH KONSENTRASI ASAM ASETAT DAN ASAM SITRAT)

EKSTRAKSI ZAT WARNA DARI KELOPAK BUNGA ROSELLA (STUDY PENGARUH KONSENTRASI ASAM ASETAT DAN ASAM SITRAT)

Antosianidin ialah aglikon antosianin yang terbentuk bila antosianin dihidrolisis dengan asam. Antosianidin terdapat enam jenis secara umum, yaitu sianidin, pelargonidin, peonidin, petunidin, malvidin dan delfinidin. Antosianidin adalah senyawa flavonoid secara struktur termasuk kelompok flavon. Glikosida antosianidin dikenal sebagai antosianin. Senyawa ini tergolong pigmen dan pembentuk warna pada tanaman yang ditentukan oleh pH dari lingkungannya. Senyawa paling umum adalah antosianidin, sianidin yang terjadi dalam sekitar 80% dari pigmen daun tumbuhan, 69% dari buah-buahan dan 50% dari bunga. Kebanyakan warna bunga merah dan biru disebabkan antosianin Bagian bukan gula dari glukosida itu disebut suatu antosianidin dan merupakan suatu tipe garam flavilium. Warna tertentu yang diberikan oleh suatu antosianin, sebagian bergantung pada pH bunga. Warna biru bunga cornflower dan warna merah bunga mawar disebabkan oleh antosianin yang sama, yakni sianin. Sianin pada mawar merah berada dalam bentuk fenol, sedangkan cornflower biru, sianin berada dalam bentuk anionnya, dengan hilangnya sebuah proton dari salah satu gugus fenolnya. Sianin dapat digunakan sebagai indikator asam-basa (Eibond L.S, 2004).
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Pengaruh Lama Pengovenan, Perendaman, dan Konsentrasi Asam Asetat terhadap Mutu Produk dan Limbah Cair Produksi Tahu

Pengaruh Lama Pengovenan, Perendaman, dan Konsentrasi Asam Asetat terhadap Mutu Produk dan Limbah Cair Produksi Tahu

Sedangkan pada penelitian yang dilakukan oleh Suhaidi (2003) mengenai pengaruh lama perendaman kedelai dan jenis penggumpal terhadap mutu tahu menunjukan bahwa lama perendaman kedelai memberikan pengaruh nyata terhadap semua parameter mutu tahu, dimana semakin lama perendaman kedelai maka kadar protein, pH, rasa-aroma, dan tekstur tahu semakin menurun sedangkan kadar air semakin meningkat dengan kondisi lama perendaman yang optimum selama 4 jam. Dan penggunaan batu tahu sebagai bahan penggumpal menghasilkan tekstur tahu yang lebih lunak dibandingkan dengan asam asetat.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

KARAKTERISASI SIFAT-FISIKO KIMIA PATI JAGUNG TERMODIFIKASI DENGAN PROSES ACETILASI.

KARAKTERISASI SIFAT-FISIKO KIMIA PATI JAGUNG TERMODIFIKASI DENGAN PROSES ACETILASI.

Pati termodifikasi secara asetilasi adalah pati yang gugus hidroksilnya telah diubah lewat suatu reaksi kimia (esterifikasi, eterifikasi atau oksidasi) atau dengan mengubah struktur asalnya. Pati terasetilasi dapat di hasilkan dengan cara mereaksikan pati dengan larutan asam asetat dalam kondisi basa,biasanya di gunakan larutan natrium hidroksida untuk mencapai kondisi basa tersebut. Pada penilitian ini dilakuakan dengan perlakuan konsentrasi asam asetat dan lama perendaman untuk menghasilkan pati termodifikasi dengan proses acetylasi dengan hasil terbaik. Pada penelitian ini diharapkan menghasilkan pati jagung termodifikasi dengan proses acetilasi memiliki swelling power (kekuatan pembengkakan yang tinggi, sollubility (kelarutan yang tinggi) dan viskositas yang rendah dibanding dengan pati alami (tanpa modifikassi). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kosentrasi asam asetat dan lama perendaman terhadap sifat fisika dan kimia pati jagung termodifikasi.
Baca lebih lanjut

60 Baca lebih lajut

PENGARUH PENAMBAHAN KONSENTRASI ASAM ASETAT PADA PELARUT ETANOL TERHADAP EFEKTIVITAS EKSTRAKSI ZAT WARNA ANTOSIANIN TERUNG BELANDA.

PENGARUH PENAMBAHAN KONSENTRASI ASAM ASETAT PADA PELARUT ETANOL TERHADAP EFEKTIVITAS EKSTRAKSI ZAT WARNA ANTOSIANIN TERUNG BELANDA.

Terung belanda atau terong belanda (Cyphomandra betacea Sendtn) buahnya berupa buah buni yang berbentuk bulat telur sungsang atau bulat telur, berukuran (3-10) cm x (3-5) cm, meruncing ke dua ujungnya, bergelantungan, bertangkai panjang, daun kelopaknya tidak rontok, kulit buah tipis, licin, berwarna lembayung kemerah-merahan, merah jingga sampai kekuning-kuningan; daging buahnya mengandung ‘banyak sari buah, agak asam sampai manis, berwarna kehitam-hitaman sampai kekuningkuningan. Bijinya bulat pipih, tipis, dan keras. Kandungan kulit buah terung belanda mengandung suatu zat yang rasanya pahit, tetapi zat ini dapat dibuang dengan cara mengupas kulitnya atau menyeduhnya dengan air panas selama 4 menit. Dalam setiap 100 gram bagian terung belanda yang dapat dimakan mengandung air 85 gram, protein 1,5 gram, lemak 0,006 – 1,28 gram, karbohidrat 10 gram, serat 1,4 – 4,2 gram, abu 0,7 gram, vitamin A 150 – 500 SI dan vitamin C 25 mg. (Astawan, 1997)
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Pengaruh Perendaman Serutan Kayu pada Beberapa Konsentrasi Larutan Asam Asetat terhadap Kualitas Papan Partikel

Pengaruh Perendaman Serutan Kayu pada Beberapa Konsentrasi Larutan Asam Asetat terhadap Kualitas Papan Partikel

Berdasarkan penelitian Amelia (2009) tentang pengaruh perendaman panas dingin sabut kelapa terhadap kualitas papan partikel yang dihasilkan menyimpulkan bahwa perlakuan pendahuluan mempengaruhi sifat fisis papan partikel sabut kelapa yaitu kadar air dan pengembangan tebal. Dalam hal ini nilai kadar air papan partikel dengan tanpa perendaman atau kontrol lebih rendah dari perlakuan perendaman dan untuk pengembangan tebalnya juga lebih rendah dibandingkan dengan perlakuan. Sedangkan untuk sifat mekanisnya sendiri pada penggunaan perekat UF nilai MOE dan MOR papan kontrol lebih baik dibandingkan dengan papan pada perlakuan pendahuluan namun nilai internal bond papan tersebut pada perendaman dengan air panas menunjukkan nilai yang
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PENGARUH KONSENTRASI ASAM ASETAT DAN WAKTU EKSTRAKSI TERHADAP MUTU KOLAGEN KULIT NILA HITAMPENGARUH KONSENTRASI ASAM ASETAT DAN WAKTU EKSTRAKSI TERHADAP MUTU KOLAGEN KULIT NILA HITAM | Sahubawa | Jurnal Teknosains 3987 6471 1 SM

PENGARUH KONSENTRASI ASAM ASETAT DAN WAKTU EKSTRAKSI TERHADAP MUTU KOLAGEN KULIT NILA HITAMPENGARUH KONSENTRASI ASAM ASETAT DAN WAKTU EKSTRAKSI TERHADAP MUTU KOLAGEN KULIT NILA HITAM | Sahubawa | Jurnal Teknosains 3987 6471 1 SM

EURDG UDQJH N'VRGLXP GRGHF\O VXOIDWH VRGLXP VDOW 111·1·7HWUDPHWK\OHWK\OHQHQ GLDPLQHWULV EDVH +%2 EURPRFUHVRO JUHHQ HWDQRO +&O SHNDWPHWK\OUHG +62 SHNDW.MHOGDKOGLJHVWLRQWDEOHWV.62&X62 7L2[r]

10 Baca lebih lajut

Pengaruh Variasi Konsentrasi dan Lama Perendaman Asam Asetat (CH3COOH) Terhadap Produksi Gelatin dari Limbah Kulit Kuda (Equus Caballus) - Repositori UIN Alauddin Makassar

Pengaruh Variasi Konsentrasi dan Lama Perendaman Asam Asetat (CH3COOH) Terhadap Produksi Gelatin dari Limbah Kulit Kuda (Equus Caballus) - Repositori UIN Alauddin Makassar

Pada Tabel 4.4 dapat dilihat bahwa sampel gelatin limbah kulit kuda mengandung asam-asam amino. Diantara 20 asam amino yang ada, hanya 15 asam amino dianalisis menggunakan UPLC, yaitu L-histidin, L-serin, L-arganin, glisin, L-asam aspartat, L-asam glutamat, L-thereonin, L-alanin, L-prolin, L-lisin HCl, L-tirosin, L-valin, L-isoleusin, L-leusin dan L-phenilalanin. Persentase asam amino glisin pada gelatin lebih tinggi dari asam-asam amino lain, hal ini disebabkan oleh adanya 3 gugus asam amino glisin dalam struktur gelatin (Chaplin, 2005 dalam Syafiqoh, 2014:5). Hasil persentase asam amino glisin pada penelitian ini adalah 32,59%, sedangkan asam amino glisin pada gelatin sapi (22,49%) dan babi (21,94%) (Nhari dkk, 2012 dalam Aprina, 2012:42).
Baca lebih lanjut

76 Baca lebih lajut

Pengaruh  Konsentrasi   H2O2   Dan   Konsentrasi Asam Asetat Dalam Proses Pembuatan Kitosan

Pengaruh Konsentrasi H2O2 Dan Konsentrasi Asam Asetat Dalam Proses Pembuatan Kitosan

Proses ekstraksi kitosan dimulai dengan mencuci kulit udang dengan air tawar bersih. Selanjutnya dihancurkan dengan blender, untuk kemudian dilakukan deproteinasi menggunakan larutan alkali (0,5 N NaOH) sambil dipanaskan, dan disaring.Residu (padatan), lanjutnya, dicuci dengan aquades, untuk memasuki proses demineralisasi menggunakan 1 N HCl pada suhu kamar. Setelah itu dilakukan penyaringan, residu dicuci dengan aquades. Residu kemudian diputihkan menggunakan larutan NaOCl 0,5%, kemudian dilakukan penyaringan dan pencucian serta pengeringan pada suhu 30 - 40 o C selama 8 - 12 jam. Dari tahap ini akan diperoleh senyawa antara yang disebut kitin (Djagal, 2003).
Baca lebih lanjut

89 Baca lebih lajut

KAJIAN KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA TEPUNG SUKUN (Artocarpus communis) TERMODIFIKASI DENGAN VARIASI LAMA PERENDAMAN DAN KONSENTRASI ASAM ASETAT.

KAJIAN KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA TEPUNG SUKUN (Artocarpus communis) TERMODIFIKASI DENGAN VARIASI LAMA PERENDAMAN DAN KONSENTRASI ASAM ASETAT.

Saat ini Indonesia memliki ketergantungan impor terigu yang tinggi. Buah sukun cukup potensial dikembangkan untuk mengurangi konsumsi tepung terigu, namun tepung sukun masih memiliki karakteristik yang kurang dikehendaki yaitu kurang dapat mengembang dan sedikit mengikat air. Oleh karena itu perlu dilakukan modifikasi tepung sukun untuk memperbaiki karakteristik yang kurang dikehendaki tersebut. Pada penelitian ini sukun dikecilkan ukurannya kemudian direndam dalam larutan asam asetat dengan berbagai konsentrasi dan variasi lama perendaman lalu ditepungkan sehingga dihasilkan tepung sukun termodifikasi ( modified flour ). Dengan demikian perlu dilakukan kajian untuk mengetahui pengaruh lama perendaman dan konsentrasi asam asetat terhadap karakteristik fisikokimia dari tepung sukun termodifikasi yang dihasilkan.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Pengaruh Perendaman Serutan Kayu pada Beberapa Konsentrasi Larutan Asam Asetat terhadap Kualitas Papan Partikel

Pengaruh Perendaman Serutan Kayu pada Beberapa Konsentrasi Larutan Asam Asetat terhadap Kualitas Papan Partikel

Nuryawan, A., M.Y. Massijaya, Y.S. Hadi. 2008. Sifat Fisis dan Mekanis Oriented Strand Board (OSB) dari Akasia, Eukaliptus dan Gmelina Berdiameter Kecil : Pengaruh Jenis Kayu dan Macam Aplikasi Perekat. Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Hutan 1(2) : 60-66.

3 Baca lebih lajut

Pengaruh Perendaman Serutan Kayu pada Beberapa Konsentrasi Larutan Asam Asetat terhadap Kualitas Papan Partikel

Pengaruh Perendaman Serutan Kayu pada Beberapa Konsentrasi Larutan Asam Asetat terhadap Kualitas Papan Partikel

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pengaruh Perendaman Serutan Kayu pada Beberapa Konsentrasi Larutan Asam Asetat terhadap Kualitas Papan Partikel” ini dengan baik. Penulisan skripsi ini bertujuan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar sarjana kehutanan dari Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara.

9 Baca lebih lajut

Pengaruh Perendaman Serutan Kayu pada Beberapa Konsentrasi Larutan Asam Asetat terhadap Kualitas Papan Partikel

Pengaruh Perendaman Serutan Kayu pada Beberapa Konsentrasi Larutan Asam Asetat terhadap Kualitas Papan Partikel

Pada umumnya kelemahan dari papan partikel yang menggunakan perekat urea formaldehida (UF) terletak pada stabilitas dimensinya yang rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh perendaman limbah serutan kayu dalam beberapa konsentrasi asam asetat terhadap stabilitas dimensi papan partikel yang dihasilkan. Metode penelitian ini menggunakan sistem perendaman partikel selama 24 jam untuk tiap jenis konsentrasi asam asetat yang dibuat. Konsentrasi asam asetat yang dibuat untuk merendam limbah serutan yaitu 0% (kontrol), 1%, 2%, 3%, dan 4%. Partikel yang telah direndam selanjutnya dikeringkan dengan menggunakan oven hingga KA 5%. Kadar perekat UF yang digunakan dalam penelitian yaitu 12%. Papan partikel dibuat dengan kerapatan target sebesar 0,75 g/cm 3 menggunakan kempa panas dengan suhu 130 0 C dan tekanan 30 kg/cm 2 selama 10 menit. Pengujian terhadap contoh uji papan partikel mengacu pada standar JIS A 5908 (2003) untuk pengujian sifat fisis dan mekanis papan partikel. Hasil pengujian menunjukkan bahwa perlakuan perendaman partikel dalam beberapa konsentrasi asam asetat dapat menurunkan pengembangan tebal (PT) dan daya serap air (DSA) papan partikel. Peningkatan stabilitas dimensi yang terbaik ditunjukkan oleh konsentrasi asam asetat 1%. Hasil pengujian sifat mekanis menunjukkan peningkatan nilai internal bond (IB) dengan perlakuan perandaman asam asetat dan hampir secara keseluruhan memenuhi standar JIS A 5908 (2003). Pengujian terhadap modulus of elasticity (MOE) dan modulus of rupture (MOR) menunjukkan nilai yang terbaik pada perendaman konsentrasi asam asetat 1%, namun secara keseluruhan nilai MOE dan MOR papan partikel belum memenuhi standar JIS A 5908 (2003).
Baca lebih lanjut

51 Baca lebih lajut

Pengaruh Perendaman Serutan Kayu pada Beberapa Konsentrasi Larutan Asam Asetat terhadap Kualitas Papan Partikel

Pengaruh Perendaman Serutan Kayu pada Beberapa Konsentrasi Larutan Asam Asetat terhadap Kualitas Papan Partikel

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh perlakuan pendahuluan perendaman limbah serutan kayu dalam beberapa konsentrasi larutan asam asetat terhadap stabilitas dimensi papan partikel yang dihasilkan dan membandingkan dengan standar JIS A 5908 (2003).

3 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...