Top PDF PENGARUH KONSENTRASI GANDASIL-D DAN KOMPOSISI MEDIA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT SENGON (Paraserianthes falcataria (L) Nielson)

PENGARUH KONSENTRASI GANDASIL-D DAN KOMPOSISI MEDIA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT SENGON (Paraserianthes falcataria (L) Nielson)

PENGARUH KONSENTRASI GANDASIL-D DAN KOMPOSISI MEDIA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT SENGON (Paraserianthes falcataria (L) Nielson)

Dibuat: 2006-07-10 , dengan 3 file(s). Keywords: gandasil-D, media, pertumbuhan, bibit, sengon Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi pupuk gandasil-D dan komposisi media yang baik antara tanah, pasir, pupuk kandang bagi pertumbuhan awal tanaman sengon (P. falcataria (L) Nielson) dilaksanakan di kebun pereobaan Universitas Muhammadiyah Malang, dengan ketinggian :t

1 Baca lebih lajut

Pengaruh Komposisi Media Tanam dan Konsentrasi Larutan Pupuk Majemuk terhadap Pertumbuhan Bibit Sengon (Paraserianthes falcataria (L) Nielson)

Pengaruh Komposisi Media Tanam dan Konsentrasi Larutan Pupuk Majemuk terhadap Pertumbuhan Bibit Sengon (Paraserianthes falcataria (L) Nielson)

Dibuat: 2010­04­09 , dengan 7 file(s). Keywords: Komposisi Media Tanam, Pupuk Majemuk ABSTRAKSI Analisa vegetasi merupakan salah satu cara mempelajari susunan atau komposisi vegetasi cecara bentuk (struktur) vegetasi dari masyarakat tumbuh­tumbuhan. Untuk keperluan analisa vegetasi diperlukan data­data jenis, diameter dan tinggi untuk menentukan indeks nilai penting dari penyusun komunitas hutan tersebut.

2 Baca lebih lajut

DOSIS PUPUK MAJEMUK DAN KOMPOSISI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN SEMAI SENGON (Paraserianthes falcataria (L) Nielson)

DOSIS PUPUK MAJEMUK DAN KOMPOSISI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN SEMAI SENGON (Paraserianthes falcataria (L) Nielson)

Penelitian ini dilakukan pada Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Malang yang terletak pada ketinggian 560 meter dpl dan curah hujan rata- rata 1833 mm/tahun. Penelitian ini dimulai pada tanggal 30 April sampai dengan 2 Juli 2006. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial, terdiri dari dua faktor yaitu faktor kesatu, dosis pupuk majemuk, terdiri dari 3 taraf meliputi : (1) dosis pupuk majemuk 1 gr/semai (P1), (2) dosis pupuk majemuk 2 gr/semai (P2) dan (3) dosis pupuk majemuk 3 gr/semai (P3). Faktor kedua, komposisi media tanam, terdiri dari 4 taraf meliputi : (1) tanah sebagai kontrol (Q0), (2) tanah, pupuk kandang dan arang sekam (Q1), (3) tanah dan pupuk kandang (Q2), dan (4) tanah dan arang sekam (Q3). Untuk mengetahui pengaruh perlakuan yang nyata, maka di analisis dengan
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

PENGARUH KOMPOSISI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN SENGON (Paraserianthes falcataria, L.)

PENGARUH KOMPOSISI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN SENGON (Paraserianthes falcataria, L.)

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pertumbuhan Sengon (Paraserianthes falcataria, L) pada beberapa komposisi media tanam dan mendapatkan media tanam yang baik untuk Sengon (Paraserianthes falcataria, L). Penelitian dilakukan di Green House STIPER Kutai Timur Kabupaten Kutai Timur. Waktu Penelitian kurang lebih 6 bulan dengan kegiatan antara lain observasi tempat, pengumpulan data dan pengelolahan data persiapan media tumbuh berupa akar pakis, sekam padi, pupuk kandang (sapi, kambing, ayam) dicampur rata dengan perbandingan sama (7:2:1). Analisis data dalam penelitan ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan 25 kali ulangan. Perlakuan yang diuji yaitu perbedaan 4 media tumbuh dengan komposisi akar pakis 70% + sekam padi 20% dan 10% pupuk kandang ayam, Pupuk kandang kambing, Pupuk kandang sapi dan tanpa pupuk kandang dengan berbeda yaitu akar pakis 70% + sekam padi 30% pada sebagai kontrol. Hasil penelitian menunjukkkan pertumbuhan yang baik adalah media tanam campuran pupuk kandang ayam dan persentase hidup tanaman sengon 96% pada media tanam dengan campuran pupuk kambing dan 100% pada campuran pupuk ayam dan sapi maupun pada media tanpa pupuk kandang (kontrol).
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Pengaruh Komposisi Media dan Dosis Pupuk NPK terhadap Pertumbuhan Bibit Sengon (Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen)

Pengaruh Komposisi Media dan Dosis Pupuk NPK terhadap Pertumbuhan Bibit Sengon (Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen)

media pertumbuhan bibit sengon dan untuk menentukan dosis optimum pupuk K?K.. (15-15-15) yang diharapkan dapat lebih memacu pertumbuhan bibit.[r]

72 Baca lebih lajut

PENGARUH KOMPOSISI MEDIA TANAM DAN INTERVAL PENYIRAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT SENGON LAUT (Paraserianthes falcataria (L.

PENGARUH KOMPOSISI MEDIA TANAM DAN INTERVAL PENYIRAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT SENGON LAUT (Paraserianthes falcataria (L.

Puji syukur penyusun panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan Karunia-Nya, sehingga penyusun akhirnya dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Pengaruh Komposisi Media Tanam dan Interval Penyiraman terhadap Pertumbuhan Bibit Sengon Laut (Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen)” tanpa hambatan yang berarti.

15 Baca lebih lajut

Pertumbuhan Bibit Sengon [Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen] yang Dikembangkan dari Benih dan Kultur Jaringan pada Berbagai Komposisi Media Tanam

Pertumbuhan Bibit Sengon [Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen] yang Dikembangkan dari Benih dan Kultur Jaringan pada Berbagai Komposisi Media Tanam

Secara keseluruhan bibit sengon yang ditanam pada media 2 memberikan pengaruh yang sangat baik pada peubah diameter, berat basah pucuk, berat basah akar, berat basah total, berat basah pucuk, berat basah akar, berat basah total, nisbah pucuk akar, dan jumlah bintil akar. Media 2 merupakan campuran dari tanah dan arang sekam, disertai penambahan inokulum FMA yang diberikan pada lubang tanam. FMA akan berasosiasi dengan akar bibit sengon untuk membantu meningkatkan penyerapan hara. Bibit yang diinokulasi dengan FMA biasanya mempunyai pertumbuhan yang lebih baik. Sebagai contoh, inokulasi FMA dapat meningkatkan pertumbuhan tinggi bibit sengon (Putri 1998), tanaman blueberry (Scagel et al. 2005), bibit Acacia mangium dan sengon (Ekyastuti 1998), bibit Gmelina arborea (Hidayat 2003), bibit Lamtoro (Verawati 2003). Pada penelitian ini inokulasi FMA dapat meningkatkan pertumbuhan bibit sengon sampai 110% dibandingkan dengan kontrol. FMA berperan meningkatkan serapan P oleh akar tanaman. Pada saat P (Phosfor) berada di sekitar rambut akar, maka hifa membantu penyerapan P di tempat-tempat yang tidak dapat lagi dijangkau rambut akar (Li et al. 2005).
Baca lebih lanjut

85 Baca lebih lajut

Pengaruh Komposisi Biopotting Terhadap Pertumbuhan Sengon Laut (Paraserianthes Falcataria L. Nietsen) Di Persemaian

Pengaruh Komposisi Biopotting Terhadap Pertumbuhan Sengon Laut (Paraserianthes Falcataria L. Nietsen) Di Persemaian

Untuk mendukung pertumbuhan bibit sengon laut yang optimal di lapangan, maka diperlukan bibit yang bermutu. Mutu bibit di persemaian dipengaruhi secara langsung antara lain oleh kondisi media tumbuh. Media tumbuh berfungsi sebagai tempat berjangkarnya akar, penyedia air dan unsur hara, penyedia oksigen bagi berlangsungnya proses fisiologi akar serta kehidupan dan aktivitas mikrobia tanah. Biopotting adalah pot yang terbuat dari kompos yang berasal dari bahan-bahan organik dan dicampur dengan mikroba tanah yang bermanfaat misalnya mikoriza. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi biopotting yang optimal untuk pertumbuhan bibit sengon laut (Paraserianthes falcataria L.Nielsen) selama tiga bulan di persemaian. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan kompos serbuk gergaji 70% + tanah liat 30% + Mikoriza (S7T3M), kompos serbuk gergaji 70% + tanah liat 30% + Tanpa Mikoriza (S7T3TM), kompos serbuk gergaji 80% + tanah liat 20% + Mikoriza (S8T2M), kompos serbuk gergaji 80% + tanah liat 20% + Tanpa Mikoriza (S8T2 TM), kompos kerinyu 70% + tanah liat 30% + Mikoriza (K7T3 M), kompos kerinyu 70% + tanah liat 30% + Tanpa Mikoriza (K7T3TM), kompos kerinyu 80% + tanah liat 20% + Mikoriza (K8T2M) dan kompos kerinyu 80% + tanah liat 20% + Tanpa Mikoriza (K8T2TM). Hasil penelitian menunjukkan formulasi biopotting yang terbuat dari bahan baku kompos serbuk gergaji 70% + tanah liat 30% +Mikoriza FMA (S7T3M) memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan tanaman yaitu tinggi bibit 9,49 cm, diameter batang 1,802 mm serta indeks kualitas semai 0,3908.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENGARUH KOMPOSISI BIOPOTTING TERHADAP PERTUMBUHAN SENGON LAUT (Paraserianthes falcataria L. Nietsen) DI PERSEMAIAN

PENGARUH KOMPOSISI BIOPOTTING TERHADAP PERTUMBUHAN SENGON LAUT (Paraserianthes falcataria L. Nietsen) DI PERSEMAIAN

Diterima 28 Nopember 2013; revisi terakhir 18 Maret 2014; disetujui 21 Maret 2014 ABSTRAK Untuk mendukung pertumbuhan bibit sengon laut yang optimal di lapangan, maka diperlukan bibit yang bermutu. Mutu bibit di persemaian dipengaruhi secara langsung antara lain oleh kondisi media tumbuh. Media tumbuh berfungsi sebagai tempat berjangkarnya akar, penyedia air dan unsur hara, penyedia oksigen bagi berlangsungnya proses fisiologi akar serta kehidupan dan aktivitas mikrobia tanah. Biopotting adalah pot yang terbuat dari kompos yang berasal dari bahan-bahan organik dan dicampur dengan mikroba tanah yang bermanfaat misalnya mikoriza. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi biopotting yang optimal untuk pertumbuhan bibit sengon laut (Paraserianthes falcataria L.Nielsen) selama tiga bulan di persemaian. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan kompos serbuk gergaji 70% + tanah liat 30% + Mikoriza (S7T3M), kompos serbuk gergaji 70% + tanah liat 30% + Tanpa Mikoriza (S7T3TM), kompos serbuk gergaji 80% + tanah liat 20% + Mikoriza (S8T2M), kompos serbuk gergaji 80% + tanah liat 20% + Tanpa Mikoriza (S8T2 TM), kompos kerinyu 70% + tanah liat 30% + Mikoriza (K7T3 M), kompos kerinyu 70% + tanah liat 30% + Tanpa Mikoriza (K7T3TM), kompos kerinyu 80% + tanah liat 20% + Mikoriza (K8T2M) dan kompos kerinyu 80% + tanah liat 20% + Tanpa Mikoriza (K8T2TM). Hasil penelitian menunjukkan formulasi biopotting yang terbuat dari bahan baku kompos serbuk gergaji 70% + tanah liat 30% +Mikoriza FMA (S7T3M) memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan tanaman yaitu tinggi bibit 9,49 cm, diameter batang 1,802 mm serta indeks kualitas semai 0,3908.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Pertumbuhan Bibit Sengon (Paraserianthes falcataria (L) Nielsen) pada Media Bekas Tambang Pasir dengan Pemberian Subsoil dan Arang Batok Kelapa

Pertumbuhan Bibit Sengon (Paraserianthes falcataria (L) Nielsen) pada Media Bekas Tambang Pasir dengan Pemberian Subsoil dan Arang Batok Kelapa

Eksploitasi sumberdaya alam semakin marak dilakukan guna memenuhi kebutuhan seiring bertambahnya jumlah penduduk. Eksploitasi yang berlebihan cenderung menyebabkan kerusakan lingkungan. Salah satu kegiatan tersebut adalah kegiatan penambangan pasir. Penambangan pasir sungai yang terus menerus dilakukan akan menyebabkan penurunan jumlah pasir di dasar sungai. Akibatnya sungai akan mengalami kerusakan akibat penggalian yang terus dilakukan. Selain merusak ekosistem sungai, penambangan pasir juga menyebabkan penurunan kualitas air dan pencemaran udara. Guna mengurangi dampak kerusakan, pemanfaatan dan pengolahan limbah penambangan sebagai media tanam dalam langkah awal revegetasi menjadi alternatif yang bisa dilakukan. Namun rendahnya kandungan unsur hara dan KTK serta teksturnya yang didominasi pasir menjadi kendala dalam pemanfaatan pasir tailing sebagai media tanam. Aplikasi penambahan subsoil dan arang batok kelapa diharapkan dapat membantu memperbaiki kendala-kendala tersebut. Sengon merupakan tanaman yang sangat cepat tumbuh dan memiliki potensi yang tinggi serta telah banyak dikenal masyarakat. Tanaman ini sangat baik digunakan dalam upaya rehabilitasi lahan pasca penambangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi penambahan subsoil dan arang batok kelapa memberikan pengaruh pertumbuhan terbaik. Interaksi penambahan subsoil 75% dan arang 40 g (a3b2) merupakan perlakuan terbaik untuk meningkatkan tinggi semai sebesar 64%. Sedangkan dalam meningkatkan pertambahan diameter, interaksi penambahan subsoil 75% dan arang 60 g (a3b3) merupakan perlakuan terbaik dengan penambahan diameter sebesar 87,50%. Perlakuan terbaik untuk parameter berat basa total (BKT) dan berat kering total (BKT) ditunjukan oleh perlakuan (a3b3) dengan % peningkatan 63,49 % dan 36,10 %. Pemberian arang secara tunggal terbaik ditunjukan pada penambahan arang 60 g (a0b3) dengan penambahan tinggi sebesar 47,32%. Sedangkan pemberian subsoil secara tunggal tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan semai.
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

PENGARUH KONSENTRASI LARUTAN EFFEKTIVE MIKRO ORGANISME-4 (EM4) DAN MACAM MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN SEMAI SENGON LAUT (Paraserianthes falcataria (L) Fosberg)

PENGARUH KONSENTRASI LARUTAN EFFEKTIVE MIKRO ORGANISME-4 (EM4) DAN MACAM MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN SEMAI SENGON LAUT (Paraserianthes falcataria (L) Fosberg)

Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah polybag sebagai tempat media, cangkul, hand sprayer, jangka sorong, penggaris, timbangan analitik, oven, kamera dan alat tulis menulis. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial dengan 3 kali ulangan yang terdiri dari 2 faktor: faktor 1 adalah media (M) M1 = pasir, top soil, pupuk kandang sapi (1:1:1), M2 = pasir, top soil, pupuk kandang ayam (1:1:1), M3 = pasir, top soil, serbuk gergaji sengon (1:1:1), M4 = top soil, pupuk kandang kambing, serbuk gergaji jati (1:1:1). Faktor kedua konsentrasi larutan EM4 Eo = tanpa larutan EM, E1 = 5 ml/liter, E2 = 10 ml/liter, E3 = 15 ml/liter
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

PERTUMBUHAN BIBIT SENGON Paraserianthes (1)

PERTUMBUHAN BIBIT SENGON Paraserianthes (1)

Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Silvikultur, Fakultas Pertanian, Universitas Sam Ratulangi, pada bulan April - Juni 2012. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kombinasi media tumbuh terhadap pertumbahan tinggi, diameter dan jumlah daun bibit sengon, dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor. Faktor tersebut adalah tanah lapisan atas, campuran tanah lapisan atas dengan pasir, campuran tanah lapisan atas dengan sekam bakar dan campuran tanah lapisan atas dengan coco peat. Berdasarkan hasil penelitian, bahwa hasil sidik ragam menunjukkan media tumbuh tanah lapisan atas dan media tumbuh campuran tanah lapisan atas dengan sekam bakar menunjukkan pertumbuhan jumlah daun bibit sengon ang terbanyak. Sedangkan pertumbuhan tinggi dan diameter pada berbagai media yang diuji tidak berbeda nyata, tapi kecendrungan pertumbuhan tinggi tanaman terbaik ditunjukan pada media tumbuh tanah lapisan atas dan pertumbuhan diameter terbaik di tunjukkan pada media tumbuh tanah lapisan atas dan campuran tanah lapisan atas dengan sekam bakar.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN ZEOLIT DAN KOMPOS TERHADAP SIFAT-SIFAT KIMIA TAILING DAN PERTUMBUHAN TANAMAN SENGON (Paraserianthes falcataria L.

PENGARUH PEMBERIAN ZEOLIT DAN KOMPOS TERHADAP SIFAT-SIFAT KIMIA TAILING DAN PERTUMBUHAN TANAMAN SENGON (Paraserianthes falcataria L.

Pertambangan merupakan salah satu sektor yang memberikan kontribusi besar terhadap penerimaan negara. Namun demikian, kegiatan penambangan juga menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Tambang emas merupakan salah satu tambang penting di Indonesia, selain tambang batubara, nikel, tembaga, dll. Penambangan emas Pongkor (PT Antam Tbk) yang merupakan tambang bawah tanah, menghasilkan emas sebagai produk utamanya dan limbah berupa tanah bekas pengolahan (tailing). Tailing merupakan residu tambang yang sudah diambil bahan-bahan yang bernilai ekonomi tinggi seperti emas, perak dan tembaga, serta mempunyai sifat-sifat kimia yang kurang baik apabila dikembalikan ke alam sebagai media tanam. Bahan organik dan zeolit dikenal sebagai bahan amelioran yang dapat digunakan sebagai bahan untuk memperbaiki sifat-sifat kimia dan fisik tailing. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh penambahan zeolit dan kompos terhadap sifat-sifat kimia tailing, pertumbuhan tanaman sengon, dan serapan timbal (Pb) pada tanaman. Zeolit dengan dosis 0%, 10%, 20%, 30% dan kompos dengan dosis 0%, 10%, 20% serta perlakuan kombinasi keduanya ditambahkan dalam tailing kemudian digunakan untuk penanaman bibit sengon (Paraserianthes falcataria L. Nielsen). Hasil penelitian menunjukkan tailing dari tambang emas Pongkor mempunyai nilai pH netral dan Pb yang tinggi tetapi KTK, C-organik, N-total dan basa-basa kecuali Ca sangat rendah. Penambahan zeolit dan kompos mampu memperbaiki sifat-sifat kimia tailing untuk pertumbuhan tanaman. Zeolit berpengaruh terhadap peningkatan KTK, K dan Ca, sedangkan kompos berpengaruh terhadap peningkatan semua kadar unsur hara. Penambahan zeolit dan kompos meningkatkan pertumbuhan tinggi, diameter dan lebar daun, walaupun tidak menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap parameter pertumbuhan tanaman sengon yang diamati, serta mampu mengurangi serapan Pb pada akar dan daun tanaman.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENGARUH PENGGUNAAN JENIS MEDIA TUMBUH TERHADAP PERTUMBUHAN SENGON (Paraserianthes falcataria (L), Nielson)

PENGARUH PENGGUNAAN JENIS MEDIA TUMBUH TERHADAP PERTUMBUHAN SENGON (Paraserianthes falcataria (L), Nielson)

Dibuat: 2006-07-10 , dengan 3 file(s). Keywords: jenis media, sengon Sengon merupakan jenis tanaman yang tumbuh cepat yang digunakan sebagai tanaman penghijauan dan reboisasi; pelindung dan penyubur tanah; bahan baku kayu bakar; bahan baku bangunan dan perabotan; bahan baku industri kertas, sehingga untuk maksud tersebut tidak semua jenis benih dapat langsung ditanam dilapangan, tetapi terlebih dahulu perlu disemaikan, maka dalam hal ini perlu syarat – syarat khusus. Syarat benih sengon tersebut adalah benih yang berasal dari pohon induk yang unggul, secara genetik ditunjukkan dengan pertumbuhan cepat, batang lurus tidak dalam keadaan terserang hama dan penyakit serta mampu menghasilkan benih yang melimpah.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

PENGARUH DOSIS PUPUK KANDANG SAPIDAN INTERVAL PENYIRAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT SENGON (Paraserianthes falcataria (L) Nielson)

PENGARUH DOSIS PUPUK KANDANG SAPIDAN INTERVAL PENYIRAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT SENGON (Paraserianthes falcataria (L) Nielson)

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Jamberejo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. Pada bulan Juni­ Agustus 2005. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama dosis pupuk kandang sapi (D) yang terdiri dari 0, 25, 50, 75, 100 gram/polibag. Faktor ke dua interval penyiraman (F) yang terdiri dari; penyiraman 2 kali sehari; penyiraman 1 kali sehari; penyiraman 2 hari sekali. Hasil analisis diuji menggunakan uji F pada 5 % adalah untuk mengetahui a taraf 5

1 Baca lebih lajut

PENGARUH DOSIS LIMBAH SARI KERING INDUSTRI DAN DOSIS PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN SEMAI SENGON (Paraserianthes falcataria (L) Nielson)

PENGARUH DOSIS LIMBAH SARI KERING INDUSTRI DAN DOSIS PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN SEMAI SENGON (Paraserianthes falcataria (L) Nielson)

Penelitian dilakukan di Perum. Bukit Cemara Tujuh, Desa Landung Sari, Tlogomas, Malang, dengan ketinggian 520 m dpl. Penelitian ini mulai bulan September sampai dengan bulan Oktober 2006. Pengamatan dilakukan satu minggu setelah bibit di pindahkan dengan interval pengamatan 7 hari sekali. Adapun yang akan diteliti yang meliputi penambahan tinggi tanaman, penambahan diameter tanaman, jumlah daun, sedangkan berat basah tanaman, berat kering tanaman, dan panjang akar dapat dilakukan pada akhir pengamatan.

1 Baca lebih lajut

Pengaruh Konsentrasi Pgpr (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) Terhadap Pertumbuhan Semai Sengon (Paraserianthes falcataria. L)

Pengaruh Konsentrasi Pgpr (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) Terhadap Pertumbuhan Semai Sengon (Paraserianthes falcataria. L)

Dewasa ini diketahui bahwa sengon juga bermanfaat dalam upaya rehabilitasi lahan kritis. Berkaitan dengan hal ini Departemen Kehutanan telah mencanangkan program sengonosasi di beberapa daerah yang berpotensial mengalami erosi (Santoso, 1992 dalam Muswita dkk, 2008). Namun demikian, sengon juga memiliki kelemahan diantaranya kualitas kayunya lunak dan mudah melengkung atau melintir saat proses pengeringan yang terlalu panas (Iskandar Z. Siregar dkk, 2008). Oleh sebab itu perlu adanya perbaikan sifat kayu sengon agar mutunya lebih baik dari sebelumnya. Perbaikan sifat tanaman dapat dilakukan berbagai cara, diantaranya dengan cara hibridisasi (persilangan), poliploidi (pengandaan kromosom), dan mutasi gen. Hibridisasi pada tanaman tahunan memerlukan waktu yang cukup lama untuk memperoleh hasil yang diinginkan, oleh sebab itu dapat dipilih dengan perbaikan sifat poliploidi atau mutasi gen.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PERTUMBUHAN BIBIT SENGON (Paraserianthes falcataria (L) Nielsen) PADA MEDIA BEKAS TAMBANG PASIR DENGAN PEMBERIAN SUBSOIL DAN ARANG BATOK KELAPA

PERTUMBUHAN BIBIT SENGON (Paraserianthes falcataria (L) Nielsen) PADA MEDIA BEKAS TAMBANG PASIR DENGAN PEMBERIAN SUBSOIL DAN ARANG BATOK KELAPA

Exploitation of natural resources in order to meet the increasingly commonplace as the needs of the population increase. Exploitation are likely to cause environmental damage. One such activity is the mining of sand. River sand mining will lead to a sustained decrease in the amount of sand in the river bed. As a result, the river will be damaged by excavation continues. In addition to damaging the ecosystem of the river, sand mining has also led to a decrease in water quality and air pollution. In order to reduce the impact of damage, utilization and processing of mining waste as a growing medium in a first step into alternative revegetation can be done. However, low nutrient content and CEC and texture of sand dominated an obstacle in the utilization of tailings sand as a growing medium. Application subsoil and the addition of coconut shell charcoal is expected to help improve these constraints. Sengon is a very fast growing plant and has a high potential and has been widely known to the public. These plants are best used in the post-mining land rehabilitation. The results showed that the addition of the interaction of subsoil and coconut shell charcoal gives the best growth of influence. Interaction addition of 75% subsoil and charcoal 40 g (a3b2) is the best treatment to improve seedling height by 64%. While the increase in diameter increment, the interaction of subsoil 75% and the addition of 60 g charcoal (a3b3) is the best treatment with the addition of a diameter of 87.50%. The best treatment for weight parameters in total bases (BKT) and total dry weight (BKT) indicated by the treatment (a3b3) with a 63.49% increase% and 36.10%. Giving a single charcoal best in show at the addition of 60 g charcoal (a0b3). Indicated by a high addition of 47.32%. While granting subsoil singly not give significant effect on seedling growth.
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

PERTUMBUHAN TANAMAN SENGON (Paraserianthes falcataria L.) BERMIKORIZA PADA LAHAN TERCEMAR PB

PERTUMBUHAN TANAMAN SENGON (Paraserianthes falcataria L.) BERMIKORIZA PADA LAHAN TERCEMAR PB

Logam berat masuk ke tumbuhan melalui sel akar dengan cara difusi aktif atau melalui transporter non-spesifik, jika konsentrasinya tinggi. Pada konsentrasi ini, logam berat mengganggu aktivitas kerja enzim dengan memodifikasi struktur protein atau mengganti elemen penting yang mengakibatkan gejala defisiensi. Plasma membran sangat rentan terhadap toksisitas logam berat ketika permeabilitas dan fungsi dipengaruhi oleh perubahan protein membran intrinsik seperti H+-ATPase. Selain itu, produksi jenis oksigen reaktif menyebabkan kerusakan oksidatif jaringan tanaman yang terjadi akibat respon tingginya tingkat logam berat. Sebagai konsekuensinya, terjadi gejala menyerupai klorosis, pertumbuhan yang lambat, akar kecokelatan yang menurunkan efektivitas, berpengaruh terhadap fotosistem, gangguan terhadap siklus sel, dan lain sebagainya. Tanaman biasanya melakukan mekanisme umum dalam mempertahankan homeostasis dibawah konsentrasi ion logam berat yang tinggi (Leyval et al, 2002).
Baca lebih lanjut

76 Baca lebih lajut

Pengaruh Filtrat Cendawan Aspergillus SP. Dan Fusarium SP. Terhadap Viabilitas Benih Dan Pertumbuhan Bibit Sengon (Paraserianthes Falcataria)

Pengaruh Filtrat Cendawan Aspergillus SP. Dan Fusarium SP. Terhadap Viabilitas Benih Dan Pertumbuhan Bibit Sengon (Paraserianthes Falcataria)

Cendawan merupakan salah satu penyebab utama dari kerusakan benih. Cendawan dapat berupa patogen atau saprofit di antaranya adalah cendawan Aspergillus sp. dan Fusarium sp. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh filtrat cendawan Aspergillus sp dan Fusarium sp terhadap viabilitas benih dan pertumbuhan bibit sengon (Paraserianthes falcataria). Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan perlakuan : kontrol, filtrat Aspergillus sp, dan filtrat Fusarium sp. Setiap perlakuan diulang 4 kali. Parameter yang diukur meliputi daya berkecambah, persen hidup bibit, tinggi, diameter, biomassa, nisbah pucuk akar (NPA), dan indeks mutu bibit (IMB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan filtrat cendawan Aspergillus sp dan Fusarium sp dapat memengaruhi daya berkecambah benih, persen hidup, tinggi, diameter, NPA, IMB, dan biomasa bibit sengon. Filtrat cendawan Aspergillus sp dan Fusarium sp dapat menyebabkan menurunnya viabilitas benih dan vigor bibit sengon.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects