Top PDF Pengaruh sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja serta lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan: Studi pada Pabrik Gula Kebun Agung Malang

Pengaruh sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja serta lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan: Studi pada Pabrik Gula Kebun Agung Malang

Pengaruh sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja serta lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan: Studi pada Pabrik Gula Kebun Agung Malang

Alhamdulillah, dengan segenap kerendahan hati dan ketulusan jiwa, penulis panjatkan kepada kehadiran Illahi Robbi yang senantiasa melimpahkan rahmat, karunia dan hidayah-Nya, sehingga penelitian ini dapat terselesaikan hingga tersusun menjadi sebuah skripsi yang berjudul, ”Pengaruh Sistem Manajemen Kesehatan Dan Keselamatan Kerja Serta Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Studi Pada Pabrik Gula Kebon Agung Malang

23 Baca lebih lajut

Pengaruh Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Karyawan Terhadap Kinerja Karyawan (Studi Pada Karyawan Bagian Produksi PT. Surya Asbes Cement Group Malang)

Pengaruh Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Karyawan Terhadap Kinerja Karyawan (Studi Pada Karyawan Bagian Produksi PT. Surya Asbes Cement Group Malang)

PT. Surya Asbes Cement Group adalah salah satu produsen asbes semen yang berlokasi di Kota Malang. Penulis memilih perusahaan ini sebab perusahaan merupakan perusahaan yangmenerapkan program (K3) Keselamatan dan Kesehatan Kerja karena PT. Surya Asbes Cement Group berfikir bahwa karyawan berhak mendapatkan fasilitasK3 saat bekerja. Tenaga kerja perlu dilindungi dari bahaya dan penyakit yang diakibatkan dari lingkungan kerja sehingga karyawan merasa aman dalam menyelesaikan pekerjaannya. Produktivitas karyawan dipengaruhi oleh kesehatannya, dengan demikian diharapkan produktivitas kerja karyawan dapat meningkat untuk mendukung keberhasilan bisnis perusahaan dan mencapai tujuan usahanya.Tujuan penelitian ini untuk melakukan telaah lebih mendalam tentang pengaruh Keselamatan Kerja (X1) dan Kesehatan Kerja (X2) karyawan dg cara simultan dan parsial kepada Kinerja Karyawan (Y) PT. Surya Asbes Cement Group. Hanya penelitian kuantitatif yg bisa digunakan pada metode ini dan teknik analisis regresi linier berganda. Perolehan analisis yang dterapkan mbuktikan kontribusi ke-2 model program manajerial keselamatan dan kesehatan kerja (K3), sebesar 20,2% untuk membentuk kinerja karyawan. Hal ini memberitahukan bahwa perusahaan telah memberikan jaminan bagi karyawan supaya bekerja dengan aman serta dapat mengurangi resiko kecelakaan kerja dan meningkatnya kenyamanan karyawan saat bekerja sehingga karyawan merasa dilindungi.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Pengaruh Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan (Studi Pada Karyawan Bagian Pabrikasi PT. Pabrik Gula Krebet Baru Malang)

Pengaruh Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan (Studi Pada Karyawan Bagian Pabrikasi PT. Pabrik Gula Krebet Baru Malang)

Untuk menguatkan peran kesehatan kerja sangat diperluan dukungan segala aspek dengan fungsi keselamatan kerja dan fungsi yang berhubungan lainnya agar tercipta sebuah kondisi kerja yang aman, pencegahan meterjadi insiden (kecelakaan, kebakaran, penyakit akibat kerja, pencemaran lingkungan). Selain itu perusahaan harus sadar bahwa peningkatan kinerja sangat erat kaitannya dengan efisiensi dan prestasi kerja. Semua hal itu tidak terlepas dari sumber daya manusia yang sehat, aman dan makmur. Karena itu perencanaan upaya kesehatan kerja karyawan harus lebih diperhatikan lagi dan harus mendapatkan perhatian khusus dari perusahaan maupun pemerintah.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN MOTIVASI KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (Studi pada Karyawan Pabrik Gula Kebon Agung Malang)

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN MOTIVASI KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (Studi pada Karyawan Pabrik Gula Kebon Agung Malang)

Sumber daya manusia menjadi bagian paling penting dalamkelangsungan suatu perusahaan. Sumber daya manusia merupakan investasi paling berharga dan pondasi paling kokoh untuk menunjang keberhasilan suatu perusahaan. Pondasi atau kontribusi lainnya seperti fasilitas dan sistem itu bisa saja sama dengan perusahaan yang lain, namun ketika berbicara mengenai sumber daya manusia, hal ini menjadi sesuatu yang unik, spesial, dan memiliki kemampuan yang membedakan suatu perusahaan dengan perusahaan lainnya. Perusahaan merupakan salah satu bentuk organisasi yang menjalani fungsi manajemen antara lain perencanaan, pengorganisasian, pengarahan.Dalam hal ini perusahaan akan mencari potensi sumber daya manusia yang berkualitas dan mengembangkannya menjadi sosok yang kaya akan kompetensi sehingga dapat mendukung kinerja perusahaan ke depannya. Senada dengan Hasibuan (2016:10) yang mengatakan “manajemen sumber daya manusia adalah ilmu dan seni yang mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja agar efektif dan efisien untuk membantu terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan dan masyarakat”. Dengan adanya sumber daya manusia tenaga kerja mempunyai peranan penting dalam sebuah organisasi yaitu sebagai pelaksana dari fungsi-fungsi manajemen. Pencapaian tujuan suatu organisasi merupakan fokus utama dibentuknya organisasi. Untuk mencapai tujuan organisasi tersebut diperlukan seorang pemimpin yang mampu bekerja secara efektif.Semakin pandai pemimpin dalam melaksanakan peranannya, tentunya semakin cepat tujuan perusahaan akan tercapai.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENGARUH KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA (Studi pada Karyawan PT. PLN (Persero) Area Malang)

PENGARUH KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA (Studi pada Karyawan PT. PLN (Persero) Area Malang)

Kepuasan kerja dapat memediasi pengaruh kesehatan kerja terhadap motivasi kerja, yang berarti bahwa jika kesehatan kerja baik, akan menyebabkan karyawan merasa puas dalam bekerja di PT. PLN (Persero) Area Malang sehingga dapat memotivasi karyawan dalam bekerja guna mencapai tujuan perusahaan. Guna memperoleh motivasi kerja yang tinggi, kesehatan kerja di PT. PLN Area Malang dapat dilihat dari adanya pemberian perhatian kesehatan secara periodik, serta adanya jaminan kesehatan dan fasilitas kesehatan. Tingginya motivasi kerja karyawan juga didukung dari kelengkapan fasilitas kesehatan yang ada di perusahaan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kesehatan kerja karyawan di PT. PLN (Persero) Area Malang sangat baik sehingga berpengaruh positif dan signifikan antara kesehatan kerja terhadap motivasi kerja. Hasil penelitian ini mendukung teori Maslow mengenai hirarki kebutuhan manusia adalah “teori kepuasan yang mana bebas dari sakit merupakan kebutuhan fisiologis atau kebutuhan pokok yang manusia penuhi sebelum berusaha memenuhi kebutuhan yang lebih tinggi”. Keselamatan dan kesehatan kerja bagi setiap karyawan merupakan tujuan yang hendak dicapai perusahaan guna menunjang kerja karyawan. “Pengetahuan mengenai keselamatan dan kesehatan kerja yang maju akan dicapai dengan baik dan realistik merupakan faktor yang sangat penting dalam memberikan semangat dalam bekerja” (Ranupandojo dan Husnan, 1998).
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENGARUH ABSENSI, MOTIVASI, KEDISIPLINAN, LINGKUNGAN KERJA, KESELAMATAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN  Pengaruh Absensi, Motivasi, Kedisiplinan, Lingkungan Kerja, Keselamatan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan pada CV.Yhuen Garment Boyolali.

PENGARUH ABSENSI, MOTIVASI, KEDISIPLINAN, LINGKUNGAN KERJA, KESELAMATAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN Pengaruh Absensi, Motivasi, Kedisiplinan, Lingkungan Kerja, Keselamatan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan pada CV.Yhuen Garment Boyolali.

Penelitian ini menggunakan desain survey, yaitu penelitian yang mengambil sampel dari karyawan CV.Yhuen Garment Boyolali dengan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji instrumen, uji asumsi klasik, analisis data ( Analisis regresi linear berganda, uji t, uji F dan koefisien determinasi (R 2 )).

12 Baca lebih lajut

PENGARUH ABSENSI, MOTIVASI, KEDISIPLINAN, LINGKUNGAN KERJA, KESELAMATAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN  Pengaruh Absensi, Motivasi, Kedisiplinan, Lingkungan Kerja, Keselamatan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan pada CV.Yhuen Garment Boyolali.

PENGARUH ABSENSI, MOTIVASI, KEDISIPLINAN, LINGKUNGAN KERJA, KESELAMATAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN Pengaruh Absensi, Motivasi, Kedisiplinan, Lingkungan Kerja, Keselamatan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan pada CV.Yhuen Garment Boyolali.

Penelitian ini menggunakan desain survey, yaitu penelitian yang mengambil sampel dari karyawan CV.Yhuen Garment Boyolali dengan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji instrumen, uji asumsi klasik, analisis data ( Analisis regresi linear berganda, uji t, uji F dan koefisien determinasi (R 2 )).

11 Baca lebih lajut

Pengaruh Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja terhadap Produktivitas Kerja Karyawan PT. Pikiran Rakyat Bandung.

Pengaruh Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja terhadap Produktivitas Kerja Karyawan PT. Pikiran Rakyat Bandung.

Tingkat kecelakaan kerja karyawan di Indonesia saat ini masih terbilang tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa di Indonesia, tingkat kepedulian sektor industri terhadap kesehatan dan keselamatn kerja masih rendah, padahal karyawan merupakan aset penting perusahaan. Salah satu dampak nyata dari kurangnya sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja yang dilakukan perusahaan, berujung pada menurunnya tingkat produktivitas kerja. Berkenaan dengan fenomena tersebut, maka penelitian ini mencoba untuk menganalisis pengaruh positif sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja terhadap produktivitas kerja. Dengan menggunakan sebanyak 42 orang karyawan PT. Pikiran Rakyat Bandung yang berada pada bagian produksi sebagai subjek penelitian ini, yang dilakukan melalui analisis regresi linier berganda; penelitian ini menemukan bahwa sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja secara signifikan berpengaruh positif terhadap produktivitas kerja.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

PERSEPSI KARYAWAN TETAP ATRIA HOTEL & CONFERENCE MALANG ATAS PENGARUH KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA TERHADAP MOTIVASI KERJA DAN KINERJA KARYAWAN

PERSEPSI KARYAWAN TETAP ATRIA HOTEL & CONFERENCE MALANG ATAS PENGARUH KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA TERHADAP MOTIVASI KERJA DAN KINERJA KARYAWAN

Pelaksanaan program keselamatan dan kesehatan sangat erat hubungannya dengan motivasi dan kinerja karyawan karena di dalam perusahaan jika ingin menciptakan suasana kerja yang aman, nyaman, dan tentram, makan karyawan akan merasa diperhatikan. Oleh karena itu program keselamatan dan kesehatan kerja akan mampu meningkatkan motivasi karyawan yang nantinya berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Berdasarkan paparan diatas, maka peneliti ingin melakukan penelitian di sebuah perusahaan yang dapat memberikan jaminan program keselamatan dan kesehatan kerja, sehingga peneliti memilih Atria Hotel & Conference Malang sebagai tempat penelitian. Karena daalam industri pariwisata khususnya bidang perhotelan, kesehatan dan keselamatan kerja sangat diperlukan khususnya pada suatu akomodasi perhotelan. Seluruh karyawan dalam sebuah hotel harus diperhatikan kondisi kesehatan dan keselamatan kerja
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Pengaruh Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Serta Lingkungan Kerja  Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT Coca Cola  Amatil Indonesia

Pengaruh Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Serta Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT Coca Cola Amatil Indonesia

Kesehatan kerja dimaksudkan untuk memberi perlindungan bagi pekerja terhadap pemerasan (eksploitasi) tenaga kerja oleh majikan misalnya untuk mendapatkan tenaga yang murah. Kesehatan kerja merupakan penjagaan agar buruh melakukan pekerjaan yang layak bagi kemanusiaan dan tidak hanya ditunjuk terhadap pihak majikan yang hendak melakukan pemerasan tenaga pekerja, tetapi juga ditujukan terhadap pekerja itu sendiri, dimana dan bilamana pekerja misalnya hendak memboroskan tenaganya dengan tidak mengindahkan kekuatan jasmani dan rohaninya. Kesehatan kerja merupakan suatu hal yang penting dan perlu diperhatikan oleh pihak pengusaha. Karena dengan adanya program kesehatan yang baik akan menguntungkan para karyawan secara material, karena karyawan akan lebih jarang absen, bekerja dengan lingkungan yang lebih menyenangkan, sehingga secara keseluruhan karyawan akan mampu bekerja lebih lama (Mangkunegara, 2000:161).
Baca lebih lanjut

127 Baca lebih lajut

Pengaruh Lingkungan Keja dan Keselamatan & Kesehatan Kerja Karyawan terhadap Kepuasan Kerja pada PT. Priatama Riau Kebun Pulau Rupat

Pengaruh Lingkungan Keja dan Keselamatan & Kesehatan Kerja Karyawan terhadap Kepuasan Kerja pada PT. Priatama Riau Kebun Pulau Rupat

karyawan.Lingkungan kerja merupakan suatu lingkungan dimana para karyawan bekerja dan dapat mempengaruhi mereka dalam menjalankan tugas-tugas yang dibebankan. Lingkungan kerja yang baik akan memberikan kepuasan tersendiri bagi karyawan sehingga karyawan dapat mengerjakan tugas-tugasnya dengan baik. Pada dasarnya seseorang dalam bekerja akan merasa nyaman dan tinggi kesetiaanya pada perusahaan apabila dalam melakukan pekerjaan mereka memperoleh kepuasan kerja sesuai dengan apa yang mereka inginkan. Kepuasan kerja sangat diharapkan oleh semua pihak dari berbagai golongan, kepuasan kerja itu sendiri mempunyai makna bagi seorang pekerja. Kepuasan kerja diharapkan akan dapat mencapai tujuan dari suatu organisasi kearah yang lebih baik lagi. Kepuasan kerja adalah
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENGARUH PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN  Pengaruh Program Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan CV. Manunggal Jaya Di Boyolali.

PENGARUH PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN Pengaruh Program Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan CV. Manunggal Jaya Di Boyolali.

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh program keselamatan dan kesehatan kerja terhadap kinerja karyawan CV. Manunggal Jaya di Boyolali. Jumlah anggota populasi sebanyak 125 orang karyawan. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling karena pengambilan sampel anggota populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi tersebut. Dan penentuan ukuran sampel dalam penelitian ini yaitu sebanyak 40 responden yang akan dijadikan sampel dalam penelitian. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data dan menggunakan teknik analisis regresi linear sederhana untuk mengukur pengaruh dari variabel bebas terhadap variabel terikat yaitu program keselamatan dan kesehatan kerja sebagai variabel independent (X) dan kinerja karyawan sebagai variabel dependent (Y). Pengolahan data dalam penelitian ini dibantu dengan program Stastitical for Product and Service Solution (SPSS) versi 17. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja berpengaruh signifikan dan positif terhadap kinerja karyawan CV. Manunggal Jaya Boyolali. Berdasarkan hasil pengujian empiris variabel program keselamatan dan kesehatan kerja memiliki nilai koefisien sebesar 0.725 dengan nilai t hitung 4.923 serta nilai signifikansi 0.001.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENGARUH PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN  Pengaruh Program Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan CV. Manunggal Jaya Di Boyolali.

PENGARUH PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN Pengaruh Program Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan CV. Manunggal Jaya Di Boyolali.

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh program keselamatan dan kesehatan kerja terhadap kinerja karyawan CV. Manunggal Jaya di Boyolali. Jumlah anggota populasi sebanyak 125 orang karyawan. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling karena pengambilan sampel anggota populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi tersebut. Dan penentuan ukuran sampel dalam penelitian ini yaitu sebanyak 40 responden yang akan dijadikan sampel dalam penelitian. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data dan menggunakan teknik analisis regresi linear sederhana untuk mengukur pengaruh dari variabel bebas terhadap variabel terikat yaitu program keselamatan dan kesehatan kerja sebagai variabel independent (X) dan kinerja karyawan sebagai variabel dependent (Y). Pengolahan data dalam penelitian ini dibantu dengan program Stastitical for Product and Service Solution (SPSS) versi 17. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja berpengaruh signifikan dan positif terhadap kinerja karyawan CV. Manunggal Jaya Boyolali. Berdasarkan hasil pengujian empiris variabel program keselamatan dan kesehatan kerja memiliki nilai koefisien sebesar 0.725 dengan nilai t hitung 4.923 serta nilai signifikansi 0.001.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

Jumlah penduduk terus bertambah, cara bercocok tanam tradisional tidak lagi dapat memenuhi kebu-tuhan hidup masyarakat. Dengan kemampuan daya pikir manusia, maka manusia mulai menemu kan mesin-mesin yang dapat bekerja lebih cepat dan efisiensi dari tenaga manusia. Peristiwa ini mulai dikenal dengan penemuan mesin uap oleh James Waat. Fase industri ini menimbulkan dampak yang sangat mencolok selain kemakmuran yang diperoleh juga exploitasi tenaga kerja, kecelakaan kerja, pencemaran lingkungan, penyakit dan wabah.

5 Baca lebih lajut

SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

Menurut James D. Mooney, organisasi adalah bentuk perserikatan manusia untuk mencapai suatu tujuan bersama. Sedangkan menurut Chester I. Barnard, organisasi adalah sebagai suatu sistem aktifitas kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih. Dari dua pendapat tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa organisasi adalah suatu wadah tempat kumpulan orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu. Secara tegas organisasi ditandai oleh :

8 Baca lebih lajut

SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

Saat ini mulai digalakkan pembuatan WC umum yang dilengkapi septic tank di ligkungan /daerah yang rata-rata penduduknya tidak memiliki WC. Setiap sepuluh rumah disediakan satu WC umum. Upaya demikian sangat bersahabat dengan lingkungan, murah dan sehat karena dapat menghindari pencemaran air sumur / air tanah. Selain itu, sudah saatnya diupa- yakan pembuatan kolam pengolahan air buangan (air cucian, air kamar mandi, dan lain-lain) secara kolektif, agar limbah tersebut tidak langsung dialirkan ke selokan atau sungai. Untuk limbah industri dilakukan dengan mengalirkan air yang tercemar ke dalam beberapa kolam kemudian dibersihkan, baik secara mekanis (pengadukan), kimiawi (diberi zat kimia tertentu) maupun biologis (diberi bakteri, ganggang atau tumbuhan air lainnya). Pada kolam terakhir dipelihara ikan untuk menguji kebersihan air dari polutan yang berbahaya. Reaksi ikan terhadap kemungkinan pengaruh polutan diteliti. Dengan demikian air yang boleh dialirkan keluar (selokan, sungai dll.) hanyalah air yang tidak tercemar.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

Sistem transpor kita yang sangat boros BBM dan mencemari lingkungan juga dapat kita ubah menjadi sistem yang efisien, asal kita mau. Transpor umum adalah sistem yang lebih hemat energi, tetapi tidak kita sukai karena tidak aman, tidak nyaman dan tidak teratur. Tetapi PT.KAI membuktikan bahwa dengan manajemen yang baik PT.KAI dapat untung dan kereta api menjadi alternatif transpor yang menarik, misalnya KA Parahyangan. Untuk jarak pendek kita dapat bersepeda dan berjalan kaki asal pemerintah mau dan siap menyediakan jalur sepeda dan trotoar yang aman dan nyaman. Penggunaan sepeda menciptakan lapangan pekerjaan. Teknologi industri hemat bahan dan energi juga telah berkembang dan telah tersedia, antara lain, melalui UNEP. Penggunaan pestisida dapat dikurangi dengan pengelolaan hama terpadu (PHT) yang menyerahkan sebagian besar pengendalian hama kepada musuh alami hama. Di samping mengurangi pencemaran, PHT meningkatkan keuntungan petani.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

pekerjaannya, seorang pekerja akan mendapat pelayanan pemeriksaan (check-up) dari dokter/RS/Balai Pengobatan yang ditunjuk, bila perlu pihak terkait dapat memberikan ijin sakit (cuti) kepada pekerja tersebut. Pemeriksaan berkala yang dimaksud adalah pemeriksaan kesehatan dalam kurun waktu tertentu (6 bulan/1 tahun) untuk mendeteksi sedini mungkin terjadinya penyakit akibat kerja. Penyelenggaraan latihan/penyuluhan/diklat

5 Baca lebih lajut

SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SMK3 KESELAMATAN DAN KESEHATAN DI TEMPAT KERJA Air Air dipakai untuk berbagai maksud Mencuci tangan setelah bekerja dan mendeteksi l[r]

11 Baca lebih lajut

UPAYA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS BERDASARKAN ANALISIS PENGARUH KESELAMATAN, KESEHATAN KERJA, DAN LINGKUNGAN (K3L) TERHADAP PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA DI PABRIK GULA PT. KREBET BARU MALANG

UPAYA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS BERDASARKAN ANALISIS PENGARUH KESELAMATAN, KESEHATAN KERJA, DAN LINGKUNGAN (K3L) TERHADAP PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA DI PABRIK GULA PT. KREBET BARU MALANG

Kompleksitas hubungan antara variabel semakin berkembang seiring berkembangnya ilmu pengetahuan. Keterkaitan hubungan tersebut bersifat ilmiah, yaitu pola hubungan (relasi) antara variabel saja atau pola pengaruh baik pengaruh langsung maupun tak langsung. Dalam prakteknya, variabel-variabel penelitian pada bidang tertentu tidak dapat diukur secara langsung (bersifat laten) sehingga masih membutuhkan berbagai indikator lain untuk mengukur variabel tersebut. Variabel tersebut dinamakan variabel laten.

5 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects