Top PDF Pengaruh Metode Pembelajaran Renang Terhadap Kondisi Fisik Pada Anak Usia 8 Tahun

Pengaruh Metode Pembelajaran Renang Terhadap Kondisi Fisik Pada Anak Usia 8 Tahun

Pengaruh Metode Pembelajaran Renang Terhadap Kondisi Fisik Pada Anak Usia 8 Tahun

Renang merupakan situasi di mana perenang harus mengapung pada air. Seorang anak dapat menguasai renang jika dapat menikmati aktivitas olahraganya. Aktivitas olahraga menggunakan aktivitas akuatik pada anak dapat membantu perkembangan konsep diri untuk meningkatkan adaptif perilaku anak. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh metode pembelajaran renang terhadap kondisi fisik pada anak usia 8 tahun. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Populasi adalah anak usia 8 tahun yang berjumlah 30 anak, dengan teknik pengambilan sampel adalah sampling jenuh. Teknik pengumpulan antara lain tes kondisi fisik yang terdiri dari tes berjalan selama 6 menit, tes keseimbangan, tes thrust, tes standing broad jump, tes kekuatan pegangan, tes kekuatan otot, tes kecepatan, dan tes fleksibilitas. Teknik analisis data menggunakan uji t pada taraf signifikansi 5%, untuk memenuhi asumsi hasil penelitian dilakukan uji persyaratan analisis yaitu dengan uji normalitas, uji perbedaan dan persentase peningkatan. Penelitian ini menghasilkan simpulan, yaitu ada pengaruh yang signifikan antara metode pembelajaran renang terhadap kondisi fisik pada anak usia 8 tahun. Hal ini dibuktikan dari hasil penghitungan tes akhir kelompok metode pembelajaran renang yaitu t hitung = 161,3268 lebih besar dari pada t tabel = 2,045 dengan
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Pengaruh Metode Pembelajaran Renang Terhadap Kondisi Fisik Pada Anak Usia 8 Tahun

Pengaruh Metode Pembelajaran Renang Terhadap Kondisi Fisik Pada Anak Usia 8 Tahun

adaptif perilaku anak. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh metode pembelajaran renang terhadap kondisi fisik pada anak usia 8 tahun. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Populasi adalah anak usia 8 tahun yang berjuml ah 30 anak , deng an teknik pengambil an sam pel adalah sampling jenuh. Teknik pengumpulan antara lain tes kondisi fisik yang terdiri dari tes berjalan selama 6 menit, tes keseimbangan, tes thrust, tes standing broad jump, tes kekuatan pegangan, tes kekuatan otot, tes kecepatan, dan tes fleksibilitas. Teknik analisis data menggunakan uji t pada taraf signifikansi 5%, untuk memenuhi asumsi hasil penelitian dilakukan uji persyaratan analisis yaitu dengan uji normalitas, uji perbedaan dan persentase peningkatan. Penelitian ini menghasilkan simpulan, yaitu ada pengaruh yang signifikan antara metode pembelajaran renang terhadap kondisi fisik pada anak usia 8 tahun. Hal ini dibuktikan dari hasil penghitungan tes akhir kelompok metode pembelajaran renang yaitu t hitung = 161,3268 lebih besar dari pada t tabel = 2,045 dengan taraf signifikasi 5%.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Pengaruh Pembelajaran Sentra Sains terhadap Perkembangan Fisik Motorik Kasar Anak Usia Dini Usia 5–6 Tahun di RA Al Hikmah Ngampungan Bareng Jombang

Pengaruh Pembelajaran Sentra Sains terhadap Perkembangan Fisik Motorik Kasar Anak Usia Dini Usia 5–6 Tahun di RA Al Hikmah Ngampungan Bareng Jombang

Selain itu, kegiatan-kegiatan yang diberikanpun diarahkan pada kondisi yang menyenangkan sehingga anak senang dan tidak bosan dalam mengikuti pembelajaran. Hal ini sesuai dengan semboyan pendidikan anak usia dini yakni belajar seraya bermain sehingga anak tidak merasa bahwa sebenarnya anak belajar ketika melakukan permainan ini, mereka akan merasa bermain bukan belajar, sehingga anak akan itiga, tertarik mengikuti pembelajaran. Selain itu, pembelajaran yang menyenangkan akan membuat anak merasa nyaman sehingga anak tidak merasa bosan. Dengan pembelajaran menggunakan sentra sains yang menyenangkan, anak akan lebih mudah untuk menerima informasi-informasi baik yang didapat dari anak lain maupun dari guru. Sehingga dengan mudahnya informasi yang masuk mengakibatkan pengembangan kemampuan fisik motorik kasar anak meningkat.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Pengaruh Metode Pembelajaran dan Pengetahuan Berwawasan Lingkungan terhadap Kecerdasan Naturalis Anak Usia Dini 5-6 Tahun

Pengaruh Metode Pembelajaran dan Pengetahuan Berwawasan Lingkungan terhadap Kecerdasan Naturalis Anak Usia Dini 5-6 Tahun

Metode praktik langsung adalah suatu upaya mengembangkan pengalaman belajar anak secara konkret, langsung dan nyata. Melalui metode ini semua, kemampuan anak dapat dikembangkan tidak hanya secara auditori dan visualnya saja melainkan juga kemampuan fisik motorik terlatih untuk melakukan tugas-tugas secara langsung. Adapun kelebihan dan kelemahan dari metode praktik langsung berdasarkan kesimpulan di atas, diantaranya kelebihan; (a) membuat pembelajaran menjadi lebih konkret; (b) anak lebih mudah memahami apa yang dipelajarinya secara konkret; (c) proses pembelajarannya menjadi lebih menarik; (d) merangsang kreativitas anak dengan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber pembela- jaran; dan (e) siswa dirangsang untuk aktif mengamati, menyesuaikan antara teori dengan kenyataan, dan melakukannya sendiri. Kelemahan: (a) memerlukan keterampilan guru secara khusus untuk dapat mempraktikkan apa yang akan dipelajari oleh anak, kalau tidak maka kegiatan pembelajarannya akan tidak efektif; (b) memerlukan fasilitas dan biaya yang cukup banyak; dan (c) memerlukan kesiapan dan perenca- naan yang sangat matang dan memerlukan waktu yang cukup panjang.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Pembelajaran Tehnik Vokal Dalam Bernyanyi  Pada Anak Usia 8-10 Tahun Di Sriwijaya Musik Yogyakarta

Pembelajaran Tehnik Vokal Dalam Bernyanyi Pada Anak Usia 8-10 Tahun Di Sriwijaya Musik Yogyakarta

Pertama, bab I merupakan pendahuluan yang berisikan latar belakang, rumusan masalah,tujuan penulisan, tinjauan pustaka, metode penelitian dan sistematika penulisan. Kedua, bab II membahas tentang vokal dasar yang merupakan bagian dari bernyanyi dan menjelaskan tentang model pembelajaran secara umum yang mencakup tentang tahap-tahap pembelajaran, metode pembelajaran dan media pembelajaran. Ketiga, bab III membahas tentang proses pembelajaran benyanyi anak usia 8-10 tahun di Sriwijaya Musik yang berisikan proses pembelajaran dan peranan minus one dalam belajar benyanyi. Terakhir, bab IV yaitu Penutup yang merupakan kesimpulan menyeluruh tentang penulisan tersebut, lengkap dengan kelebihan dan kekurangan dari peranan minus one dalam membantu proses belajar menyanyi anak usia 8-10 tahun di Sriwijaya Musik Yogyakarta, dan dapat digunakan sebagai masukan bagi pembaca.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Pembelajaran Tehnik Vokal Dalam Bernyanyi Pada Anak Usia 8-10 Tahun Di Sriwijaya Musik Yogyakarta

Pembelajaran Tehnik Vokal Dalam Bernyanyi Pada Anak Usia 8-10 Tahun Di Sriwijaya Musik Yogyakarta

Bernyanyi dengan tehnik vokal yang baik dan benar dapat dicapai dengan latihan rutin. Bernyanyi dengan tehnik vokal dapat dilatih dimana saja dan kapan saja, namun jika tidak dilakukan dengan rutin maka hal tersebut tidak cukup membantu dalam mendapat tehnik yang baik dan benar. Latihan rutin akan membuat pita suara menjadi lentur, suara lebih stabil dan suara akan menjadi lebih indah didengar. Seorang pelatih atau pengajar juga diperlukan dalam latihan bernyanyi dengan tehnik vokal yang baik dan benar, sehingga latihan dapat terlaksana dengan baik. Latihan tersebut dapat dilakukan secara rutin melalui proses pembelajaran, salah satunya melalui kursus.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Pembelajaran Tehnik Vokal Dalam Bernyanyi Pada Anak Usia 8-10 Tahun Di Sriwijaya Musik Yogyakarta

Pembelajaran Tehnik Vokal Dalam Bernyanyi Pada Anak Usia 8-10 Tahun Di Sriwijaya Musik Yogyakarta

Pembelajaran tehnik vokal dalam bernyanyi pada anak usia 8-10 tahun dengan iringan minus one digunakan pengajar di Sriwijaya Musik Yogyakarta. Tujuan penelitian ini agar dapat memperoleh data persiapan pengajar seperti rencana dan pelaksanaan pembelajaran, hambatan yang terjadi dalam pembelajaran, serta manfaat yang diperoleh anak didik saat berlatih tehnik vokal dalam bernyanyi dengan iringan minus one di Sriwijaya Musik Yogyakarta. Hal ini dilakukan agar anak-anak dapat berlatih dengan mudah dan pengajar lebih terfokus pada tehnik vokal anak didik. Peneltian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan melakukan observasi dan wawancara, baik pada pengajar maupun anak didik. Adapun hasil penelitian yang diperoleh pada pembelajaran tehnik vokal dalam bernyanyi ialah pengajar dapat melaksanakan tahap dan metode pembelajaran pada anak didik sesuai dengan perencanaan. Anak didik dengan mudah dapat bernyanyi dengan tehnik yang baik dan benar dan Sriwijaya Musik mempunyai peluang untuk menerima lebih banyak anak didik untuk mengikuti pembelajaran vokal atau bernyanyi dengan mudah.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

APLIKASI PEMBELAJARAN EDU KIDS UNTUK ANAK USIA 7-8 TAHUN BERBASIS ANDROID

APLIKASI PEMBELAJARAN EDU KIDS UNTUK ANAK USIA 7-8 TAHUN BERBASIS ANDROID

Pada penulisan ini telah berhasil dibuat Aplikasi Pembelajaran “Edu Kids” untuk Anak Usia 7 – 8 Tahun Berbasis Android. Aplikasi ini memperkenalkan angka, belajar berhitung serta belajar mengenal bangun datar dan juga mengenal waktu yang dibuat secara menarik dan menggunakan suara dalam bahasa Inggris sehingga pengguna dapat mengikuti suara tersebut untuk mempelajari materi – materi tersebut. Selain itu juga terdapat permainan untuk melatih apa yang sudah pengguna pelajari. Aplikasi ini dapat dijalankan pada android dengan OS berapapun namun dibutuhkan perangkat lunak pembantu yaitu Adobe AIR. Untuk kualitas terbaik dari aplikasi ini dalam segi grafik maupun yang lainnya yaitu pada android dengan OS 6.0 keatas. Aplikasi ini di peruntukkan untuk anak berusia 7 – 8 tahun.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

METODE PEMBELAJARAN PENDIDIKAN ANAK USIA (1)

METODE PEMBELAJARAN PENDIDIKAN ANAK USIA (1)

Inti program Montessori adalah rangkaian khusus materi pembelajaran yang membantu anak belajar dan yang mendukung gagasan Montessori mengenai cara terbaik memfasilitasi pemelajaran anak. Banyak materi ini di rancang untuk melatih dan menggunakan indera guna mendukung pembelajaran. Fungsi materi sensorik adalah membantu membuat anak lebih mengenali kapasitas tubuh untuk meneerima , menafsirkan, dan menggunakan rangsangan. Kedua , materi sensorik membantu mempertajam kekuatan anak untuk mengamati dan membedakan secara visual. Keterampilan ini berfungsi sebagai dasar bagi kesiapan membaca awal umum. Ketiga, materi sensorik meningkatkan kemampuan anak untuk berfikir, sebagai proses yang bergantung pada kemampuan membedakan, mengklasifikasikan, dan mengatur. Anak secara konstan menghadapi keputusan mengenai materi sensorik. Aktivitas sensorik bertujuan untuk mempersiapkan anak untuk menyambut periode sensitif yaitu menulis dan membaca. Materi pelatihan dan pengembangan indera memiliki karakteristik kontrol kesalahan, pemisahan kualitas tunggal, keterlibatan aktif serta daya tarik.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

PENGARUH LATIHAN PERNAPASAN DIAFRAGMA TERHADAP ARUS PUNCAK EKSPIRASI PADA ANAK YANG MEMPUNYAI HOBI RENANG  Pengaruh Latihan Pernapasan Diafragma Terhadap Arus Puncak Ekspirasi Pada Anak Yang Mempunyai Hobi Renang Usia 9 - 15 Tahun.

PENGARUH LATIHAN PERNAPASAN DIAFRAGMA TERHADAP ARUS PUNCAK EKSPIRASI PADA ANAK YANG MEMPUNYAI HOBI RENANG Pengaruh Latihan Pernapasan Diafragma Terhadap Arus Puncak Ekspirasi Pada Anak Yang Mempunyai Hobi Renang Usia 9 - 15 Tahun.

Hasil Penelitian: Pengaruh antara kelompok perlakuan yang diberi latihan pernafasan diafragma dengan kelompok kontrol yang tidak diberi latihan pernafasan diafragma, didapatkan hasil (p=0,225), sehingga tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara 2 variabel tersebut.

17 Baca lebih lajut

Pengaruh Permainan Boy-boyan Terhadap Kemampuan Fisik Motorik Anak Usia 5-6 Tahun

Pengaruh Permainan Boy-boyan Terhadap Kemampuan Fisik Motorik Anak Usia 5-6 Tahun

Setiap anak yang terlahir ke dunia merupakan tunas dan investasi bangsa yang akan meneruskan tongkat estafet bangsa ini, oleh karena itu pendidikan sebagai salah satu upaya pemberdayaan diri dan peningkatan sumber daya manusia (SDM) sangat penting bagi anak. Pentingnya pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah menciptakan interaksi edukatif yang diarahkan pada perkembangan optimal seluruh kemampuan yang dimiliki oleh anak agar dapat menjadi manusia Indonesia yang berkualitas. Pendidikan anak usia dini adalah upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai usia 6 (enam) tahun yang dilakukan melalui pemberian ransangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut (Permendikbud No. 137 tahun 2014). Pendidikan anak usia dini memiliki beberapa aspek dalam perkembangannya yang berdasarkan atas enam aspek perkembangan, meliputi 1) aspek fisik motorik, 2) kognitif, 3) bahasa, 4) sosial emosional, 5) nilai moral agama, dan 6) seni.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

silabus  melatih fisik renang

silabus melatih fisik renang

Mata kuliah ini membahas teori dan praktek melatih fisik atlet renang, meliputi perkembangan proses latihan renang, prinsip-prinsip latihan, merencanakan dan memuat program, melaksanakan program latihan kondisi fisik renang. Kegiatan matakuliah meliputi teori dengan bobot 1 SKS dan praktek 2 SKS

4 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pengaruh Latihan Pernapasan Diafragma Terhadap Arus Puncak Ekspirasi Pada Anak Yang Mempunyai Hobi Renang Usia 9 - 15 Tahun.

PENDAHULUAN Pengaruh Latihan Pernapasan Diafragma Terhadap Arus Puncak Ekspirasi Pada Anak Yang Mempunyai Hobi Renang Usia 9 - 15 Tahun.

Di dalam Islam telah diperjelas tentang Ilmu Fisiologi Respirasi yakni, "Segala sesuatu yang di dalamnya tidak mengandung dzikrullah merupakan perbuatan sia-sia, senda gurau, dan permainan, kecuali empat (perkara), yaitu senda gurau suami dengan istrinya, melatih kuda, berlatih memanah, dan mengajarkan renang ” (HR. An- Nasa’i). Renang merupakan olahraga yang paling menyehatkan, sebab hampir semua otot tubuh bergerak dan berkembang dengan mengkoordinasikan kekuatan setiap perenang.

4 Baca lebih lajut

Perkembangan Fisik Motorik Anak Usia Dini

Perkembangan Fisik Motorik Anak Usia Dini

Perkembangan fisik motorik memiliki peranan sama penting dengan aspek perkembangan yang lain, perkembangan motorik dapat dijadikan sebagai tolak ukur pertama untuk mengetahui tumbuh kembang anak. Hal ini disebabkan perkembangan fisik motorik dapat diamati dengan mudah melalui panca indera, seperti perubahan ukuran pada tubuh anak. Menurut Papalia, D.E. (2014:125) pertumbuhan dan perkembangan fisik mengikuti prinsip sefalokaudal dan proximodistal. Menurut prinsip sefalokaudal, pertumbuhan terjadi dari atas ke bawah, karena otak tumbuh dengan cepat sebelum lahir, kepala bayi yang baru lahir adalah disproporsi besar. Menurut prinsip proximodistal pertumbuhan dan perkembangan motorik dari dalam ke luar (pusat tubuh ke luar), dalam rahim kepala dan badan berkembang sebelum lengan dan kaki, kemudian tangan dan kaki, dan jari tangan dan kaki. Anggota badan terus tumbuh lebih cepat daripada tangan dan kaki pada anak usia dini.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Perkembangan Fisik Anak Usia Dini kelomp

Perkembangan Fisik Anak Usia Dini kelomp

Ubun-ubun atau daerah otak yang lunak 50% bayi yang lahir telah tertutup pada usia delapan belas bulan, dan pada hampir semua bayi telah tertutup pada dua tahun..  OTOT dan LEMAK U[r]

17 Baca lebih lajut

Melatih Kesabaran pada Anak Usia 7 dan 8 Tahun dengan Merajut

Melatih Kesabaran pada Anak Usia 7 dan 8 Tahun dengan Merajut

merajut yang berupa ilustrasi cara merajut, 2 set alat rajut yang disebut breien, benang rajut dan beberapa alat bantu merajut lainnya. Produk ini memiliki kekurangan yang sangat memengaruhi minat belajar anak yaitu tutorial atau panduan merajut yang sulit dipahami anak. Minat untuk belajar merajut sangat di- butuhkan dalam proses belajar.Oleh karena itu panduan atau tutorial dalam merajut harus di- perhatikan dengan baik. Tutorial atau panduan harus menarik dan mudah dipahami oleh anak dengan tujuan menarik anak untuk belajar merajut.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Perancangan Buku Interaktif Pembelajaran Menjahit Untuk Melatih Motorik Halus Bagi Anak-anak Usia 8-12 Tahun

Perancangan Buku Interaktif Pembelajaran Menjahit Untuk Melatih Motorik Halus Bagi Anak-anak Usia 8-12 Tahun

Analisis Perkembangan Anak Usia 8-12 Tahun Menurut Elizabeth B. Hurlock (1997), anak usia 8-12 tahun dapat digolongkan pada akhir masa anak-anak. Pada akhir masa anak-anak sangat mempengaruhi kepribadian dan sosial anak. “Jean Jacques Rousseau berpendapat bahwa dalam perkembangannya anak- anak mengalami bermacam-macam sifat dan ciri perkembangan yang berbeda-beda dari satu fase ke fase yang lain. Oleh karena itu, pendidikan harus disesuaikan dengan sifat masa-masa tertentu itu” (Marliani, 2015, p. 83). Akhir masa anak-anak seringkali disebut sebagai usia bermain oleh para psikolog karena luasnya minat dan kegiatan bermain yang saling tumpang tindih antara ciri-ciri bermain anak-anak yang lebih muda dengan ciri-ciri bermain anak-anak remaja. Agar dapat diterima dalam kelompok sosial, seorang anak yang lebih besar usianya harus melatih keterampilan dalam perkembangannya. Kegagalan dalam pelaksanaannya mengakibatkan pola perilaku yang tidak matang sehingga akan sulit diterima dalam kelompok teman- teman sebayanya yang sudah menguasai keterampilan perkembangan.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENGARUH LATIHAN PERNAPASAN DIAFRAGMA TERHADAP ARUS PUNCAK EKSPIRASI PADA ANAK YANG MEMPUNYAI HOBI RENANG  Pengaruh Latihan Pernapasan Diafragma Terhadap Arus Puncak Ekspirasi Pada Anak Yang Mempunyai Hobi Renang Usia 9 - 15 Tahun.

PENGARUH LATIHAN PERNAPASAN DIAFRAGMA TERHADAP ARUS PUNCAK EKSPIRASI PADA ANAK YANG MEMPUNYAI HOBI RENANG Pengaruh Latihan Pernapasan Diafragma Terhadap Arus Puncak Ekspirasi Pada Anak Yang Mempunyai Hobi Renang Usia 9 - 15 Tahun.

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan acuan penelitian selanjutnya mengenai latihan pernapasan untuk meningkatkan arus puncak ekspirasi pada anak dengan jumlah responden yang lebih sedikit agar dapat mengontrol reponden.

10 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects