Top PDF PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK PADA MATERI PERUBAHAN BENDA

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK PADA MATERI PERUBAHAN BENDA

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK PADA MATERI PERUBAHAN BENDA

Natural sciences education in the country was currently undergoing a paradigm change. According to Permendikbud number 68 in 2013, one of the pattern of science learning is active learning on the students. Based on observations in SMP Negeri 1 Boja in 2014 th August, obtained information that most students have difficulty in learning the object changes material, especially the separation of mixtures. The average value of the 7 th grade students of class VII 2013/2014 school year only 59 have not met the KKM set by the school. Teachers give the concepts directly without invites students to work together to think through the process of discovery. Objects change material was relationship with environmental objects around the students. So, students could find the concepts with inquiry based learning. The purpose of this research was to determine the influence of POGIL learning model and the contribution to wards the critical thinking ability of students in the Object Changes material. This research design was a quasi-experimental the design of non-equivalent control group design. The population as this research was 7 th grade students SMP Negeri 1 Boja. The sample was taken by using purposive sampling technique which is resulted class VII A as control class and class VII B as experimental class. The data consisting of the students critical thinking ability test and the result of interview with sains teacher. Aggregation method of the data consisting of, documentation, test, and interview. The resulted of this research showed that average of critical thinking ability experiment class 85 and control class 75,25. The resulted of biserial corelation analysis 0,55 and coefficient of determination 30%. Based on the interview, the teacher gives a positive impression on the implementation of learning. So, the result of this research, could conclude be found influence of POGIL model on critical thinking ability in the object changes material with influence contribution as big as 30% .
Baca lebih lanjut

217 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING (POGIL) BERBANTUAN LKPD YANG TERINTEGRASI PADA NILAI-NILAI KEISLAMAN TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS PESERTA DIDIK - Raden Intan Repository

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING (POGIL) BERBANTUAN LKPD YANG TERINTEGRASI PADA NILAI-NILAI KEISLAMAN TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS PESERTA DIDIK - Raden Intan Repository

Model pembelajaran POGIL adalah model pembelajaran yang didasarkan pada prinsip konstruktivis yang lebih menekankan pada keaktifan peserta didik untuk belajar melalui interaksi suatu kelompok dalam memecahkan masalah. 8 Model pembelajaran POGIL membimbing peserta didik melalui kegiatan eksplorasi agar peserta didik dapat membangun pemahaman sendiri (inkuiri terbimbing) dengan pendidik sebagai fasilitator. 9 Untuk itu peneliti merasa perlu melakukan penelitian dengan menerapkan model pembelajaran yang baru, yaitu model pembelajaran POGIL yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran matematika di MTs Al- Hikmah Bandar Lampung, dimana dengan adanya model pembelajaran POGIL diharapkan dapat menjadikan peseerta didik lebih aktif serta dapat meningkatkan rasa keingintahuan dalam proses pembelajaran. Berdasarkan beberapa penelitian yang ada, bahwasanya POGIL memberikan efek lebih baik bagi peserta didik dibandingkan pembelajaran konvensional. Pada penerapan model pembelajaran POGIL dikelas,
Baca lebih lanjut

112 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL INKUIRI TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS V PADA MATERI PERUBAHAN SIFAT BENDA. (Penelitian eksperimen terhadap kelas V SDN I Muara dan Kelas V SDN II Muara Kecamatan Suranenggala Kabupaten Cirebon).

PENGARUH MODEL INKUIRI TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS V PADA MATERI PERUBAHAN SIFAT BENDA. (Penelitian eksperimen terhadap kelas V SDN I Muara dan Kelas V SDN II Muara Kecamatan Suranenggala Kabupaten Cirebon).

Pembelajaran merupakan proses dari belajar itu sendiri yakni proses yang dilakukan individu untuk memperoleh perubahan perilaku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil dari pengalaman individu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Di dalam lingkungan sekolah, interaksi dalam pembelajaran meliputi pendidik dan peserta didik. Pembelajaran memiliki lima komponen yaitu tujuan, bahan, metoda, media, dan evaluasi dimana kelima hal tersebut terintegrasi dan saling mempengaruhi dalam ketercapaian suatu pembelajaran. Pembelajaran di sekolah meliputi berbagai mata pelajaran salah
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING BERBANTUAN LAB VIRTUAL TERHADAP KETERAMPILAN GENERIK SAINS FISIKA PESERTA DIDIK SMA KELAS X. - Repository UNRAM

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING BERBANTUAN LAB VIRTUAL TERHADAP KETERAMPILAN GENERIK SAINS FISIKA PESERTA DIDIK SMA KELAS X. - Repository UNRAM

analisis N-gain pada kelas eksperimen menunjukkan nilai yang lebih besar dibandingkan kelas kontrol secara keseluruhan. Untuk perbandingan nilai N gain keterampilan generic sains fisika peserta didik tiap indikator dapat dilihat pada Gambar 2 dengan keterangan indikator KGS 1 : pengamatan langsung, KGS 2 : pengamatan tidak langsung, KGS 3 : kesadaran akan skala besaran, KGS 4: kemampuan menggunakan bahasa simbolik, KGS 5: kemampuan berpikir dalam kerangka taat azas, KGS 6: kemampuan inferensi logika, KGS 7: kemampuan memahami hukum sebab akibat, KGS 8: kemampuan membuat model matematik, dan KGS 9: kemampuan membangun konsep abstrak.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Pengaruh Model Guided Inquiry terhadap Kemampuan Berpikir Kritis pada Pembelajaran Biologi

Pengaruh Model Guided Inquiry terhadap Kemampuan Berpikir Kritis pada Pembelajaran Biologi

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin maju akan membawa perubahan hampir di semua bidang kehidupan. Perubahan tersebut akan membawa manusia ke dalam era persaingan global yang semakin erat, sehingga diperlukan sumber daya manusia berkualitas terutama yang memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi, seperti kemampuan berpikir kritis. Individu yang memiliki kemampuan berpikir kritis dapat lebih mengoptimalkan hasil belajar yang dimiliki, akan dapat mencapai standar kompetensi yang telah ditetapkan dalam kurikulum, serta mampu merancang dan mengarungi kehidupan pada masa yang akan datang yang penuh tantangan, dan persaingan. Hal tersebut didukung oleh pendapat Liliasari (2011) menyatakan bahwa adanya tuntutan era globalisasi yang semakin maju dan kompleks, proses pendidikan sains harus mempersiapkan peserta didik yang berkualitas yaitu peserta didik yang sadar sains (scientific literacy), memiliki nilai, sikap dan keterampilan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills) sehingga akan muncul sumber daya manusia yang dapat berpikir kritis, berpikir kreatif, membuat keputusan, dan memecahkan masalah.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING MELALUI PENDEKATAN PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA KELAS X SMA SWASTA PANCA BUDI MEDAN PADA MATERI REAKSI REDOKS.

PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING MELALUI PENDEKATAN PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA KELAS X SMA SWASTA PANCA BUDI MEDAN PADA MATERI REAKSI REDOKS.

Visi pendidikan sains di Indonesia mempersiapkan peserta didik untuk memiliki pemahaman tentang sains dan teknologi melalui pengembangan keterampilan berpikir, dan keterampilan sikap dalam upaya untuk memahami dirinya sehingga dapat mengelola lingkungan dan mengatasi masalah (Problem Based Learning) dalam lingkungannya. Dalam jangka panjang visi pendidikan sains memberikan kemampuan berpikir kritis, logis, sistematis, bersikap kreatif, tekun, disiplin, mengikuti aturan, dapat bekerja sama, bersikap terbuka, percaya diri, memiliki keterampilan kerja, keterampilan komunikasi dan keterampilan sosial lainnya yang merupakan kemampuan dasar bekerja ilmiah yang secara terus menerus perlu dikembangkan untuk memberikan bekal siswa menghadapi tantangan dalam masyarakat yang semakin kompetitif (Nazaruddin, 2012).
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN POGIL BERBANTUAN LEMBAR KEGIATAN PESERTA DIDIK (LKPD) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH

KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN POGIL BERBANTUAN LEMBAR KEGIATAN PESERTA DIDIK (LKPD) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH

Pemilihan model Pembelajaran yang tepat dalam proses pembelajaran matematika akan berpengaruh terhadap minat serta kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan masalah matematika. Salah satu model pembelajaran yang berpusat pada peserta didik adalah POGIL (Process Oriented Guided-Inquiry Learning). POGIL adalah model pembelajaran yang didesain dengan kelompok kecil yang berinteraksi dengan instruktor/guru sebagai fasilitator. Model pembelajaran ini membimbing peserta didik melalui kegiatan eksplorasi agar peserta didik membangun pemahaman sendiri (inkuiri terbimbing). Dalam pembelajaran di kelas, peserta didik difasilitasi untuk mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi dan kemampuan mengaplikasikan pengetahuannya pada situasi/konteks yang berbeda. Keefektifan model POGIL telah dibuktikan dalam banyak penelitian pendidikan (Farrel dalam Sumardiyanto, 2011). Dari banyak penelitian didapat kesimpulan yang sama yaitu:
Baca lebih lanjut

251 Baca lebih lajut

Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Quantum terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Peserta Didik

Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Quantum terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Peserta Didik

Berpikir kritis adalah proses yang melibatkan operasi mental seperti induksi, deduksi, klasifikasi, dan penalaran. Menurut Ennis serta Fogarty dan McTighe, (Muhfahroyin, 2010:1), “Berpikir kritis merupakan cara berpikir reflektif yang masuk akal atau berdasarkan nalar untuk menentukan apa yang akan dikerjakan dan diyakini”. Disampaikan oleh Diestler (Muhfahroyin, 2010:1) bahwa dengan berpikir kritis, orang menjadi memahami argumentasi berdasarkan perbedaan nilai, memahami adanya inferensi dan mampu menginterpretasi, mampu mengenali kesalahan, mampu menggunakan bahasa dalam berargumen, menyadari dan mengendalikan egosentris dan emosi, dan responsif terhadap pandangan yang berbeda. Lebih lanjut Mc Murarry et al (Muhfahroyin, 2010 : 2) menyampaikan bahwa berpikir kritis merupakan kegiatan yang sangat penting untuk dikembangkan di sekolah, guru diharapkan mampu merealisasikan pembelajaran yang mengaktifkan dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis pada siswa.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Inquiry Model di MTs N 2 Kudus

Inquiry Model di MTs N 2 Kudus

Kemudian langkah selanjutnya adalah mencari nilai yang dihipotesiskan ( o ) dengan cara mencari skor ideal jurisprudential inquiry model = 4 X 20 X 149 = 11920 (4 = skor tertinggi, 20 = jumlah butir instrumen, dan 149 = jumlah responden). Berdasarkan data yang terkumpul jumlah skor variabel jurisprudential inquiry model melalui pengumpulan data angket ialah 10105 : 11920 = 0,8477349 (84%) dari yang diharapkan. Kemudian dicari rata-rata dari skor ideal Jurisprudential Inquiry Model 11920 : 149 = 80, dicari nilai hipotesis yang diharapkan 0,8477349 X 80 = 67,818792. Setelah nilai yang dihipotesiskan ( o ) diperoleh angka sebesar 67,81 dibulatkan menjadi 68 maka nilai tersebut dikategorikan “baik”, karena nilai tersebut termasuk pada rentang interval 66-70.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Pengembangan Media Pembelajaran IPA Berbentuk Komik Model Guided Inquiry untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Sikap Ilmiah Peserta Didik SMP.

Pengembangan Media Pembelajaran IPA Berbentuk Komik Model Guided Inquiry untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Sikap Ilmiah Peserta Didik SMP.

Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan yang mengadaptasi model dari Borg & Gall dan terdiri dari sembilan tahap yaitu: (1) studi pendahuluan, (2) perencanaan produk, (3) pengembangan produk, (4) validasi produk, (5) revisi produk, (6) pengujian terbatas (7) revisi produk, (8) pengujian operasional, dan (9) diseminasi. Validasi produk dilakukan oleh seorang dosen ahli materi dan dosen ahli media, selanjutnya dinilai oleh dua guru IPA, dan dua teman sejawat dari mahasiswa PPS IPA. Subjek coba pada penelitian ini adalah peserta didik kelas VII di SMP Negeri 4 Pakem. Pengujian terbatas menggunakan desain eksperimen one group pretest-posttest dan pengujian operasional menggunakan desain kuasi eksperimen nonequivalent pretest-posttest control group design. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar validasi dan penilaian produk media komik, lembar observasi, lembar angket, dan tes (pretes dan postes).
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Pengaruh Diagram Roundhouse dalam Model Guided Discovery Learning terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Berpikir Logis - UNS Institutional Repository

Pengaruh Diagram Roundhouse dalam Model Guided Discovery Learning terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Berpikir Logis - UNS Institutional Repository

Penelitian ini merupakan Quasy Experiment dengan Pretest-Posttest Non- equivalent Control Group Design. Kedua kelas diberikan pre-test sebelum perlakuan. Post-test diberikan pada akhir penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah 5 kelas X MIPA di SMA Negeri 1 Surakarta. Sampel penelitian diambil dengan teknik purposive sampling dengan kelas X MIPA 1 sebagai kelas kontrol dan kelas X MIPA 2 sebagai kelas eksperimen. Kelas eksperimen menggunakan model Guided Discovery Learning disertai Diagram Roundhouse, sedangkan kelas kontrol menggunakan Guided Discovery Learning tanpa Diagram Roundhouse. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, dokumentasi, dan observasi. Uji hipotesis penelitian menggunakan Independent Sample t-test dibantu program SPSS 23 dengan taraf signifikasi 0,05. Prosedur penelitian meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan analisis data.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PADA PEMBELAJARAN AKUNTANSI DI SMK | Isnaeni | Tata Arta 9253 19680 1 SM

PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PADA PEMBELAJARAN AKUNTANSI DI SMK | Isnaeni | Tata Arta 9253 19680 1 SM

dan masih jarang diperhatikan oleh pendidik adalah kemampuan berpikir kritis. Peserta didik sering kali kebingungan bahkan tidak bisa mengerjakan suatu permasalahan baru yang disajikan dengan sedikit variasi soal. Selama ini kemampuan yang dinilai guru hanya prestasi yang tertera dalam lembar kerja peserta didik saja tanpa memperhatikan bagaimana proses mendapatkan nilai tersebut. Guru menganggap nilai yang tertera di kertas ulangan peserta didik adalah benar-benar kemampuan peserta didik, tetapi di sisi lain seringkali peserta didik tidak jujur dalam mengerjakan soal ulangan sehingga apa yang tertera di kertas ulangan belum tentu murni cerminan kemampuan peserta didik. Lebih lanjut, guru cenderung hanya memperhatikan penyampaian materi pelajaran yang tertera di buku teks pelajaran saja dan belum mengaitkan pemahaman peserta didik dengan permasalahan dalam kehidupan sehari- hari. Padahal pada dasarnya peserta didik dididik untuk terjun ke masyarakat dan menghadapi situasi-situasi yang terkadang jauh berbeda dari apa yang tertera di buku teks. Hal ini menyebabkan kesulitan bagi peserta didik apabila dihadapkan pada permasalahan yang baru karena mereka hanya terpaku pada apa yang ada di buku teks saja.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

T KIM 1402037 Bibliography

T KIM 1402037 Bibliography

Azizah, Z. (2014). Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw II Terhadap Efikasi Diri, Kecemasan, Dan Penguasaan Konsep Peserta Didik Sma Kelas XI Pada Materi Sistem Koloid . (Tesis). Sekolah Pascasarjana, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

6 Baca lebih lajut

T KIM 1402037 Chapter1

T KIM 1402037 Chapter1

Berdasarkan penelitian-penelitian yang telah dilakukan (Chase, et al , 2013; Gale & Boiselle, 2015; Muslim, 2014; Kamil, 2014), kebanyakan mahasiswa mempunyai penguasaan konsep yang rendah dan kurang efikasi dirinya sebelum diterapkan pembelajaran POGIL. Hasil tersebut sesuai dengan hasil wawancara beberapa guru kimia, dapat diketahui bahwa kebanyakan siswa masih lemah dari segi kemandiriannya karena keyakinan diri dan penguasaan konsep siswa rendah. Hal tersebut menyebabkan siswa cenderung memilih tugas yang lebih mudah dan menghindar dari tugas secara keseluruhan serta berupaya untuk tidak bekerja dan lebih mudah menyerah dengan mengandalkan teman yang pintar. Secara tradisional juga, pembelajaran di sekolah maupun di kampus lebih memperhatikan konten, tanpa sengaja melupakan penekanan proses yang lebih tinggi (Zawadzki, 2010).
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

T KIM 1402037 Chapter3

T KIM 1402037 Chapter3

Tes tertulis berisi butir soal pilihan ganda yang bermuatan penguasaan konsep siswa pada konsep pembuatan koloid, yang dilakukan sebelum dan sesudah pembelajaran. Soal pretest dan posttest merupakan soal yang sama yang diberikan pada kedua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Tes yang akan digunakan diuji validitas isi terlebih dahulu kepada 3 orang dosen kimia di Universitas Pendidikan Indonesia dan 2 orang guru kimia SMA. Tes direvisi sesuai dengan saran yang diberikan oleh dosen dan guru, kemudian dilakukan uji coba soal tes. Uji coba soal dilakukan untuk mengetahui validitas butir soal dan nilai reliabilitas soal tes. Kisi-Kisi soal penguasaan konsep pembuatan koloid disajikan pada Tabel 3.3.
Baca lebih lanjut

37 Baca lebih lajut

s pgsd kelas 1101299 chapter1

s pgsd kelas 1101299 chapter1

Dari data di atas hanya 6 peserta didik yang tuntas, sisanya 14 peserta didik masih belum tuntas dalam pembelajaran IPA khususnya materi perubahan sifat benda. Dari permasalahan tersebut guru seharusnya dapat mencipatakan proses pembelajaran yang membuat peserta didik lebih aktif, mampu membangkitkan semangat peserta didik sehingga aktivitas dan hasil belajarpun akan meningkat. Dari permasalahan di atas peneliti mengajukan model pembelajaran yang dianggap mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik yaitu model learnimg cycle. Karena dengan pembelajaran menggunakan model learning cycle peserta didik akan lebih aktif, disiplin dan bertanggungjawab
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN ORIENTASI INKUIRI TERBIMBING (POGIL) DENGAN MENGGUNAKAN HANDOUT TERHADAPA HASIL BELAJAR PADA SISWA KELAS XI SMA MATERI STRUKTUR ATOM.

PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN ORIENTASI INKUIRI TERBIMBING (POGIL) DENGAN MENGGUNAKAN HANDOUT TERHADAPA HASIL BELAJAR PADA SISWA KELAS XI SMA MATERI STRUKTUR ATOM.

2. Bagi guru yang ingin menggunakan Strategi Proses pembelajaran Inkuari Terbimbing (pogil) dengan menggunakan handout hendaknya mampu menguasai kelas dan mengatur waktu dengan baik supaya tahapan Strategi Proses pembelajaran Inkuari Terbimbing (pogil)dengan menggunakan Handout dapat berjalan dengan baik dan handout dapat lebih menuntun

13 Baca lebih lajut

Brown   Model Pogil

Brown Model Pogil

Faculty members who teach medicinal chemistry have worked to bring clinical relevance to their subject matter and maintain the field as a key component in the basic science curriculum of colleges of pharmacy. 1 Inte- gration of strategies such as case studies, 2-5 computerized tutorials, 6-9 and the concept of structurally based thera- peutic evaluation 10-12 have helped to keep the field vibrant, not only with regard to clinical relevance but also compli- ance with current Accreditation Council on Pharmacy Ed- ucation (APCE) standards regarding integration of active learning and critical thinking in the curriculum. 13 This manuscript describes the integration of POGIL into the PharmD curriculum via a 1-semester medicinal chemistry course. Concepts of POGIL were first published in the late 1990s and developed as part of general chemistry courses, but the impact of this philosophy is far reaching due to federal funding for the POGIL project through the National
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

UPAYA PENINGKATAN KEMANDIRIAN DAN PRESTASI BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING (POGIL) DILENGKAPI LKS PADA MATERI POKOK LARUTAN PENYANGGA KELAS XI MIPA 2 SMA NEGERI 2 SUKOHARJO TAHUN PELAJARAN 2015/2016.

UPAYA PENINGKATAN KEMANDIRIAN DAN PRESTASI BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING (POGIL) DILENGKAPI LKS PADA MATERI POKOK LARUTAN PENYANGGA KELAS XI MIPA 2 SMA NEGERI 2 SUKOHARJO TAHUN PELAJARAN 2015/2016.

Wike Arum Sari. K3312074. UPAYA PENINGKATAN KEMANDIRIAN DAN PRESTASI BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING (POGIL) DILENGKAPI LKS PADA MATERI POKOK LARUTAN PENYANGGA KELAS XI MIPA 2 SMA NEGERI 2 SUKOHARJO TAHUN PELAJARAN 2015/2016. Skripsi. Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret. 2016.

18 Baca lebih lajut

T MTK 1404578 Bibliography

T MTK 1404578 Bibliography

Meltzer, DE (2002). The relationship between mathematics preparation and conceptual learning gain in ph ysics: a posible “hidden variable” indiagnostic pretes score. American Journal of Physics. 70(12). MJ, Ustad. (2012). Teori perkembangan kognitif dalam belajar mengajar. Jurnal

7 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...