Top PDF Pengaruh matriks guar gum terhadap profil pelepasan in vitro nifedipin dalam bentuk tablet lepas lambat - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Pengaruh matriks guar gum terhadap profil pelepasan in vitro nifedipin dalam bentuk tablet lepas lambat - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Pengaruh matriks guar gum terhadap profil pelepasan in vitro nifedipin dalam bentuk tablet lepas lambat - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Sedangkan formula A kurang dapat menghambat pelepasan obat dibandingkan formula lainnya. Disimpulkan bahwa pelepasan obat dipengaruhi oleh matriks guar gum. Formula dengan guar gum 20%( b b ) menunjukkan pelepasan yang paling baik dibandingkan dengan formula yang lain.

16 Baca lebih lajut

Profil pelepasan in vitro teofilin dalam tablet lepas lambat dengan menggunakan matriks natrium alginat pada berbagai konsentrasi - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Profil pelepasan in vitro teofilin dalam tablet lepas lambat dengan menggunakan matriks natrium alginat pada berbagai konsentrasi - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

eksponensial difusi, serta orde kinetika pelepasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula D memiliki efek penghambatan pelepasan obat paling lama, dengan jumlah obat yang terlepas 50,95% setelah 360 menit dan nilai %ED 360 adalah 29,21%. Sedangkan formula A tidak dapat

17 Baca lebih lajut

Profil Pelepasan Natrium Diklofenak dari Tablet Lepas Lambat yang Menggunakan Kombinasi Matriks Carrageenan dan Kalsium Sulfat Secara In Vitro - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Profil Pelepasan Natrium Diklofenak dari Tablet Lepas Lambat yang Menggunakan Kombinasi Matriks Carrageenan dan Kalsium Sulfat Secara In Vitro - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

In vitro release profile of natrium diklofenak sustained release tablet with combination matrix carrageenan and calcium sulphate” has been studied. This study is done to find out the in vitro release kinetic of natrium diklofenak from matrix combination by using carrageenan which in combined with calcium sulphate in many concentration. With used matrix carrageenan and calcium sulphate which in combination can make barrier release drug from natrium diklofenak sustained release tablet with result rigid’s structure and make crosslinking. In this research, used 4 formula. The carrageenan concentration in all formulas is 3,75% of tablet’s weight. Formula A which had only carrageenan, formula B with carrageenan:calcium sulphate 1:0.5 ( w w ), formula C with carrageenan:calcium sulphate 1:1 ( w w ) and formula D with carrageenan:calcium sulphate 1:1.5 ( w w ). Tablets were prepared by wet granulation method and the drug released was examined. Drug release parameter that’s used are Banakar’s criteriation, %ED 360 value, K dissolusion , release
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Optimasi formula tablet lepas lambat ibuprofen menggunakan kombinasi matriks guar gum – carrageenan dan PVP K-30 sebagai pengikat - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Optimasi formula tablet lepas lambat ibuprofen menggunakan kombinasi matriks guar gum – carrageenan dan PVP K-30 sebagai pengikat - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

galactomannan non ionik yang berasal dari ekstrak biji leguminous shrub cyamophis tetragonoloba. Guar gum terhidrolisis pada pH 3, dan tahan pemanasan sampai 80 – 95 °C. Carrageenan merupakan golongan polisakarida anionik yang larut dalam air, diperoleh dari hasil ekstraksi tumbuhan familia Rhodophyceae, yang disebut juga alga merah (Therkelsen, 1993). Alasan pemilihan kombinasi dari kedua matriks ini adalah karena kedua matriks ini mampu membentuk crosslinking sehingga terbentuk gel yang kuat sehingga dapat menghambat pelepasan zat aktif bila terkena air. Viskositas gel yang dihasilkan oleh kombinasi keduanya lebih kental daripada bila kedua matriks ini digunakan sendiri-sendiri. Selain itu, kedua matriks ini berasal dari alam sehingga aman untuk dikonsumsi (Maier et al., 1993).
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Pengaruh matriks low methoxyl pectin dengan kalsium sulfat terhadap profil pelepasan In Vitro tablet lepas lambat ketoprofen - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Pengaruh matriks low methoxyl pectin dengan kalsium sulfat terhadap profil pelepasan In Vitro tablet lepas lambat ketoprofen - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

In vitro release profile of ketoprofen sustained release tablet with matrix containing combination of low methoxyl pectin and calcium sulphate” has been studied. In this research, used low methoxyl pectin and calcium sulphate matrix which in combination can make crosslinked that result rigid’s structure and barrier release tablet from ketoprofen sustained release tablet. Based on this, this study is done to find out the in vitro release kinetic of ketoprofen from matrix combination by using low methoxyl pectin which is combined with calcium sulphate in many different concentrations. In this research, used 4 formula. The low methoxyl pectin concentration in all formulas is 2.5% of tablet’s weight. Formula A which had only low methoxyl pectin, formula B with low methoxyl pectin:calcium sulphate 1:0.5 (w/w), formula C with low methoxyl pectin:calcium sulphate 1:1 (w/w) and formula D with low methoxyl pectin:calcium sulphate 1:1.5 (w/w). Tablets were prepared by wet granulation method and the drug released was examined. Drug release parameter that’s used are Banakar’s criteriation, %ED 360 value, K dissolusion , release mechanism according to value of
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian - Profil Pelepasan Natrium Diklofenak dari Tablet Lepas Lambat yang Menggunakan Kombinasi Matriks Carrageenan dan Kalsium Sulfat Secara In Vitro - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian - Profil Pelepasan Natrium Diklofenak dari Tablet Lepas Lambat yang Menggunakan Kombinasi Matriks Carrageenan dan Kalsium Sulfat Secara In Vitro - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Ada berbagai cara untuk mengendalikan pelepasan obat guna mencapai profil pelepasan yang diinginkan, yakni sistem matriks, resin penukar ion, pompa osmotik, dan sistem reservoir. Dalam penelitian ini digunakan sistem matriks hidrofilik. Keuntungan sistem hidrofilik, antara lain, mempunyai konsep yang sederhana, proses pembuatannya mudah, bahan tambahan pada umumnya murah dan aman (Aulton, 2002).

7 Baca lebih lajut

Optimasi perbandingan polimer HPMC K4M – guar gum dan konsentrasi asam tartrat dalam tablet lepas lambat kaptopril menggunakan metode faktorial design - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Optimasi perbandingan polimer HPMC K4M – guar gum dan konsentrasi asam tartrat dalam tablet lepas lambat kaptopril menggunakan metode faktorial design - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Kaptopril merupakan salah satu obat yang sering digunakan dalam pengobatan hipertensi dengan frekuensi penggunaan berulang kali dalam sehari, karena itu kaptopril perlu diformulasikan dalam bentuk lepas lambat dan dicari formula optimumnya dengan menggunakan metode factorial design. Faktor yang digunakan adalah faktor perbandingan polimer HPMC K4M – Guar gum pada tingkat 1:1 dan 4:1 serta konsentrasi asam tartrat pada tingkat 0% dan 5%. Respon yang dipilih berdasarkan kekerasan, kerapuhan, floating lag time, dan konstanta laju disolusi dengan kriteria sesuai persyaratan masing-masing respon. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh kedua faktor dan interaksinya terhadap sifat fisik massa tablet, pelepasan kaptopril dari tablet lepas lambat, floating lag time, seta memperoleh formula optimum yang memenuhi persyaratan dan menghasilkan tablet dengan pola pelepasan obat menurut kinetika orde nol. Faktor kombinasi perbandingan polimer HPMC K4M – Guar gum dapat meningkatkan kekerasan, menurunkan kerapuhan, mempercepat floating lag time, dan memperbesar konstanta laju disolusi. Faktor asam tartrat dapat menurunkan kekerasan, meningkatkan kerapuhan, mempercepat floating lag time, dan memperbesar konstanta laju disolusi. Faktor interaksi kombinasi perbandingan polimer HPMC K4M – Guar gum dan konsentrasi asam tartrat dapat menurunkan kekerasan, meningkatkan kerapuhan, memperlambat floating lag time, dan memperbesar laju disolusi. Berdasarkan program optimasi Design Expert diperoleh formula optimum menggunakan kombinasi perbandingan polimer HPMC K4M – Guar gum 3,04:1 dan konsentrasi asam tartrat 1,33% akan menghasilkan respon kekerasan 12,48 kp, kerapuhan 0,29 %, floating lag time 0,92 menit, dan konstanta laju disolusi 0,04 mg/menit.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Optimasi formula tablet lepas lambat ibuprofen menggunakan kombinasi matriks locust bean gum – xanthan gum dan PVP K-30 sebagai pengikat - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Optimasi formula tablet lepas lambat ibuprofen menggunakan kombinasi matriks locust bean gum – xanthan gum dan PVP K-30 sebagai pengikat - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Ibuprofen merupakan salah satu obat yang sering digunakan dalam pengobatan reumatik dengan frekuensi penggunaan berulang kali dalam sehari. Karena itu ibuprofen perlu diformulasikan dalam bentuk lepas lambat dan dicari formula optimumnya dengan menggunakan metode factorial design. Faktor yang digunakan adalah faktor konsentrasi kombinasi matriks locust bean gum – xanthan gum pada konsentrasi 5% – 10% dan faktor konsentrasi PVP K-30 pada konsentrasi 3% - 5%. Respon yang dipilih mengikuti kriteria Banakar yaitu persen obat larut dalam 3 jam sebesar 25 – 50% dan persen obat larut 6 jam sebesar 45 – 75%. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh kedua faktor dan interaksinya terhadap jumlah ibuprofen yang larut dari tablet lepas lambat dan memperoleh formula optimum yang pelepasannya mengikuti kriteria Banakar.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Pengaruh matriks SCMC terhadap lama mengapung-mengembang dan disolusi pada tablet effervescent lepas lambat Ranitidin HCL - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Pengaruh matriks SCMC terhadap lama mengapung-mengembang dan disolusi pada tablet effervescent lepas lambat Ranitidin HCL - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

=1.7-3 hour, so ranitidine is a good candidate to floating tablet. The aim of , this study was out the duration of floating time and release of ranitidin HCl for sustained released ranitidine HCl effervescent tablet by used sodium carboxy methyl cellulosa in many concentration. Sodium carboxy methyl cellulosa matriks which in can make gel and barrier release tablet from ranitidine HCl sustained release tablet. Four different formula, incorporating sodium carboxy methyl cellulosa at various concentrations namely 0% (FA), 10% (FB), 15% (FC), 25% (FD), werw prepared in three batches. Tablet were prepared by wet granulation method. Drug release parameter used was profil of release ranitidine HCl, %ED 360 value, Banakar
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

1 BAB I PENDAHULUAN - Profil pelepasan in vitro ibuprofen dalam bentuk tablet lepas lambat menggunakan matriks tara gum dan kalsium sulfat - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

1 BAB I PENDAHULUAN - Profil pelepasan in vitro ibuprofen dalam bentuk tablet lepas lambat menggunakan matriks tara gum dan kalsium sulfat - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Obat yang digunakan dalam penelitian ini adalah ibuprofen. Ibuprofen merupakan obat AINS golongan asam karboksilat derivate asam propionate (Wilmana, 2006). Obat ini mempunyai dosis 400-800 mg, tiga sampai empat kali sehari, sedangkan dosis pemakaian tablet lepas lambat adalah 1600 mg perhari. Ibuprofen diabsorpsi baik di saluran pencernaan, laju absorpsi dan eksresi sedikit tinggi, kadar obat dalam darah mencerminkan aktivitas biologis, dan memiliki waktu paruh yang singkat yaitu sekitar dua jam sehingga obat cepat dieliminasi dari tubuh (Wilmana, 2006). Hal ini mengakibatkan kadar ibuprofen dalam darah sukar dipertahankan, kecuali jika obat diberikan sesering mungkin. Tetapi hal ini akan mempersulit penderita yang mempunyai kesibukan tinggi, sehingga kemungkinan lupa untuk minum obat. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka ibuprofen dibuat dalam bentuk sediaan lepas lambat.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - Optimasi formula tablet likuisolid klorfeniramin maleat menggunakan xanthan gum sebagai polimer dan PEG 400 sebagai pelarut non volatile [CD-ROM] - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - Optimasi formula tablet likuisolid klorfeniramin maleat menggunakan xanthan gum sebagai polimer dan PEG 400 sebagai pelarut non volatile [CD-ROM] - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi polimer xanthan gum dan pelarut PEG 400 serta interaksi keduanya terhadap profil pelepasan secara in vitro pada sediaan tablet lepas lambat likuisolid Klorfeniramin maleat; serta bagaimana rancangan komposisi formula optimum kombinasi polimer xanthan gum dan pelarut PEG 400 yang secara teoritis memiliki sifat fisik massa tablet yang memenuhi persyaratan dan menghasilkan tablet dengan pola pelepasan obat menurut kinetika orde nol.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Optimasi formula tablet lepas lambat ibuprofen menggunakan kombinasi matriks guar gum – carrageenan dan PVP K-30 sebagai pengikat - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Optimasi formula tablet lepas lambat ibuprofen menggunakan kombinasi matriks guar gum – carrageenan dan PVP K-30 sebagai pengikat - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Amount of dissolved ibuprofen in 3 hours and 6 hours was influenced by factors that are used and their interactions. Concentration of combination guar gum – carrageenan factor inhibit dissolved ibuprofen from tablets. While the concentration of PVP K-30 and their interaction increase dissolved ibuprofen from tablet. Based on Design-Expert optimization program, optimum formula was obtained using a concentration of combination guar gum – carrageenan matrix 30% and concentration of PVP K-30 3% would be result dissolved drug in 3 hours amounted to 38.82% and dissolved drug in 6 hours amounted to 53.45%.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Profil Pelepasan Natrium Diklofenak dari Tablet Lepas Lambat yang Menggunakan Kombinasi Matriks Carrageenan dan Kalsium Sulfat Secara In Vitro - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Profil Pelepasan Natrium Diklofenak dari Tablet Lepas Lambat yang Menggunakan Kombinasi Matriks Carrageenan dan Kalsium Sulfat Secara In Vitro - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Lampiran 2 Hasil Uji Distribusi Ukuran Partikel Formula A Batch I Replikasi Mesh d µm ln d µm Berat granul yang lebih kecil gram % berat kumulatif granul yang lebih kecil... Lamp[r]

81 Baca lebih lajut

Profil pelepasan in vitro ibuprofen dalam bentuk tablet lepas lambat menggunakan matriks tara gum dan kalsium sulfat - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Profil pelepasan in vitro ibuprofen dalam bentuk tablet lepas lambat menggunakan matriks tara gum dan kalsium sulfat - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Telah dilakukan penelitian tentang “Profil pelepasan in vitro ibuprofen dalam bentuk tablet lepas lambat dengan menggunakan matriks kombinasi tara gum dan kalsium sulfat”. Dalam penelitian ini, matriks yang digunakan adalah tara gum dan kalsium sulfat, dimana jika dikombinasikan dapat membentuk crosslinking yang menghasilkan struktur yang rigid sehingga menghambat pelepasan obat dari tablet lepas lambat ibuprofen. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pelepasan in vitro tablet lepas lambat ibuprofen yang menggunakan matriks kombinasi tara gum dan kalsium sulfat dalam berbagai konsentrasi. Pada penelitian ini, dibuat empat formula. Konsentrasi tara gum yang digunakan pada semua formula adalah 2,5% dari bobot tablet. Formula A mengandung tara gum saja, formula B mengandung tara gum : kalsium sulfat 1:0,5 (b/b), formula C mengandung tara gum : kalsium sulfat 1:1 (b/b), dan formula D mengandung tara gum : kalsium sulfat 1:1,5 (b/b). Tablet dibuat dengan metode granulasi basah dan dilakukan uji pelepasan secara in vitro. Parameter pelepasan yang digunakan adalah persyaratan pelepasan menurut Banakar, nilai %ED 360 , K disolusi , mekanisme pelepasan menurut nilai
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

1 BAB I PENDAHULUAN - Profil pelepasan in vitro ketoprofen dalam tablet lepas lambat dengan menggunakan matriks guar gum pada berbagai konsentrasi - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

1 BAB I PENDAHULUAN - Profil pelepasan in vitro ketoprofen dalam tablet lepas lambat dengan menggunakan matriks guar gum pada berbagai konsentrasi - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Ketoprofen merupakan obat anti-inflamasi non steroid (AINS) derivat asam propionat yang mempunyai waktu paruh singkat ( ±2 jam). Ketoprofen yang ada di pasaran ditemukan dengan nama dagang, antara lain: Orudis ® 200mg tablet dalam SR tetapi sediaan ini adanya di luar negri, tetapi ada sediaan di Indonesia yaitu Kaltrofen ® SR 200 mg. Ketoprofen mempunyai waktu paruh eliminasinya adalah 1,1-4 jam (ke = 0,231/jam). Rentang kadar terapeutiknya yaitu 0,4-6 µg/ml. Volume distribusi adalah sekitar 0,1 L/kgBB (AHFS Drug Information,2002 ). Karena dosis ketoprofen tidak terlalu besar sehingga dapat dibuat sediaan ketoprofen untuk jangka waktu 24 jam (1440 menit), maka harus mengandung ketoprofen untuk dosis pemeliharaan (maintenance dose) sebanyak 161,75 mg, dan dosis terapeutik awal ( initial dose ) sebanyak 26,5 mg, sehingga dosis ketoprofen yang diperlukan untuk pembuatan sediaan tablet lepas lambat dengan jangka panjang waktu 24 jam (untuk pemakaian 1 kali sehari) adalah 191,18 mg ( 200 mg), berarti dosisnya 200 mg.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PROFIL PELEPASAN IN VITRO IBUPROFEN DALAM BENTUK TABLET LEPAS LAMBAT DENGAN MENGGUNAKAN MATRIKS GUAR GUM PADA BERBAGAI KONSENTRASI

PROFIL PELEPASAN IN VITRO IBUPROFEN DALAM BENTUK TABLET LEPAS LAMBAT DENGAN MENGGUNAKAN MATRIKS GUAR GUM PADA BERBAGAI KONSENTRASI

2. Kuncoro Foe, G.Dip.Sc., Ph.D., Apt. dan Drs. Teguh Widodo, Apt. sebagai dosen pembimbing karena telah menyediakan waktu, tenaga, saran, dukungan moral, dan sumbangan beberapa bahan penelitian sehingga membantu saya dalam pengerjaan skripsi ini 3. Dr. Lannie Hadisowignyo, M.Si., Apt dan Henry K.S., M.Si., Apt. sebagai dosen penguji yang telah memberikan banyak saran dan masukan-masukan yang positif dan berguna untuk skripsi ini 4. Seluruh dosen di Fakultas Farmasi UNIKA Widya Mandala karena telah membuka wawasan saya tentang dunia kefarmasian
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Profil pelepasan in vitro ketoprofen dalam tablet lepas lambat dengan menggunakan matriks guar gum pada berbagai konsentrasi - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Profil pelepasan in vitro ketoprofen dalam tablet lepas lambat dengan menggunakan matriks guar gum pada berbagai konsentrasi - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

26,86%. Formula C is the strongly sustained release effect than other formulas. Was concluted that drug release in dissolution was influenced by guar gum matrix. Viscosity gel will be more thicknest if the concentration of guar gum was increased so the release profile of drug will be more slowly.

17 Baca lebih lajut

Pengaruh Matriks Etil Selulosa Terhadap Profil Pelepasan In Vitro Metformin Hidroklorida Dalam Bentuk Tablet Lepas Lambat - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Pengaruh Matriks Etil Selulosa Terhadap Profil Pelepasan In Vitro Metformin Hidroklorida Dalam Bentuk Tablet Lepas Lambat - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Telah dilakukan penelitian tentang Pengaruh Matriks Etil Selulosa Terhadap Profil Pelepasan In Vitro Metformin Hidroklorida Dalam Bentuk Tablet Lepas Lambat. Dalam penelitian ini, matriks yang digunakan adalah etil selulosa yang membentuk channel dengan struktur tablet, obat keluar melalui mekanisme difusi dan erosi ke dalam matriks sehingga mampu menghambat pelepasan obat dari tablet lepas lambat metformin hidroklorida. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pelepasan in vitro tablet lepas lambat metformin hidroklorida yang menggunakan matriks etil selulosa dalam berbagai konsentrasi. Pada penelitian ini, dibuat empat formula. Konsentrasi etil selulosa yang digunakan adalah 20%, 25%, 30% dari bobot tablet. Formula A tidak mengandung matriks etil selulosa, formula B mengandung etil selulosa 20%, formula C mengandung etil selulosa 25%, dan formula D mengandung etil selulosa 30%. Tablet dibuat dengan metode granulasi basah dan dilakukan uji pelepasan secara in vitro. Parameter pelepasan yang digunakan adalah persyaratan pelepasan menurut Banakar, nilai %ED 360 ,
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Pengaruh Matriks Hidroksi Propil Metil Selulosa Terhadap Profil Pelepasan In Vitro Salbutamol Dalam Bentuk Tablet Lepas Lambat - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Pengaruh Matriks Hidroksi Propil Metil Selulosa Terhadap Profil Pelepasan In Vitro Salbutamol Dalam Bentuk Tablet Lepas Lambat - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

menurut nilai eksponensial difusi dan orde kinetika pelepasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi hidroksi propil metil selulosa dapat menurunkan konstanta laju pelepasan salbutamol. Hal ini dikarenakan peningkatan viskositas gel serta semakin tebal juga lapisan selubung perintang yang dibentuk oleh matriks hidroksi propil metil selulosa. F B, F C , F D berturut-turut melepaskan 85,38% , 80,19%, 70,19%

17 Baca lebih lajut

Pengaruh matriks kombinasi carrageenan dan kalsium sulfat terhadap profil pelepasan in vitro ketoprofen dalam bentuk tablet lepas lambat - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Pengaruh matriks kombinasi carrageenan dan kalsium sulfat terhadap profil pelepasan in vitro ketoprofen dalam bentuk tablet lepas lambat - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

39,94%. Sedangkan formula A kurang dapat menghambat pelepasan obat dibandingkan formula lainnya. Disimpulkan bahwa pelepasan obat dipengaruhi oleh matriks kombinasi carrageenan dan kalsium sulfat. Formula dengan perbandingan carrageenan:kalsium sulfat 1:1 (b/b) menunjukkan pelepasan yang paling lama dibandingkan dengan formula yang lain.

16 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...