Top PDF PENGARUH PEMBERIAN JUS JERUK MANIS (Citrus sinensis) TERHADAP INDEKS KELELAHAN OTOT ANAEROB ATLET SEPAK BOLA DI GENDUT DONY TRAINING CAMP (GDTC)

PENGARUH PEMBERIAN JUS JERUK MANIS (Citrus sinensis) TERHADAP INDEKS KELELAHAN OTOT ANAEROB ATLET SEPAK BOLA DI GENDUT DONY TRAINING CAMP (GDTC)

PENGARUH PEMBERIAN JUS JERUK MANIS (Citrus sinensis) TERHADAP INDEKS KELELAHAN OTOT ANAEROB ATLET SEPAK BOLA DI GENDUT DONY TRAINING CAMP (GDTC)

6 tersimpan di dalam otot sebagai sumber energi. Di dalam otot, bentuk creatine yang sudah terfosforilasi yaitu phosphocreatine (PCr) akan Dengan bantuan enzim creatine phospho kinase, phosphocreatine (PCr) yang tersimpan di dalam otot akan dipecah menjadi Pi (inorganik fosfat) dan creatine. Inorganik fosfat (Pi) yang dihasilkan melalui proses pemecahan PCr ini melalui proses fosforilasi dapat mengikat kepada molekul ADP (adenosine diphospate) untuk kemudian kembali membentuk molekul ATP (adenosine triphospate). Melalui proses hidrolisis PCr, energi dalam jumlah besar (2.3 mmol ATP/kg berat basah otot per detiknya) dapat dihasilkan secara instant untuk memenuhi kebutuhan energi pada saat berolahraga dengan intensitas tinggi yang bertenaga. 15 Ketika melakukan aktivitas fisik maksimal, sistem energi ini hanya mampu bertahan sekitar 7-10 detik. Hal ini dikarenakan simpanan ATP dan PC dalam otot sangat sedikit. Pada sistem ini ATP yang tersimpan di otot di gunakan pertama kali sekitar 2-3 detik dan kemudian disusul dengan PC (creatin phosphate) untuk resintesa ATP sampai PC di dalam otot habis yang bertahan sekitar 7-10 detik. 16
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

Pengaruh Pemberian Jus Jeruk Manis (Citrus Sinensis) Terhadap Indeks Kelelahan Otot Anaerob Pada Atlet Sepak Bola Di Gendut Dony Training Camp (Gdtc)

Pengaruh Pemberian Jus Jeruk Manis (Citrus Sinensis) Terhadap Indeks Kelelahan Otot Anaerob Pada Atlet Sepak Bola Di Gendut Dony Training Camp (Gdtc)

Penelitan ini merupakan penelitian experimental dengan rancangan post test only with control group design. Variabel terikat (dependent) dalam penelitian ini adalah nilai indeks Anaerobic Fatigue (AF). Variabel bebas (independent) dalam penelitian ini adalah pemberian jus jeruk manis (Citrus sinensis) dengan dosis 300 ml. Perhitungan subyek penelitian menggunakan rumus Slovin sehingga dibutuhkan 21 subyek yang dibagi menjadi 2 kelompok secara random yaitu 11 atlet kelompok perlakuan (jus jeruk manis 300 ml) dan 10 atlet kelompok kontrol (300 ml placebo berupa air yang ditambahkan pewarna makanan).
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Pengaruh Pemberian Jus Jeruk Manis (Citrus Sinensis.) Terhadap Nilai Vo2max Atlet Sepak Bola Di Gendut Dony Training Camp (Gdtc) Salatiga

Pengaruh Pemberian Jus Jeruk Manis (Citrus Sinensis.) Terhadap Nilai Vo2max Atlet Sepak Bola Di Gendut Dony Training Camp (Gdtc) Salatiga

Pemenuhan karbohidrat bagi atlet bertujuan untuk mengisi kontraksi otot. Diet tinggi karbohidrat atau penyimpanan glikogen dapat membantu atlet dalam memaksimalkan penyimpanna glikogen dan menjaga daya tahan aerobik saat pertandingan atau latihan. 25 Buah jeruk juga mengandung karbohidrat yang dapat digunakan sebagai sumber energi untuk atlet dalam melakukan olahraga. Kandungan karbohidrat pada buah jeruk ada dua macam, yaitu karbohidrat sederhana berupa fruktosa, sukrosa dan glukosa serta karbohidrat kompleks berupa polisakarida non pati (serat pangan). Pada penelitian ini, rerata nilai VO2max pada kelompok perlakuan yang diberi 300 ml jus jeruk manis yaitu 43,67±2,27 dan pada kelompok kontrol yang diberi 300 ml placebo yaitu 39,33±4,39. Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa rerata nilai VO2max pada kelompok perlakuan yang diberi 300 ml jus jeruk manis (54,9 gram karbohidrat) lebih tinggi secara signifikan (p<0,05) dibandingkan dengan kelompok
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN JUS JERUK MANIS (Citrus sinensis) TERHADAP NILAI VO2MAX ATLET SEPAK BOLA DI GENDUT DONY TRAINING CAMP (GDTC) SALATIGA

PENGARUH PEMBERIAN JUS JERUK MANIS (Citrus sinensis) TERHADAP NILAI VO2MAX ATLET SEPAK BOLA DI GENDUT DONY TRAINING CAMP (GDTC) SALATIGA

Karbohidrat merupakan sumber energi utama untuk seorang atlet dalam melakukan olahraga. Semua jenis karbohidrat tersebut akan terkonversi menjadi glukosa di dalam tubuh. Glukosa yang terbentuk kemudian dapat tersimpan sebagai cadangan energi sebagai glikogen di dalam hati (18% - 22%) dan otot (80%) serta dapat tersimpan di dalam aliran darah sebagai glukosa darah atau dapat juga dibawa ke dalam sel-sel tubuh yang membutuhkan. 11,24 Glukosa yang berasal dari glukosa darah dan glikogen akan mengalami proses glikolisis yang menghasilkan molekul ATP dan asam piruvat. Asam piruvat yang dihasilkan akan diubah menjadi asetil KoA di dalam mitokondria dengan bantuan oksigen. Upaya untuk memenuhi kebutuhan energi bagi sel-sel tubuh, asetil-KoA masuk ke dalam siklus asam sitrat untuk kemudian diubah menjadi karbon dioksida (CO2), ATP, NADH dan FADH melalui tahapan reaksi yang kompleks. 11,24 Setelah melewati berbagai tahapan reaksi di dalam siklus asam sitrat, metabolisme energi dari glukosa kemudian akan dilanjutkan melalui proses fosforilasi oksidatif. Pada proses ini, molekul NADH dan FADH yang dihasilkan pada siklus asam sitrat akan diubah menjadi molekul ATP dan H 2 O. Satu buah molekul NADH akan menghasilkan 3 buah molekul ATP
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  LANDASAN KONSEPTUAL PERENCANAAN DAN PERANCANGAN REVITALISASI WISMA ATLET DAN TRAINING CENTER SEPAK BOLA PSIM DI YOGYAKARTA.

PENDAHULUAN LANDASAN KONSEPTUAL PERENCANAAN DAN PERANCANGAN REVITALISASI WISMA ATLET DAN TRAINING CENTER SEPAK BOLA PSIM DI YOGYAKARTA.

Sepak bola merupakan olahraga paling popular dan digemari bukan hanya di Indonesia bahkan juga didunia saat ini, tentunya ini diakibatkan oleh Piala Dunia pertama pada tahun 1930 di Uruguay, yang pertama kali diadakan. Pada waktu itu penyelenggaraan Piala Dunia telah menggusur berita-berita mengenai cabang olahraga lainnya, bahkan sepak bola merupakan bidang olahraga dengan jumlah peminat dan penonton paling banyak mengalahkan bidang olahraga lainnya. Diadakannya piala dunia setiap 4 tahun sekali menjadikan sepak bola dinantikan setiap penonton yang ada didunia, tanpa harus menunggu 4 tahun sekalipun masyarakat pecinta sepak bola dapat melihat suguhan berkualitas dari berbagai liga sepak bola didunia dan berbagai kejuaran ditingkat benua ataupun lintas negara.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

PENGARUH LATIHAN PLIOMETRIK DEPTH JUMP DAN PLANK TRAINING TERHADAP PENINGKATAN POWER OTOT TUNGKAI  Pengaruh Latihan Pliometrik Depth Jump Dan Plank Training Terhadap Peningkatan Power Otot Tungkai Dan Kekuatan Otot Perut Pada Pemain Sepak Bola Pemula.

PENGARUH LATIHAN PLIOMETRIK DEPTH JUMP DAN PLANK TRAINING TERHADAP PENINGKATAN POWER OTOT TUNGKAI Pengaruh Latihan Pliometrik Depth Jump Dan Plank Training Terhadap Peningkatan Power Otot Tungkai Dan Kekuatan Otot Perut Pada Pemain Sepak Bola Pemula.

Skripsi ini disusun guna melengkapi tugas dan memenuhi syarat kelulusan Program PendidikanFisioterapi Diploma IV Universitas Muhammadiyah Surakarta dengan judul “ PENGARUH LATIHAN PLIOMETRIK DEPTH JUMP DAN PLANK TRAINING TERHADAP PENINGKATAN POWER OTOT TUNGKAI DAN KEKUATAN OTOT PERUT PADA PEMAIN SEPAK BOLA PEMULA ” dalam penyusunan skripsi ini tidak lepas dari berbagai hambatan dan kesulitan. Namun berkat bimbingan dan dorongan dari berbagai pihak, penulis dapat menyelesaikannya. Oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

ANALISIS  LANDASAN KONSEPTUAL PERENCANAAN DAN PERANCANGAN REVITALISASI WISMA ATLET DAN TRAINING CENTER SEPAK BOLA PSIM DI YOGYAKARTA.

ANALISIS LANDASAN KONSEPTUAL PERENCANAAN DAN PERANCANGAN REVITALISASI WISMA ATLET DAN TRAINING CENTER SEPAK BOLA PSIM DI YOGYAKARTA.

Memaksimalkan bukaan merupakan point penting pada bangunan Wisma Atlet dan Training Center Sepak Bola, apabila dapat memaksimalkan kualitas dari penghawaan alami maka bisa menghemat penggunaan energi untuk penyejukkan ruang dengan menggunakan AC. Penghawaan alami juga lebih baik bagi atlet sepak bola dibandingkan dengan AC, penggunaan AC lebh baik pada ruangan diskusi, rapat, fitness, dan ruang istirahat atlet agar keadaan didalam ruang bisa lebih rileks dan sejuk. Namun hembusan angin yang terlalukencang juga tidak baik bagi pengguna didalam bangunan sehingga harus diredam dengan menggunakan pohon atau tanaman pagar sehingga hembusan angin yang kencang dan debu yang dibawa angin kencang tidak terlalu banyak masuk kedalam bangunan.
Baca lebih lanjut

92 Baca lebih lajut

SISTEM PENYELENGGARAAN DAN PENGELOLAAN MAKANAN BAGI ATLET SEPAK BOLA

SISTEM PENYELENGGARAAN DAN PENGELOLAAN MAKANAN BAGI ATLET SEPAK BOLA

Asupan suplemen yang berupa multivitamin barangkali perlu dipertimbangkan kembali. Apabila konsumsi energi sudah bersumber dari berbagai bahan yang beragam, maka suplemen vitamin tidak diperlukan lagi. Namun demikian suplemen yang mengandung antioksidan dibutuhkan bagi olahragawan dengan aktivitas yang tinggi. Aktivitas yang tinggi, sangat potensial dalam pembentukan ROS atau terjadi kerusakan oxidatif. Selama latihan dapat meningkatkan konsumsi oksigen 10 – 15 kali lipat, hal ini akan menyebabkan terjadinya tekanan oksidative terhadap otot dan sel-sel lain. Antioksidan dalam tubuh masih mampu melawan ROS bila jumlahnya tidak berlebihan, namun apabila terjadi akumulasi ROS yang banyak, dan aktioksidan endogen tidak lagi mampu melawannya, maka diperlukan asupan antioksidan. Dengan demikian suplemen antioksidan bagi atlet khususnya di Persiba perlu dipertimbangkan untuk diberikan contoh
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Pengaruh Weight Training Dan Body Weight Training Terhadap Power Tungkai Atlet Bola Tangan

Pengaruh Weight Training Dan Body Weight Training Terhadap Power Tungkai Atlet Bola Tangan

Penerapan weight training pada subjek penelitian sesuai dengan prinsip latihan yang baik dan benar menyebabkan peningkatan power otot tungkai. Penerapan weight training pada otot tungkai memberikan beban pada otot tungkai, hal tersebut memberikan rangsangan pada otot tungkai untuk menyesuaikan dan meningkatkan fungsinya, sehingga terjadi peningkatan power otot tungkai. Hal ini diperkuat dengan hasil penelitian ini. Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa ada pengaruh latihan weight training terhadap power otot tungkai atlet bola tangan Yogyakarta dengan tingkat signifikansi 0,000. Hal ini sesuai dengan pendapat Harsono (2010: 3) latihan adalah pemberian rangsangan, yang mana rangsangan tersebut akan menyebabkan organ tubuh mengadakan penyesuaian atau kompensasi.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Efektivitas Metode Latihan Menyerang dan Bertahan terhadap kapasitas Anaerobik dan Indeks kelelahan Sepak Bola (FC UNY).

Efektivitas Metode Latihan Menyerang dan Bertahan terhadap kapasitas Anaerobik dan Indeks kelelahan Sepak Bola (FC UNY).

Danurwindo, dkk (2014: 8) menjelaskan dalam refrensi sepakbola, serta struktur sepakbola yang efektif, olahraga sepakbola ialah soal menyerang, bertahan dan transisi, tidak ada yang lain. Itulah sebabnya kenapa kepelatihan sepakbola, tiga momen tersebut dikenal dengan istillah “Three main moments”. Momen enyerang selalu diawali dengan fase membangun serangan. Untuk dapat membangun serangan, setiap tim perlu melakukan berbagai aksi sepakbola , baik aksi menggunakan dribbling, passing, dan heading. Juga aksi menggunakan tanpa bola seperti menciptakan ruang, berlari ke ruang yang kosong, support, dll. Pada momen bertahan, dimulai dengan fase ganggu lawan bangun serangan. Aksi sepakbola yag dilakukan diantaranya blocking, deflecting, dan catching. Ketiga momen tersebut tidak terlepas dari mekanisme aksi sepakbola , yaitu taktik, teknik, fisik, dan mental
Baca lebih lanjut

42 Baca lebih lajut

Pengaruh Minuman Isotonik Terhadap Deyut Nadi pada Atlet Sepak Bola di Sekolah Sepak Bola (SSB) Persisac Kota Semarang

Pengaruh Minuman Isotonik Terhadap Deyut Nadi pada Atlet Sepak Bola di Sekolah Sepak Bola (SSB) Persisac Kota Semarang

Sampel penelitian adalah semua atlet sepak bola usia 12-14 tahun yang berada di SSB PERSISAC Sambiroto Kota Semarang Jawa Tengah. Jumlah sampel 30 orang yang dibagi 2 kelompok secara random. Kelompok perlakuan diberikan minuman isotonik sebanyak 330 ml dan kelompok control diberikan air mineral sebanyak 330 ml. Setelah itu semua kelompok diukur denyut nadinya sebanyak 3 kali, masing-masing selama 1 menit . Pengukuran dilakukan pertama pada awal (sebelum latihan), kedua sesaat setelah latihan, dan ketiga jeda 10 menit setelah selesai latihan. Analisis bivariat diawali dengan uji kenormalan data, menggunakan uji Kolmogorov Smirnov, yang hasilnya menunjukkan data terdistribusi tidak normal.. sehingga uji beda yang digunakan adalah uji man-whitney
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Pengaruh Pemberian Sport Drink Terhadap Performa dan Tes Keterampilan pada Atlet Sepak Bola Usia 15-18 Tahun

Pengaruh Pemberian Sport Drink Terhadap Performa dan Tes Keterampilan pada Atlet Sepak Bola Usia 15-18 Tahun

Intensitas yang tinggi pada olahraga sepak bola mengakibatkan para atletnya sering mengalami kelelahan sebelum pertandingan selesai. Kelelahan disebabkan penurunan glikogen otot dan glukosa darah. 2 Pemberian makanan atau minuman sumber karbohidrat selama pertandingan berlangsung perlu dilakukan karena terbukti dapat meningkatkan kecepatan dan jarak lari sebanyak 33% pada babak kedua pertandingan sepak bola. 3 Kelelahan juga terjadi karena atlet sepak bola mengeluarkan keringat selama pertandingan sehingga berisiko dehidrasi. 3 Tubuh dapat menoleransi kehilangan cairan sebesar 1-2% dari berat tubuh pada aktivitas yang membutuhkan ketahanan tubuh dan berada pada suhu 20-21 ° C. Apabila tubuh kehilangan cairan sebesar 2% dalam waktu lebih dari 60 menit dan berada pada suhu 31-32 ° C dapat meningkatkan risiko kelelahan yang menyebabkan penurunan performa, peningkatan angka kesakitan dan penurunan fungsi kognitif. 4,5 Selain itu, asupan cairan yang kurang selama latihan dapat meningkatkan suhu tubuh dan denyut nadi. 2
Baca lebih lanjut

35 Baca lebih lajut

Tingkat Percaya Diri Atlet Sepak Bola dalam  Menghadapi Pertandingan

Tingkat Percaya Diri Atlet Sepak Bola dalam Menghadapi Pertandingan

optimalisasi sehingga atlit tim sepak bola dapat bermain dengan lebih optimal pada saat pertandingan selanjutnya. Upaya ini dapat dilakukan secara personal dan/atau dengan bantuan profesional khusus yang memiliki keahlian penanganan psikologis atlit seperti motivator, konselor olahraga dan pelatih khusus yang dapat membantu meningkatkan percaya diri atlet. Atlet yang memiliki percaya diri yang tinggi, akan bermain maksimal dan mampu

12 Baca lebih lajut

Pengaruh Sari Umbi Bit (Beta Vulagaris) Terhadap Vo2max Atlet Sepak Bola

Pengaruh Sari Umbi Bit (Beta Vulagaris) Terhadap Vo2max Atlet Sepak Bola

meningkatkan performa melalui peningkatan ketersediaan asam lemak bebas yang akan meningkatkan oksidasi lemak dalam otot dan menurunkan oksidasi karbohidrat (fase aerob), sehingga dapat mengurangi kelelahan otot yang akan dialami setelah kadar glikogen mencapai kadar yang rendah. Sedangkan pada penelitian kali ini, 83% subjek mengonsumsi kafein dalam bentuk kopi dan teh pada 24 jam sebelum tes VO 2 max post

9 Baca lebih lajut

HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DAN PANJANG TUNGKAI DENGAN KELINCAHAN PADA PEMAIN SEPAK BOLA DI SALATIGA TRAINING CENTRE

HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DAN PANJANG TUNGKAI DENGAN KELINCAHAN PADA PEMAIN SEPAK BOLA DI SALATIGA TRAINING CENTRE

0.05. dan ada hubungan antara panjang tungkai dengan kelincahan dengan nilai r = -0.753 dengan nilai signifikan 0.000 < 0.05. kemudian tidak ada hubungan antara IMT dengan kelincahan di puslat salatiga fc dengan nilai r = -0.822 dengan nilai signifikan 0.000 < 0.05. sedangkan ada hubungan antara panjang tungkai dengan kelincahan dengan nilai r = -0.822 dengan nilai signifikan 0.000 < 0.05 Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara indeks massa tubuh (IMT) dengan kelincahan dan ada hubungan antara panjang tungkai dengan kelincahan di salatiga training center kota salatiga. Tidak Tidak terdapat hubungan antara indeks massa tubuh (IMT) dengan kelincahan dan ada hubungan antara panjang tungkai dengan kelincahan di puslat salatiga fc.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN PILATES EXERCISE TERHADAP FLEKSIBILITAS OTOT HAMSTRING PADA PEMAIN BOLA  Pengaruh Pemberian Pilates Excercise terhadap Fleksibilitas Otot Hamstring pada Pemain Bola.

PENGARUH PEMBERIAN PILATES EXERCISE TERHADAP FLEKSIBILITAS OTOT HAMSTRING PADA PEMAIN BOLA Pengaruh Pemberian Pilates Excercise terhadap Fleksibilitas Otot Hamstring pada Pemain Bola.

Pada olahraga sepak bola dibutuhkan beberapa komponen yang menunjang kualitas dan prestasi pemainnya. Salah satunya adalah flexibilitas otot Hamstring sehingga dapat mengurangi tingkat cidera pada pemainnya. Hal tersebut dapat ditingkatkan dengan menggunakan latihan Pilates Exercise.Untuk mengetahui ada pengaruh pemberian Pilates Exercise terhadap fleksibilitas otot hamstring pada pemain bola. Dapat meningkatkan flexibilitas otot Hamstring pemain sepak bola dengan menggunakan Pilates Exercise. Jenis penelitian yang digunakan quasi eksperimen, dengan desain Two Group Pretest-Posttest Design. Jumlah sampel pada penelitian ini sebesar 22 sampel. Sampel diberikan perlakuan core stability exercise dengan metode pilates exercise untuk kelompok perlakuan dan core stability exercise untuk kelompok kontrol, di lakukan selama 4 minggu dengan frekuensi latihan 3 kali dalam seminggu. Analisis statistik menggunakan Wilcoxon test untuk uji pengaruh dan uji Mann - Whitney Test untuk uji beda pengaruh. Alat ukur Sit and Reach Test untuk flexibilitas otot dan Leg Dynamometer untuk MMT tungkai. Setelah dilakukan uji Wilcoxon Test ada pengaruh pemberian pilates exercise terhadap flexibilitas otot hamstring dengan p-value 0,03. Terdapat beda pengaruh antara pilates exercise dengan core stability exercise terhadap flexibilitas otot hamstring setelah dilakukan uji Mann - Whitney Test diperoleh p-value 0,000. Ada pengaruh pemberian Pilates Exercise terhadap fleksibilitas otot hamstring pada pemain bola.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN PILATES EXERCISE TERHADAP FLEKSIBILITAS OTOT HAMSTRING PADA PEMAIN BOLA  Pengaruh Pemberian Pilates Excercise terhadap Fleksibilitas Otot Hamstring pada Pemain Bola.

PENGARUH PEMBERIAN PILATES EXERCISE TERHADAP FLEKSIBILITAS OTOT HAMSTRING PADA PEMAIN BOLA Pengaruh Pemberian Pilates Excercise terhadap Fleksibilitas Otot Hamstring pada Pemain Bola.

Latar Belakang: Pada olahraga sepak bola dibutuhkan beberapa komponen yang menunjang kualitas dan prestasi pemainnya. Salah satunya adalah flexibilitas otot Hamstring sehingga dapat mengurangi tingkat cidera pada pemainnya. Hal tersebut dapat ditingkatkan dengan menggunakan latihan Pilates Exercise .

15 Baca lebih lajut

Pengaruh Pemberian Jenis Minuman Rehidrasi Ditinjau dari Status Gizi terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Atlet Sepak Bola.

Pengaruh Pemberian Jenis Minuman Rehidrasi Ditinjau dari Status Gizi terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Atlet Sepak Bola.

Karbohidrat merupakan sumber energi utama untuk melakukan setiap aktivitas termasuk olahraga. Menurut Coyle (2004), menyatakan bahwa kelelahan dapat dikurangi dengan menambahkan karbohidrat ke dalam minuman. Hasil studi tersebut menyatakan bahwa karbohidrat yang berasal dari luar merupakan sumber energi yang predominan selama aktivitas fisik yang lama (Guyton dan Hall, 2007). Salah satu contoh karbohidrat dari luar tubuh adalah air gula. Air gula merupakan suatu jenis sukrosa yang murah dan mudah diperoleh. Sedangkan Sport drink merupakan minuman yang mengandung karbohidrat dan elektrolit, serta dapat digunakan sebagai minuman rehidrasi pada atlet saat latihan atau pertandingan. Sport drink memiliki karakteristik antara lain, mengandung karbohidrat 5-7 % atau 14 gram dalam 237 ml cairan, mengandung 110-165 mg natrium, dan beberapa jenis karbohidrat berindeks glikemik tinggi (Dorfman, 2008). Pemberian minuman rehidrasi yang berbeda ini diduga berpengaruh terhadap kadar glukosa darah.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Status Hidrasi Sebelum Dan Sesudah Latihan Atlet Sepak Bola Remaja

Status Hidrasi Sebelum Dan Sesudah Latihan Atlet Sepak Bola Remaja

Berdasarkan peraturan dalam olahraga sepakbola, selama pertandingan berlangsung tidak ada istirahat formal yang memperbolehkan atlet mengonsumsi cairan sehingga dimungkinkan konsumsi cairan atlet inadekuat. Jika pertandingan dilakukan dalam cuaca panas, atlet akan butuh cadangan cairan dan karbohidrat yang lebih. Oleh karena itu, performa atlet pada saat latihan atau pertandingan berlangsung perlu dijaga. Salah satu caranya adalah dengan mengonsumsi cairan yang cukup untuk menghindari cedera akibat panas tubuh yang berlebihan dan mengembalikan cairan yang hilang melalui keringat untuk mencegah terjadinya dehidrasi. Penelitian Kavaouras (2013) menunjukkan prevalensi dehidrasi sebesar 90% pada atlet sepakbola remaja selama latihan sepakbola dilakukan. 14
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pengaruh Latihan Pliometrik Depth Jump Dan Plank Training Terhadap Peningkatan Power Otot Tungkai Dan Kekuatan Otot Perut Pada Pemain Sepak Bola Pemula.

PENDAHULUAN Pengaruh Latihan Pliometrik Depth Jump Dan Plank Training Terhadap Peningkatan Power Otot Tungkai Dan Kekuatan Otot Perut Pada Pemain Sepak Bola Pemula.

berkembang karena pada umur tersebut kekuatan masih dapat dibentuk secara bersamaan dengan perkembangan sistem neuromusculuskletal yang masih berlangsung dan dalam umur remaja pertengahan ini sangat tepat dalam pembangunan basic skill dalam bidang olahraga, khususnya sepak bola.

5 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects