Top PDF Pengaruh Pemberian Klorofilin Berbagai Dosis Terhadap Indeks Fagositosis Makrofag Dan Kadar Nitric Oxide Mencit BALB/c Yang Diinfeksi Dengan Salmonella Typhimurium

Pengaruh Pemberian Klorofilin Berbagai Dosis Terhadap Indeks Fagositosis Makrofag Dan Kadar Nitric Oxide Mencit BALB/c Yang Diinfeksi Dengan Salmonella Typhimurium

Pengaruh Pemberian Klorofilin Berbagai Dosis Terhadap Indeks Fagositosis Makrofag Dan Kadar Nitric Oxide Mencit BALB/c Yang Diinfeksi Dengan Salmonella Typhimurium

Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental laboratorik dengan menggunakan rancangan the post test only controlled group. Sampel penelitian adalah 30 ekor mencit Balb/c yang dibagi dalam lima kelompok, yaitu dua kelompok kontrol negatif, kontrol positif, kelompok yang diberi klorofilin dosis 100 µg/g BB/hari, 200 µg/g BB/hari dan 380 µg/g BB/hari. Penelitian dilakukan di LPPT (Laboratorium Penelitian dan Pengujian Terpadu) UGM (Universitas Gadjah Mada). Indeks fagositosis dilihat berdasarkan prosentase sel yang memfagosit partikel latex yang dihitung pada 200 sel dikali rerata jumlah partikel yang difagosit pada sel yang positif. Kadar NO diukur dari konsentrasi NO yang terdapat dalam supernatan kultur makrofag yang diukur denga reagen Griess.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

(ABSTRAK) EFEKTIVITAS SUPLEMENTASI MIKROMINERAL SENG (ZN) TERHADAP INDEKS FAGOSITOSIS MAKROFAG MENCIT BALB/C YANG DIINFEKSI Salmonella typhimurium.

(ABSTRAK) EFEKTIVITAS SUPLEMENTASI MIKROMINERAL SENG (ZN) TERHADAP INDEKS FAGOSITOSIS MAKROFAG MENCIT BALB/C YANG DIINFEKSI Salmonella typhimurium.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata indeks fagositosis mencit Balb/c pada kelompok kontrol = 1,744; perlakuan 1 = 4,283; perlakuan 2 = 1,955, dan perlakuan 3 = 1,777. Hasil analisis One Way ANAVA menunjukkan adanya perbedaan antara antara kelompok kontrol dengan perlakuan (p<0,05). Hasil uji lanjut dengan menggunakan Bonferroni menunjukkan perbedaan yang bermakna pada K-P1 (p<0,05), P1-P2 (p<0,05), dan P1-P3 (p<0,05). Tidak terdapat perbedaan yang bermakna pada K-P2 (p>0,05), K-P3 (p>0.05), dan P2-P3(p>0,05).

2 Baca lebih lajut

Pengaruh Ekstrak Buah Naga Daging Merah (Hylocereus Polyrhizus) Terhadap Berat Badan, Indeks Fagositosis Makrofag Dan Produksi Nitrit Oksida Makrofag (Studi Pada Mencit BALB/c Yang Diinfeksi Salmonella Typhimurium)

Pengaruh Ekstrak Buah Naga Daging Merah (Hylocereus Polyrhizus) Terhadap Berat Badan, Indeks Fagositosis Makrofag Dan Produksi Nitrit Oksida Makrofag (Studi Pada Mencit BALB/c Yang Diinfeksi Salmonella Typhimurium)

Infeksi saluran cerna pada hewan coba menyebabkan hypophagia (intake makan berkurang), penurunan berat badan (BB) 2 . Penyakit infeksi secara langsung mempengaruhi status gizi, hiperkatabolisme yang diikuti dengan anoreksia makin memperburuk status gizi 11 . Penurunan BB pada kelompok kontrol pada penelitian ini dikarenakan penyakit infeksi Salmonellosis yang diderita, anoreksia, dan intake makan mencit kemungkinan rendah. Respon fase akut pada keadaan infeksi meliputi gangguan sistemik yang meliputi gangguan syaraf; endokrin; perubahan metabolisme seperti demam, leukositosis, peningkatan kadar hormon, komplemen teraktivasi. Respon fase akut tersebut disertai peningkatan kebutuhan energi dan rendahnya intake makan akan mempengaruhi status gizi. Respon fase akut dipicu oleh aksi sitokin
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS SUPLEMENTASI MIKROMINERAL SENG (ZN) TERHADAP INDEKS FAGOSITOSIS MAKROFAG MENCIT BALB/C YANG DIINFEKSI Salmonella typhimurium.

EFEKTIVITAS SUPLEMENTASI MIKROMINERAL SENG (ZN) TERHADAP INDEKS FAGOSITOSIS MAKROFAG MENCIT BALB/C YANG DIINFEKSI Salmonella typhimurium.

Salmonella typhi masuk ke tubuh manusia melalui makanan dan air yang tercemar. Pada saat masuk saluran pencernaan sebagian S. typhi akan mati oleh asam lambung dan sebagian yang lain akan menembus ileum (usus halus). Selanjutnya terjadi komplikasi perdarahan dan perforasi intestinal, S.typhi menembus lamina propia, masuk aliran limfe dan masuk aliran darah melalui duktus torasikus. Bakteri S. typhi dapat mencapai hati melalui sirkulasi portal dari usus, selain itu juga dapat bersarang di plak Peyeri (jaringan limfoid usus halus), limpa, hati dan bagian-bagian lain sistem retikuloendotelial. Bakteri S. typhi dapat memproduksi endotoksin yang merangsang sintesis zat pirogen dan leukosit pada jaringan yang meradang sehingga terjadi demam (Mansjoer et. al 1999).
Baca lebih lanjut

66 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK Phyllanthus Niruri TERHADAP STATUS IMUN PADA MENCIT BALB/C YANG DIINFEKSI Salmonella Typhimurium : GAMBARAN MORFOLOGI LIMFOSIT DAN PRODUKSI NITRIC OXIDE (NO) MAKROFAG

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK Phyllanthus Niruri TERHADAP STATUS IMUN PADA MENCIT BALB/C YANG DIINFEKSI Salmonella Typhimurium : GAMBARAN MORFOLOGI LIMFOSIT DAN PRODUKSI NITRIC OXIDE (NO) MAKROFAG

tinggi pada kelompok mencit yang diinfeksi Salmonella typhimurium tetapi tidak diberi ekstrak Phyllanthus niruri L. Analisis statistik dengan menggunakan One Way ANOVA, ternyata terdapat perbedaan yang bermakna (p=0.000) pada jumlah kadar NO antara 5 kelompok percobaan. Karena varian – varian kadar NO makrofag pada kelompok ini homogen maka dilakukan analisis lebih lanjut dengan Post Hoc Test Bonferroni untuk melihat perbedaan antara kelompok.

14 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK UMBI GYNURA PROCUMBENS (LOUR.) MERR TERHADAP SEKRESI NO MAKROFAG MENCIT BALB/c YANG DIINFEKSI SALMONELLA TYPHIMURIUM

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK UMBI GYNURA PROCUMBENS (LOUR.) MERR TERHADAP SEKRESI NO MAKROFAG MENCIT BALB/c YANG DIINFEKSI SALMONELLA TYPHIMURIUM

Respon imun seluler (cell mediated immunity) memegang peranan yang sangat penting dalam mengeliminasi bakteri intra seluler seperti Salmonella typhimurium melalui mekanisme fagositosis oleh makrofag dan lisis terhadap sel yang terinfeksi oleh sel T CD8 + dan sel NK. 5,14 Bakteri yang telah difagosit akan menstimulasi makrofag untuk memproduksi IL-12 yang akan mengaktifkan sel NK. Sel NK kemudian akan mensekresikan INF-γ yang akan mengaktivasi makrofag sehingga makrofag teraktivasi akan mensekresi senyawa-senyawa oksigen reaktif yang bersifat toksik bagi mikroba, salah satunya adalah nitric oxide (NO). 4,9 Gynura procumbens memiliki kandungan minyak atsiri yang dapat memacu makrofag dalam memproduksi NO, dengan demikian meningkatkan efektivitas fagosit dalam mengeliminasi bakteri. 13
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK RUMPUT MUTIARA(Hedyotis corymbosa) TERHADAP PROLIFERASI LIMFOSIT LIEN MENCIT Balb/c YANG DIINFEKSI DENGAN Salmonella typhimurium

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK RUMPUT MUTIARA(Hedyotis corymbosa) TERHADAP PROLIFERASI LIMFOSIT LIEN MENCIT Balb/c YANG DIINFEKSI DENGAN Salmonella typhimurium

Demam tifoid adalah infeksi akut usus halus yang disebabkan oleh bakteri Salmonella. Salmonella typhi merupakan penyebab mayoritas dari penyakit ini, meskipun dapat juga disebabkan oleh beberapa spesies Salmonella yang lain 1 . Salmonella typhi merupakan kuman enterik gram negatif berflagel yang biasanya menginvasi manusia dan dapat menimbulkan gejala sakit kepala, malaise, anorexia, splenomegali dan bradikardi relatif 2 .

25 Baca lebih lajut

Pengaruh Pemberian Tiga Jenis Kombinasi Herbal A,b Dan C Terhadap Indeks Fagositosis Makrofag Dan Produksi Roi Pada Mencit Balb/c

Pengaruh Pemberian Tiga Jenis Kombinasi Herbal A,b Dan C Terhadap Indeks Fagositosis Makrofag Dan Produksi Roi Pada Mencit Balb/c

Sistem imunitas didalam tubuh manusia merupakan satu kesatuan yang kompleks dan berlapis-lapis dalam menghadapi invasi patogen yang masuk seperti bakteri, jamur, virus dan parasit. Respon imun spesifik dan non-spesifik diperlukan untuk mengatasi patogen yang menginfeksi. Salah satu upaya tubuh untuk mempertahankan diri dari masuknya antigen yaitu dengan cara menghancurkan antigen tersebut secara non-spesifik yang dikenal dengan proses fagositosis. Makrofag merupakan salah satu sel utama pertahanan non spesifik yang melakukan fagositosis yaitu melalui pengenalan, pengikatan, endositosis, fusifagosom, pemusnahan dan pencernaan bakteri. 1 Selama proses fagositosis berlangsung, akan terjadi Respiratory burst yaitu dilepaskannya ROI atau metabolit oksigen yang akan berperan membunuh patogen yang merusak tubuh. 2
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BUAH KURMA (Phoenix dactylifera L.) VARIETAS AJWA TERHADAP KADAR NO PADA MENCIT Balb/C YANG DIINFEKSI BAKTERI Salmonella Typhimurium

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BUAH KURMA (Phoenix dactylifera L.) VARIETAS AJWA TERHADAP KADAR NO PADA MENCIT Balb/C YANG DIINFEKSI BAKTERI Salmonella Typhimurium

Dipilih mencit strain Balb/C karena sensitif terhadap infeksi Salmonella Typhimurium dan pada umur 8–10 minggu dilaporkan dapat menimbulkan respon imun seluler apabila diinfeksi dengan kuman Salmonella Typhimurium. Pemilihan kuman Salmonella Typhimurium disebabkan dalam eksperimen akan dipelajari respon imun seluler pada umumnya, dan respon imun terhadap kuman Salmonella Typhimurium pada khususnya.

11 Baca lebih lajut

Pengaruh Pemberian Ekstrak Umbi Gynura procumbens Terhadap Hitung Kuman Organ Limpa Mencit BALB/C yang Diinfeksi Salmonella typhimurium

Pengaruh Pemberian Ekstrak Umbi Gynura procumbens Terhadap Hitung Kuman Organ Limpa Mencit BALB/C yang Diinfeksi Salmonella typhimurium

mencit yang diperoleh dari UPHP UNNES Semarang. Sampel penelitian diambil dari populasi yang ada secara random dengan kriteria inklusi mencit jantan sehat, strain Balb/c, umur 8 – 12 minggu, berat badan 20 – 25 gram dan kriteria eksklusi gerakan mencit tidak aktif, dan tikus mati dalam penelitian. Besar sampel ditentukan berdasarkan panduan penelitian dari WHO yaitu minimal 5 mencit setiap kelompok.

15 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN SIRIH

MERAH (Piper crocatum) DOSIS BERTINGKAT PERORAL

SELAMA 14 HARI TERHADAP PRODUKSI NITRIT OKSIDA

(NO) MAKROFAG : Studi pada mencit Balb/c yang diinfeksi Salmonella typhimurium

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN SIRIH MERAH (Piper crocatum) DOSIS BERTINGKAT PERORAL SELAMA 14 HARI TERHADAP PRODUKSI NITRIT OKSIDA (NO) MAKROFAG : Studi pada mencit Balb/c yang diinfeksi Salmonella typhimurium

dimana t adalah kelompok perlakuan dan n adalah jumlah sampel per kelompok perlakuan. Penelitian ini terdiri dari 5 kelompok perlakuan, maka didapatkan jumlah sampel per kelompok perlakuan adalah ≥ 5 ekor. Besar sampel juga ditentukan berdasarkan pedoman WHO mengenai penggunaan hewan coba untuk penelitian eksperimental, yakni jumlah sampel minimal 5 ekor tiap kelompok. 37 Penelitian ini menggunakan jumlah sampel 6 ekor tiap kelompok. Maka, besar sampel yang diibutuhkan adalah 25 ekor mencit C3H.

10 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK RUMPUT MUTIARA (Hedyotis corymbosa)DOSIS BERTINGKAT TERHADAP AKTIVITAS FAGOSITOSIS MAKROFAG MENCIT BALB/C

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK RUMPUT MUTIARA (Hedyotis corymbosa)DOSIS BERTINGKAT TERHADAP AKTIVITAS FAGOSITOSIS MAKROFAG MENCIT BALB/C

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik dengan menggunakan rancangan The Post Test Only Control Group Design. Sampel berupa 20 mencit Balb/c dengan kriteria spesifik yang dibagi secara acak menjadi empat kelompok. K adalah kelompok tanpa perlakuan apa pun dan berlaku sebagai kontrol. P1, P2, dan P3 sebagai kelompok perlakuan yang diberi ekstrak Rumput mutiara dan diamati aktivitas fagositosisnya setelah 14 hari. Ekstrak berupa larutan konsentrat dari seluruh bagian rumput mutiara dan dibuat dalam tiga dosis.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK LIDAH BUAYA (Aloe vera) TERHADAP PROLIFERASI LIMFOSIT PADA MENCIT Balb/c YANG DIINFEKSI SALMONELLA TYPHIMURIUM

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK LIDAH BUAYA (Aloe vera) TERHADAP PROLIFERASI LIMFOSIT PADA MENCIT Balb/c YANG DIINFEKSI SALMONELLA TYPHIMURIUM

Latar Belakang: Demam tifoid merupakan penyakit endemis di Indonesia yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhimurium. Salmonella adalah bakteri intraseluler fakultatif maka sistem imunitas yang berperan yaitu sistem imun seluler. Aloe vera merupakan tanaman obat tradisional yang mengandung banyak komponen aktif yang dapat memacu aktivitas fagositosis.

21 Baca lebih lajut

Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Sirih Merah (Piper Crocatum) Dosis Bertingkat Terhadap Proliferasi Limfosit Limpa Mencit Balb/c Yang Diinfeksi Salmonella Typhimurium

Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Sirih Merah (Piper Crocatum) Dosis Bertingkat Terhadap Proliferasi Limfosit Limpa Mencit Balb/c Yang Diinfeksi Salmonella Typhimurium

Proliferasi limfosit limpa ditemukan meingkat pada kelompok Perlakuan 1 dan 2 dibandingkan dengan kelompok Kontrol 2. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun Piper crocatum dapat meningkatkan proliferasi limfosit. Pemberian alkaloid menunjukkan adanya peningkatan proliferasi mitogenik yang signifikan pada splenosit. Peningkatan ini sebanding dengan peningkatan proliferasi ketika diberikan mitogen lain seperti LPS, ConA, PHA, dan PWM. Peningkatan serupa juga didapatkan pada sumsum tulang dan timus. 8 Kandungan tannin pada Piper crocatum meningkatkan IL-1. IL-1 merupakan sebuah sitokin yang dihasilkan oleh makrofag dan monosit dan memiliki peran penting dalam perkembangan respon inflamasi. Sitokin ini diperlukan dalam proliferasi limfosit. Selain meningkatkan proliferasi, IL-1 memiliki efek tambahan seperti demam. Berbeda dengan endotoksin bakteri yang meningkatkan IL-1 karena proses inflamasi, tannin meningkatkan IL-1 yang langsung digunakan untuk menginduksi limfosit T. 19 Saponin meningkatkan proliferasi limfosit dan ekspresi dari IL-1, IL-2, IL-12, dan TNF-. 20 Namun, peningkatan proliferasi limfosit pada kelompok Perlakuan 1 tidak bermakna. Hal ini menunjukkan bahwa dosis 30 mg/mencit yang diberikan pada kelompok Perlakuan 2 merupakan dosis yang dapat memberikan efek peningkatan proliferasi limfosit limpa secara signifikan.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Pengaruh Pemberian Ekstrak Minyak Jintan Hitam (Nigella Sativa)Terhadap Perubahan Histopatologis Hepar Mencit Balb/c

Yang Diinfeksi Salmonella Typhimurium

Pengaruh Pemberian Ekstrak Minyak Jintan Hitam (Nigella Sativa)Terhadap Perubahan Histopatologis Hepar Mencit Balb/c Yang Diinfeksi Salmonella Typhimurium

asam lambung atau menurunnya integritas dari usus akan meningkatkan resiko terinfeksi Salmonella. 22 Kuman yang lolos dari seleksi asam lambung selanjutnya akan masuk ke dalam usus dan berkembang biak. Bila respon imunitas humoral mukosa (IgA) usus kurang baik maka kuman akan menembus sel-sel epitel dan selanjutnya ke lamina propia. Di lamina propia kuman berkembang biak dan di fagosit oleh sel-sel fagosit terutama oleh makrofag dan selanjutnya dibawa ke plague Peyeri ilium distal dan kemudian ke kelenjar getah bening mesenterika. Selanjutnya melalui duktus torasikus kuman yang terdapat dalam makrofag ini masuk ke dalam sirkulasi darah lagi menyebabkan bakteremia yang kedua kalinya dengan disertai tanda-tanda dan gejala penyakit infeksi sistemik. 24
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN REBUSAN BUAH MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpa) TERHADAP  JUMLAH KUMAN PADA HEPAR MENCIT BALB/C YANG DIINFEKSI Salmonella typhimurium

PENGARUH PEMBERIAN REBUSAN BUAH MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpa) TERHADAP JUMLAH KUMAN PADA HEPAR MENCIT BALB/C YANG DIINFEKSI Salmonella typhimurium

Data perbandingan jumlah rata-rata kuman Salmonella typhimurium per gram jaringan tersebut kemudian diuji normalitasnya dengan uji Saphiro-Wilk dan didapatkan data berdistribusi tidak normal (p<0,05). Ini berarti data yang ada variannya tidak homogen. Selanjutnya dilakukan analisis dengan uji Kruskal Wallis untuk mengetahui perbedaan antar masing-masing variabel. Dari data tersebut didapatkan hasil p=0,010 yang berarti ada perbedaan yang bermakna antar masing-masing variabel. Selanjutnya dilakukan uji Mann Whitney untuk membandingkan 2 sampel yang independent, didapatkan hasil sebagai berikut :
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN VAKSINASI BCG, STRES, DAN KOMBINASI VAKSINASI BCG – STRES TERHADAP KEMAMPUAN FAGOSITOSIS MAKROFAG PADA MENCIT BALB/c

PENGARUH PEMBERIAN VAKSINASI BCG, STRES, DAN KOMBINASI VAKSINASI BCG – STRES TERHADAP KEMAMPUAN FAGOSITOSIS MAKROFAG PADA MENCIT BALB/c

BALB/c mice ( 6-8 weeks with weight 21,52 ± 1,71 gram) obtained from PUSVETMA (Pusat Veterinaria Farma) Surabaya. Were divided into four groups and received standart laboratoris diet daily. The first group (control group=K group) received no other additional treatment, while the second group (BCG group) received intra-peritoneal injection of 0,1 cc BCG at day 1 st and 11 th . The third group Stress/Electrical Foot Shock group=EFS group) received stress with electrical foot shock at day 12 th until 21 st and the fourth group (Stress+BCG group=EFS+BCG group) received intra-peritoneal injection of 0,1 cc BCG at day 1 st and 11 th and received stress with electrical foot shock at day 12 th until 21 st. . At the day 21 st ,all groups were intravenously injected with 10 4 live L. monocytogenes (LD 50 =2x10 5 bacteria) obtained from Balai Laboratorium Kesehatan
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Efektivitas Pemberian Kombinasi Produk Herbal dan Antibiotik Terhadap Infeksi Salmonella Typhimurium Pada Mencit BALB/C

Efektivitas Pemberian Kombinasi Produk Herbal dan Antibiotik Terhadap Infeksi Salmonella Typhimurium Pada Mencit BALB/C

Background : Medicinal herbs contained in Tolak Angin Cair (TAC), a Standardized Herbal Medicine has immunostimulant and antimicrobial effect. This research is aimed to examine the effectiviness of TAC, a herbal product and chloramphenicol,an antibiotic combination against S.typhimurium which is represented by bacterial colony count in Balb/c mice’s liver. Methods : The experimental study with post test only control group design used 20 Balb/c female mice,randomly divided into 4 groups:control (aquades group), P1 (chloramphenicol group), P2 (Tolak Angin Cair group), and P3 (combination of Tolak Angin Cair-chloramphenicol group). All groups were infected by 10 5 CFU of S. thypimurium at 1st day and given the treatment until 5 th day. Data were analyzed by Mann-Whitney test (CI 95% and significance value p<0,05).
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN ES KRIM DADIH SEBAGAI PROTEKSI TERHADAP INFILTRASI LIMFOSIT DAN KERUSAKAN MUKOSA USUS MENCIT (Mus musculus) STRAIN BALB/C YANG DIINFEKSI DENGAN Salmonella typhimurium

PENGARUH PEMBERIAN ES KRIM DADIH SEBAGAI PROTEKSI TERHADAP INFILTRASI LIMFOSIT DAN KERUSAKAN MUKOSA USUS MENCIT (Mus musculus) STRAIN BALB/C YANG DIINFEKSI DENGAN Salmonella typhimurium

Raffatellu M, Chessa D, Wilson RP, Dusold R, Rubino S, Baumler AJ, 2005. The Vi capsular antigen of Salmonella enterica serotype Typhi reduces Toll-like receptor-dependent interleukin-8 expression in the intestinal mucosa. Infect Immun, 73: 3367-74.

7 Baca lebih lajut

The Effect of Syzygium polyanthum on Nitric Oxide Production from Macrophage in Balb/c Mice. Inoculated with Salmonella typhimurium

The Effect of Syzygium polyanthum on Nitric Oxide Production from Macrophage in Balb/c Mice. Inoculated with Salmonella typhimurium

makrofag adalah Nitric Oxyde (NO) yang dikatalisis oleh NOS (Nitric Oxyde Syntase) 11 . NOS berfungsi sebagai katalis pada reaksi oksidasi dari arginin yang akan menghasilkan NO dan sitrulin dengan menggunakan kofaktor Flavin Adenin Dinucleotida (FAD), Flavin Mononucleotida (FMN), NADPH dan Biopterin H 4 (BH 4 ) 12 . Sitokin yang menginduksi pelepasan NOS untuk masuk ke dalam jalur biosintesa molekul adalah kombinasi antara IFN γ dengan TNFα atau IL-1 maupun lipopolisakarida dari bakteri. NO yang dihasilkan dapat teroksidasi menjadi senyawa RNI (Reactive Nitrogen Intermediate) yang kemudian merubah senyawa-senyawa amin menjadi bentuk N-nitroso compounds (NOC) yang bersifat sitotoksik, yaitu dapat berfungsi dalam penghancuran sel tumor, mikroba, parasit 8 .
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects