Top PDF PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BUAH MUDA MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpa) TERHADAP KADAR BILIRUBIN TOTAL TIKUS PUTIH JANTAN YANG DIINDUKSI PARASETAMOL

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BUAH MUDA MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpa) TERHADAP KADAR BILIRUBIN TOTAL TIKUS PUTIH JANTAN YANG DIINDUKSI PARASETAMOL

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BUAH MUDA MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpa) TERHADAP KADAR BILIRUBIN TOTAL TIKUS PUTIH JANTAN YANG DIINDUKSI PARASETAMOL

KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum wr.wb Alhamdulillahirrabil’alamin, segala puji hanya bagi Allah SWT yang telah memberi petunjuk dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Karya Tulis Akhir dengan judul “Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Buah Muda Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa) Terhadap Kadar Bilirubin Total Tikus Putih Jantan (Rattus norvegicus strain wistar) yang Diinduksi Parasetamol”. Shalawat dan salam senantiasa tercurahkan pada junjungan Rasulullah Muhammad SAW yang telah membimbing umat manusia dari zaman gelap menuju jalan yang terang benderang yakni agama Islam.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun dan Buah Muda Mahkota Dewa (Phaleria Macrocarpa) Terhadap Kadar SGOT dan SGPT Tikus Putih Jantan (Rattus Norvegicus) Yang Diinduksi Parasetamol

Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun dan Buah Muda Mahkota Dewa (Phaleria Macrocarpa) Terhadap Kadar SGOT dan SGPT Tikus Putih Jantan (Rattus Norvegicus) Yang Diinduksi Parasetamol

KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum wr.wb Alhamdulillahirrabil’alamin, segala puji hanya bagi Allah SWT yang telah memberi petunjuk dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Karya Tulis Akhir dengan judul “Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun dan Buah Muda Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa) Terhadap Kadar SGOT dan SGPT Tikus Putih Jantan (Rattus Norvegicus) Yang Diinduksi Parasetamol”. Shalawat dan salam senantiasa tercurahkan pada junjungan Rasulullah Muhammad SAW yang telah membimbing umat manusia dari zaman gelap menuju jalan yang terang benderang yakni agama Islam.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Pengaruh pemberian ekstrak etanol buah muda mahkota dewa (Phaleria macrocarpa) terhadap gambaran histopatologi nekrosis sel hepar tikus putih jantan (Rattus norvegicus strain wistar) yang diinduksi parasetamol

Pengaruh pemberian ekstrak etanol buah muda mahkota dewa (Phaleria macrocarpa) terhadap gambaran histopatologi nekrosis sel hepar tikus putih jantan (Rattus norvegicus strain wistar) yang diinduksi parasetamol

v Assalamu’alaikum wr.wb Alhamdulillahirrabil’alamin, segala puji hanya bagi Allah SWT yang telah memberi petunjuk dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Karya Tu lis Akhir dengan judul “Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Buah Muda Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa) Terhadap Gambaran Histopatologi Nekrosis Sel Hepar Tikus Putih Jantan (Rattus norvegicus strain wistar) Yang Diinduksi Parasetamol”. Shalawat dan salam s enantiasa tercurahkan pada junjungan Rasulullah Muhammad SAW yang telah membimbing umat manusia dari zaman gelap menuju jalan yang terang benderang yakni agama Islam.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BUAH MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpa) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI HEPAR TIKUS PUTIH YANG DIINDUKSI ISONIAZID

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BUAH MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpa) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI HEPAR TIKUS PUTIH YANG DIINDUKSI ISONIAZID

Asetilasi cepat merupakan fenotip yang dominan heterozigot atau homozigot. Pada pasien yang tergolong asetilator cepat, kadar isoniazid dalam sirkulasi berkisar antara 30-50% kadar pada pasien dengan asetilator lambat. Masa paruhnya pada keseluruhan populasi antara 1-4 jam. Masa paruh rata-rata pada asetilator cepat hampir 70 menit, sedangkan nilai 2-5 jam adalah khas untuk asetilator lambat. Masa paruh obat ini dapat memanjang bila terjadi insufisiensi hepar. Perlu ditekankan bahwa perbedaan kecepatan asetilasi tidak berpengaruh pada efektivitas atau toksisitas isoniazid bila obat ini diberikan setiap hari. Bila pasien tergolong asetilator cepat diberikan isoniazid seminggu sekali maka penyembuhannya mungkin kurang baik (Setiabudy, 2008).
Baca lebih lanjut

83 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BUAH MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpa) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI GINJAL TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus) GALUR SPRAGUE DAWLEY YANG DIINDUKSI RIFAMPISIN

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BUAH MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpa) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI GINJAL TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus) GALUR SPRAGUE DAWLEY YANG DIINDUKSI RIFAMPISIN

sintesis RNA menekan langkah permulaan. Obat tersebut spesifik untuk prokariot (Mycek dkk., 2002). Inti RNA polymerase dari berbagai sel eukariot tidak mengikat rifampisin dan sintesis RNAnya tidak dipengaruhi. Rifampisin dapat menghambat sintesis RNA mitokondria mamalia tetapi diperlukan kadar yang lebih tinggi dari kadar untuk penghmbatan pada kuman. Pemberian rifampisin per oral menghasilkan kadar puncak dalam plasma setelah 2 – 4 jam dengan dosis tunggal sebesar 600 mg menghasilkan kadar sekitar 7 g/ml. Asam para amino salisilat dapat memperlambat absorbsi rifampisin, sehingga kadar terapi rifampisin dalam plasma tidak tercapai. Bila rifampisisn harus diberikan bersama asam para amino salisilat, maka pemberian kedua kedua
Baca lebih lanjut

78 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BUAH MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarfa) TERHADAP AKTIVITAS ENZIM ALANIN AMINOTRANSFERASE (ALT) TIKUS PUTIH (Rattus norwegicus) JANTAN GALUR Sprague dawley YANG DIINDUKSI ISONIAZID

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BUAH MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarfa) TERHADAP AKTIVITAS ENZIM ALANIN AMINOTRANSFERASE (ALT) TIKUS PUTIH (Rattus norwegicus) JANTAN GALUR Sprague dawley YANG DIINDUKSI ISONIAZID

Red cells 7 B. Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa) Mahkota dewa merupakan salah satu tanaman tradisional yang berasal dari Papua, namun saat ini banyak terdapat di Solo dan Yogyakarta. Sejak dahulu kerabat keraton Solo dan Yogyakarta memeliharanya sebagai tanaman yang dianggap sebagai pusaka dewa karena kemampuannya menyembuhkan berbagai penyakit. Saat ini, pengobatan dengan memanfaatkan mahkota dewa semakin dirasakan khasiatnya oleh masyarakat umum dengan petunjuk beberapa pengobat herbal (Winarto, 2003)

49 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BUAH MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpa) TERHADAP GAMBARAN MAKROSKOPIS HEPAR TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) GALUR Sprague dawley YANG DIINDUKSI RIFAMPISIN

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BUAH MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpa) TERHADAP GAMBARAN MAKROSKOPIS HEPAR TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) GALUR Sprague dawley YANG DIINDUKSI RIFAMPISIN

Sel-sel hati jika dipulas dengan pewarnaan hemaktosilin dan eosin, sitoplasma hepatosit bersifat eosinofilik terutama karena banyaknya mitokondria dan retikulum endoplasma licin. Salah satu proses utama retikulum endoplasma licin adalah konjugasi dari bilirubin toksik hidrofobik oleh glukuronil-transferase untuk membentuk bilirubin glukuronida non-toksik yang larut dalam air. Retikulum endoplasma kasar membentuk kelompokan tersebar dalam sitoplasma yang disebut badan basofilik. Beberapa protein seperti albumin dan fibrinogen pada polisom dalam struktur ini (Junqueira, 2007).
Baca lebih lanjut

58 Baca lebih lajut

KARYA TULIS AKHIR PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN DAN BUAH MUDA. MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpa) TERHADAP KADAR SGOT

KARYA TULIS AKHIR PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN DAN BUAH MUDA. MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpa) TERHADAP KADAR SGOT

Alhamdulillahirrabil’alamin, segala puji hanya bagi Allah SWT yang telah memberi petunjuk dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Karya Tulis Akhir dengan judul “Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun dan Buah Muda Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa) Terhadap Kadar SGOT dan SGPT Tikus Putih Jantan (Rattus Norvegicus) Yang Diinduksi Parasetamol”. Shalawat dan salam senantiasa tercurahkan pada junjungan Rasulullah Muhammad SAW yang telah membimbing umat manusia dari zaman gelap menuju jalan yang terang benderang yakni agama Islam.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PERBANDINGAN PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BUAH MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpa) DENGAN EKSTRAK DAUN CEPLUKAN (Physalis angulata L) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI HEPAR PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) JANTAN GALUR Sprague dawley YANG DIINDUKSI RIFAMP

PERBANDINGAN PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BUAH MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpa) DENGAN EKSTRAK DAUN CEPLUKAN (Physalis angulata L) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI HEPAR PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) JANTAN GALUR Sprague dawley YANG DIINDUKSI RIFAMP

4. Farmakokinetik Rifampisin Absorbsi cukup setelah pemberian oral. Distribusi rifampisin terjadi ke seluruh cairan dan organ tubuh. Kadar yang cukup dicapai dalam serebrospinalis bahkan walaupun tidak ada. Radang obat tersebut diambil oleh hati dan mengalami siklus enterohepatik. Rifampisin sendiri dapat menginduksi oksidase fungsi campuran hati, menyebabkan suatu pemendekan waktu-paruh. Eliminasi melalui empedu ke dalam tinja dan melalui urin sebagai metabolit dan obat induk. Urin dan feses serta sekresi lainnya mempunyai warna merah-oranye (Mycek dkk., 2001).
Baca lebih lanjut

87 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL BUAH MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpa) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI PAYUDARA TIKUS PUTIH BETINA (Rattus norvegicus) GALUR Sprague dawley YANG DIINDUKSI 7,12-

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL BUAH MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpa) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI PAYUDARA TIKUS PUTIH BETINA (Rattus norvegicus) GALUR Sprague dawley YANG DIINDUKSI 7,12-

10 1.1.3 Fisiologi Payudara mulai berkembang saat usia pubertas. Perkembangan ini distimulasi oleh estrogen yang berasal dari siklus seksual wanita bulanan. Estrogen merangsang pertumbuhan kelenjar payudara ditambah dengan deposit lemak untuk memberi massa payudara. Selain itu, pertumbuhan yang jauh lebih besar terjadi selama keadaan kadar estrogen yang tinggi pada kehamilan dan hanya jaringan kelenjar saja yang berkembang sempurna untuk pembentukan air susu (Guyton & Hall, 2008).

67 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus costaricensis) TERHADAP KADAR KREATININ SERUM TIKUS PUTIH YANG DIINDUKSI PARASETAMOL.

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus costaricensis) TERHADAP KADAR KREATININ SERUM TIKUS PUTIH YANG DIINDUKSI PARASETAMOL.

Metode penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik dengan pretest and posttest design . Sampel berupa tikus putih jantan, galur Wistar berumur ±2bulan, beratbadan ±200g, sehat tanpa cacat fisik dan tanda stres. Sampel sebanyak 32 ekor dibagi menjadi 2 kelompok, masing-masing terdiri dari 16 ekor tikus. Teknik sampling berupa purposive s ampling . Pemberian parasetamol dengan dosis 500mg/kgBB/hari selama 3 hari pertama pada Kelompok Perlakuan 1 (KP1) dan Kelompok Perlakuan 2 (KP2), kemudian diambil darah melalui plexus vena orbita untuk pengukuran kadar kreatinin awal menggunakan spektrofotometer pada hari ke-4. Ekstrak kulit buah Naga Merah diberikan setiap hari dari hari ke-4 hingga ke-13. KP 1 diberi ekstrak dengan dosis 36,5mg/200gBB tikus. KP 2 diberi ekstrak dengan dosis 73mg/200gBB tikus. Hari ke-14, darah mencit diambil melalui plexus vena orbita , lalu diukur kadar kreatinin serum akhir menggunakan spektrofotometer. Analisis data dengan uji Paired T-Test ( α = 0,05) untuk distribusi data normal dan uji Wilcoxon ( α = 0,05) untuk distribusi data tidak normal.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus costaricensis) TERHADAP KADAR BLOOD UREA NITROGEN TIKUS PUTIH YANG DIINDUKSI PARASETAMOL.

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus costaricensis) TERHADAP KADAR BLOOD UREA NITROGEN TIKUS PUTIH YANG DIINDUKSI PARASETAMOL.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik dengan rancangan pretest dan posttest. Subjek penelitian adalah tikus wistar jantan dibagi menjadi 2 kelompok dengan masing-masing 16 ekor. Kelompok petama diberikan parasetamol dosis 100mg/200g BB selama 3 hari kemudian diberi ekstrak kulit buah naga 36,5mg/200g BB seama 10 hari. Kelompok kedua mendapat parasetamol yang sama dan dosis ekstrak kulit buah naga 73mg/200g BB selama 10 hari. Pada pretest da posttst dilakukan pengambilan darah untuk mengukur kadar urea nitrogen tikus melalui uji Paired T Test.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN FRAKSI ANTOSIANIN DARI UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas ) TERHADAP KADAR TOTAL BILIRUBIN PADA TIKUS PUTIH JANTAN ( Rattus novergicus ) YANG DIINDUKSI INH DAN RIFAMPISIN

PENGARUH PEMBERIAN FRAKSI ANTOSIANIN DARI UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas ) TERHADAP KADAR TOTAL BILIRUBIN PADA TIKUS PUTIH JANTAN ( Rattus novergicus ) YANG DIINDUKSI INH DAN RIFAMPISIN

iv KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum wr.wb Alhamdulillaahirobbilalamin puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis akhir yang berjudul “ . Pengaruh Pemberian Antosianin dari Ekstrak Ubi Jalar Ungu (Ipomoea Batatas) terhadap Kadar Total Bilirubin pada Tikus Putih Jantan (rattus novergicus) yang Diinduksi INH dan Rifampisin ”. Shalawat dan salam senantiasa tercurahkan pada junjungan Rasulullah Muhammad SAW yang telah membimbing umat manusia dari zaman gelap menuju jalan yang terang benderang yakni agama Islam.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL BUAH KARIKA (Vasconcellea pubescens A.DC.) TERHADAP KADAR BILIRUBIN DAN ALKALI FOSFATASE BESERTA PROFIL HISTOLOGIS HEPAR TIKUS GALUR Wistar YANG DIINDUKSI PARASETAMOL

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL BUAH KARIKA (Vasconcellea pubescens A.DC.) TERHADAP KADAR BILIRUBIN DAN ALKALI FOSFATASE BESERTA PROFIL HISTOLOGIS HEPAR TIKUS GALUR Wistar YANG DIINDUKSI PARASETAMOL

This research used postest only control group design on male Wistar rats. The rats were devided into 6 groups, those were normal group, negative group, positive group , and 3 other groups are given karika’s friut etanol extract with doses variation 120,240,40 mg/kg body weight. The treatment was performed for 14 days and at day 14 th all groups except the normal group induced paracetamol in toxic dose (2 g / kg body weight). Measurements were made to the level of bilirubin and alkali phospatase (ALP) also calculated total the amount of hepar cells damaged. The data were analyzed statistically with One-Way ANOVA.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Efek Hepatoprotektif Ekstrak Buah Kurma (Phoenix dactylifera) Terhadap Kadar SGOT dan SGPT pada Tikus Putih Jantan ( Rattus novergicus strain wistar) yang Diinduksi Parasetamol

Efek Hepatoprotektif Ekstrak Buah Kurma (Phoenix dactylifera) Terhadap Kadar SGOT dan SGPT pada Tikus Putih Jantan ( Rattus novergicus strain wistar) yang Diinduksi Parasetamol

Tujuan:Untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak buah kurma (Phoenix dactylifera) terhadap kadar enzim SGOT dan SGPT tikus strain wistar yang diinduksi dengan parasetamol. Metode:Eksperimental dengan menggunakan rancangan The Post Test Only Control Group. Sampel dibagi menjadi 5 kelompok. Kelompok 1 (kontrol negatif), kelompok 2 (kontrol positif) diberi parasetamol dosis 400 mg/200gBB, dan 3 kelompok diberi parasetamol dosis 400mg/200gBB serta diberikan terapi ekstrak buah kurma 300 mg/kgBB, 600 mg/kgBB, 1200 mg/kgBB selama 10 hari.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Pengaruh Ekstrak Buah Merah (Pandanus conoideus Lam.) Terhadap Kadar Bilirubin Darah Tikus Jantan Galur Wistar (Rattus norvegicus L.) Yang Diinduksi CCl4.

Pengaruh Ekstrak Buah Merah (Pandanus conoideus Lam.) Terhadap Kadar Bilirubin Darah Tikus Jantan Galur Wistar (Rattus norvegicus L.) Yang Diinduksi CCl4.

Obat spesifik untuk pengobatan penyakit hepatitis terutama yang disebabkan oleh virus sampai saat ini belum ditemukan. Obat-obat yang ada hanya bersifat simptomatik, yaitu menghilangkan keluhan saja dan obat suportif yang bekerja membantu pulihnya kelainan klinis dan laboratorium. Hal ini menyebabkan banyak penderita yang mencoba berbagai pengobatan alternatif dengan tumbuhan obat asli Indonesia. Berbagai ragam tanaman obat asli Indonesia yang sudah populer antara lain mahkota dewa, yang banyak menyembuhkan berbagai penyakit; kayu lawang yang terkenal dengan minyak lawangnya; dan terdapat juga temulawak, wortel, dan teh hijau yang digunakan untuk mengatasi penyakit hepatitis ini (I Made Budi dan Fendi R. Paimin, 2005).
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK TEMPE TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI GINJAL TIKUS PUTIH JANTAN YANG DIINDUKSI PARASETAMOL

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK TEMPE TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI GINJAL TIKUS PUTIH JANTAN YANG DIINDUKSI PARASETAMOL

selama dua hari sampai larutan tidak berwarna. Tahap selanjutnya adalah penyaringan dengan kain saring. Endapan yang diperoleh, kemudian dibagi menjadi dua bagian masing- masing 150 gram. Masing- masing bagian dimaserasi dengan pelarut air dan metanol selama dua hari. Supernatan yang diperoleh disaring dengan kain saring, kemudian disaring lagi dengan kertas whtaman 42. Pelarut air dan metanol didalam ekstrak dihilangkan sampai habis melalui evaporator pada suhu 50 °C untuk metanol dan 90 °C untuk air menggunakan pompa vakum berkekuatan 750 mmHg. Dari ekstrak ini dibuat larutan ekstrak dengan konsentrasi 20 % B/V (persen berat per volume, untuk 1% B/V= 1 g/100 mL). Hal tersebut bertujuan untuk memudahkan perhitungan dan pembuatan larutan ekstrak.
Baca lebih lanjut

68 Baca lebih lajut

Pengaruh Buah Mahkota Dewa Terhadap Kadar Kolesterol Total Plasma Pada Tikus Strain Wistar

Pengaruh Buah Mahkota Dewa Terhadap Kadar Kolesterol Total Plasma Pada Tikus Strain Wistar

yang mengandung flavonoid (salah satunya yaitu buah mahkota dewa) terbukti dapat menurunkan kadar kolesterol total plasma. Mekanisme flavonoid dalam menurunkan kadar kolesterol salah satunya dapat terjadi melalui pathway hambatan absorpsi eksogen dan endogen. Adanya hambatan absorpsi ini menurunkan depot kolesterol tubuh sehingga triasilgliserol dan kolesterol untuk pembentukan kilomikron, VLDL dan HDL berkurang. Rendahnya triasilgliserol dalam darah menurunkan digesti dan pembentukan LDL pun berkurang sehingga kadar kolesterol total plasma menurun (Pangastuti, 2003). Selain itu, flavonoid dalam buah mahkota dewa juga dapat berperan sebagai Inhibisi HMG CoA reduktase yang dapat menurunkan sintesis kolesterol dalam sel. Rendahnya reseptor berimplikasi rendahnya LDL yang diserap membran dan berarti kolesterol sel menurun. Siklus ini biasanya disebut down regulation. sehingga menginduksi proses up regulation yaitu menurunnya kolesterol sel memacu sel meningkatkan kadar kolesterol melalui peningkatan reseptor. Hal ini meningkatkan penyerapan kolesterol plasma sehingga dikatakan klirens LDL dari plasma meningkat dan menyebabkan kadar kolesterol total plasma menurun (Marks et al., 2012; Aronow, 2002).
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Analisis Urea-Kreatinin Tikus Putih pasca Pemberian Ekstrak Buah Mahkota Dewa dan Herba Pegagan

Analisis Urea-Kreatinin Tikus Putih pasca Pemberian Ekstrak Buah Mahkota Dewa dan Herba Pegagan

Konsentrasi kreatinin dalam plasma pada individu sehat pada umumnya konstan, tidak terpengaruh oleh jumlah air yang diminum, beban kerja, dan kecepatan produksi urin. Oleh karena itu, kenaikan kadar kreatinin dalam plasma selalu mengindikasikan adanya penurunan ekskresi yang disebabkan oleh adanya gangguan fungsi ginjal (8) . Prinsip kedua adalah bahwa urea merupakan produk akhir proses katabolisme asam amino. Pada proses pemecahan asam amino akan terbentuk senyawa amonia yang bersifat toksik. Selanjutnya senyawa amonia ini akan diubah menjadi senyawa yang tidak toksik, yaitu dalam bentuk urea melalui siklus pembentukan urea. Urea dalam darah akan direabsorpsi kedalam medulla ginjal dan segera dieksresikan melalui urin. Keberadaan urea dalam darah (dihitung sebagai Blood Urea Nitrogen, BUN) dan urea dalam urin dapat digunakan untuk mengetahui efektivitas fungsi ginjal. Pada kondisi gangguan fungsi ginjal, konsentrasi urea plasma akan meningkat karena adanya penurunan proses filtrasi glomerolus (9) .
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects