Top PDF PENGARUH PEMBERIAN MINUMAN BERENERGI SUBAKUT TERHADAP GAMBARAN HISTOLOGI GINJAL TIKUS PUTIH STRAIN WISTAR

PENGARUH PEMBERIAN MINUMAN BERENERGI SUBAKUT TERHADAP GAMBARAN HISTOLOGI GINJAL TIKUS PUTIH STRAIN WISTAR

PENGARUH PEMBERIAN MINUMAN BERENERGI SUBAKUT TERHADAP GAMBARAN HISTOLOGI GINJAL TIKUS PUTIH STRAIN WISTAR

Tujuan : Membuktikan adanya pengaruh pemberian minuman berenergi subakut terhadap gambaran histologi ginjal tikus putih strain wistar. Metode : Eksperimen laboratoris dengan rancangan the post test only control group design. Sampel dibagi dalam 4 kelompok. Kelompok I (K) tanpa pemberian minuman berenergi, kelompok II. III dan IV (P1, P2, P3) diberikan minuman berenergi 72 mg, 216 mg dan 360 mg. Analisis data menggunakan One Way Anova, uji Tukey, uji korelasi dan uji regresi.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN MINUMAN BERENERGI SUBAKUT TERHADAP GAMBARAN HISTOLOGI GINJAL TIKUS PUTIH STRAIN WISTAR

PENGARUH PEMBERIAN MINUMAN BERENERGI SUBAKUT TERHADAP GAMBARAN HISTOLOGI GINJAL TIKUS PUTIH STRAIN WISTAR

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya pengaruh pemberian minuman berenergi subakut terhadap gambaran histologi ginjal tikus putih strain wistar. Metode : Eksperimen laboratoris dengan rancangan the post test only control group design. Sampel dibagi dalam 4 kelompok. Kelompok I (K) tanpa pemberian minuman berenergi,kelompok II. III dan IV (P1, P2, P3) diberikan minuman berenergi 72 mg, 216 mg dan 360 mg. Analisis data menggunakan One Way Anova, uji Tukey, uji korelasi dan uji regresi. Hasil : Hasil uji One Way Anova dan uji Tukey didapatkan nilai sig=0,000 (p<0,05) artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara perlakuan dengan jumlah sel nekrosis dan terdapat perbedaan yang bermakna antar kelompok. Hasil uji korelasi dan regresi didapatkan r=0,988 dan R2=0,976 artinya semakin tinggi dosis akan diikuti oleh peningkatan jumlah sel nekrosis. Kesimpulan : Minuman berenergi dapat meningkatkan jumlah sel nekrosis pada sel epitel tubulus proksimal ginjal.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN MINUMAN BERENERGI TERHADAP PENINGKATAN KERUSAKAN HISTOLOGI HEPAR PADA TIKUS PUTIH (rattus novergicus strain wistar)

PENGARUH PEMBERIAN MINUMAN BERENERGI TERHADAP PENINGKATAN KERUSAKAN HISTOLOGI HEPAR PADA TIKUS PUTIH (rattus novergicus strain wistar)

Pembimbing: (1) Hawin Nurdiana (2) Gita Sekar Prihanti Pendahuluan : Konsumsi minuman berenergi semakin meningkat sejak diperkenalkan di seluruh dunia pada tahun 2006 sebagai minuman yang dapat menambah energi dengan instan. Kandungan utamanya adalah kafein yang merupakan antagonis reseptor adenosin A2a yang dapat meningkatkan aktivasi polymorphonuclear cell dan resiko inflamasi yang menyebabkan kerusakan hepatosit pada sel hepar. Dan carnitine yang membentuk energi tidak spontan sehingga menghambat enzim c 6 phosphate.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN MINYAK GORENG DEEP FRYING TERHADAP GAMBARAN HISTOLOGI GINJAL TIKUS PUTIH STRAIN WISTAR

PENGARUH PEMBERIAN MINYAK GORENG DEEP FRYING TERHADAP GAMBARAN HISTOLOGI GINJAL TIKUS PUTIH STRAIN WISTAR

v KATA PENGANTAR Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan rahmat-Nya, penulis telah berhasil menyelesaikan penelitian yang berjudul “ Pengaruh pemberian minyak goreng deep frying terhadap gambaran histologi ginjal tikus putih strain wistar ” . Penulisan penelitian ini dilakukan dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk mencapai gelar Sarjana Kedokteran Jurusan Pendidikan Dokter pada Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang.

26 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN MINUMAN BERKARBONASI TERHADAP MUKOSA LAMBUNG TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus Strain Wistar)

PENGARUH PEMBERIAN MINUMAN BERKARBONASI TERHADAP MUKOSA LAMBUNG TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus Strain Wistar)

Kerusakan mukosa lambung dapat dikarenakan adanya bahan kimia salah satunya minuman berkarbonasi yang bersifat asam yang masuk ke dalam tubuh dan dapat menurunkan fungsi mukosa lambung yang lama kalamaan dapat menimbulkan kerusakan mukosa lambung yang secara histologi ditandai dengan adanya erosi, hiperemia, dan penipisan mukosa lambung.

21 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN MINYAK GORENG DEEP FRYING BERULANG EMPAT KALI LEBIH TERHADAP GAMBARAN HISTOLOGI HEPAR TIKUS PUTIH (Rattus novergicus strain wistar)

PENGARUH PEMBERIAN MINYAK GORENG DEEP FRYING BERULANG EMPAT KALI LEBIH TERHADAP GAMBARAN HISTOLOGI HEPAR TIKUS PUTIH (Rattus novergicus strain wistar)

Tujuan : Untuk membuktikan pengaruh pemberian minyak goreng deep frying berulang empat kali lebih terhadap gambaran histologi hepar tikus putih (Rattus norvegicus strain wistar). Metode : Penelitian true experimental dengan post test only control group design, menggunakan empat kelompok yaitu kelompok kontrol negatif dan tiga kelompok perlakuan yang masing-masing diberikan minyak goreng deep frying 0,25cc/100gram BB/hari dengan 4x, 8x, dan 16x frekuensi penggorengan selama 28 hari. Analisis data menggunakan one way ANOVA, dan uji korelasi regresi.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN OAT (ETAMBUTOL, PIRAZINAMID, DAN LEVOFLOKSASIN) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI SEL GINJAL PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus strain wistar)

PENGARUH PEMBERIAN OAT (ETAMBUTOL, PIRAZINAMID, DAN LEVOFLOKSASIN) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI SEL GINJAL PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus strain wistar)

Puji syukur kehadirat Allah Subhanahu wata’ala Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang dan atas karunia-Nya, penulisan tugas akhir ini dapat selesai dengan baik. Shalawat serta salam selalu tercurahkan kepada Rasulullah Muhammad shalallahu alaihi wasallam, keluarganya dan para sahabatnya. Penelitian tugas akhir ini berjudul “Pengaruh Pemberian OAT (Etambutol, Pirazinamid, dan Levofloksasin) Terhadap Gambaran Histopatologi Sel Ginjal Pada Tikus Putih Jantan (Rattus norvegicus strain wistar)”. Tugas akhir ini diajukan untuk memenuhi persyaratan Pendidikan Sarjana Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN AIR SEDUHAN TEH HIJAU (Camelia sinensis) TERHADAP KERUSAKAN HISTOLOGI HEPATOSIT TIKUS PUTIH JANTAN STRAIN WISTAR (Rattus norvegicus strain wistar) YANG DIINDUKSI CARBON TETRACHLORIDE (CCL4)

PENGARUH PEMBERIAN AIR SEDUHAN TEH HIJAU (Camelia sinensis) TERHADAP KERUSAKAN HISTOLOGI HEPATOSIT TIKUS PUTIH JANTAN STRAIN WISTAR (Rattus norvegicus strain wistar) YANG DIINDUKSI CARBON TETRACHLORIDE (CCL4)

Dewasa ini masyarakat Indonesia tidak lagi dapat terhindar dari paparan bahan kimia. Terkait dengan semakin luas dan bebasnya penggunaan bahan kimia untuk berbagai kepentingan. Bahan kimia dapat masuk ke dalam tubuh melalui makanan, minuman ataupun udara yang kita hirup. Bahan kimia tertentu dapat merupakan radikal bebas yang berbahaya bagi tubuh kita, karena bahan kimia tersebut dapat merusak semua sistem organ tubuh salah satunya adalah kerusakan hepar. Hal ini terkait dengan fungsi metabolisme obat dan bahan kimia yang memungkinkan hepar sendiri selalu terpapar bahan-bahan toksik yang mengakibatkan trauma chemis hepar (Cassaret, 2001).
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

PENGARUH SEDUHAN KOPI ROBUSTA (Coffea canephora var robusta) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI GINJAL TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus) STRAIN WISTAR

PENGARUH SEDUHAN KOPI ROBUSTA (Coffea canephora var robusta) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI GINJAL TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus) STRAIN WISTAR

4 Memperkaya khasanah penelitian dibidang kesehatan khusunya kedokteran Indonesia dengan penekanan pada gambaran histopatologi yang didapat, menambah bahan kajian bab histologi di perpustakaan khususnya mengenai pengaruh seduhan kopi pada ginjal, mengembangkan dan menyebarkan studi histopatologi dan patologi anatomi sebagai topik utama dalam pembuatan karya ilmiah, skripsi, tesis, dan disertasi mendatang.

22 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN MONOSODIUM GLUTAMAT (MSG) PERORAL TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI USUS HALUS PADA TIKUS PUTIH JANTAN (RATTUS NORVEGICUS STRAIN WISTAR)

PENGARUH PEMBERIAN MONOSODIUM GLUTAMAT (MSG) PERORAL TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI USUS HALUS PADA TIKUS PUTIH JANTAN (RATTUS NORVEGICUS STRAIN WISTAR)

Underwood JCE, 1999, Patologi umum dan sistemik, Edisi 2, EGC, Jakarta, Hal: 432-442. Winarsi H, 2004, Efek Minuman Fungsional yang Disuplementasi Isoflavon Kedelai dan Zn Terhadap Profil Lipid dan Produk MDA Plasma Wanita Premenopause, Dalam Prosiding Seminar Nasional PBBMI: Peranan Biokimia dan Biologi Molekuler dalam Eksplorasi dan Pemanfaatan Sumber Daya Hayati Berkelanjutan, Yogyakarta, 2 Oktober 2004.

24 Baca lebih lajut

PENGARUH INFUSA BAWANG TIWAI (Eleutherina americana Merr) TERHADAP GAMBARAN MIKROSKOPIK GINJAL TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus novergicus strain wistar) YANG DIINDUKSI URANIUM

PENGARUH INFUSA BAWANG TIWAI (Eleutherina americana Merr) TERHADAP GAMBARAN MIKROSKOPIK GINJAL TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus novergicus strain wistar) YANG DIINDUKSI URANIUM

KATA PENGANTAR Alhamdulilahhirabbil ’ alamin, Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan karunianya sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis akhir yang berjudul “ Pengaruh Pemberian Infusa Bawang Tiwai (Eleutherine ameriacana Merr) Terhadap Gambaran Mikroskopik Ginjal Tikus Putih Jantan (Rattus novergicus strain wistar) yang Diinduksi Uranium ” . Penulisan penelitian ini dilakukan dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk mencapai gelar Sarjana Kedokteran Jurusan Pendidikan Dokter pada Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

Pengaruh Pemberian Ranitidin Terhadap Gambaran Histopatologi Tubulus Proksimal Ginjal Tikus Wistar Pada Pemberian Metanol Dosis Bertingkat

Pengaruh Pemberian Ranitidin Terhadap Gambaran Histopatologi Tubulus Proksimal Ginjal Tikus Wistar Pada Pemberian Metanol Dosis Bertingkat

Sebelum diberi perlakuan, sampel diadaptasi selama 7 hari dengan kandang tunggal dan diberi pakan standar serta minuman yang sama (ad libitum). Pada hari ke-8, sampel diberikan perlakuan sesuai kelompoknya masing ± masing, kemudian diberi anestesi dengan eter laludidekapitasi dandilakukan pengambilan ginjal tikus dengan potongan koronal ginjal untuk mendapatkan gambaran tubulus proksimal ginjal. Sampel ginjal tersebut dilakukan metode baku histologi pewarnaan HE (Hematoxilin & Eosin) dan pembacaan preparat dengan perbesaran 400x, kemudian dihitung jumlah sel yang nekrosis tiap lapangan pandang sampai lima lapangan pandang. Pembacaan ini dilakukan oleh dokter spesialis patologi anatomi sebanyak dua kali agar sebisa mungkin menghindari bias.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN FORMALIN PERORAL SUBAKUT TERHADAP MUKOSA ESOFAGUS TIKUS PUTIH STRAIN WISTAR (Rattus norvegicus strain wistar)

PENGARUH PEMBERIAN FORMALIN PERORAL SUBAKUT TERHADAP MUKOSA ESOFAGUS TIKUS PUTIH STRAIN WISTAR (Rattus norvegicus strain wistar)

Dibuat: 2010­01­28 , dengan 3 file(s). Keywords: Formalin Peroral Subakut, Mukosa esofagus. Latar Belakang: Formalin banyak disalahgunakan terutama dibidang industri makanan. Paparan formalin per oral akan menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan, salah satunya adalah esofagitis. Formalin juga akan menyebabkan karsinoma esofagus jika terpapar secara kronis.

2 Baca lebih lajut

Gambaran Hitologi Ginjal Tikus Putih (Wistar) Setelah Pemberian Rifampisin

Gambaran Hitologi Ginjal Tikus Putih (Wistar) Setelah Pemberian Rifampisin

dalam urin. Umpan balik dari tubulo- glomerular adalah proses yang menyebab- kan perubahan aliran glomerular pada nekrosis tubular yaitu reabsorbsi natrium klorida (NaCl) yang tidak adekuat dalam tubulus proksimal yang rusak, menyebab- kan peningkatan NaCl ke tubulus distal. Peningkatan NaCl dalam tubulus ginjal dapat mempengaruhi makula densa dan sebaliknya makula densa menyebabkan konstriksi arteriol aferen yang nantinya akan berpengaruh pada glomerulus. Pada tubulus akan ditemukan adanya cedera sel disertai vakuolisasi dan sel radang ber- kelompok padat pada vasa rekta sebagai respon terhadap adanya sel nekrosis. Jika hal ini terjadi maka sel-sel tubulus akan hancur dan menempel pada banyak nefron sehingga urin tidak dapat dikeluarkan karena nefron tersumbat.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN AIR SEDUHAN DAUN SIRIH (Piper betle L.) TERHADAP PERBAIKAN HISTOLOGI HEPATOSIT TIKUS PUTIH STRAIN WISTAR (Rattus novergicus strain wistar) YANG TELAH DIINDUKSI PARASETAMOL

PENGARUH PEMBERIAN AIR SEDUHAN DAUN SIRIH (Piper betle L.) TERHADAP PERBAIKAN HISTOLOGI HEPATOSIT TIKUS PUTIH STRAIN WISTAR (Rattus novergicus strain wistar) YANG TELAH DIINDUKSI PARASETAMOL

Tujuan: Membuktikan pengaruh pemberian air seduhan daun sirih terhadap perbaikan histologi hepatosit tikus putih strain wistar yang telah diinduksi parasetamol. Metode penelitian: True Experimental post test only control Design. Dua puluh lima tikus putih strain wistar dengan berat badan masing-masing 150 gram dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan. Masing-masing kelompok diberi 375 mg parasetamol peroral selama 4 hari. Tiga kelompok diberi air seduhan daun sirih peroral dengan 3 dosis berbeda. Dosisnya adalah 45 mg, 67,5 mg dan 90 mg selama 12 hari.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

PENGARUH KOPI TERHADAP JUMLAH SEL MESANGIAL GLOMERULUS GINJAL PADA TIKUS PUTIH STRAIN WISTAR DIABETIK

PENGARUH KOPI TERHADAP JUMLAH SEL MESANGIAL GLOMERULUS GINJAL PADA TIKUS PUTIH STRAIN WISTAR DIABETIK

KATA PENGANTAR Alhamdulillahirrabil’alamin, Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan kurnianya sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis akhir yang berjudul “ Pengaruh Kopi Terhadap Jumlah Sel Mesangial Glomerulus Ginjal Pada Tikus Putih Strain Wistar Diabetik ” . Penulisan penelitian ini dilakukan dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk mencapai gelar Sarjana Kedokteran Jurusan Pendidikan Dokter pada Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang.

32 Baca lebih lajut

Pengaruh Pemberian Merkuri Per Oral Terhadap Gambaran Histopatologis Ginjal Tikus Wistar

Pengaruh Pemberian Merkuri Per Oral Terhadap Gambaran Histopatologis Ginjal Tikus Wistar

Hal-hal lain yang dapat mempengaruhi adalah faktor stres tikus Wistar, pengaruh zat atau penyakit lain, dan faktor internal lain seperti daya tahan dan kerentanan tikus Wistar. Kelemahan yang ada dalam penelitian ini adalah degenerasi albuminosa menjadi faktor bias. Selain itu, sampel kelompok kontrol yang tampak sehat, namun ternyata kondisi ginjalnya kurang baik sehingga pada pengamatan mikroskopis menunjukkan adanya kelainan gambaran histopatologi. Bias yang mungkin terjadi pada pengamatan gambaran histopatologi dapat dihilangkan dengan pengamatan oleh dokter spesialis patologi anatomi pada masing-masing preparat di 5 lapangan pandang berbeda yang dianggap telah mewakili gambaran keseluruhan. Pengamatan dilakukan sebanyak 2 kali.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Gambaran Histologi Aorta Tikus Wistar Dengan Pemberian Ekstrak Brotowali Sesudah Pemberian Diet Margarin

Gambaran Histologi Aorta Tikus Wistar Dengan Pemberian Ekstrak Brotowali Sesudah Pemberian Diet Margarin

menghambatperkembangan lesi aterosklerosis. Salah satu faktor resiko penyebab aterosklerosis yaitu makanan yang mengandung asam lemak trans seperti margarin. Mengonsumsi lemak trans berlebihan dapat mengganggu funsi endotel sehingga lipoprotein berdensitas rendah Low Density Lipoprotein (LDL) dapat masuk dan menjadi yang teroksidasi. Makrofak menangkap Ox-LDL dan menjadi lesi dini ateroklerosis yang secara mikrokopik di sebut dengan sel busa. Tujuan: Mengetahui gambaran histologi aorta tikus wistar dengan diet margarin tanpa pemberian ekstrak batang brotowali, diet margarin bersaamaan pemberian ektrak batang brotowali, setelah diet margarin dilanjutkan pemberian ekstak batang brotowali. Metode: Penelitian eksperimental , 14 ekor tikus wistar dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu kelompok I tanpa perlakuan (kontrol negatif), kelompok II (dkelompok positif), kelompok III diet margarin bersamaan dengan pemberian ekstrak brotowali selama 14 hari (Perlakuan kelompok I) dan kelompok IV (28 hari) 14 hari diet margarin dilanjutkan pemberian ekstrak brotowali. (Perlakuan kelompok II). Hasil: Penelitian ini menunjukkan gambaran histologi aorta tikus wistar:kelompok I normal, kelompok II dan III terdapatnya sel-sel busa, kelompok IV masih terdapat sel busa, namun dalam jumlah lebih sedikit dibandingkan kelompok II dan III. Simpulan: Tikus wistar dengan diet margarin selama 14 hari didapatkan gambaran histologi terdapat sel-sel busa pada tunika intima dan tunika media, kemudian dilanjutkan dengan pemberian ekstrak brotowali hari ke 15 sampai hari ke 28, sel-sel busa berkurang pada tunika intima dan tunika media.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Pengaruh Pemberian Etanol Peroral terhadap  Berat Testis Tikus  Putih (Rattus norvegicus Strain Wistar)

Pengaruh Pemberian Etanol Peroral terhadap Berat Testis Tikus Putih (Rattus norvegicus Strain Wistar)

Alcohol (ethanol) has long been used as liquor. In some areas in Indonesia, the use of ethanol is an insaperable part of family rites and traditional festivities. However, due to its serious consequences, alcoholism becomes a chronic social problem. Ethanol effects the metabolism in body organs and tissues, including male reproductive organ. The objective of this study was to prove that ethanol comsumption may reduce the weight of testis. This study used Posttest Only Group Design with experimental animals of 30 male rats (Wistar strain Rattus norvegicus) that were subjected in five types of treatment, i.e,(1) feeding with aquades 2ml/day as control group (2) feeding with 10% 1 gr/Kg/day of ethanol, (3) feeding with 10% 3gr/Kg/day of ethanol, (4) feeding with 30% 1 gr/Kg/day of ethanol and (5) feeding with 30% 3 gr/Kg/day of ethanol. Treatment was given daily for 45 days. At the end of the study, on the day 46th, the rats was sacrified for examination. Sample of testis were taken for weight examination. Data were analysed using Anova and when the difference was found, the analysis was followed with Least significant Difference at the level of significance of 95%. The result of this study showed that ethanol reduced the weight of testis compared to control. The results of Anova test revealed that higher dosage and concentrations of ethanol resulted in significantly different decrease of the testis’s weight (p<0,05) compared to other dosage and other concetration. In conclusion, ethanol has effect in the reduction of the weight of the testis.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Pengaruh Pemberian Etanol Peroral terhadap Berat Testis Tikus Putih (Rattus norvegicus Strain Wistar)

Pengaruh Pemberian Etanol Peroral terhadap Berat Testis Tikus Putih (Rattus norvegicus Strain Wistar)

ABSTRACT Alcohol (ethanol) has long been used as liquor. In some areas in Indonesia, the use of ethanol is an insaperable part of family rites and traditional festivities. However, due to its serious consequences, alcoholism becomes a chronic social problem. Ethanol effects the metabolism in body organs and tissues, including male reproductive organ. The objective of this study was to prove that ethanol comsumption may reduce the weight of testis. This study used Posttest Only Group Design with experimental animals of 30 male rats (Wistar strain Rattus norvegicus) that were subjected in five types of treatment, i.e,(1) feeding with aquades 2ml/day as control group (2) feeding with 10% 1 gr/Kg/day of ethanol, (3) feeding with 10% 3gr/Kg/day of ethanol, (4) feeding with 30% 1 gr/Kg/day of ethanol and (5) feeding with 30% 3 gr/Kg/day of ethanol. Treatment was given daily for 45 days. At the end of the study, on the day 46th, the rats was sacrified for examination. Sample of testis were taken for weight examination. Data were analysed using Anova and when the difference was found, the analysis was followed with Least significant Difference at the level of significance of 95%. The result of this study showed that ethanol reduced the weight of testis compared to control. The results of Anova test revealed that higher dosage and concentrations of ethanol resulted in significantly different decrease of the testis’s weight (p<0,05) compared to other dosage and other concetration. In conclusion, ethanol has effect in the reduction of the weight of the testis.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects