Top PDF PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK TEMULAWAK(Curcuma xanthorrhiza Roxb.) SEBAGAI ADJUVAN TERAPI VALSARTAN TERHADAP HISTOPATOLOGI JANTUNG PADA MENCIT JANTAN (Mus musculus) YANG DIINDUKSIHIPERTENSI

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK TEMULAWAK(Curcuma xanthorrhiza Roxb.) SEBAGAI ADJUVAN TERAPI VALSARTAN TERHADAP HISTOPATOLOGI JANTUNG PADA MENCIT JANTAN (Mus musculus) YANG DIINDUKSIHIPERTENSI

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK TEMULAWAK(Curcuma xanthorrhiza Roxb.) SEBAGAI ADJUVAN TERAPI VALSARTAN TERHADAP HISTOPATOLOGI JANTUNG PADA MENCIT JANTAN (Mus musculus) YANG DIINDUKSIHIPERTENSI

Fauzana Dianita Laila, 2010. Perbandingan Metode Maserasi, Remaserasi, Perkolasi dan Reperkolasi Terhadap Rendemen Ekstrak Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb). Bogor: Skripsi, Institut Pertanian Bogor. Ghonimi W, Abuel-Atta AA, Bareedy MH and Balah A., 2014. Left Ventricles of the Mature Camel Heart (Camelus dromedaries) with Special References to the Structure and Distribution of the Purkinje Cardiomyocytes:

24 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb) TERHADAP HISTOPATOLOGI JANTUNG MENCIT JANTAN (Mus musculus) YANG DIINDUKSI HIPERTENSI (Dengan Kontrol Valsartan)

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb) TERHADAP HISTOPATOLOGI JANTUNG MENCIT JANTAN (Mus musculus) YANG DIINDUKSI HIPERTENSI (Dengan Kontrol Valsartan)

Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian ekstrak temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) terhadap histopatologi jantung mencit jantan (Mus musculus) yang diinduksi hipertensi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode post test group design dengan 20 ekor mencit jantan yang dibagi menjadi 4 kelompok yaitu kontrol normal (Aquadest), kontrol negatif (L-Name 1,75 mg/25gBB), kontrol positif (L-Name + Valsartan 0,312 mg/30gBB), dan kelompok temulawak (L-Name + Ekstrak Temulawak 31,25 mg/30gBB). Setelah itu dilakukan pembuatan preparat histopatologi jantung, untuk selanjutnya dilakukan pengamatan histopatologi jantung. Pengamatan dilakukan dengan penimbangan massa otot jantung dan pengukuran ketebalan otot ventrikel kiri jantung.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

EFEK PEMBERIAN EKSTRAK TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb)SEBAGAI ADJUVAN TERAPI CAPTOPRIL TERHADAP HISTOPATOLOGI GINJAL MENCIT JANTAN(Mus musculus) YANG DIINDUKSI HIPERTENSI

EFEK PEMBERIAN EKSTRAK TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb)SEBAGAI ADJUVAN TERAPI CAPTOPRIL TERHADAP HISTOPATOLOGI GINJAL MENCIT JANTAN(Mus musculus) YANG DIINDUKSI HIPERTENSI

3 Oleh sebab itu, untuk mencegah terjadinya gangguan pada ginjal maka diperlukan manajemen terapi. Secara umum, terdapat 5 golongan obat anti hipertensi yaitu diuretik, calcium antagonists, ACE inhibitors, angiotensin receptor antagonists dan beta blockers (European Society of Hypertension, 2007). ACE (Angiotensin Converting Enzim) inhibitor adalah terapi pilihan pada pasien dengan hipertensi penyakit ginjal kronis, dan proteinuria. ACE inhibitor mencegah konversi angiotensin I menjadi angiotensin II dan memblokir jalur utama degradasi bradikinin dengan menghambat ACE (Rahmawati, 2014). Salah satu obat golongan ACE inhibitor adalah Captopril. Penelitian (Hrenak dkk, 2013) menyatakan bahwa Captopril dapat mencegah peningkatan tekanan darah sistolik dan peningkatan ukuran glomerulus sehingga menjadikan captopril sebagai antihipertensi yang bersifat renoprotektif.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK TEMULAWAK (Curcuma Xanthorrhiza Roxb.) TERHADAP HISTOPATOLOGI GINJAL MENCIT JANTAN (Mus musculus) YANG DIINDUKSI HIPERTENSI DENGAN KONTROL VALSARTAN

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK TEMULAWAK (Curcuma Xanthorrhiza Roxb.) TERHADAP HISTOPATOLOGI GINJAL MENCIT JANTAN (Mus musculus) YANG DIINDUKSI HIPERTENSI DENGAN KONTROL VALSARTAN

Valsartan adalah salah satu obat golongan ARB. Efektif pada pasien dengan hipertensi ringan sampai sedang. Monoterapi dengan Valsartan 80 mg sebagai dosis awal telah menunjukkan efikasi yang baik pada pasien dengan CHF, penurunan nilai ginjal dan membantu kontrol tekanan darah pada pasien dengan hipertensi berat yang tidak toleran dengan β -blocker, ACE inhibitor atau diuretik (Siddiqui, 2011). Benjamin J Epstein (2010) mengatakan bahwa kombinasi aliskiren dan valsartan memberikan perlindungan superior terhadap RAAS dan aman serta efektif menurunkan tekanan darah.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) SEBAGAI ADJUVAN TERAPI CAPTOPRIL TERHADAP KADAR RENIN PADA MENCIT JANTAN (Mus musculus) YANG DIINDUKSI HIPERTENSI

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) SEBAGAI ADJUVAN TERAPI CAPTOPRIL TERHADAP KADAR RENIN PADA MENCIT JANTAN (Mus musculus) YANG DIINDUKSI HIPERTENSI

Temulawak diketahui mengandung banyak senyawa seperti xanthorhizol, zingiberene, curcumin dan sebagainya. Salah satu senyawa kimia yaitu curcumin dapat berfungsi sebagai antiinflamasi dan antioksidan sehingga dapat membantu kerja captopril dalam menurunkan tekanan darah. Mekanisme antiinflamasi dan antioksidan terjadi karena adanya senyawa kimia curcumin pada temulawak yang mampu memperbaiki endotelium, menghambat oxidative stress, memperbaiki fungsi ginjal dan organ lain sehingga menurunkan resistensi vaskuler dan menghambat disfungsi vaskuler. Selain itu, senyawa curcumin diketahui mampu menghambat proses asetilasi oleh co-activator p-300 dalam proses hipertropi jantung dan respon simpatis sehingga dapat bersinergi membantu mekanisme penurunan tekanan darah dan renin pada terapi hipertensi. Sistem RAAS yang terkait pada mekanisme pengaturan tekanan darah akan terpengaruh dengan adanya peran senyawa kimia pada ekstrak temulawak sebagai adjuvan terapi captopril. Hal ini secara tidak langsung akan mempengaruhi kadar renin sebagai respon timbal balik perubahan tekanan darah melalui mekanisme homeostasis.
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK TEMULAWAK (Curcuma xanthoriza Roxb) TERHADAP HISTOPATOLOGI OTAK PADA MENCIT JANTAN (Mus musculus) YANG DIINDUKSI HIPERTENSI DENGAN KONTROL CAPTOPRIL

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK TEMULAWAK (Curcuma xanthoriza Roxb) TERHADAP HISTOPATOLOGI OTAK PADA MENCIT JANTAN (Mus musculus) YANG DIINDUKSI HIPERTENSI DENGAN KONTROL CAPTOPRIL

Soetomo, M., Rudy, A., Achmad, L. (2003). Pedoman Diagnosis dan Terapi Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah. Surabaya: Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Srijanto B, I. Rosidah ,E.Rismana, G.Syabirin, Aan dan Maherni. 2004. Pengaruh Waktu, Suhu dan Perbandingan Bahan Baku-Pelarut Pada Ekstraksi Kurkumin Dari Temulawak (Curcuma XanthorrizaRoxb.) Dengan Pelarut Aseton. Prosiding Seminar Nasional Rekayasa Kimia dan Proses.ISSN : 1411 – 4216 : 1-5.

26 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL TEMULAWAK (Curcuma Xanthorrhiza Roxb.) TERHADAP TEKANAN DARAH MENCIT JANTAN (Mus musculus) YANG DIINDUKSI HIPERTENSI DENGAN KONTROL CAPTOPRIL

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL TEMULAWAK (Curcuma Xanthorrhiza Roxb.) TERHADAP TEKANAN DARAH MENCIT JANTAN (Mus musculus) YANG DIINDUKSI HIPERTENSI DENGAN KONTROL CAPTOPRIL

3 bahwa captopril efektif digunakan dalam pencegahan morbiditas dan mortalitas akibat penyakit kardiovaskular (Wijaya, 2013). Meskipun obat-obat sintetis sudah terbukti dalam terapi hipertensi, namun demikian penggunaan obat-obat tradisional atau fitofarmaka perlu diperhatikan sebagai alternatif dalam terapi hipertensi. Bangsa Indonesia telah lama mengenal dan menggunakan tanaman berkhasiat obat sebagai salah satu upayadalam menanggulangi masalah kesehatan. Pengetahuan tentang tanaman berkhasiat obat berdasar pada pengalaman dan keterampilan yang secara turun temurun telah diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya (Lusia Oktara, 2006).
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb.)TERHADAP KADAR RENIN MENCIT JANTAN (Mus muscullus) YANG DIINDUKSI HIPERTENSI DENGAN KONTROL VALSARTAN

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb.)TERHADAP KADAR RENIN MENCIT JANTAN (Mus muscullus) YANG DIINDUKSI HIPERTENSI DENGAN KONTROL VALSARTAN

Meskipun obat-obat diatas telah terbukti dalam terapi hipertensi, namun demikian penggunaan obat tradisional atau fitofarmaka perlu diperhatikan sebagai alternatif pengobatan. Penggunaaan obat tradisional sebagai alternatif pengobatan ditingkat global terus meningkat, begitu juga di Indonesia. Efek samping obat-obat kimia penurun tekanan darah cukup banyak dijumpai seperti sakit kepala, pusing, lemah, mual meskipun tidak selalu menjadi keluhan penderita. Untuk menghindari efek samping ini obat alternatif yang bisa lebih efektif menurunkan tekanan darah dan sekaligus aman untuk dikonsumsi seperti penggunaan obat-obat tradisional (Kumala Sari, 2006).
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

UJI EFEK PEMBERIAN EKSTRAK TEMULAWAK (Curcuma  Uji Efek Pemberian Ekstrak Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza Roxb.) Terhadap Gambaran Histopatologi Ginjal Tikus Putih Jantan Galur Wistar Yang Diinduksi Parasetamol.

UJI EFEK PEMBERIAN EKSTRAK TEMULAWAK (Curcuma Uji Efek Pemberian Ekstrak Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza Roxb.) Terhadap Gambaran Histopatologi Ginjal Tikus Putih Jantan Galur Wistar Yang Diinduksi Parasetamol.

Key words: temulawak extract, paracetamol, rat’s renal cell damaging PENDAHULUAN Ginjal merupakan alat utama yang sangat penting untuk mengeluarkan sisa-sisa metabolisme tubuh, termasuk zat-zat toksik yang tidak sengaja masuk ke dalam tubuh, akibatnya ginjal menjadi salah satu organ sasaran utama dari efek toksik. Urin sebagai jalur utama ekskresi, dapat mengakibatkan ginjal memiliki volume darah yang tinggi, mengkonsentrasikan toksikan pada filtrat, dan membawa toksikan melalui sel tubulus (Guyton dan Hall, 1997).

15 Baca lebih lajut

UJI EFEK PEMBERIAN EKSTRAK TEMULAWAK (Curcuma  Uji Efek Pemberian Ekstrak Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza Roxb.) Terhadap Gambaran Histopatologi Ginjal Tikus Putih Jantan Galur Wistar Yang Diinduksi Parasetamol.

UJI EFEK PEMBERIAN EKSTRAK TEMULAWAK (Curcuma Uji Efek Pemberian Ekstrak Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza Roxb.) Terhadap Gambaran Histopatologi Ginjal Tikus Putih Jantan Galur Wistar Yang Diinduksi Parasetamol.

KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Wr. Wb. Alhamdulillah segala puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas limpahan rahmat, taufik, dan hidayah-Nya, penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Uji Efek Pemberian Ekstrak Temulawak ( Curcuma Xanthorrhiza Roxb ) Terhadap Gambaran Histopatologi Ginjal Tikus Putih Jantan Galur Wistar Yang Diinduksi Parasetamol”. Skripsi ini dikerjakan untuk memenuhi persyaratan dalam menyelesaikan pendidikan Strata Satu (S 1) Fakultas Kedokteran, Program Pendidikan Dokter Umum, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

UJI EFEK STIMULANSIA INFUSA RIMPANG TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) PADA MENCIT JANTAN  Uji Efek Stimulansia Infusa Rimpang Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) Pada Mencit Jantan Galur Swiss.

UJI EFEK STIMULANSIA INFUSA RIMPANG TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) PADA MENCIT JANTAN Uji Efek Stimulansia Infusa Rimpang Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) Pada Mencit Jantan Galur Swiss.

INTISARI Penggunaan tanaman yang berkhasiat sebagai obat dalam penanggulangan masalah kesehatan telah dikenal masyarakat Indonesia sejak lama diwariskan secara turun temurun. Famili zingiberaceaesecara secara empiris digunakan sebagai stimulansia, salah satunya adalah temulawak, oleh karena itu perlu dilakukan penelitian terhadap rimpang temulawak mengenai efeknya sebagai stimulansia.

11 Baca lebih lajut

UJI EFEK STIMULANSIA INFUSA RIMPANG TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) PADA MENCIT JANTAN GALUR SWISS  Uji Efek Stimulansia Infusa Rimpang Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) Pada Mencit Jantan Galur Swiss.

UJI EFEK STIMULANSIA INFUSA RIMPANG TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) PADA MENCIT JANTAN GALUR SWISS Uji Efek Stimulansia Infusa Rimpang Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) Pada Mencit Jantan Galur Swiss.

Kontrol positif yang menggunakan kafein, pada data yang diperoleh menunjukkan adanya perpanjangan waktu lelah setelah adanya perlakuan, karena kafein itu sendiri memiliki aktifitas dalam peningkatan metabolisme dan dapat mengurangi rasa lelah. Mekanisme kafein dalam hal stimulansia adalah menghambat pengikatan reseptor adenosin yang merupakan zat kimia dalam otak. Adenosin bekerja secara berlawanan dengan kafein, adenosin sangat berpengaruh terhadap aktifitas sel saraf (Katzung 2002), dengan adanya mekanisme penghambatan tersebut maka, kafein dapat meningkatkan kewaspadaan, menimbulkan adanya penambahan energi, meningkatkan konsentrasi, serta dapat meminimalisasi kelelahan dan menstimulasi waktu untuk bereaksi. Efek yang sama juga ditunjukkan pada kelompok perlakuan dengan menggunakan infusa rimpang temulawak dengan 3 tingkatan dosis yang berbeda.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PROFIL LIPID MENCIT HIPERLIPIDEMIA SETELAH PEMBERIAN EKSTRAK TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza).

PROFIL LIPID MENCIT HIPERLIPIDEMIA SETELAH PEMBERIAN EKSTRAK TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza).

Penelitian mengenai gambaran profil lipid darah mencit (Mus musculus) galur Swiss Webster setelah pemberian bubuk rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza) telah dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui adanya perbedaan yang bermakna profil lipid darah mencit (Mus musculus) hiperlipidemia setelah pemberian bubuk rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza). Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima kali pengulangan dan lima perlakuan (Kontrol negatif, kontrol positif, 0,25 mg/g BB; 0,5 mg/g BB; 0,75 mg/g BB) digunakan dalam penelitian ini. Mencit jantan usia empat bulan diberi perlakuan temulawak (Curcuma xanthorrhiza) dengan cara gavage selama 60 hari setelah sebelumnya diaklimasi selama 15 hari dan diberikan pakan tambahan tinggi lemak. Pada hari ke-61 mencit diambil darahnya dan dilakukan pengujian kadar lipid darah menggunakan metode CHOD-PAP, GPO- PAP, dan Formula Friedwald. Hasil penelitian yang telah dilakukan menyatakan bahwa pemberian temulawak (Curcuma xanthorrhiza) menunjukkan tidak adanya pengaruh yang signifikan terhadap penurunan kadar kolesterol total, trigliserida dan LDL pada mencit yang diinduksi hyperlipidemia, namun memberi pengaruh signifikan dalam meningkatkan kadar HDL darah mencit pada dosis 0,5 mg/gBB dan dalam meningkatkan berat badan mencit selama penelitian pada dosis yang sama. Kondisi ini dapat terjadi dikarenakan rendahnya penyerapan kurkumin dan glucuronidation dan sulfation kurkumin. Selain itu, kurkuminoid yang berasal dari temulawak ternyata tidak mempunyai efek yang nyata terhadap lemak serum dan lemak hati, maka disimpulkan bahwa temulawak mengandung zat aktif selain kurkuminoid yang dapat merubah metabolisme lemak dan lipoprotein.
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

TEMULAWAK. : Curcuma xanthorrhiza ROXB.

TEMULAWAK. : Curcuma xanthorrhiza ROXB.

Temulawak merupakan tanaman obat yang secara alami sangat mudah tumbuh di Indonesia dan telah lama digunakan sebagai bahan pembuatan jamu. Setiap produsen jamu baik skala kecil atau skala industri selalu memasukkan temulawak ke dalam racikan jamunya. Rimpang temulawak yang dikeringkan juga sudah merupakan komoditi perdagangan antar negara. Indonesia dengan dukungan kondisi iklim dan tanahnya dapat menjadi produsen dan sekaligus pengekspor utama rimpang temu lawak dengan syarat produks dan kualitas rimpang yang dihasilkan memenuhi syarat. Kuantitas dan kualitas ini dapat ditingkatkan dengan mengubah pola tanam temulawak dari tradisional ke “modern” yang mengikuti tata laksana penanaman yang sudah teruji. Selama periode 1985-1989 Indonesia mengekspor temulawak sebanyak 36.602 kg senilai US $ 21.157,2 setiap tahun. Negara pengekspor lainnya adalah Cina, Indo Cina dan Bardabos.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENGARUH EKSTRAK ETANOL RIMPANG TEMULAWAK(Curcuma xanthorrhiza Roxb.) TERHADAP  Pengaruh Ekstrak Etanol Rimpang Temulawak(Curcuma Xanthorrhiza Roxb.) Terhadap Daya Antiinflamasi Natrium Diklofenak Pada Tikus.

PENGARUH EKSTRAK ETANOL RIMPANG TEMULAWAK(Curcuma xanthorrhiza Roxb.) TERHADAP Pengaruh Ekstrak Etanol Rimpang Temulawak(Curcuma Xanthorrhiza Roxb.) Terhadap Daya Antiinflamasi Natrium Diklofenak Pada Tikus.

Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan nikmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyusun dan menyelesaikan skripsi ini yang berjudul : ”Pengaruh Ekstrak Etanol Rimpang Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) Terhadap Daya Antiinflamasi Natrium Diklofenak Pada Tikus”sebagai salah satu syarat untuk mencapai derajat Sarjana Farmasi (S. Farm) Program Studi Farmasi pada Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

13 Baca lebih lajut

UJI EFEK ANALGETIK TEMULAWAK INSTAN (Curcuma xanthorrhiza Roxb) PADA MENCIT JANTAN DENGAN METODE GELIAT.

UJI EFEK ANALGETIK TEMULAWAK INSTAN (Curcuma xanthorrhiza Roxb) PADA MENCIT JANTAN DENGAN METODE GELIAT.

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek analgetik dari temulawak instan (Curcuma xanthorrhiza Roxb) terhadap mencit jantan dengan menggunakan metode geliat. Penelitian ini merupakan salah satu uji praklinik yang bertujuan untuk mengetahui keamanan dan efek obat uji terhadap manusia. Penelitian ini menggunakan metode rangsang kimia berupa rasa nyeri yang ditimbulkan pada hewan uji. Rasa nyeri tersebut ditandai dengan munculnya geliat (Gambar 8) akibat pemberian asam asetat secara intraperitonial. Pemberiaan asam asetat ini mengakibatkan terjadinya kerusakan jaringan sehingga menyebabkan keluarnya mediator nyeri dari sel yang rusak dan merangsang reseptor nyeri yang merupakan ujung syaraf bebas sehingga menimbulkan reaksi nyeri berupa geliat (Sofiana, 2013). Kriteria geliat yang digunakan sebagai patokan adalah geliat dengan kedua pasang kaki masing-masing ditarik ke depan dan ke belakang serta perut menekan lantai, penarikan kembali abdomen, dan adanya penurunan aktivitas motorik (Jahwa, 2016).
Baca lebih lanjut

76 Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA  Uji Efek Pemberian Ekstrak Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza Roxb.) Terhadap Gambaran Histopatologi Ginjal Tikus Putih Jantan Galur Wistar Yang Diinduksi Parasetamol.

DAFTAR PUSTAKA Uji Efek Pemberian Ekstrak Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza Roxb.) Terhadap Gambaran Histopatologi Ginjal Tikus Putih Jantan Galur Wistar Yang Diinduksi Parasetamol.

Pengaruh Ekstrak Etanol Rimpang Temulawak ( Curcuma xanthorrhiza Roxb.) terhadap Kadar Kolesterol Total.. pada Tikus yang Hiperlipidemia.[r]

4 Baca lebih lajut

PENGARUH EKSTRAK ETANOL RIMPANG TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) TERHADAP KADAR  Pengaruh Ekstrak Etanol Rimpang Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza Roxb.) Terhadap Kadar Kolesterol Total Pada Tikus Putih Hiperlipidemia.

PENGARUH EKSTRAK ETANOL RIMPANG TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) TERHADAP KADAR Pengaruh Ekstrak Etanol Rimpang Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza Roxb.) Terhadap Kadar Kolesterol Total Pada Tikus Putih Hiperlipidemia.

xanthorrhiza Roxb.) .......................................................... 36 Lampiran 4. Foto Alat Vacum Evaporator ............................................ 37 Lampiran 5. Foto Alat Sentrifuge .......................................................... 38 Lampiran 6. Foto Alat Spektrofotometer UV'Vis (Stardust Diasys

13 Baca lebih lajut

UJI EFEK ANALGESIK EKSTRAK ETANOL 70% RIMPANG TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb) PADA MENCIT  Uji Efek Analgesik Ekstrak Etanol 70% Rimpang Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza Roxb) Pada Mencit (Mus Musculus) Jantan Galur Swiss Yang Diinduksi Nyeri Asam As

UJI EFEK ANALGESIK EKSTRAK ETANOL 70% RIMPANG TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb) PADA MENCIT Uji Efek Analgesik Ekstrak Etanol 70% Rimpang Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza Roxb) Pada Mencit (Mus Musculus) Jantan Galur Swiss Yang Diinduksi Nyeri Asam As

rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) serta untuk mengetahui dosis efektif ekstrak. Metode Penelitian : Penelitian ini bersifat experimental laboratorium dengan metode Post Test Only With Control Group Design. Hewan uji yang digunakan adalah 25 ekor mencit jantan galur Swiss berumur 2-3 bulan dengan berat badan 20-30 gram yang dibagi menjadi 5 kelompok, yaitu Kelompok Kontrol Negatif diberikan aquades, Kelompok Kontrol Positif diberikan aspirin 1,3 mg/20gBB, Kelompok Perlakuan Pertama, Kedua dan Ketiga diberikan dosis ekstrak 140 mg/KgBB, 280 mg/KgBB dan 560 mg/KgBB. Masing-masing kelompok dihitung frekuensi geliat dengan menggunakan metode Writhing Test. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji statistik one-way ANOVA dan uji statistik LSD (Least Significant Difference).
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects