Top PDF PENGARUH PENDEKATAN PEMBELAJARAN SAVI TERHADAP HASIL BELAJAR PADA PEMBELAJARAN TEMATIK DI SEKOLAH DASAR.

PENGARUH PENDEKATAN PEMBELAJARAN SAVI TERHADAP HASIL BELAJAR PADA PEMBELAJARAN TEMATIK DI SEKOLAH DASAR.

PENGARUH PENDEKATAN PEMBELAJARAN SAVI TERHADAP HASIL BELAJAR PADA PEMBELAJARAN TEMATIK DI SEKOLAH DASAR.

Data yang diperoleh dari proses pengumpulan data kemudian dianalisis dan diolah melalui beberapa tahapan. Sebagaimana pendapat Arikunto (2006, hlm. 235) “secara garis besar, pekerjaan analisis data meliputi 3 langkah yaitu persiapan, tabulasi dan penerapan data sesuai dengan pendekatan penelitian“. Analisis data dalam penelitian ini juga meliputi tahapan-tahapan tersebut. Tahap pertama adalah tahap persiapan yang meliputi mengecek kelengkapan identitas pengisi instrumen, mengecek kelengkapan data (isi instrumen pengumpulan data), mengecek kembali jenis isian data, mengelompokan data berdasarkan variabel dan jenis instrumen , mengecek kembali kelengkapan data. Tahap ke dua adalah tahap tabulasi data yang meliputi pemberian skor, menghitung skor dari setiap jawaban baik pada pre test maupun post test, mentabulasikan data ke dalam tabel, misalnya memberikan skor pada setiap soal yaitu soal yang dijawab dengan benar oleh reponden, maka responden diberi skor 1 dan sebaliknya jika soal dijawab dengan salah oleh responden, maka responden diberi skor 0. Tahap terakhir adalah tahap penerapan data sesuai dengan pendekatan penelitian yaitu analisis data statistik. Pada tahap analisis data statistik, terdapat beberapa langkah yang dilakukan diantaranya adalah sebagai berikut :
Baca lebih lanjut

59 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL QUANTUM TEACHING TERHADAP HASIL BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK DI SEKOLAH DASAR.

PENGARUH MODEL QUANTUM TEACHING TERHADAP HASIL BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK DI SEKOLAH DASAR.

Penelitian ini berjudul “Pengaruh Model Quantum Teaching terhadap Hasil Belajar dalam Pembelajaran Tematik di Sekolah Dasar”. Model Quantum Teaching merupakan model pembelajaran yang dapat mengubah potensi dan bakat siswa menjadi sebuah prestasi. Model pembelajaran ini dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk mendapatkan pengalaman langsung yang diperoleh melalui serangkaian proses kegiatan pembelajaran dan berlangsung dalam lingkungan yang menyenangkan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya pengalaman guru dalam menggunakan model pembelajaran yang sesuai dan tepat dalam melaksanakan pembelajaran tematik yang dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk mendapatkan pengalaman langsung Penelitian yang dilakukan menyangkut hasil belajar siswa dalam pembelajaran Subtema Pemanfaatan Energi. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Buniasih yang berlokasi di Kp. Tagog Ds. Buniasih Kec. Kadipaten Kab. Tasikmalaya. Adapun sampel yang ditetapkan dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Buniasih yang berjumlah 62 orang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian quasi experimental dengan desain penelitian nonequivalent control group design. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendapatkan informasi mengenai: 1) hasil belajar siswa pada pembelajaran Subtema Pemanfaatan Energi dengan menggunakan model pembelajaran konvensional, 2) hasil belajar siswa pada pembelajaran Subtema Pemanfaatan Energi yang menggunakan model Quantum Teaching, 3) perbedaan hasil belajar antara siswa yang mengikuti pembelajaran Subtema Pemanfaatan Energi yang menggunakan model pembelajaran konvensional dengan siswa yang yang menggunakan model Quantum Teaching, 4) pengaruh model QuantumTeaching terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran Subtema Pemanfaatan Energi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian
Baca lebih lanjut

44 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL INKUIRI DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR

PENGARUH MODEL INKUIRI DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR

Berdasarkan hasil analisis dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: (1) Terdapat pengaruh dari penggunaan model inkuiri terhadap hasil belajar siswa pembelejaran tematik kelas IV Sekolah Dasar Negeri 09 Pontianak Barat. Hal ini dapat dilihat dari perolehan hasil belajar pada post-test siswa. Berdasarkan hasil analisis data hasil belajar siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol yang dilakukan dengan uji t untuk menguji hipotesis dengan rumus t tes polled varian diperoleh t hitung 2,84 dan t tabel (a) = 5% dan dk = 52 diperoleh t tabel 2,00 Maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima. (2) Besar pengaruh dari penerapan model inkuiri terhadap hasil belajar siswa pembelajaran tematik kelas IV Sekolah Dasar Negeri 09 Pontianak Barat memberikan pengaruh yang sedang yaitu sebesar 0,57.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENGGUNAAN MEDIA WAYANG PADA PEMBELAJARAN TEMATIK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DI SEKOLAH DASAR

PENGGUNAAN MEDIA WAYANG PADA PEMBELAJARAN TEMATIK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DI SEKOLAH DASAR

Berdasarkan hasil dari refleksi diri peneliti terhadap pembelajaran tematik di kelas 1 SD Negeri 17 Pereges, guru masih belum dapat menciptakan pembelajaran yang mengaktifkan siswa secara optimal. Hal ini dikarenakan pada saat proses pembelajaran, guru kurang mengunakan atau memanfaatkan media dalam pembelajaran, metode pembelajaran yang digunakan tidak variatif dan cenderung konvensional (ceramah) serta kurang melibatkan siswa dalam proses pembelajaran. Saat guru menyampaikan materi dengan metode konvensional, hanya siswa yang pintar yang mendominasi ketika pembelajaran sedang berlangsung, sedangkan siswa yang lainnya asyik bergurau dengan teman sebangkunya, bahkan ada pula yang sibuk bermain sendiri. Hal tersebut, berdampak pada rerata hasil belajar siswa yang berada di bawah kriteria standar ketuntasan.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION (RME) PADA PEMBELAJARAN TEMATIK KELAS IV SEKOLAH DASAR

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION (RME) PADA PEMBELAJARAN TEMATIK KELAS IV SEKOLAH DASAR

Karakteristik umum meliputi faktor-faktor usia, tingkat pendidikan, pekerjaan /posisi, kebudayaan dan sosial ekonomi. Dengan analisis pebelajar akan membantu pemulihan metode dan media pembelajaran yang sesuai. Sebagai contoh : pebelajar yang lemah dalam ketrampilan membaca, lebih tepat diberi media non cetak. Jika pebelajar kurang tertarik dengan materi yang disajikan, maka media yang tepat misalnya videotape, simulasi, atau kegiatan-kegiatan yang berbasis teknologi. Bila pebelajar pertama kali belajar suatu konsep baru, maka dibutuhkan pengalaman belajar langsung dan konkrit seperti karyawisata atau latihan bermain peran (mengacu pada kerucut peran Edgar Dale )
Baca lebih lanjut

91 Baca lebih lajut

PENERAPAN METODE EDUTAINMENT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK SEKOLAH DASAR

PENERAPAN METODE EDUTAINMENT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK SEKOLAH DASAR

perencanaan antara lain: (1) menetapkan Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar dan Indikator; (2) Menetapkan jaring tema; (3) Menyepakati pelaksanaan pembelajaran menggunakan metode Edutainment, (4) Menyusun perangkat pembelajaran berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP),) dan membuat soal beserta pedoman penilaian dan kunci jawaban; (5) Memilih materi yang akan diajarkan; (6) Menyiapkan media pembelajaran; (7) Menyiapkan alat pengumpul data berupa lembar observasi guru dan siswa.Pelaksanaan tindakan pada tiap siklus sesuai dengan perencanaan yang direncanakan, yaitu persiapan, penerapan, dan penutup.Pengamatan dilakukan secara terus menerus mulai dari siklus pertama dilanjutka siklus kedua dan seterusnya apabila terdapat hambatanatau kekurangan dengan perubahan yang dicapai. Refleksi dilakukan setiap satu tindakan siklus berakhir. Dalam tindakan ini peneliti melakukan refleksi tehadap hal-hal yang berkaitan pada tiap pembelajaran serta pencapaian keberhasilan guru mengajar serta peningkatan hasil belajar siswa.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENGARUH PENDEKATAN PEMBELAJARAN TEMATIK DENGAN MENGGUNAKAN VIDEO DAN KEMAMPUAN SPASIAL VISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SEKOLAH DASAR.

PENGARUH PENDEKATAN PEMBELAJARAN TEMATIK DENGAN MENGGUNAKAN VIDEO DAN KEMAMPUAN SPASIAL VISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SEKOLAH DASAR.

Konsekwensi ini berimplikasi pula kepada guru pengampu matapelajaran matematika (guru kelas) untuk melakukan identifikasi dan prediksi didalam menentukan kemampuan spasial visual yang dimiliki siswa. Apabila kemampuan spasial visual siswa dapat dikelompokan maka guru dapat menerapkan rencana- rencana pembelajaran dan penggunaan media yang tepat dan sesuai dengan karakteristik siswa, disampaing itu dapat melakukan tindakan-tindakan lain seperti pengayaan dan dan soal-soal latihan dengan tingkat kesukaran yang lebih tinggi untuk siswa yang memiliki kemampuan spasial visual tinggi sedangkan untuk siswa yang memiliki kemampuan spasial visual rendah diberikan materi-materi remedial yang bertujuan memberikan pemahaman dan penguasaan kepada siswa terhadap materi pelajaran. Dengan demikian siswa diharapkan mampu membangun dan menemukan sendiri pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkannya dalam menyelesaikan persoalan belajar untuk memperoleh hasil belajar yang lebih baik.
Baca lebih lanjut

40 Baca lebih lajut

kd Tasik 1004159 Title

kd Tasik 1004159 Title

Pengaruh Pendekatan Pembelajaran SAVI terhadap Hasil Belajar Pada Pembelajaran Tematik di Sekolah Dasar Oleh Desi Fatwani Yohani Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah[r]

3 Baca lebih lajut

kd Tasik 1004159 Abstract

kd Tasik 1004159 Abstract

Penelitian dengan judul Pengaruh Pendekatan Pembelajaran SAVI terhadap Hasil Belajar pada Pembelajaran Tematik di Sekolah Dasar dilakukan atas dasar fenomena yang sering terjadi di lapangan yaitu kurangnya persiapan guru dalam merancang proses pembelajaran yang kreatif, inovatif dan menyenangkan dengan menggunakan pendekatan pembelajaran yang efektif dan media yang sesuai dengan karakteristik siswa. Selain itu, proses pembelajaran masih menekankan pada pelafalan konsep bukan pemahaman konsep, proses pembelajaran kurang memaksimalkan aktivitas siswa sehingga siswa tidak dapat belajar bagaimana cara memecahkan masalah, berpikir kreatif, inovatif, kritis dan sistematis. Pendekatan yang dirasakan cocok untuk mengatasi permasalahan- permasalahan tersebut dan perlu diteliti adalah pendekatan pembelajaran SAVI. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai pengaruh pendekatan pembelajaran SAVI terhadap hasil belajar pada pembelajaran tematik. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Bunisari dan SDN Pasirmalang Gugus 2 UPTD Pendidikan Kecamatan Cigalontang Kabupaten Tasikmalaya. Teknik sampling yang digunakan adalah sampel jenuh dimana sampel diambil 100 % dari populasi yaitu berjumlah 65 siswa. Setelah data penelitian diperoleh, diolah dan dianalisis, nilai rata-rata pre test kelas kontrol mencapai 42,81 (sedang), sedangkan nilai rata-rata post test kelas kontrol mencapai 66,15 (tinggi). Efektivitas pembelajaran di kelas kontrol berada pada kategori kurang efektif. Nilai rata-rata pre test kelas eksperimen mencapai 44,04 (sedang), sedangkan nilai rata-rata post test kelas eksperimen mencapai 79,70 (sangat tinggi). Efektifitas pembelajaran di kelas eksperimen berada pada kategori cukup efektif. Terdapat perbedaan hasil belajar siswa pada pembelajaran antara kelas kontrol dengan kelas eksperimen. Nilai rata-rata post test dan rata-rata normal gain kelas eksperimen yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. Dari perhitungan uji-t diperoleh bahwa nilai Sig. (two tailed) atau signifikansi uji dua pihak sebesar 0,000. Nilai Sig. tersebut < α atau Sig. < 0,05, Ini berarti bahwa terdapat perbedaan antara nilai rata-rata post test dan normal gain kelas kontrol dengan kelas eksperimen. Dengan melihat perbedaan antara hasil belajar siswa pada pembelajaran tanpa menggunakan pendekatan pembelajaran SAVI dengan hasil belajar siswa pada pembelajaran yang menggunakan pendekatan pembelajaran SAVI membuktikan adanya pengaruh dari pendekatan pembelajaran SAVI terhadap hasil belajar pada pembelajaran tematik di Sekolah Dasar.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

TAPPDF.COM  PDF DOWNLOAD PEMBELAJARAN TEMATIK DI SEKOLAH DASAR  DAFTAR JURNAL 2 PB

TAPPDF.COM PDF DOWNLOAD PEMBELAJARAN TEMATIK DI SEKOLAH DASAR DAFTAR JURNAL 2 PB

Abstrak: Dalam kerangka dasar dan struktur kurikulum 2006 (KTSP), khususnya mengenai struktur kurikulum SD/MI, salah satunya ditentukan bahwa pembelajaran pada kelas I sampai dengan kelas III dilaksanakan melalui pendekatan tematik. Lebih dari enam tahun setelah penerapan Kurikulum KTSP, sekolah dasar di Kecamatan Sukun dan Kecamatan Klojen belum melaksanakan pembelajaran tematik dengan optimal. Guru sudah membuat RPP tematik tetapi belum melaksanakannya karena menurut guru pembelajaran terpisah lebih dapat meningkatkan hasil belajar siswa daripada pembelajaran tematik. Beberapa hambatan yang dialami guru menunjukkan bahwa mereka belum memahami konsep pembelajaran tematik. Guru barumemberikan ketrampilan kognitif, sedangkan afektif dan psikomotorik belum berbasis kegiatan pembelajaran. Ketrampilan kognitif yang diberikan kepada siswa baru pada tingkat C1-C3. Hal ini berarti bahwa guru belum memberikan ketrampilan tingkat tinggi kepada siswa.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

kd Tasik 1004158 Title

kd Tasik 1004158 Title

PENGARUH MODEL QUANTUM TEACHING TERHADAP HASIL BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK DI SEKOLAH DASAR SKRIPSI diajukan untuk memenuhi sebagian dari syarat untuk memperoleh gelar Sarj[r]

3 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN “SAVI” TERHADAP MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA ( Studi pada Siswa SMP Negeri 2 Sumber Kabupaten Cirebon) - IAIN Syekh Nurjati Cirebon

PENGARUH PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN “SAVI” TERHADAP MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA ( Studi pada Siswa SMP Negeri 2 Sumber Kabupaten Cirebon) - IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Pembelajaran merupakan suatu proses yang rumit karena tidak hanya proses transfer informasi guru kepada siswa, tetapi juga melibatkan berbagai tindakan dan kegiatan yang harus dilakukan terutama jika menginginkan hasil belajarnya menjadi lebih baik. Salah satu proses pembelajaran yang menekankan berbagai tindakan dan kegiatan adalah dengan menggunakan pendekatan tertentu. Pendekatan dalam pembelajaran pada hakekatnya merupakan sarana untuk mencapai tujuan pembelajaran serta dapat mengembangkan dan meningkatkan aktivitas belajar yang dilakukan guru dan siswa.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Peningkatan Hasil Belajar Matematika Melalui Pendekatan Belajar "SAVI" pada Siswa Kelas III SDN 01 Jatisuko Jatipuro Tahun Pelajaran 2010/2011.

PENDAHULUAN Peningkatan Hasil Belajar Matematika Melalui Pendekatan Belajar "SAVI" pada Siswa Kelas III SDN 01 Jatisuko Jatipuro Tahun Pelajaran 2010/2011.

Kelemahan mendasar dalam pembelajaran matematika di Sekolah Dasar saat ini adalah ”pembelajaran dilaksanakan dengan guru sebagai pusat pembelajaran, bersifat monoton, kurangnya interaksi antar siswa dengan guru, dan siswa dengan siswa”. Danim (2003: 2) mengungkapkan bahwa ”kelemahan pendidikan di Indonesia kecenderungannya pada tingkat implementasi”.

6 Baca lebih lajut

BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1. Kajian Teori 2.1.1. Hakikat Matematika - Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Efektivitas Model Pembelajaran Somatic Auditory Visualization Intellectually (SAVI) terhadap Hasil Belajar Siswa

BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1. Kajian Teori 2.1.1. Hakikat Matematika - Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Efektivitas Model Pembelajaran Somatic Auditory Visualization Intellectually (SAVI) terhadap Hasil Belajar Siswa

Badan Satuan Nasional Pendidikan menjelaskan bahwa matematika adalah mata pelajaran yang perlu diberikan kepada semua siswa mulai dari Sekolah Dasar untuk membekali para siswa dengan kemampuan berpikir logis, analitis, kritis, kreatif serta kemampuan kerja sama, agar dapat memiliki kemampuan memperoleh, mengelola dan memanfaatkan informasi untuk bertahan hidup pada keadaan yang selalu berubah dan tidak pasti dan kompetitif. Karakteristik Matematika menurut Soedjadi (2000: 13) secara umum ada beberapa karakteristik, diataranya yaitu: memiliki objek kajian abstrak, bertumpu pada kesepakatan, berpola pikir deduktif, memiliki simbol yang kosong dari arti, memperhatikan semesta pembicaraan, dan konsisten dalam sistemya. Tujuan pembelajaran matematika seperti yang diuraikan dalam Kurikulum 2006 (Badan Satuan Nasional Pendidikan) adalah agar peserta didik memiliki kemampuan memecahkan masalahyang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusiyang diperoleh.
Baca lebih lanjut

33 Baca lebih lajut

PEMBELAJARAN TEMATIK, KONTEKSTUAL (CTL) DAN PEMBELAJARAN DI LABORATORIUM DI SEKOLAH DASAR

PEMBELAJARAN TEMATIK, KONTEKSTUAL (CTL) DAN PEMBELAJARAN DI LABORATORIUM DI SEKOLAH DASAR

Konstruktivisme merupakan landasan berpikir (filosofi) dalam pendekatan CTL, yaitu bahwa pengetahuan dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas. Pengetahuan bukanlah seperangkat fakta-fakta, konsep atau kaidah yang siap untuk diambil dan diingat. Manusia harus membangun pengetahuan itu memberi makna melalui pengalaman yang nyata. Batasan konstruktivisme di atas memberikan penekanan bahwa konsep bukanlah tidak penting sebagai bagian integral dari pengalaman belajar yang harus dimiliki oleh siswa, akan tetapi bagaimana dari setiap konsep atau pengetahuan yang dimiliki siswa itu dapat memberikan pedoman nyata terhadap siswa untuk diaktualisasikan dalam kondisi nyata. Oleh karena itu dalam pendekatan CTL, strategi untuk membelajarkan siswa menghubungkan antara setiap konsep dengan kenyataan merupakan unsur yang diutamakan dibandingkan dengan penekanan terhadap seberapa banyak pengetahuan yang harus diingat oleh siswa.
Baca lebih lanjut

64 Baca lebih lajut

1 PENGARUH PEMBELAJARAN AKSELERASI DENGAN PENDEKATAN SAVI TERHADAP HASIL BELAJAR TEKNIK SHOOTING BASKET SMPN 1

1 PENGARUH PEMBELAJARAN AKSELERASI DENGAN PENDEKATAN SAVI TERHADAP HASIL BELAJAR TEKNIK SHOOTING BASKET SMPN 1

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimenuntuk meningkatkan hasil belajar yang dimiliki siswa yaitu materi shootingdalam pembelajaran bola basket dengan menggunakan proses pembelajaran pendekatan SAVI yang dilakukan pada peserta didik kelas VIII SMP Negeri 1 Singkawang. Pendekatan SAVI yang dimaksud adalah dimana peserta didik melakukan pembelajaran secara bertahap melalui somatis, auditori, visual dan intelektual, peserta didik merasakan kegembiraan ataupun senang, melalui permainan yang menarik dan menyangkut tahap pembelajaran. Peserta didik dapat belajar serius dalam melaksanakan pembelajaran yang diberikan oleh guru, pendekatan SAVI dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik terhadap materi shootingkarena dengan pendekatan SAVI, peserta didik lebih mudah mempelajari gerakan shooting secara bertahap melalui beberapa permainan.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN TEMATIK TERPADU DI SEKOLAH DASAR.

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN TEMATIK TERPADU DI SEKOLAH DASAR.

(1) Guru mengalami kesulitan dalam menjabarkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar ke dalam indikator terutama dalam hal menentukan kata kerja operasional yang tepat; (2) Guru kesulitan dalam mengembangkan tema dan contoh tema tidak selalu sesuai dengan kondisi lingkungan belajar siswa; (3) Guru kesulitan tentang bagaimana cara melakukan pemetaan bagi Kompetensi Dasar yang lintas semester dan Kompetensi Dasar yang tidak sesuai dengan tema; (4) Beberapa contoh silabus pembelajaran tematik yang ada sangat beragam pendekatannya sehingga menimbulkan masalah dan keraguan untuk menggunakan; (5) Guru kesulitan dalam merumuskan keterpaduan berbagai mata pelajaran pada langkah pembelajaran dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK MENGGUNAKAN PENDEKATAN SAINTIFIK KELAS 1 SEKOLAH DASAR

PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK MENGGUNAKAN PENDEKATAN SAINTIFIK KELAS 1 SEKOLAH DASAR

teknik dalam pengajaran sehingga membuat siswa tertarik dengan materi yang akan disampaikan, (b) untuk meningkatkan performa guru dalam melaksanakan pembelajaran, guru memberikan sebuah ransangan terhadap siswa dalam membuka pola pikir siswa terhadap materi yang akan disampaikan, sehingga apa yang telah dilakukan guru bisa membuka aktivitas siswa dalam proses pembelajaran dan suasana dalam pembelajaran akan menjadi kondusif, dan (3) untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa pada siklus II, maka guru akan memberikan kesempatan kepada siswa untuk lebih aktif dan kreatif dalam mencari berbagai leteratur yang berkaitan dengan materi yang telah disampaikan; (2) membuat jaringan konsep pembelajaran tema 7 subtema 2 pembelajaran 1; (3) membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan indikator yang ingin dicapai yaitu menuliskan ungkapan pemberitahuan sesuai gambar (Bahasa Indonesia). Menyebutkan aturan cara merawat hewan sesuai dengan gambar yang diamati (PPKn). Menirukan gerak hewan dalam sebuah tarian (SBdP); (4) mempersiapkan berbagai peralatan pembelajaran yang diperlukan dalam proses pembelajaran yang akan berlangsung seperti, buku teks, lembar penilaian dan lain-lain; (5) menyiapkan alat pengumpul data berupa: Lembar observasi IPKG I, Lembar Observasi IPKG II, lembar penilaian aktivitas belajar siswa, dan lembar pengamatan yang sudah disusun sesuai dengan model pembelajaran yang akan dilakukan; (6) mempersiapkan alat dokumentasi, berupa: daftar nilai siswa, absensi siswa, dan kamera digital.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN EKPA TERHADAP HASIL BELAJAR PADA PEMBELAJARAN TEMATIK.

PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN EKPA TERHADAP HASIL BELAJAR PADA PEMBELAJARAN TEMATIK.

Pembelajaran di sekolah kebanyakan kurang memanfaatkan pengetahuan awal siswa dalam menyampaikan materi pada proses pembelajaran, hanya pada pencapaian target tujuan pembelajaran. Seharusnya dalam penyampaian materi pelajaran memanfaatkan pengetahuan awal siswa. Berangkat dari hal tersebut, penelitian ini dilakukan atas anggapan bahwa pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran EKPA akan memberikan pengaruh positif hasil belajar siswa. Penelitian ini dirangkum dalam judul “Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran EKPA Terhadap Hasil Belajar pada Pembelajaran Tematik”. Adapun sampel yang ditetapkan dalam penelitian ini adalah siswa kelas VA dan VB berjumlah 48 orang. Metode penelitian yang digunakan yaitu quasi experimental dengan desain penelitian Non Randomized Pretest-Postest Control Group Design . Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes objektif berjumlah 30 soal, lembar observasi model pembelajaran EKPA, lembar observasi RPP dan kemampuan penampilan mengajar. Hasil analisis data yang diperoleh sebagai berikut : 1) Rata- rata nilai RPP kelas kontrol dengan nilai 2,31 tergolong cukup baik, sedangkan pada kelas eksperimen dengan nilai 3,25 tergolong baik. Dan rata-rata nilai kemampuan penampilan mengajar kelas kontrol dengan nilai 3.07 tergolong cukup baik, sedangkan pada kelas eksperimen dengan nilai 3,44 tergolong baik. Hal tersebut menandakan bahwa RPP dan kemampuan penampilan mengajar pada kelas eksperimen baik. 2) Jumlah rata-rata keseluruhan penggunaan model pembelajaran EKPA adalah 8,5. Merujuk pada interval kategori yang telah dibuat, maka penggunaan model pembelajaran EKPA yang dilakukan dikelas VB SD Negeri Nagarawangi 2 dapat dikatakan baik. 3) hasil belajar siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional pada pembelajaran Subtema Daur Air yaiu pretest 53 (sedang) dan posttest 72.3 (tinggi) dengan rata-rata normal gain yang diperoleh sebesar 0,42 berada pada kategori kurang efektif, 4) Hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran EKPA pada pembelajaran Subtema Daur Air yaiu pretest 58.2 (tinggi) dan posttest 83.5 (sangat tinggi) dengan rata- rata normal gain yang diperoleh sebesar 0,64 berada pada kategori cukup efektif, 5) Siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan pembelajaran konpensional dengan pembelajaran menggunakan model pembelajaran EKPA terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan ditunjukkan dengan perbedaan posttest dan normal gain yang diperoleh, 6) terdapat pengaruh model pembelajaran EKPAterhadap hasil belajar pada pembelajaran Subtema Daur Air di kelas VB SD Negeri Nagarawangi 2.
Baca lebih lanjut

52 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...