Top PDF Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Kepatuhan Diet pada Pasien DM Tipe 2 di Irna Non Bedah Penyakit dalam RSUP Dr.m. Djamil Padang Tahun 2014

Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Kepatuhan Diet pada Pasien DM Tipe 2 di Irna Non Bedah Penyakit dalam RSUP Dr.m. Djamil Padang Tahun 2014

Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Kepatuhan Diet pada Pasien DM Tipe 2 di Irna Non Bedah Penyakit dalam RSUP Dr.m. Djamil Padang Tahun 2014

Diabetes Mellitus is a degenerative disease that has become a health problem in the world. The prevalence of this disease is increasing in developing countries, including Indonesia. Uncontrolled blood sugar and further complications may be influenced by the patient's behavior and lifestyle. Disobedience in implementing the diet is one of the problems for Diabetic patients. One of the nursing interventions that can be used to overcome the disobedience of the diet is to provide health education on dietary management. The purpose of this study was to determine the effect of health education on dietary obedience in patients with Diabetes Mellitus in Irna Non Bedah Penyakit Dalam, Dr. M. Djamil Hospital. The type of research is a Quasi-Experimental by using One Group Pre-Post Test Design, 15 people as samples were taken by Purposive Sampling Method. Data collection was conducted on 01 February 2014 to 05th March 2014. The statistical test used is Wilcoxon signed rank test. The results show that there is an increased obedience of patients in implementing Diabetic diet (the right amount, the right type, and the right schedule) after a given health education (p = 0.002). As a conclusion, giving the health education about the implementation of the diet can improve dietary obedience in patients with Diabetes Mellitus who are undergoing treatment. It is expected that the implementation of health education can be done intensively in health services in Dr. M. Djamil Hospital as anticipation of further complications due to disobedience in implementing the diet.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Perbedaan Level Pengetahuan dan Sikap pada Kepatuhan Diet Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Poliklinik Khusus Penyakit Dalam RSUP Dr. M. Djamil Padang Tahun2019

Perbedaan Level Pengetahuan dan Sikap pada Kepatuhan Diet Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Poliklinik Khusus Penyakit Dalam RSUP Dr. M. Djamil Padang Tahun2019

Proporsi kematian akibat penyakit DM dari seluruh kematian akibat penyakit tidak menular adalah sebesar 4%. Pada tahun 2030 diperkirakan DM menempati urutan ke 7 penyebab kematian di dunia (Global Status Report on Non Communicable Diseases, 2014). Komplikasi yang sering dialami oleh penderita DM antara lain stroke, ulkus kaki, kebutaan, penyakit ginjal, gagal jantung, neuropati dan bahkan mengalami kematian (Kemenkes RI, 2013). Komplikasi tersebut dapat dicegah bila penderita DM patuh menjalani diet, sesuai dengan anjuran yaitu prinsip 3J (tepat jenis, tepat jadwal dan tepat jumlah).
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

HUBUNGAN SIKAP DAN MOTIVASI PERAWAT DENGAN TINDAKAN PENCEGAHAN DEKUBITUS DI IRNA NON BEDAH (NEUROLOGI) RSUP. DR. M. DJAMIL PADANG TAHUN 2016

HUBUNGAN SIKAP DAN MOTIVASI PERAWAT DENGAN TINDAKAN PENCEGAHAN DEKUBITUS DI IRNA NON BEDAH (NEUROLOGI) RSUP. DR. M. DJAMIL PADANG TAHUN 2016

Tindakan pencegahan dekubitus di RSUP. DR. M. Djamil Padang dinilai kurang terlihat dari angka kejadian dekubitus yang terus meningkat yaitu sebanyak 33 kasus pada tahun 2014 dan sebanyak 47 kasus pada tahun 2015. Kejadian ini lebih tinggi terjadi pada ruangan neurologi yaitu sebanyak 15 orang di ruang neurologi pada tahun 2015, hal ini menunjukan kurangnya tindakan pencegahan yang dilakukan. Kejadian dekubitus merupakan Salah satu indikator mutu pelayanan Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan sikap dan motivasi perawat dengan tindakan pencegahan dekubitus di Ruang Neurologi RSUP. DR M. Djamil Padang .Jenis penelitian analitik dengan desain cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah semua perawat pelaksana yang bertugas di IRNA Non Bedah (Neurologi) RSUP. Dr. M. Djamil Padang berjumlah 51 orang denganteknik sampel adalah total sampel. Penelitian dilakukan pada bulan Februari – September . Data dikumpulkan secara angket dengan kuesioner dan diolah dengan langkah-langkah editing, coding, entry, cleaning dan dianalisa secara univariat untuk menunjukkan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji statistik Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% α = 0,05.Hasil penelitian didapatkan bahwa 31,4% perawat tidak melakukan tindakan pencegahan dekubitus, 37,3%perawat memiliki sikap negatif , 29,4% perawat memiliki motivasi yang rendah . Ada hubungan antara sikap, dan motivasi dengan dengan tindakan pencegahan dekubitus di IRNA Non Bedah (Neurologi) RSUP. DR M. Djamil Padang .Diharapkan perawat pelaksana untuk lebih meningkatkan lagi upaya pencegahan dekubitus seperti, melakukan mika-miki pada pasien setiap 2 jam sekali, penggunaan lotion dan produk perawatan kulit lainnya agar kulit pasien tetap lembab dan memberikan pendidikan kesehatan pada keluarga pasien tentang cara pencegahan dekubitus, sehingga keluarga dapat berperan dalam pencegahan dekubitus. Untuk peneliti selanjutnya agar meneliti tentang faktor-faktor lain yang berhubungan dengan tindakan pencegahan dekubitus seperti hubungan penghargaan dan peran keluarga dengan upaya pencegahan dekubitus.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PENGARUH PENGGUNAAN METHIL SALICYLATE 10% PATCH TERHADAP TINGKAT NYERI PADA INJEKSI ANTIBIOTIK DI IRNA BEDAH RSUP DR. M. DJAMIL PADANG TAHUN 2014 - Repositori Universitas Andalas

PENGARUH PENGGUNAAN METHIL SALICYLATE 10% PATCH TERHADAP TINGKAT NYERI PADA INJEKSI ANTIBIOTIK DI IRNA BEDAH RSUP DR. M. DJAMIL PADANG TAHUN 2014 - Repositori Universitas Andalas

Dalam pelayanan kesehatan pasien yang mengeluhkan nyeri, dapat diberikan penatalaksanaan nyeri oleh tenaga kesehatan termasuk perawat. Upaya yang dilakukan bisa secara non farmakologis dan farmakologis. Manajemen nyeri secara non farmakologis, misalnya kompres hangat, masase, distraksi, relaksasi. Sedangkan manajemen nyeri secara farmakologis yang paling umum digunakan untuk mengatasi nyeri adalah dengan pemakaian analgesik. Ada tiga jenis analgesik yaitu non-narkotik dan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), analgesik narkotik atau opiat dan obat tambahan (adjuvan) (Berman, 2009).
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Insidensi Tuberkulosis Paru pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Ruang Rawat Inap Penyakit Dalam RSUP Dr. M. Djamil Padang

Insidensi Tuberkulosis Paru pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Ruang Rawat Inap Penyakit Dalam RSUP Dr. M. Djamil Padang

Diabetes melitus (DM) merupakan suatu penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia akibat kelainan sekresi dan/atau gangguan kerja insulin. Sekitar 80% dari seluruh kasus DM merupakan DM tipe 2. Salah satu komplikasi DM adalah tuberkulosis (TB) paru. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi insidensi TB paru pada pasien DM tipe 2 di Ruang Rawat Inap Penyakit Dalam RSUP Dr. M. Djamil Padang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah data sekunder dari Instalasi Rekam Medis RSUP Dr. M. Djamil Padang berupa data pasien DM tipe 2 dan rekam medik pasien DM tipe 2 dengan TB paru yang dirawat di Ruang Rawat Inap Penyakit Dalam RSUP Dr. M. Djamil Padang sejak 1 Januari 2011 – 31 Desember 2011. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 29 kasus TB paru dari 748 orang pasien DM tipe 2 (3,88%). Kasus DM tipe 2 dengan TB paru terbanyak ditemukan pada kelompok jenis kelamin laki-laki (58,62%), usia < 60 tahun (72,41%; mean: 54,66 ± 12,77 tahun), dan normoweight (51,72%). Sebagian besar pasien menunjukkan hasil pemeriksaan BTA sputum negatif (65,52%). Insidensi pada penelitian ini sedikit lebih rendah daripada hasil penelitian sebelumnya.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Hubungan Efikasi Diri dengan Kualitas Hidup pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Poliklinik Khusus Penyakit Dalam RSUP. DR. M. Djamil Padang

Hubungan Efikasi Diri dengan Kualitas Hidup pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Poliklinik Khusus Penyakit Dalam RSUP. DR. M. Djamil Padang

Studi awal yang dilakukan di Poliklinik Khusus Penyakit Dalam RSUP DR. M. Djamil Padang pada tanggal 19 April 2016 didapatkan data hasil wawancara bahwa dari 8 orang pasien diabetes, 2 orang responden tidak yakin dalam melakukan aktifitas fisik atau olahraga karena memiliki penyakit penyerta lainnya seperti hipertensi, asam urat dan jantung, 3 orang responden mengatakan tidak patuh dalam pengontrolan gula darah, 1 orang pasien penderita diabetes mellitus mengatakan sudah bosan dan jenuh dengan penyakitnya dan merasa membebani keluarga. Sementara ada 1 orang mengatakan khawatir akan kemungkinan komplikasi yang berat, dan tidak semangat dalam menjalani aktivitas sehari-hari dikarenakan dengan penyakit yang sudah lama dideritanya serta komplikasi dari penyakitnya, 1 orang responden mengatakan secara rutin kontrol ke rumah sakit dan selalu mengontrol diit atau pola makan, sehingga penyakit diabetes mellitus yang di derita oleh responden dalam kategori terkontrol. Dengan demikian kondisi penyakit diabetes melitus yang dialami pasien menimbulkan berbagai jenis masalah fisik dan psikologis yang berujung pada pentingnya efikasi diri dalam melakukan manajemen diri. Kurangnya efikasi diri yang dilakukan oleh pasien diabetes melitus akan berdampak terhadap penurunan kualitas hidup.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENGARUH PENGGUNAAN METHIL SALICYLATE 10% PATCH TERHADAP TINGKAT NYERI PADA INJEKSI ANTIBIOTIK DI IRNA BEDAH RSUP DR. M. DJAMIL PADANG TAHUN 2014 - Repositori Universitas Andalas

PENGARUH PENGGUNAAN METHIL SALICYLATE 10% PATCH TERHADAP TINGKAT NYERI PADA INJEKSI ANTIBIOTIK DI IRNA BEDAH RSUP DR. M. DJAMIL PADANG TAHUN 2014 - Repositori Universitas Andalas

DJAMIL PADANG TAHUN 2014 Penelitian Keperawatan Medikal Bedah RAHFIMA WELLY 1010323029 PROGRAM STUDI S1 ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEPERAWATAN.[r]

1 Baca lebih lajut

PENGARUH PENGGUNAAN METHIL SALICYLATE 10% PATCH TERHADAP TINGKAT NYERI PADA INJEKSI ANTIBIOTIK DI IRNA BEDAH RSUP DR. M. DJAMIL PADANG TAHUN 2014 - Repositori Universitas Andalas

PENGARUH PENGGUNAAN METHIL SALICYLATE 10% PATCH TERHADAP TINGKAT NYERI PADA INJEKSI ANTIBIOTIK DI IRNA BEDAH RSUP DR. M. DJAMIL PADANG TAHUN 2014 - Repositori Universitas Andalas

The treatment process can be done in several ways one of which is the injection of antibiotics. Antibiotic injection causes pain mild to moderate pain. This case because the reaction of the drug into the blood circulation directly which can irritate the walls of blood vessels, causing pain. The non pharmacological management of pain with the use of methyl salicylate 10% patch. The purpose of the study was to determine the effect of the use of methyl salicylate 10% patch on the level of pain on injection of antibiotics. The research design is quasi-experimental with post-test only with equivalent control group. The study was conducted at room Irna Bedah Pria Dr.M.Djamil Padang on June 27 until July 16, 2014 sample in this study was 30 respondents. The procedure in this study is 10 minutes before the injection of antibiotic methyl salycilate 10% patch taped over 10cm of the proximal insertion of the infusion. Once injected antibiotics wait 15 minutes and then 10% methyl salycilate patch released with the direction from the top down. Bivariate analysis in this study is the Wilcoxon test. The results from this research that the level of pain in patients injected with antibiotics without the use of methyl salicylate 10% obtained a mean of 4.37 patch. The level of pain in patients who injected antibiotics with the use of methyl salicylate 10% obtained the mean is 1.60 patch.Decrease in the mean between pain in patients who injected antibiotics without the use of methyl salicylate 10% patch with pain in patients who injected antibiotics with the use of methyl salicylate 10% patch is 2.77. Suggested to the nurse to be able to use methyl salicylate 10% patch as pain management in patients who injected antibiotics.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DENGAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE OPERASI DI IRNA BEDAH RSUP. DR. M. DJAMIL PADANG - Repositori Universitas Andalas

HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DENGAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE OPERASI DI IRNA BEDAH RSUP. DR. M. DJAMIL PADANG - Repositori Universitas Andalas

Preoperative anxiety in patients is a preoperative psychological reactions as a new experience for patients undergoing surgery. Therapeutic communication is communication with a nurse who carried a particular technique which has a healing effect, and provide a sense of security and comfort so as to reduce anxiety. The purpose of this study was to determine the relationship of therapeutic communication with the nurse patient preoperative anxiety levels. This type of research is a descriptive analytic by design cross sectional study. In this study the sample size was 62 patients in Irna Bedah RSUP Dr.M.Djamil Padang in August 2013 to April 2014. The results showed preoperative patient anxiety mild anxiety (33.9%), moderate anxiety (46.8%), and severe anxiety (19.4%), while the nurses were good therapeutic communication (56.5%) and therapeutic communication nurses unfavorable (43.5%). The test results showed no statistically significant association between the therapeutic communication nurses with patients preoperative anxiety level with p = 0.006. The results of this study recommend the hospital institution that therapeutic communication can be implemented in hospitals to reduce patient anxiety, especially preoperative therapeutic communication in the working phase.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DENGAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE OPERASI DI IRNA BEDAH RSUP. DR. M. DJAMIL PADANG - Repositori Universitas Andalas

HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DENGAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE OPERASI DI IRNA BEDAH RSUP. DR. M. DJAMIL PADANG - Repositori Universitas Andalas

Perawat yang memiliki keterampilan berkomunikasi secara terapeutik tidak saja akan mudah menjalani hubungan rasa percaya dengan klien, mencegah terjadinya masalah illegal, memberikan rasa aman dan nyaman kepada pasien dam dapat mengurangi kecemasan pasien terhadap prosedur yang dilakukan di rumah sakit.

7 Baca lebih lajut

HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DENGAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE OPERASI DI IRNA BEDAH RSUP. DR. M. DJAMIL PADANG - Repositori Universitas Andalas

HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DENGAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE OPERASI DI IRNA BEDAH RSUP. DR. M. DJAMIL PADANG - Repositori Universitas Andalas

SKRIPSI HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DENGAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE OPERASI DI IRNA BEDAH RSUP Dr.. DJAMIL PADANG Penelitian Keperawatan Jiwa SILVIA ANGGRAINI BP[r]

1 Baca lebih lajut

HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN UPAYA PENCEGAHAN KOMPLIKASI PADA PASIEN DM DI RUANGAN POLIKLINIK PENYAKIT DALAM INTERNE RSUP DR. M. DJAMIL PADANG TAHUN 2017

HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN UPAYA PENCEGAHAN KOMPLIKASI PADA PASIEN DM DI RUANGAN POLIKLINIK PENYAKIT DALAM INTERNE RSUP DR. M. DJAMIL PADANG TAHUN 2017

Bila seseorang mulai percaya maka akan timbul suatu dorongan untuk melakukan sesuatu, disini pasien akan percaya untuk melakukan pencegahan komplikasi DM. Faktor yang mempengaruhi motivasi pasien dalam pencegahan komplikasi DM yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal bersumber dari dalam diri individu tersebut. Seperti kebiasaan dan kesadaran pasien akan menjaga pola diet, olahraga teratur, dan rutin memeriksakan kesehatan ke pelayanan kesehatan untuk mencegah terjadinya komplikasi DM. Faktor eksternal bersumber dari luar individu yaitu bersumber dari lingkungan. Lingkungan yang berpengaruh dalam pencegahan komplikasi DM salah satunya lingkungan keluarga. Dengan adanya keluarga yang mendukung pasien untuk sembuh, maka kesembuhan dan pencegahan komplikasi DM dapat terlaksana.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Gambaran Work-Life Balance Pada Perawat Wanita Instalasi Rawat Inap Non Bedah Penyakit Dalam RSUP Dr. M. Djamil Padang

Gambaran Work-Life Balance Pada Perawat Wanita Instalasi Rawat Inap Non Bedah Penyakit Dalam RSUP Dr. M. Djamil Padang

Rumah sakit merupakan salah satu fasilitas kesehatan yang terdiri dari fasilitas fisik dan fungsi pelayanan yang didirikan untuk memberikan pelayanan kesehatan perorangan dengan menggunakan sumber daya yang tersedia (tenaga dan lainnya) secara efektif dan efisien bagi masyarakat (Departemen Kesehatan RI, 2016). Rumah sakit sebagai salah satu fasilitas kesehatan bagi masyarakat, perlu memperhatikan mutu pelayanan yang dapat dipengaruhi oleh tenaga kesehatan yang salah satunya adalah tenaga keperawatan (Departemen Kesehatan RI, 2005). Keperawatan (UU RI No.38, 2014) adalah kegiatan pemberian asuhan kepada individu, keluarga, kelompok, atau masyarakat, baik dalam keadaan sakit maupun sehat. Kemampuan dan kewenangan dalam melakukan pemberian asuhan tersebut dilakukan oleh seorang perawat.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Gambaran NAFLD pada Pasien dengan Sindrom Metabolik di Poliklinik Penyakit Dalam RSUP Dr. M. Djamil Padang

Gambaran NAFLD pada Pasien dengan Sindrom Metabolik di Poliklinik Penyakit Dalam RSUP Dr. M. Djamil Padang

Obesitas adalah keadaan akumulasi lemak yang abnormal atau berlebihan di tubuh. Sedangkan obesitas sentral atau disebut juga obesitas abdominal adalah penumpukan lemak yang berlebihan di daerah peritoneum. Penumpukan lemak di daerah peritoneum lebih berbahaya dibandingkan penumpukan di daerah subkutan. Hal ini disebabkan jaringan adiposa viseral memiliki potensial lipolitik yang lebih tinggi. Selain itu pelepasan asam lemak bebas dari jaringan ini akan langsung menuju sirkulasi portal. Penelitian menunjukkan bahwa area lemak viseral, dihitung dengan CT Scan pada level umbilikalis, berkorelasi secara signifikan dengan kadar glukosa pada tes toleransi glukosa, plasma trigliserida, dan level kolesterol pada subjek yang obesitas. Obesitas berkaitan erat dengan penyakit-penyakit kronis, seperti diabetes, penyakit kardiovaskuler dan kanker. Metode pengukuran obesitas adalah dengan menghitung Indeks Masa Tubuh (IMT). Seseorang dikatakan obesitas dengan IMT >30. 3
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Karakteristik Pasien Penyakit Jantung Rematik yang Dirawat Inap di RSUP Dr. M. Djamil Padang

Karakteristik Pasien Penyakit Jantung Rematik yang Dirawat Inap di RSUP Dr. M. Djamil Padang

Data mengenai kejadian PJR di Indonesia tidak tersedia secara lengkap dan akurat. Data yang ada kebanyakan di-sampaikan dalam bentuk data di rumah sakit atau unit kesehatan, dan sukar dicari data secara nasional. Umumnya data terakhir yang tercatat berasal dari tahun 1990an. Data terbaru untuk wilayah Sumatera Barat sendiri masih belum tersedia. Hal ini membuat penulis merasa tertarik untuk melakukan penelitian mengenai PJR di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Diharapkan dengan penelitian ini akan diketahui karakteristik dari PJR yang ada di RSUP Dr. M. Djamil Padang dan dapat bermanfaat dalam peningkatan penanganan, pencegahan serta eradikasi dari PJR untuk wilayah Sumatera Barat pada khususnya dan Indonesia pada umumnya.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Karakteristik Pasien Penyakit Jantung Rematik yang Dirawat Inap di RSUP Dr. M. Djamil Padang

Karakteristik Pasien Penyakit Jantung Rematik yang Dirawat Inap di RSUP Dr. M. Djamil Padang

Berdasarkan hasil pemeriksaan foto toraks didapatkan sebagian besar pasien PJR mengalami kardiomegali yaitu sebesar 92,59% dan hanya sebagian kecil saja yang tidak mengalami kardiomegali (7,41%). Gambaran foto toraks pasien MR kronis dapat ditemukan pembesaran ventrikel kiri dan tanda-tanda kongesti paru. Begitu juga dengan MS dapat memperlihatkan pembesaran atrium dan redistribusi aliran darah pulmonalis ke paru bagian atas. Pada AR dapat memperlihatkan pembesaran ventrikel kiri dan pelebaran aorta asendens. Gambaran foto toraks pada stenosis aorta (AS) biasanya memperlihatkan ukuran jantung normal, kecuali jika disertai dengan regurgitasi mitral. 10
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PENGARUH TERAPI AIR PUTIH TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DM TIPE 2 DI POLI KLINIK KHUSUS ENDOKRIN RSUP DR M DJAMIL PADANG TAHUN 2011.

PENGARUH TERAPI AIR PUTIH TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DM TIPE 2 DI POLI KLINIK KHUSUS ENDOKRIN RSUP DR M DJAMIL PADANG TAHUN 2011.

berbagai masalah kesehatan, seperti: DM, konstipasi, TBC, arthtritis, hipertensi, asam urat, dan lain-lain. Terapi air putih alami dapat didasarkan pada dua penggunaan yaitu penggunaan air secara internal atau dengan cara meminum air secara benar dan penggunaan air secara eksternal. Dalam hal ini penggunaan terapi air putih yang dimaksud adalah terapi air putih yang dilakukan secara internal yaitu dengan meminum air putih hangat sebanyak 1,5 liter setiap pagi segera setelah bangun tidur (Wike, 2007).

0 Baca lebih lajut

PENGARUH MOBILISASI DINI TERHADAP PEMULIHAN KANDUNG KEMIH PASCA PEMBEDAHAN DENGAN ANESTESI SPINAL DI IRNA B (BEDAH UMUM) RSUP DR M DJAMIL PADANG TAHUN 2011.

PENGARUH MOBILISASI DINI TERHADAP PEMULIHAN KANDUNG KEMIH PASCA PEMBEDAHAN DENGAN ANESTESI SPINAL DI IRNA B (BEDAH UMUM) RSUP DR M DJAMIL PADANG TAHUN 2011.

yang meningkat di dalam lumen akan menghambat aliran urin dari ginjal dan ureter sehingga terjadi hidroureter dan hidronefrosis dan lambat laun terjadi gagal ginjal. Retensi urin juga menjadi penyebab terjadinya infeksi saluran kemih (ISK) dan bila ini terjadi dapat menimbulkan gawat yang serius seperti pielonefritis dan urosepsis (Gardjito, 2009). Menurut penelitian Levinsky dan Alexander dalam Tamboyang (2000), menunjukkan 43% dari 2200 kasus gagal ginjal akut berhubungan dengan trauma tindakan bedah, 26% dengan berbagai kondisi medik, 13% pada kehamilan, dan 9% disebabkan nefrotoxin.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects