Top PDF Pengaruh Pengalaman Auditor, Supervisi dan Independensi terhadap Kinerja Audit Keuangan Daerah

Pengaruh Pengalaman Auditor, Supervisi dan Independensi terhadap Kinerja Audit Keuangan Daerah

Pengaruh Pengalaman Auditor, Supervisi dan Independensi terhadap Kinerja Audit Keuangan Daerah

Supervisi diproksikan dalam pemberian instruksi kepada staf audit, pemberian informasi mutakhir tentang masalah signifikan yang dihadapi auditee, pelaksanaan review atas pekerjaan yang dilakukan dan pemberian pelatihan kerja lapangan yang efektif. Hasil pengujian statistik menunjukkan bahwa nilai koefisien regresi variabel supervisi adalah 0,373. Nilai ini signifikan pada tingkat signifikansi 0,05 dengan p value 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa supervisi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kualitas audit atau dengan kata lain H2 diterima. Hasil ini sejalan dengan pendapat Meier dan Fuglister (1992) dan Gupta et al (1999) yang menyatakan bahwa supervisi merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan kualitas audit. Diterimanya hipotesis ini sejalan dengan proses supervisi atas laporan audit yang terjadi di BPK. Laporan Hasil Pemeriksaan terbit setelah melalui pemeriksaan berjenjang mulai dari anggota tim, ketua tim, pengendali teknis dan penanggung jawab. Supervisi ini dilakukan sejak proses perencanaan audit berjalan dalam proses perumusan pedoman pemeriksaan, saat pelaksanaan audit di lapangan dan saat penyusunan laporan hasil pemeriksaan. Dengan adanya proses supervisi tersebut kualitas audit BPK dapat lebih baik dalam hal ketepatan waktu pelaporan dan kepatuhan terhadap ketentuan, juga kesalahan-kesalahan aritmatik.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENGARUH PENGALAMAN KERJA, PENGETAHUAN AUDITOR, INDEPENDENSI, INTERGRITAS, DAN OBJEKTIVITAS PADA KUALITAS AUDIT

PENGARUH PENGALAMAN KERJA, PENGETAHUAN AUDITOR, INDEPENDENSI, INTERGRITAS, DAN OBJEKTIVITAS PADA KUALITAS AUDIT

Dalam suatu audit atas laporan keuangan, auditor harus berinteraksi dan menjalin hubungan profesional tidak hanya dengan manajemen tetapi juga dengan dewan komisaris dan komite audit, auditor intern, dan pemegang saham. Selama audit berlangsung, auditor harus sering berhubungan atau berinteraksi dengan manajemen, untuk mendapatkan bukti yang diperlukan dan biasanya auditor akan meminta data perusahaan yang bersifat rahasia. Sikap auditor adalah mengakui perlunya penilaian yang obyektif atas kondisi yang diselidiki dan bukti yang diperoleh selama audit berlangsung. Hal ini dilakukan auditor agar laporan keuangan perusahaan yang diaudit dapat dihandalkan dan manajemen juga akan mendapat keyakinan dan kepercayaan dari pihak luar bahwa manajemen telah melakukan tanggungjawabnya dengan baik.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Pengaruh Independensi dan Pengalaman Kerja terhadap Kualitas Audit dengan Etika Auditor sebagai Variabel Moderasi

Pengaruh Independensi dan Pengalaman Kerja terhadap Kualitas Audit dengan Etika Auditor sebagai Variabel Moderasi

Menurut Arens, dkk (2008), auditor independen ialah akuntan publik atau kantor akuntan publik yang melakukan audit atas entitas keuangan komersial dan non komersial. Setiap kantor akuntan publik menginginkan untuk memiliki auditor yang dapat bekerja dengan baik dalam melakukan audit. Salah satu yang merupakan pekerjaan auditor adalah melakukan audit yang tujuannya terdiri dari tindakan mencari keterangan apa yang perlu dilaksanakan dalam suatu entitas yang diperiksa, membandingkan hasil dengan kriteria yang ditetapkan, serta menyetujui atau menolak hasil dengan memberikan rekomendassi tentang tindakan-tindakan perbaikan (Sari, 2011). Tetapi tidak semua auditor didalam melakukan audit dapat melakukan tugasnya dengan baik dan masih ada beberapa akuntan publik yang melakukan kesalahan.
Baca lebih lanjut

101 Baca lebih lajut

PENGARUH KOMPETENSI, INDEPENDENSI, INTEGRITAS, PENGALAMAN KERJA, DAN ETIKA AUDITOR TERHADAP KUALITAS AUDIT

PENGARUH KOMPETENSI, INDEPENDENSI, INTEGRITAS, PENGALAMAN KERJA, DAN ETIKA AUDITOR TERHADAP KUALITAS AUDIT

Mengingat pesatnya perubahan lingkungan dan peran sumber daya manusia yang semakin meningkat, maka auditor dituntut menyelesaikan pekerjaannya secara professional. Auditor yang bekerja secara profesional akan mudah menemukan dan melaporkan pelanggaran. Dengan demikian, kehandalan hasil audit tidak diragukan oleh pemakainya. Menurut penelitian Rahmawati (2013), profesi audit dianggap penting bagi para pengguna laporan keuangan dikarenakan fungsi dari profesi audit adalah untuk memberikan keyakinan yang memadai berkenaan dengan laporan keuangan yang disajikan oleh manajemen melalui pendapat yang diberikan dalam laporan auditor. Dalam melaksanakan tugasnya, seorang akuntan profesional harus mempunyai sistem nilai atau norma yang mengatur perilakunya.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENGARUH ETIKA AUDITOR, PERILAKU DISFUNGSIONAL,INDEPENDENSI, DAN PENGALAMAN Pengaruh Etika Auditor, Perilaku Disfungsional, Independensi, dan Pengalaman Terhadap Kualitas Audit (Studi Empiris pada Auditor KAP di Surakarta dan Semarang).

PENGARUH ETIKA AUDITOR, PERILAKU DISFUNGSIONAL,INDEPENDENSI, DAN PENGALAMAN Pengaruh Etika Auditor, Perilaku Disfungsional, Independensi, dan Pengalaman Terhadap Kualitas Audit (Studi Empiris pada Auditor KAP di Surakarta dan Semarang).

Djatmiko dan Zulfa (2014) menjelaskan bahwa perusahaan sekarang ini membutuhkan jasa audit. Perusahaan harus teliti dalam memilih Kantor Akuntan Publik (KAP) yang mana akan dipilih untuk mengaudit laporan keuangan perusahaan tersebut. Hal ini berkaitan erat dengan kebutuhan pemakai laporan keuangan atas informasi keuangan yang bebas dari risiko audit. Audit merupakan pengumpulan dan evaluasi bukti tentang informasi untuk menentukan dan melaporkan derajat kesesuaian antara informasi yang dibutuhkan dengan kirteria yang ditetapkan (Arens, dkk. 2006). Akuntan publik harus berani bertanggung jawab dalam memberikan opininya atas laporan keuangan yang telah diaudit.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PENGARUH KOMPETENSI, INDEPENDENSI DAN PENGALAMAN KERJA TERHADAP KUALITAS AUDIT DENGAN ETIKA AUDITOR SEBAGAI  Pengaruh Kompetensi, Independensi dan Pengalaman Kerja Terhadap Kualitas Audit Dengan Etika Auditor Sebagai Variabel Pemoderasi (Studi Empiris pad

PENGARUH KOMPETENSI, INDEPENDENSI DAN PENGALAMAN KERJA TERHADAP KUALITAS AUDIT DENGAN ETIKA AUDITOR SEBAGAI Pengaruh Kompetensi, Independensi dan Pengalaman Kerja Terhadap Kualitas Audit Dengan Etika Auditor Sebagai Variabel Pemoderasi (Studi Empiris pad

Terdapat tiga aspek utama yang mendukung terciptanya kepemerintahan yang baik (good governance) yaitu pengawasan, pengendalian, dan pemeriksaan. Pengawasan merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pihak di luar eksekutif, yaitu masyarakat dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) untuk mengawasi kinerja pemerintahan. Pengendalian (control) adalah mekanisme yang dilakukan oleh eksekutif untuk menjamin bahwa sistem dan kebijakan manajemen dilaksanakan dengan baik sehingga tujuan organisasi dapat tercapai. Sedangkan pemeriksaan (audit) merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pihak yang memiliki independensi dan memiliki kompetensi profesional untuk memeriksa apakah hasil kinerja pemerintah telah sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PENGARUH INDEPENDENSI, KOMPETENSI, AKUNTABILITAS, PENGALAMAN DAN MOTIVASI TERHADAP KUALITAS AUDIT  Pengaruh Independensi, Kompetensi, Akuntabilitas, Pengalaman Dan Motivasi Terhadap Kualitas Audit Pada Aparat Inspektorat Dalam Pengawasan Keuangan Daerah (

PENGARUH INDEPENDENSI, KOMPETENSI, AKUNTABILITAS, PENGALAMAN DAN MOTIVASI TERHADAP KUALITAS AUDIT Pengaruh Independensi, Kompetensi, Akuntabilitas, Pengalaman Dan Motivasi Terhadap Kualitas Audit Pada Aparat Inspektorat Dalam Pengawasan Keuangan Daerah (

Dalam menjalankan tugasnya, auditor harus selalu mempertahankan sikap mental independen di dalam memberikan jasa profesional sebagaimana diatur dalan Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Sikap mental independen tersebut harus meliputi independen dalam fakta (in fact) maupun dalam penampilan (in appearance) (Halim, 2008). Walaupun seorang auditor mempunyai keahlian tinggi, tetapi dia tidak independen sehingga pengguna laporan keuangan tidak yakin bahwa informasi yang disajikan tidak kredibel.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PENGARUH AKUNTABILITAS AUDITOR, PENGALAMAN KERJA DAN INDEPENDENSI AUDITOR TERHADAP KUALITAS AUDIT DENGAN ETIKA AUDITOR SEBAGAI VARIABEL MODEARSI

PENGARUH AKUNTABILITAS AUDITOR, PENGALAMAN KERJA DAN INDEPENDENSI AUDITOR TERHADAP KUALITAS AUDIT DENGAN ETIKA AUDITOR SEBAGAI VARIABEL MODEARSI

Enron merupakan perusahaan gabungan antara InterNorth (penyalur gas alam melalui pipa) dengan Houston Natural Gas. Enron jatuh bangkrut dengan meninggalkan hutang hampir sebesar $ 31.2 miliyar. Dalam peristiwa ini Enron melakukan manipulasi laporan keuangannya dengan mencatat keuntungan fiktif sebesar 600 juta dolar AS. Enron sengaja melakukan manipulasi laporan keuangannya agar investor tetap tertarik dengan saham yang dijualnya. Dalam kasus ini ternyata KAP Andersen berperan aktif dalam mendukung manipulasi laporan keuangan Enron. Hal ini didorong oleh fakta bahwa sebagian besar staff Enron berasal dari KAP Andersen (Badjuri, 2011). Kasus tersebut menunjukkan lemahnya independensi KAP Andersen terhadap Enron. Akhinya Enron dan KAP Andersen dituduh melakukan tindakan kriminal dalam bentuk manipulasi dan penghancuran dokumen yang berkaitan dengan kebangkrutan Enron. Hal ini terjadi karena Andersen lebih mendukung Enron dari pada mengungkapkan kebenaran yang terjadi. Terkait dengan konteks inilah, muncul pertanyaan bagi peneliti seberapa tinggi tingkat independensi dan akuntabilitas auditor saat ini dan apakah tanggungjawab dan independensi auditor tersebut berpengaruh terhadap kualitas audit yang dihasilkan oleh akuntan publik. Kualitas audit ini penting karena dengan kualitas audit yang tinggi maka akan menghasilkan laporan keuangan yang dapat dipercaya dalam pengambilan keputusan.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENGARUH PENGAN AUDITOR, SUPERVISI DAN INDEPENDENSI TERHADAP KINERJA AUDIT - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

PENGARUH PENGAN AUDITOR, SUPERVISI DAN INDEPENDENSI TERHADAP KINERJA AUDIT - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Standar pekerjaan lapangan yang kedua SPAP menyatakan bahwa jika pekerjaan menggunakan asisten maka harus disupervisi dengan semestinya. Dalam suatu penugasan, satu tim audit, biasanya terdiri dari auditor yunior, auditor senior, manajer dan partner. Tim audit ini dipandang sebagai faktor yang lebih menentukan kualitas audit (Wooten,2003). Kerjasama yang baik antar anggota tim, profesionalisme, persistensi, skeptisisme, proses kendali mutu yang kuat, pengalaman dengan klien, dan pengalaman industri yang baik akan menghasilkan tim audit yang berkualitas tinggi. Selain itu, adanya perhatian dari partner dan manajer pada penugasan ditemukan memiliki kaitan dengan kualitas audit.
Baca lebih lanjut

56 Baca lebih lajut

PENGARUH INDEPENDENSI, ETIKA PROFESI, DAN PENGALAMAN KERJA TERHADAP PEMBERIAN OPINI AUDIT OLEH AUDITOR EKSTERNAL

PENGARUH INDEPENDENSI, ETIKA PROFESI, DAN PENGALAMAN KERJA TERHADAP PEMBERIAN OPINI AUDIT OLEH AUDITOR EKSTERNAL

Agar laporan keuangan yang dibuat oleh manajemen dapat diinterpretasikan sama oleh pihak pemakai, maka diperlukannya pihak ketiga yang bersifat independen yaitu akuntan publik. Akuntan Publik adalah seorang akuntan yang mendapatkan ijin dari Menteri Keuangan guna memberikan layanan jasa akuntan publik di Indonesia. Ketentuan ini telah diatur dalam UU No 5 Tahun 2011 tentang Akuntan Publik dan juga Permenkeu No. 17 PMK. 01 (2008) tentang Jasa Akuntan Publik. Para pemakai mengharapkan kepastian atas laporan keuangan dari akuntan publik sebagai auditor eksternal yang bersifat independen atau segala keputusan tidak dipengaruhi oleh pihak lain.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Pengaruh Kompetensi dan Independensi Auditor terhadap Kualitas Audit.

Pengaruh Kompetensi dan Independensi Auditor terhadap Kualitas Audit.

Berkenaan dengan hal tersebut, Trotter (1986) dalam Saifuddin (2004:23) mendefinisikan bahwa seorang yang berkompeten adalah orang yang dengan ketrampilannya mengerjakan pekerjaan dengan mudah, cepat, intuitif dan sangat jarang atau tidak pernah membuat kesalahan. Senada dengan pendapat Trotter, selanjutnya Bedard (1986) dalam Lastanti (2005:88) mengartikan kompetensi sebagai seseorang yang memiliki pengetahuan dan ketrampilan prosedural yang luas yang ditunjukkan dalam pengalaman audit (Elfarini, 2007). Penelitian yang dilakukan oleh Libby dan Frederick (1990) dalam Kusharyanti (2003:26) menemukan bahwa auditor yang berpengalaman mempunyai pemahaman yang lebih baik atas laporan keuangan. Mereka juga lebih mampu memberi penjelasan yang masuk akal atas kesalahan-kesalahan dalam laporan keuangan dan dapat mengelompokkan kesalahan berdasarkan pada tujuan audit dan struktur dari sistem akuntansi yang mendasari (Elfarini, 2007). Berdasarkan uraian di atas dan dari penelitian yang terdahulu dapat disimpulkan bahwa kompetensi auditor dapat dibentuk diantaranya melalui pengetahuan dan pengalaman (Elfarini, 2007).
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

PENGARUH KOMPETENSI DAN INDEPENDENSI AUDITOR TERHADAP KUALITAS AUDIT.

PENGARUH KOMPETENSI DAN INDEPENDENSI AUDITOR TERHADAP KUALITAS AUDIT.

Auditor berfungsi sebagai pihak yang menilai atas kewajaran laporan keuangan perusahaan apakah sudah sesuai dengan Prinsip Akuntansi Berlaku Umum (PABU). Dalam melaksanakan tugasnya, auditor harus melaksanakan audit menurut ketentuan yang ada pada standar auditing yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI). Standar auditing tersebut meliputi (1) Standar Umum, (2) Standar Pekerjaan Lapangan dan (3) Standar Pelaporan. Standar umum merupakan cerminan kualitas pribadi yang harus dimiliki oleh seorang auditor, dimana auditor diharuskan memiliki keahlian dan pelatihan yang cukup dalam melaksanakan program audit. Standar pekerjaan lapangan berkaitan dengan kriteria dan ukuran mutu kinerja auditor dalam melakukan pelaporan (Anonim, Standar Profesional Akuntan Publik, 2001). Sedangkan standar pelaporan yaitu auditor harus memeriksa apakah manajemen perusahaan dalam menyajikan laporan keuangan telah sesuai dengan standar akuntansi keuangan yang berlaku di Indonesia (IAI, 2001:400).
Baca lebih lanjut

82 Baca lebih lajut

PENGARUH INDEPENDENSI, INTEGRITAS, DAN PENGALAMAN AUDITOR

TERHADAP KUALITAS AUDIT

(Studi Empiris pada Kantor Akuntan Publik di Daerah Istimewa Yogyakarta)

PENGARUH INDEPENDENSI, INTEGRITAS, DAN PENGALAMAN AUDITOR TERHADAP KUALITAS AUDIT (Studi Empiris pada Kantor Akuntan Publik di Daerah Istimewa Yogyakarta)

Status : Mahasiswa Strata 1 (S-1), Fakultas Ekonomi, Jurusan Akuntansi, UNY Dalam rangka untuk penelitian skripsi program sarjana (S-1), Fakultas Ekonomi, Jurusan Akuntansi,[r]

119 Baca lebih lajut

Pengaruh Pengalaman Dan Independensi Auditor Terhadap Kualitas Audit (Penelitian Pada Beberapa Kantor Akuntan Publik Di Bandung)

Pengaruh Pengalaman Dan Independensi Auditor Terhadap Kualitas Audit (Penelitian Pada Beberapa Kantor Akuntan Publik Di Bandung)

Penggunaan kemahiran profesional dengan cermat seksama memungkinkan auditor untuk memperoleh keyakinan bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji, baik karena kekeliruan atau kecurangan. Auditor bukanlah penjamin dan laporannya tidak merupakan suatu jaminan. Oleh karena itu salah saji karena kekeliruan atau kecurangan yang ada dalam laporan keuangan tidak berarti sendirinya merupakan bukti kegagalan untuk memperoleh keyakinan memadai, tidak memadainya perencanaan, pelaksanaan atau pertimbangan, tidak menggunakan kemahiran profesionalnya dengan cermat dan seksama, dan kegagalan untuk memenuhi standar auditing yang ditetapkan SPAP. Siti Kurnia R dan Ely Suhayati (2010: 42)
Baca lebih lanjut

157 Baca lebih lajut

Pengaruh Kompetensi, Independensi dan Pengalaman Kerja Terhadap Kualitas Audit (Survei Terhadap Auditor KAP Di Bandung)

Pengaruh Kompetensi, Independensi dan Pengalaman Kerja Terhadap Kualitas Audit (Survei Terhadap Auditor KAP Di Bandung)

Kepercayaan yang besar dari pemakai laporan keuangan auditan dan jasa yang diberikan akuntan publik akhirnya mengharuskan akuntan publik memperhatikan kualitas audit yang dilakukannya. Pertanyaan tentang kualitas audit yang dilakukan akuntan publik oleh masyarakat bertambah besar setelah terjadi banyak skandal yang melibatkan akuntan publik baik di luar negeri maupun di dalam negeri. Menurut Winarto (2002) dalam Christiawan (2002), skandal di dalam negeri terlihat dari akan diambilnya tindakan oleh Majelis Kehormatan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) terhadap 10 Kantor Akuntan Publik yang melakukan pelanggaran berat saat mengaudit bank-bank yang dilikuidasi pada tahun 1998. Di dalam prakteknya terjadi beberapa penyimpangan dalam pelaksanaan audit. Salah satu yang sering terjadi adalah auditor tidak mampu mendeteksi kesalahan laporan keuangan berarti Kantor Akuntan Publik belum menerapkan prinsip etika profesi akuntan. Akhir-akhir ini terdapat fenomena menurunnya kualitas audit. Pada beberapa kasus, auditor tidak dapat menemukan kecurangan dalam laporan keuangan atau kecurangan tersebut ditemukan oleh auditor tetapi tidak dilaporkan, misalnya kasus PT Great River dan Kasus Hambalang.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Pengaruh Independensi Auditor Dan Kinerja Auditor Terhadap Kualitas Audit (survei Pada Kantor Akuntan Publik Di Bandung)

Pengaruh Independensi Auditor Dan Kinerja Auditor Terhadap Kualitas Audit (survei Pada Kantor Akuntan Publik Di Bandung)

Sehingga dapat disimpulkan bahwa kinerja auditor memberikan pengaruh positif terhadap kualitas audit, semakin baik kinerja auditor maka semakin baik pula kualitas audit pada Kantor Akuntan Publik di Kota Bandung.Fenomena yang terjadi pada kinerja auditor adalah Kantor Akuntan Publik AHR ini bisa dinilai kinerjanya masih belum optimal karena kemampuan auditor junior pada Kantor Akuntan Publik AHR masih kurang,Auditor juniornya harus lebih diberi pelatihan untuk mengaudit laporan keuangan klien (auditor senior KAP AHR, 2010).Berdasarkan kuisioner no.11 dan 12 didapatkan hasil sebesar 81,29% termasuk dalam kategori baik dan lebih rendah dibanding nilai yang lain pada kuesioner kinerja auditor. Dalam melakukan audit dimana seorang auditor harus memiliki gagasan dan ide-ide yang inovatif agar organisasi dapat maju,mempunyai keterampilan untuk menganalisa tugas dengan baik, jika auditor tidak menyadari akan tanggung jawab kinerjanya maka kualitas audit akan menurun, sehingga dari hasil tersebut terdapat selisih sebesar 18,71% dari nilai ideal (sebesar 100%). Hal ini menjawab fenomena yang terjadi dimana dari hasil 18,71% ini merupakan pengaruh lain di lapangan yang mengakibatkan kurang optimalnya seorang auditor dalam melakukan tugasnya.Sehingga saran yang baik adalah agar pengaruh kinerja auditor dalam meningkatkan kualitas audit dan memaksimalkan tingkat kinejra auditor dengan mengikuti kode etik dalam proses auditnya diperlukan adanya pelatihan-pelatihan dan seminar agar auditor lebih menaati standar auditing atau kaidah-kaidah yang telah diakui validitasnya sehingga auditor lebih mengerti dalam tugasnya sebagai auditor yang profesional yang memiliki tanggungjawab, integritas, objektivitas dan kompetensi yang membuat seorang klien bisa mempercayai kualitas auditor tersebut.
Baca lebih lanjut

70 Baca lebih lajut

Pengaruh Konflik Audit Dan Independensi Auditor Terhadap Opini Audit

Pengaruh Konflik Audit Dan Independensi Auditor Terhadap Opini Audit

Berkaitan dengan peran penting dan tanggung jawab auditor, maka kebijakan dan keandalan auditor dalam menentukan kewajaran laporan keuangan sangat diperlukan. Atas dasar situasi inilah maka auditor dituntut agar tetap berada dalam kendali (in kontrol) atas dirinya, serta bertanggung jawab terhadap citra profesi dengan tetap berpegang pada prinsip objektivitas, integritas, dan independensi untuk menghindari tejadinya kecurangan-kecurangan atas laporan keuangan, karena kecendrungan auditor yang berada pada situasi konflik audit tersebut dalam menyatakan opininya. Kecendrungan teejadinya kecurangan terutama dikaitkan dengan tingkat kesadaran auditor untuk berperilaku etis, yaitu dengan menjaga etika profesi. Dalam menjaga etika profesi dengan menempatkan objektivitas akkuntan pada standar. Profesionalisme yang paling tinggi akan meningkatkan kinerja auditor.
Baca lebih lanjut

70 Baca lebih lajut

Pengaruh risiko audit dan independensi auditor terhadap opini audit

Pengaruh risiko audit dan independensi auditor terhadap opini audit

5 Seorang akuntan publik dalam pemecahan suatu kasus laporan keuangan perusahaan memiliki peran dalam hal menentukan opini audit yang menyatakan bahwa perusahaan layak atau tidak dalam kinerja yang telah dihasilkannya. Berbagai macam bentuk opini audit yang ada dapat mencerminkan pada kode etik yang seharusnya dijalani oleh akuntan publik. Pembentukan sebuah opini audit yang berlandaskan pada pokok permasalahan pengelolaan risiko dan independensi audit dalam membentuk suatu kawasan yang terdifinisi dari adanya tingkat salah saji yang minimal pada sekian banyak data yang diperolehnya, serta kemampuan dalam pengelolaan risiko dan tuntutan peran dalam bersikap independen agar tidak mempengaruhi laporan opini audit sebagaimana mestinya.
Baca lebih lanjut

84 Baca lebih lajut

PENGARUH PENGALAMAN KERJA, KOMPETENSI DAN INDEPENDENSI AUDITOR TERHADAP KUALITAS AUDIT OLEH : MELISSA LYDIAWATI

PENGARUH PENGALAMAN KERJA, KOMPETENSI DAN INDEPENDENSI AUDITOR TERHADAP KUALITAS AUDIT OLEH : MELISSA LYDIAWATI

Profesi seorang akuntan publik merupakan salah satu profesi kepercayaan bagi para pihak yang berkepentingan, sebagai akuntan publik maka auditor dalam melaksanakan tugas auditnya harus berpedoman pada standar audit dan mematuhi kode etik profesi. namun di sisi lain juga harus menghadapi tekanan dari klien dalam berbagai pengambilan keputusan auditor. Jika auditor tidak mampu menolak tekanan dari klien seperti tekanan personal, emosional atau keuangan maka independensi auditor telah berkurang dan bisa mempengaruhi kualitas audit.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENGARUH INDEPENDENSI, KOMPETENSI, DAN PENGALAMAN KERJA AUDITOR TERHADAP KUALITAS AUDIT

PENGARUH INDEPENDENSI, KOMPETENSI, DAN PENGALAMAN KERJA AUDITOR TERHADAP KUALITAS AUDIT

Standar Umum kedua PSA.01 (SA Seksi 150) dalam Agoes (2012:33) menyatakan bahwa dalam semua hal yang berhubungan dengan perikatan, independensi dalam sikap mental harus dipertahankan oleh auditor. Standar ini mengharuskan auditor bersikap independen, artinya tidak mudah dipengaruhi karena auditor melaksanakan pekerjaannya untuk kepentingan umum. Auditor berkewajiban untuk jujur dan tidak memihak, tidak hanya kepada manajemen dan pemilik perusahaan, namun juga kepada kreditur dan pihak lain yang meletakkan kepercayaan atas pekerjaan auditor tersebut. Auditor independen tidak hanya berkewajiban untuk mempertahankan fakta bahwa ia independen, tetapi juga harus menghindari keadaan yang dapat menyebabkan pihak luar meragukan sikap independensinya. Jika seorang auditor bersikap independen, ia akan memberi penilaian yang senyatanya terhadap laporan keuangan yang diperiksa, tanpa memiliki beban terhadap pihak manapun sehingga penilaiannya akan mencerminkan kondisi yang sebenarnya dari perusahaan yang diperiksa. Dengan demikian kualitas auditnya pun akan semakin baik. Berdasarkan penelitian Alim, dkk. (2007), independensi auditor berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit. Hasil penelitian tersebut bertentangan dengan penelitian yang dilakukan Sukriah, dkk. (2009) dan Tjun-Tjun, dkk. (2012) dimana independensi tidak berpengaruh terhadap kualitas audit, sementara dari penelitian yang dilakukan Castellani (2008), Singgih dan Bawono (2010), Ardini (2010), dan Saputra (2012) menyatakan bahwa independensi auditor berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit yang dihasilkan auditor.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects