Top PDF Pengaruh Sikap Skeptis, Pengalaman Audit, Kompetensi, Independensi Auditor, Dan Akuntabilitas Terhadap Kualitas Audit (Studi Pada Kantor Akuntan Publik Di Surakarta Dan Yogyakarta)

Pengaruh Sikap Skeptis, Pengalaman Audit, Kompetensi, Independensi Auditor, Dan Akuntabilitas 

Terhadap Kualitas Audit

(Studi Pada Kantor Akuntan Publik Di Surakarta Dan Yogyakarta)

Pengaruh Sikap Skeptis, Pengalaman Audit, Kompetensi, Independensi Auditor, Dan Akuntabilitas Terhadap Kualitas Audit (Studi Pada Kantor Akuntan Publik Di Surakarta Dan Yogyakarta)

Independensi merupakan sikap yang tidak mudah dipengaruhi, dan tidak memihak pada siapapun. Akuntan publik tidak dibenarkan memihak kepentingan siapapun. Akuntan publik berkewajiban untuk jujur tidak hanya kepada manajemen dan pemilik peusahaan, namun juga kepada kreditur dan pihak lain yang meletakkan kepercayaan atas pekerjaan akuntan publik (Shintya dkk, 2016). Arens et al. (2014) Independensi merupakan syarat penting bagi auditor dalam melaksanakan prosedur audit yang bertujuan untuk menilai kewajaran laporan keuangan. Akuntan publik dipercaya oleh pemakai laporan keuangan sebagai pihak independen untuk memberikan jaminan memadai mengenai asersi manajemen. Independensi merupakan faktor yang memengaruhi kualitas audit.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian - PENGARUH SIKAP SKEPTIS, INDEPENDENSI, PENERAPAN KODE ETIK, AKUNTABILITAS, KOMPETENSI DAN PENGALAMAN AUDIT TERHADAP KUALITAS AUDIT (Studi Empiris Pada Auditor yang Pernah Mengaudit Perusahaan Perbankan) -

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian - PENGARUH SIKAP SKEPTIS, INDEPENDENSI, PENERAPAN KODE ETIK, AKUNTABILITAS, KOMPETENSI DAN PENGALAMAN AUDIT TERHADAP KUALITAS AUDIT (Studi Empiris Pada Auditor yang Pernah Mengaudit Perusahaan Perbankan) -

Memperhatikan definisi di atas, menjadi jelas audit laporan keuangan bukan bertujuan mencari penyimpangan korupsi, manipulasi, dan sebagainya, tetapi ditekankan pada penilaian atas laporan keuangan apakah sesuai dengan kriteria (SAK). Meskipun audit laporan keuangan ditekanankan pada penilaian kewajaran penyajian laporan keuangan, namun karena didalam melaksanakan pengujian, auditor akan menerapkan berbagai prosedur pengujian, termasuk menguji keandalan internal control, validitas bukti, perhitungan, pengungkapan dan lain sebagainya, maka bisa saja penyimpangan karena korupsi, manipulasi, penipuan dan sebagainya diketemukan. Meskipun demikian, penemuan penyimpangan tersebut tidak tujuan utama dari audit laporan keuangan. Apabila ditemukan penyimpangan tersebut, sehingga audit laporan keuangan tidak bisa mengungkapkan semua peyimpangan semacam itu. Hal tersebut karena didalam audit laporan keuangan, pengujian tidak dikerjakan pada seluruh dokumen transaksi, tapi hanya kepada sample beberapa dokumen atau transaksi yang diambil secara acak.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENGARUH AKUNTABILITAS, KOMPETENSI DAN INDEPENDENSI TERHADAP KUALITAS AUDIT  Pengaruh Akuntabilitas, Kompetensi dan Independensi terhadap Kualitas Audit (Studi Empiris pada Auditor KAP di Jawa Tengah).

PENGARUH AKUNTABILITAS, KOMPETENSI DAN INDEPENDENSI TERHADAP KUALITAS AUDIT Pengaruh Akuntabilitas, Kompetensi dan Independensi terhadap Kualitas Audit (Studi Empiris pada Auditor KAP di Jawa Tengah).

Independensi menurut Mulyadi (2002) dalam Tjun, dkk (2012) dapat diartikan sikap mental yang bebas dari pengaruh, tidak dikendalikan oleh pihak lain, dan tidak tergantung pada orang lain. Independensi juga berarti adanya kejujuran dalam diri auditor dalam mempertimbangkan fakta dan adanya pertimbangan yang objektif tidak memihak dalam diri auditor dalam merumuskan dan menyatakan pendapatnya. Sehingga semakin tinggi tingkat independensi auditor maka semakin meningkat kualitas audit yang dihasilkan. Berdasarkan penjelasan diatas maka dapat dirumuskan hipotesis yaitu:
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENGARUH KOMPETENSI, INDEPENDENSI, DAN AKUNTABILITAS TERHADAP KUALITAS AUDIT DENGAN ETIKA AUDITOR SEBAGAI VARIABEL MODERASI

PENGARUH KOMPETENSI, INDEPENDENSI, DAN AKUNTABILITAS TERHADAP KUALITAS AUDIT DENGAN ETIKA AUDITOR SEBAGAI VARIABEL MODERASI

Dalam Theory of Planned Behaviour (TPB) menjelaskan hubungan antara sikap dengan perilaku. Theory of Planned Behaviour (TPB) muncul sebagai jawaban atas kegagalan determinan sikap dalam memprediksi tindakan atau perilaku aktual. secara langsung teori ini menjelaskan sikap dan perilaku auditor dalam melaksanakan pekerjaan auditnya.Sikap independensi auditor merupakan salah satu faktor penting untuk menghasilkan audit yang berkualitas. Independensi adalah sikap mental yang bebas dari pengaruh, tidak dikendalikan oleh pihak lain, tidak tergantung pada orang lain (Mulyadi, 2011 dalam Fietoria dan Elisabeth, 2016). Independensi adalah cara pandang yang tidak memihak di dalam pelaksanaan pengujian, evaluasi hasil pemeriksaan dan penyusunan laporan audit (Arens dkk, 2011 dalam Lauw Tjun dkk , 2012).Berdasarkan penelitian Achmat (2011) menunjukkan bahwa independensi berpengaruh positif terhadap kualitas audit maka semakin tinggi independensi yang dimiliki oleh seorang auditor maka kualitas audit yang dihasilkan akan semakin baik. Hasil penelitian Achmat (2011) didukung oleh hasil penelitian Badjuri (2011); Ratih dan Yaniartha (2013); Eko dan Utama (2015) dan Piorina dan ramantha (2015) Berdasarkan penjabaran di atas, maka dirumuskan hipotesis kedua dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Pengaruh Kompetensi dan Independensi Auditor terhadap Kualitas Audit.

Pengaruh Kompetensi dan Independensi Auditor terhadap Kualitas Audit.

Berkenaan dengan hal tersebut, Trotter (1986) dalam Saifuddin (2004:23) mendefinisikan bahwa seorang yang berkompeten adalah orang yang dengan ketrampilannya mengerjakan pekerjaan dengan mudah, cepat, intuitif dan sangat jarang atau tidak pernah membuat kesalahan. Senada dengan pendapat Trotter, selanjutnya Bedard (1986) dalam Lastanti (2005:88) mengartikan kompetensi sebagai seseorang yang memiliki pengetahuan dan ketrampilan prosedural yang luas yang ditunjukkan dalam pengalaman audit (Elfarini, 2007). Penelitian yang dilakukan oleh Libby dan Frederick (1990) dalam Kusharyanti (2003:26) menemukan bahwa auditor yang berpengalaman mempunyai pemahaman yang lebih baik atas laporan keuangan. Mereka juga lebih mampu memberi penjelasan yang masuk akal atas kesalahan-kesalahan dalam laporan keuangan dan dapat mengelompokkan kesalahan berdasarkan pada tujuan audit dan struktur dari sistem akuntansi yang mendasari (Elfarini, 2007). Berdasarkan uraian di atas dan dari penelitian yang terdahulu dapat disimpulkan bahwa kompetensi auditor dapat dibentuk diantaranya melalui pengetahuan dan pengalaman (Elfarini, 2007).
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

PENGARUH PENGALAMAN KERJA, OBYEKTIFITAS, INDEPENDENSI, KOMPETENSI, AKUNTABILITAS DAN ETIKA AUDITOR TERHADAP  Pengaruh Pengalaman Kerja, Obyektifitas, Independensi, Kompetensi, Akuntabilitas Dan Etika Auditor Terhadap Kualitas Hasil Audit (Studi Kasus pada

PENGARUH PENGALAMAN KERJA, OBYEKTIFITAS, INDEPENDENSI, KOMPETENSI, AKUNTABILITAS DAN ETIKA AUDITOR TERHADAP Pengaruh Pengalaman Kerja, Obyektifitas, Independensi, Kompetensi, Akuntabilitas Dan Etika Auditor Terhadap Kualitas Hasil Audit (Studi Kasus pada

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh akuntan publik/auditor dari tingkatan partner, manajer, senior , dan junior yang terdaftar dan bekerja pada Kantor Akuntan Publik (KAP) di Surakarta dan Yogyakarta. Penentuan sampel dengan Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Convinience Sampling . Convinience Sampling merupakan pengambilan sampel secara nyaman, sehingga peneliti memiliki kebebasan untuk memilih sampel yang paling cepat dan mudah.

15 Baca lebih lajut

PENGARUH KOMPETENSI DAN INDEPENDENSI AUDITOR TERHADAP KUALITAS AUDIT.

PENGARUH KOMPETENSI DAN INDEPENDENSI AUDITOR TERHADAP KUALITAS AUDIT.

Harhinto (2004) menemukan bahwa pengetahuan akan mempengaruhi keahlian audit yang pada gilirannya akan menentukan kualitas audit. Adapun secara umum ada 5 pengetahuan yang harus dimiliki oleh seorang auditor (Kusharyanti, 2003), yaitu : (1) Pengetahuan pengauditan umum, (2) Pengetahuan area fungsional, (3) Pengetahuan mengenai isu-isu akuntansi yang paling baru, (4) Pengetahuan mengenai industri khusus, (5) Pengetahuan mengenai bisnis umum serta penyelesaian masalah. Pengetahuan pengauditan umum seperti risiko audit, prosedur audit, dan lain-lain kebanyakan diperoleh diperguruan tinggi, sebagian dari pelatihan dan pengalaman. Untuk area fungsional seperti perpajakan dan pengauditan dengan komputer sebagian didapatkan dari pendidikan formal perguruan tinggi, sebagian besar dari pelatihan dan pengalaman. Demikian juga dengan isu akuntansi, auditor bias mendapatkannya dari pelatihan professional yang diselenggarakan secara berkelanjutan. Pengetahuan mengenai industri khusus dan hal-hal umum kebanyakan diperoleh dari pelatihan dan pengalaman (Tjun, 2012).
Baca lebih lanjut

129 Baca lebih lajut

PENGARUH KOMPETENSI AUDITOR, INDEPENDENSI AUDITOR,PENGALAMAN AUDITOR DAN ETIKA AUDITOR TERHADAP KUALITAS AUDIT

PENGARUH KOMPETENSI AUDITOR, INDEPENDENSI AUDITOR,PENGALAMAN AUDITOR DAN ETIKA AUDITOR TERHADAP KUALITAS AUDIT

Penulis menyadari sebagai manusia biasa dalam penelitian ini tidak lepas dari kesalahan dan kekurangan akibat keterbatasan pengetahuan serta pengalaman. Penyusunan skripsi ini tidak lepas dari bimbingan, bantuan dan dukungan yang sangat berarti dari berbagai pihak, khususnya Ibu Nurul Hidayah, SE,Ak.,M.Si.,CA, selaku dosen pembimbing skripsi yang telah memberikan saran, waktu,bimbingan,semangat,pengetahuan dan nasehat-nasehat yang sangat bermanfaat yang telah diberikan kepada penulis. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini penulis haturkan alhamdulillah atas kekuatan Allah SWT yang telah mencurahkan anugerahnya dan ingin berterimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan skripsi ini terutama kepada :
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENGARUH AKUNTABILITAS, PENGALAMAN, DAN KOMPETENSI AUDITOR TERHADAP KUALITAS AUDIT  PENGARUH AKUNTABILITAS, PENGALAMAN, DAN KOMPETENSI AUDITOR TERHADAP KUALITAS AUDIT(Studi Kasus Pada Kantor Akuntan Publik Provinsi Yogyakarta).

PENGARUH AKUNTABILITAS, PENGALAMAN, DAN KOMPETENSI AUDITOR TERHADAP KUALITAS AUDIT PENGARUH AKUNTABILITAS, PENGALAMAN, DAN KOMPETENSI AUDITOR TERHADAP KUALITAS AUDIT(Studi Kasus Pada Kantor Akuntan Publik Provinsi Yogyakarta).

Penelitian M. Nizarul dkk. dalam Ika Sukriah dkk. (2009) menyatakan bahwa kompetensi auditor yang berdimensi pengetahuan dan pengalaman kerja auditor memiliki hubungan positif terhadap kualitas hasil auditor. Dalam mendeteksi sebuah kesalahan, seorang auditor harus didukung dengan pengetahuan tentang apa dan bagaimana kesalahan tersebut terjadi. Perbedaan pengetahuan diantara auditor akan berpengaruh terhadap cara auditor menyelesaikan sebuah pekerjaan. Penelitian Cloyd dalam Diani dan Ria (2007) membuktikan bahwa akuntabilitas dapat meningkatkan kualitas hasil kerja auditor jika didukung oleh pengetahuan yang tinggi. Auditor harus memiliki pengetahuan untuk memahami entitas yang diaudit, kemudian auditor harus memiliki kemampuan untuk bekerja sama dalam tim serta kemampuan dalam menganalisa permasalahan. Christiawan (2002) dan Alim dkk. (2007) menyatakan bahwa semakin tinggi kompetensi auditor akan semakin baik kualitas hasil pemeriksaannya.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENGARUH AKUNTABILITAS, PENGALAMAN, DAN KOMPETENSI AUDITOR TERHADAP KUALITAS AUDIT  PENGARUH AKUNTABILITAS, PENGALAMAN, DAN KOMPETENSI AUDITOR TERHADAP KUALITAS AUDIT(Studi Kasus Pada Kantor Akuntan Publik Provinsi Yogyakarta).

PENGARUH AKUNTABILITAS, PENGALAMAN, DAN KOMPETENSI AUDITOR TERHADAP KUALITAS AUDIT PENGARUH AKUNTABILITAS, PENGALAMAN, DAN KOMPETENSI AUDITOR TERHADAP KUALITAS AUDIT(Studi Kasus Pada Kantor Akuntan Publik Provinsi Yogyakarta).

Dalam uji asumsi klasik yaitu uji normalitas menunjukkan data berdistribusi normal. Sedangkan hasil uji multikolinieritas dan uji heteroskedastisitas menunjukkan bahwa dalam penelitian ini tidak terjadi multikolinieritas dan tidak terdapat heteroskedastisitas. Berdasarkan hasil uji validitas dan reliabilitas didapatkan bahwa data valid dan reliabel. Hasil pengujian menunjukkan bahwa Akuntabilitas, Pengalaman dan Kompetensi berpengaruh secara signifikan terhadap Kualitas Audit.

15 Baca lebih lajut

Pengaruh Kompetensi dan Independensi Auditor Terhadap Kualitas Audit.

Pengaruh Kompetensi dan Independensi Auditor Terhadap Kualitas Audit.

Selanjutnya Ashton (1991) dalam Mayangsari (2003) meneliti auditor dari berbagai tingkat jenjang yakni dari partner sampai staf dengan 2 pengujian. Pengujian pertama dilakukan dengan membandingkan antara pengetahuan auditor mengenai frekuensi dampak kesalahan pada laporan keuangan (error effect) pada 5 industri dengan frekuensi archival. Pengujian kedua dilakukan dengan membandingkan pengetahuan auditor dalam menganalisa sebab (error cause) dan akibat kesalahan pada industri manufaktur dengan frekuensi archival. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perbedaan pengetahuan auditor mempengaruhi error effect pada berbagai tingkat pengalaman, tidak dapat dijelaskan oleh lama pengalaman dalam mengaudit industri tertentu dan jumlah klien yang mereka audit. Selain itu pengetahuan auditor yang mempunyai pengalaman yang sama mengenai sebab dan akibat menunjukkan perbedaan yang besar. Singkatnya, auditor yang mempunyai tingkatan pengalaman yang sama, belum tentu pengetahuan yang dimiliki sama pula. Jadi ukuran keahlian tidak cukup hanya pengalaman tetapi diperlukan pertimbangan-pertimbangan lain dalam pembuatan suatu keputusan yang baik karena pada dasarnya manusia memiliki unsur lain disamping pengalaman, misalnya pengetahuan.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Pengaruh Kompetensi dan Independensi Auditor terhadap Kualitas Audit.

Pengaruh Kompetensi dan Independensi Auditor terhadap Kualitas Audit.

Namun sesuai dengan tanggungjawabnya untuk menaikkan tingkat keandalan laporan keuangan suatu perusahaan maka akuntan publik tidak hanya perlu memiliki kompetensi atau keahlian saja tetapi juga harus independen dalam pengauditan. Standar umum kedua (SA seksi 220 dalam SPAP, 2009) menyebutkan bahwa “Dalam semua hal yang berhubungan dengan perikatan, independensi dalam sikap mental harus dipertahankan oleh auditor”. Standar ini mengharuskan bahwa auditor harus bersikap independen (tidak mudah dipengaruhi), karena ia melaksanakan pekerjaannya untuk kepentingan umum. Auditor harus melaksanakan kewajiban untuk bersikap jujur tidak hanya kepada manajemen dan pemilik perusahaan, namun juga kepada kreditor dan pihak lain yang meletakkan kepercayaan atas laporan keuangan auditan (Elfarini, 2007).
Baca lebih lanjut

78 Baca lebih lajut

PENGARUH AKUNTABILITAS AUDITOR, PENGALAMAN KERJA DAN INDEPENDENSI AUDITOR TERHADAP KUALITAS AUDIT DENGAN ETIKA AUDITOR SEBAGAI VARIABEL MODEARSI

PENGARUH AKUNTABILITAS AUDITOR, PENGALAMAN KERJA DAN INDEPENDENSI AUDITOR TERHADAP KUALITAS AUDIT DENGAN ETIKA AUDITOR SEBAGAI VARIABEL MODEARSI

The purpose of this study was to examine the effect of accountability, work experience and independence of the audit quality with the auditor ethics as moderating variables. This study was conducted by using survey method with questionnaire. The population in this study is the auditor of KAP in the Surakarta dan Yogyakarta. Determination of sample, using a convience sampling and obtained a sample of 40 respondents. Data analysis was conducted using multiple regression model and Moderated Regression Analysis (MRA). These results prove that the accountability, work experience, auditor independence and ethics of positive and significant impact on audit quality. Interaction of work experience and ethics compliance auditor positive and significant effect on audit quality. Interaction accountability and ethics compliance, as well as the interaction of ethics compliance auditor's independence and has no effect on audit quality. Value determination coefficient of 0.662. This means that 66.2% of audit quality variable variation can be explained by the variable accountability, work experience variable, the variable independence, as well as interaction variables accountability and ethics of auditors, variable interactions work experience and ethics of auditors, variable interactions auditor independence and ethics, while the remaining 33.8% is explained by other factors outside the model studied. studied.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

ANALISIS PENGARUH KOMPETENSI, INDEPENDENSI, AKUNTABILITAS, PENGALAMAN DAN MOTIVASI   Analisis Pengaruh Kompetensi, Independensi, Akuntabilitas, Pengalaman Dan Motivasi Auditor Terhadap Kualitas Audit (Studi Empiris Pada Kantor Inspektorat Kabupaten Grobog

ANALISIS PENGARUH KOMPETENSI, INDEPENDENSI, AKUNTABILITAS, PENGALAMAN DAN MOTIVASI Analisis Pengaruh Kompetensi, Independensi, Akuntabilitas, Pengalaman Dan Motivasi Auditor Terhadap Kualitas Audit (Studi Empiris Pada Kantor Inspektorat Kabupaten Grobog

Motivasi berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit. Hasil pengujian statistik menunjukkan bahwa nilai koefisien regresi variable motivasi adalah 1,918. Nilai ini signifikan pada tingkat signifikansi 0,05 dengan pvalue 0,017. Hasil ini didukung oleh hasil perhitungan nilai thitung 2,824 > ttabel 2,201. Hal ini menunjukkan bahwa motivasi berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit. Kondisi ini terjadi karena adanya motivasi dan keinginan untuk mengabdi terhadap profesi dari seorang auditor untuk menunjukkan bahwa hasil audit nantinya akan digunakan oleh orang banyak. Penelitian terdahulu yang relevan dengan penelitian ini adalah penelitian yang dilakukan oleh Efendy (2010), yang berjudul “Pengaruh Kompetensi, Independensi, Dan Motivasi Terhadap Kualitas Audit Aparat Inspektorat Dalam Pengawasan Keuangan Daerah (Studi Empiris pada Pemerintah Kota Gorontalo). Yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompetensi, independensi, dan motivasi aparat Inspektorat Kota Gorontalo terhadap kualitas audit. Adapun kesimpulan dari penelitian ini independensi tidak berpengaruh terhadap kualitas audit, sedangkan kompetensi dan motivasi auditor berpengaruh terhadap kualitas audit.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

PENGARUH KOMPETENSI, INDEPENDENSI DAN PENGALAMAN KERJA TERHADAP KUALITAS AUDIT DENGAN ETIKA AUDITOR SEBAGAI  Pengaruh Kompetensi, Independensi dan Pengalaman Kerja Terhadap Kualitas Audit Dengan Etika Auditor Sebagai Variabel Pemoderasi (Studi Empiris pad

PENGARUH KOMPETENSI, INDEPENDENSI DAN PENGALAMAN KERJA TERHADAP KUALITAS AUDIT DENGAN ETIKA AUDITOR SEBAGAI Pengaruh Kompetensi, Independensi dan Pengalaman Kerja Terhadap Kualitas Audit Dengan Etika Auditor Sebagai Variabel Pemoderasi (Studi Empiris pad

The objectives of this research to empirically analyze the influence of competency, independency and work experience on audit quality and to the influence of competency, independency and work experience to audit quality is moderated by auditor ethics, especially in the auditor and P2UPD working in Inspectorate district/city of Surakarta, Karanganyar and Boyolali.The population in this research are all auditors an P2UPD who worked on the inspectorate district/city of Surakarta, Karanganyar and Boyolali. Sample collection method by using the technique of sampling purposive. The samples used in the study totalled 45 respondents. Primary data collection method used is questionnaire method. The data are analyzed by using Moderate Regression Analyze (MRA).The result showed that the effect on the competency, independency and work experience positive effect on audit quality, but after being moderated by the ethics of auditors variable competency, independency and work experience negative effect on audit quality.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PENGARUH KOMPETENSI DAN INDEPENDENSI TERHADAP KUALITAS AUDIT  Pengaruh kompetensi dan independensi terhadap kualitas audit dengan etika auditor sebagai variabel moderating.

PENGARUH KOMPETENSI DAN INDEPENDENSI TERHADAP KUALITAS AUDIT Pengaruh kompetensi dan independensi terhadap kualitas audit dengan etika auditor sebagai variabel moderating.

Trotter (1986) dalam Kharismatuti (2012) mendefinisikan bahwa seorang yang kompeten adalah orang yang dengan ketrampilannya mengerjakan pekerjaan dengan mudah, cepat, intuitif dan sangat jarang atau tidak pernah membuat kesalahan. Lee dan Stone (1995) dalam Efendy (2010) mendefinisikan kompetensi sebagai keahlian yang cukup yang secara eksplisit dapat digunakan untuk melakukan audit secara objektif. Sedangkan menurut Kamus Kompetensi LOMA (1998) dalam Kharismatuti (2012) kompetensi didefinisikan sebagai aspek-aspek pribadi dari seorang pekerja yang memungkinkan dia untuk mencapai kinerja superior. Aspek-aspek pribadi ini mencangkup sifat, motif- motif, sistem nilai, sikap, pengetahuan dan keterampilan dimana kompetensi akan mengarahkan tingkah laku, sedangkan tingkah laku akan menghasilkan kinerja.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PENGARUH KOMPETENSI DAN INDEPENDENSI TERHADAP KUALITAS AUDIT DENGAN ETIKA AUDITOR  Pengaruh Kompetensi Dan Independensi Terhadap Kualitas Audit Dengan Etika Auditor Sebagai Variabel Moderasi.

PENGARUH KOMPETENSI DAN INDEPENDENSI TERHADAP KUALITAS AUDIT DENGAN ETIKA AUDITOR Pengaruh Kompetensi Dan Independensi Terhadap Kualitas Audit Dengan Etika Auditor Sebagai Variabel Moderasi.

Berdasarkan hasil dari penelitian ini kompetensi mempunyai pengaruh positif terhadap kualitas audit. Hal ini berarti bahwa kualitas audit dapat dicapai jika auditor memiliki kompetensi yang baik. Kompetensi tersebut terdiri dari dua dimensi yaitu pengalaman dan pengetahuan. Auditor sebagai penentu pelaksanaan tugas audit memang harus senantiasa meningkatkan pengetahuan yang telah dimiliki agar penerapan pengetahuan dapat maksimal dalam praktiknya. Penerapan pengetahuan yang maksimal tentunya akan sejalan dengan semakin bertambahnya pengalaman yang dimiliki. Berarti penelitian ini konsisten dengan penelitian Alim dkk (2007), Ardini (2010), Sari (2011), Perdany (2012), Aprianti (2010), Efendy (2010), Kharismatuti (2012).
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENGARUH   KOMPETENSI,  PENGALAMAN  KERJA,  INDEPENDENSI, AKUNTABILITAS,  INTEGRITAS,  DAN  Pengaruh Kompetensi, Pengalaman Kerja Independensi Akuntabilitas Integritas Dan Obyektivitas Terhadap Kualitas Audit.

PENGARUH KOMPETENSI, PENGALAMAN KERJA, INDEPENDENSI, AKUNTABILITAS, INTEGRITAS, DAN Pengaruh Kompetensi, Pengalaman Kerja Independensi Akuntabilitas Integritas Dan Obyektivitas Terhadap Kualitas Audit.

Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua auditor yang bekerja di Inspektorat se-Eks Karesidenan Surakarta. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan purposive sampling sesuai kriteria yang telah ditentukan. Jumlah sampel yang terkumpul sebanyak 83 auditor. Data yang telah dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan analisis regresi berganda.

18 Baca lebih lajut

PENGARUH KOMPETENSI, PENGALAMAN KERJA, INDEPENDENSI, AKUNTABILITAS, INTEGRITAS,  Pengaruh Kompetensi, Pengalaman Kerja Independensi Akuntabilitas Integritas Dan Obyektivitas Terhadap Kualitas Audit.

PENGARUH KOMPETENSI, PENGALAMAN KERJA, INDEPENDENSI, AKUNTABILITAS, INTEGRITAS, Pengaruh Kompetensi, Pengalaman Kerja Independensi Akuntabilitas Integritas Dan Obyektivitas Terhadap Kualitas Audit.

Pengalaman kerja adalah proses pembentukan pengetahuan atau keterampilan tentang metode suatu pekerjaan karena keterlibatan karyawan tersebut dalam pelaksanaan tugas pekerjaan Manulang (1984). Pengalaman kerja bagi auditor dapat berupa pengalaman dalam melakukan audit laporan keuangan baik dari segi lamanya waktu maupun banyaknya penugasan yang pernah ditangani (Suraida, 2005). Auditor yang semakin berpengalaman cenderung mempunyai keunggulan dan kreatifitas dalam mendeteksi, memahami dan mencari sebab dari suatu kesalahan/manipulasi oleh auditee.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Pengaruh Kompetensi dan Independensi Auditor Terhadap Kualitas Audit

Pengaruh Kompetensi dan Independensi Auditor Terhadap Kualitas Audit

Selanjutnya Ashton (1991) dalam Mayangsari (2003) meneliti auditor dari berbagai tingkat jenjang yakni dari partner sampai staf dengan 2 pengujian. Pengujian pertama dilakukan dengan membandingkan antara pengetahuan auditor mengenai frekuensi dampak kesalahan pada laporan keuangan (error effect) pada 5 industri dengan frekuensi archival. Pengujian kedua dilakukan dengan membandingkan pengetahuan auditor dalam menganalisa sebab (error cause) dan akibat kesalahan pada industri manufaktur dengan frekuensi archival. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perbedaan pengetahuan auditor mempengaruhi error effect pada berbagai tingkat pengalaman, tidak dapat dijelaskan oleh lama pengalaman dalam mengaudit industri tertentu dan jumlah klien yang mereka audit. Selain itu pengetahuan auditor yang mempunyai pengalaman yang sama mengenai sebab dan akibat menunjukkan perbedaan yang besar. Singkatnya, auditor yang mempunyai tingkatan pengalaman yang sama, belum tentu pengetahuan yang dimiliki sama pula. Jadi ukuran keahlian tidak cukup hanya pengalaman tetapi diperlukan pertimbangan-pertimbangan lain dalam pembuatan suatu keputusan yang baik karena pada dasarnya manusia memiliki unsur lain disamping pengalaman, misalnya pengetahuan.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects