Top PDF PENGARUH JENIS PENGENCER SEMEN TERHADAP MOTILITAS, ABNORMALITAS DAN DAYA TAHAN HIDUP SPERMATOZOA AYAM BURAS PADA PENYIMPANAN SUHU 5 oC

PENGARUH JENIS PENGENCER SEMEN TERHADAP MOTILITAS, ABNORMALITAS DAN DAYA TAHAN HIDUP SPERMATOZOA AYAM BURAS PADA PENYIMPANAN  SUHU 5 oC

PENGARUH JENIS PENGENCER SEMEN TERHADAP MOTILITAS, ABNORMALITAS DAN DAYA TAHAN HIDUP SPERMATOZOA AYAM BURAS PADA PENYIMPANAN SUHU 5 oC

Hal ini disebabkan karena larutan Ringer Dextrose memiliki substrat nutrisi bagi spermatozoa yaitu glukosa. Glukosa merupakan salah satu senyawa yang terdapat dalam plasma semen yang berfungsi sebagai sumber energi bagi spermatozoa (Sexton dan Fewlass, 1978). Lebih lanjut Gomes (1977), menyatakan bahwa penambahan glukosa di dalam bahan pengencer sangat berguna dan membantu daya tahan hidup spermatozoa. Demikian pula dengan pengencer NaCl fisiologis, merupakan larutan yang isotonis dengan plasma darah dan dapat mempertahankan daya hidup spermatozoa hasil penelitian sampai 74,60 jam. Fungsi utama NaCl fisiologis adalah sebagai pengencer semen yang mempunyai tekanan osmotik sama (isotonik) dengan semen ayam Buras (Aminah, 1995). Sehingga penggunaan NaCl fisiologis dapat memberikan daya tahan hidup spermatozoa, hal ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilaporkan oleh Sastrodihardjo dan Risnawati (1999) bahwa penggunaan pengencer NaCl fisiologis dapat mempertahankan motilitas
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Pengaruh Lama Penyimpanan Semen Cair Ayam Buras pada Suhu 5 0C terhadap Periode Fertil dan Fertilitas Sperma.

Pengaruh Lama Penyimpanan Semen Cair Ayam Buras pada Suhu 5 0C terhadap Periode Fertil dan Fertilitas Sperma.

Terjadinya penurunan periode fertil sejalan dengan lama penyimpanan disebabkan terjadinya penurunan motilitas. Motilitas pada pada suhu rendah berkurang disebabkan pengaruh aktivitas spermatozoa. Toelihere (1993a), menyatakan bahwa tingkat metabolisme spermatozoa berbeda- beda menurut suhu dan medianya. Selama proses penyimpanan pada suhu 5 0 C spermatozoa secara cepat kehilangan daya motilitasnya dan terjadi banyak penghambatan terhadap aktivitas terhadap aktivitas metabolisme secara fisik dan kimia dengan ditandai penurunan metabolisme adenosin trifosfat dan adenosin 3,5 monofosfat (Apell and Evans, 1997). Walaupun demikian metabolisme yang rendah masih menghasilkan hasil sampingan berupa asam laktat yang dapat mempengaruhi medium sekitarnya yang dapat mempengaruhi perubahan pH (Toelihere, 1993a). Angka keasaman merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi daya hidup spermatozoa, sehingga berpengaruh terhadap motilitas dan daya fertilitas (Susilawati dan Hernawati,1992). Semakin lama penyimpanan menyebabkan periode fertil semakin singkat. Hal ini disebabkan pada penyimpanan yang lebih lama akan semakin meningkatkan spermatozoa yang mati. Jumlah spermatozoa mati yang lebih tinggi akan semakin meningkatkan kematian spermatozoa hidup selama proses
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

PENGARUH KOMBINASI KUNING TELUR DENGAN AIR KELAPA TERHADAP DAYA TAHAN HIDUP DAN ABNORMALITAS SPERMATOZOA DOMBA PRIANGAN PADA PENYIMPANAN 5 0 C

PENGARUH KOMBINASI KUNING TELUR DENGAN AIR KELAPA TERHADAP DAYA TAHAN HIDUP DAN ABNORMALITAS SPERMATOZOA DOMBA PRIANGAN PADA PENYIMPANAN 5 0 C

1,5 ml. Perhitungan kebutuhan pengencer didasarkan pada konsentrasi semen segar dan dosis inseminasi buatan berkisar 120-125 juta permilimeter spermatozoa (E VENS dan M AXWEL , 1987). Tabung ependorf yang telah berisi semen pengencer didinginkan secara perlahan-lahan dengan cara dimasukkan terlebih dahulu kedalam air dingin, kemudian disimpan pada lemari es dengan suhu 5 o C. Parameter yang diukur adalah daya tahan hidup spermatozoa dalam jam dan abnormalitas spermatozoa sampai motilitas 40% (S ALISBURY dan V AN D ENMARK , 1985).
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Pengaruh pengencer komersial terhadap motilitas dan viabilitas spermatozoa semen babi landrace yang disimpan pada temperatur berbeda

Pengaruh pengencer komersial terhadap motilitas dan viabilitas spermatozoa semen babi landrace yang disimpan pada temperatur berbeda

(suhu ruang) menunjukkan tingkat persentase motilitas paling rendah dikarenakan daya tahan hidup spermatozoa yang berada pada suhu ruang sangat pendek. Hal ini dipertegas oleh pernyataan (Bearden et al., 2004) yang menyatakan bahwa perombakan energi yang dipakai oleh spermatozoa dalam hal ini glukosa dimanfaatkan secara lebih cepat dalam proses metabolisme sehingga energi yang digunakan cepat habis dan hasil sisa metabolisme berupa asam laktat akan semakin meningkat sehingga dapat menurunkan pH dari bahan pengencer yang mengakibatkan kematian bagi spermatozoa, selain itu juga spermatozoa babi hanya dapat bertahan secara optimum pada temperatur 15-20 °C (Paulenz et al., 2000) sehingga menyebabkan daya tahan spermatozoa pada semen babi landrace pada suhu ruang 32 o C hanya bertahan selama 30 jam penyimpanan sedangkan penurunan persentase motilitas pada suhu 5 o C menunjukkan persentase
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Pengaruh Jenis Pengencer Terhadap Motilitas Dan Daya Tahan Hidup Spermatozoa Semen Cair Sapi Simmental.

Pengaruh Jenis Pengencer Terhadap Motilitas Dan Daya Tahan Hidup Spermatozoa Semen Cair Sapi Simmental.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan dari setiap jenis bahan pengencer dalam mempertahankan daya hidup dan motilitas spermatozoa semen cair sapi Simmental. Model rancangannya adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan dan lima ulangan. Keempat perlakuan tersebut adalah P1 = Bahan pengencer Sitrat-Kuning Telur + semen segar sapi Simmental ; P2 = Bahan pengencer Susu Skim-Kuning Telur + semen segar sapi Simmental ; P3 = Bahan pengencer Air Kelapa Muda-Kuning Telur + semen segar sapi Simmental dan P4 = Bahan pengencer Susu Segar sapi FH-Kuning Telur + semen segar sapi Simmental. Data yang diperoleh dalam penelitian ini kemudian dianalisis menggunakan analisis varians. Rata-rata daya tahan hidup semen cair dalam setiap bahan pengencer yang diamati hingga persentase motilitasnya minimal 40 % untuk tiap perlakuan secara statistik tidak berbeda namun dari data terlihat bahwa pengencer sitrat kunig telur (P1) lebih mampu mempertahankan daya hidup spermatozoa sapi Simmental hingga hari kelima penyimpanan (4,67 hari); P2 selama 3,86 hari dan P4 selama 4,00 hari dan terendah diperoleh dari bahan pengencer air kelapa muda kuning telur (P3) yakni 3,33 hari setelah pengenceran. Semua semen cair dalam tiap bahan pengencer selama penelitian disimpan pada suhu penyimpanan 3 - 5 0 C. Tidak ada perbedaan yang berarti dari keempat perlakuan tersebut terhadap motilitas.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PENGARUH LAMA PENYIMPANAN SEMEN BEKU TERHADAP MOTILITAS, PERSENTASE HIDUP DAN ABNORMALITAS SPERMATOZOA PRODUKSI BALAI INSEMINASI BUATAN SINGOSARI YANG ADA DI POS–POS IB KOTA PADANG.

PENGARUH LAMA PENYIMPANAN SEMEN BEKU TERHADAP MOTILITAS, PERSENTASE HIDUP DAN ABNORMALITAS SPERMATOZOA PRODUKSI BALAI INSEMINASI BUATAN SINGOSARI YANG ADA DI POS–POS IB KOTA PADANG.

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan semen beku terhadap motilitas, persentase hidup dan abnormalitas spermatozoa. Penelitian ini menggunakan semen beku produksi Balai Inseminasi Buatan Singosari yang tersimpan di pos-pos IB Kota Padang sebanyak 10 sampel ministraw. Metode penelitian ini menggunakan metode survey. Peubah yang diamati motilitas, persentase hidup dan abnormalitas spermatozoa. Data diaolah secara statistika dengan menggunakan analisis regresi linear terhadap motilitas, persentase hidup dan abnormalitas spermatozoa semen beku. Hasil penelitian menunjukkan rataan motilitas (46% ± 8.43%), persentase hidup (78.10% ± 6.02%) dan abnormalitas (18.50% ± 7.10%). Dari uji statistika menunjukkan bahwa lama penyimpanan semen beku tidak berpengaruh terhadap motilitas, persentase hidup dan abnormalitas spermatozoa.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Pengaruh Penambahan Dosis Rafinosa dalam Pengencer Sitrat Kuning Telur terhadap Motilitas, Persentase Hidup dan Abnormalitas Spermatozoa Sapi Ongole

Pengaruh Penambahan Dosis Rafinosa dalam Pengencer Sitrat Kuning Telur terhadap Motilitas, Persentase Hidup dan Abnormalitas Spermatozoa Sapi Ongole

Hasil analisis ragam terhadap motilitas spermatozoa setelah prefreezing tidak berbeda nyata (P>0,05) menunjukkan bahwa dosis rafinosa dalam pengencer sitrat kuning telur tidak meberikan pengaruh nyata terhadap motilitas spermatoza selama prefreezing. Hal tersebut diduga karena rafinosa tidak dapat digunakan secara sempurna oleh spermatozoa sebagai energi dan krioprotektan. Rafinosa yang tidak dapat berperan sebagai krioprotektan menyebabkan spermatozoa mengalami kerusakan. Ketika membran sperma mengalami kerusakan, enzim aspartat aminotransferase (AspAT) yang merupakan enzim utama dalam mitokondria yang memproduksi ATP akan dilepaskan dari sel dan masuk ke seminal plasma. Kehilangan AspAT akan mengganggu produksi ATP dan mengganggu motilitas spermatozoa (Arifiantini dan Purwantara, 2010).
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Pengaruh Penambahan Kuning Telur Berbagai Jenis Unggas  dalam Pengencer Dasar Air Kelapa Terhadap Motilitas Spermatozoa  Sapi Limousin Pada Penyimpanan Suhu 4-5˚C

Pengaruh Penambahan Kuning Telur Berbagai Jenis Unggas dalam Pengencer Dasar Air Kelapa Terhadap Motilitas Spermatozoa Sapi Limousin Pada Penyimpanan Suhu 4-5˚C

Air kelapa dapat digunakan sebagai bahan pengencer alternatif yang mampu memberikan nutrisi dan zat pendukung lainnya bagi kehidupan spermatozoa (Rasad dkk., 2009). Pada temperatur rendah air kelapa tidak dapat melindungi spermatozoa. Hal ini dikarenakan air kelapa hanya bersifat sebagai penyangga sehingga perlu ditambahkan bahan-bahan lain yang mampu mempertahankan serta melindungi sel spermatozoa terhadap penurunan suhu dingin secara tiba-tiba yaitu dengan menambahkan kuning telur (Anggraeny dkk., 2004).

5 Baca lebih lajut

Pengaruh Penambahan Dosis Rafinosa dalam Pengencer Tris Kuning Telur terhadap Motilitas, Persentase Hidup dan Abnormalitas Spermatozoa Sapi Ongole

Pengaruh Penambahan Dosis Rafinosa dalam Pengencer Tris Kuning Telur terhadap Motilitas, Persentase Hidup dan Abnormalitas Spermatozoa Sapi Ongole

Berdasarkan hasil uji lanjut polinomial ortogonal dilihat dari koefisien korelasi dan koefisien determinasi penambahan dosis rafinosa berpengaruh terhadap spermatozoa hidup setelah prefreezing. Hal ini diduga dosis rafinosa yang ditambahkan dalam pengencer tris kuning telur sampai 3,0% dapat digunakan oleh spermatozoa sebagai sumber energi dan krioprotektan ektraseluler sehingga dapat melindungi spermatozoa dari kejutan dingin selama prefreezing. Menurut Rizal et al, (2006) menunjukkan bahwa adanya perbaikan kualitas semen beku dengan penambahan berbagai jenis gula seperti rafinosa di dalam pengencer menjadi indikator bahwa gula-gula tersebut efektif melindungi spermatozoa dari kerusakan selama proses kriopreservasi semen.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENGARUH LAMA PENYIMPANAN TERHADAP MOTILITAS DAN FERTILITAS SPERMATOZOA AYAM KATE LOKAL

PENGARUH LAMA PENYIMPANAN TERHADAP MOTILITAS DAN FERTILITAS SPERMATOZOA AYAM KATE LOKAL

Effect of semen storage time on the motility and fertility of Indonesian bantam rooster sperm was studied. Six Indonesian bantam roosters and thirty two Isa brown hens were used. Changes in spermatozoa motility and fertility were evaluated in pooled semen diluted (1:1) with Ringer Lactate solution and held for 0,5 h, 1,5, 2,5 and 3,5 hrs at 10 o C. During the time of semen storage, a decrease in the sperm motility was observed. In general, as the sperm storage time increased rooster sperm motility and fertility decreased. The 0.5 hr of storage time was found to be best (P<0.05) in terms of percentage motility for the short-term storage of bantam rooster semen compared to the three other sperm storage time (86.67 vs 68.33; 63.33 and 60.0 %). Similarly, for fertility, the semen held at 10 o C for 0.5 hr had a significant difference (P<0.05) as compared to the fertility value of three other sperm storage time (80.80 vs 60.50; 57;68 and 56 %). In conclusion, the semen storage time at 10 o C for 0.5 hr is suitable for the short-term storage of bantam semen, in other words artificial insemination should be conducted immediately within 30 minutes.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Pengaruh Macam Media Pengencer terhadap Motilitas Spermatozoa Ikan Tombro (Cyprinus carpio) Selama Penyimpanan pada Suhu 4-5ºC

Pengaruh Macam Media Pengencer terhadap Motilitas Spermatozoa Ikan Tombro (Cyprinus carpio) Selama Penyimpanan pada Suhu 4-5ºC

Media pengencer pada ikan telah banyak dikembangkan, namun tidak setiap media pengencer cocok terhadap penyimpanan semen pada semua jenis ikan. Banyak faktor yang memengaruhi kecocokan jenis media pengencer terhadap kualitas spermatozoa ikan misalnya konsentrasi ion, pH, maupun tekanan osmotik dari media pengencer tersebut (Islam dan Akhter, 2011; Alavi dan Cosson, 2006). Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh pemberian media pengencer yang berbeda terhadap motilitas dan durasi motilitas spermatozoa ikan tombro dalam penyimpanan semen cair pada suhu 4-5ºC.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PENGARUH PENAMBAHAN KAFEIN DALAM PENGENCER SEMEN TERHADAP MOTILITAS, VIABILITAS, DAN RASIO MOTILITAS/VIABILITAS SPERMATOZOA KELINCI HASIL SEPARASI.

PENGARUH PENAMBAHAN KAFEIN DALAM PENGENCER SEMEN TERHADAP MOTILITAS, VIABILITAS, DAN RASIO MOTILITAS/VIABILITAS SPERMATOZOA KELINCI HASIL SEPARASI.

Penelitian mengenai “Pengaruh Penambahan Kafei n dalam Pengencer Semen terhadap Motilitas, Viabilitas, dan Rasio Motilitas/Viabilitas Spermatozoa Kelinci Hasil Separasi telah dilakukan di Laboratorium Reproduksi Ternak dan Inseminasi Buatan, Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran sejak bulan April sampai Mei 2013. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan kafein dalam pengencer Tris kuning telur terhadap motilitas, viabilitas, dan rasio motilitas/viabilitas spermatozoa kelinci hasil separasi serta menentukan dosis pemberian kafein yang optimum pada ketiga variabel. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari empat perlakuan dosis kafein (0 mM/L, 0,2 mM/L, 0,4 mM/L, 0,6 mM/L), setiap perlakuan diulang sebanyak enam kali. Hasil analisis statistik menunjukkan penambahan kafein nyata (P<0,05) berpengaruh terhadap motilitas dan viabilitas spermatozoa. Akan tetapi, tidak berpengaruh terhadap rasio motilitas/viabilitas spermatozoa kelinci hasil separasi. Motilitas spermatozoa tertinggi diperoleh pada perlakuan dosis kafein 0,2 mM/L sebesar 65,01 % pada medium pemisah 15 %, dan diperoleh 80,79 % pada medium pemisah 30 %. Adapun viabilitas spermatozoa tertinggi diperoleh pada perlakuan dosis kafein 0,2 mM/L sebesar 76,02 % pada medium pemisah 15 % dan 83,75 % pada medium pemisah 30 %.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Kualitas spermatoza sapi peranakan ongole dalam pengencer air kelapa selama penyimpanan pada suhu 4-5 oc

Kualitas spermatoza sapi peranakan ongole dalam pengencer air kelapa selama penyimpanan pada suhu 4-5 oc

Aminomethan, akan tetapi air kelapa berpotensi untuk dikembangkan menjadi pengencer semen dengan kualitas yang baik. Farapati dan Sayogo (2014) menyatakan bahwa air kelapa dapat menjadi bahan pengencer alternatif yang mudah didapatkan karena banyak tersedia di lingkungan sekitar dan harganya terjangkau. Kandungan air kelapa berbeda-beda tergantung varietas, umur dan faktor iklim. Kewilaa, Ondho, dan Setiatin (2014) menegaskan bahwa air kelapa adalah salah satu bahan yang bisa digunakan untuk pengencer semen yang memenuhi kriteria, karena buah kelapa di negara-negara tropik seperti Indonesia sangat mudah diperoleh dengan harga murah dibandingkan dengan bahan- bahan kimia sintetik. Air kelapa mengandung karbohidrat yang dapat menjadi sumber energi bagi kehidupan spermatozoa.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENGARUH PENCUCIAN DENGAN LARUTAN ASAM ASETAT TERHADAP DAYA AWET AYAM BURAS PADA PENYIMPANAN SUHU RUANG.

PENGARUH PENCUCIAN DENGAN LARUTAN ASAM ASETAT TERHADAP DAYA AWET AYAM BURAS PADA PENYIMPANAN SUHU RUANG.

Penelitian ini berupa eksperimental yang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan, yaitu pencucian daging ayam buras da1am larutan asam asetat sebanyak 0% (RI), 3% (R2), 6% (R3), 9% (~) daD 12% (Rs) dengan merendamnya selama 15 menit yang diulang 4 kali, lalu digantung pada temperature mang. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah pH, kadar protein, jumlah koloni bakteri dan daya awet daging ayam buras.

1 Baca lebih lajut

Motilitas Spermatozoa Kucing Domestik dalam Pengencer lllTris Kuning Telur yang Disuplementasi Beberapa lllKarbohidrat pada Suhu 5 °C

Motilitas Spermatozoa Kucing Domestik dalam Pengencer lllTris Kuning Telur yang Disuplementasi Beberapa lllKarbohidrat pada Suhu 5 °C

The quality of chilled semen depends on the diluents composition; including the energy source for the survival of sperm. Glucose, fructose and lactose are the most widely used energy source for mammalian semen preservation. This study aims to evaluate the effect of fructose and/or trehalose suplementation in Tris Egg Yolk Extender to maintain the motility of domestic cat’s sperm at 5 °C. Semen was collected from three sexually mature cats by electro-ejaculator (three repetition n = 9). Immediately after collection, semen was evaluated macroscopically and microscopically. The semen showed > 70% sperm motility divided into three tubes and each of them diluted with Tris fructose egg yolk (TFEY), Tris trehalose egg yolk (TTEY) or Tris fructose trehalose egg yolk (TFTEY). Semen was stored at 5 °C and observed for percentage of sperm motility and individual progressive movements (scoring) every 12 hours until 60 hours of storage. Descriptively the results showed that TFTEY was the best diluents in maintained the motility of cat’s sperm (29.63 ± 18.76%) after 60 hours storage, but no significantly difference (P>0.05) was found between three diluents in maintained the sperm motility at 5 °C statistically. For individual progressive movements descriptive as well as statistically indicated no significant between three diluents which were 2.06 ± 0.42, 2.06 ± 0.42 and 2.22 ± 0.94 in TFEY, TTEY and TFTEY respectively.
Baca lebih lanjut

71 Baca lebih lajut

PENGARUH LAMA PENYIMPANAN SEMEN DENGAN PENGENCER SARI WORTEL (Daucus carota) PADA SUHU REFRIGERATOR TERHADAP KUALITAS SPERMATOZOA KELINCI REX (Oryctolagus cuniculus)

PENGARUH LAMA PENYIMPANAN SEMEN DENGAN PENGENCER SARI WORTEL (Daucus carota) PADA SUHU REFRIGERATOR TERHADAP KUALITAS SPERMATOZOA KELINCI REX (Oryctolagus cuniculus)

Kelinci Rex (Oryctolagus cuniculus) memiliki ciri khas pada rambutnya yang halus dan lembut seperti beludru (Sarwono 2001). Karena keindahan rambutnya, breed Kelinci ini banyak dibudidayakan sebagai penghasil rambut untuk bahan pembuatan jaket dan aksesoris pakaian. Kelinci Rex juga dapat dimanfaatkan sebagai hewan kesayangan dan penghasil daging. Potensi besar yang dimiliki Kelinci Rex harus dimanfaatkan dengan baik. Upaya untuk meningkatkan potensi produksi Kelinci Rex antara lain dilakukannya kawin suntik dengan istilah lain IB (Insiminasi Buatan), kualitas semen disini sangat mempengaruhi tingkat keberhasilan IB. Semen adalah hasil produksi dari organ kelamin jantan yang didalamnya ada plasma semen dan spermatozoa (Garner dan Hafez, 2000). Penerapan teknologi IB pada Kelinci Rex dapat menggunakan semen beku dan semen cair yang diperbanyak volumenya sehingga dapat dimanfaatkan untuk melayani beberapa induk betina Kelinci Rex dalam kurun waktu yang lebih lama. Namun penggunaan semen beku untuk IB pada ternak Kelinci masih banyak permasalahan, terutama pada bahan pengencer yang digunakan.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Daya Tahan Spermatozoa Dalam Semen Cair Babi Landrace Pada Metode Penyimpanan Berbeda

Daya Tahan Spermatozoa Dalam Semen Cair Babi Landrace Pada Metode Penyimpanan Berbeda

Semen segar ditampung dengan bantuan dummy sow menggunakan metode manual pada pejantan babi landrace yang telah dewasa kelamin (2-5 tahun). Semen ditampung pada tabung penampung yang diberi kain saring untuk memisahkan dengan bagian gelatinnya. Setelah itu semen segar dibawah ke laboratorium untuk dilihat kualitasnya, meliputi pemeriksaan makros dan mikroskopis. Pemeriksaan makroskopis meliputi (volume: dengan melihat skala pada gelas ukur; pH: dengan mencelupkan pH meter yang telah dikalibrasi kedalam semen segar; kosistensi; bau dan warna), sedangkan pemeriksaan
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects