Top PDF Pengaruh Penggorengan Terhadap Komposisi Asam Lemak Pada Minyak Kelapa Dan Minyak Jagung

Pengaruh Penggorengan Terhadap Komposisi Asam Lemak Pada Minyak Kelapa Dan Minyak Jagung

Pengaruh Penggorengan Terhadap Komposisi Asam Lemak Pada Minyak Kelapa Dan Minyak Jagung

Oksidasi adalah asam lemak tak jenuh biasanya mengalami oksidasi pada ikatan rangkapnya. Dan sebagai hasil oksidasinya adalah senyawa aldehida, keton, hidrokarbon, alkohol, lakton serta senyawa aromatis yang mempunyai bau tengik dan rasa getir. Bau dan rasa yang tidak enak yang timbul pada margarin yang telah lama disimpan disebut ketengikan dapat disebabkan oleh hidrolisa komponen- komponen gliserida yang dipercepat oleh enzim lipase, disamping itu ketengikan dapat disebabkan oleh oksidasi asam lemak tak jenuh dan prosesnya akan dipercepat oleh cahaya. Misalnya, bila asam oleat ini ini dioksidasi oleh alkali permanganat pada temperatur rendah, dua gugus hidroksil akan terikat pada ikatan rangkap dan membentuk asam hidroksil strearat. Pada temperatur yang lebih tinggi molekul ini selanjutnya dioksidasi menjadi asam pelargonat dan asam azelat (Tambunan, 2006).Reaksi oksidasi sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

49 Baca lebih lajut

Pengaruh Penggorengan Terhadap Komposisi Asam Lemak Minyak Kelapa Sawit Minyak Beras

Pengaruh Penggorengan Terhadap Komposisi Asam Lemak Minyak Kelapa Sawit Minyak Beras

Adapun judul dari Tugas Akhir ini adalah: Pengaruh Penggorengan Terhadap Komposisi Asam Lemak Minyak Kelapa Sawit Minyak Beras. Penulisan Tugas Akhir ini didasarkan pada hasil Praktek Kerja Lapangan yang diperoleh pada 02 Februari 2015 – 28 Februari 2015 di Laboratorium Oleopangan di Pusat Penelitian Kelapa Sawit.

11 Baca lebih lajut

Pengaruh Penggorengan Terhadap Komposisi Asam Lemak Pada Minyak Kelapa Dan Minyak Jagung

Pengaruh Penggorengan Terhadap Komposisi Asam Lemak Pada Minyak Kelapa Dan Minyak Jagung

Minyak dan lemak tidak berbeda dalam bentuk umum trigliseridanya, tetapi hanya berbeda dalam bentuk (wujud). Perbedaan ini didasarkan pada perbedaan titik lelehnya. Pada suhu kamar lemak berwujud padat, sedangkan minyak berwujud cair. Titik leleh minyak dan lemak tergantung pada strukturnya, biasanya meningkat dengan bertambahnya jumlah karbon. Banyaknya ikatan ganda dua karbon juga berpengaruh. Trigliserida yang kaya akan asam lemak tak jenuh, seperti asam oleat dan linoleat, biasanya berwujud minyak sedangkan trigliserida yang kaya akan lemak jenuh seperti asam strearat dan palmitat, biasanya adalah lemak. Semua jenis lemak tersusun dari asam-asam lemak yang terikat oleh gliserol. Asam-asam lemak yang berbeda disusun oleh jumlah atom karbon lainya, membentuk rantai yang zigzag. Asam lemak dengan rantai molekul yang lebih rentan terhadap gaya tarik menarik intermolekul, sehingga titik leburnya akan naik (Tambunan, 2006)
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Pengaruh Penggorengan Terhadap Komposisi Asam Lemak Minyak Kelapa Sawit Minyak Beras

Pengaruh Penggorengan Terhadap Komposisi Asam Lemak Minyak Kelapa Sawit Minyak Beras

Minyak yang termasuk golongan setengah mengering (semi drying oil) misalnya minyak biji kapas, minyak kedelai, dan minyak biji bunga matahari tidak dapat digunakan sebagai minyak goreng. Hal ini disebabkan karena jika minyak tersebut kontak dengan udara pada suhu tinggi akan mudah teroksidasi sehingga berbau tengik. Minyak yang dipakai menggoreng adalah minyak yang tergolong dalam kelompok non drying oil, yaitu minyak yang tidak akan membentuk lapisan keras bila dibiarkan mengering di udara, contohnya adalah minyak sawit (Ketaren, 1986).
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Pengaruh Penggorengan Terhadap Komposisi Asam Lemak Minyak Kelapa Sawit Minyak Beras

Pengaruh Penggorengan Terhadap Komposisi Asam Lemak Minyak Kelapa Sawit Minyak Beras

Manfaat minyak kelapa sawit diantaranya sebagai bahan baku untuk minyak makan, minyak sawit antara lain digunakan dalam bentuk minyak goreng, margarin, buffer, shortening, dan bahan untuk membuat kue-kue. Sebagai bahan pangan, minyak sawit mempunyai beberapa keunggulan dibandingkan minyak goreng lain, antara lain mengandung karoten yang diketahui berfungsi sebagai anti kanker dan tokoferol sebagai sumber vitamin E. Minyak sawit dapat dimanfaatkan di berbagai industri karena memiliki susunan dan kandungan gizi yang cukup lengkap. Industri yang banyak menggunakan minyak kelapa sawit sebagai bahan baku adalah industri pangan serta industri bukan pangan serta kosmetik dan farmasi (Fauzi, 2002).
Baca lebih lanjut

45 Baca lebih lajut

Penentuan Asam Lemak Bebas Dalam Coconut Fatty Acid Distillate (Cfad) Dan Palm Fatty Acid Distillate (Pfad) Dengan Metode Titrasi

Penentuan Asam Lemak Bebas Dalam Coconut Fatty Acid Distillate (Cfad) Dan Palm Fatty Acid Distillate (Pfad) Dengan Metode Titrasi

Dengan komposisi asam lemak yang demikian sebenarnya minyak sawit tidak dapat dikasifikasikan sebagai lemak jenuh ( Saturated Fat ), seperti halnya minyak hewani, minyak kelapa atau PKO, tetapi dapat diklasifikasikan sebagai lemak tidak jenuh ( Unsaturated Fat ).Lebih lanjut, dengan kandungan asam oleat yang relatif tinggi dan kandungan PUFA yang rendah, minyak sawit sangat cocok untuk digunakan sebagai medium penggoreng. Minyak kaya akan asam oleat juga diketahui relatif stabil terhadap suhu penggorengan yang tinggi serta relatif tahan tehadap kerusakan oksidatif penyebab kerugian minyak selama penyimpanan.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Komposisi Asam Lemak dan Identifikasi Posisi Asam Palmitat pada Beberapa Minyak Nabati dan Lemak Hewani

Komposisi Asam Lemak dan Identifikasi Posisi Asam Palmitat pada Beberapa Minyak Nabati dan Lemak Hewani

Gambar 2.3 Reaksi hidrolisis enzimatik triasilgliserol (sumber: Aehle, 2004) Berdasarkan reaksi hidrolisis pada Gambar 2.3, hidrolisis triasilgliserol secara enzimatik dengan enzim lipase yang spesifik pada posisi sn-1,3 adalah dengan menghidrolisis triasilgliserol pada posisi sn-1,3 sehingga akan menghasilkan produk 2-MAG dan asam lemak bebas dari asam lemak pada posisi sn-1,3. Kemudian dipisahkan dengan larutan polar yang mengikat 2-MAG, ataupun disentrifugasi pada kecepatan dan waktu tertentu untuk memisahkan 2- MAG dan asam lemak bebas dari asam lemak pada posisi sn-1,3. Setelah terpisah, asam lemak bebas pada posisi sn-1,3 dimetilesterkan untuk diinjeksikan dalam alat Kromatografi Gas. Hasil pengurangan total asam lemak dan asam lemak bebas adalah nilai produk 2-MAG (Satiawihardja, 2001; Silalahi, 1999a). Distribusi asam lemak pada triasilgliserol dari beberapa jenis minyak nabati dan lemak hewani dapat dilihat dari Tabel 2.4. Berdasarkan Tabel 2.4, pada minyak nabati (minyak coklat, kelapa sawit, kacang tanah) SFA sangat banyak ditemukan pada posisi sn-1,3 sedangkan untuk MUFA dan PUFA banyak ditemukan pada posisi sn-2. Sebaliknya pada lemak hewani (lemak babi), banyak ditemukan SFA pada posisi sn-2. Perbandingan posisi asam lemak pada minyak nabati dan lemak hewani ini membedakan pengaruhnya terhadap resiko PJK (Berry, 2009; Forsythe, et al., 2007).
Baca lebih lanjut

85 Baca lebih lajut

Pengaruh Temperatur Terhadap Bilangan  Peroksida Pada RBDPO (Refined Bleached  Deodorized Palm Oil) Dan RBDP Olein  (Refined Bleached Deodorized Palm Olein) Di  PT.SMART Tbk.

Pengaruh Temperatur Terhadap Bilangan Peroksida Pada RBDPO (Refined Bleached Deodorized Palm Oil) Dan RBDP Olein (Refined Bleached Deodorized Palm Olein) Di PT.SMART Tbk.

Didalam bleacher, 20% dan 80% degumming MKS akan dicampur dan proses pemucatan pun dimulai. Proses pemucatan minyak sawit dilakukan dengan penambahan bleaching earth untuk menghilangkan zat-zat yang tidak diinginkan (Semua pigmen, trace metal, dan produk-produk oksidasi) dari MKS. Proses ini meningkatkan rasa awal, aroma akhir, dan stabilitas oksidatif produk. Proses ini juga membantu mengatasi masalah pada proses pengolahan selanjutnya menyerap sabun, ion logam, penyebab oksidasi, menguraikan peroksida, mengurangi warna, dan menyerap senyawa minor. Slurry yang mengandung minyak dan bleaching earth dialirkan melalui Niagara untuk mendapatkan partikel minyak yang bersih dan bebas dari bleaching earth.
Baca lebih lanjut

58 Baca lebih lajut

518 Ainun Anindita Rahadyani G2C008002

518 Ainun Anindita Rahadyani G2C008002

Bahan makanan yang diketahui merupakan sumber asupan PUFA meliputi bahan makanan mengandung minyak yang berasal dari nabati, seperti biji bunga matahari, minyak kedelai, dan minyak kacang. 31 Dalam penelitian ini, diketahui subjek banyak mengasup produk kedelai, dan kacang tanah. Sementara itu, bahan makanan sumber monosakarida yang sering dikonsumsi adalah sayuran dan buah—buahan, meliputi wortel, tomat, melon, dan brokoli. Akan tetapi, studi mengenai hubungan konsumsi sayuran dan buah—buahan dengan tekanan darah dan risiko penyakit jantung koroner menunjukkan bahwa asupan sayuran dan buah—buahan menurunkan tekanan darah pada subjek dengan hipertensi dan risiko kejadian penyakit jantung koroner. 32 Hal ini disebabkan karena pada individu yang mengkonsumsi tinggi sayuran dan buah—buahan cenderung memiliki asupan serat dan antioksidan yang tinggi, serta rendah lemak jenuh. 33,34 Selain itu, pada sebuah penelitian dimana subjek yang menjalani diet karbohidrat berdasarkan Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH) mengalami penurunan tekanan darah secara signifikan. 7 Pola diet DASH yakni meningkatkan konsumsi sayuran, buah—buahan, dan produk susu rendah lemak, mengkonsumsi whole grains, kacang—kacangan, unggas dan ikan, serta mengurangi asupan daging merah, mentega, dan pemanis. 35,36 Konsumsi tinggi protein, serat, dan rendah starch berperan dalam menurunkan tekanan darah. 9 Akan tetapi mekanisme bagaimana asupan monosakarida pada sayur dan buah—buahan terhadap tekanan darah masih belum jelas.
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

Penetapan Kadar Asam Lemak Bebas pada Minyak Kelapa Murni (VCO) dan Minyak Inti Kelapa Sawit (PKO)

Penetapan Kadar Asam Lemak Bebas pada Minyak Kelapa Murni (VCO) dan Minyak Inti Kelapa Sawit (PKO)

Berdasarkan SNI 7381-2008 mengatakan bahwa kadar asam lemak bebas (ALB) yang diperbolehkan pada minyak kelapa murni adalah maksimum 0,2% sedangkan berdasarkan SNI 01-002-1987 kadar asam lemak bebas yang diperbolehkan pada minyak inti kelapa sawit maksimum 3% . Hasil rata – rata yang diperoleh dari penetapan kadar asam lemak bebas pada minyak kelapa murni adalah 0,2320% sedangkan kadar asam lemak bebas pada minyak inti sawit yang diperoleh adalah 0,63865%. Hal ini menunjukkan kandungan kadar ALB pada minyak kelapa murni tidak memenuhi syarat SNI akan tetapi masih memenuhi syarat yang ditetapkan oleh APCC 2003 yaitu ≤ 0,5 %. Sedangkan minyak inti kelapa sawit memenuhi persyaratan SNI.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Pra Rancangan Pabrik Pembuatan Palmitamida dari Asam Palmitat dengan Urea dengan Kapasitas 4500 ton/ tahun

Pra Rancangan Pabrik Pembuatan Palmitamida dari Asam Palmitat dengan Urea dengan Kapasitas 4500 ton/ tahun

Pada bak pengendapan II terjadi proses pengendapan (sedimentasi) partikel- partikel padat yang tersuspensi dalam cairan/zat cair karena pengaruh gravitasi (gaya berat secara alami). Proses pengendapan dengan cara gravitasi untuk mengendapkan partikel-partikel tersuspensi yang lebih berat daripada air. Pada dasarnya proses tersebut tergantung pada pengaruh gaya gravitasi dari partikel tersuspensi dalam air. Biaya pengolahan air dengan proses sedimentasi relatif murah karena tidak membutuhkan peralatan mekanik maupun penambahan bahan kimia. Kegunaan sedimentasi untuk mereduksi bahan-bahan tersuspensi (kekeruhan) dari dalam air dan dapat juga berfungsi untuk mereduksi kandungan organisme (patogen) tertentu dalam air. Proses sedimentasi adalah proses pengendapan dimana masing-masing partikel tidak mengalami perubahan bentuk, ukuran, ataupun kerapatan selama proses pengendapan berlangsung. Partikel-partikel padat akan mengendap bila gaya gravitasi lebih besar dari pada kekentalan dalam cairan.
Baca lebih lanjut

256 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN KATALIS CaO.SrO UNTUK SINTESIS BIODISEL DARI MINYAK KELAPA SAWIT

PENGEMBANGAN KATALIS CaO.SrO UNTUK SINTESIS BIODISEL DARI MINYAK KELAPA SAWIT

Metil ester hasil sintesis kemudian diuji menggunakan Gas Chromatography (GC) untuk mengetahui perbandingan waktu optimal yang dapat dikonversi menjadi metil ester maksimal.Pengujian GC dilakukan di laboratorium Instrumen Kimia Unnes dengan menggunakan jenis detektor FID jenis kolom HP5, suhu detektor 250°C, suhu injektor 280°C, gas pembawanya nitrogen serta jumlah sampel yang diinjeksikan sebanyak 0,2 mikro liter.Berdasarkan data yang diperoleh dari pengujian menggunakan GC, konversi metil ester hasil optimasi rasio mol minyak goreng bekas dan metanol dapat dilihat pada Tabel 4.4
Baca lebih lanjut

125 Baca lebih lajut

Laporan Praktikum Semester I Kimia Dasar

Laporan Praktikum Semester I Kimia Dasar

menimbulkan rasa gatal pada tenggorokan. Makin tinggi titik asap, makin baik mutu minyak goreng tersebut. Titik asap suatu minyak goreng tergantung dari kadar asam lemak bebas. Semkin tinggi titik asap, maka semakin rendah kadar asam lemak bebasnya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin rendah kadar asam lemak bebas (ALB), maka semakin bagus kualitas minyak tersebut dan secara otomatis akan meningkatkan harga jual minyak. Minyak sawit yang berkualitas yang sesuai dengan standart mutu penerimaan ekspor adalah minyak sawit yang memiliki kadar asam lemak bebas kurang dari 0,03 %.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Aktivitas Antibakteri Hasil Hidrolisis Enzimatik Minyak Kelapa Murni Dan Minyak Inti Sawit Terhadap Staphylococcus aureus Dan Salmonella thypi Serta Escherichia coli

Aktivitas Antibakteri Hasil Hidrolisis Enzimatik Minyak Kelapa Murni Dan Minyak Inti Sawit Terhadap Staphylococcus aureus Dan Salmonella thypi Serta Escherichia coli

Metabolisme lemak atau trigliserida ditentukan oleh komposisi dan distribusi asam lemak pembentuknya. Semakin pendek rantai asam lemak, semakin meningkat kelarutannya sehingga lebih mudah diserap dalam saluran pencernaan. Hidrolisis yang terjadi tergantung pada posisi dan panjang rantai spesifik lemak (Syah, 2005). Sehingga SCFA cenderung lebih mudah dicerna dan dimetabolisme menjadi energi. Selain itu SCFA tertentu dapat melindungi usus dan mengurangi faktor resiko gangguan pencernaan, kanker dan penyakit kardiovaskular (Hijova dan Chmelarova, 2007; Comalada et al., 2006) serta sebagai pengatur sistem imunitas (Meijer et al., 2010) dan pengatur berbagai fungsi pencernaan (Vinolo et al., 2011).
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Analisis Keragaman Genetik Beberapa Origin Tanaman Kelapa Sawit (Elaeisguineensis Jacq.) Menggunakan Primer Spesifik Ily-2 dan Primer SSR

Analisis Keragaman Genetik Beberapa Origin Tanaman Kelapa Sawit (Elaeisguineensis Jacq.) Menggunakan Primer Spesifik Ily-2 dan Primer SSR

Kandungan dan komposisi asam lemak yang ada pada E.guineensis mengindikasikan adanya perbedaan gen penyandi enzim yang berperanan dalam lintasan biosintesis pada pembentukan asam lemak pada genom kedua tanaman tersebut. Perbedaan ini dapat diidentifikasi dengan mengevaluasi keragaman DNAsekuens dari masing-masing gen terkait menggunakan teknologi molekuler.

6 Baca lebih lajut

ANALISIS KOMPOSISI ASAM LEMAK DAN IDENTIFIKASI POSISI ASAM LAURAT DALAM MINYAK KELAPA MURNI DAN MINYAK INTI SAWIT

ANALISIS KOMPOSISI ASAM LEMAK DAN IDENTIFIKASI POSISI ASAM LAURAT DALAM MINYAK KELAPA MURNI DAN MINYAK INTI SAWIT

Hasil analisis menunjukkan adanya penyimpangan dari nilai nilai gizi dari komposisi asam lemak pada VCO dan PKO berturut-turut yaitu 118,55% dan 95,29%. Analisis posisi asam laurat pada sn-2 dari VCO dan PKO menunjukkan distribusi asam laurat pada posisi sn-2 yaitu 48,33% dan 48,59%.

13 Baca lebih lajut

“BIMA-SAKA” (BIODIESEL MINYAK KELAPA DENGAN KATALIS SABUT KELAPA) SEBAGAI INOVASI ENERGI ALTERNATIF TERBARUKAN.

“BIMA-SAKA” (BIODIESEL MINYAK KELAPA DENGAN KATALIS SABUT KELAPA) SEBAGAI INOVASI ENERGI ALTERNATIF TERBARUKAN.

Energi merupakan persoalan yang krusial di berbagai belahan dunia. Pasokan energi dalam negeri mengalami kendala yaitu tingkat produksi energi yang cenderung lebih rendah dibandingkan dengan tingkat konsumsi oleh masyarakat. Alternatif untuk menyeimbangkan antara permintaan dan produksi energi yaitu dengan mencari sumber energi alternatif lain yang lebih ekonomis, ramah lingkungan dan bersifat terbarukan ( renewable ) dengan memanfaatkan kekayaan alam yang ada. Pembuatan biodiesel pada saat ini menggunakan bahan alam antara lain minyak randu, minyak jarak, minyak kelapa sawit dan minyak kelapa yang dilakukan dengan konversi asam lemak dalam minyak menggunakan katalis seperti K 2 CO 3 , CaCO 3 , KOH, dan NaOH. Biodiesel yang dihasilkan dari minyak
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Pengaruh Netralisasi Terhadap Penurunan Asam Lemak Bebas Dan Peningkatan Nilai Karoten Di Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Pengaruh Netralisasi Terhadap Penurunan Asam Lemak Bebas Dan Peningkatan Nilai Karoten Di Pusat Penelitian Kelapa Sawit

80 % yang sebelumnya telah dilakukan uji kadar asam lemak bebasnya terlebih dahulu. Prosedurnya dengan menimbang ± 1 g minyak kelapa sawit, lalu ditambahkan 50 ml etanol lichrosolv, tambahkan 2 – 3 tetes fenolftalein, titrasi dengan KOH sampai berwarna oranye. Dilanjutkan dengan proses netralisasi dengan menimbang sampel baru ± 100 g dalam erlenmeyer, dilakukan pengadukan dengan stirrer diatas hotplate dengan kecepatan 100 rpm ditambahkan larutan basa (NaOH dan Na 2 CO 3 10 – 80%) ditunggu selama 30 menit.

47 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...