Top PDF PENGARUH PERENDAMAN TELUR MENGGUNAKAN LARUTAN DAUN KELOR TERHADAP KUALITAS INTERNAL TELUR AYAM RAS

PENGARUH PERENDAMAN TELUR MENGGUNAKAN LARUTAN DAUN KELOR TERHADAP KUALITAS INTERNAL TELUR AYAM RAS

PENGARUH PERENDAMAN TELUR MENGGUNAKAN LARUTAN DAUN KELOR TERHADAP KUALITAS INTERNAL TELUR AYAM RAS

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas internal telur ayam ras yang direndam dengan menggunakan larutan daun kelor dan disimpan selama 30 hari. Penelitian ini dilaksanakan pada 14 Agustus--13 September 2016 bertempat di Laboratorium Produksi dan Reproduksi Ternak, Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Materi penelitian menggunakan telur ayam ras strain isa brown dari induk ayam berumur 60 minggu. Jumlah telur ayam ras yang digunakan sebanyak 72 butir dengan bobot awal rata-rata 63,0 ±1,514 g/butir dan koefisien varian sebesar 2,40%. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri atas 4 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan penelitian terdiri atas perendalam telur menggunakan larutan daun kelor 0% (b/v), 10% (b/v), 20% (b/v), dan 30% (b/v). Data hasil pengamatan dianalisis ragam pada taraf 5% dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman telur menggunakan larutan daun kelor
Baca lebih lanjut

53 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KUALITAS TELUR AYAM RAS DENGAN PERENDAMAN DALAM LARUTAN TEH

PENINGKATAN KUALITAS TELUR AYAM RAS DENGAN PERENDAMAN DALAM LARUTAN TEH

Masalah utama dari telur ayam adalah sifatnya yang mudah rusak, sehingga waktu simpannya relatif pendek. Beberapa bahan pengawet alami diantaranya daun teh dapat mempertahankan kualitas telur ayam ras. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh perendaman telur dalam larutan teh konsumsi terhadap kualitas interior telur ayam ras. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu telur ayam ras, teh bandulan dan air panas. Telur direndam selama 2 hari dengan konsentrasi larutan teh terdiri dari 0%, 10%, 20%, 30%, 40%, dan 50% dan disimpan selama 21 hari. Pengamatan dilakukan terhadap penyusutan berat telur, indeks kuning telur, indeks putih telur, dan pH telur. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan perbedaan antar perlakuan diuji dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyusutan berat telur lebih tinggi pada perlakuan kontrol (tanpa larutan teh). Diketahui bahwa terdapat perbedaan nyata antar perlakuan konsentrasi larutan teh 10% dan 50% dengan parameter indeks putih telur.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

PENGARUH PENGGUNAAN TEPUNG DAUN Indigofera zollingeriana DALAM RANSUM TERHADAP KUALITAS INTERNAL TELUR AYAM RAS

PENGARUH PENGGUNAAN TEPUNG DAUN Indigofera zollingeriana DALAM RANSUM TERHADAP KUALITAS INTERNAL TELUR AYAM RAS

Kandungan protein yang sama pada setiap ransum diduga menyebabkan jumlah protein yang terserap sama untuk pembentukan telur, selain itu protein yang dikonsumsi juga harus memenuhi hidup pokok dan produksi ayam petelur terlebih dahulu sehingga nilai indeks albumen yang dihasilkan sama setiap perlakuan. Hasil penelitian ini juga didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Jusriadi (2014) menggunakan imbangan protein dalam ransum sebesar 18% menghasilkan nilai indeks albumen yang sama. Faktor yang mempengaruhi nilai indeks albumen tinggi adalah tinggi albumen yang sangat ditentukan kepadatan albumen. Kepadatan albumen itu sendiri dipengaruhi oleh kandungan protein dalam ransum yang dikonsumsi (Stadellman dan Cotterill, 1995).
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG DAUN TURI DALAM RANSUM TERHADAP KUALITAS EKSTERNAL DAN INTERNAL TELUR AYAM RAS PUBLIKASI ILMIAH

PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG DAUN TURI DALAM RANSUM TERHADAP KUALITAS EKSTERNAL DAN INTERNAL TELUR AYAM RAS PUBLIKASI ILMIAH

Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan masing- masing perlakuan terdiri dari 3 ulangan, setiap ulangan terdiri dari 5 ekor ayam sehingga jumlah ayam yang digunakan sebanyak 60 ekor. Adapun perlakuan yang diberikan adalah sebagai berikut :

7 Baca lebih lajut

UJI TINGKAT KESUKAAN TELUR AYAM RAS HASIL PERENDAMAN MENGGUNAKAN EKSTRAK DAUN MELINJO ESTABLISHMENT TEST OF LAYER EGGS WITH MELINJO LEAF EXTRACT SOAKED

UJI TINGKAT KESUKAAN TELUR AYAM RAS HASIL PERENDAMAN MENGGUNAKAN EKSTRAK DAUN MELINJO ESTABLISHMENT TEST OF LAYER EGGS WITH MELINJO LEAF EXTRACT SOAKED

Konsentrasi 10%, 15% dan 20% menghasilkan telur yang tidak disukai. Hal ini disebabkan rasa sepet dari tanin sedikit terasa, ada perbedaan pengaruh antara konsentrasi ekstrak daun melinjo terhadap daya terima rasa telur ayam ras. Rasa pekat dari tannin mempengaruhi tingkat kesukaan, sejalan dengan Buckle (1987) bahwa secara umum kerusakan bahan pangan diantaranya dapat terjadi melalui penyerapan bau dan cita rasa dari luar, dalam hal ini larutan yang digunakan sebagai media perendaman telur yaitu larutan ekstrat daun melinjo yang mengandung tannin.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PEMANFAATAN TEPUNG DAUN PEPAYA (Carica papaya.L L ess) DALAM UPAYA PENINGKATAN PRODUKSI DAN KUALITAS TELUR AYAM SENTUL | Widjastuti | AGROLAND 257 892 1 PB

PEMANFAATAN TEPUNG DAUN PEPAYA (Carica papaya.L L ess) DALAM UPAYA PENINGKATAN PRODUKSI DAN KUALITAS TELUR AYAM SENTUL | Widjastuti | AGROLAND 257 892 1 PB

dan R2 tidak berbeda nyata. Keadaan tersebut dapat menggungkapkan bahwa semakin banyak tepung daun papaya diberikan dalam ransum semakin banyak kandungan pro vitamin A yang disumbangkan oleh daun papaya, sehingga kandungan Xantophyl alami yang disumbangkan semakin banyak. Menurut Gilbert (1971) ada hubungan linier antara level pigmen dengan warna kuning telur. Struktur molekul Xantophyl dalam tepung daun papaya sangat menentukan warna kuning telur, karena sebagian besar Xantophyl dari makanan digunakan dahulu untuk produksi pigmen kuning telur dan hanya sedikit yang digunakan untuk pigmen jaringan kulit. Sesuai dengan pendapat Edjeng, dkk (2002) yang menyatakan, apabila ayam bertelur dengan cepat sebagian besar xanthopyl dari ransum digunakan untuk produksi pigmen kuning telur dan hanya sedikit untuk jaringan kulit, oleh karena itu ayam-ayam setelah periode telur yang lama, jaringan menjadi pucat atau putih kebiruan. Menurut Karunajeva (1994) kuning telur bersumber dari Oxycarotenoid, sedangkan proses absorbsi dan deposisi Oxycarotenoid sangat bergantung kepada asam lemak, dapat mengakibatkan tingginya tingkat peroksida yang dapat menyebabkan turunnya warna kuning telur.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Picky Oriesta Ayu Harmayanda1 , Djalal Rosyidi2 and Osfar Sjofjan3

Picky Oriesta Ayu Harmayanda1 , Djalal Rosyidi2 and Osfar Sjofjan3

Kandungan gross energy yang paling tinggi terdapat pada pakan LK sebesar 4273,68% sedangkan kandungan yang paling rendah terdapat pada pakan C yaitu 3604,16%. Energi merupakan salah satu zat makanan yang dibutuhkan unggas untuk melakukan suatu pekerjaan dan proses produksi lainnya [11]. Unggas mengkonsumsi pakan sesuai dengan kebutuhan energi bagi tubuhnya. Kandungan energi dalam pakan jumlahnya tinggi maka tingkat konsumsinya rendah namun apabila kandungan energi pakan jumlahnya rendah maka tingkat konsumsinya tinggi. Dengan demikian kandungan energi dalam pakan juga menentukan jumlah konsumsi zat makanan lainnya seperti protein, mineral dan vitamin [12], apabila kebutuhan energi telah terpenuhi maka ayam akan menghentikan konsumsi, sebaliknya bila kurang maka akan meningkatkan konsumsi.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

TEKNOLOGI PENGAWETAN TELUR AYAM RAS DALAM LARUTAN GELATIN DARI LIMBAH KULIT SAPI.

TEKNOLOGI PENGAWETAN TELUR AYAM RAS DALAM LARUTAN GELATIN DARI LIMBAH KULIT SAPI.

Telur memiliki struktur yang khusus karena didalamnya terkandung zat-zat gizi yang sebetulnya disediakan bagi perkembangan sel telur yang telah dibuahi menjadi seekor anak ayam. Bagian esensial dari telur adalah albumen (putih telur), yang banyak mengandung air dan berfungsi sebagai perendam getaran. Secara bersama-sama albumen dan yolk (kuning telur) merupakan cadangan makanan yang siap digunakan oleh embrio. Telur dibungkus atau dilapisi oleh kerabang (kulit telur) yang berfungsi sebagai pelindung terhadap gangguan fisik, tetapi juga mampu berfungsi untuk pertukaran gas dalam respirasi (Soeparno, 1996). Suprapti (2002) mengemukakan bahwa secara umum, telur tediri atas tiga komponen pokok, yaitu: Kulit telur atau cangkang (kira-kira 11% dari berat total telur), putih telur (kira-kira 57% dari berat total telur) dan kuning telur (kira-kira 32% dari berat total telur).
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Dan Penawaraan Telur Ayam Ras Di Kota Medan Provinsi (Studi Kasus : Pasar Petisah, Kecamatan Medan Petisah)

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Dan Penawaraan Telur Ayam Ras Di Kota Medan Provinsi (Studi Kasus : Pasar Petisah, Kecamatan Medan Petisah)

Dengan tingginya respon positif masyarakat terhadap telur ayam, maka usaha peternakan ayam semakin tinggi seperti menurut Suharno (1999) bisnis ayam ras di Indonesia telah mengalami perkembangan yang sangat mengesankan. Konsumsi masyarakat terhadap produk hasil ternak yang dua puluh tahun lalu masih didominasi oleh daging sapi kini telah digantikan oleh daging dan telur ayam ras. Hal ini dapat terjadi karena peternakan ayam ras dikelola secara lebih efisien dan harga daging dan telur ayam ras yang terjangkau. Dengan demikian maka pertumbuhan usaha yang menghasilkan telur ayam ras sangat dibutuhkan untuk mencukupi kebutuhan akan telur di masyarakat.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Dan Penawaraan Telur Ayam Ras Di Kota Medan Provinsi (Studi Kasus : Pasar Petisah, Kecamatan Medan Petisah)

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Dan Penawaraan Telur Ayam Ras Di Kota Medan Provinsi (Studi Kasus : Pasar Petisah, Kecamatan Medan Petisah)

Surya A. Sitorus (110304076) dengan judul skripsi Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan dan Penawaran Telur Ayam Ras di Medan. Studi Kasus : Pasar Tradisional Petisah. Penelitian ini dibimbing oleh Bapak Ir. H. Hasman Hasyim, M.Si dan Bapak Ir. Jufri , M.Si.

11 Baca lebih lajut

Penetapan Kadar Kalsium Pada Kulit Telur Ayam Ras, Kulit Telur ayam NonRas  Dan Kulit Itik Secara Spectrofometri Serapan Atom

Penetapan Kadar Kalsium Pada Kulit Telur Ayam Ras, Kulit Telur ayam NonRas Dan Kulit Itik Secara Spectrofometri Serapan Atom

Pemeriksaan secara kualitatif dilakukan terhadap kalsium dan karbonat. Pemeriksaan kualitatif kalsium dilakukan dengan pereaksi asam sulfat terbentuk kristal bentuk jarum di bawah mikroskop, dan dengan pereaksi amonium oksalat terbentuk endapan putih berupa kristal bentuk amplop di bawah mikroskop. Pemeriksaan kualitatif karbonat dilakukan dengan pereaksi air barit terbentuk kekeruhan pada larutan. Pemeriksaan kuantitatif kalsium dilakukan dengan metode Spektrofotometri Serapan Atom pada panjang gelombang absorbansi maksimum 422,38 nm. Hasil analisis kualitatif dan kuantitatif menunjukkan kulit telur ayam ras, kulit telur ayam nonras dan kulit telur itik mengandung kalsium.
Baca lebih lanjut

72 Baca lebih lajut

Efektivitas Pengawetan dengan Menggunakan Minyak Kelapa dalam Mempertahankan Kualitas Telur Ayam Ras Petelur

Efektivitas Pengawetan dengan Menggunakan Minyak Kelapa dalam Mempertahankan Kualitas Telur Ayam Ras Petelur

Putih telur memiliki kandungan air yang lebih banyak dibandingkan dengan komponen telur lainnya. Air dalam putih telur akan menguap melalui pori-pori kerabang selama penyimpanan dan sebagian berpindah menuju kuning telur. Semakin encer putih telur maka kandungan air dalam putih telur juga semakin banyak, sehingga air yang berpindah menuju kuning telur juga semakin banyak. Perpindahan air dari putih telur menuju kuning telur disebabkan oleh tekanan osmotik kuning telur yang lebih tinggi dari putih telur. Perpindahan air secara terus menerus akan menyebabkan penurunan kekuatan membran vitelin sehingga kuning telur menjadi pipih kemudian akan pecah. Romanoff dan Romanoff (1963) menyatakan bahwa tinggi kuning telur menurun lebih cepat setelah tiga minggu penyimpanan ketika disimpan pada suhu 25 ºC. Pengolesan telur dengan minyak kelapa mampu mempertahankan kekentalan putih telur sehingga air yang berpindah menuju kuning telur hanya sedikit. Perpindahan air dalam jumlah sedikit ini dapat mempertahankan kekuatan membran vitelin. Telur dengan pengolesan minyak kelapa mampu mempertahankan kuning telur tetap kokoh sehingga bentuk kuning telur tetap bulat dan cembung selama penyimpanan 35 hari (Gambar 2).
Baca lebih lanjut

91 Baca lebih lajut

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Dan Penawaraan Telur Ayam Ras Di Kota Medan Provinsi (Studi Kasus : Pasar Petisah, Kecamatan Medan Petisah)

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Dan Penawaraan Telur Ayam Ras Di Kota Medan Provinsi (Studi Kasus : Pasar Petisah, Kecamatan Medan Petisah)

Surya A. Sitorus (110304076) dengan judul skripsi Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan dan Penawaran Telur Ayam Ras di Medan. Studi Kasus : Pasar Tradisional Petisah. Penelitian ini dibimbing oleh Bapak Ir. H. Hasman Hasyim, M.Si dan Bapak Ir. Jufri , M.Si.

1 Baca lebih lajut

Studi Karakteristik Hidroksiapatit dari Cangkang Telur Ayam Ras dan Ayam Kampung.

Studi Karakteristik Hidroksiapatit dari Cangkang Telur Ayam Ras dan Ayam Kampung.

Massa telur ayam kampung relatif lebih kecil dari telur ayam ras yaitu sekitar 36-37 gram setiap butirnya. 9 Telur ayam kampung dianggap lebih sehat karena ayam kampung lebih banyak mendapatkan makanan yang alami seperti biji-bijian, tanaman hijau, serangga dan cacing. Sedangkan, telur ayam ras atau ayam negeri banyak mengandung zat makanan yang diperlukan oleh tubuh. Hampir setiap bagian telur mempunyai unsur yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Tetapi makanan ayam ras berbeda dari ayam kampung karena ayam tersebut mengkonsumsi pakan buatan. Sumber makanan yang berbeda ini mungkin berpengaruh terhadap kandungan cangkang telurnya. Oleh karena itu, pada penelitian ini akan diamati hidroksiapatit yang berasal dari cangkang telur ayam ras dan ayam kampung dengan menggunakan metode presipitasi wise drop yang diharapkan menghasilkan material yang paling mirip dengan tulang.
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

Studi Perbandingan Kadar Protein Pada Putih Telur Ayam Ras, Telur Ayam Buras, Telur Itik, Telur Puyuh dan Telur Penyu Secara Titrasi Formol

Studi Perbandingan Kadar Protein Pada Putih Telur Ayam Ras, Telur Ayam Buras, Telur Itik, Telur Puyuh dan Telur Penyu Secara Titrasi Formol

Analisis kuantitatif protein dapat dilakukan secara Spektrofotometri Sinar Tampak, Kjedahl, Lowry dan Titrasi Formol (Sudarmadji, dkk., 1984). Dalam penelitian ini digunakan Titrasi Formol, pemilihan metode ini dikarenakan pada analisis kuantitatif secara Spektrofotometri Sinar Tampak tidak mendapatkan hasil yang maksimal sehingga digunakan Titrasi Formol didasarkan pada penentuan yang sederhana, murah dan mudah. Berdasarkan hal tersebut, peneliti melakukan penelitian terhadap perbedaan kandungan protein pada putih telur ayam ras, telur ayam buras, telur itik, telur puyuh dan telur penyu yang terdapat di sekitar kota Medan.
Baca lebih lanjut

65 Baca lebih lajut

Daya dan Kestabilan Buih Putih Telur Ayam Ras Pada Umur Simpan dan Level Penambahan Asam Sitrat yang Berbeda

Daya dan Kestabilan Buih Putih Telur Ayam Ras Pada Umur Simpan dan Level Penambahan Asam Sitrat yang Berbeda

Putih telur merupakan campuran protein yang memiliki kemampuan buih yang tinggi dan setiap komponennya mempunyai fungsi yang spesifik. Hasil penelitian yang dikutip Alleoni dan Antunes ( 2004 ) menunjukkan bahwa salah satu fraksi protein putih telur yaitu globulin mempunyai kemampuan memudahkan terbentuknya buih, sementara kompleks ovomucin, lysozyme, ovalbumin dan conalbumin mempunyai kemampuan membuat buih stabil saat dipanaskan. Fraksi protein putih telur lainnya, seperti conalbumin, lysozyme, ovomucin dan ovomucoid sendiri mempunyai kemampuan membuih yang sangat rendah, tetapi interaksi antara lysozyme dan globulin mempunyai peranan penting dalam pembentukan buih. Sementara itu, menurut Stadelman dan Cotterill (1995) fraksi-fraksi protein putih telur yang berperan dalam pembentukan buih, diantaranya ovalbumin, ovomusin dan globulin, sedangkan Johnson dan Zabik (1981) dalam Davis dan Reeves (2002) mengemukakan bahwa ovotransferrin, lysozyme dan ovomucoid berperan dalam pembentukan buih. Jenis-jenis protein yang terdapat pada putih telur dapat dilihat pada Tabel 2.
Baca lebih lanjut

49 Baca lebih lajut

TAP.COM -   UKURAN RONGGA UDARA, PH TELUR DAN DIAMETER PUTIH TELUR, AYAM RAS ... 741 1658 1 SM

TAP.COM - UKURAN RONGGA UDARA, PH TELUR DAN DIAMETER PUTIH TELUR, AYAM RAS ... 741 1658 1 SM

Menurut Jazil (2013) rongga udara pada telur terbentuk sesaat setelah peneluran akibat adanya perbedaan suhu ruang yang lebih rendah dari suhu tubuh induk, kemudian isi telur menjadi lebih dingin dan mengkerut sehingga memisahkan membran kerabang bagian dalam dan luar, terpisahnya membran ini biasanya terjadi pada bagian tumpul telur. Semakin lama penyimpanan telur maka akan semakin besar kedalaman rongga udaranya.

5 Baca lebih lajut

PEMBERIAN TIGA JENIS KONSENTRAT PROTEIN DALAM RANSUM TERHADAP KUALITAS EKSTERNAL DAN INTERNAL TELUR AYAM RAS PETELUR

PEMBERIAN TIGA JENIS KONSENTRAT PROTEIN DALAM RANSUM TERHADAP KUALITAS EKSTERNAL DAN INTERNAL TELUR AYAM RAS PETELUR

Dari hasil analisis ANOVA menunjukan bahwa rata-rata berat kerabang telur ayam ras petelur yang diberi pakan konsentrat protein antara perlakuan P1, P2, maupun P3 memberikan pengaruh yang tidak berbeda nyata (P>0.05) terhadap berat kerabang telur. Hal ini disebabkan karena presentase penggunaan kalsium dalam ransum yang relatif sama berkisar 3.026-3.626 %. Serta penggunaan fosfor dalam ransum berkisar 0.892-1.062 %. Kalsium dibutuhkan untuk proses pembentukan kerabang telur, jika kebutuhan kalsium dalam telur tidak terpenuhi akan menyebabkan kerabang telur menjadi tipis, akibatnya telur akan mudah retak dan pecah. Mineral yang sangat berperan dalam proses pembentukan kerabang telur adalah kalsium dan fosfor. Apabila asupan mineral yang dibutuhkan kurang maka deposisi mineral (kalsium dan fosfor) secara langsung akan mengambil cadangan mineral pada tulang tibia untuk proses pembentukan kerabang telur (Suprapto dkk, 2005).
Baca lebih lanjut

121 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...