Top PDF PENGARUH PERUBAHAN TEMPERATUR TERHADAP VISKOSITAS MINYAK PELUMAS

PENGARUH PERUBAHAN TEMPERATUR TERHADAP VISKOSITAS MINYAK PELUMAS

PENGARUH PERUBAHAN TEMPERATUR TERHADAP VISKOSITAS MINYAK PELUMAS

Dibuat: 2009-11-04 , dengan 7 file(s). Keywords: Viskositas,Viskometer, minyak pelumas ABSTRAKSI Viskositas atau kekentalan suatu minyak pelumas adalah pengukuran dari mengalirnya bahan cair dari minyak pelumas, dihitung dalam ukuran standar. Makin besar perlawanannya untuk mengalir, berarti makin tinggi viskositasnya. Viskositas merupakan salah satu unsur kandungan minyak pelumas paling rawan, karena berkaitan dengan ketebalan minyak pelumas atau seberapa besar resistensinya untuk mengalir. Kekentalan minyak pelumas langsung berkaitan dengan sejauh mana minyak pelumas berfungsi sebagai pelumas sekaligus pelindung benturan antar permukaan logam. (www.ccitonline.com)
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Studi Eksperimen Pengaruh Temperatur dan Viskositas Pelumas Terhadap Performa Kendaraan Transmisi Manual (Honda Sonic 150R)

Studi Eksperimen Pengaruh Temperatur dan Viskositas Pelumas Terhadap Performa Kendaraan Transmisi Manual (Honda Sonic 150R)

Abstrak —Perkembangan dunia otomotif khususnya sepeda motor terus dikembangkan untuk mendapatkan kenyamanan dalam pengendalian. Produsen otomotif khususnya roda dua (sepeda motor) telah memproduksi kendaraan berkapasitas besar. Para produsen berlomba-lomba untuk menciptakan kendaraan dengan performa dan akselerasi yang baik. Akselerasi dan performa yang baik salah satunya dipengaruhi oleh pelumas. Dengan banyaknya variasi jenis pelumas yang dijual di pasaran memiliki nilai viskositas dan bahan pembuatan pelumas yang berbeda, mengindikasikan bahwa pemilihan pelumas yang sesuai dapat memperbaiki performa kendaraan standart. Pelaksanaan eksperimen ini dilakukan menggunakan chassis dynamometer atau yang dikenal sebagai dynotest. Menggunakan tiga variasi jenis pelumas dimana tiap pelumas dilakukan sebanyak 30 kali running dynotest secara nonstop. Pada penelitian ini didapatkan bahwa setiap variasi pelumas memiliki performa dan viskositas kinematik yang berbeda. Pelumas semi sintetik (Oli 1) pada rpm engine rendah mampu menghasilkan performa yang paling tinggi. Pelumas sintetik (Oli 3) menghasilkan performa paling tinggi pada rpm engine tinggi. Pelumas sintetik (Oli 2 dan Oli 3) memiliki performa maksimum yang lebih tinggi dibandingkan pelumas semi sintetik (Oli 1). Pelumas sintetik (Oli 2 dan Oli 3) memiliki karakteristik viskositas yang lebih baik karena memiliki presentase angka penurunan viskositas kinematik terhadap temperatur yang lebih rendah dibanding pelumas semi sintetik (Oli 1).
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PENGARUH SUHU TERHADAP VISKOSITAS MINYAK PELUMAS (OLI) Parmin Lumbantoruan 1, Erislah Yulianti 2

PENGARUH SUHU TERHADAP VISKOSITAS MINYAK PELUMAS (OLI) Parmin Lumbantoruan 1, Erislah Yulianti 2

Keywords: Lubricating Oil, Temperature, Saybolt viscometer, viscosity ABSTRAK Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh suhu terhadap viskositas minyak pelumas (OLI). Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan berbagai jenis oli. Variabel yang digunakan peneliti berupa suhu dari 55 0 C, 60 0 C, 65 0 C, 70 0 C, 75 0 C, 80 0 C, 85 0 C, 90 0 C, 95 0 C, 100 0 C dan metode yang digunakan adalah metode eksperimen. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober sampai November 2015 di Department Lube Oil PT. Pupuk Sriwidjaja (PUSRI) Palembang. Penelitian dengan menggunakan alat saybolt viscometer. Oli yang digunakan adalah jenis oli kendaraan roda 2. Dari penelitian ini yang dilakukan maka diperoleh hasil ketiga jenis oli yaitu oli A pada suhu 55 0 C nilai viskositas menjadi 90.895 cSt, pada suhu 100 0 C nilai viskositas menjadi 20.875 cSt, oli B pada suhu 55 0 C nilai viskositas menjadi 86.825 cSt, pada suhu 100 0 Cnilai viskositas menjadi 23.580 cSt, oli C pada suhu 55 0 Cnilai viskositas menjadi 87.519 cSt, pada suhu 100 0 C nilai viskositas menjadi 21.397 cSt. Hasil ini menunjukkan bahwa semakin tinggi suhu maka semakin kecil nilai viskositas dan oli akan menjadi encer.Dari ketiga jenis oli tersebut oli B tidak mengalami perubahan signifikan saat dipanaskan
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Pengaruh Konsentrasi dan Waktu Kontak pada Adsorpsi Arang Aktif Terhadap Viskositas Oli (Minyak Pelumas) Bekas

Pengaruh Konsentrasi dan Waktu Kontak pada Adsorpsi Arang Aktif Terhadap Viskositas Oli (Minyak Pelumas) Bekas

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi arang aktif dan waktu kontak pada adsorpsi arang aktif terhadap viskositas oli bekas. Penentuan pengaruh konsentrasi arang aktif dan waktu kontak dilakukan dengan variasi konsentrasi 5, 10, 15, 20, 25, 30, 35 dan 40 % masing-masing pada waktu kontak 15, 30 dan 45 menit. Viskositas oli bekas diukur dengan menggunakan viskosimeter Oswald. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh konsentrasi arang aktif yaitu semakin besar konsentrasi arang aktif maka akan semakin kecil viskositas oli bekas dan optimum pada konsentrasi 25 %. Waktu kontak tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap viskositas oli bekas, namun waktu kontak yang optimum yaitu pada waktu kontak 30 menit.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Analisa Pengaruh Bahan Dasar Pelumas Terhadap Viskositas Pelumas Dan Konsumsi Bahan Bakar

Analisa Pengaruh Bahan Dasar Pelumas Terhadap Viskositas Pelumas Dan Konsumsi Bahan Bakar

Kontak mekanik adalah hal yang tidak bisa dihindari pada permesinan, meminimalkan keausan akibat kontak adalah dengan cara memberikan pelumas pada sistem tersebut. Ketahanan viskositas pelumas terhadap temperatur sangat dipengaruhi oleh jenis bahan dasar pelumas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh bahan dasar pelumas terhadap viskositas dan konsumsi bahan bakar. Pada penelitian ini menggunakan jenis pelumas mineral, semi sintetik dan sintetik. Pengukuran dilakukan pada setiap jarak tempuh 500 km dengan jarak total 2000 km. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pelumas sintetik mempunyai kesetabilan viskositas paling baik, pada temperatur kerja maupun kamar, pelumas mineral paling rendah kesetabian viskositanya baik pada suhu kerja maupun suhu kamar, kesetabilan viskositas pada temperatur kerja cendrung lebih baik jika dibandingkan pada temperatur kamar untuk semua jenis pelumas dan konsumsi bahan bakar paling irit pada pemakaian pelumas sintetik.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

ANALISA PENGARUH BAHAN DASAR PELUMAS TERHADAP VISKOSITAS PELUMAS DAN KONSUMSI BAHAN BAKAR

ANALISA PENGARUH BAHAN DASAR PELUMAS TERHADAP VISKOSITAS PELUMAS DAN KONSUMSI BAHAN BAKAR

Kata kunci: pelumas,viscositas,gesekan,temperatur Pendahuluan Pada permesinan tidak lepas adanya kontak mekanik antara elemen satu dengan elemen lainya. Kontak mekanik tersebut mengakibatkan terjadinya keausan (wear), keausan ada yang memang diperlukan dan ada yang harus dihindari. Keausan yang memang diperlukan misalnya proses grinding, cutting, pembubutan dan lain lain, sedang keausan yang harus dihindari adalah kontak mekanik pada elemen mesin yang digunakan untuk mentransmisikan daya, misalnya motor bakar, mesin produksi, mesin konvensional, dan lain lain. Pada penulisan ini akan dibahas mengenai pelumas yang digunakan pada mesin secara umum. Secara umum fungsi pelumas adalah untuk mencegah atau mengurangi keausan dan gesekan, sedangkan fungsi yang lain sebagai pendingin, peredam getaran dan mengangkut kotoran pada motor bakar. Pelumas juga berfungsi sebagai perapat (seal) pada sistem kompresi. Menurut temperatur lingkungan minyak pelumas dibagi menjadi dua, yaitu 1. Minyak pelumas dingin (kode W/winter ), 2. Minyak pelumas panas (kode S/summer). Di daerah panas/tropis seperti indonesia dianjurkan menggunakan pelumas dingin (W), sedangkan didaerah subtropis/dingin dianjurkan untuk
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Efektivitas Karet Alam Termoplastik Sebagai Peningkat Indeks Viskositas Minyak Pelumas Kendaraan

Efektivitas Karet Alam Termoplastik Sebagai Peningkat Indeks Viskositas Minyak Pelumas Kendaraan

Kinerja minyak pelumas turut ditentukan oleh kondisi lingkungan di sekitar mesin. Perubahan suhu operasi mesin akan diikuti oleh perubahan viskositas minyak pelumas. Apabila mesin beroperasi pada suhu tinggi maka viskositas minyak pelumas akan turun sehingga tidak dapat melindungi mesin dengan baik. Sebaliknya jika mesin dioperasikan pada suhu rendah maka viskositas minyak akan naik akibatnya suplai arus listrik menjadi tidak lancar sehingga mesin sulit menyala (Suhartini & Rahmawati, 2009). Oleh karena itu agar dapat berfungsi secara optimal, minyak pelumas harus mampu bekerja pada jangkauan suhu yang luas (Suhartini & Rahmawati, 2010). Supaya minyak pelumas dapat tetap mempertahankan viskositasnya terhadap perubahan suhu, maka ketika pembuatan minyak pelumas, minyak lumas dasar yang digunakan ditambah dengan bahan aditif jenis peningkat indeks viskositas (viscosity index improver) (Almeida et al., 2014). Bahan peningkat indeks viskositas umumnya berupa polimer yang memili- ki bobot molekul tinggi seperti polimetakrilat, po- liakilmetakrilat, poliolefin, polidiena, polistirena yang dialkilasi dan poliester (Jukic et al., 2007; Adriany & Yuliarita, 2009). Meskipun ditambah- kan dalam konsentrasi yang cukup rendah, poli- mer akan sangat mempengaruhi reologi terutama viskositas dan indeks viskositas minyak pelumas (Sklepić et al., 2008). Selain kekentalan, indeks viskositas yang menyatakan fungsi viskositas minyak pelumas terhadap suhu menjadi tolak ukur dalam menentukan mutu minyak pelumas (Mor- gan et al., 2010). Nilai indeks viskositas diperoleh dengan cara membandingkan viskositas kinematik minyak pelumas pada suhu 40 o C dan 100 o C (Co-
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Efektivitas karet alam termoplastik sebagai peningkat indeks viskositas minyak pelumas kendaraan

Efektivitas karet alam termoplastik sebagai peningkat indeks viskositas minyak pelumas kendaraan

Kinerja minyak pelumas turut ditentukan oleh kondisi lingkungan di sekitar mesin. Perubahan suhu operasi mesin akan diikuti oleh perubahan viskositas minyak pelumas. Apabila mesin beroperasi pada suhu tinggi maka viskositas minyak pelumas akan turun sehingga tidak dapat melindungi mesin dengan baik. Sebaliknya jika mesin dioperasikan pada suhu rendah maka viskositas minyak akan naik akibatnya suplai arus listrik menjadi tidak lancar sehingga mesin sulit menyala (Suhartini & Rahmawati, 2009). Oleh karena itu agar dapat berfungsi secara optimal, minyak pelumas harus mampu bekerja pada jangkauan suhu yang luas (Suhartini & Rahmawati, 2010). Supaya minyak pelumas dapat tetap mempertahankan viskositasnya terhadap perubahan suhu, maka ketika pembuatan minyak pelumas, minyak lumas dasar yang digunakan ditambah dengan bahan aditif jenis peningkat indeks viskositas (viscosity index improver) (Almeida et al., 2014). Bahan peningkat indeks viskositas umumnya berupa polimer yang memili- ki bobot molekul tinggi seperti polimetakrilat, po- liakilmetakrilat, poliolefin, polidiena, polistirena yang dialkilasi dan poliester (Jukic et al., 2007; Adriany & Yuliarita, 2009). Meskipun ditambah- kan dalam konsentrasi yang cukup rendah, poli- mer akan sangat mempengaruhi reologi terutama viskositas dan indeks viskositas minyak pelumas (Sklepić et al., 2008). Selain kekentalan, indeks viskositas yang menyatakan fungsi viskositas minyak pelumas terhadap suhu menjadi tolak ukur dalam menentukan mutu minyak pelumas (Mor- gan et al., 2010). Nilai indeks viskositas diperoleh dengan cara membandingkan viskositas kinematik minyak pelumas pada suhu 40 o C dan 100 o C (Co-
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

ABSTRAK PENGARUH TEMPERATUR KERJA MINYAK PELUMAS JENIS SAE 10 W 2005

ABSTRAK PENGARUH TEMPERATUR KERJA MINYAK PELUMAS JENIS SAE 10 W 2005

Pada saat ini, penggunaan oli pelumas sebagai sistem pelumas kendaaraan bermotor, mesin bensin, mesin diesel maupun mesin turbin. Sifat minyak pelumas yang cukup penting adalah ketahanan minyak pada temperatur terhadap viskositasnya. Tingkat viskositas minyak pelumas sangat dipengaruhi oleh temperatur kerja, sedangkan tingkat viskositas tersebut akan mempengaruhi kinerja dan tingkat keausan mesin.

1 Baca lebih lajut

Pengaruh Viskositas Pelumas Terhadap Compressor Refrigeration - ITS Repository

Pengaruh Viskositas Pelumas Terhadap Compressor Refrigeration - ITS Repository

Seperti yang telah disebutkan bahwa dalam prosesnya refrigeran dan oli seharusnya dapat bercampur dengan baik, campuran yang terjadi itu akan bersirkulasi sepanjang sistem refrigerasi. Namun jika jumlah minyak dalam campuran menjadi terlalu banyak, tentu akan mempengaruhi terhadap prestasi dari siklus refrigerasi. Dengan kata lain kapasitas refrigerasi akan dipengaruhi oleh berkurangnya tekanan evaporasi. Sedangkan perpindahan kalor juga akan dipengaruhi oleh adanya minyak pelumas yang menenpel pada bagian dalam dari evaporator dan kondensor. Selain itu pelumasan pada kompresor juga akan terganggu karena viskositas dan jumlah minyak pelumas akan berkurang karena bercampur dengan refrigeran dan ikut bersirkulasi. Demikian juga kualitas minyak akan menurun karena terjadinya dekomposisi. Biasanya, banyak minyak pelumas yang terdapat di dalam refrigerant disebabkan karena terjadinya pembuihan minyak pelumas pada waktu kompresor di-start.
Baca lebih lanjut

129 Baca lebih lajut

Kajian Pengaruh Konsentrasi Atapulgit, Suhu dan Lama Reaksi Dehidrasi terhadap Indeks Viskositas Minyak Jarak Terdehidrasi sebagai Bahan Dasar Minyak Pelumas

Kajian Pengaruh Konsentrasi Atapulgit, Suhu dan Lama Reaksi Dehidrasi terhadap Indeks Viskositas Minyak Jarak Terdehidrasi sebagai Bahan Dasar Minyak Pelumas

RNGKASAN Adanya gugus hidroksil pada minyak jarak memungkinkan dilakukannya modiikasi minyak jarak Salah satu modiikasi minyak jarak adalah dehidrasi parsial minyak jarak yang dapat menghasilkan minyak jarak terdehidrasi sebagai bahan dasar minyak pelumas. Sifat yang diinginkan adalah minyak jarak terdehidrasi dengan indeks viskositas yang tinggi. Indeks viskositas menunjukkan kemampuan minyak untuk mempertahankan viskositas terhadap perubahan suhu.

90 Baca lebih lajut

PREDIKSI PENGGANTIAN MINYAK PELUMAS MOTOR DIESEL GENERATOR SET BERDASARKAN LAJU PERUBAHAN VISKOSITAS DAN TOTAL BASE NUMBER DENGAN PENDEKATAN LINIERITAS

PREDIKSI PENGGANTIAN MINYAK PELUMAS MOTOR DIESEL GENERATOR SET BERDASARKAN LAJU PERUBAHAN VISKOSITAS DAN TOTAL BASE NUMBER DENGAN PENDEKATAN LINIERITAS

Kondisi pelumas pada mesin penggerak utama kapal sangat berpengaruh terhadap unjuk kerjanya. Seiring dengan waktu pengoperasiannya lama kelamaan kondisi minyak pelumas semakin memburuk sementara penggantian minyak pelumas yang didasarkan pada acuan berkala akan menimbulkan persoalan tersendiri karena beban mesin sangatlah variatif, dimana untuk beban yang rata-rata rendah akan menyebabkan penggantian terlalu awal sedangkan bila beban mesin diatas rata-rata menyebabkan penggantian pelumas sudah terlambat yang akan berimplikasi pada system secara keseluruhan yang ditunjukkan oleh tingkat getaran juga akan semakin tinggi, hal ini disebabkan karena beberapa hal yang diantaranya yaitu kelelahan bahan, keausan, dan deformasi, sehingga kejadian-kejadian tersebut dapat menaikkan besar celah antara bagian- bagian yang rapat dan keretakan material.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Studi Eksperimen Pengaruh Viskositas Pelumas terhadap Performansi Compressor Refrigeration

Studi Eksperimen Pengaruh Viskositas Pelumas terhadap Performansi Compressor Refrigeration

Abstrak — Minyak pelumas atau oli kompresor pada sistem AC berguna untuk melumasi bagian-bagian kompresor agar tidak cepat aus karena gesekan. S elain untuk mengurangi dan memperkecil gesekan dan keausan diantara permukaan - permukaan mesin yang bergerak, pelumas juga berperan untuk menyerap panas yang timbul karena gesekan antara komponen- komponen mesin, hal ini membuat komponen mesin terhindar dari overheating atau panas berlebih. Akan tetapi ada kemungkinan performansi kompresor dapat bekerja dengan baik dengan oli kompresor yang memiliki viskositas yang stabil. Alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian ini antara lain AC split, refrigeran jenis terhidrogenasi chlrofluokarbon, pelumas jenis mineral oil. AC split yang tersusun dari sebuah indoor unit dan outdoor unit dirangkai dengan TXV (thermostatic expansion valve), inverter, serta alat ukur berupa flowmeter, termokopel, dan pressure gauge. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan variasi putaran evaporator fan (low, medium, high), pengguanaan oli seri 3GS , 4GS dan 5GS . Pada setiap variasi, pengambilan data dilakukan selama 1 jam dengan interval 5 menit. Hasil yang didapatkan dari studi eksperimen pengaruh viskositas pelumas terhadap performansi compressor refrigeration, dengan penggunaan viskositas 100cS t(5GS ) efisiensi kompresor yang dihasilkan pada beban high mencapai 73.6% dan nilai tesebut lebih besar jika dibandingkan dengan kedua viskositas 55cS t(4GS ) dan 30cS t(3GS ), yaitu 72.1% dan 70.3% pada pada kondisi beban high. Penggunaan viskositas yang lebih tinggi, menghasilkan efisiensi kompresor yang lebih besar sehingga mempengaruhi kerja kompresor.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 4.1 Hasil pengujian Pengaruh Perubahan Temperatur terhadap Viskositas Oli

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 4.1 Hasil pengujian Pengaruh Perubahan Temperatur terhadap Viskositas Oli

d. Maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan terhadap daya puncak dari ketiga sampel oli yang diuji akan tetapi karakteristik daya oli MPX pada putaran mesin terendah paling besar dibandingkan dengan oli BM 1 dan Motul 3100. Daya tertinggi yang didapat dari tiga sampel oli yang diuji adalah BM 1 dengan 11,9 HP pada putaran mesin 8340 rpm. Hasil penelitian ini sama dengan hasil penelitian Silaban (2011) dimana pengaruh oli sintetis menghasilkan daya poros lebih baik dari oli mineral. Hal ini disebabkan karena kemampuan aliran pelumas sintetis lebih baik dibanding pelumas mineral, sehingga rugi-rugi daya disepanjang jalur aliran lebih besar dibanding pelumas sintetis.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PENGARUH SUHU DAN JARAK PEMAKAIAN TERHADAP NILAI VISKOSITAS PELUMAS SEPEDA MOTOR.

PENGARUH SUHU DAN JARAK PEMAKAIAN TERHADAP NILAI VISKOSITAS PELUMAS SEPEDA MOTOR.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu sangat berpengaruh pada perubahan nilai viskositas pelumas. Semakin besar suhu pelumas, semakin kecil nilai viskositasnya. Selain itu, semakin jauh jarak pemakaian sepeda motor maka akan semakin kecil nilai viskositas. Kekentalanpelumasberkurangdengannaiknyasuhudanperubahannyabersifateksponensial.

2 Baca lebih lajut

PENAMBAHAN LATEKS KARET ALAM KOPOLIMER RADIASI DAN PENINGKATAN INDEKS VISKOSITAS MINYAK PELUMAS SINTETIS OLAHAN

PENAMBAHAN LATEKS KARET ALAM KOPOLIMER RADIASI DAN PENINGKATAN INDEKS VISKOSITAS MINYAK PELUMAS SINTETIS OLAHAN

waterbath pada suhu 100 o C). HASIL DAN PEMBAHASAN Dari Tabel 1 dapat dilihat bahwa pada minyak pelumas sintetik olahan terjadi kenaikan indeks viskositas sebesar kurang lebih 73,33%, dengan penambahan 0,25% aditif kopolimer, dan naik sebesar 162% dari kondisi awal tanpa kopolimer, pada penambahan 10% kopolimer. Peningkatan indeks viskositas dengan adanya penambahan kopolimer LKA-MMA ini karena kemampuan kopolimer karet alam MMA untuk berintegrasi masuk ke dalam pelumas sintetis dan memperbaiki sifat fisiko kimia minyak pelumas sintetis olahan tersebut. Indeks viskositas adalah ukuran yang menunjukkan kemampuan pelumas dalam mempertahankan kekentalan terhadap perubahan suhu yang dialami pelumas. Makin tinggi indeks viskositas makin stabil tingkat kekentalannya terhadap perubahan suhu.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Analisis Pengaruh Perubahan Kadar Air Dan Viskositas Terhadap Tegangan Tembus Minyak Transformator Nynas Nitro.

Analisis Pengaruh Perubahan Kadar Air Dan Viskositas Terhadap Tegangan Tembus Minyak Transformator Nynas Nitro.

Keberadaan sistem isolasi pada transformator memiliki peran penting dalam kinerja trasnformator karena sistem isolasi berfungsi mengisolasi bagian-bagian inti transformator serta sebagai sistem pendingin. Salah satu sistem isolasi pada transformator adalah isolasi cair yang berupa minyak transformator. Minyak transformator bekerja secara bersirkulasi mengisolasi bagian inti dan belitan di dalam transformator sehingga dapat menjadi media pemindah panas dan media pendingin. Akan tetapi transformator yang beroperasi secara terus menerus akan mempengaruhi sifat dan komposisi minyak transformator tersebut. Naik turunya beban transformator serta rugi-rugi besi dan tembaga pada inti besi dan kumparan-kumparan dapat menimbulkan kenaikan suhu pada transformator. Kondisi ini dapat mempengaruhi pada karakteristik minyak trafo seperti perubahan kandungan dalam minyak dikarenakan minyak yang telah dipakai akan terkontaminasi dengan partikel-partikel dan uap air di dalam transformator dimana perubahan kandungan ini akan mempengaruhi terhadap kekuatan tegangan tembus minyak dan kualitas minyak itu sendiri. Kandungan air dan viskositas adalah indikator dari baik buruknya kualitas minyak terhadap tegangan tembus minyak.
Baca lebih lanjut

37 Baca lebih lajut

PENGARUH PELARUT PHENOL PADA REKLAMASI MINYAK PELUMAS BEKAS.

PENGARUH PELARUT PHENOL PADA REKLAMASI MINYAK PELUMAS BEKAS.

Minyak pelumas adalah salah satu produk minyak bumi yang masih mengandung senyawa-senyawa aromatik dengan indek viskositas yang rendah. Hampir semua mesin-mesin dipastikan menggunakan minyak pelumas. Fungsi minyak pelumas adalah mencegah kontak langsung antara dua permukaan yang saling bergesekan. Minyak pelumas yang digunakan mempunyai jangka waktu pemakaian tertentu, tergantung dari kerja mesin, minyak pelumas merupakan sarana pokok dari suatu mesin untuk dapat beroperasi secara optimal. Dengan demikian pelumas mempunyai peranan yang besar terhadap operasi mesin, untuk dapat menentukan jenis pelumas yang tepat digunakan pada suatu system mesin, perlu diketahui beberapa parameter mesin yang antara lain: kondisi kerja, suhu, dan tekanan di daerah yang memerlukan pelumasan. Daerah yang bersuhu rendah tentu akan menggunakan pelumas yang lain dengan daerah yang bersuhu tinggi, demikian pula dengan daerah yang berkondisi kerja berat akan menggunakan pelumas yang lain pula dengan daerah yang berkondisi kerja ringan. (Anton. L, 1985).
Baca lebih lanjut

44 Baca lebih lajut

Pengaruh Jenis Bahan Bakar Terhadap Viskositas dan TBN Pelumas SAE10W-30 pada Motor Bakar 125cc

Pengaruh Jenis Bahan Bakar Terhadap Viskositas dan TBN Pelumas SAE10W-30 pada Motor Bakar 125cc

Dari latar belakang diatas menunjukan sepeda motor merupakan kebutuhan utama bagi sebagian besar masyarakat bertransportasi untuk bekerja, sekolah, maupun keperluan lainnya yang tidak memungkinkan jika menggunakan transportasi umum ataupun berjalan kaki. Seiring dengan banyaknya kendaraan sepeda bermotor kebutuhan akan bahan bakar sebagai energi penggeraknya telah mengalami banyaknya permintaan akan bahan bakar tersebut. Di negara Indonesia ada beberapa jenis bahan bakar bensin yang dapat digunakan untuk kendaraan sepeda bermotor milik masyarakat. Meliputi, bahan bakar jenis Premium, Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo, dan Pertamax Racing. Dari banyaknya pilihan tersebut, maka pemilihan jenis bahan bakar yang digunakan masyarakat pengguna sepeda bermotor tentunya bervariasi mengingat dari berbagai pertimbangan harga dan kualitas yang ditawarkan oleh beberapa jenis bahan bakar tersebut untuk dibeli, yang tentunya juga berpengaruh terhadap kondisi dan kinerja dari sepeda bermotor. Melihat dari pentingnya minyak pelumas mesin sepeda motor yang salah satunya berfungsi sebagai penetralisir asam pembakaran agar dapat mencegah terjdinya korosi dan karat pada komponen mesin. Serta unsur zat aditif yang terkandung dalam minyak pelumas mesin yang berfungsi membantu memaksimalkan kinerja minyak pelumas mesin. Dari studi kasus tersebut maka dilakukanlah sebuah penelitian ini dimana menggunakan beberapa jenis bahan bakar sebagai acuan untuk melihat pengaruhnya terhadap penurunan kualitas nilai Viskositas dan TBN minyak pelumas mesin.Dalam penelitian tersebut menggunakan mesin motor bakar berkubikasi 125cc yang digunakan pada kendaraan sepeda motor tipe bebek sebagai alat pengujian dengan memakai minyak pelumas mesin dengan spesifikasi SAE10W-30 sebagai parameter pengujian. Dimana melakukan 3 variasi simulasi pengujian sampel minyak pelumas meliputi menggunakan bahan bakar Premium, Pertalite, dan Pertamax pada mesin uji yang menggunakan minyak
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

JURNAL REKAYASA PROSES. Analisis Pengaruh Bahan Dasar terhadap Indeks Viskositas Pelumas Berbagai Kekentalan

JURNAL REKAYASA PROSES. Analisis Pengaruh Bahan Dasar terhadap Indeks Viskositas Pelumas Berbagai Kekentalan

dengan bahan aditif untuk menambah kualitas pelumas. Minyak pelumas berbahan sintetis merupakan minyak pelumas yang biasanya ditambah dengan senyawa kimia tertentu yang tidak ada dalam minyak mineral. Senyawa kimia yang molekulnya dirancang sesuai dengan molekul minyak mineral, dan biasanya ditambah dengan zat aditif yang tujuannya meningkatkan kualitas pelumas. Kelebihan minyak pelumas sintetis ini yaitu kestabilannya terhadap suhu tinggi dan oksidasi cukup tinggi. Jangka waktu penggunaan cukup lama, memiliki sifat penguapan yang rendah, dan meningkatkan kinerja berbagai mesin cukup tinggi. Semakin banyaknya jenis pelumas saat ini, tentu membuat konsumen dihadapkan pada berbagai pilihan pelumas, karena pada umumnya produsen pelumas mengklaim pelumas mereka yang paling baik. Konsumen sangat membutuhkan produk pelumas yang bermutu tinggi dan tersedia pada saat dibutuhkan. Mutu dari minyak pelumas ini salah satunya ditentukan oleh sifat fisika yaitu indeks viskositas. Untuk melihat bagaimana pengaruh perbedaaan jenis minyak dasar (base
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...