Top PDF PENGARUH MACAM PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN (KAILAN, SAWI DAN SELADA)

PENGARUH MACAM PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN (KAILAN, SAWI DAN SELADA)

PENGARUH MACAM PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN (KAILAN, SAWI DAN SELADA)

Dibuat: 2007-02-17 , dengan 3 file(s). Keywords: Pupuk Organik Cair, Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman (Kailan, Sawi Dan Selada) Pemakaian pupuk anorganik cenderung berlebihan dan terus menerus sehingga belakangan ini menyebabkan dampak yang merugikan, yaitu tanaman sayuran akan peka terhadap hama dan penyakit, selain itu tanah akan kekurangan unsure mikro, karena dalam pupuk anorganik tidak mengandung unsur mikro yang dibutuhkan oleh tanaman (Budiyanto, 1980). Karena dampak tersebut di Indonesia, sekarang perlu dimasyarakatkan kembali pertanian organik sebagai pertanian yang akrab lingkungan. Pertanian organik bertujuan untuk melaksanakan usaha yang terbaik untuk menghasilkan pangan tanpa menyebabkan terjadinya kerusakan sumber daya tanah, air dan udara, hal ini disebabkan karena dalam pertanian organik pupuk yang digunakan selain mengandung unsur hara makro juga mengandung unsur hara mikro, yang mampu mengkonserfasi dan mempertahankan produktifitas tanah sehingga mampu meningkatkan dan mempertahankan produksi tanpa menyebabkan dampak negatif terhadap lingkungan (Rachman, 2004).
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR PADA PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN HIDROPONIK SELADA (LACTUVA SATIVA L).

PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR PADA PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN HIDROPONIK SELADA (LACTUVA SATIVA L).

dan asimilasi tanaman. Kalium adalah unsur hara yang berasal dari mineral yang melapuk dan melepaskan ion kalium. Unsur kalium membantu dalam pembentukan protein dan karbohidrat selain itu juga berfungsi memperkuat bunga dan buah. Dengan adanya kelengkapan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya tentang ”Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Limbah Organik dengan Aktivator EM4 dan Analisis NPK pada Pupuk Cair Organik”, maka peneliti tertarik untuk melanjutkan penelitian tentang “ Pengaruh Pupuk Organik Cair pada Pertumbuhan Bibit Tanaman Hidroponik Selada”. Pada penelitian sebelumnya juga tentang
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

6. Pengaruh ekstrak daun lamtoro sebagai pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi

6. Pengaruh ekstrak daun lamtoro sebagai pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi

pertumbuhan dan produksi tanaman yang diamati seperti tinggi tanaman, jumlah daun dan bobot segar tanamn sawi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk organik cair lamtoro memberikan pengaruh nyata pada setiap level dosis yang diberikan. Pada dosis 250 cc/l air memberikan pengaruh paling baik pada pertumbuhan tinggi tanaman dan dosis berat segar tanaman . Adanya respon terdapat tanaman sawi adalah akibat dari perbedaan level dosis yang diberaikan.

6 Baca lebih lajut

Pengaruh Jenis Dan Konsentrasi Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Sawi (Brassica Juncea L.) Varietas Tosakan

Pengaruh Jenis Dan Konsentrasi Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Sawi (Brassica Juncea L.) Varietas Tosakan

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh jenis dan konsentrasi pupuk organik cair , serta interaksi mereka pada pertumbuhan dan hasil tanaman sawi, dan untuk menemukan jenis yang tepat dan konsentrasi pupuk cair organik untuk pertumbuhan yang lebih baik dan produksi tanaman sawi . Penelitian ini dilakukan dari bulan September sampai Oktober 2012, karena persiapan media tanam sampai tanaman dipanen . Ini diadakan di Kebun Percobaan di Area Fakultas Pertanian, Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda. Penelitian ini menggunakan desain Completely acak (RAL) faktorial dengan 2 x 5 percobaan dan 3 ulangan . Faktor pertama adalah jenis pupuk organik cair (B), yang terdiri dari dua tingkat , yaitu : Nasa (b1) , dan Bio Sugih (b2). Faktor kedua adalah konsentrasi pupuk cair organik (N) , yang terdiri dari lima tingkat, yaitu: tidak ada pupuk cair organik sebagai kontrol (n0) ; 1,0 ml l - 1 air (n1) ; 2,0 ml l - 1 air (n2) ; 3,0 ml l - 1 air (n3) , dan 4,0 ml l - 1 air (n4).
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR KULIT PISANG TERHADAP  PERTUMBUHAN SELADA (Lactuca sativa)

PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR KULIT PISANG TERHADAP PERTUMBUHAN SELADA (Lactuca sativa)

Pertumbuhan tanaman sangat tergantung pada keadaan ekologi atau lingkungan dimana tanaman tersebut tumbuh. Faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman diantaranya unsur hara yang terkandung di tanah. Kondisi tanah yang kurang produktif untuk pertumbuhan tanaman dapat diupayakan dengan pemberian pupuk organik cair untuk memperbaiki sifat fisik, sifat kimia, dan sifat biologi tanah. Kulit pisang merupakan limbah yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair karena mengandung unsur mikro yang berguna untuk proses pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan pupuk organik cair kulit pisang terhadap pertumbuhan selada. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari lima perlakuan dan lima ulangan. Konsentrasi pupuk yang digunakan: kontrol 0%, P1 25%, P2 50%, P3 75%, P4 100%. Parameter yang diukur dalam penelitian yaitu tinggi batang dan jumlah daun selada pada 15 hari, 30 hari, 45 hari dan 60 hari setelah tanam. Data dianalisis menggunakan ANAVA dan diuji Duncan pada taraf α 0,05%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik cair limbah kulit pisang berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan selada yang meliputi tinggi tanaman, serta jumlah daun selada. Konsentrasi pupuk yang memberikan hasil paling baik yaitu pupuk organik cair pada konsentrasi 25%. Pupuk organik cair kulit pisang mempunyai potensi untuk mengatasi masalah pertumbuhan tanaman selada.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Pengaruh Media Tanam Dan Konsentrasi Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Selada Merah (Lactuca Sativa L.)

Pengaruh Media Tanam Dan Konsentrasi Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Selada Merah (Lactuca Sativa L.)

Berdasarkan hasil analisis keragaman menunjukan konsentrasi pupuk organik cair (K) memperlihatkan bahwa perlakuan K5 (Konsentrasi POC Bioliz 25 cc/L Air) pada parameter tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), luas daun (cm 2 ) Berat Segar Tajuk (g) dan berat Segar Akar (g) memberikan hasil tertinggi pada tanaman selada merah diikuti oleh perlakuan lainnya seperti K4 (Konsentrasi POC Bioliz 20 cc/L Air), K3 (Konsentrasi POC Bioliz 15 cc/L Air), K2 (Konsentrasi POC Bioliz 10 cc/L Air), K1 (Konsentrasi POC Bioliz 5 cc/L Air) dan yang paling rendah dari parameter-parameter diatas ditepati oleh K0 (Tanpa Pemberian POC Bioliz). Dari hasil diatas dapat dijelaskan bahwa konsentrasi pupuk organik cair memberikan pengaruh terutama pada perlakuan K5 yang merupakan hasil tertinggi karena konsentrasi pupuk organik mampu memberikan unsur hara yang dibutuhkan untuk pertumbuhan vegetatif tanaman selada merah. Pertumbuhan vegetatif pada tanaman selada sangat berhubungan dengan ketersediaan nitrogen yang y = -0.46x + 10.32
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Pengaruh Pupuk Organik Cair terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tiga Varietas Selada (Lactuca Sativa L.) Pada Sistem NFT

Pengaruh Pupuk Organik Cair terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tiga Varietas Selada (Lactuca Sativa L.) Pada Sistem NFT

Penggunaan pupuk organik cair (POC) dari urin ternak seperti kelinci, sapi, dan kambing sebagai nutrisi tanaman, berpotensi menjadi alternatif pengganti pupuk kimia AB mix serta meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman selada dalam sistem hidroponik NFT. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian tiga jenis POC dari urin ternak dan mengetahui POC yang mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil dari tiga varietas selada. Penelitian dilaksanakan Februari-April 2018 di screenhouse PT Pentario Liberia Persada, Surabaya. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Tersarang dengan 3 ulangan dan 2 faktor perlakuan yang terdiri dari, faktor pertama yaitu 4 macam nutrisi; nutrisi AB mix (P1), POC urin kelinci (P2),POC urin sapi (P3), dan POC urin kambing (P4). Faktor kedua yang tersarang pada faktor pertama yaitu 3 varietas selada yang terdiri dari; (V1) Locarno, (V2) Concorde, dan (V3) Maximus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan POC belum mampu menghasilkan pertumbuhan dan hasil selada yang lebih baik dari perlakuan nutrisi AB mix, dan varietas selada Maximus (V3) memberikan pertumbuhan dan hasil yang lebih besar daripada varietas selada Locarno (V1) dan Concorde (V2).
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Pengaruh Pupuk Organik Cair terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tiga Varietas Selada (Lactuca Sativa L.) Pada Sistem NFT

Pengaruh Pupuk Organik Cair terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tiga Varietas Selada (Lactuca Sativa L.) Pada Sistem NFT

*) E-mail: nabila290496@gmail.com ABSTRAK Penggunaan pupuk organik cair (POC) dari urin ternak seperti kelinci, sapi, dan kambing sebagai nutrisi tanaman, berpotensi menjadi alternatif pengganti pupuk kimia AB mix serta meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman selada dalam sistem hidroponik NFT. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian tiga jenis POC dari urin ternak dan mengetahui POC yang mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil dari tiga varietas selada. Penelitian dilaksanakan Februari-April 2018 di screenhouse PT Pentario Liberia Persada, Surabaya. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Tersarang dengan 3 ulangan dan 2 faktor perlakuan yang terdiri dari, faktor pertama yaitu 4 macam nutrisi; nutrisi AB mix (P1), POC urin kelinci (P2),POC urin sapi (P3), dan POC urin kambing (P4). Faktor kedua yang tersarang pada faktor pertama yaitu 3 varietas selada yang terdiri dari; (V1) Locarno, (V2) Concorde, dan (V3) Maximus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan POC belum mampu menghasilkan pertumbuhan dan hasil selada yang lebih baik dari perlakuan nutrisi AB mix, dan varietas selada Maximus (V3) memberikan pertumbuhan dan hasil yang lebih besar daripada varietas selada Locarno (V1) dan Concorde (V2).
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Pengaruh Pupuk Organik Cair (POC) Terhadap Pertumbuhan  Dan Hasil Tiga Varietas Tanaman Selada (Lactuca sativa L.)

Pengaruh Pupuk Organik Cair (POC) Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tiga Varietas Tanaman Selada (Lactuca sativa L.)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pupuk organik dan tanaman serta hasil selada. Penelitian dilakukan dari bulan September hingga November 2017 dengan ketinggian 6 meter di atas permukaan laut. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Pupuk organik cair (C) terdiri dari 4 taraf, yaitu: C0 = kontrol (tanpa pupuk), C1 = aplikasi pupuk organik cair 4 cc / liter air, C2 = aplikasi pupuk organik cair 8 cc / liter air, C3 = aplikasi pupuk organik cair 12 cc / liter air. Varietas selada (V) terdiri dari 3 taraf, yaitu: V1 = Varietas Grand Rapids, V2 = Varietas Selada, V3 = Varietas Karang Merah. Dengan demikian ada 12 kombinasi perlakuan dengan 3 kali ulangan, sehingga ada 36 unit percobaan. Berdasarkan hasil penelitian, penerapan pupuk organik cair memiliki efek yang sangat berbeda pada pertumbuhan dan hasil tanaman selada dan ada interaksi yang sangat nyata.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KANDANG DAN PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI PUTIH (Brassica pekinensia L.).

PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KANDANG DAN PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI PUTIH (Brassica pekinensia L.).

Indonesia merupakan salah satu negara agraris dengan sektor agroindustri yang sangat berperan dalam kehidupan penduduk Indonesia. Diperkirakan sekitar 70% penduduk Indonesia bergerak di sektor pertanian. Dampak penggunaan sarana produksi yang mengandung bahan kimia sintetis termasuk pestisida dan pupuk harus mendapat perhatian yang lebih serius.

3 Baca lebih lajut

Pengaruh Konsentrasi Dan Waktu Pemberian Pupuk Organik Cair Bioaktivator Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Sawi (Brassica Juncea L.)

Pengaruh Konsentrasi Dan Waktu Pemberian Pupuk Organik Cair Bioaktivator Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Sawi (Brassica Juncea L.)

Tanaman sawi hijau merupakan tanaman sayur-sayuran yang dari tahun ke tahun mengalami peningkatan seiring bertambahnya menu masakan. Salah satu peningkatan produktivitas tanaman sawi dengan cara penggunaan pupuk organik cair bioaktivator yang aman bagi lingkungan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui perlakuan konsentrasi dan waktu pemberian pupuk organik cair bioaktivator yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi hijau (Brassica juncea L.). Bahan yang digunakan yaitu benih sawi hijau varietas Tosakan, POC bioaktivator Bregadium, pupuk urea, pupuk SP-36, pupuk KCl. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 10 perlakuan. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang pada September 2013 hingga November 2013. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan pemberian konsentrasi POC bioaktivator konsentrasi 15 ml L -1 dan pemberian POC bioaktivator
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair Nasa Dan Pupuk Kandang Ayam Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Selada (Lactuca Sativa L.)

Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair Nasa Dan Pupuk Kandang Ayam Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Selada (Lactuca Sativa L.)

Pengaruh Pertumbuhan Tanaman Selada Terhadap Pemberian POC NASA dilihat dasi hasil sidik ragam menunjukan bahwa pengaruh tanaman berbeda nyata terhadap pemberian POC NASA pada seluruh pengamatan seperti rata-rata tinggi tanaman umur 14 hari, 21 hari, dan 28 hari setelah tanam dan saat panen, rata-rata jumlah daun per tanaman umur 28 hari setelah tanam dan saat panen, berat basah per tanaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa respon tanaman berbeda nyata terhadap pemberian POC NASA pada rata-rata tinggi tanaman umur 14 hari, 21 hari, dan 28 hari dan saat panen. Dari hasil uji BNT 5% rata- rata tinggi tanaman pada pemberian POC NASA 3 ml polybag -1 adalah 4,51 cm pada umur 14 hari setelah tanam, 6,59 cm pada umur 21 hari setelah tanam, 8,92 cm pada umur 28 hari setelah tanam dan 23,62 cm pada saat panen. Dari hasil pengamatan yang memiliki perbedaan yang nyata pada rata-rata tinggi tanaman umur 14, 21, 28 hari setelah tanam, dan saat panen, hal ini diduga karena POC NASA memberikan ketersedian unsur hara yang cukup, sehingga tanaman mampu melaksanakan aktivitas dengan baik yang hasilnya dimanfaatkan untuk perkembangan sel-sel tanaman selada. 3.2. Pengaruh Tanaman Selada Terhadap
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN PUPUK UREA DAN PUPUK ORGANIK CAIR SAMPAH KOTA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.)

PENGARUH PEMBERIAN PUPUK UREA DAN PUPUK ORGANIK CAIR SAMPAH KOTA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.)

Penelitian rencana dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Asahan, dengan topografi datar dan tinggi tempat ± 15 m dpl. Penelitian rencana dilaksanakan pada bulan Februari sampai bulan April 2017. Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah bibit selada varietas General, pupuk urea, pupuk organik cair sampah kota, air, amplop, kertas label, pelepah kelapa sebagai atap naungan persemaian, insektisida bahan aktif Deltametrin 25 g/l (Decis 2.5 EC 0,25 – 0,5 ml/l), fungisida bahan aktif Mankozed 80 WP (Dithane M-45), timbangan dan bahan-bahan lain yang mendukung pelaksanaan penelitian ini, sedangkan alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah cangkul, gembor, meteran, handsprayer, kalkulator, timbangan, planimeter, kawat sebagai pengikat bambu persemaian dan alat-alat lain yang mendukung dalam pelaksanaan penelitian ini . Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah pemberian pupuk Urea dengan 4 taraf yaitu : U 0 = 0 g/plot, U 1 = 5 g/plot dan U 2 = 10 g/plot dan U 3 =
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN PUPUK UREA DAN PUPUK ORGANIK CAIR SAMPAH KOTA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.

PENGARUH PEMBERIAN PUPUK UREA DAN PUPUK ORGANIK CAIR SAMPAH KOTA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.

Keywords: Urea Fertilizer, Organic Fertilizer, Municipal Wastewater, Growth, Lettuce ABSTRAK Penelitian rencana dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Asahan, dengan topografi datar dan tinggi tempat ± 15 m dpl. Penelitian rencana dilaksanakan pada bulan Februari sampai bulan April 2017. Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah bibit selada varietas General, pupuk urea, pupuk organik cair sampah kota, air, amplop, kertas label, pelepah kelapa sebagai atap naungan persemaian, insektisida bahan aktif Deltametrin 25 g/l (Decis 2.5 EC 0,25 – 0,5 ml/l), fungisida bahan aktif Mankozed 80 WP (Dithane M-45), timbangan dan bahan-bahan lain yang mendukung pelaksanaan penelitian ini, sedangkan alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah cangkul, gembor, meteran, handsprayer, kalkulator, timbangan, planimeter, kawat sebagai pengikat bambu persemaian dan alat-alat lain yang mendukung dalam pelaksanaan penelitian ini . Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah pemberian pupuk Urea dengan 4 taraf yaitu : U 0 = 0 g/plot, U 1 = 5 g/plot dan U 2 = 10 g/plot dan U 3 =
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

APLIKASI PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SAWI

APLIKASI PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SAWI

Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Gowa Jl Malino KM 7 Kabupaten Gowa ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman Sawi (Bransica juncea). Penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk percobaan lapangan yang dilakukan di Kampus STPP Gowa. Waktu pelaksanaan dimulai pada Mei sampai Agustus 2009. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 (empat) perlakuan, yaitu P0 = Kontrol, P1 = 25 mL L -1 air, P2 = 50 mL L -1 air dan P3 = 75 mL L -1 air. parameter yang diamati adalah: Tinggi tanaman, jumlah daun, dan berat tanaman yang akan diambil pada saat panen. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa perlakuan terbaik adalah dengan menggunakan 75 mL pupuk organik cair kotoran sapi yang dicampurkan dengan 1 liter air atau setara dengan 180 liter pupuk organik cair kotoran sapi ha -1 .
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Peran Pupuk Limbah Cair Peternakan Sapi terhadap Pertumbuhan dan Hasil Sawi, Selada, dan Kangkung

Peran Pupuk Limbah Cair Peternakan Sapi terhadap Pertumbuhan dan Hasil Sawi, Selada, dan Kangkung

ABSTRAK. Tingginya harga pupuk kimia menyebabkan pengembangan pupuk alternatif sangat mendesak untuk dilakukan. Salah satu sumber pupuk alternatif yang potensial untuk dikembangkan adalah limbah cair peternakan sapi. Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh pupuk limbah cair peternakan sapi terhadap pertumbuhan dan hasil sawi, selada, dan kangkung. Pengujian skala pot dengan menggunakan Ultisols sebagai media dilaksanakan di Rumah Kaca Balai Pengkajian Teknologi Pertanian DKI Jakarta mulai bulan Maret hingga Oktober 2007. Perlakuan meliputi pemupukan menggunakan limbah cair peternakan sapi (tanpa dan diencerkan dengan air 1:1 dan 1:2), campuran Urea, TSP, dan KCl (NPK), dan tanpa pemupukan sebagai kontrol. Perlakuan diatur menggunakan rancangan acak lengkap dengan lima ulangan. Pertumbuhan dan hasil tanaman yang didasarkan pada tinggi tanaman, jumlah daun, dan berat biomasa dijadikan sebagai variabel pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk limbah cair peternakan sapi nyata meningkatkan pertumbuhan dan hasil sawi, selada, dan kangkung. Apabila dibandingkan dengan perlakuan NPK, hasil sawi, selada, dan kangkung berturut-turut mencapai 95, 87, dan 61%. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa pupuk limbah cair peternakan sapi dapat menggantikan pupuk kimia dalam budidaya sayuran, khususnya sawi dan selada.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

UJI  PUPUK  ORGANIK  CAIR  DARI  LIMBAH  PASAR  SECARA ANAEROB TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SELADA  Uji Pupuk Organik Cair Dari Limbah Pasar Secara Anaerob Terhadap Pertumbuhan Tanaman Selada (Lactuca sativa L) Dengan Media Hidroponik.

UJI PUPUK ORGANIK CAIR DARI LIMBAH PASAR SECARA ANAEROB TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SELADA Uji Pupuk Organik Cair Dari Limbah Pasar Secara Anaerob Terhadap Pertumbuhan Tanaman Selada (Lactuca sativa L) Dengan Media Hidroponik.

pupuk cair limbah buah 20 ml dan pupuk cair limbah sayur 20 ml) yaitu dengan rata-rata pertumbuhan 16,24 cm selama 1 bulan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pupuk organik cair limbah pasar secara anaerob berpengaruh pada pertumbuhan luas daun tanaman selada meskipun tidak menunjukkan pengaruh pada tinggi dan jumlah daun.

15 Baca lebih lajut

RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI HIJAU (Brassica juncea L.) PADA PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR AGROBOST

RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI HIJAU (Brassica juncea L.) PADA PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR AGROBOST

2 Dosen Fakultas Pertanian, Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda 75124, Indonesia. E-Mail: sulastri@untag-smd.ac.id ABSTRAK Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sawi Hijau (Brassica juncea L.) Pada Pemberian Pupuk Organik Cair Agrobost. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair Agrobost pada hasil tanaman sawi hijau dan untuk mengetahui konsentrasi pupuk organik cair Agrobost yang tepat untuk menghasilkan tanaman sawi yang maksimal.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK GRANULTERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KAILAN (Brassica oleracea. L ) DI POLYBAG

PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK GRANULTERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KAILAN (Brassica oleracea. L ) DI POLYBAG

satu jenis tanaman sayuran yang dikonsumsi daun dan batangnya yang di kalangan masyarakat dikenal dengan sayuran daun. Dalam penyajiannya kailan lebih banyak dimanfaatkan sebagai sayuran yang dimasak bersama sama dengan bahan lain seperti daging dan ikan. Sawi Kailan lebih banyak disajikan di resto-resto besar makanan Cina, Jepang, Amerika dan Eropa. Ditingkat petani harga sawi kailan berkisar antara Rp. 3.300 sampai dengan Rp. 5.300 per kg sementara itu untuk produksi sawi kailan per hektar itu sendiri dapat mencapai 18,3 ton (Samadi, 2013).
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PERTUMBUHAN TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.) SECARA HIDROPONIK PADA MEDIA PUPUK ORGANIK CAIR DARI  Pertumbuhan Tanaman Selada (Lactuca sativa L.) Secara Hidroponik Pada Media Pupuk Organik Cair Dari Kotoran Kambing Dan Kotoran Kelinci.

PERTUMBUHAN TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.) SECARA HIDROPONIK PADA MEDIA PUPUK ORGANIK CAIR DARI Pertumbuhan Tanaman Selada (Lactuca sativa L.) Secara Hidroponik Pada Media Pupuk Organik Cair Dari Kotoran Kambing Dan Kotoran Kelinci.

Kotoran kambing dan kotoran kelinci merupakan jenis kotoran hewan yang pemanfaatannya belum maksimal. Jika diolah kedua jenis kotoran tersebut dapat menghasilkan pupuk organik cair yang dapat digunakan dalam pertanian. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pupuk organik cair dari kotoran kambing dan kotoran kelinci terhadap pertumbuhan tanaman selada ( Lactuca sativa L.) secara hidroponik. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Green House Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola satu faktor yaitu jenis pupuk organik cair dari kotoran kambing dan kotoran kelinci tiga kali ulangan. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis deskriptif kuantitatif. Perlakuan yang paling baik untuk pertumbuhan tinggi batang adalah P 1 (pupuk cair kotoran kambing 500 ml) yaitu dengan rata-rata pertumbuhan 1,7 cm selama satu bulan. Perlakuan paling baik untuk jumlah daun adalah P 2 (pupuk cair kotoran kelinci 500 ml) yaitu dengan rata-rata pertumbuhan 3 daun.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...