Top PDF PENGARUH DOSIS Rhizobium DAN PUPUK NITROGEN TERHADAP PERTUMBUHAN SERTA HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) Merril)

PENGARUH DOSIS Rhizobium DAN PUPUK NITROGEN TERHADAP PERTUMBUHAN SERTA HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) Merril)

PENGARUH DOSIS Rhizobium DAN PUPUK NITROGEN TERHADAP PERTUMBUHAN SERTA HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) Merril)

KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, berkat Rahmat dan Karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan laporan penelitian skripsi dengan judul “ Pengaruh Dosis Rhizobium dan Pupuk Nitrogen Terhadap Pertumbuhan serta Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merril)”. Skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk mendapatkan gelar Sarjana Pertanian di Jurusan Agronomi Fakultas Pertanian-Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang.

12 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMANGKASAN PUCUK DAN PUPUK NITROGEN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glicyne Max. L., Merril) VARIETAS ANJASMORO

PENGARUH PEMANGKASAN PUCUK DAN PUPUK NITROGEN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glicyne Max. L., Merril) VARIETAS ANJASMORO

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh pemangkasan pucuk dan pupuk nitrogen terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai (Glycine Max. L., Merril.) Varietas Anjasmoro, (2) panjang pemangkasan pucuk dan dosis pupuk nitrogen yang paling baik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai (Glycine Max. L., Merril.) Varietas Anjasmoro dan (3) korelasi antara komponen pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai (Glycine Max. L., Merril.) Varietas Anjasmoro. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Balai Pengembangan Benih Palawija Desa Plumbon Kecamatan Plumbon Kabupaten Cirebon, dari bulan April sampai dengan bulan Juli 2017. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Rancangan percobaan yang digunakan adalah RAK. Penelitian terdiri dari dua faktor perlakuan, yaitu panjang pemangkasan pucuk dan dosis pupuk nitrogen yang diulang 3 kali. Faktor pertama yaitu panjang pemangkasan pucuk (P) terdiri dari tiga taraf yaitu: P1 (tanpa pemangkasan), P2 (pemangkasan satu ruas dari atas), dan P3 (pemangkasan 2 ruas dari atas). Faktor kedua yaitu dosis pupuk nitrogen (N) yang terdiri dari tiga taraf yaitu: N1 (Urea 50 kg/ha), N2 (Urea 100 kg/ha), dan N3 (Urea 150 kg/ha). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat interaksi antara pemangkasan pucuk dan pupuk nitrogen pada parameter bobot bintil akar umur 35 HST dan bobot biji kering per petak. Perlakuan pemangkasan pucuk berpengaruh nyata secara mandiri terhadap tinggi tanaman umur 30, 37, dan 44 HST, jumlah daun trifoleat umur 30, 37, dan 44 HST, jumlah cabang umur 35, 42, dan 49 HST, jumlah cabang produktif, jumlah bunga umur 37 HST, bobot polong per rumpun dan bobot polong per petak. Sedangkan perlakuan pupuk nitrogen secara mandiri berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman umur 30, 37, dan 44 HST, jumlah daun trifoleat umur 37, dan 44 HST
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PEMBENTUKAN POLONG DAN HASIL TANAMAN  KEDELAI (Glycine max (L.) Merril) DENGAN PEMBERIAN NITROGEN PADA FASE GENERATIF

PEMBENTUKAN POLONG DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) Merril) DENGAN PEMBERIAN NITROGEN PADA FASE GENERATIF

Pada variabel hasil panen tanaman kedelai didapatkan hasil jumlah polong menunjukan jika pemberian unsur N yang cukup akan didapatkan hasil jumlah polong semakin besar pula, namun jika pemberian unsur N berlebihan tidak didapatkan hasil yang lebih banyak pula, namun jika di beri unsur N yang lebih sedikit juga tidak didapatkan jumlah polong yang lebih banyak juga. Menurut Ohyama et al(2013) Selain itu, pasokan berat N dari pupuk atau dari tanah menyebabkan pertumbuhan lebat, yang mengakibatkan penyedian dan pembentukan polong kurang. Oleh karena itu, untuk budidaya kedelai pupuk nitrogen diterapkan atau hanya sejumlah kecil pupuk N diterapkan sebagai "starter N" untuk mempromosikan pertumbuhan awal. Sedangkan menurut Ohtake et al.(1997) melaporkan bahwa transportasi N cepat
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PENGARUH MACAM BAHAN ORGANIK DAN INOKULUM RHIZOBIUM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) Merril)

PENGARUH MACAM BAHAN ORGANIK DAN INOKULUM RHIZOBIUM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) Merril)

Kedelai (Glycine max (L.) Merril) merupakan tanaman pangan yang penting di Indonesia. Sebagai tanaman golongan Leguminoceae, tanaman kedelai mampu mengadakan simbiosis dengan bakteri tertentu sehingga dapat langsung memfiksasi nitrogen dari udara. Tujuan penelitian ini ialah mempelajari pengaruh interaksi macam bahan organik dan dosis legin terhadap peningkatan pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai (Glycine max (L.) Merril). Hipotesis yang diajukan ialah macam bahan organik dapat mempengaruhi kebutuhan dosis legin untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai (Glycine max (L.) Merril). Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian desa Jatikerto, kecamatan Kromengan, kabupaten Malang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2014 sampai bulan September 2014. Alat yang digunakan pada penelitian ialah Leaf Area Meter (LAM), timbangan analitik, meteran dan oven. Bahan yang digunakan adalah benih kedelai varietas Grobogan. Perlakuan yang diberikan yaitu faktor satu adalah pemberian bahan organik yang terdiri dari: B1=tanpa aplikasi bahan organik, B2=residu biochar dan B3= kompos 10 ton ha -1 . Faktor kedua adalah penggunaan legin yang terdiri dari: L1 = tanpa legin, L2 = dosis legin 8 g kg -1 dan L3 = dosis legin 12 g kg -1 . Hasil penelitian menunjukkan penambahan bahan organik kompos 10 ton ha -1 dan residu biochar tidak mempengaruhi kebutuhan
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENGARUH MACAM BAHAN ORGANIK DAN INOKULUM RHIZOBIUM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) Merril)

PENGARUH MACAM BAHAN ORGANIK DAN INOKULUM RHIZOBIUM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) Merril)

Kedelai (Glycine max (L.) Merril) merupakan tanaman pangan yang penting di Indonesia. Sebagai tanaman golongan Leguminoceae, tanaman kedelai mampu mengadakan simbiosis dengan bakteri tertentu sehingga dapat langsung memfiksasi nitrogen dari udara. Tujuan penelitian ini ialah mempelajari pengaruh interaksi macam bahan organik dan dosis legin terhadap peningkatan pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai (Glycine max (L.) Merril). Hipotesis yang diajukan ialah macam bahan organik dapat mempengaruhi kebutuhan dosis legin untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai (Glycine max (L.) Merril). Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian desa Jatikerto, kecamatan Kromengan, kabupaten Malang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2014 sampai bulan September 2014. Alat yang digunakan pada penelitian ialah Leaf Area Meter (LAM), timbangan analitik, meteran dan oven. Bahan yang digunakan adalah benih kedelai varietas Grobogan. Perlakuan yang diberikan yaitu faktor satu adalah pemberian bahan organik yang terdiri dari: B1=tanpa aplikasi bahan organik, B2=residu biochar dan B3= kompos 10 ton ha -1 . Faktor kedua adalah penggunaan legin yang terdiri dari: L1 = tanpa legin, L2 = dosis legin 8 g kg -1 dan L3 = dosis legin 12 g kg -1 . Hasil penelitian menunjukkan penambahan bahan organik kompos 10 ton ha -1 dan residu biochar tidak mempengaruhi kebutuhan
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Pengaruh Inokulasi Rhizobium Dan Pupuk Posfat Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Kedelai (Glycine max L. Merril)

Pengaruh Inokulasi Rhizobium Dan Pupuk Posfat Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Kedelai (Glycine max L. Merril)

Seiring dengan peningkatan harga pupuk, penggunaanya harus lebih efektif dan efisien. Pengaplikasian pupuk harus sesuai dengan waktu, jumlah serta pemberian yang tepat dan benar. Ada beberapa cara aplikasi penggunaan pupuk yang dilakukan oleh petani pada tanaman kedelai. Cara aplikasi penggunaan yang umum dilaksanakan oleh petani yaitu dengan disebar merata dalam petakan tanah sebelum kedelai ditanam. Hal ini bisa memberi nilai tambah karena pada saat tanam, telapak kaki para penanam akan menekan butiran-butiran pupuk ke dalam tanah sehingga dapat mengurangi proses pencucian unsur hara dalam pupuk bila turun hujan. Cara aplikasi yang lain yaitu, pupuk disebar secara larikan sekitar 10-15 cm di samping lubang tanam. Hal ini cukup efektif dan efisien, tetapi memerlukan biaya lebih banyak. Penempatan pupuk di bawah lubang tempat biji diletakkan tidak dianjurkan karena pupuk tersebut bisa mematikan biji kedelai yang disebabkan oleh proses plasmolisis serapan air dari dalam biji oleh butiran
Baca lebih lanjut

99 Baca lebih lajut

PENGARUH PENGAPURAN DAN PEMBERIAN PUPUK

FOSFOR DENGAN DOSIS YANG BERBEDA TERHADAP

PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine

max (L) Merril

PENGARUH PENGAPURAN DAN PEMBERIAN PUPUK FOSFOR DENGAN DOSIS YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L) Merril

Cara pengapuran merupakan satu faktor yang menentukan tingkat keberhasilan dan keefisienan pengapuran itu. Pemberian kapur harus mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut: (1) pH yang diperlukan oleh tanaman. Setiap tanaman memerlukan pH yang relatif berbeda, (2) bentuk kapur dan kehalusannya, (3) jumlah kapur yang diberikan harus ditetapkan berdasarkan pemikiran yang tepat berapa kenaikan pH yang diinginkan, struktur, dan kandungan bahan organik tanah. Struktur tanah lapisan olah yang dibentuk dengan pengolahan tanah tidak selalu seragam bagi masing-masing jenis tanah, hal ini juga mempengaruhi jumlah kapur yang diberikan, (4) cara pemberian kapur. Biasanya pemberian kapur dilakukan 1-2 minggu sebelum tanam bersamaan dengan pengolahan tanah kedua (penghalusan agregat tanah) sehingga tercampur rata pada seluruh permukaan tanah olah (Hakim et al. 1986)
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Pengaruh Pemberian Pupuk Organik terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine Max (L.) Merril)

Pengaruh Pemberian Pupuk Organik terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine Max (L.) Merril)

Pada Tabel 3 terlihat bahwa hasil biji per m² yang didapatkan dari tanaman yang diberi pupuk organik cenderung meningkat dibandingkan dengan yang diberi pupuk buatan. Tanaman yang diberi pupuk kandang ayam 4 ton/ha menghasilkan biji yang paling tinggi dan berbeda nyata dengan hasil dari tanaman yang hanya diberi pupuk buatan dengan dosis anjuran. Hasil penelitian ini memberikan indikasi bahwa penggunaan pupuk kandang terutama pupuk kandang ayam merupakan pupuk yang berpotensi untuk menggantikan pupuk buatan dalam budidaya kedelai, karena memberikan hasil biji yang lebih tinggi dibanding pupuk buatan dengan dosis anjuran. Pupuk kandang ayam yang matang sempurna tergolong dalam pupuk dingin dimana perombakan oleh jasad renik berlangsung perlahan-lahan dan tidak terbentuk panas sehingga pupuk tidak mudah menguap. Sutejo (2002), mengatakan bahwa pupuk kandang ayam juga berperan dalam memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah sehingga membuat tanah menjadi lebih gembur, udara dapat masuk ke dalam tanah, dapat menahan air dan hara agar tidak hanyut serta meningkatkan aktivitas mikroorganisme.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Pengaruh Dosis Rhizobium Serta Macam Pupuk NPK Terhadap Pertumbuhan Tanaman Kedelai (Glycine max) Varietas Anjasmoro

Pengaruh Dosis Rhizobium Serta Macam Pupuk NPK Terhadap Pertumbuhan Tanaman Kedelai (Glycine max) Varietas Anjasmoro

Efforts to increase the growth and yield of soybean plants can be done through the use of cultivation technology, namely by providing biological fertilizer treatments such as N-fixing bacteria, namely Rhizobium. The study aims to determine the effect of the right Rhizobium dose and type of NPK fertilizer on the growth of the Anjasmoro variety of soybean (Glycine max). This research uses a factorial randomized block design with two factors and three repetitions. The first factor is Rhizobium inoculation consisting of I0: No inoculum, I1: Rhizobium inoculum (5 g / kg seed), I2: Rhizobium inoculum (7 g / kg seed), I3: Rhizobium inoculum (9 g / kg seed). The second factor is the type of NPK fertilizer, namely P0: No fertilizer, P1: solid NPK fertilizer (0.8 g / plant), P2: liquid NPK fertilizer. The results showed that the dose of Rhizobium that could affect soybean growth was a dose of 9 grams/kg of seed that significantly affected the number of leaves and leaf color but did not significantly affect plant height, number of branches, number of root nodules and root nodules weight. NPK fertilizer that can affect soybean growth is liquid NPK fertilizer, and only has a significant effect on leaf color. The interaction of Rhizobium inoculation treatment and NPK fertilizer types significantly affected most parameters but did not significantly affect the number of branches and weight of root nodules.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENGARUH DOSIS PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BEBERAPA VARIETAS TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) Merril) SKRIPSI

PENGARUH DOSIS PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BEBERAPA VARIETAS TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) Merril) SKRIPSI

Meningkatnya persentase polong bernas diduga karena pada dosis tersebut unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman kedelai tersedia dalam keadaan yang berimbang serta dapat memicu pertumbuhan tanaman dan juga dalam proses terjadinya fotosintesis yang baik. Ifansyah et al (2003) dalam Idris (2008) menyatakan bahwa bahan organik merupakan salah satu sumber koloid tanah yang peranannya akan meningkatkan kapasitas tukar kation (KTK) tanah, dengan meningkatnya KTK tanah maka unsur N, P, K dapat diserap dan menjadi sumber hara tersedia dalam tanah. Dalam hal ini, didukung oleh serapan hara N, P dan K tanaman yang cenderung lebih tinggi sehingga dapat menompang pertumbuhan dan perkembangan tanaman.
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN LEGIN DAN PUPUK UREA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) Merril)

PENGARUH PEMBERIAN LEGIN DAN PUPUK UREA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) Merril)

Perlakuan dosis Legin (L) terdapat pengaruh nyata terhadap jumlah daun tanaman kedelai pada semua umur pengamatan. Nilai rata-rata jumlah daun tertinggi atau berdeda nyata dengan perlakuan lainya yaitu perlakuan L2 (5 g kgˉ¹). Hal ini diduga pemberian legin dapat menambah bakteri Rhizobium dalam tanah yang dapat membentuk bintil akar sehingga mampu membantu memenuhi kebutuhan hara dengan cara fiksasi N dari udara. Tersedianya unsur N bagi tanaman akibat pemberian legin berdampak terhadap meningkatnya jumlah daun yang lebih baik. Pemberian legin pada tanaman kedelai juga akan membuat tanaman memperoleh unsur hara nitrogen yang cukup untuk tumbuh dan berproduksi dengan baik. Menurut Salisbury dan Ross (1995) dalam Adisarwanto (2005), bahwa nitrogen merupakan salah satu unsur penyusun klorofil sebagai mesin bagi proses fotosintesis. Nitrogen juga merupakan faktor yang mempengaruhi laju fotosintesis. Persediaan nitrogen yang terbatas akan menghambat pembentukan klorofil dan menurunkan laju fotosintesis, serta menggangu aktivitas metabolism tanaman. Hal ini senada diungkapkan Prawiranata dkk. (1991), bahwa pemberian unsur nitrogen dapat meningkatkan laju fotosintesis tanaman sehingga dapat memacu pertumbuhan vegetatif tanaman.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PENGARUH DOSIS RHIZOBIUM SERTA MACAM PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) Merrill) VARIETAS ANJASMORO SKRIPSI

PENGARUH DOSIS RHIZOBIUM SERTA MACAM PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) Merrill) VARIETAS ANJASMORO SKRIPSI

Banyak faktor yang perlu diperhatikan dalam mengusahakan tanaman agar mendapat hasil yang optimum dan mutu yang baik, salah satu diantaranya adalah faktor budidaya yaitu melalui pemupukan bahan organik atau anorganik. Pemupukan bertujuan untuk mengganti unsur hara yang hilang dan menambah persediaan unsur hara yang dibutuhkan tanaman untuk meningkatkan produksi dan mutu tanaman. Ketersediaan unsur hara yang lengkap dan berimbang yang dapat diserap oleh tanaman merupakan faktor yang menentukan pertumbuhan dan produksi tanaman. Salah satu pupuk anorganik adalah pupuk NPK, merupakan pupuk majemuk yang mengandung unsur hara makro N, P dan K yang sangat dibutuhkan untuk merangsang pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman. Unsur hara N, P dan K sangat menunjang proses pembentukan nodul akar, pemupukan K dapat meningkatkan jumlah nodul, bobot nodul akar dan hasil polong kedelai (Fahmi dkk., 2014).
Baca lebih lanjut

141 Baca lebih lajut

PENGARUH PUPUK ORGANIK DAN ANORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI (Glycine max (L.) Merril)

PENGARUH PUPUK ORGANIK DAN ANORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI (Glycine max (L.) Merril)

Menurut Kartono (2005) bahwa pertumbuhan terjadi karena adanya proses-proses pembelahan sel dan perpanjangan sel, dimana proses-proses tersebut memerlukan banyak unsur hara. Gardner et al. (1991) menambahkan bahwa pertumbuhan dan hasil suatu tanaman dipengaruhi oleh keadaan lingkungan tumbuhnya. Salah satu faktor lingkungan yang penting adalah ketersediaan unsur hara dan pengendalian organisme pengganggu tanaman. D.I Grow mengandung hara makro (C,N,P K,Ca, S dan Mg) dan Mikro (B,Cu, Fe, Mn, Zn, Mo, dan Cl) yang lengkap sehingga mampu merangsang pembentukan akar, memperbesar ukuran dan meningkatkan daya tahan terhadap serangan hama dan penyakit. Indrasaril dan Abdul (2006) menyatakan bahwa pemberian unsur hara makro dan mikro dalam jumlah yang cukup dan seimbang, mampu meningkatkan nutrisi yang diperlukan tanaman, dan digunakan sebagai sumber energi bagi tanaman.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENGARUH PUPUK ORGANIK DAN ANORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI (Glycine max (L.) Merril)

PENGARUH PUPUK ORGANIK DAN ANORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI (Glycine max (L.) Merril)

Menurut Kartono (2005) bahwa pertumbuhan terjadi karena adanya proses-proses pembelahan sel dan perpanjangan sel, dimana proses-proses tersebut memerlukan banyak unsur hara. Gardner et al. (1991) menambahkan bahwa pertumbuhan dan hasil suatu tanaman dipengaruhi oleh keadaan lingkungan tumbuhnya. Salah satu faktor lingkungan yang penting adalah ketersediaan unsur hara dan pengendalian organisme pengganggu tanaman. D.I Grow mengandung hara makro (C,N,P K,Ca, S dan Mg) dan Mikro (B,Cu, Fe, Mn, Zn, Mo, dan Cl) yang lengkap sehingga mampu merangsang pembentukan akar, memperbesar ukuran dan meningkatkan daya tahan terhadap serangan hama dan penyakit. Indrasaril dan Abdul (2006) menyatakan bahwa pemberian unsur hara makro dan mikro dalam jumlah yang cukup dan seimbang, mampu meningkatkan nutrisi yang diperlukan tanaman, dan digunakan sebagai sumber energi bagi tanaman.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Pengaruh pemberian pupuk urea dan beberapa formula pupuk   hayati Rhizobium terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai (Glycine max (L.) Merril) di lahan masam ultisol

Pengaruh pemberian pupuk urea dan beberapa formula pupuk hayati Rhizobium terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai (Glycine max (L.) Merril) di lahan masam ultisol

Kebutuhan masyarakat terhadap kedelai terus meningkat seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk. Namun peningkatan produksi kedelai banyak menemui kendala, salah satunya adalah makin berkurangnya luas lahan produktif yang dapat ditanaman kedelai. Oleh karena itu kedepan peningkatan produksi kedelai akan diarahkan ke lahan kering masam (Ultisol) yang arealnya cukup luas, tetapi kandungan Al, Fe, Mn tinggi dan miskinnya unsur hara N dan P menjadi salah satu kendala dalam upaya meningkatkan produksi kedelai di lahan masam ultisol. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis pupuk urea dan beberapa macam pupuk hayati Rhizobium terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai (Glycine
Baca lebih lanjut

115 Baca lebih lajut

Pengaruh olah tanah dan pemberian pupuk kompos terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai (glycine max l. merril)

Pengaruh olah tanah dan pemberian pupuk kompos terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai (glycine max l. merril)

Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa (YME) yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya, akhirnya penyusun dapat menyelesaikan skripsi yang judul “Pengaruh Olah Tanah Dan Pemberian Pupuk Kompos Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max L.

14 Baca lebih lajut

PENGARUH DOSIS PUPUK KANDANG DAN KONSENTRASI ZPT ATONIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) Merril) SKRIPSI

PENGARUH DOSIS PUPUK KANDANG DAN KONSENTRASI ZPT ATONIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) Merril) SKRIPSI

Meningkatnya persentase polong berisi diduga karena pada konsentrasi tersebut unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman kedelai tersedia dalam keadaan yang berimbang serta dapat memicu pertumbuhan tanaman dan juga dalam proses terjadinya fotosintesis yang baik. Hal ini sesuai dengan pernyataan Dachlan et al.,(2008) yang menyatakan bahwa ZPT salah satu unsur yang sangat esensial bagi makhluk hidupdan dibutuhkan dalam jumlah yang banyak sebagai komponen utama dari asam amino, asam nukleat, nukleotida, klorofil dan komponen selular lainnya apada tanaman. Dalam jumlah yang cukup, ZPT mendorong terjadinya pembelahan, pemanjangan dan pembesaran sel-sel dengan pesat pada daerah meristem apikal, sehingga tanaman tumbuh lebih tinggi.
Baca lebih lanjut

37 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS BEBERAPA JENIS PUPUK SUMBER N TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN 

KEDELAI (Glycine max. (L). Merril )

EFEKTIVITAS BEBERAPA JENIS PUPUK SUMBER N TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max. (L). Merril )

Kedelai (Glycine Max (L.) Merril) merupakan komoditas penting karena tingkat komsumsi masyarakat Indonesia cukup tinggi terhadap tanaman tersebut. Peningkatan produktivitas dan kualitas kedelai masih menjadi permasalahan yang perlu dikaji dalam budidaya tanaman kedelai. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui sumber N yang paling efektif terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Mei sampai Agustus 2018 di Lahan Percobaan dan Laboratarium Agronomi Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Islam Negri Sultan Syarif Kasim Riau. Penelitian ini mengunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan dengan 10 ulangan (Urea, Zwavelzure Amoniak, Tandan Kosong Kelapa Sawit dan Kandang Ayam). Parameter yang diamati yaitu Tinggi Tanaman, Umur Bunga, Jumlah Polong Pertanaman, Jumlah Biji Perpolong, Bobot 100 Biji, Bobot Biji Kering, Jumlah Bintil Akar, Berat Basah Tanaman dan Berat Kering tanaman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian beberapa jenis pupuk sumber N pada kedelai memberikan pengaruh nyata pada parameter Tinggi Tanaman, Bobot 100 Biji, Bobot Biji Kering, dan Berat Kering Tanaman. Pupuk sumber N (Urea) dapat memberikan hasil respon lebih baik dan efektif terhadap tanaman kedelai.
Baca lebih lanjut

57 Baca lebih lajut

Pengaruh Pupuk Kandang dan Nitrogen  Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai (Glycine max [L.] Merr.)

Pengaruh Pupuk Kandang dan Nitrogen Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai (Glycine max [L.] Merr.)

Upaya peningkatan produktivitas tanaman kedelai dapat dilakukan dengan peningkatan jumlah polong. Peningkatan jumlah polong dapat dilakukan dengan penurunan dominansi polong yang terbentuk lebih awal. Dominansi polong terjadi karena pemanfaatan asimilasi oleh polong yang terbentuk lebih awal, lalu menjadikan polong tersebut sebagai sink utama dalam mengalokasikan asimilat sehingga menyebabkan pengguguran pada bunga yang terbentuk lebih akhir (Nico et al., 2016). Oleh karena itu, pemberian pupuk kandang dan pupuk nitrogen diharapkan mampu untuk menurunkan dominasi polong yang terbentuk lebih awal. Penambahan pupuk organik seperti pupuk kandang pada tanah dapat memperbaiki agregasi tanah, sehingga mampu menambah jumlah pori- pori tanah sehingga tanah menjadi lebih gembur dan akhirnya menjadi media yang cocok untuk pertumbuhan tanaman karena pertumbuhan akar semakin luas dan penyerapan hara semakin baik. Nitrogen diperlukan oleh tanaman kedelai dalam proses pertumbuhannya terutama pada saat masa pertumbuhan vegetatif. Islam et al. (2010) menyatakan bahwa nitrogen dapat menambah ukuran lingkar batang dan juga berperan dalam pembentukan klorofil pada daun, yang merupakan komponen dalam penyerapan cahaya pada saat fotosintesis. Nitrogen berperan penting dalam proses fotosintesis, sehingga keberadaannya sangat diperlukan dalam kelangsungan proses metabolisme dan repirasi.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Pengaruh Pupuk Kandang dan Nitrogen Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai (Glycine max [L.] Merr.)

Pengaruh Pupuk Kandang dan Nitrogen Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai (Glycine max [L.] Merr.)

Upaya peningkatan produktivitas tanaman kedelai dapat dilakukan dengan peningkatan jumlah polong. Peningkatan jumlah polong dapat dilakukan dengan penurunan dominansi polong yang terbentuk lebih awal. Dominansi polong terjadi karena pemanfaatan asimilasi oleh polong yang terbentuk lebih awal, lalu menjadikan polong tersebut sebagai sink utama dalam mengalokasikan asimilat sehingga menyebabkan pengguguran pada bunga yang terbentuk lebih akhir (Nico et al., 2016). Oleh karena itu, pemberian pupuk kandang dan pupuk nitrogen diharapkan mampu untuk menurunkan dominasi polong yang terbentuk lebih awal. Penambahan pupuk organik seperti pupuk kandang pada tanah dapat memperbaiki agregasi tanah, sehingga mampu menambah jumlah pori- pori tanah sehingga tanah menjadi lebih gembur dan akhirnya menjadi media yang cocok untuk pertumbuhan tanaman karena pertumbuhan akar semakin luas dan penyerapan hara semakin baik. Nitrogen diperlukan oleh tanaman kedelai dalam proses pertumbuhannya terutama pada saat masa pertumbuhan vegetatif. Islam et al. (2010) menyatakan bahwa nitrogen dapat menambah ukuran lingkar batang dan juga berperan dalam pembentukan klorofil pada daun, yang merupakan komponen dalam penyerapan cahaya pada saat fotosintesis. Nitrogen berperan penting dalam proses fotosintesis, sehingga keberadaannya sangat diperlukan dalam kelangsungan proses metabolisme dan repirasi.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...