Top PDF Pengaruh risiko usaha terhadap rasio Kecukupan modal inti (tier 1) pada Bank umum swasta nasional Devisa - Perbanas Institutional Repository

Pengaruh risiko usaha terhadap rasio Kecukupan modal inti (tier 1) pada Bank umum swasta nasional Devisa - Perbanas Institutional Repository

Pengaruh risiko usaha terhadap rasio Kecukupan modal inti (tier 1) pada Bank umum swasta nasional Devisa - Perbanas Institutional Repository

18/POJK0.3/2016, risiko operasional adalah risiko akibat ketidakcukupan dan/atau tidak berfungsinya proses internal, kesalahan manusia, kegagalan sistem dan/atau adanya kejadian- kejadian eksternal yang mempengaruhi operasional bank. Risiko operasional dapat diukur menggunakan Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) dan Fee Based Income Ratio (FBIR). BOPO memiliki pengaruh yang positif terhadap risiko operasional. Apabila BOPO meningkat, maka terjadi peningkatan beban operasional lebih besar daripada pendapatan operasional. Hal ini menunjukkan bahwa bank mengalami kegagalan dalam kegiatan operasionalnya. Setiap peningkatan beban operasional seharusnya diikuti dengan peningkatan operasional yang lebih besar. Kegagalan operasional tersebut mengakibatkan meningkatnya risiko operasional, dengan demikian BOPO berpengaruh positif terhadap risiko operasional.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan - Pengaruh risiko usaha terhadap rasio Kecukupan modal inti (tier 1) pada Bank umum swasta nasional Devisa - Perbanas Institutional Repository

BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan - Pengaruh risiko usaha terhadap rasio Kecukupan modal inti (tier 1) pada Bank umum swasta nasional Devisa - Perbanas Institutional Repository

7. Variabel PDN secara parsial mempunyai pengaruh positif tidak signifikan terhadap Rasio Kecukupan Modal Inti (Tier 1) pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa dari periode triwulan satu tahun 2013 sampai dengan triwulan empat tahun 2017. Dapat disimpulkan bahwa risiko pasar secara parsial mempunyai pengaruh negatif terhadap Rasio Kecukupan Modal Inti (Tier 1). Besarnya kontribusi variabel PDN adalah sebesar 1,85 persen terhadap Rasio Kecukupan Modal Inti (Tier 1) pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa. Dengan demikian, hipotesis kedelapan yang menyatakan bahwa PDN secara parsial mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Rasio Kecukupan Modal Inti (Tier 1) pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa ditolak.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah - Pengaruh risiko usaha terhadap rasio Kecukupan modal inti (tier 1) pada Bank umum swasta nasional Devisa - Perbanas Institutional Repository

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah - Pengaruh risiko usaha terhadap rasio Kecukupan modal inti (tier 1) pada Bank umum swasta nasional Devisa - Perbanas Institutional Repository

Oleh karena itu, bank diwajibkan untuk memenuhi persyaratan kecukupan modal inti (Tier 1) yang telah ditetapkan oleh Bassel III secara internasional, maupun oleh Bank Indonesia secara nasional, dengan mempertimbangkan nilai pos aset dan kewajiban serta mempertimbangkan tentang Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR). Guna menampung risiko kerugian yang ditimbulkan baik dari operasional bank (internal), menunjukkan kemampuan bank dalam menyediakan dana untuk keperluan pengembangan usaha, serta untuk mengukur tingkat kesehatan bank yang dapat dihitung dengan menggunakan rasio permodalan yaitu Rasio Kecukupan Modal Inti (Tier1). Modal inti (Tier 1) menunjukkan pula kemampuan bank pada penyediaan dana untuk keperluan pengembangan usaha, serta untuk mengukur tingkat kesehatan bank
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - Pengaruh risiko usaha terhadap rasio Kecukupan modal inti (tier 1) pada Bank umum swasta nasional Devisa - Perbanas Institutional Repository

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - Pengaruh risiko usaha terhadap rasio Kecukupan modal inti (tier 1) pada Bank umum swasta nasional Devisa - Perbanas Institutional Repository

Berdasarkan pembahasan diatas dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa risiko likuiditas berpengaruh negatif terhadap kecukupan modal inti (Tier 1). Hal ini dapat terjadi apabila risiko likuiditas meningkat dengan terlihatnya penurunan terhadap IPR yang akan berakibat beban bunga akan lebih besar dibandingkan pendapatan dari investasi sehingga laba akan turun dan dapat mempengaruhi modal yang diperoleh serta dapat mengakibatkan kecukupan modal inti (Tier 1) menurun. 2. Pengaruh Risiko Kredit Terhadap Rasio Kecukupan Modal Inti
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

PENGARUH RISIKO USAHA TERHADAP RASIO KECUKUPAN MODAL INTI (TIER 1) PADA BANK-BANK KELOMPOK BUKU 3 DAN BUKU 4 - Perbanas Institutional Repository

PENGARUH RISIKO USAHA TERHADAP RASIO KECUKUPAN MODAL INTI (TIER 1) PADA BANK-BANK KELOMPOK BUKU 3 DAN BUKU 4 - Perbanas Institutional Repository

PDN dapat berpengaruh positif atau negatif dengan Rasio Kecukupan Modal Inti (TIER 1). Hal ini dapat terjadi apabila PDN meningkat, berarti terjadi peningkatan aktiva valas dengan persen- tase lebih besar daripada persentase pe- ningkatan pasiva valas. Apabila kondisi ini diikuti dengan kenaikan nilai tukar maka akan menyebabkan kenaikan pe- ndapatan valas lebih besar dibanding- kan dengan kenaikan biaya valas se- hingga akan menyebabkan bertambah- nya laba dan meningkatnya modal se- hingga berakibat pada kenaikan Rasio Kecukupan Modal Inti (TIER 1). Namun apabila diikuti oleh penurunan nilai tukar maka akan menyebabkan penu- runan pendapatan valas lebih besar di- bandingkan dengan biaya valas sehingga akan menyebabkan berkurangnya laba dan mengurangi modal sehingga bera-
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PENGARUH RISIKO USAHA TERHADAP RASIO KECUKUPAN MODAL INTI (TIER 1) PADA BANK-BANK KELOMPOK BUKU 3 DAN BUKU 4 - Perbanas Institutional Repository

PENGARUH RISIKO USAHA TERHADAP RASIO KECUKUPAN MODAL INTI (TIER 1) PADA BANK-BANK KELOMPOK BUKU 3 DAN BUKU 4 - Perbanas Institutional Repository

Dengan mengucapkan rasa syukur kehadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nyalah sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini yang berjudul “ Pengaruh Risiko Usaha Terhadap Rasio Kecukupan Modal Inti (Tier 1) pada Bank-Bank Kelompok Buku 3 Dan Buku 4 ” .

13 Baca lebih lajut

PENGARUH RISIKO USAHA TERHADAP RASIO KECUKUPAN MODAL INTI (TIER 1) PADA BANK-BANK KELOMPOK BUKU 3 DAN BUKU 4 - Perbanas Institutional Repository

PENGARUH RISIKO USAHA TERHADAP RASIO KECUKUPAN MODAL INTI (TIER 1) PADA BANK-BANK KELOMPOK BUKU 3 DAN BUKU 4 - Perbanas Institutional Repository

1. Variabel LDR, IPR, NPL, APB, IRR, PDN, BOPO, dan FBIR secara bersama- sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Rasio Kecukupan Modal Inti (TIER 1) pada Bank-Bank Kelompok Buku 3 dan Buku 4 yang menjadi sampel penelitian bank-bank sampel penelitian dari periode triwulan satu tahun 2010 sampai dengan triwulan dua tahun 2015. Artinya risiko likuiditas, risiko kredit, risiko pasar, dan risiko operasional mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Rasio Kecukupan Modal Inti (TIER 1). Besarnya pengaruh LDR, IPR, NPL, APB, IRR, PDN, BOPO, dan FBIR terhadap Rasio Kecukupan Modal Inti (TIER 1) pada bank-bank sampel penelitian sebesar 68,3 persen. Sedangkan sisanya 31,7 persen dipengaruhi oleh variabel selain variabel penelitian. Dengan demikian hipotesis pertama yang menyatakan bahwa LDR, IPR, NPL, APB, IRR, PDN, BOPO, dan FBIR terhadap Rasio Kecukupan Modal Inti (TIER 1) pada Bank-Bank Kelompok Buku 3 dan Buku 4 diterima.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENGARUH RISIKO USAHA DAN RENTABILITAS TERHADAP MODAL PADA BANK UMUM SWASTA NASIONAL DEVISA - Perbanas Institutional Repository

PENGARUH RISIKO USAHA DAN RENTABILITAS TERHADAP MODAL PADA BANK UMUM SWASTA NASIONAL DEVISA - Perbanas Institutional Repository

Menurut teori pengaruh antara LDR dengan CAR adalah positif namun, hasil analisis regresi linier variabel LDR memiliki koefisien regresi negatif sebesar - 0,005 yang berarti tidak sesuai dengan teori. Ketidaksesuaian antara teori dengan hasil penelitian disebabkan karena LDR bank sampel penelitian mengalami peningkatan. Meningkatnya LDR disebabkan peningkatan kredit yang disalurkan lebih besar daripada peningkatan dana pihak ketiga sehingga peningkatan pendapatan bunga lebih besar daripada peningkatan biaya bunga sehingga laba meningkat, modal meningkat, dan CAR mengalami peningkatan. Namun, pada penelitian ini CAR mengalami penurunan. Dengan demikian dapat disimpulkan pengaruh antara LDR dengan CAR adalah negatif. Apabila dikaitkan dengan risiko likuiditas maka, pengaruh LDR terhadap risiko likuiditas adalah negatif. Meningkatnya LDR menunjukkan bahwa kemampuan likuiditas bank tinggi maka risiko likuiditas yang dihadapi bank semakin rendah. Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa pengaruh risiko likuiditas terhadap CAR adalah positif. Hal ini dikarenakan risiko likuiditas bank sampel cenderung mengalami penurunan dan CAR bank sampel penelitian mengalami penurunan. Menurunnya risiko likuiditas dikarenakan LDR bank sampel penelitian yang mengalami peningkatan sehingga risiko likuiditas yang dihadapi bank menurun.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

PENGARUH RISIKO USAHA TERHADAP ROA PADA BANK UMUM SWASTA NASIONAL DEVISA - Perbanas Institutional Repository

PENGARUH RISIKO USAHA TERHADAP ROA PADA BANK UMUM SWASTA NASIONAL DEVISA - Perbanas Institutional Repository

Pengaruh IPR terhadap ROA Ketidaksesuaian hasil penelitian ini dengan teori dikarenakan secara teoritis apabila IPR meningkat, berarti telah terjadi peningkatan investasi surat-surat berharga yang disalurkan bank lebih besar dibandingkan peningkatan DPK. Akibatnya terjadi peningkatan pendapatan lebih besar dibanding peningkatan biaya, sehingga laba bank meningkat, dan ROA bank juga meningkat. Selama periode penelitian triwulan satu tahun 2011 sampai dengan triwulan empat tahun 2015, ROA bank sampel penelitian mengalami penurunan yang dibuktikan dengan trend negatif sebesar 0,10 persen.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

PENGARUH RISIKO USAHA TERHADAP RASIO KECUKUPAN MODAL INTI (TIER 1) PADA BANK-BANK KELOMPOK BUKU 3 DAN BUKU 4 - Perbanas Institutional Repository

PENGARUH RISIKO USAHA TERHADAP RASIO KECUKUPAN MODAL INTI (TIER 1) PADA BANK-BANK KELOMPOK BUKU 3 DAN BUKU 4 - Perbanas Institutional Repository

Risiko operasional dapat menimbulkan kerugian keuangan secara langsung maupun tidak langsung, serta kerugian potensial berupa kesempatan yang hilang untuk memperoleh keuntungan. Di samping itu, risiko operasional juga dapat menimbulkan kerugian yang tidak dapat atau sulit dihitung secara kuantitatif, seperti nama baik atau reputasi bank, yang dampak kerugian terkait dengan reputasi pada akhirnya dapat berakibat pada kerugian finansial. Menurut Veithzal Rivai (2012:482) untuk mengukur risiko likuiditas maka rasio-rasio yang dapat dipergunakan adalah:
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

PENGARUH RISIKO USAHA DAN RENTABILITAS TERHADAP MODAL PADA BANK UMUM SWASTA NASIONAL DEVISA - Perbanas Institutional Repository

PENGARUH RISIKO USAHA DAN RENTABILITAS TERHADAP MODAL PADA BANK UMUM SWASTA NASIONAL DEVISA - Perbanas Institutional Repository

Dengan mengucapkan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan dengan baik skripsi ini yang berjudul “Pengaruh Risiko Usaha dan Rentabilitas Terhadap Modal Pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa”. Adapun tujuan penyusunan skripsi adalah guna menempuh dan memenuhi salah satu sayarat penyelesaian program pendidikan sarjana strata satu (S1) jurusan manajemen perbankan STIE Perbanas Surabaya.

12 Baca lebih lajut

PENGARUH RISIKO USAHA TERHADAP CAR PADA BANK UMUM SWASTA NASIONAL DEVISA - Perbanas Institutional Repository

PENGARUH RISIKO USAHA TERHADAP CAR PADA BANK UMUM SWASTA NASIONAL DEVISA - Perbanas Institutional Repository

ini dapat terjadi karena apabila IRR meningkat berarti telah terjadi peningkatan IRSA dengan persentase lebih besar dibandingkan dengan persentase peningkatan IRSL. Jika pada saat itu suku bunga cenderung naik, maka akan terjadi kenaikan pendapatan bunga lebih besar dibandingkan kenaikan biaya bunga, yang berarti risiko suku bunga yang dihadapi bank menurun. Apabila tingkat suku bunga saat itu mengalami penurunan maka terjadi penurunan pendapatan bunga lebih besar dibandingkan dengan penurunan biaya bunga yang berarti risiko suku bunga yang dihadapi bank meningkat. Pada sisi lain, pengaruh IRR terhadap CAR adalah bisa positif atau negatif. Hal ini dapat terjadi karena apabila IRR meningkat maka terjadi peningkatan IRSA dengan persentase lebih besar daripada persentase peningkatan IRSL. Apabila saat itu tingkat suku bunga cenderung meningkat maka akan terjadi peningkatan pendapatan bunga lebih besar daripada peningkatan biaya bunga sehingga laba bank meningkat, modal bank meningkat, dan CAR juga akan meningkat. Jadi pengaruh IRR terhadap CAR adalah positif. Sebaliknya, apabila tingkat suku bunga mengalami penurunan, maka akan terjadi penurunan pendapatan bunga lebih besar dibandingkan dengan penurunan biaya bunga. Sehingga laba bank menurun, modal bank menurun, dan CAR juga menurun. Jadi pengaruh IRR terhadap CAR adalah negatif. Dengan demikian, pengaruh risiko pasar terhadap CAR adalah bisa positif atau negatif.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENGARUH RISIKO USAHA TERHADAP CAR PADA BANK UMUM SWASTA NASIONAL DEVISA - Perbanas Institutional Repository

PENGARUH RISIKO USAHA TERHADAP CAR PADA BANK UMUM SWASTA NASIONAL DEVISA - Perbanas Institutional Repository

Lampiran 1 : Perhitungan LDR Lampiran 2 : Perhitungan IPR Lampiran 3 : Perhitungan NPL Lampiran 4 : Perhitungan APB Lampiran 5 : Perhitungan IRR Lampiran 6 : Perhitungan PDN Lampiran 7 : Perhitungan BOPO Lampiran 8 : Perhitungan FBIR Lampiran 9 : Perhitungan CAR Lampiran 10 : Hasil Pengolahan SPSS Lampiran 11 : Trend BI Rate

12 Baca lebih lajut

PENGARUH RISIKO USAHA TERHADAP CAR PADA BANK UMUM SWASTA NASIONAL DEVISA - Perbanas Institutional Repository

PENGARUH RISIKO USAHA TERHADAP CAR PADA BANK UMUM SWASTA NASIONAL DEVISA - Perbanas Institutional Repository

The purpose of this study was to determine the effect of variable Liquidity risk, credit risk, market risk, and operational risk toward CAR on Foreign Exchange National Private Commercial Bank simultaneously and partially. The sample used in this research is a Bank Maybank Indonesia, Bank OCBC NISP, Bank Permata and Pan Indonesia Bank. This research period starting from the first quarter of 2010 until the second quarter of 2015. The technique of data analysis in this research is descriptive analysis and multiple linier regression analysis. The results provides evidence that LDR, IPR, NPL, APB, IRR, PDN, BOPO and FBIR have significant influence simultaneously toward CAR on Foreign Exchange National Private Commercial Bank. IPR partially has positive significant influence toward CAR on Foreign Exchange National Private Commercial Bank. LDR, IRR, and FBIR partially have influence positive unsignificant toward CAR on Foreign Exchange National Private Commercial Bank. NPL, APB, PDN, and BOPO partially have influence negative unsignificant toward CAR on Foreign Exchange National Private Commercial Bank. Among the eight independent variables LDR, IPR, NPL, APB, IRR , PDN, BOPO and FBIR the most dominant influence on CAR is IPR.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

PENGARUH RISIKO USAHA TERHADAP ROA PADA BANK UMUM SWASTA NASIONAL DEVISA - Perbanas Institutional Repository

PENGARUH RISIKO USAHA TERHADAP ROA PADA BANK UMUM SWASTA NASIONAL DEVISA - Perbanas Institutional Repository

Dalam perkembangannya bisnis perbankan mampu memberikan peran yangsangat penting dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi suatu negara. Perbankan salah satu bagian dari sistem keuangan yang fungsinya sebagai financial intermediaryyaitu sebagai lembaga yang berperan sebagai perantara antara dua pihak yakni pihak yang kelebihan dana dan pihak yang kekurangan dana. Bank menerima simpanan uang dari masyarakat dalam bentuk giro, deposito, maupun tabungan yang kemudian uang tersebut dikembalikan pada masyarakat dalam bentuk kredit.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

PENGARUH RISIKO USAHA TERHADAP ROA PADA BANK UMUM SWASTA NASIONAL DEVISA - Perbanas Institutional Repository

PENGARUH RISIKO USAHA TERHADAP ROA PADA BANK UMUM SWASTA NASIONAL DEVISA - Perbanas Institutional Repository

periode triwulan I 2010 sampai dengan triwulan IV 2014. Dapat disimpulkan bahwa risiko likuiditas secara parsial mempunyai pengaruh negatif yang tidak signifikan terhadap ROA. Besarnya pengaruh LDR secara parsial terhadap ROA pada bank umum swasta nasional devia 0,0676 persen. Dengan demikian hipotesis kedua yang menyatakan bahwa LDR secara parsial mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap Return On Asset (ROA) pada bank umum swasta nasional devisa adalah ditolak atau tidak terbukti.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENGARUH RISIKO USAHA TERHADAP ROA PADA BANK UMUM SWASTA NASIONAL DEVISA - Perbanas Institutional Repository

PENGARUH RISIKO USAHA TERHADAP ROA PADA BANK UMUM SWASTA NASIONAL DEVISA - Perbanas Institutional Repository

Risiko kredit adalah risiko akibat kegagalan debitur atau pihaklain dalam memenuhi kewajiban kepada Bank. Risiko kredit dapat bersumber dari berbagai aktivitas fungsional bank seperti perkreditan (pembiayaan), aktifitas treasuri (membeli obligasi korporat), aktivitas terkait investasi, pembiayaan perdagangan (trade finance), baik yang tercatat dalam banking book maupun trading book(Martono Soeprapto.2011:III-2 “Modul Uji Kompetensi Profesi Banker Bidang Manajemen Risiko Modul LSPP”. Level 1,Edisi Ke -3.Jakarta).
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

PENGARUH RISIKO USAHA TERHADAP ROA PADA BANK UMUM SWASTA NASIONAL DEVISA - Perbanas Institutional Repository

PENGARUH RISIKO USAHA TERHADAP ROA PADA BANK UMUM SWASTA NASIONAL DEVISA - Perbanas Institutional Repository

This research explains how the independent variables causing the dependent variable. Independent variables are LDR,NPL, BOPO, FBIR, IRR, PDN and ROA while the independent variable is Return On Asset. The subject of the research there are PT Bank Mestika Dharma,PT Bank Himpunan Saudara,PT Bank ICB Bumiputra, PT Bank Nusantara Parahyangan. And the technique used in this research is multiple linier regression.

14 Baca lebih lajut

Pengaruh risiko usaha terhadap kecukupan modal inti tier 1 pada bank pembangunan daerah - Perbanas Institutional Repository

Pengaruh risiko usaha terhadap kecukupan modal inti tier 1 pada bank pembangunan daerah - Perbanas Institutional Repository

3. Variabel IPR secara parsial mempunyai pengaruh negatif yang tidak signifikan terhadap Rasio Kecukupan Modal Inti (TIER 1) pada Bank Pembangunan Daerah yang menjadi sempel penelitian dari periode triwulan satu tahun 2013 sampai dengan triwulan empat tahun 2017. Dapat ditarik kesimpulan bahwa risiko likuiditas secara parsial mempunyai pengaruh negatif terhadap Rasio Kecukupan Modal Inti (TIER 1). Besarnya kontribusi variabel IPR adalah sebesar 1.82 persen terhadap Rasio Kecukupan Modal Inti (TIER 1) pada Bank pembangunan daerah. Maka hipotesis ketiga yang menyatakan bahwa IPR secara parsial mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Rasio Kecukupan Modal Inti (TIER 1) pada Bank Pembangunan Daerah ditolak.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENGARUH RISIKO USAHA TERHADAP CAR PADA BANK UMUM SWASTA NASIONAL DEVISA - Perbanas Institutional Repository

PENGARUH RISIKO USAHA TERHADAP CAR PADA BANK UMUM SWASTA NASIONAL DEVISA - Perbanas Institutional Repository

1. Variabel LDR, IPR, NPL, APB, IRR, PDN, BOPO dan FBIR secara bersama- sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel CAR pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa dari triwulan I tahun 2010 sampai dengan triwulan II tahun 2015. Hal ini menunjukkan bahwa risiko likuiditas, risiko kredit, risiko pasar dan risiko operasional secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap CAR pada bank sampel penelitian. Besarnya pengaruhnya adalah 54 persen, yang artinya bahwa perubahan yang terjadi pada variabel CAR pada Bank Umum Swasata Nasional Devisa yang merupakan sampel penelitian dipengaruhi oleh LDR, IPR, NPL, APB, IRR, PDN, BOPO dan FBIR sedangkan sisanya sebesar 46 persen dipengaruhi oleh variabel lain diluar variabel penelitian. Dengan demikian, hipotesis pertama penelitian ini menyatakan bahwa variabel LDR, IPR, NPL, APB, IRR, PDN, BOPO, dan FBIR secara bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap CAR pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa adalah diterima. 2. Variabel LDR secara parsial memiliki pengaruh positif yang tidak signifikan
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...