Top PDF PENGARUH VARIASI PERENDAMAN TERHADAP NILAI STABILITAS MARSHALL PADA LASBUTAG CAMPURAN PANAS

PENGARUH VARIASI PERENDAMAN TERHADAP NILAI STABILITAS MARSHALL PADA LASBUTAG CAMPURAN PANAS

PENGARUH VARIASI PERENDAMAN TERHADAP NILAI STABILITAS MARSHALL PADA LASBUTAG CAMPURAN PANAS

Dibuat: 2007-03-28 , dengan 3 file(s). Keywords: Stabilitas Marshall, Perendaman Lasbutag Campuran Panas. Jalan merupakan sarana transportasi darat yang terdiri dari beberapa material, seperti agregat kasar, agregat halus, filler (bahan pengisi) dan bitumen. Dalam proses pemeliharaan, kerusakan kadang terjadi lebih dini dari masa pelayanan yang salah satunya disebabkan oleh faktor air.

2 Baca lebih lajut

PENGARUH VARIASI PEMADATAN TERHADAP NILAI STABILITAS MARSHALL PADA LASBUTAG CAMPURAN PANAS

PENGARUH VARIASI PEMADATAN TERHADAP NILAI STABILITAS MARSHALL PADA LASBUTAG CAMPURAN PANAS

Nilai stabilitas marshall pada LASBUTAG campuran panas menunjukan nilai awal sebelum ada variasi tumbukan sebesar 244,772 kg pada modifier 3,6%:50%, sedangkan pada modifier 3,6%: 75% nilainya 216,733, dimana nilai stabilitas tersebut memenuhi syarat untuk lalu lintas rendah. Agar dapat dipergunakan untuk lalu lintas sedang dan berat, tumbukan yang dilakukan sebesar 49,5 dan 224,6. Pada LASBUTAG campuran panas komposisi modifier 3,6%: 75%, tumbukan yang dilakukan sebesar 105 dan lalu lintas berat sebesar 395. VIM pada kedua komposisi masih relatif besar dan menunjukan penurunan seiring dengan bertambahnya stabilitas pada
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

KORELASI ANTARA VARIASI PEMADATAN TERHADAP NILAI STABILITAS MARSHALL PADA LASBUTAG CAMPURAN PANAS

KORELASI ANTARA VARIASI PEMADATAN TERHADAP NILAI STABILITAS MARSHALL PADA LASBUTAG CAMPURAN PANAS

LASBUTAG marshall stability value in the hot mixture showed no variation of the initial value before the collision modifier of 244.772 kg at 3.6%: 50%, while the modifier 3.6%: 216.733 75% in value, where the stability is eligible for the low traffic . To be used for medium and heavy traffic, the collision is carried out at 49.5 and 224.6. In the hot mixture LASBUTAG modifier composition 3.6%: 75%, the collision is carried out for 105 and traffic is heavy at 395. VIM on both compositions are still relatively large and showed a decrease with increasing stability in LASBUTAG hot mixture. VMA qualified on both the composition of the modifier, above 16%. Flow on LASBUTAG hot mixture showed a trend to decline with the collision. From the test results and analysis show that the compaction of different variations affect the stability of the marshal.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

VARIASI PERENDAMAN PADA CAMPURAN BETON ASPAL TERHADAP NILAI STABILITAS MARSHALL

VARIASI PERENDAMAN PADA CAMPURAN BETON ASPAL TERHADAP NILAI STABILITAS MARSHALL

Telpon: 0341-581325, Hp: 081555844965. ABSTRAK Asphalt concrete is often used as a surface layer for anticipating the heavy traffic load and high, it is intended to obtain a coating that is able to contribute to the measured bearing capacity. Asphalt concrete mix composed of continuously graded aggregate and asphalt binding material, where the quality of asphalt concrete in the field will be affected by manufacturing process in the AMP, distribution and compaction in field. This study aims to determine the effect of immersion in the concrete mix to the Marshall stability value. The variation of immersion time used in this study 2, 4, 6, 8, 10, 12, 24, 48 and 72 hours. The results showed that there is a very strong influence on dipping against Marshall stability value as shown by the equation Y = - 10.67 x + 228.85 and will increase at 24 and 72 hours of immersion., While for the value of the air cavity will reach below the requirements after the age of 20 hours of immersion.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

KARAKTERISTIK MARSHALL DALAM ASPAL CAMPURAN PANAS AC-WC TERHADAP VARIASI TEMPERATUR PERENDAMAN

KARAKTERISTIK MARSHALL DALAM ASPAL CAMPURAN PANAS AC-WC TERHADAP VARIASI TEMPERATUR PERENDAMAN

umum Stabilitas Marshall akan turun seiring dengan bertambahnya VIM. Stabilitas Marshall adalah beban maksimum yang dapat ditanggung oleh benda uji pada suhu 60ºC dalam satuan beban. Stabilitas Marshall merupakan indikator dari kekuatan lapis perkerasan dalam memikul beban lalu lintas. Dalam Spesifikasi Umum Bidang Jalan dan Jembatan tahun 2010 dibatasi untuk Laston AC-WC harus mempunyai nilai Stabilitas Marshall minimum 800 kg. Semakin besar suhu rendaman, Stabilitas Marshall semakin kecil. Hal ini disebabkan aspal tidak tahan terhadap suhu tinggi.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PENGARUH PERENDAMAN CAMPURAN ATB (ASPHALT TREATED BASE) TERHADAP STABILITAS MARSHALL

PENGARUH PERENDAMAN CAMPURAN ATB (ASPHALT TREATED BASE) TERHADAP STABILITAS MARSHALL

berbentuk silinder dengan berat volume 1200 gram. Variasi waktu perendaman yang digunakan dalam penelitian ini adalah 2, 4, 6, 8, 10, 12, 24, 48, dan 72 jam dan untuk masing – masing variasi waktu perendaman menggunakan 3 buah benda uji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh perendaman terhadap Stabilitas Marshall, Kelelehan Plastis, Hasil Bagi Marshall dan Rongga Udara pada sifat campuran ATB. Untuk Stabilitas Marshall yaitu dengan ditunjukkan oleh persamaan : Y = -10,67x + 2288,5.

2 Baca lebih lajut

PENGARUH VARIASI KADAR ASPAL TERHADAP NILAI KARAKTERISTIK CAMPURAN PANAS ASPAL AGREGAT (AC-BC) DENGAN PENGUJIAN MARSHALL

PENGARUH VARIASI KADAR ASPAL TERHADAP NILAI KARAKTERISTIK CAMPURAN PANAS ASPAL AGREGAT (AC-BC) DENGAN PENGUJIAN MARSHALL

Jalan merupakan salah satu sarana transportasi darat yang sangat vital dalam meningkatkan kesejahteraan penduduk. Besarnya biaya pembangunan dan perawatan jalan, mengakibatkan proses perencanaaan dan pembuatan jalan baru menjadi lambat. Dengan kondisi seperti diatas, mungkin akan lebih baik jika pembangunan jalan lebih difokuskan pada peningkatan mutu jalan yang ada, baik dari segi biaya, metoda pelaksanaan maupun segi pemeliharaan sehingga diperoleh hasil yang lebih maksimal dan jalan bisa bertahan lama. Pada kondisi sekarang sering kita temui jalan yang mengalami kerusakan sebelum umur rencana tercapai. Hal ini disebabkan beberapa faktor diantaranya : saat pelaksanaan fisik jalan terjadi penyimpangan-penyimpangan pada spesifikasi yang telah ditentukan Kementerian Pekerjaan Umum, pemeliharaan jalan yang belum optimal, muatan kendaraan yang berlebih dari tonase yang sudah ditentukan dan faktor campuran aspal dengan agregat. Untuk itu, diperlukan suatu metoda yang dapat mengetahui terjadinya penyimpangan pelaksanaan yang telah memenuhi syarat spesifikasi Kementerian Pekerjaan Umum. Salah satu metoda yang mungkin bisa jadi pedoman adalah metoda analisa pengaruh variasi kadar aspal terhadap nilai karakteristik campuran Asphalt Concrete – Binder Course (AC-BC) dengan Pengujian Marshall. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menurunkan kadar aspal hingga 25%, mengakibatkan nilai Flow, VFA dan VIM mengalami penurunan dari kondisi normal (100 %), sedangkan nilai Stabilitas, Marshall Quotient (MQ) dan VMA mengalami kenaikan dari kondisi normal (100 %), hal ini mengakibatkan nilai karakteristik campuran Marshall tidak memenuhi spesifikasi campuran.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

STABILITAS MARSHALL PADA CAMPURAN ASPAL PANAS AC-BC GRADASI KASAR

STABILITAS MARSHALL PADA CAMPURAN ASPAL PANAS AC-BC GRADASI KASAR

Setelah diperoleh nilai-nilai parameter Marshall dari analisis pada kelompok benda uji I, II dan III, dimana hasil uji Marshall pada ketiga kelompok benda uji tersebut tidak memenuhi seluruh persyaratan karena diluar spesifikasi. Dan dapat disimpulkan dengan hasil tersebut, dipastikan tidak didapatkannya nilai Kadar Aspal Optimum (KAO) dari ketiga kelompok benda uji tersebut. Ini membuktikan bahwa nilai stabilitas yang telah memenuhi syarat tidak menjamin diperolehnya KAO, dikarenakan nilai MQ dan VFA yang tidak memenuhi spesifikasi. Serta dengan adanya perubahan variasi gradasi agregat kasar pada campuran AC-BC akan berpengaruh terhadap karakteristik campuran itu sendiri.
Baca lebih lanjut

83 Baca lebih lajut

PENGARUH VARIASI TEMPERATUR PEMADATAN TERHADAP NILAI STABILITAS MARSHALL PADA LASTON (AC-WC)

PENGARUH VARIASI TEMPERATUR PEMADATAN TERHADAP NILAI STABILITAS MARSHALL PADA LASTON (AC-WC)

14 2. Aspal Menurut Silvia Sukirman (2003), Aspal merupakan material perekat yang berwarna hitam atau coklat tua yang berasal dari bekas penyulingan minyak bumi dengan unsur utama bitumen. Pada temperatur ruang tertentu akan berbentuk padat dan bersifat termoplastis, pada suhu dinaikkan atau dipanaskan akan mencair dan dapat digunakan untuk membungkus partikel agregat pada saat pencampuran aspal. Aspal merupakan material visco elastic dan termoplastis, berarti sifatnya bervariasi dari kental sampai elastis atau mencair tergantung pada waktu pembebanan dan temperatur selama pencampuran serta pemadatan dari campuran aspal. Sifat aspal dapat dinyatakan sebagai viskositas tetapi pada kebanyakan kondisi pelayanan aspal visco-elasticatility dan sifatnya dapat dinyatakan dalam modulus kekakuan.
Baca lebih lanjut

70 Baca lebih lajut

PENGARUH VARIASI TEMPERATUR PEMADATAN TERHADAP NILAI STABILITAS MARSHALL PADA LASTON (AC-WC)

PENGARUH VARIASI TEMPERATUR PEMADATAN TERHADAP NILAI STABILITAS MARSHALL PADA LASTON (AC-WC)

2. Aspal Menurut Silvia Sukirman (2003), Aspal merupakan material perekat yang berwarna hitam atau coklat tua yang berasal dari bekas penyulingan minyak bumi dengan unsur utama bitumen. Pada temperatur ruang tertentu akan berbentuk padat dan bersifat termoplastis, pada suhu dinaikkan atau dipanaskan akan mencair dan dapat digunakan untuk membungkus partikel agregat pada saat pencampuran aspal. Aspal merupakan material visco elastic dan termoplastis, berarti sifatnya bervariasi dari kental sampai elastis atau mencair tergantung pada waktu pembebanan dan temperatur selama pencampuran serta pemadatan dari campuran aspal. Sifat aspal dapat dinyatakan sebagai viskositas tetapi pada kebanyakan kondisi pelayanan aspal visco-elasticatility dan sifatnya dapat dinyatakan dalam modulus kekakuan.
Baca lebih lanjut

138 Baca lebih lajut

STABILITAS DINAMIS BETON ASPAL CAMPURAN PANAS DIBAWAH VARIASI TEMPERATUR

STABILITAS DINAMIS BETON ASPAL CAMPURAN PANAS DIBAWAH VARIASI TEMPERATUR

Penelitian ini merupakan rangkaian penelitian dengan tujuan jangka panjang untuk mendapatkan campuran beton aspal yang ekonomis dan mempunyai durabilitas tinggi pada temperatur sampai 60 0 celcius dalam kondisi terendam banjir. Penelitian dilakukan dengan menguji stabilitas dinamis beton aspal campuran panas sebagai simulasi beban roda kendaraan pada perkerasan jalan lentur. Campuran yang diuji menggunakan agregat pengisi semen portland dan abu batu bergradasi halus bina marga 2010 dengan aspal pertamina, campuran beton aspal dengan aspal retona, serta campuran beton aspal menggunakan agregat bergradasi superpave. Sebelumnya semua campuran tersebut diuji stabilitas marshall, stabilitas sisa dan refusal density untuk mendapatkan komposisi campuran yang paling optimum. Uji stabilitas marshall dilakukan dengan variasi lama perendaman sampel 24,72 dan 120 jam pada temperatur 30, 38 dan 60 0 celcius. Stabilitas dinamis campuran diuji dengan wheel tracking device pada suhu 30 dan 60 0 cecius. Analisis data dilakukan dengan metode analisa regresi. Setelah diuji stabilitas dinamisnya dengan menggunakan alat wheel tracking padasuhu 30 0 dan 60 0 celsius, campuran dengan nilai stabilitas dinamis tertinggi dan kecepatan deformasi terendah adalah yang menggunakan gradasi halus bina marga dengan agregat pengisi abu batu dan aspal retona 55
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Stabilitas Dinamis Beton Aspal Campuran Panas Dibawah Variasi Temperatur

Stabilitas Dinamis Beton Aspal Campuran Panas Dibawah Variasi Temperatur

Penelitian ini merupakan rangkaian penelitian dengan tujuan jangka panjang untuk mendapatkan campuran beton aspal yang ekonomis dan mempunyai durabilitas tinggi pada temperatur sampai 60 0 celcius dalam kondisi terendam banjir. Penelitian dilakukan dengan menguji stabilitas dinamis beton aspal campuran panas sebagai simulasi beban roda kendaraan pada perkerasan jalan lentur. Campuran yang diuji menggunakan agregat pengisi semen portland dan abu batu bergradasi halus bina marga 2010 dengan aspal pertamina, campuran beton aspal dengan aspal retona, serta campuran beton aspal menggunakan agregat bergradasi superpave. Sebelumnya semua campuran tersebut diuji stabilitas marshall, stabilitas sisa dan refusal density untuk mendapatkan komposisi campuran yang paling optimum. Uji stabilitas marshall dilakukan dengan variasi lama perendaman sampel 24,72 dan 120 jam pada temperatur 30, 38 dan 60 0 celcius. Stabilitas dinamis campuran diuji dengan wheel tracking device pada suhu 30 dan 60 0 cecius. Analisis data dilakukan dengan metode analisa regresi. Setelah diuji stabilitas dinamisnya dengan menggunakan alat wheel tracking padasuhu 30 0 dan 60 0 celsius, campuran dengan nilai stabilitas dinamis tertinggi dan kecepatan deformasi terendah adalah yang menggunakan gradasi halus bina marga dengan agregat pengisi abu batu dan aspal retona 55
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENGARUH LAMA PEMERAMAN TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL PADA LAPISAN ASPAL BUTON BERAGREGAT (LASBUTAG) SISTEM CAMPURAN DINGIN (COLD MIX)

PENGARUH LAMA PEMERAMAN TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL PADA LAPISAN ASPAL BUTON BERAGREGAT (LASBUTAG) SISTEM CAMPURAN DINGIN (COLD MIX)

beragregat.melakukan variasi waktu pencampuran atau pemeraman diharapkan dapat memperbaiki kekuragan yang dimilki asbuton dari analisa statistik dapat ditunjukan dengan adanya perbedaan variasi waktu pemeraman akan mempengaruhi nilai stabilitas marshall,hal tersebut ditunjukan dengan Y = (-154081.2) + 7548.5.X(Fhitung = 19.36 > Ftabel = 4.24 pada taraf probabilitas 0.05, sedangkan terhadap flow dilakukan analisa statistic dengan adanya perbedaan variasi waktu pemeraman akan mempengaruhi nilai flow,hal tersebut ditunjukan dengan Y = 2.222 - 1.697X (Fhitung = 5.224 > Ftabel = 4.24 ,pada taraf probabilitas 0.05 dengan adanya variasi pemeraman dari umur 2 jam sampai dengan 72 jam kurang berpengaruh terhadap nilai Marshall Quotient yaitu dengan ditunjukan oleh persamaan Y = 984.95 - 2.35.X + 0.076 X (Fhitung = 1.25
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

PENGARUH VARIASI SUHU DAN PENAMBAHAN ZAT ADITIF DERBO 101 PADA CAMPURAN AC-WC TERHADAP NILAI KARAKTERISTIK MARSHALL

PENGARUH VARIASI SUHU DAN PENAMBAHAN ZAT ADITIF DERBO 101 PADA CAMPURAN AC-WC TERHADAP NILAI KARAKTERISTIK MARSHALL

Cuaca di Indonesia pada akhir-akhir ini sulit diprediksi, karena mengalami perubahan suhu yang sangat ekstrim. Seringnya mengalami cuaca yang ekstrim, tentunya akan mempengaruhi daya ikat antara aspal dan agregat dan mengakibatkan pengelupasan campuran beraspal. Jika situasi ini berlangsung silih berganti dapat menimbulkan kerusakan pada lapisan permukaan dalam waktu yang singkat. Penggunaan antistripping DERBO-101 ini dapat meningkatkan daya lekat dan daya ikatan. Tujuan dilakukan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh penambahan Anti stripping terhadap nilai parameter marshall dan pengaruh suhu perendaman akibat penambahan anti stripping pada campuran AC-WC.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PENGARUH VARIASI SUHU DAN PENAMBAHAN ZAT ADITIF DERBO 101 PADA CAMPURAN AC-WC TERHADAP NILAI KARAKTERISTIK MARSHALL

PENGARUH VARIASI SUHU DAN PENAMBAHAN ZAT ADITIF DERBO 101 PADA CAMPURAN AC-WC TERHADAP NILAI KARAKTERISTIK MARSHALL

v ABSTRAK Cuaca di Indonesia pada akhir-akhir ini sulit diprediksi, karena mengalami perubahan suhu yang sangat ekstrim. Seringnya mengalami cuaca yang ekstrim, tentunya akan mempengaruhi daya ikat antara aspal dan agregat dan mengakibatkan pengelupasan campuran beraspal. Jika situasi ini berlangsung silih berganti dapat menimbulkan kerusakan pada lapisan permukaan dalam waktu yang singkat. Penggunaan antistripping DERBO-101 ini dapat meningkatkan daya lekat dan daya ikatan. Tujuan dilakukan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh penambahan Anti stripping terhadap nilai parameter marshall dan pengaruh suhu perendaman akibat penambahan anti stripping pada campuran AC-WC.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PENGARUH VARIASI TEMPERATUR TERHADAP KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPAL MENGGUNAKAN METODE UJI MARSHALL TUGAS AKHIR - PENGARUH VARIASI TEMPERATUR TERHADAP KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPAL MENGGUNAKAN METODE UJI MARSHALL - repository perpustakaan

PENGARUH VARIASI TEMPERATUR TERHADAP KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPAL MENGGUNAKAN METODE UJI MARSHALL TUGAS AKHIR - PENGARUH VARIASI TEMPERATUR TERHADAP KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPAL MENGGUNAKAN METODE UJI MARSHALL - repository perpustakaan

Hasil pengujian Marshall dari 5 variasi sempel yang di uji yaitu 140˚c, 150˚c, 160˚c, 170˚c dan 180˚c didapatkan hasil terbaik pada temperatur 160˚c dengan nilai VIM 5,767%, nilai VMA 18,11%, nialai VFA 72,33%, nilai rerata Stabilitas Marshall 10334,33 kg, nilai rerata Kelelehan (Flow) 3,23 mm, dan nilai rerata Marshall Quotient (MQ) 313,86 kg/mm. Dengan hasil ini menunjukan bila pengolahan campuran aspal dibawah dan diatas temperatur standar yaitu 160°C hasilnya akan kurang baik.

13 Baca lebih lajut

PENGARUH NILAI SAND EQUIVALENT TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL DAN DURABILITAS PADA  Pengaruh Nilai Sand Equivalent Terhadap Karakteristik Marshall Dan Durabilitas Pada Campuran AC (Asphalt Concrete).

PENGARUH NILAI SAND EQUIVALENT TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL DAN DURABILITAS PADA Pengaruh Nilai Sand Equivalent Terhadap Karakteristik Marshall Dan Durabilitas Pada Campuran AC (Asphalt Concrete).

Berdasarkan penelitian menunjukkan bahwa, variasi nilai SE mempengaruhi karakteristik Marshall dan durabilitas campuran AC . Pada nilai KAO 5,73%, nilai stabilitas cenderung menurun seiring dengan bertambahnya nilai sand equivalent, flow cenderung naik seiring dengan menurunnya nilai sand equivalent, VFWA cenderung menurun seiring dengan bertambahnya nilai sand equivalent , VIM cenderung menurun seiring dengan berkurangnya nilai sand equivalent, MQ cenderung menurun seiring dengan berkurangnya nilai sand equivalent , density semakin besar seiring dengan berkurangnya nilai sand equivalent. Berdasarkan parameter Marshall, nilai density dan VIM dapat diketahui, bahwa lumpur yang ada pada material pasir justru lebih berperan sebagai bahan pengisi (filler) yang dapat meningkatkan kinerja material AC , sedang untuk aspek durabilitas semua benda uji dengan variasi nilai sand equivalent menunjukkan nilai r (indeks penurunan stabilitas) ≤ 1% yang berarti, bahwa bahan perkerasan yang dihasilkan tergolong bahan yang durabel (awet). Nilai sand equivalent yang masih dapat ditolerir, pada kisaran 48,31% - 80% untuk properties Marshall dan kisaran 54,86% - 80%
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PENGARUH NILAI SAND EQUIVALENT TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL DAN DURABILITAS PADA  Pengaruh Nilai Sand Equivalent Terhadap Karakteristik Marshall Dan Durabilitas Pada Campuran AC (Asphalt Concrete).

PENGARUH NILAI SAND EQUIVALENT TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL DAN DURABILITAS PADA Pengaruh Nilai Sand Equivalent Terhadap Karakteristik Marshall Dan Durabilitas Pada Campuran AC (Asphalt Concrete).

Berdasarkan penelitian menunjukkan bahwa, variasi nilai SE mempengaruhi karakteristik Marshall dan durabilitas campuran AC. Pada nilai KAO 5,73%, nilai stabilitas cenderung menurun seiring dengan bertambahnya nilai sand equivalent, flow cenderung naik seiring dengan menurunnya nilai sand equivalent, VFWA cenderung menurun seiring dengan bertambahnya nilai sand equivalent, VIM cenderung menurun seiring dengan berkurangnya nilai sand equivalent, MQ cenderung menurun seiring dengan berkurangnya nilai sand equivalent, density semakin besar seiring dengan berkurangnya nilai sand equivalent. Berdasarkan parameter Marshall, nilai density dan VIM dapat diketahui, bahwa lumpur yang ada pada material pasir justru lebih berperan sebagai bahan pengisi (filler) yang dapat meningkatkan kinerja material AC, sedang untuk aspek durabilitas semua benda uji dengan variasi nilai sand equivalent menunjukkan nilai r (indeks penurunan stabilitas) ≤ 1% yang berarti, bahwa bahan perkerasan yang dihasilkan tergolong bahan yang durabel (awet). Nilai sand equivalent yang masih dapat ditolerir, pada kisaran 48,31% - 80% untuk properties Marshall dan kisaran 54,86% - 80% untuk nilai durabilitas.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH BUBUTAN BAJA PADA LAPIS TIPIS CAMPURAN ASPAL PANAS TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL

PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH BUBUTAN BAJA PADA LAPIS TIPIS CAMPURAN ASPAL PANAS TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL

Jalan merupakan fasilitas yang sangat penting bagi manusia. salah satu jenis perkerasan jalan yang sering dijumpai adalah perkerasan lentur (aspal). Penggunaan jalan yang terus-menerus mengakibatkan munculnya kerusakan jalan. Perawatan jalan yang biasa dilakukan adalah dengan overlay (pelapisan ulang) pada lapis perkerasan, namun hal ini berakibat tebal dari lapis tersebut menjadi tidak terkontrol, maka dari itu muncul gagasan untuk membuat lapis tipis campuran aspal panas. Lapis tipis berfungsi untuk mengontrol ketebalan lapis itu sendiri. Untuk meningkatkan kinerja dari lapis tipis tersebut muncul sebuah ide untuk memberikan bahan tambah pada lapis tipis ini, dan bahan tambah yang digunakan adalah limbah bubutan baja. Limbah bubutan baja merupakan bahan sisa yang jarang digunakan, sehingga penggunaannya akan membantu mengurangi limbah tersebut di lingkungan. Disamping variasi kadar aspal yang berkisar antara 4,5%-6,5%, penggunaan bahan tambah ini juga bervariasi antara 1-5% (dari total campuran benda uji) dan benda uji yang dibuat akan diuji menggunakan alat uji Marshall. Setelah dilakukan pengujian terhadap seluruh benda uji, didapatkan kadar penambahan limbah bubutan baja optimum sebesar 2,54% pada kadar aspal 5,25%. Dan dibandingkan dengan benda uji normal (tanpa penambahan limbah bubutan baja), benda uji tersebut mengalami peningkatan pada nilai stabilitas, pori dan Marshall Quotient, namun mengalami penurunan pada nilai flow dan bulk density.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH BUBUTAN BAJA PADA LAPIS TIPIS CAMPURAN ASPAL PANAS TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL

PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH BUBUTAN BAJA PADA LAPIS TIPIS CAMPURAN ASPAL PANAS TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL

Keywords : thin surface hotmix asphalt, lathe-steel waste, Marshall Abstrak Jalan merupakan fasilitas yang sangat penting bagi manusia. salah satu jenis perkerasan jalan yang sering dijumpai adalah perkerasan lentur (aspal). Penggunaan jalan yang terus-menerus mengakibatkan munculnya kerusakan jalan. Perawatan jalan yang biasa dilakukan adalah dengan overlay (pelapisan ulang) pada lapis perkerasan, namun hal ini berakibat tebal dari lapis tersebut menjadi tidak terkontrol, maka dari itu muncul gagasan untuk membuat lapis tipis campuran aspal panas. Lapis tipis berfungsi untuk mengontrol ketebalan lapis itu sendiri. Untuk meningkatkan kinerja dari lapis tipis tersebut muncul sebuah ide untuk memberikan bahan tambah pada lapis tipis ini, dan bahan tambah yang digunakan adalah limbah bubutan baja. Limbah bubutan baja merupakan bahan sisa yang jarang digunakan, sehingga penggunaannya akan membantu mengurangi limbah tersebut di lingkungan. Disamping variasi kadar aspal yang berkisar antara 4,5%-6,5%, penggunaan bahan tambah ini juga bervariasi antara 1-5% (dari total campuran benda uji) dan benda uji yang dibuat akan diuji menggunakan alat uji Marshall. Setelah dilakukan pengujian terhadap seluruh benda uji, didapatkan kadar penambahan limbah bubutan baja optimum sebesar 2,54% pada kadar aspal 5,25%. Dan dibandingkan dengan benda uji normal (tanpa penambahan limbah bubutan baja), benda uji tersebut mengalami peningkatan pada nilai stabilitas, pori dan Marshall Quotient, namun mengalami penurunan pada nilai flow dan bulk density.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects