Top PDF PENGARUH VARIASI SERAT SABUT KELAPA TERHADAP KEKUATAN MEKANIK KOMPOSIT

PENGARUH VARIASI SERAT SABUT KELAPA TERHADAP KEKUATAN MEKANIK KOMPOSIT

PENGARUH VARIASI SERAT SABUT KELAPA TERHADAP KEKUATAN MEKANIK KOMPOSIT

Komposit adalah suatu material yang terbentuk dari kombinasi dua atau lebih material, dimana sifat mekanik dari material pembentuknya berbeda-beda. Dikarenakan karakteristik pembentuknya berbeda-beda, maka akan dihasilkan material baru yaitu komposit yang mempunyai sifat mekanik dan karakteristik yang berbeda dari material-material pembentuknya. (Jonathan, 2013)

15 Baca lebih lajut

Pengaruh Variasi Arah Susunan Serat Sabut Kelapa terhadap Sifat Mekanik Komposit Serat Sabut Kelapa

Pengaruh Variasi Arah Susunan Serat Sabut Kelapa terhadap Sifat Mekanik Komposit Serat Sabut Kelapa

Beberapa kelebihan FRP banyak digunakan sebagai material kapal, yaitu: (1) ringan dan kuat, (2) memiliki ketahanan terhadap keretakan, kelelahan dan korosi yang sangat rendah (3) fleksibel dalam perencanaan, (4) mudah dibentuk sesuai dengan bentuk badan kapal. Meskipun FRP berpotensial sebagai bahan baku utama untuk pembuatan konstruksi kapal, akan tetapi serat yang digunakan dalam proses pembuatan FRP untuk saat ini terbuat dari bahan sintetis yang memiliki sifat sukar untuk didaur ulang dan dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan. FRP tidak bisa terurai dan akan mencemari lingkungan karena bersifat anorganik. Salah satu cara yang dilakukan untuk memusnahkannya yaitu melalui pembakaran, namun dalam proses pembakaran akan meningkatkan polusi udara, yang pada akhirnya akan menambah pencemaran lingkungan. Oleh karena itu, dewasa ini serat yang menjadi obyek penelitian sebagai penguat komposit ialah serat alam. Komposit yang berpenguat serat alam dapat dimusnahkan dengan cara cukup membenamkannya didasar laut, sehingga binatang laut bisa menempel ke dinding komposit tersebut dan akhirnya mampu didaur ulang oleh makhluk hidup laut. Selain itu dengan penggunaan serat alam sebagai bahan komposit untuk kapal-kapal kecil, ini berarti dapat mengurangi penebangan kayu yang biasanya dibutuhkan untuk pemenuhan produksi kapal kayu. Di Indonesia, umumnya kapal-kapal kecil ataupun nelayan biasanya menggunakan kapal kayu sehingga mengakibatkan sering terjadi penebangan liar dan kemudian dijual ke produsen kapal kayu. Hal ini berdampak pada perusakan lingkungan. Oleh karena itu, penggunaan serat sabut kelapa sebagai bahan komposit yang akan digunakan sebagai material kapal merupakan salah satu yang ramah lingkungan.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Analisis Sifat Mekanik Material Komposit Dari Serat Sabut Kelapa

Analisis Sifat Mekanik Material Komposit Dari Serat Sabut Kelapa

terbentuk dari kombinasi dua atau lebih material pembentuknya melalui campuran yang tidak homogen, dimana sifat mekanik dari masing-masing material pembentuknya berbeda. Dari campuran tersebut akan dihasilkan material komposit yang mempunyai sifat mekanik dan karakteristik yang berbeda dari material pembentuknya sehingga kita leluasa merencanakan kekuatan material komposit yang kita inginkan dengan jalan mengatur komposisi dari material pembentuknya. Jadi komposit merupakan sejumlah sistem multi fasa sifat dengan gabungan, yaitu gabungan antara bahan matriks atau pengikat dengan penguat.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Pengaruh Perlakuan Alkali Serat Sabut Kelapa terhadap Kekuatan Tarik Komposit Polyester

Pengaruh Perlakuan Alkali Serat Sabut Kelapa terhadap Kekuatan Tarik Komposit Polyester

Kekuatan tarik merupakan salah satu sifat mekanik yang sangat penting dari bahan komposit yang sangat dipengaruhi oleh gaya ikat antara serat dan matrik. Penelitian ini berupaya untuk meningkatkan gaya ikat antara serat sabut kelapa dengan matrik dengan menggunakan perlakuan alkali serat sebelum dipergunakan. Perlakuan alkali dengan melakukan perendaman serat sabut kelapa didalam larutan NaOH 5% selama (2, 4, 6, 8) jam. Setelah dicuci dan dikeringkan serat sabut kelapa dipergunakan sebagai penguat pada komposit matrik polyester 60 %. Hasil yang diperoleh dari pengujian tarik pada penelitian ini menunjukan bahwa dengan fraksi Volume melakukan perendaman serat sabut kelapa kedalam larutan 5% NaOH selama 2 jam dengan harga kekuatan tarik yang optimal dengan nilai 21,075 Mpa, Hal ini juga terbukti dari hasil foto makro penampang patahan, yaitu terjadi patahan komposit untuk waktu perendaman 6 jam dan 8 jam, fiber pull out sedangkan pada waktu perendaman selama 2 jam dan 4 jam, jenis patahan getas.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENGARUH VARIASI SUDUT SERAT ENCENG GONDOK TERHADAP KEKUATAN MEKANIK KOMPOSIT POLYESTER

PENGARUH VARIASI SUDUT SERAT ENCENG GONDOK TERHADAP KEKUATAN MEKANIK KOMPOSIT POLYESTER

Dibuat: 2010-06-24 , dengan 6 file(s). Keywords: Enceng Gondok, Komposit, Polyester Komposit adalah penggabungan dari matrik dan penguat. Orientasi, ukuran dan bentuk dari penguat sangat mempengaruhi sifat mekanik dari komposit. Dengan memvariasikan sudut serat enceng gondok diharapkan akan didapatkan sifat mekanik yang maksimal untuk komposit.

1 Baca lebih lajut

PENGARUH FRAKSI SERAT SABUT KELAPA DAN RESIN UNSURATED POLYESTER TERHADAP KEKUATAN TARIK KOMPOSIT

PENGARUH FRAKSI SERAT SABUT KELAPA DAN RESIN UNSURATED POLYESTER TERHADAP KEKUATAN TARIK KOMPOSIT

Keywords: natural composites, coco fiber, polyester BQTN, tensile strength Pendahuluan Serat alam seperti jute, pisang, sabut kelapa, rami dan kenaf dapat dijadikan penguat yang baik pada komposit dengan matrik termoset atau termoplastik. Sebagian besar serat alam yang berasal dari tumbuhan mempunyai sifat-sifat mekanik yang baik dan densitas yang rendah. Oleh karena itu, serat alam berpotensi menjadi penguat yang sangat baik pada struktur ringan.

8 Baca lebih lajut

Pengaruh Perlakuan Alkali, Fraksi Volume Serat, dan Panjang Serat terhadap Kekuatan Tarik Komposit Serat Sabut Kelapa - Polyester

Pengaruh Perlakuan Alkali, Fraksi Volume Serat, dan Panjang Serat terhadap Kekuatan Tarik Komposit Serat Sabut Kelapa - Polyester

Gambar 2 menunjukkan bahwa panjang serat yang terbaik terhadap nilai kekuatan tarik adalah 10 mm dengan nilai rata-rata kuat tarik sebesar 18,05 MPa. Kekuatan tarik menurun seiring bertambahnya panjang serat. Serat 10 mm mempunyai rata-rata kekuatan tarik tertinggi, karena pada proses manufaktur/ pembuatan komposit serat pendek lebih mudah untuk ditata dan lebih merata, sehingga apabila dicampur dengan resin, maka seluruh serat dapat menempel dengan resin secara sempurna. Selain itu serat panjang mempunyai kemungkinan lebih besar mempunyai bagian serat yang cacat atau tidak seragam sehingga mempengaruhi kualitas hasil kompositnta, berbeda dengan serat pendek yang relatif kualitas seratnya lebih homogen.Hasil ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Hussain, dkk. (2011) dan Lokantara, dkk. (2010), penelitian mereka menyatakan bahwa semakin pendek panjang serat maka kekuatan tariknya akan meningkat. Lokantara, dkk. (2010) mengatakan bahwa serat pendek mempunyai kekuatan tarik lebih besar karena serat pendek dapat terdistribusi dengan baik dan merata pada waktu proses pembuatan komposit, sehingga lebih baik dalam membagi beban.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENGARUH VARIASI LEBAR DAN TEBAL SAYATAN SERAT BAMBU TERHADAP KEKUATAN MEKANIK KOMPOSIT POLYESTER

PENGARUH VARIASI LEBAR DAN TEBAL SAYATAN SERAT BAMBU TERHADAP KEKUATAN MEKANIK KOMPOSIT POLYESTER

Dibuat: 2008-12-31 , dengan 2 file(s). Keywords: Variasi Lebar Dan Tebal Sayatan, Serat Bambu, Komposit Polyester ABSTRAK Komposit adalah penggabungan dari matrik dan penguat. Orientasi, ukuran dan bentuk dari penguat sangat mempengaruhi sifat mekanik dari komposit. Dengan memvariasikan lebar dan tebal sayatan serat bambu diharapkan akan didapatkan sifat mekanik yang maksimal untuk komposit.

1 Baca lebih lajut

Pengaruh Variasi Laju Pendinginan Terhadap Kekuatan Mekanik Material Komposit Serat Kenaf-Polypropylene.

Pengaruh Variasi Laju Pendinginan Terhadap Kekuatan Mekanik Material Komposit Serat Kenaf-Polypropylene.

Bahan komposit dengan penguat serat alam merupakan alternatif dari komposit dengan penguat serat sintetis. Komposit serat alam mempunyai beberapa keunggulan dibandingkan dengan serat sintetis. Industri otomotif telah mengaplikasikan komposit serat alam untuk menggantikan komposit berpenguat serat sintetis seperti fiber glass dan carbon fiber. Njuguna dkk, (2011) dalam penelitiannya mengatakan bahwa penggunaan serat alam mempunyai beberapa keuntungan yaitu : lebih ringan, biaya produksi lebih rendah, kekuatan dan kekakuan yang cukup tinggi, ketersediaan bahan, serta merupakan bahan yang dapat diperbaharui. Bahan komposit serat alam banyak digunakan sebagai material pembuatan panel pintu dan dashboard mobil.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

PENGARUH PERLAKUAN ALKALI, FRAKSI VOLUME SERAT, DAN PANJANG SERAT TERHADAP KEKUATAN TARIK KOMPOSIT SABUT KELAPA - POLYESTER

PENGARUH PERLAKUAN ALKALI, FRAKSI VOLUME SERAT, DAN PANJANG SERAT TERHADAP KEKUATAN TARIK KOMPOSIT SABUT KELAPA - POLYESTER

Ketersediaan kayu di Indonesia belum dapat memenuhi kebutuhannya, hal ini membuka kesempatan untuk dilakukan penelitian tentang material pengganti. Sabut kelapa material yang sangat potensial untuk digunakan sebagai bahan komposit pengganti kayu, karena ketersediaannya yang melimpah dan pemanfaatannya yang masih rendah. Sementara itu, beberapa faktor dipelajari sebagai variabel yang mempengaruhi komposit serat alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan alkali, panjang serat dan fraksi volume serat serta interaksi antar faktor tersebut terhadap kekuatan tarik komposit sabut kelapa-polyester.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENGARUH PERLAKUAN ALKALI, FRAKSI VOLUME SERAT, DAN PANJANG SERAT TERHADAP KEKUATAN TARIK KOMPOSIT SABUT KELAPA - POLYESTER

PENGARUH PERLAKUAN ALKALI, FRAKSI VOLUME SERAT, DAN PANJANG SERAT TERHADAP KEKUATAN TARIK KOMPOSIT SABUT KELAPA - POLYESTER

Ketersediaan kayu di Indonesia belum dapat memenuhi kebutuhannya, hal ini membuka kesempatan untuk dilakukan penelitian tentang material pengganti. Sabut kelapa material yang sangat potensial untuk digunakan sebagai bahan komposit pengganti kayu, karena ketersediaannya yang melimpah dan pemanfaatannya yang masih rendah. Sementara itu, beberapa faktor dipelajari sebagai variabel yang mempengaruhi komposit serat alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan alkali, panjang serat dan fraksi volume serat serta interaksi antar faktor tersebut terhadap kekuatan tarik komposit sabut kelapa-polyester.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Pengaruh Perbandingan Volume Serat Sabut Kelapa Dengan Matrik Polyester Terhadap Kekuatan Mekanis Material Komposit

Pengaruh Perbandingan Volume Serat Sabut Kelapa Dengan Matrik Polyester Terhadap Kekuatan Mekanis Material Komposit

Dalam ilmu perkembangan pengetahuan dan teknologi komposit mulai bergeser dari serat sintetis ke serat alami, pemanfaatan material komposit pada saat ini semakin berkembang, seiring dengan meningkatnya penggunaan bahan tersebut yang semakin meluas mulai dari yang sederhana seperti alat-alat rumah tangga sampai sektor industri. Tujuan dalam penelitian ini untuk mendeskripsikan hasil pengujian pengaruh perbandingan volume serat sabut kelapa terhadap pengujian tarik, pengujian impack dan struktur makro. Serat tersebut diharapkan dapat menghasilkan komposit yang lebih keras dan lebih ulet. Pada penelitian ini dilakukan pembuatan spesimen baru menggunakan variasi volume serat 30%, 40% dan 50%. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen yang dilakukan untuk mengetahui pengaruh variasi volume serat. Dalam penelitian ini material benda kerja yang digunakan sebanyak 18 buah. Dari hasil penelitian tersebut lebih baik menggunakan serat sabut kelapa 30% dan resin 70% yang menghasilkan kuat tarik sebesar 18,6 N/mm². Dan untuk pengujian impack sebaiknya menggunakan 50% serat sabut kelapa 50% resin yang menghasilkan 0,0186 J/mm 2 . Jadi dengan komposisi yang menggunakan resin lebih banyak dibandingkan serat akan menghasilkan kekuatan tarik yang baik, dan jika dengan komposisi resin dan serat seimbang akan menghasilkan harga impack yang baik .
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Karateristik kekuatan komposit serabut kelapa dengan variasi arah serat.

Karateristik kekuatan komposit serabut kelapa dengan variasi arah serat.

Resin poliester adalah bahan matrik polimer yang paling luas penggunaanya sebagai matrik pengikat, dari proses pengerjaan yang sederhana sampai hasil produksi yang dikerjakan dengan proses cetakan mesin. Sebagai resin thermosetting, poliester memiliki kekuatan mekanis yang cukup bagus, ketahanan terhadap bahan kimia, selain itu harganya relatif cukup murah. Resin jenis ini banyak digunakan dalam fiber reinforced plastic karena jika diperkuat dengan serat gelas maka ketahanan panas akan lebih baik, tetapi kurang kuat. Resin poliester dapat mengalami proses curing dalam suhu kamar dan dapat dipercepat dengan menambahkan katalis. Bahan poliester banyak dipergunakan untuk komposit berpenguat serat gelas, contohnya: kapal, tangki penyimpan air dan perlengkapan bangunan.
Baca lebih lanjut

81 Baca lebih lajut

KARATERISTIK KEKUATAN KOMPOSIT SERABUT KELAPA DENGAN VARIASI ARAH SERAT

KARATERISTIK KEKUATAN KOMPOSIT SERABUT KELAPA DENGAN VARIASI ARAH SERAT

Resin poliester adalah bahan matrik polimer yang paling luas penggunaanya sebagai matrik pengikat, dari proses pengerjaan yang sederhana sampai hasil produksi yang dikerjakan dengan proses cetakan mesin. Sebagai resin thermosetting, poliester memiliki kekuatan mekanis yang cukup bagus, ketahanan terhadap bahan kimia, selain itu harganya relatif cukup murah. Resin jenis ini banyak digunakan dalam fiber reinforced plastic karena jika diperkuat dengan serat gelas maka ketahanan panas akan lebih baik, tetapi kurang kuat. Resin poliester dapat mengalami proses curing dalam suhu kamar dan dapat dipercepat dengan menambahkan katalis. Bahan poliester banyak dipergunakan untuk komposit berpenguat serat gelas, contohnya: kapal, tangki penyimpan air dan perlengkapan bangunan.
Baca lebih lanjut

79 Baca lebih lajut

PENGARUH PENAMBAHAN SERAT SABUT KELAPA PADA SIFAT MEKANIK BETON.

PENGARUH PENAMBAHAN SERAT SABUT KELAPA PADA SIFAT MEKANIK BETON.

Telah diteliti pengaruh penambahan serat sabut kelapa pada sifat mekanik beton. Dilakukan beberapa variasi penambahan serat sabut kelapa dalam proses pembuatan beton, yaitu dengan proporsi penambahan 0%, 5%, 10% dan 15% dari semen. Kuat tekan dan kuat lentur diukur untuk setiap umur beton 0 hari, 3 hari, 7 hari, 14 hari dan 28 hari. Dari basil penelitian diperoleh kenyataan bahwa kuat tekan beton tidak mengalami perubahan yang cukup berarti. Tapi kuat lentur mengalami peningkatan cukup signifikan dengan penambahan serat. Penambahan serat 10% dari semen, diperoleh kuat lentur sebesar 51 kg/cm 2 sedangkan kuat
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Pengaruh Variasi Serat Sabut Kelapa terhadap Kualitas Plafon

Pengaruh Variasi Serat Sabut Kelapa terhadap Kualitas Plafon

dimanfaatkan secara maksimal dibidang industri dan merupakan salah satu sumber silika yang cukup tinggi. Silika dari sekam padi mempunyai keunggulan karena jumlah elemen lain (pengotor) yang tidak diinginkan adalah sangat kecil atau sedikit dibandingkan dengan jumlah silikanya. Menurut data dari Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Utara tahun 2011. Sulawesi Utara memiliki lahan kelapa seluas 268.737 ha dengan produksi kopra 256.652 ton/tahun 1 . Salah satu bagian dari buah kelapa yaitu sabut yang terdiri dari serat VDEXW NHODSD GDQ VHUEXN VDEXW NHODSD ³ Coco dust 2 . Serat sabut kelapa sampai pada saat ini belum digunakan secara maksimal untuk kebutuhan industri dan hanya dieksport kenegara lain seperti Amerika , Australia dan Cina serta Srilangka, pada hal bahan tersebut berpotensi untuk diolah atau merupakan bahan tambahan bahkan menjadi bahan pengganti unsur bahan bangunan lainnya seperti abu sekam padi dan semen untuk pembuatan plafon.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

KAJIAN PERLAKUAN SERAT SABUT KELAPA TERHADAP SIFAT MEKANIS KOMPOSIT EPOKSI SERAT SABUT KELAPA

KAJIAN PERLAKUAN SERAT SABUT KELAPA TERHADAP SIFAT MEKANIS KOMPOSIT EPOKSI SERAT SABUT KELAPA

Parameter proses pembentukan spesimen uji komposit epoxy berpenguat serat sabut kelapa merupakan veriabel penentu yang dibutuhkan agar mendapatkan hasil yang sesuai dengan komposisi dari variasi perlakuan serat sabut kelapa 10 menit, 20 menit, dan 30 menit. Data hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan serat sabut kelapa dengan zat kimia seperti Alkali (NaOH) dalam jumlah 5% tersebut berfungsi untuk menghilangkan lapisan lilin, kotoran dan sebagainya, hanya saja tidak terjadi perubahan warna pada serat, yang memberikan pengaruh pada permukaan serat yang mana semakin besar persentasenya akan menjadikan permukaan serat lebih bersih, kadar wax berkurang dan lebih kasar sehingga ikatan serat dengan matrik semakin kuat dan meningkatkan kekuatan Impak, serta kekuatan Bending dari komposit yang dibentuknya.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENGARUH PENGUAT SABUT KELAPA DAN SERAT GELAS TERHADAP KEKUATAN IMPAK KOMPOSIT DENGAN MATRIK RESIN YUCALAC 157

PENGARUH PENGUAT SABUT KELAPA DAN SERAT GELAS TERHADAP KEKUATAN IMPAK KOMPOSIT DENGAN MATRIK RESIN YUCALAC 157

Serat alam memiliki sifat lebih elastic dari serat gelas. Satu contoh serat alami adalah serat sabut kelapa, serat ini memiliki elastisitas lebih tinggi dari serat gelas dan serat karbon., kadar air di dalam sabut harus di kurangi sampai hampir 60% dengan menggunakan media oven. Campuran antara serat gelas dan serat kelapa yang dibuat ada 3 variabel yaitu 80%FRP+20%serat kelapa, 70%GFRP+30%serat kelapa, 60%GFRP+40% serat kelapa dan juga di but komposit dengan serat kelapa dan serat gelas untuk membandingkan nilai keuatanya dengan uji impact.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

SKRIPSI PENGARUH KOMPOSISI CAMPURAN PENGUAT TERHADAP KEKUATAN MEKANIS KOMPOSIT SERAT SABUT KELAPA DALAM MATRIKS POLYESTER

SKRIPSI PENGARUH KOMPOSISI CAMPURAN PENGUAT TERHADAP KEKUATAN MEKANIS KOMPOSIT SERAT SABUT KELAPA DALAM MATRIKS POLYESTER

Pada saat ini, minimnya pemanfaatan limbah serat sabut kelapa, contohnya pada industri furnitur. Furnitur adalah istilah yang digunakan untuk perabotan rumah tangga yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan barang, tempat tidur, tempat duduk, tempat mengerjakan sesuatu, atau tempat menaruh barang di permukaannya. Salah satu bahan baku pembuatan furnitur adalah kayu, namun saat ini terdapat alternatif lain pengganti kayu, yaitu komposit. Komposit memiliki keunggulan seperti harganya yang murah, tahan air, lebih ringan, tahan korosi, dan mempunyai kekuatan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Komposit adalah penggabungan dua atau lebih material yang berbeda sehingga menghasilkan material yang mempunyai sifat mekanis dan karakteristik yang lebih dari material pembentuknya, seperti penggabungan serat sabut kelapa dengan resin poliester sebagai matriksnya. Poliester merupakan resin cair dengan viskositas yang relatif rendah dan dapat mengeras pada suhu kamar dengan penambahan katalis tanpa menghasilkan gas seperti resin-resin yang lainnya. Resin poliester berfungsi untuk mengikat serat dalam komposit yang dapat meneruskan beban, sehingga serat bisa melekat dan kompatibel antara serat dan matriks. Terdapat beberapa variabel yang perlu diperhatikan dalam pembuatan komposit yaitu komposisi campuran dan metode pencetakan. Komposisi campuran pada Karya Tulis Ilmiah berupa Skripsi, 30 Juli 2019
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...