Top PDF PENGASUTAN MOTOR INDUKSI DAYA BESAR DENGAN MENGGUNAKAN KAPASITOR

PENGASUTAN MOTOR INDUKSI DAYA BESAR DENGAN MENGGUNAKAN KAPASITOR

PENGASUTAN MOTOR INDUKSI DAYA BESAR DENGAN MENGGUNAKAN KAPASITOR

Kedip tegangan (voltage dips) atau sering disebut goncangan tegangan adalah salah satu parameter mutu listrik yang paling penting. Gejala ini sangat mengganggu khususnya bagi pengguna peralatan-peralatan yang sensitif terhadap perubahan tegangan. Kedip tegangan umumnya diakibatkan gangguan hubung singkat, perubahan beban yang besar secara tiba-tiba dan juga pengasutan secara langsung motor-motor besar kejaringan listrik dimana pada keadaan tersebut selalu timbul fluktuasi tegangan yang tinggi. Hal yang terakhir merupakan topik pembahasan utama dalam tulisan ini mengingat banyaknya penggunaan motor-motor listrik besar sebagai penggerak mesin produksi di industri yang beroperasi secara langsung ke jaringan listrik sehingga menjadi sumber gangguan tegangan di sekitarnya.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Analisis Kedip Tegangan Akibat Pengasutan Motor Induksi

Analisis Kedip Tegangan Akibat Pengasutan Motor Induksi

Lonjakan kenaikan tegangan dapat juga disebabkan oleh adanya pemutusan beban besar atau penyulangan terhadap bank kapasitor. Karakteristik swells dapat diketahui dengan melihat besar kenaikan tegangan dan lamanya peristiwa itu terjadi. Besarnya kenaikan tegangan yang terjadi dipengaruhi oleh letak gangguan, besarnya impedansi sistem tenaga serta sistem pentanahannya. Pada sistem yang tidak diketanahkan dengan impedansi urutan nol yang tak terhingga, maka tegangan fasa akan mengalami kenaikan sebesar 1,73 pu pada saat terjadi gangguan satu fasa ke tanah. Untuk gangguan yang terjadi dengan lokasi berada dekat gardu induk, maka akan terdapat sedikit atau tidak ada kenaikan tegangan pada fasa yang tidak sehat, karena trafo daya pada gardu induk biasanya terhubung delta – bintang yang menyediakan impedansi urutan nol yang rendah, sebagai saluran untuk arus gangguan ke tanah.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

5 BAB II DASAR TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka

5 BAB II DASAR TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka

Iwan Setiawan, Wagiman, Supardi dalam tulisannya ” Penentuan Perpindahan Sakelar Elektromagnetik dari Y ke ∆ Motor Listrik Induksi 3 Fasa ” pada prosiding seminar pengelolaan perangkat nuklir PTBN-BATAN, Serpong 11 September 2007, Untuk mengoperasikan motor listrik diperlukan sumber listrik yang diambil dari jaringan distribusi tegangan rendah PLN yaitu 220/380 Volt, dalam penyambungan motor listrik pada jaringan PLN terdapat dua cara penyambungan yaitu penyambungan langsung dan penyambungan tak langsung. Untuk motor listrik yang disambungkan langsung, biasanya adalah jenis motor listrik yang memiliki daya dibawah 2,25 kW, sedangkan untuk motor listrik yang memiliki daya di atas 2,25 kW, penyambungannya tidak boleh langsung melainkan harus menggunakan suatu alat tambahan yang disebut alat pengasut, sistim ini disebut pengasutan motor listrik
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Analisis Kedip Tegangan Akibat Pengasutan Motor Induksi

Analisis Kedip Tegangan Akibat Pengasutan Motor Induksi

Lonjakan kenaikan tegangan dapat juga disebabkan oleh adanya pemutusan beban besar atau penyulangan terhadap bank kapasitor. Karakteristik swells dapat diketahui dengan melihat besar kenaikan tegangan dan lamanya peristiwa itu terjadi. Besarnya kenaikan tegangan yang terjadi dipengaruhi oleh letak gangguan, besarnya impedansi sistem tenaga serta sistem pentanahannya. Pada sistem yang tidak diketanahkan dengan impedansi urutan nol yang tak terhingga, maka tegangan fasa akan mengalami kenaikan sebesar 1,73 pu pada saat terjadi gangguan satu fasa ke tanah. Untuk gangguan yang terjadi dengan lokasi berada dekat gardu induk, maka akan terdapat sedikit atau tidak ada kenaikan tegangan pada fasa yang tidak sehat, karena trafo daya pada gardu induk biasanya terhubung delta – bintang yang menyediakan impedansi urutan nol yang rendah, sebagai saluran untuk arus gangguan ke tanah.
Baca lebih lanjut

56 Baca lebih lajut

Analisis Perbandingan Pengasutan Pada Arus Start Dengan Menggunakan Softstarter dan Inverter Pada Motor Induksi 3 Fasa

Analisis Perbandingan Pengasutan Pada Arus Start Dengan Menggunakan Softstarter dan Inverter Pada Motor Induksi 3 Fasa

Pada motor induksi yang diam apabila tegangan normal diberikan ke stator makan akan ditarik arus yang besar oleh belitan primernya. Motor induksi saat dihidupkan secara langsung akan menarik arus 5 sampai 7 kali dari arus beban penuh dan hanya menghasilkan torsi 1,5 sampai 2,5 kali torsi beban penuh. Arus mula yang besar ini dapat mengakibatkan drop tegangan pada saluran sehingga akan menggangu peralatan lain yang dihubungkan pada saluran yang sama. Untuk motor yang berdaya diatas 30 hp tidak dianjurkan menghidupkan motor secara langsung.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Analisis Perbandingan Pengasutan Pada Arus Start Dengan Menggunakan Softstarter dan Inverter Pada Motor Induksi 3 Fasa

Analisis Perbandingan Pengasutan Pada Arus Start Dengan Menggunakan Softstarter dan Inverter Pada Motor Induksi 3 Fasa

dan SoftStarter. Dimana yang paling banyak digunakan pada lapangan yaitu metode DOL tetapi metode ini masih juga menghasilkan arus start yang besar. Jika terus dilakukan, maka akan menyebabkan memperpendek umur dari motor itu sendiri. Tulisan ini membahas tentang perbandingan antara pengasutan pada softstarter dan inverter pada arus start. Hasil analisis arus start pada pengasutan softstarter yaitu sebesar 789A yang dicapai dalam waktu 11s dan torsi maksimum

10 Baca lebih lajut

Analisis Perbandingan Pengasutan Pada Arus Start Dengan Menggunakan Softstarter dan Inverter Pada Motor Induksi 3 Fasa

Analisis Perbandingan Pengasutan Pada Arus Start Dengan Menggunakan Softstarter dan Inverter Pada Motor Induksi 3 Fasa

Metode soft starting (pengasutan lembut) yaitu pengaturan untuk motor induksi agar sewaktu motor dijalankan tidak mengakibatkan arus start yang besar dan memperhalus start dari motor tersebut. Sedangkan inverter yaitu pengaturan pada frekuensi untuk mencegah arus start yang

4 Baca lebih lajut

Analisis Kedip Tegangan Akibat Pengasutan Motor Induksi

Analisis Kedip Tegangan Akibat Pengasutan Motor Induksi

Kedip tegangan adalah penurunan besar tegangan rms (root mean square) dengan durasi waktu kurang dari 1 menit yang mempunyai dampak negatif terganggunya proses penyampaian data jaringan komputer dan alat kontrol elektronika yang menyebabkan kerugian finansial yang besar dan konsekuensi kehilangan produktifitas dan daya saing. Karena dampak yang diakibatkan oleh kedip tidaklah kecil maka kedip tegangan perlu untuk diteliti. Objek yang akan diteliti adalah motor induksi. Motor induksi dipilih karena pemakaiannya banyak terdapat dalam industri-industri dan juga pengasutan dari motor induksi berkapasitas besar merupakan salah satu penyebab dari terjadinya kedip tegangan.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

ANALISA PENGASUTAN SOFT STARTING MOTOR INDUKSI 3 FASA

ANALISA PENGASUTAN SOFT STARTING MOTOR INDUKSI 3 FASA

Motor induksi adalah alat listrik yang mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Motor induksi memiliki kelebihan dan kekurangan. Kekurangan yang dimiliki motor induksi yaitu timbulnya arus mula yang besar yang mengakibatkan pengurangan tegangan pada saluran sehingga akan menganggu peralatan lain yang dihubungkan pada saluran yang sama. Agar hal itu tidak terjadi, maka motor diperlukan dengan pengasutan soft starting . Soft starting dilakukan dengan menggunakan komponen elektronika daya yaitu thyristor yang terpasang anti parallel pada rangkaian belitan stator untuk mengatur tegangan motor induksi secara bertahap, sedangkan tegangan masukan motor induksi diatur dengan pengaturan sudut penyearah pada thyristor dengan waktu tertentu. Sudut penyearah diatur oleh kontrol unit 6 pulsa. Besar tegangan masukan motor induksi saat motor terhubung star dengan pengaturan sudut penyearah 180 o yaitu 230 V sedangkan tegangan keluaran motor induksi saat motor terhubung star dengan pengaturan sudut penyearah 0 o yaitu 0 V. Besar tegangan masukan motor induksi saat motor terhubung delta dengan pengaturan sudut penyearah 180 o yaitu 218 V sedangkan tegangan keluaran motor induksi saat motor terhubung star dengan pengaturan sudut penyearah 0 o yaitu 0 V.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

ANALISIS KEDIP TEGANGAN AKIBAT PENGASUTAN MOTOR INDUKSI MENGGUNAKAN PROGRAM MATLAB

ANALISIS KEDIP TEGANGAN AKIBAT PENGASUTAN MOTOR INDUKSI MENGGUNAKAN PROGRAM MATLAB

1 Tipikal rentang kalitas daya input dan parameter bebab pada sebuah komputer ..................................................................................... 21 2 Data motor induksi 3 fasa yang berasal dari matlab simulink ... 28 3 Data hasil simulasi motor induksi pada saat penghasutan dengan

11 Baca lebih lajut

Analisa Perbandingan Pengaruh Nilai Kapasitor Eksitasi Terhadap Regulasi Dan Efisiensi Pada Motor Induksi Sebagai Generator ( MISG ) Penguatan Sendiri

Analisa Perbandingan Pengaruh Nilai Kapasitor Eksitasi Terhadap Regulasi Dan Efisiensi Pada Motor Induksi Sebagai Generator ( MISG ) Penguatan Sendiri

Sama halnya dengan mesin – mesin listrik yang lain, pada motor induksi sebagai generator rugi – rugi terdiri dari rugi – rugi tetap dan rugi – rugi variabel. Pada kondisi beban nol daya outputnya sama dengan nol, sehingga efisiensi bernilai nol. Apabila motor induksi berbeban ringan, maka rugi – rugi tetap akan lebih besar jika dibandingkan terhadap outputnya, sehingga efisiensi rendah. Jika beban meningkat, maka efisiensinya juga akan meningkat dan akan menjadi maksimum sewaktu rugi – rugi variabel sama dengan rugi – rugi inti. Efisiensi maksimum terjadi saat 80 hingga 95 persen dari rated output. Jika beban ditingkatkan secara terus – menerus hingga melampaui efisiensi maksimumnya rugi – rugi beban akan meningkat dengan sangat cepat daripada outputnya, sehingga efisiensi menurun.
Baca lebih lanjut

79 Baca lebih lajut

Analisis Perbandingan Pengasutan Pada Arus Start Dengan Menggunakan Softstarter dan Inverter Pada Motor Induksi 3 Fasa

Analisis Perbandingan Pengasutan Pada Arus Start Dengan Menggunakan Softstarter dan Inverter Pada Motor Induksi 3 Fasa

Motor induksi yang langsung dihidupkan tanpa menggunakan metode- metode pengasutan akan menarik arus 5 sampai 7 kali dari arus beban penuh dan hanya akan menghasilkan torsi 1,5 sampai 2,5 kali torsi beban penuh. Arus yang besar akan mengakibatkan drop tegangan pada saluran sehingga dapat mengganggu peralatan lain yang dihubungkan pada saluran tersebut. Untuk motor yang berdaya besar khususnya motor induksi 3 fasa akan membutuhkan arus starting yang besar seiring dengan motor yang berdaya besar, sehingga dengan daya motor diatas 30 HP keatas tidak dianjurkan untuk menghidupkan motor secara langsung tanpa menggunakan metode-metode pengasutan. Beberapa metode pengasutan yang paling umum digunakan yaitu Direct on line (DOL), Star-Delta, Auto-transformer, Resistansi Primer, Resistansi Sekunder, Inverter, dan SoftStarter. Dimana yang paling banyak digunakan pada lapangan yaitu metode DOL tetapi metode ini masih juga menghasilkan arus start yang besar. Jika terus dilakukan, maka akan menyebabkan memperpendek umur dari motor itu sendiri. Tulisan ini membahas tentang perbandingan antara pengasutan pada softstarter dan inverter pada arus start. Hasil analisis arus start pada pengasutan softstarter yaitu sebesar 789A yang dicapai dalam waktu 11s dan torsi maksimum yang dihasilkan oleh motor induksi 3 fasa yaitu sebesar 1,30 Nm. Sedangkan arus start pada pengasutan inverter yaitu sebesar 776A yang dicapai dalam waktu 19s. Kata Kunci : Motor induksi 3 fasa, Torsi, Pengasutan, Softstarter, Inverter
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

PENGENDALIAN MESIN LISTRIK 7.1 Sistem Pe

PENGENDALIAN MESIN LISTRIK 7.1 Sistem Pe

Perkembangan elektronika daya yang pesat kini pengendalian motor induksi menggunakan komponen elektronika seperti dengan Thyristor, GTO dsb. Kemampuan pengendaliannya sampai ratusan KW untuk pengasutan awal dan bahkan untuk pengaturan putaran. Karakteristik soft starter memiliki kemampuan mengubah besaran tegangan dan frekuensi sesuai kebutuhan. Karakteristik arus fungsi putaran motor, akan menarik 600% arus nominal tanpa adanya pengasutan, dengan pengasutan soft starter mampu ditekan sampai hanya 200% arus nominalnya (Gambar 7.36a). Karakteristik momen dengan soft starter mampu diatur dari 10% sampai 150% torsi nominal motor (Gambar 7.36b).
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

APLIKASI KAPASITOR UNTUK PERBAIKAN FAKTOR DAYA LISTRIK PADA MOTOR INDUKSI SATU PHASE

APLIKASI KAPASITOR UNTUK PERBAIKAN FAKTOR DAYA LISTRIK PADA MOTOR INDUKSI SATU PHASE

Motor induksi tiga Phase jenis rotor belitan mempunyai kumparan tiga Phase sama seperti kumpatan stator. Motor induksi tiga Phase jenis rotor belitan ini hanya diperlukan saat pengasutan atau pengaturan kecepatan, dimana dikehendaki torsi asut yang tinggi. Belitan-belitan terisolai (seperti pada belitan stator) diletakkan pada alur-alur rotor dan ujung-ujungnya dihubungkan dengan tiga buah slip ring pada porosnya, belitan rotor itu di desain agar mempunyai kutub yang sama dengan belitan statornya, serta ketiga ujung-ujungnya menjadi satu didalam, sedangkan ketiga ujung lainnya dibawa keluar dan dihubungkan pada tiga buah slip ring yang terisolasi dan dipasang pada poros rotor.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Analisis Perbandingan Pengasutan Pada Arus Start Dengan Menggunakan Softstarter dan Inverter Pada Motor Induksi 3 Fasa

Analisis Perbandingan Pengasutan Pada Arus Start Dengan Menggunakan Softstarter dan Inverter Pada Motor Induksi 3 Fasa

Pada motor induksi yang diam apabila tegangan normal diberikan ke stator makan akan ditarik arus yang besar oleh belitan primernya. Motor induksi saat dihidupkan secara langsung akan menarik arus 5 sampai 7 kali dari arus beban penuh dan hanya menghasilkan torsi 1,5 sampai 2,5 kali torsi beban penuh. Arus mula yang besar ini dapat mengakibatkan drop tegangan pada saluran sehingga akan menggangu peralatan lain yang dihubungkan pada saluran yang sama. Untuk motor yang berdaya diatas 30 hp tidak dianjurkan menghidupkan motor secara langsung.
Baca lebih lanjut

54 Baca lebih lajut

ANALISA PENGARUH PEMASANGAN KAPASITOR TERHADAP FAKTOR DAYA PADA MOTOR INDUKSI TIGA FASA 1,1 KW ( MOTOR ROTOR SANGKAR TUPAI)

ANALISA PENGARUH PEMASANGAN KAPASITOR TERHADAP FAKTOR DAYA PADA MOTOR INDUKSI TIGA FASA 1,1 KW ( MOTOR ROTOR SANGKAR TUPAI)

Puji dan Syukur hamba panjatkan atas kehadirat Allah SWT atas berkat rahmat dan hidayah-Nya hamba dapat menyelesaikan Program Diploma 3 Program Studi Teknik Listrik Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Sriwijaya, serta Sholawat serta beriring Salam untuk junjungan Nabi Besar Muhammad SAW karena atas perjuangan beliaulah dan para sahabat – sahabatnya kita masih dapat merasakan nikmatnya iman dan nikmatnya Islam.

15 Baca lebih lajut

Analisa Pengaruh Besar Nilai Kapasitor Eksitasi Terhadap Karakteristik Beban Nol dan Berbeban Pada Motor Induksi sebagai Generator Penguatan Sendiri

Analisa Pengaruh Besar Nilai Kapasitor Eksitasi Terhadap Karakteristik Beban Nol dan Berbeban Pada Motor Induksi sebagai Generator Penguatan Sendiri

Motor induksi merupakan salah satu jenis motor arus bolak–balik (AC) yang paling luas digunakan. Hampir 70% dari konsumsi energi listrik pada industri menggunakan motor induksi. Contoh pengaplikasian motor induksi yakni kipas angin , kompresor, pompa , konveyor, transportasi dan peralatan kantor. Pada motor sinkron gulungan rotor dieksitasi oleh arus DC sedangkan pada motor induksi , gulungan stator dieksitasi oleh arus AC yang kemudian menginduksi gulungan rotor sehingga mengalir arus AC didalamnya. Hal ini sama seperti gulungan sekunder pada transformator yang terinduksi tegangan oleh gulungan primer dan oleh karena itu motor induksi dapat dianggap sebagai transformator putar (dengan syarat gulungan primer adalah bagian yang diam dan gulungan sekunder adalah bagian yang berputar).
Baca lebih lanjut

90 Baca lebih lajut

Pengendalian Kecepatan Motor Induksi Tiga Phasa Rotor Belitan  Dengan Menggunakan Kapasitor Luar

Pengendalian Kecepatan Motor Induksi Tiga Phasa Rotor Belitan Dengan Menggunakan Kapasitor Luar

Power factor merupakan nilai cosinus sudut (cos ϕ ) antara daya aktif (kW) dan daya nyata (kVA). Untuk beban induktif, seperti motor induksi 3 fasa maka salah satu cara untuk mengoreksi faktor daya adalah dengan memperbesar atau memperkecil kapasitansi kapasitor (beban kapasitif) yang dipasang . Semakin besar kapasitansi kapasitor, maka semakin besar pula daya reaktif (leading kVar) yang disuplai oleh kapasitor. Hal ini menyebabkan terjadi daya reaktif resultan (resultant effective kVar) antara daya reaktif kapasitor (leading kVar) dengan daya reaktif beban (lagging load kVar). Oleh karena itu terjadi perubahan pada besarnya daya nyata (kVA) dan faktor daya.
Baca lebih lanjut

80 Baca lebih lajut

Pengendalian Kecepatan Motor Induksi Tiga Phasa Rotor Belitan Dengan Menggunakan Kapasitor Luar

Pengendalian Kecepatan Motor Induksi Tiga Phasa Rotor Belitan Dengan Menggunakan Kapasitor Luar

Dalam teori transformator-statika, analisis rangkaian ekivalen sering disederhanakan dengan mengabaikan seluruh cabang penalaran atau melakukan pendekatan dengan memindahkan langsung ke terminal primer. Pendekatan demikian tidak dibenarkan dalam motor induksi yang bekerja dalam keadaan normal, karena adanya celah udara yang menjadikan perlunya suatu arus peneralan yang sangat besar (30% sampai 40% dari arus beban penuh) dan karena reaktansi bocor juga perlu lebih tinggi. Untuk itu dalam rangkaian ekivalen R c dapat dihilangkan (diabaikan). Rangkaian ekivalen menjadi gambar berikut.
Baca lebih lanjut

87 Baca lebih lajut

Analisis Karakteristik Torsi Dan Putaran Motor Induksi Tiga Fasa Pada Kondisi Operasi Satu Fasa Dengan Penambahan Kapasitor (Aplikasi pada Laboratorium Konversi Energi Listrik FT-USU)

Analisis Karakteristik Torsi Dan Putaran Motor Induksi Tiga Fasa Pada Kondisi Operasi Satu Fasa Dengan Penambahan Kapasitor (Aplikasi pada Laboratorium Konversi Energi Listrik FT-USU)

Sebelum melakukan pengujian motor induksi tiga fasa pada kondisi operasi satu fasa dengan penambahan kapasitor, dibutuhkan beberapa parameter dari motor induksi tiga fasa yang dapat diperoleh dari percobaan beban nol, percobaan rotor tertahan, dan percobaan tahanan DC. Pada percobaan beban nol dimana tidak ada beban yang terhubung pada poros rotor sehingga putaran rotor dikatakan maksimum. Percobaan rotor tertahan harus dilakukan jauh dibawah keadaan nominal, karena dengan tegangan stator yang kecil sudah menghasilkan arus yang besar pada rotor. Pada percobaan rotor tertahan, putaran rotor dikatakan dalam keadaan minimum ( n r = 0). Untuk percobaan tahanan DC dimana pada percobaan ini akan mengukur besarnya tahanan DC pada kumparan motor.
Baca lebih lanjut

83 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...