Top PDF Pengelolaan Kelas dalam Melaksanakan Pembelajaran Aktif

Pengelolaan Kelas dalam Melaksanakan Pembelajaran Aktif

Pengelolaan Kelas dalam Melaksanakan Pembelajaran Aktif

Radikalisme yang merasuki pesantren menurut Tan dapat dicegah dengan mendorong pesantren menerapkan educative tradition guna mengembalikan pesantren pada wajah aslinya, Islamic school with a smiling face, lembaga pendidikan Islam berwajah ramah. Meski beberapa parameter educative tradition kontradiktif dengan tradisi pesantren yang menjunjung tinggi kepatuhan total pada kiai, namun beberapa lainnya penting untuk diterapkan, seperti mendorong santri-siswa pesantren berpikir kritis dan kreatif. Untuk mewujudkan keduanya santri-siswa, pengelola lembaga pendidikan di bawah holding institution pesantren seyogyanya mendesain pembelajaran yang dapat menghasilkan siswa memiliki keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher-Order Thinking Skills/HOTS), yakni tidak hanya puas pada hafalan dan pemahaman, namun juga mengarahkan pembelajaran untuk menganalisis masalah dan konsep, mengevaluasi realitas lapangan dan merumuskan problem solving atas masalah sosial. Ikhtiar ini diharapkan menjadi solusi mencegah tekstualisme-fanatisme berpikir yang dapat menjangkit santri dan alumni pesantren
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

SUPERVISI AKADEMIK TEKNIK WORKSHOP MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN AKTIF.

SUPERVISI AKADEMIK TEKNIK WORKSHOP MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN AKTIF.

Pembelajaran Bahasa terutama Bahasa Inggris merupakan pembelajaran yang mensyaratkan kemampuan yang harus dimiliki oleh guru. Selanjutnya Malyuni (2007) mengemukakan bahwa Kemampuan tersebut adalah (a) Seorang guru Bahasa Inggris harus memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang memenuhi standar kerja, baik untuk tujuan tertentu ( komunikasi formal dan informal) maupun untuk tujuan pendidikan dan pengajaran, misalnya bercerita, berdialog, memberi penjelasan, dan memantau kemajuan peserta didik di dalam kelas, (2) Seorang guru Bahasa Inggris juga harus memahami bahasa dan budaya penutur asli Bahasa Inggris dan memiliki kemampuan yang baik untuk memahami kurikulum, materi dan pengelolaan kelas. (3) Seorang guru bahasa Inggris harus memiliki kemampuan menjadi Model. (4), menguasai materi dan pengetahuan yang baik tentang pengajaran Bahasa Inggris. Selain itu juga harus memahami konsep pendidikan dan dan empati terhadap peserta didik. Oleh karena itu Prasyarat guru Bahasa Inggris yang baik adalah memiliki kemampuan dalam perencanaan dan pengajaran Bahasa Ingris. Kemampuan ataupun keterampilan berbahasa Inggris dan kemampuan m engajarkannya termasuk perencanaan dan
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Pengelolaan Kelas dalam Pembelajaran

Pengelolaan Kelas dalam Pembelajaran

Siswa yang menuntut balas mengalami frustasi yang amat dalam dan tidak menyadari bahwa dia sebenarnya mencari sukses dengan jalan menyakiti orang lain. Keganasan, penyerangan secara fisik (mencakar, menggigit, menendang) terhadap sesama siswa, petugas atau pengusaha, ataupun terhadap binatang sering dilakukan anak-anak ini. Anak-anak seperti ini akan merasa sakit kalau dikalahkan, dan mereka bukan pemain-pemain yang baik (misalnya dalam pertandingan). Anak-anak yang suka menuntut balas ini biasanya lebih suka bertindak secara aktif daripada pasif.Anak- anak penuntut balas yang aktif sering dikenal sebagai anak- anak yang ganas dan kejam, sedang yang pasif dikenal sebagai anak-anak pencemberut dan tidak patuh (suka menetang). d. Memperlihatkan ketidakmampuan.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENGELOLAAN PEMBELAJARAN AKTIF INOVATIF KREATIF EFEKTIF DAN MENYENANGKAN DALAM IMPLEMENTASI  Pengelolaan Pembelajaran Aktif Inovatif Kreatif Efektif Dan Menyenangkan Dalam Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah Di SMP Negeri 1 Karangpandan.

PENGELOLAAN PEMBELAJARAN AKTIF INOVATIF KREATIF EFEKTIF DAN MENYENANGKAN DALAM IMPLEMENTASI Pengelolaan Pembelajaran Aktif Inovatif Kreatif Efektif Dan Menyenangkan Dalam Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah Di SMP Negeri 1 Karangpandan.

elekt ronik bagi guru yang kurang mampu m engoperasikan alat t ersebut berdampak negat if, baik bagi guru maupun bagi siswa. Bagi guru kurang berw aw asan luas, sedang bagi sisw a kurang lengkap dalam m enerima mat eri pembelajaran. Efraim Okoro, menyat akan Jaringan sosial dan saluran komunikasi elekt ronik adalah alat yang efekt if dalam proses belajar mengajar dan sem akin m eningkat kan kualit as hasil belajar sisw a. Proses ini m endorong siswa untuk t erlibat akt if dalam kolaborasi dan part isipasi kegiat an kelas dan kerja kelom pok sert a m emberikan aliran penyebaran inform asi dengan m et ode canggih yang m enghasilkan hasil yang t erukur.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Implementasi Pengelolaan Kelas Aktif Berbasis Karakter di Sekolah Dasar Islam Terpadu

Implementasi Pengelolaan Kelas Aktif Berbasis Karakter di Sekolah Dasar Islam Terpadu

makan, antri, adab terhadap guru, adab terhadap antar siswa, hafalan doa, murojaah, hafalan alquraan dan lain-lain yang telah termuat pada jurnal observasi siswa. Adapun perkembagan sikap tanggung jawab di rumah dapat diketahui dari buku penghubung siswa form kegiatan libur semester ganjil dan genap dan home visit yang dilakukan wali kelas dan mitra kelas. Dari semua kegiatan tersebut akan terlihat aspek perkembangan sikap tanggung jawab siswa yang dirangkum melalui hasil belajar siswa pada semester ganjil dan genap yang menunjukkan peningkatan yang signifikan. Hal itu sesuai dengan apa yang telah diungkapkan oleh wali kelas jika sikap positif yang ditunjukkan siswa pada saat pembelajaran Pendidikan Agama Islam cenderung meningkat. 30 Ditegaskan lagi oleh guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam khususnya Aqidah Akhlaq jika sikap tanggung jawab siswa terus meningkat, hanya 1-2 anak saja yang membutuhkan pembinaan secara khusus dan optimal. 31 Sehingga dapat disimpulkan bahwa dukungan yang penuh dari sekolah dalam mengelola kegiatan pengelolaan kelas aktif berbasis karakter dengan baik menjadi suatu hal yang wajib dilakukan oleh sekolah. Karena penilain aspek sikap sangat luas cakupanya dan membutuhkan waktu yang panjang untuk melihat hasil dari kegiatan pengelolaan kelas aktif berbasis karakter. Motivasi dari semua unsur pendidikan juga menjadi salah satu penunjang keberhasilan memotivasi peserta didik untuk lebih giat belajar, khususnya mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (Aqidah Akhlaq). Karena dalam membentuk sistem pendidikan yang unggul, minimal terdapat tiga hal yang diperhatikan pertama sinergi antar sekolah, masyarakat dan keluarga. Sehingga pendidikan yang ada harus memadukan seluruh unsur di atas dalam mewujudkan kondisi faktual obyektif pendidikan.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pengelolaan Pembelajaran Bahasa Indonesia Berkarakter, Aktif, Dan Menyenangkan Di Kelas III SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta.

PENDAHULUAN Pengelolaan Pembelajaran Bahasa Indonesia Berkarakter, Aktif, Dan Menyenangkan Di Kelas III SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta.

pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Berdasarkan fungsi pendidikan nasional tersebut, pendidikan harus mampu mempengaruhi perbaikan watak masyarakat Indonesia. Peserta didik adalah manusia yang potensial dan dapat dikembangkan secara optimal melalui pendidikan, inilah bentuk pendidikan konstruktivisme yang seharusnya dikembangkan di Indonesia. Pada kenyataannya, landasan pendidikan nasional yang dimiliki oleh bangsa Indonesia tidak sama dengan kenyataan di lapangan. Pendidikan di Indonesia memiliki tradisi yang oleh Muslich (2011: 132) dinyatakan bahwa masyarakat Indonesia belum memiliki kematangan karakter sebagai budaya dan religius dalam kehidupan bermasyarakat. Kebiasaan dari masyarakat yang berpikir kritis melalui logika yang kuat untuk menyampaikan argumentasi yang benar juga belum menjadi kebiasaan. Masih banyak guru yang mengajar secara konvensional. Mereka membuat peserta didik seperti burung beo yang dipersiapkan untuk menjawab soal ujian seperti apa yang didiktekan oleh guru, tidak ada jiwa kritis dan aktif.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENERAPAN SUPERVISI AKADEMIK TEKNIK WORKSHOP UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN AKTIF DI SMA RAYON 5 MEDAN.

PENERAPAN SUPERVISI AKADEMIK TEKNIK WORKSHOP UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN AKTIF DI SMA RAYON 5 MEDAN.

Medan diperoleh rata-rata kesesuaian komponen observasi guru pada komponen pendahuluan sebesar 65 %, komponen kegiatan pembelajaran sebesar 55 %, dan penutup sebesar 65 %. Rata-rata keseluruhan ketiga komponen di atas sebesar 61,67 %. Hasil observasi menunjukkan bahwa rata-rata kesesuaian hanya mencapai 61,67 % yang berarti bahwa tingkat kesesuaian hanya berada pada kualifikasi kurang sesuai. Rendahnya kemampuan dalam melaksanakan pembelajaran disebabkan karena kurangnya penjelasan kompetensi dasar, indikator dan tujuan pembelajaran. Kemudian pada kegiatan pokok/inti, guru kurang menguasai kelas. kemampuan mengelola kelas tidak maksimal disebabkan jumlah siswa melebihi kapasitas kelas, metode/pendekatan kurang bervariasi, penggunaan alat bantu/media pembelajaran yang kurang optimal, strategi pembelajaran yang kurang melibatkan siswa. Hal ini tergambar dari rendahnya interaksi antar peserta didik dan juga kegiatan pencapaian kompetensi dan perumusan kesimpulan pembelajaran yang belum dilaksanakan seluruh guru.
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA  Pengelolaan Pembelajaran Bahasa Indonesia Berkarakter, Aktif, Dan Menyenangkan Di Kelas III SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta.

DAFTAR PUSTAKA Pengelolaan Pembelajaran Bahasa Indonesia Berkarakter, Aktif, Dan Menyenangkan Di Kelas III SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta.

‘ah awati, Fitri Puji, dkk. . Pe erapa Model Pe elajara Berkat A a g (Berkarakter, Aktif, dan Menyenangkan) untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran IPS di SD Mitra Se- Ke a ata Laweya . Hi ah Pe elitia PHK-B PGSD, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

4 Baca lebih lajut

View of Pembentukan Karakter Islami dalam Pengelolaan Kelas Aktif

View of Pembentukan Karakter Islami dalam Pengelolaan Kelas Aktif

Pendidikan karakter melalui sekolah, tidak semata - mata pembelajaran pengetahuan semata, tetapi lebih dari itu, yaitu penanaman moral, nilai - nilai etika, estetika, dan budi pekerti yang luhur. Selain itu karakter yang harus dimiliki siswa diantaranya yaitu kerja sama, disiplin, taat, dan tanggung jawab. Dan yang terpenting adalah setiap elemen mempraktikkan dan melakukan dengan disiplin. Proses belajar mengajar berkarakter memiliki karakteristik megarahkan siswa pada hasil belajar yang produktif, melibatkan siswa secara aktif, merangsang siswa berfikir kritis dan kreatif, strategi pembelajaran dengan cara yang efektif, suasana pembelajaran gembira dan menyenangkan. Dalam hal ini peran guru sangat besar demi terwujudnya hal-hal tersebut.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

STRATEGI PENGELOLAAN KELAS DALAM PROSES PEMBELAJARAN

STRATEGI PENGELOLAAN KELAS DALAM PROSES PEMBELAJARAN

Penilaian terhadap hasil belajar siswa baik dari ulangan harian, ulangan semester, Ujian Akhir Sekolah dan Ujian Akhir Nasional menunjukkan hasil yang memuaskan, berdasarkan data perolehan ulangan semester, perolehan Ujian Akhir Sekolah dan Ujian Akhir Nasional, penilaian terhadap proses pengajaran, berdasarkan hasil wawancara, observasi peneliti dan supervisi kepala sekolah, bahwa kompetensi guru dalam pembelajaran di kelas sudah bagus sekali, bahkan guru senior selalu menularkan etos kerja yang bagus, baik dalam melaksanakan tugas mengajarnya, tugas mengadministrasi hasil mengajar, maupun tugas tambahan dari sekolah. Keberhasilan SMA dalam mengukir prestasi juga didukung oleh: (a) input siswa yang tinggi, (b) etos kerja guru tinggi, (c) iklim sekolah yang kondusif, (d) adanya tanggung jawab moral dari guru senior untuk menularkan etos kerja yang tinggi terhadap guru baru, (e) peningkatan profesional guru melalui kegiatan Musyawaah Guru Mata Pelajaran, Diklat dan Workshop , (f) bimbingan belajar bagi semua siswa, (g) bimbingan prestasi bagi siswa peringkat 1-5 dari masing-masing kelas, (h) conversation bekerjasama dengan AMECC, dan (i) debat bahasa Inggris.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Pentingnya Pengelolaan Manajemen Kelas Dalam Pembelajaran

Pentingnya Pengelolaan Manajemen Kelas Dalam Pembelajaran

Manajemen kelas yang baik adalah mengenai penciptaan lingkungan belajar yang kondusif dan pemanfaatan sarana dengan memperhatikan kebutuhan siswa baik secara individual maupun secara kelompok. Karena tujuan utama dari kegiatan pembelajaran adalah memberikan bimbingan dan layanan kepada siswa agar mereka mau mengikuti prosen pembelajaran dengan aktif. Oleh karenanya perlu diketahui pula, bahwa siswa secara individu memiliki latar belakang yang berbeda-beda, baik latar belakang keluarga ataupun kemampuan intelektualitas. Hal inilah yang menjadi karakteristik siswa yang paling utama yang harus menjadi bagian dari perhatian dan perhitungan guru dalam membawa siswanya ke arah tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Persepsi Guru Pamong Terhadap Kualitas Mahasiswa Calon Guru PJOK Saat Melaksanakan Program Pengelolaan Pembelajaran di Sekolah Mitra

Persepsi Guru Pamong Terhadap Kualitas Mahasiswa Calon Guru PJOK Saat Melaksanakan Program Pengelolaan Pembelajaran di Sekolah Mitra

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas mahasiswa calon guru PJOK saat melakukan Program Pengelolaan Pembelajaran (PPP) di sekolah mitra Unesa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian merupakan volunteer sebanyak 10 orang berstatus sebagai mahasiswa calon guru PJOK saat melaksanakan PPP di sekolah mitra Unesa di kota Surabaya. Kualitas mahasiswa calon guru PJOK dinilai oleh guru pamong terkait tiga hal, yaitu: (1) kelayakan mahasiswa menjadi guru PJOK; (2) kebutuhan kompetensi guru; dan (3) kompetensi mahasiswa sebagai guru praktikkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelayakan mahasiswa calon guru PJOK menjadi guru praktikkan di sekolah mitra Unesa sebesar 80.5 (sangat layak). Berdasarkan persepsi guru pamong, sekolah memerlukan guru PJOK hebat yang memiliki kemampuan akademik yang mumpuni, menguasai perkembangan kurikulum terbaru, menguasai materi ajar, memiliki keterampilan pengelolaan kelas yang baik, keterampilan memecahkan masalah pembelajaran, kreatif dan inovatif. Sedangkan kualitas kinerja mahasiswa calon guru PJOK dinilai sudah cukup, dianggap telah mampu mengelola kelas, membuat RPP K-13, menguasai teknik mengajar, update pengetahuan tentang K-13, memiliki dedikasi, kemampuan mengembangkan diri tinggi dan disiplin tinggi. Hasil penelitian ini secara sekilas telah mampu mendeskripsikan kualitas mahasiswa dalam mengikuti PPP, akan tetapi jumlah subjek penelitian yang sedikit menjadi batasan dalam proses generalisasi hasil terhadap populasi.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PENGELOLAAN PEMBELAJARAN IPA KELAS V DI SD NEGERI GAMBIRSARI SURAKARTA  Pengelolaan Pembelajaran IPA Kelas V di SDN Gambirsari Surakarta.

PENGELOLAAN PEMBELAJARAN IPA KELAS V DI SD NEGERI GAMBIRSARI SURAKARTA Pengelolaan Pembelajaran IPA Kelas V di SDN Gambirsari Surakarta.

Abad 21 merupakan era transformasi bagi dunia pendidikan di mana arus perubahan antara guru dan peserta didik memainkan peranan penting dalam kegiatan pembelajaran. Menurut Rusman (2012:16) Peranan guru bukan hanya sebagai transfer of knowledge atau guru merupakan satu-satunya sumber belajar yang bisa melakukan apa saja (teacher center), melainkan guru sebagai mediator dan fasilitator aktif untuk mengembangkan potensi aktif siswa yang ada pada dirinya. Hal ini dipertegas lagi dengan pendapat Jufri (2013:166-167) terkait dengan penataan sistem pembelajaran, maka guru harus berusaha menggeser paradigma pengelolaan pembelajaran dari yang dahulunya berpusat pada guru (teacher centered) menjadi berpusat pada peserta didik (student centered).
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Kemampuan guru dalam melaksanakan model pembelajaran tematik pada kelas II  di MIS Mutiara Insan Palangka Raya

Kemampuan guru dalam melaksanakan model pembelajaran tematik pada kelas II di MIS Mutiara Insan Palangka Raya

Salah satu kemampuan guru dalam merencanakan pengelolaan kegiatan belajar mengajar ialah menentukan langkah-langkah mengajar. Menurut peneliti, guru sudah sangat mampu dan memperoleh skor 5 dalam menentukan langkah mengajar karena pada perencanaan pengajaran sudah terdapat langkah mengajar secara rinci karena adanya tiga kegiatan yaitu yang pertama perencanaan pembelajaran yaitu menentukan kompetensi dasar, menentukan indikator dan hasil belajar, yang kedua adanya pelaksanaan yang memuat kegiatan pendahuluan, inti dan penutup, yang ketiga adanya evaluasi memuat penilaian terhadap siswa berupa sikap, pengetahuan dan keterampilan. Semuanya sesuai dengan indikator serta berpusat pada guru dan siswa. Hal ini sesuai dengan pendapat Al-Tabany (2011 : 168) langkah-langkah model pembelajaran tematik terbagi menjadi tiga yaitu “Perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi”
Baca lebih lanjut

155 Baca lebih lajut

Pengelolaan Kelas dalam Pembelajaran

Pengelolaan Kelas dalam Pembelajaran

Siswa yang menuntut balas mengalami frustasi yang amat dalam dan tidak menyadari bahwa dia sebenarnya mencari sukses dengan jalan menyakiti orang lain. Keganasan, penyerangan secara fisik (mencakar, menggigit, menendang) terhadap sesama siswa, petugas atau pengusaha, ataupun terhadap binatang sering dilakukan anak-anak ini. Anak-anak seperti ini akan merasa sakit kalau dikalahkan, dan mereka bukan pemain-pemain yang baik (misalnya dalam pertandingan). Anak-anak yang suka menuntut balas ini biasanya lebih suka bertindak secara aktif daripada pasif.Anak- anak penuntut balas yang aktif sering dikenal sebagai anak- anak yang ganas dan kejam, sedang yang pasif dikenal sebagai anak-anak pencemberut dan tidak patuh (suka menetang). d. Memperlihatkan ketidakmampuan.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENGELOLAAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA  BERKARAKTER, AKTIF, DAN MENYENANGKAN   Pengelolaan Pembelajaran Bahasa Indonesia Berkarakter, Aktif, Dan Menyenangkan Di Kelas III SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta.

PENGELOLAAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERKARAKTER, AKTIF, DAN MENYENANGKAN Pengelolaan Pembelajaran Bahasa Indonesia Berkarakter, Aktif, Dan Menyenangkan Di Kelas III SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta.

Berdasarkan observasi pada peserta didik SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta, mereka merasa senang mengikuti pembelajaran ketika guru memberikan materi secara bervariasi. Mata pelajaran Bahasa Indonesia yang mengakomodasi empat kemampuan berbahasa, yakni mendengar, berbicara, membaca, dan menulis menjadi mata pelajaran yang disukai sebab guru memberikan banyak variasi pembelajaran untuk menyampaikan materi dan melatih kemampuan peserta didik. Selain itu, peserta didik menyukai strategi belajar di kelas yang melibatkan peserta didik dalam pembelajaran, misalnya: diskusi, cerita pengalaman temannya, membuat karya, dan sebagainya. Hal ini memperlihatkan keaktifan peserta didik dalam pembelajaran.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENGELOLAAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA  BERKARAKTER, AKTIF, DAN MENYENANGKAN   Pengelolaan Pembelajaran Bahasa Indonesia Berkarakter, Aktif, Dan Menyenangkan Di Kelas III SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta.

PENGELOLAAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERKARAKTER, AKTIF, DAN MENYENANGKAN Pengelolaan Pembelajaran Bahasa Indonesia Berkarakter, Aktif, Dan Menyenangkan Di Kelas III SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta.

Puji syukur ke hadirat Allah s.w.t. yang telah mencurahkan rahmat, kesehatan, dan barakah pada penulis sehingga dapat menyelesaikan tesis ini. Tesis berjudu l Pengelolaan Pembelajaran Bahasa Indonesia Berkarakter, Aktif, dan Menyenangkan di Kelas III SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta i i, disusu gu a e e uhi persyarata memperoleh gelas magister dalam Ilmu Manajemen Pendidikan di Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta.

16 Baca lebih lajut

Studi komparasi prestasi belajar PAI yang aktif melaksanakan shalat dhuha dan yang tidak aktif melaksanakan shalat dhuha pada kelas X di SMAN 1 Gedangan

Studi komparasi prestasi belajar PAI yang aktif melaksanakan shalat dhuha dan yang tidak aktif melaksanakan shalat dhuha pada kelas X di SMAN 1 Gedangan

Namun kenyataannya materi pelajaran Pendidikan Agama Islam kurang diminati siswa, juga pendidikan Agama Islam di sekolah –sekolah umum sangat terbatas sehingga tujuan Pendidikan Agama Islam disekolah sulit untuk dicapai, dan ini menjadi salah satu penyebab menurunnya nilai prestasi Pendidikan Agama Islam. Oleh karena itu, dilaksanakannya shalat dhuha secara rutin memiliki keterkaitan terhadap diri siswa, membentuk prestasi dalam bidang kognitif, afektif maupun psikomotorik, dan juga penanaman nilai – nilai keagamaan. Pada tahap pencapaian prestasi belajar siswa tentu berbeda dengan siswa satu dengan siswa yang lainnya, dikarenakan setiap individu sendiri mempunyai karakterisktik yang berbeda – beda tentang pemahaman belajar. Sehingga di sini terjadi perbandingan atau perbedaan antara prestasi hasil belajar siswa kelas A dengan prestasi hasil kelas B. Kebiasaan shalat, khususnya shalat dhuha yang dikerjakan secara rutin akan membawa pengaruh terhadap kecerdasaan spiritual dan prestasi belajar yang dimiliki oleh peserta didik. Di SMAN 1 Gedangan menerapkan shalat dhuha yang dilaksanakan setiap pagi sebelum pembelajaran PAI dimulai. Oleh karenanya, penulis mengadakan penelitian yang berjudul Studi
Baca lebih lanjut

114 Baca lebih lajut

PEMBELAJARAN AKTIF DI SEKOLAH DASAR

PEMBELAJARAN AKTIF DI SEKOLAH DASAR

Tentu saja perlu ada gambaran yang jelas mengenai bagimana pembelajaran seharusnya dilakukan oleh guru sehingga peserta didik dapat belajar secara aktif dan mampu mengembangkan potensinya secara optimal. Orientasi pembelajaran di SD adalah bagaimana anak memiliki kemampuan dasar untuk dapat mengikuti pendidikan lebih lanjut. Selain itu harapan stakeholder yang tidak dapat ditolak adalah anak memiliki akhlaqul karimah. Akhlaqul karimah meliputi sopan santun, tata krama, etika, moral, dan sikap yang dilandasi oleh nilai keagamaan. Oemar Hamalik mengembangkan gagasan Paul D. Dierich melalui delapan kelompok perbuatan belajar aktif.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENGELOLAAN PEMBELAJARAN IPA KELAS V DI SDN GAMBIRSARI SURAKARTA     Pengelolaan Pembelajaran IPA Kelas V di SDN Gambirsari Surakarta.

PENGELOLAAN PEMBELAJARAN IPA KELAS V DI SDN GAMBIRSARI SURAKARTA Pengelolaan Pembelajaran IPA Kelas V di SDN Gambirsari Surakarta.

Abad 21 merupakan era transformasi bagi dunia pendidikan. Terkait dengan transformasi pendidikan, maka guru harus berusaha menggeser paradigma pengelolaan pembelajaran dari yang berpusat pada guru ( teacher centered) menjadi berpusat pada peserta didik (student centered). Penelitian ini untuk mendeskripsikan pengelolaan pembelajaran IPA kelas V di SDN Gambirsari Surakarta mengenai perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Model analisis data menggunakan analisis interaktif yang di lakukan dengan empat tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Pengujian keabsahan data di lakukan dengan mengunakan teknik triangulasi sumber dan metode. Hasil dari penelitian menyimpulkan perencanaan meliputi menyusun perangkat pembelajaran, menetapkan metode, media, pendekatan pembelajaran dan menyiapkan alat peraga. Perangkat pembelajaran terdiri dari Program Tahunan, Program Semester, Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Pelaksanaan terdiri dari tiga tahap pembelajaran yaitu pendahuluan, inti dan penutup. Kegiatan inti dibagi menjadi tiga yaitu eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi. Evaluasi terbagi menjadi tiga yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects