Top PDF PENGELOLAAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERBASIS TEKS PADA SISWA KELAS VII Pengelolaan Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Teks Pada Siswa Kelas VII di SMP 4 Klaten.

PENGELOLAAN  PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERBASIS TEKS PADA  SISWA KELAS VII   Pengelolaan Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Teks Pada Siswa Kelas VII di SMP 4 Klaten.

PENGELOLAAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERBASIS TEKS PADA SISWA KELAS VII Pengelolaan Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Teks Pada Siswa Kelas VII di SMP 4 Klaten.

Hasil penelitian ini adalah (1) Perencanaan pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP N 4 Klaten yaitu kurikulum 2013. Dalam perencanaan pembelajaran memuat Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) dengan pendekatan Scientific Learning.Untuk aspek penilaian menggunakan aspek pengetahuan, ketrampilan dan sikap. (2) Tahap pelaksanaan pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis teks di SMP N 4 Klaten yaitu: (a) tahap pembangunan konteks, (b) tahap pemodelan teks, (c) tahap pembuatan teks secara bersama-sama, (d) tahap pembuatan teks secara mandiri.Guru dapat memulai kegiatan belajar-mengajar dari tahap manapun, meskipun pada umumnya tahap- tahap itu ditempuh secara urut. Pelaksanaan pembelajaran menggunakan buku yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.Hal-hal yang mendukung pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia berbasis teks pada siswa kelas VII di SMP N 4 Klaten yaitu di antaranya sarana prasarana penunjang pembelajaran, motivasi belajar dan keantusiasan siswa dalam mengikuti berlangsungnya kegiatan pembelajaran dengan enam M (mengamati, menanya, mencoba, menalar, menyaji, dan mencipta). (3) Dampak positif dari pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia berbasis teks diantaranya adalah : (a) siswa menjadi lebih aktif dalam kegiatan belajar mengajar yang dilangsungkan, (b) siswa lebih mandiri dalam belajarnya, (c) siswa lebih terbantu untuk mengembangkan kemampuan dan keterampilan menalar dalam memecahkan persoalan yang dihadapi, menyelesaikan masalah kehidupan nyata dengan berpikir kritis.Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan bahasa Indonesia berbasis teks yaitu perlunya pembiasaan baik dari guru maupun siswa dalam melaksanakan pembelajaran, Siswa mengalami kejenuhan karena setiap saat harus menjumpai pembelajaran dengan teks. Cara mengatasi dengan penggunaan media pembelajaran, guru dapat memulai kegiatan belajar-mengajar dari tahap manapun, apabila kegiatan belajar-mengajar mengalami kesulitan pada tahap tertentu.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PENGELOLAAN  PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERBASIS TEKS PADA  SISWA KELAS VII   Pengelolaan Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Teks Pada Siswa Kelas VII di SMP 4 Klaten.

PENGELOLAAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERBASIS TEKS PADA SISWA KELAS VII Pengelolaan Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Teks Pada Siswa Kelas VII di SMP 4 Klaten.

Tujuan dari penelitan ini adalah (1) Untuk mendeskripsikan perencanaan pembelajaran bahasa Indonesia berbasis teks (2) Untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia berbasis teks (3) Untuk mendeskripsikan evaluasi pembelajaran bahasa Indonesia berbasis teks. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. analisis data pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Uji keabsahan data dengan triangulasi
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pengelolaan Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Teks Pada Siswa Kelas VII di SMP 4 Klaten.

PENDAHULUAN Pengelolaan Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Teks Pada Siswa Kelas VII di SMP 4 Klaten.

menjadikan teks sebagai dasar, asas, pangkal, dan tumpuan (Sufanti, 2013:2). Teks didefinisikan: satuan bahasa yang digunakan sebagai ungkapan suatu kegiatan sosial baik secara lisan maupun tulis dengan struktur berpikir yang lengkap (Mahsun, 2014:1). Menurut Hartoko dan Rahmanto (dalam Sufanti, 2013:2) teks adalah urutan teratur sejumlah kalimat yang dihasilkan dan atau ditafsirkan sebagai suatu keseluruhan yang kait mengkait.

5 Baca lebih lajut

PENGELOLAAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA  DI KELAS VII SMP NEGERI I SRAGI  Pengelolaan Pembelajaran Bahasa Indonesia Di Kelas VII SMP Negeri I Sragi Kabupaten Pekalongan.

PENGELOLAAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS VII SMP NEGERI I SRAGI Pengelolaan Pembelajaran Bahasa Indonesia Di Kelas VII SMP Negeri I Sragi Kabupaten Pekalongan.

Kegiatan kedua dalam pelaksanaan pebelajaran adalah kegiatan menyampaikan inti pembelajaran. Penyampain inti pembelajaran merupakan proses pembelajaran yang sesungguhnya, kegiatan inti, dalam metode pembelajaran bahasa Indonesia kelas VII SMP Negeri 1 Sragi Kabupaten Pekalolangan menekankan pada proses pembentukan pengalaman belajar siswa (learning experiences). Penyampaikan inti pembelajaran, dilakukan oleh guru dengan menggunakan metode komunikatif, tanya jawab, audiolingual, membacam dan bercerita, selain itu terkadang saya menggunakan metode kooperatif agar pembelajaran lebih efektif. Adapun media pembelajaran yang digunakan oleh guru bahasa Indonesia dalam pembelajaran Bahasa Indonesia melipitu: media cetak dan media elektronik. Media cetak berupa buku-buku dan lembar kerja sekolah, media elektronika berupa vedio, sedangkan media multimedia yang ada adalah komputer dengan aplikasi presentasi.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK (PROJECT BASED LEARNING) TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS TANGGAPAN DESKRIPTIF SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 BERASTAGI TAHUN PEMBELAJARAN 2014/2015.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK (PROJECT BASED LEARNING) TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS TANGGAPAN DESKRIPTIF SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 BERASTAGI TAHUN PEMBELAJARAN 2014/2015.

Pembelajaran bahasa Indonesia dalam kurikulum 2013 disusun berbasis teks. Teks terbagi berbagai jenis, seperti teks tanggapan deskriptif, prosedur kompleks, laporan observasi, eksplanasi, eksposisi, negosiasi, dan anekdot. Setiap teks memiliki struktur tersendiri yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Struktur teks tersebut merupakan cerminan struktur berpikir. Dengan demikian, makin banyak jenis teks yang dikuasai siswa, maka makin banyak pula struktur berpikir yang dapat digunakannya dalam akademisnya maupun kehidupan sosialnya (Kemendikbud: 2013).
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI OLEH SISWA KELAS VII SMP NEGERI 38 MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2013/2014.

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI OLEH SISWA KELAS VII SMP NEGERI 38 MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2013/2014.

Pelajaran bahasa Indonesia sangatlah penting diterapkan dalam dunia pendidikan. Pelajaran bahasa Indonesia salah satu penunjang keberhasilan seorang siswa dalam melanjutkan pendidikannya kejenjang yang lebih tinggi. Untuk meningkatkan pemahaman siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia hal yang paling baik digunakan ialah mendidik siswa di sekolah dengan baik dan mendapat pengajaran guru yang profesional sehingga benar-benar dapat membentuk karakter siswa dalam menerima pelajaran bahasa Indonesia. Untuk meningkatkan pegetahuan siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia guru seharusnya dapat mengenali karakter setiap siswa agar kegiatan proses belajar mengajar berjalan dengan lancar.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

PEMBELAJARAN MENULIS TEKS TANGGAPAN DESKRIPTIF SISWA KELAS VII SMP SEJAHTERA BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2014/2015

PEMBELAJARAN MENULIS TEKS TANGGAPAN DESKRIPTIF SISWA KELAS VII SMP SEJAHTERA BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Deskripsi berasal dari kata bahasa Latin describere yang berarti menggambarkan atau membeberkan sesuatu hal. Deskripsi merupakan sebuah bentuk tulisan yang bertalian dengan usaha para penulis untuk memberikan perincian-perincian dari objek yang sedang dibicarakan (Keraf, 1982: 93). Deskripsi adalah ragam wacana yang melukiskan atau menggambarkan sesuatu berdasarkan kesan-kesan dari pengamatan, pengalaman, dan perasaan penulisnya. Sasarannya adalah menciptakan imajinasi atau daya khayal pembaca sehinga pembaca seolah-olah melihat, mengalami, dan merasakan sendiri apa yang dialami penulis (Dalman, 2009: 13). Suparno dan Yunus (2007: 46) deskripsi adalah suatu bentuk karangan yang melukiskan sesuatu sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, sehingga pembaca dapat mencitrai (melihat, mendengar, mencium, dan merasakan) apa yang dilukiskan itu sesuai dengan citra penulisnya.
Baca lebih lanjut

64 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS EKSPLANASI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 6 MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2014/2015.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS EKSPLANASI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 6 MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2014/2015.

Bahasa merupakan alat komunikasi yang digunakan seseorang untuk berkomunikasi dengan orang lain. Komunikasi dapat dilakukan secara lisan dan tulisan, komunikasi secara tulisan berarti harus diawali dengan aktivitas menulis. Menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang memiliki manfaat besar bagi siswa, dalam menulis siswa diharapkan mampu mengungkapkan ide, gagasan, pengalam dan pendapat dalam berbagai tulisan untuk tercapainya dalam mengerjakannya sehingga dapat menghasilkan suatu bentuk tulisan.

22 Baca lebih lajut

ANALISIS ISI BUKU TEKS BAHASA INDONESIA KURIKULUM 2013 DENGAN GAYA BELAJAR SISWA KELAS VII SMP NEGERI 6 KISARAN.

ANALISIS ISI BUKU TEKS BAHASA INDONESIA KURIKULUM 2013 DENGAN GAYA BELAJAR SISWA KELAS VII SMP NEGERI 6 KISARAN.

Sektor pendidikan memegang peranan sangat penting dalam pembangunan sosial, budaya, dan ekonomi. Kemajuan pendidikan tidak dapat dipisahkan dengan pembangunan fasilitas lembaga pendidikan yang merupakan fasilitas dalam memperlancar tujuan pendidikan. Sehingga pendidikan ditantang untuk segera meningkatkan mutunya melalui penyesuaian buku ajar dengan kurikulum, mengembangkan silabus, standar kompetensi, penyesuaian gaya belajar, serta memilih metode pembelajaran yang sesuai sehingga peserta didik dapat dengan mudah memahami materi ajarnya.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING) TERHADAP KEMAMPUAN MENGIDENTIFIKASI UNSUR INTRINSIK TEKS CERPEN OLEH SISWA KELAS VII SMP NEGERI 25 MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2015/2016.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING) TERHADAP KEMAMPUAN MENGIDENTIFIKASI UNSUR INTRINSIK TEKS CERPEN OLEH SISWA KELAS VII SMP NEGERI 25 MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2015/2016.

Pembelajaran bahasa Indonesia merupakan salah satu mata pelajaran yang disebut-sebut mengalami perombakan total dari sekian mata pelajaran lainnya. Jika dalam kurikulum satuan tingkat pendidikan (KTSP) mata pelajaran bahasa Indonesia lebih mengedepankan pada keterampilan berbahasa dan bersastra, maka lain halnya dalam kurikulum 2013 ini mata pelajaran bahasa Indonesia digunakan sebagai sarana untuk mengembangkan kemampuan dan keterampilan menalar para siswa. Dalam kurikulum 2013 para siswa diharapkan untuk lebih aktif pada proses belajar. Selain itu, dalam kurikulum 2013 juga mengarahkan salah satu pembelajaran berbasis teks yang harus dikuasai siswa yaitu teks cerita pendek, selain teks laporan hasil observasi, deskripsi, eksposisi, eksplanasi, anekdot, prosedur kompleks, dan negoisasi.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN TEKS DONGENG BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN AJAR PROSA FIKSI SISWA SMP KELAS VII.

PENGEMBANGAN TEKS DONGENG BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN AJAR PROSA FIKSI SISWA SMP KELAS VII.

Inovasi proses belajar mengajar yang kreatif adalah kunci pengembangan bahasa dan sastra Indonesia di sekolah. Salahsatu cara bentuk inovasi dalam proses belajar mengajar adalah dengan upaya pengembangan bahan ajar. Bahan ajar merupakan persoalan pokok yang tidak dapat dikesampingkan dalam suatu proses pembelajaran. Upaya pengembangan bahan ajar sejatinya dapat meningkatkan mutu pembelajaran. Pengembangan bahan ajar tersebut tentunya dilaksanakan dengan adanya suatu kreativitas sehingga muncullah suatu inovasi baru, sebuah bahan ajar inovatif. Upaya pengembangan bahan ajar yang akan diusung dalam penelitian ini adalah bahan ajar dongeng berbasis pendidikan karakter. Hal yang membuat pengembangan tersebut dapat dikatakan proses inovasi dalam hal ini yaitu sebuah keteladanan yang dimunculkan di dalam sebuah dongeng nusantara pilihan. Keteladanan adalah metode efektif dalam pendidikan karakter. Keteladanan mampu memberikan contoh nyata bagaimana seseorang harus bersikap dan berperilaku dalam kehidupan sehari-hari.
Baca lebih lanjut

44 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK (PROJECT-BASED LEARNING) TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS TANGGAPAN DESKRIPSI PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 3 SIBORONGBORONG TAHUN PEMBELAJARAN 2014/2015.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK (PROJECT-BASED LEARNING) TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS TANGGAPAN DESKRIPSI PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 3 SIBORONGBORONG TAHUN PEMBELAJARAN 2014/2015.

Elfy Syahrinur Sitompul, Nim 2101111004. Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning) Terhadap Kemampuan Menulis Teks Tanggapan Deskripsi Pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 Siborongborong Tahun Pembelajaran 2014/2015. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fakultas Bahasa dan Seni. Universitas Negeri Medan.

13 Baca lebih lajut

PENGELOLAAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA  DI KELAS VII SMP NEGERI I SRAGI  Pengelolaan Pembelajaran Bahasa Indonesia Di Kelas VII SMP Negeri I Sragi Kabupaten Pekalongan.

PENGELOLAAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS VII SMP NEGERI I SRAGI Pengelolaan Pembelajaran Bahasa Indonesia Di Kelas VII SMP Negeri I Sragi Kabupaten Pekalongan.

Hasil penelitian ini adalah: (1) Perencanaan pembelajaran bahasa Indonesia klas VII SMP Negri 1 Sragi Kabupaten Pekalongan, sudah dilakukan oleh guru bahasa Indonesia dengan mengacu pada rencana pembelajaran yang disusun oleh MGMP bahasa Indonesia Kabupaten namun tidak semua rencana pembelajaran guru menerapkan metode pembelajaran siswa aktif. (2) Pelaksanaan Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri 1 Sragi Kabupaten Pekalongan, dilakukan oleh guru bahasa Indonesia dalam 3 (tiga) tahap kegiatan, yaitu kegiatan awal/pendahuluan; kegiatan inti; dan kegiatan penutup/akhir, dilakukan oleh guru dengan menerapkan berbagai metode, pada pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia yang menerapkan pembelajaran koopratif guru lebih mengutamakan pada terjadinya proses. Dengan metode pembelajaran berbasis siswa aktif terbukti dapat menumbuhkan rasa saling saling membantu dan siswa dapat memahami perbedaan pendapat yang ada diantara teman mereka, serta meningkatkan kerjasama dalam kelas. (3) Evaluasi pembelajaran metode Bahasa Indonesia di kelas VII SMP Negeri 1 Sragi, Kabupaten Pekalongan, dilakukan secara bertahap mulai dari evaluasi sumatif (harian) dan evaluasri formatif (mid semester dan semester). Evaluasi dalam metode pembelajaran bahasa Indonesia di kelas VII SMP Negeri 1 Sragi Kabupaten Pekalongan, dilakukan dengan menunjukkan hasil belajar yang di capai oleh siswa dengan skor tertentu.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

S IND 1002799 Chapter3

S IND 1002799 Chapter3

Pemberian angket kepada siswa kelas VII SMP ini dilakukan untuk mengetahui keberterimaan pengguna p roduk terhadap bahan ajar yang telah dikembangkan oleh peneliti. Instrument ini ditujukan untuk meminta pandangan siswa dengan bahan ajar dan materi yang ada di dalamnya. Tahap ini menentukan apakah bahan ajar yang kita sughkan dapat diterima sebagai bahan ajar atau tidak. Instrument berupa angket akan digunakan dalam tahap penilaian ini. Pertanyaan yang disuguhkan berupa pilihan antara teks dongeng setelah dikembangkan dan sibelum dikembangkan. Berikut ini daftar pertanyaan dri instrument angket iswa.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

S IND 1002799 Chapter1

S IND 1002799 Chapter1

bermaksud untuk memunculkan penelitian yang berbeda dengan penelitian sebelumnya. Jika pada penelitian sebelumnya mengenai implementasi pendidikan karakter melalui mata pelajaran PKn sedangkan penelitian ini mengenai Pendidikan karakter yang akan disa mpaikan melalui bahan ajar dongeng berbasis pendidikan karakter.

8 Baca lebih lajut

S IND 1002799 Chapter5

S IND 1002799 Chapter5

Dongeng yang dijadikan sebagai objek penelitian terdiri atas dongeng pada buku teks (BSE kurikulum KTSP dan Buku Siswa kurikulum 2013) dan dongeng di luar buku teks yang diambil 30% dari 33 keseluruhan jumlah provinsi di Indonesia. Dongeng di luar buku teks terdiri dari dongeng dalam bentuk teks dan dongeng dalam bentuk lisan. Dongeng-dongeng tersebut dianalisis dengan 2 pisau analisis, yaitu berdasarkan ciri-ciri dongeng yang dirumuskan oleh Burhan Nurgiyantoro dan indikator 18 nilai karakter yang dirumuskan oleh Kemendikbud.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

S IND 1002799 Abstract

S IND 1002799 Abstract

Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Research and Development dengan beberapa prosedur penelitian. Langkah-langkah atau prosedur penelitian R & D dilakukan melalui suatu siklus, yang diawali dengan analisis kebutuhan. Analisis kebutuhan dilakukan dengan sebuah studi lapangan, sehingga didapatkan sebuah permasalahan proses penyampaian dan penanaman pendidikan karakter kepada siswa SMP melalui matapelajaran tertentu dengan permasalahan lain. Permasalahan tersebut membutuhkan sebuah pemecahan yang akan diusung melalui penelitian yang akan dilaksanakan. Setelah melakukan analisis kebutuhan, peneliti mengumpulkan berbagai dongeng nusantara dari berbagai sumber. Penelitian dilanjutkan dengan menganalisis profil dongeng yang telah dikumpulkan dengan kriteria yang telah ditentukan. Selanjutnya, dongeng-dongeng tersebut dianalisis berdasarkan indikator 18 nilai karakter yang telah dirumuskan oleh kurikulum Kemendiknas (2010a).Selanjutnya dongeng-dongeng tersebut dikembangkan dengan pola pengembagan yang telah ditentukan. Dongeng-dongeng yang telah dianalisis kemudian akan diujikan dan dinilai oleh seorang ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Teks Dongeng Berbasis Pendidikan karakter yang telah dikembangkan dengan pola pengembangan dapat dimanfaatkan sebagai alternatif penyampaian pendidikan karakter bagi siswa SMP kelas VII. Karena pesona positif yang dipancarkan melalui tokoh, alur cerita, maupun latar akan diserap oleh kekuatan kognitif, afektif, dan psikomotorik anak hingga mendorongnya melakukan dan menciptakan sesuatu yang lebih positif. Pola pengembangan beserta bahan ajar yang dikembangkan oleh peneliti ini sudah memenuhi kebutuhan berdasarkan studi lapangan, meskipun terdapat beberapa hal yang masih harus diperbaiki, atau mungkin peneliti selanjutnya dapat menemukan pola pengembangan yang lebih layak.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

DAFTAR HADIR SISWA MATA PELAJARAN BAHASA

DAFTAR HADIR SISWA MATA PELAJARAN BAHASA

DAFTAR HADIR SISWA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS VII-A... DAFTAR NILAI MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS VII-A..[r]

10 Baca lebih lajut

MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DALAM KEGIATAN MENULIS TEKS EKSPLANASI : penelitian Kuasi Eksperimen terhadap Siswa Kelas VII SMP Kartika XIX-2 Bandung.

MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DALAM KEGIATAN MENULIS TEKS EKSPLANASI : penelitian Kuasi Eksperimen terhadap Siswa Kelas VII SMP Kartika XIX-2 Bandung.

Salah satu model yang tepat digunakan dalam penelitian ini adalah Pembelajaran Berbasis Masalah yang berarti sebuah model pembelajaran yang menawarkan teknik pembelajaran yang baru dan berbeda agar pembelajaran tidak lagi berlangsung secara kaku dan monoton. Model ini sangatlah sesuai dengan pola pendekatan pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAIKEM) dan cocok digunakan dalam pembelajaran menulis teks eksplanasi sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013 melalui pendekatan saintifik. Pembelajaran menggunakan model PBM merupakan suatu proses pembelajaran yang menuntut siswa belajar secara aktif untuk membuat suatu penyelidikan mengenai suatu permasalahan dan dengan itu mencoba memecahkan masalahnya sendiri.
Baca lebih lanjut

35 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pengembangan Bahan Ajar Pada Materi Sebaran Barang Tambang Di Indonesia Mata Pelajaran Ips Terpadu Kelas VII SMP.

PENDAHULUAN Pengembangan Bahan Ajar Pada Materi Sebaran Barang Tambang Di Indonesia Mata Pelajaran Ips Terpadu Kelas VII SMP.

Bahan ajar memiliki beragam jenis, ada yang cetak maupun non cetak. Bahan ajar cetak yang sering dijumpai antara lain berupa handout, buku, modul, brosur, dan lembar kerja siswa. Buku sebagai bahan ajar merupakan buku yang berisi ilmu pengetahuan hasil analisi terhadap kurikulum dalam bentuk tertulis. Contohnya adalah buku teks pelajaran karena buku pelajaran disusun berdasarkan kurikulum yang berlaku. Buku disusun dengan menggunakan bahasa sederhana, menarik, dilengkapi gambar, keterangan, isi buku, dan daftar pustaka. Buku akan sangat membantu guru dan siswa dalam mendalami ilmu pengetahuan sesuai dengan mata pelajaran masing-masing. (Prastowo,2011:166)
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...