Top PDF PENGELOLAAN ZAKAT, INFAK DAN SEDEKAH DALAM PENGEMBANGAN USAHA MIKRO (Studi Kasus Pada Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Tulungagung)

PENGELOLAAN ZAKAT, INFAK DAN SEDEKAH  DALAM PENGEMBANGAN USAHA MIKRO  (Studi Kasus Pada Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Tulungagung)

PENGELOLAAN ZAKAT, INFAK DAN SEDEKAH DALAM PENGEMBANGAN USAHA MIKRO (Studi Kasus Pada Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Tulungagung)

Sedekah dalam pengembangan usaha mikro studi kasus pada Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Tulungagung. Adapaun metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni metode lapangan (field research) yang bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi partisipan, dan studi dokumentasi. Pengecekan data dilakukan dengan menggunakan teknik trianggulasi, diskusi dengan teman sejawat. Sedangkan pengecekan audibilitas data penelitian oleh dosen pembimbing sebagai auditor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan dana ZIS di BAZNAS Kabupaten Tulungagung mempunyai cara untuk mengelola dana tersebut. Agar dana tersebut dapat berjalan lancar, efektif dan efesien maka di butuhkan pengelolaan. Dalam merencanakan penghimpunan BAZNAS Tulungagung mempunyai poin-poin tertentu yang harus diperhatikan. Adapaun point tersebut yakni; organisasi harus mengetahui keadaan lingkungan dimana organisasi itu berada, kemudian objek penghimpunan kita segmentasinya siapa, apakah individu, perusahaan atau yayasan, setelah semuanya dilakukan maka lembaga atau organisasi membuat strategi dan taktik yang akan digunakan dalam penghimpunan untuk mencapai target yang telah ditentukan. Dalam rangka mewujudkan BAZNAS Kabupaten Tulungagung yang jujur, adil dan amanah maka proses trasnparasi dan akuntabilitas diupayakan semaksimal mungkin guna mewujudkan kepercayaan (trust) dari Muzakki.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Strategi Komunikasi Pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) Melalui Media Sosial

Strategi Komunikasi Pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) Melalui Media Sosial

Dalam pengelolaan infaq dan shadaqah masih banyak dalam pengelolaannya secara konsumtif, meskipun sudah ada usaha memproduktifkan infaq dan shodaqoh tetapi masih belum optimal, selaras dengan hal ini dalam konteks pengembannya M. Safe’i Antonoio pengelolaan wakaf pengelompokkannya menjadi tiga golongan yaitu: Pertama, preode tradisional yaitu wakaf masih ditempatkan pada ajaran yang murni (Ibadah Mahdah) seperti pembangunan masjid dan mushola. Kedua, preode semi profesional, yakni pada masa ini mulai dikembangkan pola pemberdayaan secara produktif, contoh pembangunan masjid yang letaknya strategis dengan menambah bangunan gedung untuk pertemuan, gedung pernikahan dan acara-acara seminar. Ketiga, preode profesional yakni preode ini ditandai dengan pemberdayaan potensi masyarakat secara produktif. Keprofesionalannya mel;iputi aspek-aspek manajemen modern, pengembangan sumberdaya manusia ke-nazir-an pola kemitraan usaha dan usaha peningkatan ketrampilan (Zuhri,, 2002:2).
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Pelaksanaan sistem pengelolaan zakat infak sedekah di Provinsi Lampung (analisis kasus pengelolaan lazis dewan Da'wah Lampung - Raden Intan Repository

Pelaksanaan sistem pengelolaan zakat infak sedekah di Provinsi Lampung (analisis kasus pengelolaan lazis dewan Da'wah Lampung - Raden Intan Repository

Pendayagunaan Zakat pada Badan Amil Zakat Nasional dalam Peningkatan Kesejahteraan Umat.. Disertasi, Pasca Sarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2009.[r]

7 Baca lebih lajut

BAB II LANDASAN TEORI DAN PERUNDANG-UNDANGAN A. Zakat - Pelaksanaan sistem pengelolaan zakat infak sedekah di Provinsi Lampung (analisis kasus pengelolaan lazis dewan Da'wah Lampung - Raden Intan Repository

BAB II LANDASAN TEORI DAN PERUNDANG-UNDANGAN A. Zakat - Pelaksanaan sistem pengelolaan zakat infak sedekah di Provinsi Lampung (analisis kasus pengelolaan lazis dewan Da'wah Lampung - Raden Intan Repository

b. Allah Swt. menyandingkan perintah menunaikan zakat dengan perintah melaksanakan shalat di dua puluh delapan tempat dalam al- Qur`ân. 58 Ini menunjukkan betapa urgen dan tinggi kedudukannya dalam Islam. Kemudian penyebutan kata shalat dalam banyak ayat di al-Qur`ân terkadang disandingkan dengan iman dan terkadang dengan zakat. Terkadang ketiga-tiganya disandingkan dengan amal shalih adalah urutan yang logis. Iman yang merupakan perbuatan hati adalah dasar, sedangkan amal shalih yang merupakan amal perbuatan anggota tubuh menjadi bukti kebenaran iman. Amal perbuatan pertama yang dituntut dari seorang mukmin adalah shalat yang merupakan ibadah badaniyah (ibadah dengan gerakan badan) kemudian zakat yang merupakan ibadah harta. Oleh karena itu, setelah ajakan kepada iman didahulukan ajakan shalat dan zakat sebelum rukun-rukun Islam lainnya. Ini berdasarkan hadits Ibnu ‘Abbâs Radhiyallahu anhuma dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallamsaat beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus Mu’âdz Radhiyallahu anhu ke Yaman, beliau bersabda kepadanya:
Baca lebih lanjut

76 Baca lebih lajut

Perda No 1 Tahun 2012 PENGELOLAAN ZAKAT INFAK DAN SEDEKAH

Perda No 1 Tahun 2012 PENGELOLAAN ZAKAT INFAK DAN SEDEKAH

Yang dimaksud dengan “Kadar zakat” adalah besarnya perhitungan atau persentase zakat yang harus dikeluarkan. Yang dimaksud dengan “Waktu zakat” dapat terdiri atas haul atau masa pemilikan harta kekayaan selama duabelas bulan Qamariah, panen atau pada saat menemukan rikaz.

14 Baca lebih lajut

Strategi Pendistribusian Zakat, Infak, Dan Sedekah (ZIS) Di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Tangerang Selatan

Strategi Pendistribusian Zakat, Infak, Dan Sedekah (ZIS) Di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Tangerang Selatan

Pengelolaan zakat oleh lembaga pengelola zakat, apalagi yang memiliki kekuatan hukum formal akan memiliki beberapa keuntungan, antara lain untuk menjamin kepastian dan disiplin pembayar zakat, menjaga perasaan rendah diri para mustahik zakat apabila berhadapan langsung untuk menerima zakat dari para muzakki, mencapai efisien dan efektifitas, serta sasaran yang tepat dalam penggunaan harta zakat menurut skala prioritas yang ada pada suatu tempat, memperlihatkan syiar Islam dalam semangat penyelenggaraan pemerintahan yang Islami. Jika zakat diserahkan langsung dari muzakki kepada
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Studi eksplorasi tentang tata kelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS)

Studi eksplorasi tentang tata kelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS)

Studi ini bertujuan untuk menggali informasi tentang pelaksanaan tata kelola yang baik pada OPZ dan merumuskan tata kelola yang baik untuk OPZ menurut persespsi pembayar ZIS. Informasi tentang pengelolaan zakat dikumpulkan dengan wawancara dengan pengelola zakat. Dalam penelitian ini sedianya akan diambil lima organisasi pengelola zakat (OPZ) resmi di wilayah Purwokerto yaitu Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Banyumas, Lazis MU, NU Care Lazis NU, Lazis Al Irsyad Al islamiyyah dan IZI (Inisiatif Zakat Indonesia). Namun demikian, BAZNAS Kabupaten Banyumas belum bisa berpartisipasi dalam penelitain ini karena sedang mengalami transisi kepemimpinan. Wawancara dilakukan kepada pengelola zakat terkait dengan transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi dan kewajaran sebagai bagian dari tata kelola organisasi yang baik.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI ZAKAT, INFAK DAN SEDEKAH (ZIS) DI BMT ANDA SALATIGA - Test Repository

IMPLEMENTASI ZAKAT, INFAK DAN SEDEKAH (ZIS) DI BMT ANDA SALATIGA - Test Repository

Salah satu badan yang berperan penting terhadap pengelolaan zakat, infak dan sedekah agar dana tersebut dapat dirasakan manfaaatnya oleh penerima yakni adalah lembaga keuangan mikro syariah atau sering dikenal BMT. BMT merupakan singkatan dari Baitul Maal Wat Tamwil, dimana kegiatan baitul tamwil adalah mengembangkan usaha-usaha produktif dan investasi dalam meningkatkan kualitas kegiatan ekonomi pengusaha menengah kebawah sedangkan kegiatan baitul maal adalah sebagai penerima dan penyalur dana zakat, infaq dan sedekah dan menjalankannya dengan peraturan dan amanahnya (Yunus, 2009: 34).
Baca lebih lanjut

96 Baca lebih lajut

AKUNTANSI ZAKAT, INFAK DAN SEDEKAH (PSAK 109): Upaya Peningkatan Transparansi dan Akuntabilitas Organisasi Pengelola Zakat (OPZ)

AKUNTANSI ZAKAT, INFAK DAN SEDEKAH (PSAK 109): Upaya Peningkatan Transparansi dan Akuntabilitas Organisasi Pengelola Zakat (OPZ)

Artikel ini membahas salah satu instrumen ( tool) yang digunakan Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) dalam menciptakan sistem tata kelola zakat yang baik ( good zakat governance ). Karakteristik good zakat governance di antaranya adalah transparansi dan akuntabilitas dalam pengeloaan zakat yang termasuk di dalamnya pengelolaan infak/sedekah. Sebagai pengelola dana umat yang mengandalkan donatur dari umat, transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan Zakat dan Infak/Sedekah (ZIS) menjadi perhatian utama OPZ. Semakin transparan dan akuntabel OPZ dalam pengelolaan ZIS, maka akan semakin tinggi kepercayaan masyarakat terhadap OPZ. Tingginya kepercayaan terhadap OPZ akan menumbuhkan kesadaran, kepatuhan dan memotivasi masyarakat ( Muzakki) untuk secara sukarela menyalurkan zakat dan infak/sedekahnya melalui OPZ resmi/formal (BAZNAS dan LAZ) yang ada. Sistem pembukuan dan pelaporan keuangan yang benar dapat membantu mewujudkan transparansi dan akuntabilitas suatu OPZ. Untuk menghasilkan sistem pembukuan dan pelaporan keuangan yang baik, benar, terciptanya keseragaman (uniformity) dan keterbandingan (comparability ) dalam pelaporan keuangan serta supaya OPZ siap diaudit oleh akuntan publik, maka aktivitas pembukuan dan penyusunan laporan keuangan OPZ mengacu pada suatu pedoman atau standar yaitu standar akuntansi zakat dan infak/sedekah. Standar akuntansi ZIS yang berlaku di Indonesia sekarang ini adalah Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) nomor 109 mengenai akuntansi zakat dan infak/sedekah yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). PSAK no. 109 digunakan sebagai pedoman bagi OPZ dalam pengakuan, pengukuran, penyajian dan pengungkapan transaksi- transaksi zakat dan infak/sedekah.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Pengaruh Penyaluran Dana Zakat, Infak Dan Sedekah (ZIS)  dan Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Tingkat Kemiskinan

Pengaruh Penyaluran Dana Zakat, Infak Dan Sedekah (ZIS) dan Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Tingkat Kemiskinan

Hasil analisis penelitian ini menguatkan pendapat Beik (2009), Bahri (2016) dan Romdhoni (2017), bahwa zakat sangat berperan dalam mengurangi tingkat kemiskinan. Sehingga perlu adanya kerjasama yang baik diantara para pemangku kepentingan dalam upaya optimalisasi penghimpunan dana ZIS. Hal ini perlu diperkuat, sebab potensi zakat yang mencapai angka Rp. 217 triliun (Firdaus, dkk, 2012) tidak mungkin akan tercapai tanpa adanya kerjasama yang baik antara pemerintah, lembaga zakat, ormas Islam dan masyarakat. Semoga pengelolaan zakat yang baik dan professional oleh lembaga zakat dapat mendorong program-program pemberdayaan yang nyata dan langsung dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Peranan Zakat, Infak Dan Sedekah (ZIS) Dalam Upaya Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Kota Metro

Peranan Zakat, Infak Dan Sedekah (ZIS) Dalam Upaya Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Kota Metro

Pengelolaan zakat, infaq dan shadaqah (ZIS) yang baik dan optimal dapat menjadi potensi yang luar biasa besar bagi umat Islam. Pengelolaan zakat mengatur semua kegiatan mulai dari perencanaan, pengumpulan, pendistribusian dan pendayagunaan serta sampai pada tahap pengawasan. Dalam manajemen pengelolaan zakat setidaknya kita mengenal dua metode yaitu manajemen tradisional dan manajemen modern. Pada manajemen pengelolaan zakat secara tradisional ada beberapa ciri yang sangat dominan yaitu: (1) Menganggap sepele, (2) Pekerjaan sampingan, (3) Tanpa manajemen, (4) Tanpa seleksi sumber daya manusia (SDM),
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Potensi Dan Eksistensi Kelembagaan Zakat, Infak, Dan Sedekah  (Studi Eksploratif pada BAZNAS Kabupaten Jombang)

Potensi Dan Eksistensi Kelembagaan Zakat, Infak, Dan Sedekah (Studi Eksploratif pada BAZNAS Kabupaten Jombang)

Kabupaten Jombang merupakan salah satu daerah yang telah menindaklanjuti keputusan Menteri Agama Nomor 373 Tahun 2003 tentang Pelaksanaan Undang- Undang Nomor 38 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Zakat, yaitu dengan Surat Keputusan Bupati Jombang Nomor: Nomor: 188.4.45./202/415.10.10/2015 tertanggal 26 Juni 2015 tentang “Pengangkatan Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Jombang”. Akan tetapi karena lembaga ini masih baru dibentuk, maka diperlukan adanya penataan organisasi lembaga dan tata laksana tugas pokok dan fungsi lembaga. Oleh karena itu, dalam konteks tugas pokok dan fungsi BAZNAS Kabupaten Jombang ini, maka diperlukan penelitian dan kajian yang mendalam tentang potensi zakat di Kabupaten Jombang untuk kemudian hasilnya diimplementasikan dalam bentuk program kerja BAZNAS Kabupaten Jombang.
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

Pengaruh Penyaluran Dana Zakat, Infak dan Sedekah (Zis) dan Pertumbuhan Ekonomi terhadap Tingkat Kemiskinan

Pengaruh Penyaluran Dana Zakat, Infak dan Sedekah (Zis) dan Pertumbuhan Ekonomi terhadap Tingkat Kemiskinan

Hasil analisis penelitian ini menguatkan pendapat Beik (2009), Bahri (2016) dan Romdhoni (2017), bahwa zakat sangat berperan dalam mengurangi tingkat kemiskinan. Sehingga perlu adanya kerjasama yang baik diantara para pemangku kepentingan dalam upaya optimalisasi penghimpunan dana ZIS. Hal ini perlu diperkuat, sebab potensi zakat yang mencapai angka Rp. 217 triliun (Firdaus, dkk, 2012) tidak mungkin akan tercapai tanpa adanya kerjasama yang baik antara pemerintah, lembaga zakat, ormas Islam dan masyarakat. Semoga pengelolaan zakat yang baik dan professional oleh lembaga zakat dapat mendorong program-program pemberdayaan yang nyata dan langsung dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

ANALISIS PENERAPAN AKUNTANSI ZAKAT INFAK DAN SEDEKAH PSAK 109 PADA LEMBAGA AMIL ZAKAT NURUL HAYAT CABANG MALANG

ANALISIS PENERAPAN AKUNTANSI ZAKAT INFAK DAN SEDEKAH PSAK 109 PADA LEMBAGA AMIL ZAKAT NURUL HAYAT CABANG MALANG

Penduduk Indonesia Secara demografi mayoritasnya beragama Islam dan setiap muslim mempunyai kewajiban untuk membayar zakat. Zakat sebagai rukun Islam yang ketiga, merupakan instrumen utama dalam ajaran Islam, yang berfungsi sebagai penyaluran aliran kekayaan dari berlebihan harta kepada yang kekurangan harta. Zakat dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat terutama untuk mengentaskan masyarakat dari kemiskinan dan menghilangkan kesenjangan sosial, maka perlu adanya pengelolaan zakat secara professional dan bertanggung jawab yang dilakukan oleh pemerintah bersama masyarakat.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

ANALISIS PENERAPAN AKUNTANSI ZAKAT, INFAK DAN SEDEKAH PADA LEMBAGA AMIL ZAKAT (LAZ) LAZISMU CABANG BANYUWANGI DAN BADAN AMIL ZAKAT DAERAH (BAZDA) KABUPATEN BANYUWANGI

ANALISIS PENERAPAN AKUNTANSI ZAKAT, INFAK DAN SEDEKAH PADA LEMBAGA AMIL ZAKAT (LAZ) LAZISMU CABANG BANYUWANGI DAN BADAN AMIL ZAKAT DAERAH (BAZDA) KABUPATEN BANYUWANGI

Sekarang Undang-undang zakat yang baru telah disahkan sejak tahun 2011, yaitu Undang-undang No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Berdasarkan Undang-undang tersebut, dalam upaya mencapai tujuan pengelolaan zakat, dibentuk Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) yang berkedudukan di ibu kota Negara, BAZNAS provinsi, dan BAZNAS kabupaten/kota. BAZNAS merupakan lembaga pemerintah nonstruktural yang bersifat mandiri dan bertanggung jawab kepada Presiden melalui Menteri. BAZNAS merupakan lembaga yang berwenang melakukan tugas pengelolaan zakat secara nasional. Selain itu, Undang-undang tersebut juga menyiratkan tentang perlunya Badan Amil Zakat (BAZ) dan Lembaga Amil Zakat
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI PSAK 109 TENTANG AKUNTANSI ZAKAT DAN INFAK SEDEKAH (Studi Empiris pada Organisasi Pengelola Zakat dan Infak Sedekah Di Kota Semarang)

IMPLEMENTASI PSAK 109 TENTANG AKUNTANSI ZAKAT DAN INFAK SEDEKAH (Studi Empiris pada Organisasi Pengelola Zakat dan Infak Sedekah Di Kota Semarang)

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) merupakan badan resmi dan satu- satunya yang dibentuk oleh pemerintah berdasarkan Keputusan Presiden RI No. 8 Tahun 2001 yang memiliki tugas dan fungsi menghimpun dan menyalurkan zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) pada tingkat nasional (pusat.baznas.go.id). Lahirnya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat semakin mengukuhkan peran BAZNAS sebagailembaga yang berwenang melakukan pengelolaan zakat secara nasional. Dalam UU tersebut, BAZNAS dinyatakan sebagai lembaga pemerintah nonstruktural yang bersifat mandiri dan bertanggung jawab kepada Presiden melalui Menteri Agama. Dengan demikian, BAZNAS bersama Pemerintah bertanggung jawab untuk mengawal pengelolaan zakat yang berasaskan: syariat Islam, amanah, kemanfaatan, keadilan, kepastian hukum, terintegrasi dan akuntabilitas.
Baca lebih lanjut

127 Baca lebih lajut

PENGELOLAAN DANA ZAKAT, INFAK, DAN SEDEKAH  (Studi Kasus di Baituzzakah Pertamina Balikpapan)  Pengelolaan Dana Zakat, Infak, Dan Sedekah (Studi Kasus di Baituzzakah Pertamina Balikpapan).

PENGELOLAAN DANA ZAKAT, INFAK, DAN SEDEKAH (Studi Kasus di Baituzzakah Pertamina Balikpapan) Pengelolaan Dana Zakat, Infak, Dan Sedekah (Studi Kasus di Baituzzakah Pertamina Balikpapan).

Perkembangan zakat di Indonesia yang cukup pesat membuat Pemerintah berfikir keras untuk mampu mengelola dana zakat secara profesional, zakat sendiri di dalam Islam merupakan kewajiban yang harus di laksanakan bagi yang berpenghasilan tetap untuk membantu kepada sesama yang kekurangan dan agar mampu mencegah kecemburuan social dari si miskin dan si kaya, sedangkan Indonesia sendiri merupakan Negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, sehingga membuat pengelolaan zakat tidak dapat di anggap enteng oleh pemerintah. 7 Banyak peraturan yang telah di buat oleh pemerintah untuk pengelolaan zakat itu sendiri, dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 Pasal 1 angka (1) menyebutkan “Pengelolaan zakat adalah kegiatan perencanaan, pelaksanaan, dan pengoordinasian dalam pengumpulan, pendistribusian, dan pendayagunaan zakat”.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Pengaruh Zakat, Infak, dan Sedekah terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Pengaruh Zakat, Infak, dan Sedekah terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Secara nasional, provinsi Jawa Barat adalah penyumbang dana zakat, infak, dan sedekah terbesar di Indonesia pada tahun 2017 yaitu mencapai Rp. 68.6 M, disusul oleh Gorontalo, Sumatera Barat, Jawa Tengah, dan Riau. Sedangkan untuk beberapa daerah seperti Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara masih menunjukkan jumlah penghimpunan ZIS yang belum maksimal (masih di bawah Rp 1 juta). Kesenjangan jumlah penghimpunan ZIS di berbagai daerah ini menunjukkan adanya sistem penghimpunan zakat, infak, dan sedekah yang masih tersentralisasi sehingga masih terkumpul di kota-kota besar saja. Hal ini disebabkan oleh beberapa alasan seperti terbatasnya sumber daya manusia untuk memaksimalkan penghimpunan zakat terutama di daerah daerah terpencil dan tertinggal, belum adanya standardisasi pengelolaan zakat nasional yang benar benar dapat diaplikasikan di BAZNAS daerah maupun lembaga zakat daerah, masih adanya Pemerintah Daerah di kabupaten/kota yang belum membuat regulasi daerah dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda) zakat atau peraturan lainnya di daerahnya masing masing sehingga kesadaran masyarakat untuk membayar zakat di beberapa daerah belum merata. (Baznas, 2017)
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects