Top PDF PENGEMBANGAN BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK BERMAIN PERAN UNTUK MENINGKATKAN PROSOSIAL

PENGEMBANGAN BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK BERMAIN PERAN UNTUK MENINGKATKAN PROSOSIAL

PENGEMBANGAN BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK BERMAIN PERAN UNTUK MENINGKATKAN PROSOSIAL

Penelitian dengan menggunakan metode research and developmentini diharapkan dapat menghasilkan sebuah pruduk model yaitu pengembangan bimbingan kelompok dengan teknik bermain peran untuk meningkatkan prososial siswa. Penelitian ini bermula dari masalah yang muncul di sekolah, yaitu SMAN 1 Ngadirojo yang menunjukkan gejala-gejala prososial yaang rendah, dan belum tertangani secara baik. Hal ini terlihat dari perilaku siswa yang menunjukkan kurang bisa membagi cerita dan masalah dengan teman, kurang perhatian, kurang memilki sikap menolong, acuh terhadap permasalahan yang dihadapi teman, kurang kerjasama, kurang jujur, dan kurang mempertimbangkan hak dan kesejahteraan orang lain, yang merupakan indikator prososial
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK SOSIODRAMA UNTUK MENINGKATKAN PERILAKU PROSOSIAL PADA PESERTA DIDIK KELAS VII SMPN 1 KARANGANYAR TAHUN AJARAN 20162017

BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK SOSIODRAMA UNTUK MENINGKATKAN PERILAKU PROSOSIAL PADA PESERTA DIDIK KELAS VII SMPN 1 KARANGANYAR TAHUN AJARAN 20162017

Luthfi Khoiri. K3112046. BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK SOSIODRAMA UNTUK MENINGKATKAN PERILAKU PROSOSIAL PADA PESERTA DIDIK KELAS VII SMP NEGERI 1 KARANGANYAR TAHUN AJARAN 2016/2017. Skripsi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Kependidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta. Juli 2017.

17 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN MODEL BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK SELF MANAGEMENT UNTUK MENINGKATKAN DISIPLIN BELAJAR SISWA SMP EMPU TANTULAR SEMARANG

PENGEMBANGAN MODEL BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK SELF MANAGEMENT UNTUK MENINGKATKAN DISIPLIN BELAJAR SISWA SMP EMPU TANTULAR SEMARANG

Dari hasil wawancara oleh guru BK SMP Negeri 15 Semarang, SMP Negeri 9 Semarang, SMP PGRI 01 Semarang, dan SMP Empu Tantular Semarang, pelaksanaan bimbingan kelompok dalam kedisiplinan pernah dilaksanakan namun hanya dalam waktu tertentu dan hasilnya belum efektif. Alasan pelaksanaan bimbingan kelompok dalam hal disiplin belajar karena guru BK menganggap pelaksanaan bimbingan kelompok kurang intens dan siswa suka menyepelekan jika diajak untuk melaksanakan bimbingan kelompok, serta siswa tidak pernah memperhatikan dalam bimbingan kelompok dan hanya bercanda sendiri, selain itu bimbingan kelompok kurang efektif pelaksanaannya dalam disiplin belajar karena dianggap kurang intensif dibanding dengan konseling inidividu. Sehingga guru BK lebih sering menggunakan konseling individu.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus - Repositori Universitas Muria Kudus

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus - Repositori Universitas Muria Kudus

Mutia, Farah. 2016. Penerapan Layanan Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Sosiodrama Untuk Meningkatkan Sikap Prososial Pada Siswa Kelas VIII SMP N 1 Dawe Kudus Tahun Pelajaran 2015/2016 . Skripsi. Bimbingan Dan Konseling Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muria Kudus. Pembimbing: (1) Drs. Masturi, MM. (2) Agung Slamet Kusmanto, S.Pd., M.Pd.

24 Baca lebih lajut

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus  Repositori Universitas Muria Kudus

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus Repositori Universitas Muria Kudus

Mutia, Farah. 2016. Penerapan Layanan Bimbingan Kelompok dengan Teknik Sosiodrama untuk Meningkatkan Sikap Prososial pada Siswa Kelas VIII SMP N 1 Dawe Kudus Tahun Pelajaran 2015/2016. Skripsi tidak diterbitkan. Kudus: Universitas Muria Kudus.

3 Baca lebih lajut

Validasi Modul Bermain Peran “Aku Sayang Kawan” untuk Meningkatkan Pengetahuan Perilaku Prososial pada Anak Usia Dini | Alfiyah | Gadjah Mada Journal of Professional Psychology 9214 16988 1 SM

Validasi Modul Bermain Peran “Aku Sayang Kawan” untuk Meningkatkan Pengetahuan Perilaku Prososial pada Anak Usia Dini | Alfiyah | Gadjah Mada Journal of Professional Psychology 9214 16988 1 SM

dalam bermain peran sudah mendukung proses pelaksanaan dengan baik. Peserta dapat mengikuti semua tahap-tahap dalam proses kegiatan bermain peran dengan baik. Penelitian ini tidak terlepas dari keter- batasan dalam proses pelaksanaannya. Empat anak dari kelompok eksperimen tidak bisa mengikuti bermain peran selama delapan sesi dan dua anak dari kelompok kontrol tidak bisa mengikuti postest dan follow up karena sakit sehingga menyebab- kan terjadinya mortalitas pada kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol. Penelitian ini tidak melakukan simulasi modul di semua sesi sebelum penelitian karena jadwal sekolah yang padat menye- babkan pihak sekolah keberatan simulasi dilakukan di semua sesi. Simulasi dilakukan pada perwakilan di tiap aspek pengetahuan terhadap perilaku prososial yaitu sesi 1, 3, 5 dan 7. Scaffolding talk pada tahap pemilihan partisipan dalam modul menggunakan bahasa yang kurang sesuai dengan anak usia dini.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Efektivitas Teknik Diskusi Dalam Bimbingan Kelompok Untuk Meningkatkan Penyesuaian Diri Siswa

Efektivitas Teknik Diskusi Dalam Bimbingan Kelompok Untuk Meningkatkan Penyesuaian Diri Siswa

pelajaran di kelas, ulangan dan tugas yang banyak sebagai beban dan membuat saya tidak mempunyai waktu yang banyak untuk bermain (ditunjukkan dari item unfavorable instrumen). Melalui pendapat orang lain sebagai anggota kelompok dalam menyampaikan pengalaman yang dialaminya, apa yang dirasakan serta pemikiran-pemikiran lain dalam menyikapi permasalahan yang berkaitan dengan penyesuaian diri, mungkin saja berbeda dengan apa yang dialaminya. Seperti, saya tidak ragu untuk menyapa terlebih dahulu teman yang belum dikenal, mungkin awalnya saya tidak diterima di dalam kelompok, tetapi saya berpikir apa yang bisa saya lakukan agar kelompok mau menerima saya, aturan yang berbeda dengan aturan yang saya pahami sebenarnya maksudnya adalah baik hanya butuh pembiasaan saja begitu pula ulangan, tugas dan kuis dalam setiap minggu melatih untuk terbiasa belajar setiap hari serta menumbuhkan tanggung jawab sebagai peserta didik (ditunjukkan dari item favorable instrumen dan jurnal kegiatan) walaupun saya tidak suka dengan peraturan itu, tapi saya tetap akan mematuhinya karena saya berada di sekolah ini.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

T BK 1402508 Chapter5

T BK 1402508 Chapter5

Kiai sebagai pemimpin dan pengelola pesantren yang memiliki otoritas tertinggi di pesantren hendaknya mempertimbangkan manfaat layanan bimbingan sosial dengan teknik bermain peran untuk meningkatkan kemampuan penyesuaian diri santrinya, sehingga keberadaan guru pembimbing di pesantren menjadi sesuatu yang perlu dipertimbangkan.

2 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN MODEL LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK BUZZ GROUP UNTUK MENINGKATKAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL SISWA SMA

PENGEMBANGAN MODEL LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK BUZZ GROUP UNTUK MENINGKATKAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL SISWA SMA

Penelitian dengan menggunakan metode research and developmentini diharapkan dapat menghasilkan sebuah pruduk model yaitu pengembangan bimbingan kelompok dengan teknik buzz group untuk meningkatkan komunikasi interpersonal siswa. Penelitian ini bermula dari masalah yang muncul di sekolah, yaitu SMAN 1 Ngadirojo yang menunjukkan gejala-gejala komunikasi interpersonal yaang rendah, dan belum tertangani secara baik. Hal ini terlihat dari masih ada beberapa siswa yang berkomunikasi interpersonal kurang baik, terjadi perselisihan antar siswa karena kesalahpahaman yang disebabkan komunikasi interpersonal yang kurang baik, ada beberapa siswa yang tidak dapat mengendalikan diri dalam berperilaku dan berkomunikasi dengan siswa lain disekolah, terdapat siswa yang cenderung diam dan menghindar pergaulan dengan teman sebayanya
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK STORYTELLING UNTUK MENINGKATKAN SELF EFFICACY SISWA.

EFEKTIVITAS BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK STORYTELLING UNTUK MENINGKATKAN SELF EFFICACY SISWA.

Pengembangan program bimbingan kelompok melalui teknik storytelling harus divalidasi terdahulu, yang menjadi penilaiannya yaitu rasional, kompetensi yang dikembangkan, landasan operasional, deskripsi kebutuhan, visi dan misi program, tujuan program, personel, sasaran program, mekanisme program, rancana operasional, pengembangan tema, pengembangan satuan layanan, dan evaluasi. Penilaian dalam satuan kegiatan layanan bimbingan kelompok (SKLBK) diantaranya yaitu tema/topik, standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, tujuan, strategi/teknik,, media, waktu, langkah layanan meliputi (eksperientasi, identifikasi, analisis, generalisasi, evaluasi dan tindak lanjut), materi layanan, dan sumber rujukan.
Baca lebih lanjut

40 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN MODEL BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK PERMAINAN UNTUK MENINGKATKAN SELF ESTEEM SISWA SMA MUHAMMADIYAH 1 YOGYAKARTA

PENGEMBANGAN MODEL BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK PERMAINAN UNTUK MENINGKATKAN SELF ESTEEM SISWA SMA MUHAMMADIYAH 1 YOGYAKARTA

Segala puji dan syukur kehadirat Allah Swt. yang telah melimpahkan rahmat- Nya. Berkat karunia-Nya, peneliti dapat menyelesaikan tesis yang berjudul “ Pengembangan Model Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Permainan Untuk Meningkatkan Self-Esteem Siswa SMA ” . Shalawat serta salam penulis haturkan kepada Nabi Muhammad S.A.W, semoga kita dapat memegang teguh syariat-Nya, yaitu Al- Qur’an dan Sunnah Nabi. Tesis ini disusun sebagai salah satu persyaratan meraih gelar Magister Pendidikan pada Program Studi Bimbingan dan Konseling Program Pascasarjana Universitas Negeri Semarang. Tesis ini dapat diselesaikan berkat bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada pihak-pihak yang telah membantu penyelesaian tesis ini. Ucapan terima kasih penulis sampaikan pertama kali kepada para pembimbing: Dr. Edy Purwanto., M.Si. (Pembimbing I) dan Dr. Djuniadi., M.T. (Pembimbing II) atas kontribusinya sehingga penulis dapat menyelesaikan tesis ini.
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

Peningkatan Perilaku Prososial Siswa di Sekolah melalui Layanan Bimbingan Kelompok dengan Teknik Modeling

Peningkatan Perilaku Prososial Siswa di Sekolah melalui Layanan Bimbingan Kelompok dengan Teknik Modeling

berkomunikasi dan dapat melatih pengendalian diri sisw untuk mendorong pengembangan perasaan, pikiran, persep yesuaian sosial siswa, maka menggunakan model simbolik mpok. Kesimpulan tersebut di atas mendukung pendap dan konseling kelompok dalam gerak dinamika kelompok dian mantap, keterampilan komunikasi efektif, sikap berte demokratis dan memiliki tanggung jawab sosial dengan k di atas dapat disimpulkan bahwa layanan bimbingan ke ingkatkan perilaku prososial siswa. Pendapat Agus Mae teknik modeling adalah suatu upaya bimbingan melalui ke ti dan menghadirkan model secara langsung untuk mencapa -kecakapan pribadi atau sosial tertentu bisa diperoleh d model yang ada.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS BIMBINGAN KELOMPOK MELALUI TEKNIK PERMAINAN UNTUK MENINGKATKAN PERILAKU PROSOSIAL SISWA: Studi Kuasi Eksperimen pada Siswa Kelas X SMA Laboratorium Percontohan UPI Bandung Tahun Pelajaran 2010-2011.

EFEKTIVITAS BIMBINGAN KELOMPOK MELALUI TEKNIK PERMAINAN UNTUK MENINGKATKAN PERILAKU PROSOSIAL SISWA: Studi Kuasi Eksperimen pada Siswa Kelas X SMA Laboratorium Percontohan UPI Bandung Tahun Pelajaran 2010-2011.

Akibat dari adanya ketidakseimbangan kedua aspek pendidikan tersebut, anak terkesan menjadi anak pintar tetapi angkuh dan meninggalkan aspek emosional. Daniel Goleman (2003 : 48) menyatakan bahwa ” keberhasilan seseorang dalam hidup, dalam hal ini keberhasilan berperilaku prososial yang positif bukan hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual semata akan tetapi banyak dipengaruhi oleh kecerdasan emosional. Banyak bukti yang memperlihatkan bahwa orang yang secara emosional cakap mengelola perasaan dengan baik, dan yang mampu membaca serta menghadapi perasaan orang lain dengan efektif memiliki keuntungan dalam bidang hidup. Sebagaimana dikatakan oleh Sunaryo Karta dinata, dkk (2000 : 06) bahwa, ”kebermutuan sumber daya manusia tidak hanya terletak pada kecerdasan intelektual, tetapi juga kecerdasan sosial dan emosional”. Keberhasilan atau prestasi yang dicapai manusia
Baca lebih lanjut

69 Baca lebih lajut

Teknik Role Playing untuk Meningkatkan Kecerdasan Interpersonal | Prastiwi | Consilium: Jurnal Program Studi Bimbingan dan Konseling 11078 23254 1 SM

Teknik Role Playing untuk Meningkatkan Kecerdasan Interpersonal | Prastiwi | Consilium: Jurnal Program Studi Bimbingan dan Konseling 11078 23254 1 SM

Variabel pada penelitian ini adalah kecerdasan interpersonal dan teknik role playing. Kecerdasan interpersonal adalah kemampuan individu untuk menjalin hubungan sosial serta memahami dan memaknai suasana hati, keinginan, dan emosi orang lain secara efektif pada saat berinteraksi, memiliki sensitivitas sosial yang ditunjukkan dengan perilaku empati dan sikap pro sosial, memiliki wawasan sosial yang ditunjukkan dengan adanya kesadaran diri dan pemahaman terhadap situasi sosial dan etika sosial serta mampu melakukan komunikasi sosial secara efektif yang ditunjukkan dengan kemampuan memberikan stimulus dan respon positif terhadap orang lain. Sedangkan Teknik role playing atau bermain peran adalah suatu teknik pada bimbingan kelompok yang dilakukan dengan cara memainkan peran pada situasi tertentu sehingga dapat memberikan pemahaman bagi siswa mengenai pandangan, sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari dengan tujuan siswa dapat memahami perasaan orang lain dan belajar tentang keterampilan sosial yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari melalui peran yang dimainkan.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus - Repositori Universitas Muria Kudus

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus - Repositori Universitas Muria Kudus

Sari, Erlina Permata. 2013 . Perkembangan Model Layanan Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Sosiodrama Untuk Meningkatkan Sikap Prososial , [online], Jurnal Bimbingan Konseling, 2013, 2 (2): 80-84, (http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jubk, diakses tanggal 20 Maret 2016).

2 Baca lebih lajut

Bimbingan Kelompok dengan Teknik Bermain Peran untuk meningkatkan Sikap Sopan Santun Siswa kelas IX SMP N 2 Kebakkramat, Karanganyar.

Bimbingan Kelompok dengan Teknik Bermain Peran untuk meningkatkan Sikap Sopan Santun Siswa kelas IX SMP N 2 Kebakkramat, Karanganyar.

Dian Permatasari. BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK BERMAIN PERAN UNTUK MENINGKATKAN SIKAP SOPAN SANTUN SISWA KELAS IX SMP (Penelitian pada Siswa Kelas IX SMP Negeri 2 Kebakkramat Tahun Ajaran 2016/2017). Skripsi, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Desember 2016.

1 Baca lebih lajut

PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK BERMAIN PERAN TERHADAP PERILAKU PEDULI LINGKUNGAN SEKOLAH SISWA KELAS XI SMA NEGERI 2 LUBUK PAKAM TAHUN AJARAN 2013/2014.

PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK BERMAIN PERAN TERHADAP PERILAKU PEDULI LINGKUNGAN SEKOLAH SISWA KELAS XI SMA NEGERI 2 LUBUK PAKAM TAHUN AJARAN 2013/2014.

berjudul “ upaya meningkatkan nilai-nilai karakter peserta didik melalui penerapan layanan bimbingan kelompok teknik role playing ” menunjukkan bahwa dari tindakan yang telah dilakukan dari 46 peserta didik, 95% peserta didik peduli terhadap lingkungan. Peserta didik tidak membuang sampah di kelas, dan kelas dalam keadaan bersih dan rapi ketika ditinggalkan serta peserta didik memiliki ketepatan waktu. Sehingga, secara umum teknik role playing dapat meningkatkan nilai karakter peserta didik terkhusus pada perilaku peduli.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

MODEL BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK BERMAIN PERAN UNTUK MENINGKATKAN INTERAKSI SOSIAL SISWA

MODEL BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK BERMAIN PERAN UNTUK MENINGKATKAN INTERAKSI SOSIAL SISWA

Menurut Blocher (1987: 205) menyatakan sebuah model adalah proses pada dasarnya merupakan peta kognitif yang membantu praktisi untuk menavigasi melalui beberapa hal, yang rumit dan panjang, hal inilah yang disebut sebagai proses. Tugas konselor adalah mencari dan mengembangkan model proses yang setidaknya berfungsi bagi diri sendiri. Sebuah proses bimbingan merupakan tahapan yang sangat familiar dan kompleks. Tugas konselor dari hal tersebut adalah memilih atau mengembangkan satu atau lebih model-model proses yang digunakan dalam praktiknya. Dengan pengembangan model proses bimbingan yang baru dan inovatif, tidak hanya pemimpin kelompok yang akan tertarik dalam pemahaman dan transaksi kegiatan kelompok, melainkan juga anggota kelompok akan aktif dalam membantu anggota lain untuk memecahkan masalah, mencapai tujuan, dan mengembangkan kemampuan diantara lingkungan-lingkungan yang kompleks. Oleh karenanya dibutuhkan, sebuah pendekatan yang mampu berkolaborasi secara harmonis dan sistematis serta profesional. Blocher (1987: 208) menambahkan dan menjelaskan dalam merancang atau memilih jenis model proses untuk konseling terdapat beberapa komponen yang perlu diperhatikan, komponen tersebut meliputi input, proses dan out put/goal setting. Pengembangan model bimbingan kelompok dengan teknik bermain peran ini menjadi penting karena mengkaji ulang kekuatan bimbingan kelompok dengan teknik bermain peran untuk meningkatkan kemampuan yang dibutuhkan anak sekolah dasar agar bisa berinteraksi sosial karena anak sekolah dasar adalah anak yang perlu melaksanakan interaksi sosial dengan teman sebaya dan lingkungannya.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENGARUH BERMAIN PERAN PROSOSIAL TERHADAP PENINGKATAN KONSEP DIRI ANAK PADA SISWA SD NEGERI 1 PRAMBANAN

PENGARUH BERMAIN PERAN PROSOSIAL TERHADAP PENINGKATAN KONSEP DIRI ANAK PADA SISWA SD NEGERI 1 PRAMBANAN

individu (Calhoun & Acocella, 1990). Menurut Willey (dalam Calhoun & Acocella, 1990), dalam perkembangan konsep diri yang digunakan sebagai sumber pokok informasi adalah interaksi individu dengan orang lain. Yang dimaksud orang lain menurut Calhoun dan Acocella (1990) adalah orang tua, kawan sebaya dan masyarakat. Orang tua adalah kontak sosial yang paling awal dan yang paling kuat yang dialami oleh individu. Informasi yang diberikan orang tua kepada anaknya lebih menancap daripada informasi yang diberikan oleh orang lain dan berlangsung hingga dewasa. Kawan sebaya menempati posisi kedua setelah orang tua dalam mempengaruhi konsep diri. Peran yang diukur dalam kelompok sebaya sangat berpengaruh terhadap pandangan individu mengenai dirinya sendiri. Sedangkan masyarakat sangat mementingkan fakta-fakta yang ada pada seorang anak, seperti siapa orang tuanya, ras dan lain-lain. Hal ini sangat berpengaruh terhadap konsep diri yang dimiliki oleh seorang individu.
Baca lebih lanjut

105 Baca lebih lajut

PROGRAM BIMBINGAN PRIBADI SOSIAL UNTUK MENINGKATKAN PERILAKU PROSOSIAL SISWA.

PROGRAM BIMBINGAN PRIBADI SOSIAL UNTUK MENINGKATKAN PERILAKU PROSOSIAL SISWA.

Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 15 Bandung Tahun Ajaran 2012/2013. Alasan pemilihan lokasi penelitian karena peneliti melihat fenomena yang terjadi di sekolah remaja cenderung memiliki perilaku prososial yang rendah. Hal ini tampak dari perilaku siswa yang sering membuat keributan di kelas, menggangu teman yang sedang belajar, kurangnya sikap empati kepada teman, berperilaku kurang sopan santun ketika berbicara dengan guru, kurang menghargai teman, dan lain sebagainya. Selain itu di SMP Negeri 15 Bandung belum tersedia layanan bimbingan dan konseling yang secara khusus difokuskan untuk meningkatkan perilaku prososial siswa.
Baca lebih lanjut

39 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...