Top PDF Pengembangan Media Paspop pada Materi SBdP di Sekolah Dasar Kecamatan Jabung

Pengembangan Media Paspop pada Materi SBdP  di Sekolah Dasar Kecamatan Jabung

Pengembangan Media Paspop pada Materi SBdP di Sekolah Dasar Kecamatan Jabung

flanel, dakron, kawat tembaga, dan triplek yang bisa digerakkan oleh manusia dan disertai pemakaian kostum topeng bapang. Karena pada saat pembelajaran siswa juga dituntut cakap menggunakan kostum tari Bapang secara berkelompok kecil. Topeng Bapang identik dengan karakter tokoh yang biasa dipertunjukan dengan wayang topeng malangan. Topeng Bapang yang mempunyai berbagai sifat dan karakter gambar wajah yang menarik. Bentuk media awal yang sudah dikembangkan oleh tim peneliti kemudian didiskusikan dalam kelompok ahli yang terdiri dari para pakar media serta pakar seni rupa untuk mendapatkan expert-judgement. Validasi yang dilakukan diterapkan pada 3 aspek: pertama, menguji validitas media oleh pakar media, validasi isi oleh pakar seni rupa; validasi instrumen pengukuran oleh pakar pendidik seni rupa dan guru sekolah dasar. Berdasarkan perhitungan data angket yang telah diperoleh dari satu orang ahli media ditemukan nilai sebesar 87,50% yang berada pada kriteria sangat layak (valid). Dari perhitungan data angket yang telah diperoleh dari dua orang ahli materi untuk instrumen perlakuan ditemukan presentase sebesar 90% yang berada pada kriteria sangat layak. Sedangkan dari perhitungan data angket yang diperoleh dari 2 orang ahli materi untuk instrumen pengukuran ditemukan persentase sebesar 88% yang berada pada kriteria layak.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Pengembangan Media Miniatur Berbasis Kontekstual Pelajaran Matematika Materi Skala dan Pengukuran di Kelas V Sekolah Dasar - Repository Unja

Pengembangan Media Miniatur Berbasis Kontekstual Pelajaran Matematika Materi Skala dan Pengukuran di Kelas V Sekolah Dasar - Repository Unja

Berdasarkan observasi yang dilakukan di SD Negeri 121/1 Muaro Singoan Kecamatan Muara Bulian. Pada saat proses pembelajaran berlangsung terlihat guru telah memanfaatkan media yang ada seperti papan tulis, spidol dan buku paket. Untuk memperkuat fakta apa yang sebenarnya terjadi dilapangan peneliti melanjutkan wawancara kepada guru tersebut. Hasil wawancara yang dilakukan dapat diketahui bahwa ada 5 orang siswa yang berkesulitan memahami pembelajaran matematika. Untuk menciptakan pembelajaran efektif, efesien, dan menyenangkan maka guru harus menggunakan media pembelajaran dan dapat mengaitkan lingkungan yang ada disekitar siswa dalam proses pembelajaran. Selain itu, guru dapat menumbuhkan ketertarikan belajar siswa, salah satunya dengan menggunakan media berbasis kontekstual pada materi skala dan pengukuran yang dikembangkan sebagai media konkret dalam penyampaian materi
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS MULTIMEDIA PADA MATERI BANGUN RUANG SEDERHANA DI KELAS IV SEKOLAH DASAR (SD) KECAMATAN PURWOJATI - repository perpustakaan

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS MULTIMEDIA PADA MATERI BANGUN RUANG SEDERHANA DI KELAS IV SEKOLAH DASAR (SD) KECAMATAN PURWOJATI - repository perpustakaan

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan.Tujuan penelitian ini antara lain : untuk mengetahui kevalidan pengembangan media pembelajaran matematika berbasis multimedia pada materi bangun ruang sderhana di kelas IV Sekolah Dasar (SD), mengetahui respon guru dan siswa terhadapa pengembangan media pembelajaran matematika berbasis multimedia pada materi bangun ruang sderhana di kelas IV Sekolah Dasar, mengembangkan media pembelajaran matematika berbasis multimedia pada materi bangun ruang sederhana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah model 4-D yang dikemukakan Thiagarajan , dimodifikasi. Keempat tahap tersebut adalah tahap pendefinisian (define), tahap perancangan (design), tahap pengembangan (develop), dan tahap penyebaran (disseminate). Pengembangan media pembelajaran matematika berbasis multimedia pada penelitian ini dibatasi hingga tahap pengembangan saja. Hasil penelitian dari pengembangan media pembelajaran bahwa media pembelajaran mendapatkan kriteri a “sangat valid” (4,6), respon guru pada tahap uji coba mendapat kriteria “setuju” (4,17), sedangkan respon guru pada tahap uji pengembangan mendapat kriteria “sangat setuju” (4,41). Respon siswa pada tahap uji coba mendapat kriteria “sangat tinggi/sangat baik” (97,39 %), sedangkan respon pada tahap uji pengembangan mendapat kriteria “sangat tinggi/sangat baik” (97,08). Sehingga, media pembelajaran matematika berbasis multimedia pada materi bangun ruang sederhana di kelas IV dapat digunakan dama kegiatan pembelajaran.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN KARYA TARI SOLARIT (SOLAH LARE ALIT) UNTUK MENGENALKAN BUDAYA DAERAH TRENGGALEK MELALUI MATA PELAJARAN SENI BUDAYA DAN PRAKARYA (SBdP) DI SEKOLAH DASAR

PENGEMBANGAN KARYA TARI SOLARIT (SOLAH LARE ALIT) UNTUK MENGENALKAN BUDAYA DAERAH TRENGGALEK MELALUI MATA PELAJARAN SENI BUDAYA DAN PRAKARYA (SBdP) DI SEKOLAH DASAR

Berdasarkan Observasi pada 31 Januari 2019 di SD Negeri Sukorejo, sekolah ini terletak di Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek. Sekolah ini menerapkan kurikulum 2013 dengan sarana dan prasarana yang cukup menunjang. Kegiatan pembelajaran sendiri diaksanakan mulai hari senin sampai sabtu mulai pukul 07.00-14.00 WIB. Penyampaian materi dalam pembelajaran hanya berdasarkan dengan yang ada di buku dan guru juga belum mengembangakan materi. Contohnya saat pembelajaran SBdP di kelas 5 Tema 8 Subtema 2 Perubahan Lingkungan pada Pembelajaran 6 terdapat KD 3.3 memahami pola lantai tari kreasi daerah dan KD 4.3 mempraktikkan pola lantai pada gerak tari kreasi daerah.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Pengembangan Media Konkret Pada Pembelajaran Tema Lingkungan Kelas III Sekolah Dasar

Pengembangan Media Konkret Pada Pembelajaran Tema Lingkungan Kelas III Sekolah Dasar

Setelah melalui proses pengembangan yang tahapannya meliputi: pertama peneliti menganalisis karakteristik dan pembelajaran, mendesain kincir angin dan bahan belajar dengan menggunakan media konkret pada pembelajaran. Desain kincir angin ini mengacu pada langkah- langkah pembuatan kincir angin dalam proses pembelajaran. Dalam pembahasan keseluruhan materi tema lingkungan (meliputi Matematika, SBDP dan IPA) pada kincir angin siswa dapat lebih mudah memahami pembelajaran karena cara berpikir siswa telah diarahkan pada pembelajaran terlibat langsung dengan kincir angin yang menggunakan media konkret ini dilengkapi dengan standar kompetensi, kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi. Kemudian pada akhir kincir angin juga telah disiapkan soal yang mencakup keseluruhan materi yang dibahas. Kemudian, kincir angin berfungsi untuk membantu siswa agar tidak perlu mencatat, sebagai pendamping penjelasan pendidik, sebagai bahan rujukan peserta didik, memotivasi siswa agar lebih giat belajar, pengingat pokok-pokok materi yang diajarkan, memberi umpan balik, dan menilai hasil belajar.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Pengembangan Media Matematika Ensiklopedia Dengan Pendekatan Matematika Realistik Di Sekolah Dasar

Pengembangan Media Matematika Ensiklopedia Dengan Pendekatan Matematika Realistik Di Sekolah Dasar

matematika realistik berbantuan Flip Book Maker. Dalam transformasi itu, bermacam materi pelajaran dikemas secara interaktif sehingga suasana belajar lebih hidup, lebih mendalam serta meningkatkan daya inovasi dan menambah kreativitas siswa. Berdasarkan uraian diatas dapat ditarik permasalahan yaitu: (1) Bagaimana mengembangkan media Matiklopedia dengan pendekatan matematika realistik yang layak digunakan sebagai media pembelajaran matematika bagi siswa SD? Dan (2) Apakah menggunakan media

8 Baca lebih lajut

Pengembangan Media Permainan Balok Pecahan di Kelas IV Sekolah Dasar

Pengembangan Media Permainan Balok Pecahan di Kelas IV Sekolah Dasar

tahapan aktivitas penguasaan materi pelajaran matematika yaitu penanaman konsep, pemahaman konsep, pembinaan keterampilan, dan penerapan konsep. Untuk menanamkan konsep kepada siswa, guru dapat menggunakan alat peraga yang konkret.Penggunaan alat peraga mulai dikurangi pada tahap pemahaman konsep.Tahap selanjutnya adalah pembinaan keterampilanuntuk mengembangkan keterampilan siswa dalam mengoperasikan konsep yang telah dipelajarinya. Dalam pembinaan keterampilan, guru dapat memberikan suatu simulasi atau permainan agar siswa memperoleh pengalaman baru dan termotivasi dalam proses pembelajaran. Menurut Neville dkk (2005: 171-172) permainan menyediakan pengalaman relevan dan bermakna yang memungkinkan anak-anak menyelenggarakan otonomi dan bertanggung jawab atas pembelajaran mereka sendiri. Dengan penjelasan tersebut, permainan memiliki peran penting dalam memberikan kesan yang menarik dalam proses pembelajaran. Setelah tahap pembinaan keterampilan, siswa dapat menerapkan konsep yang sudah dipelajarinya pada soal cerita maupun dalam persoalan yang dijumpainya sehari-hari.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN MATERI AJAR DAN EVALUASI PADA KETERAMPILAN MENULIS DAN BERBICARA DI SEKOLAH DASAR

PENGEMBANGAN MATERI AJAR DAN EVALUASI PADA KETERAMPILAN MENULIS DAN BERBICARA DI SEKOLAH DASAR

Keterampilan berbahasa terdiri atas mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. Keterampilan berbahasa yang produktif yaitu keterampilan menulis dan berbicara. Keempat keterampilan berbahasa ini merupakan fokus pembelajaran bahasa Indonesia setidaknya pada Kurikulum 2006 (KTSP). Saat ini KTSP merupakan kurikulum standar yang digunakan oleh guru- guru di sekolah selain Kurikulum 2013 (atau revisinya pada Kurikulum 2016). Pembelajaran berbicara dinilai dari kemampuan siswa mengekspresikan pikiran atau perasaannya dalam bentuk bahasa lisan. Pembelajaran menulis dinilai dari kemampuan siswa mengekspresikan pikiran atau perasaannya dalam bentuk bahasa tertulis. Ekspresi produktif pada keterampilan menulis dan berbicara harus mempertimbangkan kemudahan pembaca dan pendengar (penyimak) memahami tulisan dan pembicaraan. Dengan begitu, maksud penulis dan pembicara akan sama dengan pemahaman pembaca dan pendengar. Evaluasi pada pembelajaran menulis dan berbicara bisa saja berupa tes, tes kinerja, proyek atau portofolio.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN MEDIA FLASH CARD PADA PELAJARAN MATEMATIKA MATERI BANGUN DATAR DI KELAS V SEKOLAH DASAR - repository perpustakaan

PENGEMBANGAN MEDIA FLASH CARD PADA PELAJARAN MATEMATIKA MATERI BANGUN DATAR DI KELAS V SEKOLAH DASAR - repository perpustakaan

Levie dan Levie (1975) dalam Arsyad (2014: 12) menyimpulkan bahwa stimulus visual membuahkan hasil belajar yang lebih baik untuk tugas- tugas seperti mengingat, mengenali, mengingat kembali, dan menghubung- hubungkan fakta dan konsep. Berdasarkan hal tersebut, maka dilaksanakan penelitian dan pengembangan media untuk membantu guru dan siswa dalam pembinaan keterampilan sehingga dapat membantu siswa lebih memahami materi sifat-sifat bangun datar dengan produk pengembangan adalah media visual. Bila digambarkan dalam bentuk kerangka, maka dapat dilihat melalui gambar berikut ini
Baca lebih lanjut

35 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN MEDIA FLASH CARD PADA PELAJARAN MATEMATIKA MATERI BANGUN DATAR DI KELAS V SEKOLAH DASAR - repository perpustakaan

PENGEMBANGAN MEDIA FLASH CARD PADA PELAJARAN MATEMATIKA MATERI BANGUN DATAR DI KELAS V SEKOLAH DASAR - repository perpustakaan

Media merupakan salah satu komponen dalam proses pembelajaran. Pengembangan media flash card pada pelajaran matematika materi bangun datar dapat memfasilitasi pembelajaran matematika di sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan atau research and development dengan menggunakan model pengembangan Susilana. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui bentuk pengembangan media flash card pada pelajaran matematika materi bangun datar; 2) mengetahui kelayakan media flash card pada pelajaran matematika materi bangun datar; 3) mengetahui respon guru terhadap pengembangan media flash card pada pelajaran matematika materi bangun datar; 4) mengetahui respon siswa terhadap pengembangan media flash card pada pelajaran matematika materi bangun datar; 5) mengetahui pengaruh penggunaan pengembangan media flash card pada pelajaran matematika materi bangun datar di kelas V sekolah dasar. Penelitian ini dilakukan di kelas V SD Negeri 1 Karangcegak. Teknik pengumpulan data yang dilakukan, yaitu teknik tes dan teknik non tes. Media flash card yang telah divalidasi memeroleh kriteria sangat valid oleh validator dengan rata-rata hasil 4,35. Penilaian respon guru memeroleh kriteria sangat baik dengan rata-rata hasil 4,2. Sedangkan respon siswa terhadap penggunaan pegembangan media flash card pada pelajaran matematika materi bangun datar memeroleh nilai rata-rata 3,29 dengan kriteria sangat baik. Pengembangan media flash card pada pelajaran matematika materi bangun datar berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN MEDIA FLASH CARD PADA PELAJARAN MATEMATIKA MATERI BANGUN DATAR DI KELAS V SEKOLAH DASAR - repository perpustakaan

PENGEMBANGAN MEDIA FLASH CARD PADA PELAJARAN MATEMATIKA MATERI BANGUN DATAR DI KELAS V SEKOLAH DASAR - repository perpustakaan

Pendidikan merupakan proses pengembangan daya pikir, nalar, kecerdasan dan keterampilan manusia. Besarnya kontribusi pendidikan mendorong pemerintah untuk mewujudkan tujuan nasional pendidikan yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Salah satu upaya agar pendidikan di Indonesia sesuai dengan standar nasional yang telah ditetapkan misalnya adalah membuat suatu kebijakan atau aturan kemudian menetapkannya menurut klasifikasi pendidikan mengenai jenjang pendidikan yang terdiri dari jenjang pendidikan formal, pendidikan nonformal, dan pendidikan informal.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

ARTIKEL ILMIAH PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN SAINS BERBASIS KONTEKSTUAL PADA MATERI SUMBER ENERGI KELAS III SEKOLAH DASAR

ARTIKEL ILMIAH PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN SAINS BERBASIS KONTEKSTUAL PADA MATERI SUMBER ENERGI KELAS III SEKOLAH DASAR

FKIP UNIVERSITAS JAMBI Page | 12 dalam kategori “valid” baik dari ahli pembelajaran maupun ahli media. Hal ini menunjukkan bahwa media yang dihasilkan dapat digunakan dalam pembelajaran. Azwar (dalam Wahyuni:2014) menyatakan bahwa “Validitas mempunyai arti sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurannya”. Produk yang dinyatakan sangat valid kemudian dilakukan uji coba dengan melihat sejauh mana keterpakaian media. Pada tahap ini penulis meminta respon guru dan siswa, dan diperoleh hasil praktikalitas dengan kategori sangat baik dan praktis. Menurut Sukardi (dalam Rifai, 2011:3) “pertimbangan praktikalitas dapat dilihat dalam aspek kemudahan penggunaan, dapat digunakan sewaktu-waktu, waktu singkat, cepat, sebagai pengganti atau variasi serta biaya murah jika hendak menggunakannya.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Pengembangan media papan penjumlahan pada materi pokok penjumlahan dalam subtema gemar berolahraga untuk siswa kelas I sekolah dasar

Pengembangan media papan penjumlahan pada materi pokok penjumlahan dalam subtema gemar berolahraga untuk siswa kelas I sekolah dasar

2) Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan dan perbedaan pengalaman para peserta didik sehingga dapat menghasilkan keseragaman pengamatan. Jika peserta didik tidak mungkin dibawa ke objek langsung yang dipelajari, maka objek terebut dapat dibawa ke hadapan peserta didik. Objek yang dimaksud dapat berbentuk benda nyata, miniatur, model, maupun rekaman audio visual. Media juga dapat menampilkan benda atau peristiwa yang terjadi di masa lampau dan sudah tidak ada sekarang, misalnya dengan gambar/foto, slide, film, video, atau media lain siswa yang mengetahui dengan jelas benda/peristiwa sejarah. Hal ini dimungkinkan karena sifat fiksatif media yang dapat menangkap, menyimpan, dan menampilkan kembali suatu objek atau kejadian. Dengan demikian, objek atau kejadian dapat digambar, dipotret, direkam, atau difilmkan kemudian disimpan dan dapat ditunjukkan kembali seperti kejadian aslinya dan diamati ketika diperlukan.
Baca lebih lanjut

215 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS ANDROID DI KELAS 4 SEKOLAH DASAR

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS ANDROID DI KELAS 4 SEKOLAH DASAR

Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah menghasilkan produk media pembelajaran yang dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif media pembelajaran yang efektif bagi peserta didik yang dapat digunakan untuk belajar mandiri, sehingga dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Penelitian dilaksanakan di SDN Sudimara Timur 5. Hasil review oleh ahli media terhadap seluruh aspek yang dinilai rata-rata uang diperoleh yaitu sebesar 3,71 yang berarti termasuk dalam kategori baik, oleh ahli materi diperoleh rata-rata sebesar 3,75 dengan kategori baik, serta oleh pengguna yaitu sebesar 4,625 juga termasuk kedalam kategori sangat baik. Sehingga diperoleh rata-rata keseluruhan hasil review ahli dan pengguna terhadap media pembelajaran yang dikembangkan yaitu sebesar 4,02 yang termasuk kedalam kategori baik. Berdasarkan hasil review oleh ahli tersebut maka media pembelajaran ini dinyatakan layak untuk diimplementasikan dalam proses belajar peserta didik secara mandiri.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Pengembangan Materi Ajar Seni Budaya Sub Materi Musik pada Sekolah Umum Jenjang Pendidikan Dasar

Pengembangan Materi Ajar Seni Budaya Sub Materi Musik pada Sekolah Umum Jenjang Pendidikan Dasar

Musik atau lagu merupakan bentuk seni suara yang mengekspresikan ide-ide dan perasaan-perasaan dalam bentuk-bentuk yang signifikan melalui elemen-elemen ritme, melodi, harmoni, dan warna. Bentuk musik dapat dibedakan atas tiga macam, yaitu musik vokal, musik instrumental, dan musik campuran dalam konteks pembelajaran tematik di Sekolah Dasar dalam hubungannya pula dengan memasukkan materi lewat bernyanyi atau nyanyian menggunakan lagu-lagu yang sesuai tema pembelajaran menjadi terasa sangat penting perlu dikembangkan dari aspek sisi terwujudnya lagu yang sesuai dengan isi dari materi ajar tersebut. Plummeridge (1999) pemahaman mendasar berkait dengan lagu yang perlu diketahui adalah apa yang dilihat sebagai produk tidak lebih penting dari proses karena sebuah proses berlagu akan berimplikasi pada banyak aspek termasuk aspek masuknya materi ajar dengan cara yang lebih efektif.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN MEDIA ROLLING BOARD PADA PEMBELAJARAN IPA KELAS IV SEKOLAH DASAR

PENGEMBANGAN MEDIA ROLLING BOARD PADA PEMBELAJARAN IPA KELAS IV SEKOLAH DASAR

Hamalik (dalam Arsyad, 2013:19) mengemukakan bahwa “penggunaan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, bah kan membawa pengaruh-pengaruh psikologi terhadap siswa”. Pelaksanaan pembelajaran di sekolah dasar menuntut peran aktif guru dalam memilih dan menggunakan media pembelajaran sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang telah ditentukan. Penggunaan media sangat membantu dalam proses pembelajaran, terutama membantu dalam meningkatkan pemahaman dan hasil belajar siswa. Namun, keterbatasan media dan kelemahan guru dalam menciptakan media menjadi salah satu penyebab lemahnya mutu pendidikan yang terlihat dalam pembelajaran IPA di kelas IV yang dikatakan belum memanfaatkan media pembelajaran secara optimal. Sehingga masih banyak dibutuhkan inovasi dalam mengembangkan media pembelajaran tentang IPA.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Pengembangan Media Komik Untuk Meningkatkan Minat Membaca Siswa Sekolah Dasar

Pengembangan Media Komik Untuk Meningkatkan Minat Membaca Siswa Sekolah Dasar

This This study aims to determine the level of interest in reading in fourth grade elementary school students using comic media. This type of research used in this study is the type of research development or R&D (research and development). The subjects of this study were grade IV students of SD Negeri Kutowinangun 05, Tingkir District, Salatiga City with a total of 25 students. The research instrument was in the form of a validation sheet for media experts and a student interest reading questionnaire sheet. After an expert test in the form of media obtained an average of 3.75 with a percentage of 79 which included the category of "high" which means the media is suitable for use. Data analysis techniques using descriptive techniques and Mann Whitney test statistical techniques. Based on the results of tests conducted using Mann Whitney shows that Sig. (2-tailed) of 0,000 or less than 0.05, so it can be said that there are significant differences between pretest and posttest. So it can be said that comic media can increase students' interest in reading.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN MEDIA KARTU SAYURAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR - Repository Poltekkesjogja

PENGEMBANGAN MEDIA KARTU SAYURAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR - Repository Poltekkesjogja

Untuk validator kedua yang merupakan design grafis sebuah perusahan percetakan swasta menyimpulkan bahwa tampilan media kartu sayuran sudah baik, untuk materi media kartu sayuran sangat menarik karena temanya adalah sayuran. sedangkan untuk penilaian bahasa media kartu sayuran, hasil analisis menyatakan bahwa bahasa yang dipergunakan pada media kartu sayuran terlalu berat , hal ini wajar karena validator termasuk masyarakat awam yang tidak mengetahui istilah- istilah kesehatan khususnya bidang gizi. Tetapi kesimpulan akhir dari hasil analisis kedua validator adalah media kartu sayuran layak dipergunakan sebagai media belajar mengajar dengan metode balajar sambil bermain.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Pengembangan media pembelajaran konvensional timeline timbul pada materi pokok teknologi komunikasi untuk siswa kelas III Sekolah Dasar

Pengembangan media pembelajaran konvensional timeline timbul pada materi pokok teknologi komunikasi untuk siswa kelas III Sekolah Dasar

Produk akhir media pembelajaran konvensional timeline timbul pada materi pokok teknologi komunikasi setelah direvisi sesuai dengan komentar dan saran perbaikan dari pakar media pembelajaran konvensional timeline timbul dan guru kelas III Sekolah Dasar terdapat beberapa perubahan pada media tersebut. Perubahan dilakukan pada beberapa bagian yakni, label informasi, label tahun perkembangan alat komunikasi, pagar, variasi warna, dan cara penggunaannya. Pada label informasi tentang alat komunikasi, peneliti mempersingkat tulisan menjadi point-point penting dan juga mengubah ukuran tulisan menjadi lebih besar agar mudah diamati, dibaca, dan dipahami siswa. hal ini dilakukan agar siswa tidak hanya sekedar menerima saja apa yang sudah ada, tetapi melalui point-point tersebut siswa dapat mencari informasi tambahan untuk menambah pengetahuan melalui sumber- sumber lain seperti buku dan lainnya. Selanjutnya pada label tahun perkembangan alat komunikasi, peneliti mengubah letak dan mempererat rekatan label pada papan agar tidak mudah rusak. Sebab beberapa kali terlepas dan hilang karena kurang rekat, sehingga diperlukan lem yang bagus untuk merekatkan label tersebut.
Baca lebih lanjut

246 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH Pengembangan Pendidikan Karakter Di Sekolah Dasar Ta’mirul Islam Kecamatan Laweyan Surakarta.

PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH Pengembangan Pendidikan Karakter Di Sekolah Dasar Ta’mirul Islam Kecamatan Laweyan Surakarta.

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, keunggulan dan upaya pengembangan pendidikan karakter di Sekolah Dasar Ta’mirul Islam. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi mikro. Tempat penelitian di Sekolah Dasar Ta’mirul Islam Kecamatan Laweyan Surakarta. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam (In Depth Interview), observasi nonpartisipan, dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru, dan siswa. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Model Spradly yang meliputi analisis domain, analisis taksonomi, analisis komponensial, dan analisis tema kultural. Peningkatan keabsahan data dilakukan dengan meningkatkan ketekunan dalam penelitian, triangulasi teknik dan sumber, diskusi dengan teman sejawat, dan menggunakan bahan referensi.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects