Top PDF Pengembangan Pembelajaran Keterampilan Menyimak Melalui Teknologi Informasi

Pengembangan Pembelajaran Keterampilan Menyimak Melalui Teknologi Informasi

Pengembangan Pembelajaran Keterampilan Menyimak Melalui Teknologi Informasi

Pengembangan Pembelajaran Keterampilan menyimak melalui Teknologi Informasi. Keterampilan menyimak saat ini bagi sebagian guru lebih pada kemampuan menyimak bukan pada menyimak sebagai suatu proses dan mekanika sehingga diperlukan keterampilan dalam meramu teknolgi sebagai media pembelajaran yang apik. Padahal dukungan teknologi dapat digunakan untuk membantu siswa mengembangkan keterampilan menyimak mereka melalui radio, kaset audio, televisi, video, dan komputer atau media internet dengan berbagai laman yang ada. Setiap jenis teknologi memberikan peluang bagi siswa untuk mengeksplorasi strategi menyimak mereka dan beberapa kasus mengembangkan strategi baru. Dalam kelas bahasa, siswa memiliki akses ke beberapa bentuk teknologi, apakah itu radio transistor kecil atau multimedia interaktif. Hal ini memungkinkan akses yang lebih luas untuk lebih menekankan aspek model tertentu, seperti lintas-budaya, interaksional, menyimak kritis, dan dimensi kontekstual dalam menyimak untuk dikembangkan. Guru berperan membantu siswa mengembangkan keterampilan menyimak yang lebih baik dan mengeksploitasi teknologi lama atau teknologi baru dalam berbagai cara agar dapat memenuhi kebutuhan siswa dalam menyikapi suatu perubahan dan perkembangan teknologi pembelajaran menyimak.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN ALAT-ALAT OPTIK BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN ALAT-ALAT OPTIK BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

Uji ahli tidak hanya dilakukan pada produk pengembangan saja, tetapi LKS sebagai pelengkap produk tersebutpun diuji untuk mendapatkan efisiensi dan efektivitas penggunaannya. Ahli yang menguji LKS ini adalah seorang guru fisika SMA. Beberapa koreksi yang harus dilakukan adalah LKS hendaknya dilengkapi dengan peta konsep untuk memper-mudah siswa memahami konsep-konsep yang akan dipelajari, tidak menggunakan terlalu banyak jenis huruf, tidak menggunakan terlalu panjang atau banyak karakter pada setiap kalimat, susunan teks tidak menggunakan spasi yang terlalu kecil, tidak menggunakan perbedaan ukuran huruf yang telalu mencolok pada setiap subbab dan ilustrasi yang digunakan hendaknya mampu divisualisasikan secara dinamis. Secara keseluruhan, ahli tersebut mengatakan LKS dibuat sesuai dengan Standar Kompetensi, Kompetensi dasar dan Tujuan Pembelajaran. LKS juga sudah sesuai sebagai pelengkap produk pengembangan.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS TEKNOLOGI, INFORMASI, DAN KOMUNIKASI PADA MATERI KEMAGNETAN

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS TEKNOLOGI, INFORMASI, DAN KOMUNIKASI PADA MATERI KEMAGNETAN

Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, angket dan tes tertulis berupa soal pre-test dan post-test. Observasi, wawancara dan angket digunakan saat penelitian pendahuluan yang bertujuan mem- peroleh data mengenai sistem pembelajaran di kelas terkait metode pembelajaran, intensitas pemanfaatan media untuk membantu proses pembelajaran, kendala yang dihadapi serta ketersediaan media pem- belajaran untuk masing-masing materi sehingga dapat diketahui materi apa saja yang perlu dibuatkan media pembelajaran. Instrumen angket juga digunakan untuk uji ahli dan untuk mengetahui kualitas kemenarikan, kemudahan dan kemanfaatan produk yang dikembangkan pada tahap uji coba produk. Instrumen test tertulis yaitu soal pre-test dan post-test digunakan untuk mengetahui keefek- tifan produk yang dikembangkan sebagai media pembelajaran di kelas. Soal pre-test dan post-test telah melalui proses uji validitas dan reliabilitas.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI PADA MATERI KEMAGNETAN

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI PADA MATERI KEMAGNETAN

2 Pesatnya perkembangan teknologi menghadirkan beragam pilihan perangkat lunak pembuat animasi menarik misalnya Adobe Flash. Program ini dapat digunakan membuat animasi dan simulasi percobaan fisika sehingga mampu menggambarkan materi yang bersifat abstrak menjadi lebih konkrit. Selain itu, dapat mengatasi keterbatasan alat praktikum atau alat peraga, misalnya pada materi penerapan kemagnetan dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat menggunakan animasi untuk mempelajari prinsip kerja bel listrik, relai atau motor listrik tanpa harus menghadirkan alat tersebut secara langsung. Penggunaan media jenis ini dapat menghemat biaya serta waktu tanpa
Baca lebih lanjut

76 Baca lebih lajut

KONSEP PENERAPAN INFRASTRUKTUR TEKNOLOGI INFORMASI DALAM PENGEMBANGAN METODE PEMBELAJARAN DIGITAL LEARNING

KONSEP PENERAPAN INFRASTRUKTUR TEKNOLOGI INFORMASI DALAM PENGEMBANGAN METODE PEMBELAJARAN DIGITAL LEARNING

Selain itu terdapat juga pengembangan dari jaringan kantor dinas/institusi yaitu program WAN Kota, yang mencoba menghubungkan jaringan lokal di semua sekolah yang berada pada satu wilayah dan kemudian memasang koeksi internet pada salah satu simpul di daerah tersebut. Hal ini akan mengakibatkan biaya internet yang seharusnya hanya diatnggung oleh satu sekolah menjadi tanggungan bersama. Ini akan meringankan dan memudahkan sekolah-sekolah tersebut untuk turut serta menikmati koneksi internet. Secara umum, fungsi dan manfaat program WAN Kota adalah:
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Pengembangan Multimedia Pembelajaran pada Mata Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi Kelas VIII

Pengembangan Multimedia Pembelajaran pada Mata Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi Kelas VIII

Multimedia pembelajaran menjanjikan potensi besar dalam merubah cara seseorang untuk belajar, untuk memperoleh informasi, menyesuaikan informasi dan sebagainya serta juga menyediakan peluang bagi pendidik untuk mengembangkan teknik pembelajaran sehingga menghasilkan hasil yang maksimal. Demikian juga bagi peserta didik, dengan multimedia pembelajaran diharapkan mereka akan lebih mudah untuk menentukan dengan apa dan bagaimana menyerap informasi secara cepat dan efisien, sumber informasi tidak lagi terfokus pada teks dari buku semata-mata tetapi lebih luas dari itu. Tumbuhnya kesadaran terhadap pentingnya pengembangan multimedia pembelajaran harus direalisasikan oleh tenaga pendidik, terlebih lagi ketersediaan dukungan dari sisi teknologi.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Pengembangan Materi Tes Keterampilan Menyimak Bahasa Arab Menggunakan Moodle Untuk Meningkatkan Kemampuan Menyimak Mahasiswa Universitas Darussalam Gontor

Pengembangan Materi Tes Keterampilan Menyimak Bahasa Arab Menggunakan Moodle Untuk Meningkatkan Kemampuan Menyimak Mahasiswa Universitas Darussalam Gontor

pembelajaran bahasa Arab agar peserta didik mampu berbahasa Arab secara maksimal. Salah satu software e-learning yang dapat digunakan dalam pembelajaran bahasa Arab adalah Moodle. Moodle merupakan Open Source Software yang memiliki fitur lengkap untuk digunakan pembelajaran online. Moodle dapat dikembangkan lebih lanjut sesuai dengan kebutuhan pengguna, dalam hal ini adalah pengajar. Software yang telah dirancang oleh Martin Dougiamas 3 tersebut didesain khusus untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dengan mengedepankan efektifitas. Untuk itu Moodle sangat sesuai dijadikan media pembelaajaran keterampilan menyimak bahasa Arab.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Pemanfaatan Teknologi Informasi Untuk Pengembangan Bahan Pembelajaran Di SMA, Oktober 2008

Pemanfaatan Teknologi Informasi Untuk Pengembangan Bahan Pembelajaran Di SMA, Oktober 2008

Perkembangan ICT yang begitu cepat serta pemanfaatannya yang begitu  bervariasi dalam kehidupan sehari hari menimbulkan tantangan tersendiri bagi  para  guru.  Dalam  kondisi  seperti  sekarang  ini,  siswa  diharapkan  siap  menghadapi  persaingan  global  yang  bercirikan  ICT  dengan  bekal  kompetensi  abad ke 21. Dengan perkembangan ICT ini, peran guru tidaklah berkurang tetapi  justru  sebaliknya  yakni  bertambah  berat.    Guru  saat  ini  dituntut  untuk  terus  meningkatkan  kualitas  pembelajarannya  di  kelas  dengan  memanfaatkan  ICT  secara  optimal.  Guru  tidak  lagi  berperan  sebagai  pusat  sumber  belajar  dan  penyampai  informasi  utama,  tetapi  guru  harus  mampu  sebagai  fasilitator,  pembimbing  dan  sekaligus  sebagai  partner  dalam  mengembangkan  skill  dan  pengetahuan.  
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENERAPAN METODE HYPNOTEACHING BERBASIS PEMECAHAN MASALAH DALAM PEMBELAJARAN MENYIMAK INFORMASI.

PENERAPAN METODE HYPNOTEACHING BERBASIS PEMECAHAN MASALAH DALAM PEMBELAJARAN MENYIMAK INFORMASI.

secara mandiri agar mereka siap menghadapi dunia nyata yang penuh tantangan, maka dari itu, akan sangat bermanfaat jika pendekatan berbasis pemecahan masalah diterapkan dalam kegiatan pembelajaran agar mereka dapat terlatih. Skemp dalam Evilya (2013:8) mengatakan bahwa pendekatan pemecahan masalah merupakan suatu pedoman mengajar yang sifatnya teoritis atau konseptual untuk melatihkan siswa memecahkan masalah dengan menggunakan berbagai strategi dan langkah pemecahan masalah yang ada. Lebih lanjut Mulyati (2011: 19) memaparkan pembelajaran berbasis masalah yaitu suatu pendekatan pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar tentang cara berpikir kritis dan keterampilan memecahkan masalah, serta untuk memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensial dari materi pelajaran, pembelajaran berbasis masalah digunakan untuk merangsang berpikit tingkat tinggi dalam situasi yang berorientasikan masalah, termasuk di dalamnya belajar bagaimana belajar. Berdasarkan uraian di atas, dapat diasumsikan bahwa pembelajaran berbasis pemecahan masalah dapat merangsang daya kritis siswa untuk dapat mengemukakan gagasannya terhadap informasi yang disimaknya.
Baca lebih lanjut

47 Baca lebih lajut

PEMBELAJARAN SISTEM SARAF BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP, KETERAMPILAN GENERIK SAINS, DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA.

PEMBELAJARAN SISTEM SARAF BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP, KETERAMPILAN GENERIK SAINS, DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA.

Perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat saat ini secara tidak langsung dapat menjadi alternatif dalam membantu mengatasi permasalahan tersebut. Komputer yang merupakan salah satu produk dari teknologi yang dapat menyajikan informasi dalam banyak media sebagai produk elektronik dalam bentuk tampilan teks, grafik, gambar, animasi, suara, dan video atau yang saat ini kita kenal sebagai teknologi multimedia (Carin, 1997; Munir, 2008).

28 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF PERMAINAN TEKA-TEKI SILANG UNTUK PEMBELAJARAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI.

PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF PERMAINAN TEKA-TEKI SILANG UNTUK PEMBELAJARAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI.

mempengaruhi tingkat daya serapnya. Jika pembelajaran masih terpusat kepada guru dan media yang digunakan hanya sebatas LKS dan buku paket, maka siswa sulit untuk mendapatkan pengalaman belajarnya dan akan berpengaruh pada hasil akhir dari pembelajaran yang kurang maksimal. Salah satu bukti yang menunjukan bahwa masih banyak siswa yang belum mendapatkan nilai maksimal ditunjukan dari data nilai ulangan harian sebanyak 39 siswa kelas VII tahun ajaran 2011/2012 mengenai materi mengidentifikasi menu dan ikon perangkat lunak pengolah kata Microsoft Office Word 2007 di salah satu SMP di Lembang.
Baca lebih lanjut

43 Baca lebih lajut

Pengembangan Media Flash Berbasis Komik Dalam Pembelajaran Menyimak Cerita Rakyat

Pengembangan Media Flash Berbasis Komik Dalam Pembelajaran Menyimak Cerita Rakyat

Menurut Fransiska (2013), manfaat media pembelajaran sangat besar terhadap pendidikan para siswa, mengingat dengan kehadiran media tersebut akan membantu kekurangan guru dalam hal menyampaikan dan menjelaskan suatu bahan pembelajaran, terutama bahan simakan dalam pembelajaran menyimak. Dengan demikian, penggunaan media pembelajaran dapat diharapkan memberikan kontribusi yang maksimal terhadap proses sampai hasil pembelajaran melalui upaya guru dalam melakukan pemilihan, penggunaan, penilaian dan pengelolaan media pembelajaran yang sesuai di kelas. Hal ini sejalan dengan pendapat (Agustiningsih, 2015), yang menyatakan bahwa kehadiran media dalam pembelajaran juga dikatakan dapat membantu peningkatan pemahaman siswa, penyajian informasi lebih menarik dan terpecaya, memudahkan penafsiran data, dan memadatkan informasi. Jadi dalam hal ini di katakan bahwa fungsi media teknologi adalah sebagai sarana bantu dalam proses pentranferan ilmu pengetahuan ataupun informasi dalam pembelajaran
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN PAIRED STORYTELLING TERHADAP KETERAMPILAN MENYIMAK CERITA SISWA SD KELAS

KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN PAIRED STORYTELLING TERHADAP KETERAMPILAN MENYIMAK CERITA SISWA SD KELAS

kunci sesuai dengan panjang teks bahan simakan yang telah diperdengarkan. Penguasaan siswa untuk indikator kedua yaitu kesesuaiaan isi cerita mencapai kategori baik. Siswa telah mampu menyajikan sebuah karangan berdasarkan kata kunci yang telah ditulis serta disajikan secara runtut sesuai dengan alur cerita. Pada indikator ketiga yaitu kekuatan imajinasi, penguasaan siswa mencapai kategori sangat baik. Adanya peningkatan pada pengembangan imajinasi siswa melalui proses pengolahan informasi dalam kegiatan menyimak menggunakan model pembelajaran paired storytelling menjadi salah satu indikator ketercapaiaan keefektifan penggunaan model tersebut dalam kegiatan menyimak cerita. Namu penguasaan siswa pada indikator keempat yaitu susunan kalimat mencapai kategori sangat kurang. Perlu adanya bimbingan lebih lanjut kepada siswa agar mampu menghasilkan sebuah karang dengan susunan kalimat yang baik dan benar. Selanjutnya penguasaan siswa pada indikator kelima yaitu identifikasi unsur cerita mencapai kategori sangat baik. Siswa telah mmapu menganalisis unsur cerita berupa tema, latar, tokoh, serta mampu mengkonstruksi amanat dari cerita yang telah disampaikan.
Baca lebih lanjut

224 Baca lebih lajut

Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Metode Jigsaw terhadap Keterampilan Menyimak Siswa SD

Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Metode Jigsaw terhadap Keterampilan Menyimak Siswa SD

Menurut Ice Sutari dkk (1998: 6), “Keterampilan menyimak dan berbicara merupakan proses alamiah yang timbul akibat adanya kontak sosial antarmanusia.” Pada kenyataannya, pandangan bahwa menyimak sebagai suatu keterampilan dasar yang dapat dimiliki oleh siapa saja secara alamiah berdampak pada pengkajian, penelaahan, dan penelitian mengenai keterampilan menyimak menjadi jarang dilakukan. Secara fisik, penyimak memang terlihat pasif menerima pesan-pesan atau informasi yang disampaikan melalui pendengaran atau matanya. Tetapi sebenarnya secara mental penyimak aktif mencerna, dan mengolah pesan atau informasi agar dapat difahami maknanya seperti yang dikatakan oleh Ice Sutari dkk (1998: 20) bahwa, “Keterampilan menyimak bukan keterampilan yang pasif karena sebenarnya mental penyimak harus aktif dan kreatif menyusun arus bunyi yang berpotensi fonologis, semantik, dan sintaksis suatu bahasa.”
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Teknologi, Informasi, Dan Komunikasi Pada Materi Kemagnetan

Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Teknologi, Informasi, Dan Komunikasi Pada Materi Kemagnetan

pengembangan produk terdiri dari 11 tahapan, yaitu analisis kebutuhan, menentukan tujuan, pokok materi, membuat sinopsis, membuat naskah awal, produksi prototipe, evaluasi, revisi, naskah akhir, uji coba produk, dan program final. Proses pengem- bangan melalui tahap evaluasi yang meliputi uji ahli materi dan uji ahli desain. Uji ahli materi bertujuan menguji kesesuaian uraian materi dan soal- soal dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar, ketepatan dan kebenaran materi dan soal-soal yang disajikan, keakuratan dan kemu- takhiran materi. Uji ahli desain bertujuan menguji kesesuaian font (ukuran, warna, dan jenis ), Kesesuaian warna, kesesuaian gambar, simulasi dan animasi, kesesuaian audio, kesesuaian lay-out, dan kesesuaian kombinasi antara font, warna, gambar, animasi, audio, dan lay-out agar layak sebagai media pembelajaran.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Pengembangan Media Pembelajaran Keterampilan Menyimak Dan Membaca Berbasis Multimedia Interaktif Siswa Kelas IV Sekolah Dasar

Pengembangan Media Pembelajaran Keterampilan Menyimak Dan Membaca Berbasis Multimedia Interaktif Siswa Kelas IV Sekolah Dasar

Salah satu jenis media pembelajaran adalah multimedia interaktif. Multimedia merupakan perpaduan antara berbagai media (format file) yang berupa teks, gambar (vektor atau bitmap), suara, animasi, video, interaksi, dan lain- lain yang telah dikemas menajdi file digital (komputerisasi), yang digunakan untuk menyampaikan pesan. Sedangkan interaktif, terkait dengan komunikasi dua arah atau lebih komponen-komponen komunikasi. Komponen komunikasi dalam multimedia interaktif (berbasis komputer) adalah hubungan antara manusia (sebagai user/ pengguna produk) dan computer (software/ aplikasi/ produk dalam format file tertentu, biasanya dalam bentuk CD). Berdasarkan pengertian multimedia dan interaktif tersebut, maka multimedia interaktif adalah suatu tampilan multimedia yang dirancang oleh desainer agar tampilannya memenuhi fungsi menginformasikan pesan dan memiliki interaktivitas kepada penggunanya (user) (Munir, 2012:110).
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Pengembangan Model Pembelajaran Blended Learning pada Matakuliah Konsep Teknologi Informasi

Pengembangan Model Pembelajaran Blended Learning pada Matakuliah Konsep Teknologi Informasi

Pengembangan bentuk awal produk (model teoritis/hipotesis ), 4) Uji lapangan produk Awal 5) Revisi produk awal untuk menghasilkan produk utama, 6) Uji lapangan produk utama 7) Revisi produk operasional untuk menghasilkan produk akhir, 8) Uji lapangan operasional, 9) Revisi Produk akhir, 10) Diseminasi dan implementasi produk akhir (Gall and Borg, 1979: 626). Dalam hal ini peneliti hanya menggukan sampai pada langkah ke tujuh karena hanya pada penelitian berskala kecil.

15 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN MENYIMAK FABEL DENGAN PEMBELAJARAN PRODUKTIF DAN MULTIMEDIA KOMPUTER

PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN MENYIMAK FABEL DENGAN PEMBELAJARAN PRODUKTIF DAN MULTIMEDIA KOMPUTER

seyogyanya berbasis teknologi, khususnya teknologi komputer. Kemampuan komputer dalam pembelajaran menggunakan multimedia ini lebih dari sekedar alat peraga pembelajaran. Komputer mampu menyajikan animasi multiwarna yang sulit ditandingi oleh alat peraga konvensional. Peserta didik diharapkan memiliki ketertarikan dalam mengikuti proses pembelajaran di kelas. Penggunaan multimedia komputer dalam proses kegiatan belajar bahasa Jawa digunakan sebagai salah satu alternatif guru untuk menyalurkan pesan (pengetahuan, keterampilan dan sikap) dengan merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan belajar siswa. Hal ini akan menumbuhkan motivasi yang kuat sehingga diharapkan terjadi keberhasilan proses belajar. Mengingat fungsi utama bahasa adalah sebagai alat komunikasi, sehingga proses pembelajaran dengan multimedia komputer akan membuat siswa makin tertarik pada pembelajaran menyimak dongeng berbahasa Jawa yang nantinya dapat berguna bagi siswa.
Baca lebih lanjut

148 Baca lebih lajut

MODEL PEMBELAJARAN MENYIMAK AKTIF INTEGRATIF MELALUI MULTIMEDIA INTERAKTIF SEBAGAI DETERMINAN PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK KRITIS MAHASISWA : Penelitian dan Pengembangan Model Pembelajaran Menyimak Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra

MODEL PEMBELAJARAN MENYIMAK AKTIF INTEGRATIF MELALUI MULTIMEDIA INTERAKTIF SEBAGAI DETERMINAN PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK KRITIS MAHASISWA : Penelitian dan Pengembangan Model Pembelajaran Menyimak Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra

Persiapan mengajar sudah dilaksanakan dengan sangat baik oleh dosen, seperti adanya silabus, serta RAP dan SAP. Namun, merencanakan media pembelajaran dan menyiapkan alat ukur kemampuan menyimak masih sangat kurang. Dalam penyajian materi, dosen sudah menyampaikannya sesuai dengan tahapan dalam setiap indikator pertemuan pembelajaran menyimak. Beberapa dosen yang lain masih kurang mempersiapkan persiapan mengajar begitu juga dengan alat evaluasi dan media pembelajaran yang digunakannya. Padahal dosen dituntut memiliki wawasan dan ilmu pengetahuan yang memadai dalam pengembangan ilmunya. Kekreativitasan dosen sangat dituntut dalam pengembangan media pembelajaran menyimak ini. Persiapan mengajar yang perlu diperhatikan dosen salah satunya adalah menyiapkan alat tes, baik tes awal maupun tes akhir keterampilan menyimak. Hal itu dilakukan untuk mengetahui kemampuan menyimak baik di awal maupun di akhir pembelajaran agar bagian-bagian yang menjadi kekurangan atau kelemahan mahasiswa menjadi penekanan dalam pembelajarannya. Hal tersebut merupakan komponen dalam strategi pembelajaran metakognitif, seperti perencanaan belajar, proses pembelajaran, pemantauan produksi dan pemahaman seseorang, serta evaluasi pembelajaran (Purpura dalam Brown, 2007:143).
Baca lebih lanjut

136 Baca lebih lajut

TUGAS TEKNOLOGI INFORMASI PEMBELAJARAN MAKALAH PEMANANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM PEMBELAJARAN

TUGAS TEKNOLOGI INFORMASI PEMBELAJARAN MAKALAH PEMANANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM PEMBELAJARAN

Pembelajaran berbasis Internet memungkinkan terjadinya pembelajaran secara sinkron dengan keunggulan utama bahwa pembelajar maupun fasilitator tidak harus berada di satu tempat yang sama. Pemanfaatan teknologi video conference yang dijalankan berdasar teknologi Internet, memungkinkan pembelajar berada di mana saja sepanjang terhubung ke jaringan computer. Internet sebagai salah satu penerapan terkini dari teknologi informasi dan komunikasi adalah salahsatu sumber pembelajaran yang selama belasan tahun belakangan ini terus dikembangkan (Calhoun, [1999]). Dari sekedar tempat mencari informasi yang amat luas dan sebagai media komunikasi antar sesama pembelajar di dunia maya tanpa batasbatas ruang dan waktu, sampai ke pengembangan system pembelajaran berbasis web, serta LMS (Learning Management Systems), semakin hari peranan Internet dalam proses pembelajaran semakin penting. Sekarang sudah dikenal secara luas berkembangnya suatu konsep pembelajaran berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang disebut elearning, yang versi onlinenya harus didukung oleh sambungan Internet. Badan Akreditasi Nasional (BAN) di Indonesia misalnya, pada saat ini telah membakukan penyediaan sarana koneksi halaman 3 dari 5 Internet dengan kapasitas minimal 1 Kbps permahasiswa pada setiap kampus. Seorang peserta didik yang benar- benar akan belajar secara intensif, tidak lagi hanya tergantung pada ketersediaan guru atau dosen yang berkualitas saja, melainkan harus mempu mengoptimalkan segenap sumber belajar yang tersedia, termasuk Internet. Teknologi Internet memungkinkan terbangunnya suatu jaringan pembelajaran (learning network) baik antara pembelajar dengan pembelajar lainnya, maupun antara pembelajar dengan berbagai sumber pembelajaran, yang melampaui batasbatas dinding sekolah, bahkan melampaui batasbatas negara sekali pun. Dengan demikian akan terwujudlah era kolaborasi global dalam system pembelajaran, sehingga bagi seorang pembelajar, dunia akan menjadi semacam “kampus global” tempat ia belajar terusmenerus sepanjang hidupnya.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...