Top PDF PENGEMBANGAN NILAI-NILAI SPIRITUAL BERBASIS PESANTREN KILAT (Studi Pengembangan Model Pembelajaran Pesantren Kilat yang Inovatif dan Efektif untuk Siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Atas)

PENGEMBANGAN NILAI-NILAI SPIRITUAL BERBASIS PESANTREN KILAT (Studi Pengembangan Model Pembelajaran Pesantren Kilat yang Inovatif dan Efektif untuk Siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Atas)

PENGEMBANGAN NILAI-NILAI SPIRITUAL BERBASIS PESANTREN KILAT (Studi Pengembangan Model Pembelajaran Pesantren Kilat yang Inovatif dan Efektif untuk Siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Atas)

It was found from the observation that the implementation of pesantren kilat in four selected SMUs did not meet the criteria of good pesantren kilat program. The programs were only considered as extra lessons of Islamic Education given as extra-curricular activities. An effective pesantren kilat model will exist if the relation within teacher and students is like that of kyai and santri. Therefore, a learning model was introduced. The model was aimed at increasing the knowledge and understanding of Islamic values as well as increasing the knowledge and practice of daily rituals. The courses covered materials related to individual obligation (fardhu „ain). The teaching method and techniques included discussion (mudzakarah) and field practice. The evaluation technique was directed toward the recognition of students’ knowledge and skills as a means of motivating them to learn Islamic values. In addition, the program was conducted in a participatory learning.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN NILAI-NILAI SPIRITUAL BERBASIS PESANTREN KILAT: Studi Pengembangan Model Pembelajaran Pesantren Kilat yang Inovatif dan Efektif untuk Siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Atas.

PENGEMBANGAN NILAI-NILAI SPIRITUAL BERBASIS PESANTREN KILAT: Studi Pengembangan Model Pembelajaran Pesantren Kilat yang Inovatif dan Efektif untuk Siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Atas.

Pendidikan agama sebagai salah satu kegiatan untuk membangun fondasi mental spiritual yang kokoh, ternyata belum dapat berperan secara maksimal. Indikator yang sangat nyata adalah semakin banyaknya para pelajar yang terlibat dalam tindak pidana, seperti tawuran, penggunaan narkoba, perampokan dan yang lainnya. Berdasarkan data Humas Polwil Bogor menyebutkan bahwa dari rentang Agustus 2000 sampai dengan Nopember 2001 telah terjadi sedikitnya 23 kasus tawuran dengan menelan korban jiwa sebanyak 4 orang dan melibatkan 15 sekolah SLTA di daerah Bogor (Mujahidin, 2004: 75). Adapun data Humas Polda Metro Jaya menyebutkan bahwa tahun 2003-2004 terjadi tawuran antar pelajar sebanyak 92 kasus dengan jumlah pelajar yang terlibat sebanyak 19 orang pelajar SLTP dan 100 orang pelajar SLTA dengan korban luka ringan sebanyak 38 orang, luka berat 3 orang dan tewas 2 orang (Republika, 29 Mei 2004). Jika realitas ini dibiarkan seperti adanya, maka bukan mustahil jika frekuensi tawuran dan jumlah korban akan meningkat.
Baca lebih lanjut

50 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN LAJU REAKSI TERINTERGRASI NILAI-NILAI SPIRITUAL UNTUK SISWA SMA.

PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN LAJU REAKSI TERINTERGRASI NILAI-NILAI SPIRITUAL UNTUK SISWA SMA.

Penelitian yang relevan telah dilakukan oleh beberapa peneliti terdahulu, antara lain adalah penelitian Darmana (2013) tentang pandangan siswa terhadap internalisasi nilai tauhid melalui materi termokimia yang menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi internalisasi nilai tauhid telah memberikan kontribusi dalam pembentukan pandangan positif siswa terhadap internalisasi nilai tauhid melalui materi termokimia. Penelitian yang sama juga dilakukan oleh Simaremare (2015) tentang pengembangan bahan ajar berbasis nilai-nilai spiritual pada materi kelarutan dan hasil kelarutan menunjukkan kualitas modul valid yang berarti bahan ajar layak untuk digunakan dan mendapat tanggapan yang positif.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Pengembangan bahan ajar berbasis nilai spiritual Islam dengan model pembelajaran kooperatif pada materi sel

Pengembangan bahan ajar berbasis nilai spiritual Islam dengan model pembelajaran kooperatif pada materi sel

Skripsi yang disusun oleh Roudloh muna lia (UIN Walisongo Semarang). 2016. Berjudul “Pengembangan Modul Pembelajaran Kimia Berorientasi Etnosains Pada Materi Larutan Elektrolit Dan Non-Elektrolit Kelas X M.A. Salafiyah Simbang Kulon Pekalongan”. Hasil penelitannya adalah pada uji validasi modul, dengan hasil ahli materi 71,67% (cukup baik), ahli media 93,33% (sangat baik), guru biologi 95% (sangat baik), pakar etnosain 100% (sangat baik), dengan total keseluruhan hasil adalah 82,67% dikategorikan cukup baik, dan respon peserta didik 90,91% (sangat baik). Berdasarkan hasil uji kualitas modul etnosain dinyatakan layak sebagai sarana belajar dan dapat dilanjutkan ketahap implementasi kelas besar.
Baca lebih lanjut

316 Baca lebih lajut

Pengembangan Baitul Mal wat Tamwil Berbasis Nilai-Nilai Santri

Pengembangan Baitul Mal wat Tamwil Berbasis Nilai-Nilai Santri

Aspek lain signifikansi pelibatan pesantren dalam pemberdayaan masyarakat berpeluang pada kenyataan bahwa masyarakat Indonesia yang mayoritas terdiri dari muslim pada umumnya menetap di pedesaan. Pada sisi itu pesantren yang memang berkembang dan tersebar di daerah-daerah pedesaan sampai derajat tertentu, merupakan representasi dari masyarakat muslim daerah-daerah pedesaan. Mereka pada umumnya merupakan alumni atau hasil didikan dunia pesantren. Kenyataan itu membuat pesantren sampai saat ini masih berpengaruh kuat pada hampir seluruh aspek kehidupan di kalangan masyarakat muslim pedesaan yang taat. Disamping itu keberadaan kiai sebagai figur yang sangat dihormati dan ditaati oleh masyarakat desa menjadikan pesantren memiliki posisi dan peran yang sentral. Oleh karena itu, setiap pengembangan pemikiran dan interpretasi keagamaan yang berasal dari luar kaum elit pesantren sebagai pusat pendidikan Islam dan instruksi keagamaan tidak akan memiliki dampak signifikan terhadap way of life dan sikap masyarakat Islam di
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

Strategi Pengembangan Nilai Toleransi dan Pluralisme dalam Pendidikan Pesantren

Strategi Pengembangan Nilai Toleransi dan Pluralisme dalam Pendidikan Pesantren

Berdasarkan data di lapangan, toleransi berbasis pandangan teologis tidak banyak disinggung oleh para nara sumber penelitian ini. Kecenderungan berfi kir inklusif- pluralis (terbuka dan menerima perbedaan), seraya sudah menjadi identitas serta karakter pimpinan dan tenaga pendidik yang ada di PP. Tebuireng, Jombang dan PP. Nurul Jadid, Paiton. Menilik temuan di lapangan terdapat beberapa hal penting terkait toleransi : Menerima, dan menghargai kenyataan yang berbeda, sebagai sebuah keniscayaan takdir ilahi, tanpa harus mengikuti keyakinan yang lain. Sikap toleransi dikembangkan serta diimplementasikan tetap sebagai jati diri/identitas sejati sebagai seorang muslim, kemudian memberikan ruang seluas-luasnya kepada agama yang berbeda untuk mengembangkan dan memperkenalkan agamanya bagi pengikutnya sendiri-sendiri. Tanpa harus mengganggu, mengusik ketentraman agama yang lain.
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

MODEL PEMBELAJARAN PESANTREN KILAT DALAM

MODEL PEMBELAJARAN PESANTREN KILAT DALAM

nya pada pola kehidupan siswa yang mulai beranjak dewasa yang masih memerlukan bimbingan dan arahan baik dari orang tua ataupun guru di sekolah masing-masing. Arahan ini sangatlah penting agar moralitas siswa dapat terjaga dengan baik dan tidak terjerumus dalam kegiatan yang mengarah pada sikap-sikap arorgan. Walaupun pendidikan agama terlihat sepele dan mudah dipelajari dalam kehidupan sehari-hari namun tidak seperti itu realitasnya. Semestinya kurikulum tidak mengesampingkan pentingnya pendidikan moral dan karakter, dengan harapan agar nilai-nilai moralitas dapat dicapai, tidak hanya mencerdaskan siswa secara intelektual tetapi juga emosional dan spiritual. Jika diamati pendidikan yang sedang terlaksana saat ini hanya berorientasi mengembangkan kepandaian dan keterampilan, sedangkan kualitasnya cenderung sedikit terabaikan. Jika hal ini terjadi secara berkelanjutan maka apalah artinya semua itu jika peserta didik tidak memiliki karakter yang baik. Pendidikan tersebut dapat diibaratkan mata air yang kehilangan sungai, tidak tahu arah dan hanya berkutat pada satu pokok persoalan saja tidak berkembang dengan baik.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR KIMIA BERBASIS NILAI-NILAI SPIRITUAL PADA MATERI STRUKTUR ATOM SMA KELAS X.

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR KIMIA BERBASIS NILAI-NILAI SPIRITUAL PADA MATERI STRUKTUR ATOM SMA KELAS X.

Pengembangan bahan ajar berbasis spiritual melalui penanaman nilai-nilai moral kedalam mata pelajaran kimia, dimaksudkan agar pada diri siswa disamping menguasai kompetensi yang berkaitan dengan materi ajar, diharapkan juga dapat berkembang nilai-nilai mulia siswa, yang akan berkontribusi terhadap pencapaian tujuan Pendidikan Nasional. Secara teoritis ada beberapa kaidah dalam memasukkan atau menanamkan nilai-nilai agama kepada materi ajar, diantaranya tidak memaksakan, tidak perlu dicari-cari kaitannya kalau memang secara subtansi tidak berhubungan (Darmana,2012).
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR KIMIA BERBASIS NILAI-NILAI SPIRITUAL PADA MATERI REAKSI REDOKS.

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR KIMIA BERBASIS NILAI-NILAI SPIRITUAL PADA MATERI REAKSI REDOKS.

Hal tersebut dapat dipicu oleh karena masalah-masalah sebagai berikut, diantaranya: 1) Sikap apatis guru sains terhadap agama, sebagian guru tidak suka membicarakan sains dengan agama karena dianggap dua hal yang sangat berbeda, berlainan, dimana agama dimulai dengan “keyakinan” sedangkan sains dimulai dengan “ketidakyakinan”. 2) Sebagian guru menganggap sains bebas nilai. 3) Pada umumnya pemikir, perencana, pelaksana kurikulum terutama para guru tidak mampu/tidak cukup mengerti bagaimana mempersiapkan dan mengajarkan materi sains berbasis nilai moral agama yang dapat mengantarkan siswa memungkinkan menjadi beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Hal ini dikarenakan mereka juga tidak pernah mendapatkannya selama dipersekolahan. 4) Sangat terbatasnya referensi, baik berupa buku maupun ahli yang dapat dijadikan sebagai rujukam atau model dalam pembelajaran sains berbasis moral yang dapat mengantarkan siswa menjadi beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa (Darmana, 2013)
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Pembelajaran IPA Terintegrasi Al-Quran dan Nilai-Nilai Pesantren

Pembelajaran IPA Terintegrasi Al-Quran dan Nilai-Nilai Pesantren

Pembelajaran pada kurikulum 2013 menekankan pada aspek pendidikan karakter. Tujuan dari kurikulum 2013 terdiri empat cakupan kompetensi, yaitu (1) kompetensi sikap spiritual, (2) kompetensi sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan. Hal tersebut dicapai dari proses pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, atau ekstrakurikuler. Itulah isi dari cakupan yang ada di pedoman Badan Penelitian dan Pengembangan tahun 2013 (Alimuddin, 2014). Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran berlangsung dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta didik lebih lanjut. Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual yaitu “Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya”. Rumusan Sikap Sosial yaitu “Berperilaku jujur, disiplin, memiliki rasa tanggung jawab, peduli (toleransi dan gotong royong), santun, dan percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”. Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran serta kebutuhan dan kondisi peserta didik (Hudson, 2015; H. Jung & Choi, 2016; Y. Jung & Lee, 2018; Mengel, Sauermann, & Zölitz, 2019; Skaalvik & Skaalvik, 2011; Wong, Ruble, Yu, & McGrew, 2017).
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Pendidikan Nilai-Nilai Kebangsaan Di Pesantren : Riset di Pesantren Ashidiqiyah Jakarta Barat

Pendidikan Nilai-Nilai Kebangsaan Di Pesantren : Riset di Pesantren Ashidiqiyah Jakarta Barat

6 Nilai-nilai tersebut tentu tidaklah lahir dalam kondisi yang tunggal, melainkan melalui proses panjang dan melalui beberapa tahap. Nilai-nilai yang dipilih dan ditetapkan menjadi karakter dan identitas peradaban atau kultur tersebut muncul mengalami seleksi alam, di mana kesadaran kolektif akan memilih nilai yang baik, signifikan dan relevan bagi eksistensi peradaban atau kultur itu sendiri. Dalam ungkapan Muhammad Abid al-Jabiri, nilai tersebut disebut dengan al-qimmah al-markziyyah atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan nilai sentral. Lihat Muhammad Abid al-Jabiri, al-„Aqlu al-Akhlaqiyah al-„Arabiy, cet. I, (Beirut: Markaz Dirasat al-Wahdah al-„Arabiyah, 2001), 21.
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

Nilai-Nilai Spiritual Kebudayaan Macan Putih: (Studi Deskriptif Nilai-nilai Spiritual Kebudayaa Macan Putih di Masyarakat Desa Warungkandang, Kecamatan Plered Kabupaten Purwakarta)

Nilai-Nilai Spiritual Kebudayaan Macan Putih: (Studi Deskriptif Nilai-nilai Spiritual Kebudayaa Macan Putih di Masyarakat Desa Warungkandang, Kecamatan Plered Kabupaten Purwakarta)

Menurut sebagian intelektual aliran kebatinan adalah amaliah Kejawen. Kejawen yang pada dasarnya yaitu segala aktivitas yang berpangkal dari adat-istiadat atau kultur yang berlaku di Wilayah Jawa Tengah dan tidak terdapat di tempat yang lain. Karena itu pula pemerintah Indonesia tidak memasukan pembinaan aliran kebatinan dalam lembaga Departemen Agama, maksudnya pada satu sisi, ajaran aliran kebatinan itu bukan dari ajaran agama, dan pada sisi lain agara pengembangan aliran kebathinan tidak me- ngarah kepada pembentukan agama baru. Sebagian intelektual menyatakan bahwa tradi- si Kejawen banyak berkaitan dengan keya- kinnan agama yaitu masalah Ketuhanan, peri- badatan, keakhiratan dan sebagainya. Hanya saja tradisi Kejawen berasal dari luar Islam, meski dilakukan oleh orang Islam. Pernyataan seperti itu untukk memperkuat dugaan bahwa teologi aliran kebatinan adalah pengembangan dari teologi yang sudah ada dalam Islam Indonesia, yang tak lain adalah teologi Suni. 34
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Penanaman Nilai-nilai Tradisi Pesantren (Studi Kasus Pesantren As’adiyah Sengkang)

Penanaman Nilai-nilai Tradisi Pesantren (Studi Kasus Pesantren As’adiyah Sengkang)

Seiring dengan berjalanan bangsa kita, ketika lembaga-lembaga sosial yang lain belum berjalan secara fungsional pesantren menjadi pusat kegiatan masyarakat dalam kegiatan belajar agama,bela diri, mengobati orang sakit, dan masih banyak lainnya. Tegasnya pesantren menjadi pendidikan yang unik, tidak saja karena ke- beradaannya yang sangat lama, tetapi juga karena budaya, metode dan model pen- didikan yang diterapkan oleh pesantren sangat khas. Disamping itu pesantren juga memiliki jaringan sosial yang kuat dengan masyarakat dan sesama pesantren, karena sebagian besar pengasuh pesantren tidak hanya sama dalam pola pikirnya, paham keagamaannya, namun mereka mereka memiliki hubungan kekerabatan yang erat. 1
Baca lebih lanjut

91 Baca lebih lajut

Pengembangan Perangkat Pembelajaran Fisika Bermuatan Integrasi Islam-Sains Untuk Menanamkan Nilai-Nilai Spiritual Siswa Madrasah Aliyah

Pengembangan Perangkat Pembelajaran Fisika Bermuatan Integrasi Islam-Sains Untuk Menanamkan Nilai-Nilai Spiritual Siswa Madrasah Aliyah

Konsep integrasi Islam dan sains pada pembelajaran bisa menjadi solusi untuk menanamkan nilai-nilai spiritual pada siswa. Dalam konteks pembelajaran disiplin ilmu kealaman/sains, paradigma integrasi- interkoneksi dapat diaplikasikan dengan berbagai cara, termasuk dalam ilmu fisika. Paradigma integrasi di sini bukanlah berarti bahwa antar berbagai ilmu mengalami peleburan menjadi satu bentuk ilmu yang identik, melainkan terpadunya karakter, corak, dan hakikat antar ilmu tersebut dalam semua kesatuan dimensinya. Sedangkan paradigma interkoneksi adalah terkaitnya satu
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PRESENTASI PESANTREN KILAT 2013

PRESENTASI PESANTREN KILAT 2013

Menu Keluar Pesantren Kilat 2013 SD NEGERI 2 NGARU-ARU Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda yang artinya : “Puasa dan Al-Qur'an akan memberikan syafaat kepada hamba di [r]

27 Baca lebih lajut

PROPOSAL KEGIATAN PESANTREN KILAT

PROPOSAL KEGIATAN PESANTREN KILAT

Adapun tema yang kami usung dalam merealisasikan kegiatan ini adalah dengan adanya kegiatan Pesantren Kilat dan buka bersama pada bulan ramadhan ini kita tingkatkan Motifasi siswa untuk beramal Ilmiah dan Berilmu Amaliah dengan berlomba-lomba dalam kebajikan.

25 Baca lebih lajut

Pengembangan literasi lingkungan bermuatan nilai-nilai Islam melalui pembelajaran berbasis proyek

Pengembangan literasi lingkungan bermuatan nilai-nilai Islam melalui pembelajaran berbasis proyek

Berbagai penelitian telah dilakukan berkaitan dengan efektivitas dan kemanfaatan pembelajaran berbasis proyek. Penelitian yang dilakukan oleh Schneider, et al. (2002) telah mendapatkan hasil bahwa penerapan pembelajaran berbasis proyek berhasil meningkatkan kinerja pebelajar selama pembelajaran. Penelitian Rais (2010) menunjukkan bahwa aktivitas yang terbangun diantara kelompok proyek berlangsung dengan penuh semangat, mahasiswa melalui pengamatan terlihat menikmati cara belajar yang dikembangkan berdasarkan skenario pembelajaran berbasis proyek. Mahasiswa secara kritis mengungkapkan ide-ide dalam kelompok kolaboratif, mulai dari merencanakan sesuatu tentang cara memperoleh pengetahuan, memproses secara kolaboratif dan bermakna, menyimpulkan, hingga saling tukar informasi diantara kelompok sebelum kemudian dilakukan presentase kelompok.
Baca lebih lanjut

121 Baca lebih lajut

INTEGRASI NILAI SPIRITUAL INTELEKTUAL DA

INTEGRASI NILAI SPIRITUAL INTELEKTUAL DA

perjuangannya dalam mempertahankan tradisi pengajaran ilmu-ilmu agama yang sudah berjalan ratusan tahun dan menjadi bagian tak terpisahkan dari khazanah peradaban Islam di bawah khilafah Utsmaniyah. Dalam pandangan Nursi lembaga-lembaga pendidikan agama ini (al-madaris al- fiqhiyyah) merupakan pondasi keilmuan bagi umat Islam, sebab pengetahuan tentang syariat Islam dan ilmu-ilmu dasar dalam Islam diberikan. Lebih dari itu Nursi menekankan bahwa tujuan pengajaran ilmu agama adalah untuk pembelajaran nilai-nilai keimanan (al-tarbiyah al- imaniyyah) dan bukan sekedar mempelajari rutinitas ibadah belaka tanpa mendalami makna sehingga tidak memantulkan nilai spiritualitas 32 .
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA  Konflik Diri Dan Persepsi Homoseksual (Lesbian) Terhadap Nilai-Nilai Spiritual.

DAFTAR PUSTAKA Konflik Diri Dan Persepsi Homoseksual (Lesbian) Terhadap Nilai-Nilai Spiritual.

Konsep diri Lesbian dan Strategi Penyesuaian Sosial dalam Komunitas Islam di Yogyakarta Lesbian-Self-Concept and their Strategy of Social Accomodation in Moeslam Community of Yogyakarta.[r]

5 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...