Top PDF 2.10 Pengertian Audio Digital - Analisis Perbandingan Zero Compresion Dengan Difference Coding Pada Kompresi File Audio

2.10 Pengertian Audio Digital - Analisis Perbandingan Zero Compresion Dengan Difference Coding Pada Kompresi File Audio

2.10 Pengertian Audio Digital - Analisis Perbandingan Zero Compresion Dengan Difference Coding Pada Kompresi File Audio

File WAVE menggunakan struktur standar RIFF yang mengelompokkan isi file (sampel format, sampel digital audio, dan lain sebagainya) menjadi “chunk” yang terpisah, setiap bagian mempunyai header dan byte data masing-masing. Header chunck menetapkan jenis dan ukuran dari byte data chunk. Dengan metoda pengaturan seperti ini maka program yang tidak mengenali jenis chunk yang khusus dapat dengan mudah melewati bagian chunk ini dan melanjutkan langkah memproses chunk yang dikenalnya. Jenis chunk tertentu mungkin terdiri atas sub-chunk. Sebagai contoh, pada gambar 2.3 dapat dilihat chunk “fmt ” dan “data” sebenarnya merupakan sub-chunk dari chunk “RIFF”.
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

Analisis Perbandingan Zero Compresion Dengan Difference Coding Pada Kompresi File Audio

Analisis Perbandingan Zero Compresion Dengan Difference Coding Pada Kompresi File Audio

Ukuran file audio khususnya berformat.Wav relatif besar dibandingkan file dengan format teks,yang membutuhkan memori yang besar dalam melakukan penyimpanan maupun dalam hal transmisi (pengiriman) melalui media komunikasi. Hal ini sangat mempengaruhi ketersediaan tempat (space) maupun pengolahan data khususnya data audio.Untuk itu perlu dikembangkan aplikasi untuk kompresi data yang bertujuan untuk minimalisasi memori menggunakan algoritma Zero Compression dan Difference Coding. Pada metode Zero Compression, kompresi file audio dilakukan pada sampel audio yang bernilai nol (0) berurutan. Ada dua tahap utama kompresi dengan metode Zero Compression untuk data audio, yaitu reading redudance data dan coding. Reading redudance data adalah merepresentasikan frekuensi kemunculan setiap sampel audio kedalam bilangan eksak sedangkan Coding adalah menuliskan kode yang berisi nilai sampel dengan frekuensi kemunculannya.Sedangkan kompresi dengan metode Difference Coding adalah data difference yaitu adalah pengurangan nilai sampel audio dengan nilai sampel audio sebelumnya serta coding. Hasil kompresi file wav dengan kedua algoritma di atas dapat memberikan ukuran file yang lebih kecil yaitu dengan algoritma Zero Compression rata-rata rasio kompresi sebesar 24.43 % dan Difference Coding adalah 25.48 %.
Baca lebih lanjut

122 Baca lebih lajut

Analisis Perbandingan Zero Compresion Dengan Difference Coding Pada Kompresi File Audio

Analisis Perbandingan Zero Compresion Dengan Difference Coding Pada Kompresi File Audio

ModDifference Namespace DIFF #Region " NAMESPACE : DIFF " Namespace Diff #Region " CLASS : Compressor " Public Class Compressor Private Overloads Function EqualsByVal objA As Object[r]

29 Baca lebih lajut

ANALISIS PERBANDINGAN ALGORITMA ZERO COMPRESION DENGAN DIFFERENCE CODING PADA KOMPRESI FILE AUDIO DRAFT SKRIPSI DESSY FEBRIANI TRIAJIWATI

ANALISIS PERBANDINGAN ALGORITMA ZERO COMPRESION DENGAN DIFFERENCE CODING PADA KOMPRESI FILE AUDIO DRAFT SKRIPSI DESSY FEBRIANI TRIAJIWATI

Tabel 2.9 Penambahan Chunk Lain Pada File Wave 23 Tabel 3.1 Hasil Kompesi Zero Compresion per Sampel Audio 40 Tabel 3.2 Hasil Kompesi Difference Coding per Sampel Audio 41 Tabel 3.3 Dokumentasi Naratif Use Case Kompresi 49 Tabel 3.4 Dokumentasi Naratif Use Case Dekompresi 52

13 Baca lebih lajut

PENGAMANAN FILE AUDIO MENGGUNAKAN METODE ENKRIPSI DENGAN ALGORITMA STREAM CIPHER RC4.

PENGAMANAN FILE AUDIO MENGGUNAKAN METODE ENKRIPSI DENGAN ALGORITMA STREAM CIPHER RC4.

Pengamanan file audio ini dapat dilakukan dengan menyamarkan atau menyandikan data aslinya yang menyebabkan pihak lain tidak dapat mengetahui isi dan maksud dari file audio tersebut. Metode yang dapat digunakan adalah kriptografi. Kriptografi merupakan ilmu yang mempelajari mengenai cara untuk mengamankan suatu informasi. Proses yang digunakan dalam mengamankan informasi dalam kriptografi adalah proses enkripsi dan dekripsi.

21 Baca lebih lajut

SOAL DAN JAWABAN TEKNIK PENGOLAHAN VIDEO

SOAL DAN JAWABAN TEKNIK PENGOLAHAN VIDEO

13. Aspek rasio ini merupakan ukuran standart yang masih sering digunakan untuk video atau televisi di Indonesia. Format ini masih banyak ditemukan pada kamera video rumahan seperti pada kamera handycam dan sejenisnya. Aspek rasio gambar yang dimaksud dari pengertian diatas adalah…..

27 Baca lebih lajut

Analisis Perbandingan Algoritma Elias Delta Code Dan Algoritma Unary Coding Dalam Mengkompresi File Text

Analisis Perbandingan Algoritma Elias Delta Code Dan Algoritma Unary Coding Dalam Mengkompresi File Text

Studi Perbandingan Kompresi Menggunakan Metode Shannon Fano Dan Unary Coding Pada File Teks.. Skripsi.Universitas Sumatera Utara Subandijo.[r]

1 Baca lebih lajut

2. memahami sifat dasar sinyal audio per

2. memahami sifat dasar sinyal audio per

Peralatan yang umum ada dalam sebuah studio rekaman: Digital Audio Workstation Digital Audio Workstation adalah perangkat yang digunakan khusus untuk proses rekaman audio digital.. P[r]

34 Baca lebih lajut

Kompresi File Audio Wav Menggunakan Algoritma Huffman

Kompresi File Audio Wav Menggunakan Algoritma Huffman

The size of the audio file in particular format . Wav files are relatively large compared to the text format , which requires a large memory to perform in terms of storage and transmission ( delivery ) through the medium of communication . This greatly affects the availability of a place ( space ) as well as audio data , especially data processing . For it is necessary to develop applications for data compression that aims to minimize memory use Huffman algorithm . Algorithm or Huffman encoding is actually a compression algorithm that can be applied to all kinds of good for binary files and text files . This algorithm is effective when there is a lot of data redundancy or looping the same data in the file . In this algorithm , compressed audio files is done on the audio sample data redundancy . Wav file compression Results with Huffman coding algorithm can provide smaller file sizes with an average compression ratio of 24.43 % .
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Kompresi Data Audio Lossless format FLAC menjadi Audio Lossly format MP3 dengan Algoritma Huffman Shift Coding

Kompresi Data Audio Lossless format FLAC menjadi Audio Lossly format MP3 dengan Algoritma Huffman Shift Coding

Saat ini, musik sudah menjadi suatu kebutuhan. Teknologi di bidang musik sendiri sudah berkembang pesat. Bisa di buktikan dengan perbaikan kualitas audio dari generasi ke generasi. Seperti halnya data gambar maupun video, data audio juga memerlukan kompresi untuk isu storage dan keperluan pengaksesan secara real time. Serta dukungan player pada umumnya yang masih sedikit support terhadap beberapa file audio lossless. Salah satu algoritma yang dapat digun akan adalah Huffman, dengan perkembangan algoritma nya yaitu Huffman Shift Coding. Dalam algoritma Huffman Shift Coding mampu mengubah setiap simbol yang dimiliki suatu data audio baik lossy maupun losless. Dari metode Huffman Shift Coding yang sudah pernah diujikan, rasio kompresi rata - rata diatas 50%. Namun hasil kompresi dari data audio tersebut tidak bisa diputar ulang, kecuali dukungan dari aplikasi kompresi itu sendiri. Dalam penelitian yang dilakukan, penulis mencoba membuat suatu aplikasi kompresi yang dapat merubah data audio yang sifatnya lossless menjadi lossy yang dimana nantinya hasil keluaran dari proses kompresi akan menjadi lebih kecil dengan tujuan untuk menghemat isu storage, dan juga tetap dapat diputar di banyak player pemutar musik yang banyak beredar saat ini.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Implementasi Algoritma Shannon-Fano Pada Kompresi Audio

Implementasi Algoritma Shannon-Fano Pada Kompresi Audio

Besarnya ukuran file audio membuat pengiriman data menjadi lama dan dapat menyebabkan pemborosan media penyimpanan. Oleh karena itu dilakukan kompresi untuk memadatkan isi file dengan cara menghilangkan berbagai redundansi dan menemukan sumber redundansi disetiap data sehingga ukuran audio menjadi lebih kecil. Salah satu metode kompresi adalah metode lossless yaitu metode kompresi dimana pada audio hasil kompresi dapat dikembalikan ke data semula tanpa menghilangkan informasi pada data. Penelitian ini menggunakan algoritma Shannon- Fano pada audio berjenis mp3 untuk melakukan kompresi dan memainkan kembali audio hasil kompresi. Algoritma Shannon-Fano merupakan algoritma metode lossless yang didasarkan pada variable-length code yang berarti beberapa karakter pada data yang dikodekan direpresentasikan dengan kode yang lebih pendek. Perbandingan antara ukuran audio hasil kompresi dan ukuran audio asli dihitung dengan menggunakan rumus rasio kompresi. Dari hasil pengujian proses kompresi didapat bahwa rasio kompresi untuk 20 file audio mempunyai range antara 25% untuk nilai terendah dan tertinggi 48.86% dengan hasil rata rata rasio kompresi sebesar 41.49% serta menunjukkan bahwa audio hasil kompresi dapat dimainkan kembali tanpa harus melakukan proses dekompresi.
Baca lebih lanjut

90 Baca lebih lajut

SPATIAL AUDIO CODING.

SPATIAL AUDIO CODING.

Speech coding dan audio coding, telah menjadi salah satu topik penelitian yang berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir ini. Aplikasi dan implementasi dari hasil-hasil penelitian di bidang ini, juga telah banyak dirasakan dan bermanfat secara luas di masyarakat umum sekalipun. Salah satu aplikasi yang digunakan secara luas adalah Voice over IP (VoIP), baik yang bersifat private ataupun yang free untuk publik seperti Yahoo Messenger (YM) dan Skype.

5 Baca lebih lajut

Aplikasi Steganografi Untuk Mengubah Sebuah Data Menjadi Untaian Nada.

Aplikasi Steganografi Untuk Mengubah Sebuah Data Menjadi Untaian Nada.

Phase coding telah terbukti sebagai tehnik coding yang paling efektif dalam kasus sinyal ke rasio noise. Dalam metode ini phase dari sinyal audio asli akan diubah dengan referensi phase dari informasi yang akan disembunyikan. Bender et al menemukan bahwa sebuah kapasitas channel sekitar 8 bps dapat dicapai dengan mengalokasikan 128 slot frekuensi per bit dengan background noise yang minimum. Bender et al mendiskusikan metode untuk memperbaiki sinyal audio encoding dibawah channel komunikasi yang berbeda. Bagaimanapun, fokus penelitian ini terletak pada penyembunyian informasi dalam data grafik dan pembaca yang tertarik terhadap kasus ini dapat melihat dalam "Techiques for Data Hiding" oleh Bender et al. Hyperlink kepada dokumen tersebut tersedia pada daftar pustaka dalam tugas akhir ini.
Baca lebih lanjut

86 Baca lebih lajut

SM08 Kompresi Audio Video

SM08 Kompresi Audio Video

Perceptual Model, dapat menggunakan filter bank terpisah atau penggabungan antara perhitungan nilai energi dan filter bank utama. Keluaran model ini adalah nilai masking treshold. Apabila noise berada dibawah masking treshold, maka hasil kompresi tidak akan dapat dibedakan dari sinyal aslinya.

18 Baca lebih lajut

Teknik kompresi audio dengan format MPEG (Moving Picture Expert Group)

Teknik kompresi audio dengan format MPEG (Moving Picture Expert Group)

disampling. Proses ini dilakukan oleh power-law quantizer, yang memiliki sifat me ng ko dekan amplitud o b e sa r de ng an ketep atan re nda h, da n dimasukkannya proses noise shaping. Setelah itu nilai yang telah dikuantisasi dikodekan menggunakan Huffman Coding.

9 Baca lebih lajut

IIR and FIR digital filter : a case study.

IIR and FIR digital filter : a case study.

Abstract: — this paper is about to analyze and identify the digital audio signal. Two audio signals are provided which is the original audio and the added noise audio signal. The purpose of the study is to identify and eliminate the unknown noise signals by using Finite Impulse Response and Infinite Impulse Response digital filters. The detail steps to design the both have been stated in this paper. All the results is simulated and showed in MATLAB to show the comparison between the two.

7 Baca lebih lajut

Oleh Kelompok 7  Asmin  Asriana  Aswin

Oleh Kelompok 7 Asmin Asriana Aswin

MP3 singkatan dari MPEG Audio Layer III dan merupakan standar untuk kompresi audio yang membuat setiap file yang lebih kecil dengan kualitas suara sedikit berkurang atau sama seperti aslinya. MP3 adalah tergolong dari MPEG (Motion Pictures Expert Group) sering digunakan untuk menampilkan video dan audio menggunakan kompresi lossy. Suatu standar yang ditetapkan oleh Industry Standards Organization atau ISO. Perkembangannya dimulai pada tahun 1992 dengan standar MPEG-1. MPEG-1 adalah standar kompresi video dengan bandwidth rendah. Audio bandwidth tinggi dan video standar kompresi MPEG-2 diikuti dan cukup baik untuk digunakan dengan teknologi DVD. MPEG Layer III atau MP3 hanya melibatkan kompresi audio. Dengan kata lain dapat di urutkan
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Implementasi Digital Watermarking Pada File Audio Dengan Menggunakan  Metode Phase Coding

Implementasi Digital Watermarking Pada File Audio Dengan Menggunakan Metode Phase Coding

Suara atau bunyi adalah suatu gelombang longitudinal yang merambat melalui suatu medium, seperti zat cair, padat dan gas. Bunyi dapat terdengar oleh manusia apabila gelombang tersebut mencapai telinga manusia dengan frekuensi 20Hz – 20kHz , suara ini disebut dengan audiosonic atau dikenal dengan audio, gelombang suara pada batas frekuensi tersebut disebut dengan sinyal akustik. Akustik merupakan cabang fisika yang mempelajari bunyi. Level tekanan suara (volume suara) dihitung dalam desibel (dB), yaitu perhitungan rasio antara titik referensi yang dipilih dalam skala logaritmik dan level yang benar-benar dialami. Keras lemahnya bunyi atau tinggi rendahnya gelombang disebut dengan amplitudo. Bunyi mulai dapat merusak telinga jika tingkat volumenya lebih besar dari 85 dB dan pada ukuran 130 dB akan mampu membuat hancur gendang telinga.
Baca lebih lanjut

82 Baca lebih lajut

Analisis Perbandingan Algoritma Huffman dan Run Length Encoding Pada Kompresi File Audio

Analisis Perbandingan Algoritma Huffman dan Run Length Encoding Pada Kompresi File Audio

This study was conducted to analyze the comparison of compression and decompression of audio files * .mp3 (Moving Picture Expert Group) -1 audio layer III) and * .wav. Compression is done by reducing the number of bits required to store or send the file. In this study the author uses Huffman and Run Length Encoding, which is one that is lossless compression technique. Huffman has three stages to compress the data, namely the establishment of the tree, encoding and decoding, and work is based on a character-by-character. While the technique of run length work based on a series of consecutive characters, namely just move repetition of the same byte row continuously. The parameters used to measure the performance of the algorithm is the compression ratio, the resulting complexity. The compression ratio * .mp3 audio files using Huffman algorithm has an average of 1,426%, while RLE - 94.44%, and the compression ratio * .wav audio file has an average of 28 954% and - 45.91% RLE, Huffman algorithm time complexity is θnLog n while Run Length Encoding algorithm is θ (n).
Baca lebih lanjut

82 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...