Top PDF Pengetahuan, Efikasi Diri dan Praktik Penjamah Makanan Tentang Keamanan Pangan pada Industri Rumah Tangga Pangan

Pengetahuan, Efikasi Diri dan Praktik Penjamah Makanan Tentang Keamanan Pangan pada Industri Rumah Tangga Pangan

Pengetahuan, Efikasi Diri dan Praktik Penjamah Makanan Tentang Keamanan Pangan pada Industri Rumah Tangga Pangan

sosiodemografi, pengalaman, tingkat pengetahuan,         efikasi diri penjamah makanan pada IRTP di Kota                 Ambon dan keterkaitannya pada praktik keamanan             pangan.   ​Metode: Penelitian ​cross-sectional pada 51           industri rumah tangga pangan dengan jumlah             responden sebanyak 135 orang. Uji           ​chi square untuk       analisis bivariabel dan regresi logistik untuk analisis               multivariabel.   ​Hasil: Terdapat hubungan tingkat         pendidikan, pelatihan, pengetahuan dengan efikasi           diri keamanan pangan penjamah makanan pada             industri rumah tangga pangan.         ​Simpulan: ​Penelitian     ini menyatakan bahwa keamanan pangan di industri               rumah tangga bergantung pada praktik penanganan             makanan. Penelitian ini menyarankan untuk me-             ningkatkan sistem pemantauan penangan makanan           agar tidak terjadi ​food borne disease. 
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

this PDF file Pengetahuan, efikasi diri dan praktik penjamah makanan tentang keamanan pangan pada industri rumah tangga pangan | Sihombing | Berita Kedokteran Masyarakat 2 PB

this PDF file Pengetahuan, efikasi diri dan praktik penjamah makanan tentang keamanan pangan pada industri rumah tangga pangan | Sihombing | Berita Kedokteran Masyarakat 2 PB

Tujuan:   Untuk   mengetahui   karakteristik   sosiodemografi, pengalaman, tingkat pengetahuan,         efikasi diri penjamah makanan pada IRTP di Kota                 Ambon dan keterkaitannya pada praktik keamanan             pangan.   ​Metode:   Penelitian   ​ cross-sectional   pada 51     industri rumah tangga pangan dengan jumlah             responden sebanyak 135 orang. Uji           ​ chi square     untuk   analisis bivariabel dan regresi logistik untuk analisis               multivariabel.   ​Hasil:   Terdapat hubungan tingkat       pendidikan, pelatihan, pengetahuan dengan efikasi           diri keamanan pangan penjamah makanan pada             industri rumah tangga pangan.         ​Simpulan:   ​Penelitian   ini menyatakan bahwa keamanan pangan di industri               rumah tangga bergantung pada praktik penanganan             makanan. Penelitian ini menyarankan untuk me-             ningkatkan sistem pemantauan penangan makanan           agar tidak terjadi ​ food borne disease. 
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Pengetahuan keamanan pangan penjamah makanan dan mutu keamanan pangan di Pondok Pesantren

Pengetahuan keamanan pangan penjamah makanan dan mutu keamanan pangan di Pondok Pesantren

Hasil penelitian di salah satu unit kerja di Rumah Sakit Abdul Moeloek Lampung menyebutkan kuman yang didapatkan dari tangan tenaga medis dan paramedis adalah Staphylococcus saprophyticus, Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis, Serratia liquefacients, Serratia marcescens, Pseudomonas aeruginosa, Enterobacter aerogenes, Citrobacter freundii, Salmonella sp, Bacillus cereus, Neisserria mucosa, yang merupakan jenis bakteri non-patogen maupun patogen (Pratami, et al., 2013).Penelitian Sugiyono (2010) di sebuah pabrik juga mendapatkan hubungan antara praktik higiene personal penjamah dengan keberadaan bakteri Escherichia coli pada tangan penjamah tetapi tidak ada hubungan antara praktik higiene personal penjamah dengan keberadaan bakteri Staphylococcus aureus pada tangan penjamah.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Kajian Keamanan Produk Berbasis Tepung pada Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) di Jawa Barat

Kajian Keamanan Produk Berbasis Tepung pada Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) di Jawa Barat

Permasalahan keamanan pangan masih banyak dijumpai di Indonesia seperti cemaran mikroba karena kondisi higiene dan sanitasi yang buruk, penyalahgunaan bahan berbahaya untuk pangan, serta penggunaan Bahan Tambahan Pangan (BTP) melebihi batas maksimum yang diijinkan. Berdasarkan hasil survei monitoring dan verifikasi Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) dalam rangka peningkatan keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) yang dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tahun 2009 diketahui bahwa tingkat pengetahuan responden tentang kebersihan dan sanitasi masih rendah. Laporan tersebut menyebutkan bahwa responden yang memiliki pengetahuan baik hingga baik sekali tentang kebersihan dan sanitasi masih di bawah 50%. Selain itu dilaporkan masih adanya penggunaan pemanis buatan (sakarin dan siklamat) dan pengawet (benzoat dan sorbat) yang melebihi batas yang ditetapkan. Penyalahgunaan bahan berbahaya, seperti formalin, boraks, Rhodamin B dan methanyl yellow pada produk IRTP juga masih banyak ditemukan. Jaminan atas keamanan, mutu, dan gizi pangan berkontribusi besar pada pembentukan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sehingga secara tidak langsung akan menentukan daya saing bangsa di tingkat dunia.
Baca lebih lanjut

79 Baca lebih lajut

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUALITAS MIKROBIOLOGIS PRODUK INDUSTRI RUMAH TANGGA PANGAN

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUALITAS MIKROBIOLOGIS PRODUK INDUSTRI RUMAH TANGGA PANGAN

Pangan penyebab Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan pangan yang paling banyak adalah dari masakan rumah tangga. Masakan rumah tangga dapat dikategorikan pada pangan produksi Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP). Keracunan makanan biasanya erat kaitannya dengan sanitasi dan hygienitas pangan, untuk itu perlu dilakukan pengawasan kualitas mikrobiologis makanan melalui uji colliform. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor tempat, peralatan, personal hygiene, pengetahuan serta hygiene dan sanitasi makanan dengan kualitas mikrobiologis makanan minuman produk IRTP di Kabupaten Tegal. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan metode survei dan pendekatan cross sectional. Populasinya adalah 70 buah IRTP di Kabupaten Tegal. Pengambilan sampel melalui metode Proportional Random Sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan wawancara dan observasi. Analisis data menggunakan chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara tempat (p=0,011), personal hygiene (p=0,004), pengetahuan (p=0,022), dan hygiene dan sanitasi makanan (p=0,019), dengan kualitas mikrobiologis makanan.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PERDA NO 3 TAHUN 2014 TENTANG INDUSTRI RUMAH TANGGA PANGAN

PERDA NO 3 TAHUN 2014 TENTANG INDUSTRI RUMAH TANGGA PANGAN

Dalam rangka produksi dan peredaran pangan oleh IRTP, Pasal 43 Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2004 tentang Keamanan, Mutu dan Gizi Pangan mengamanatkan bahwa pangan olahan yang diproduksi oleh industri rumah tangga wajib memiliki Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) yang diterbitkan oleh Bupati/Walikota dan Kepala Badan POM menetapkan pedoman pemberian SPP-IRT.

32 Baca lebih lajut

Strategi Peningkatan Ketahanan Pangan Rumah Tangga Rawan Pangan

Strategi Peningkatan Ketahanan Pangan Rumah Tangga Rawan Pangan

serta potensi di setiap daerah adalah berbeda maka dalam era desentralisasi ini upaya penanggulangan kerawanan pangan harus dimulai dari daerah, yang berarti terwujudnya ketahanan pangan nasional harus dimulai dengan penguatan ketahanan pangan daerah (Ariani, 2005). Namun demikian, perwujudan ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah (pusat maupun daerah), namun juga merupakan tanggung jawab bersama dengan masyarakat. Oleh karena itu, peran dan partisipasi masyarakat dalam perwujudan ketahanan pangan dan penanggulangan kerawanan pangan sangat diharapkan. Dalam hal ini, pemerintah lebih bersifat fasilitator sedangkan masyarakat dapat berperan sesuai dengan kapasitas dan potensi yang dimiliki oleh masing-masing kelompok/individu. Pemberdayaan posyandu, dasawisma, kepedulian sosial, kegiatan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan aktifitas sosial keagamaan merupakan sarana bagi masyarakat untuk dapat berperan dalam upaya penanggulangan rawan pangan.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

STRATEGI PENINGKATAN KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA RAWAN PANGAN

STRATEGI PENINGKATAN KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA RAWAN PANGAN

Persediaan pangan yang cukup secara nasional maupun regional tidak menjamin adanya ketahanan pangan rumah tangga/individu. Studi Saliem et al. (2001) menunjukkan bahwa walaupun ketahanan pangan di tingkat regional (provinsi) tergolong tahan pangan terjamin namun di provinsi yang bersangkutan masih ditemukan rumah tangga yang tergolong rawan pangan dengan proporsi relatif tinggi. Dampak dari kerawanan pangan dan kekurangan gizi dapat terjadi pada semua umur, baik orang tua, dewasa, anak-anak, bayi maupun ibu hamil. Hasil analisis BPS (Ariani et al., 2007) menunjukkan lebih dari setengah jumlah kabupaten/kota di Indonesia memiliki prevalensi balita kurang gizi lebih dari 25 persen, sementara proporsi penduduk yang mengkonsumsi energi kurang dari 2.100 kkal/kap/hari sebesar 64 persen.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

STUDI PENGETAHUAN KEAMANAN PANGAN DAN TINDAKAN PENANGANAN BAHAN PANGAN DI RUMAH SUSUN BANDARHARJO, SEMARANG - Unika Repository

STUDI PENGETAHUAN KEAMANAN PANGAN DAN TINDAKAN PENANGANAN BAHAN PANGAN DI RUMAH SUSUN BANDARHARJO, SEMARANG - Unika Repository

Grouping Variable: Pendidikan Akhir Responden -SLTP VS Perguruan Tinggi Test Statisticsb Score Pengetahuan Keamanan Pangan Mann-Whitney U 142.000 Wilcoxon W 772.000 Z -.456 Asymp[r]

14 Baca lebih lajut

KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA

KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA

(b) Di daerah dengan jenis makanan pokok jagung (seperti Provinsi Nusa Tenggara Timur) digunakan batas waktu selama 365 hari sebagai ukuran untuk menentukan apakan rumah tangga mempunyai ketersediaan pangan cukup/tidak cukup. Ini didasarkan pada masa panen jagung di daerah penelitian yang hanya dapat dipanen satu kali dalam tahun.

7 Baca lebih lajut

Formulir Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga SPPIRT

Formulir Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga SPPIRT

Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama : ……… Alamat : ……… Nama Perusahaan : ……… Alamat Perusahaan : ……… Jabatan Dalam Perusahaan : ……… Jenis Produksi : ……… Dengan ini menyatakan [r]

11 Baca lebih lajut

KAJIAN EFEKTIVITAS PROGRAM PENINGKATAN MUTU DAN KEAMANAN PANGAN INDUSTRI RUMAH TANGGA PANGAN (IRTP) DI KABUPATEN CIANJUR DREITSOHN FRANKLYN PURBA

KAJIAN EFEKTIVITAS PROGRAM PENINGKATAN MUTU DAN KEAMANAN PANGAN INDUSTRI RUMAH TANGGA PANGAN (IRTP) DI KABUPATEN CIANJUR DREITSOHN FRANKLYN PURBA

Tanggapan responden terhadap informasi penyuluhan keamanan pangan Timbulnya kesadaran responden bahwa IRTP harus memiliki personil yang telah mendapatkan SPKP, dan keharusan produk mendapatkan nomor izin edar atau nomor P-IRT sebelum dipasarkan, tampak beragam alasan. Berdasarkan survei, kesadaran responden IRTP untuk memporeh SPKP dan P-IRT bagi produk pangan yang dihasilkannya lebih banyak karena alasan hal lain-lain. Lain-lain dalam hal ini adalah diinformasikan oleh Distributor Bogasari, Dinas Kesehatan, teman, kepala desa, pokja desa, PEMDA, ditegur dari apotek, PPL, Dinas Koperasi, dari produk lain, dan tahu sejak kuliah. Berikutnya adalah sejak awal pendirian, kemudian sejak diminta atau adanya persyaratan dari rekan bisnis, dan selanjutnya sejak mengikuti penyuluhan keamanan pangan yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur. Hasil survei tentang kesadaran responden IRTP terhadap ketentuan regulasi, disajikan pada Gambar 2.
Baca lebih lanjut

134 Baca lebih lajut

Permohonan Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT)

Permohonan Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT)

Foto kopi Sertifikat PIRT dan surat pernyataan dari pemilik produk pangan yang dikemas kembali bukan pangan MD; 12.. Contoh sampel produk pangan yang diberi rancangan label disertakan p[r]

4 Baca lebih lajut

Kebutuhan Pangan Bagi Rumah Tangga Miskin

Kebutuhan Pangan Bagi Rumah Tangga Miskin

Situasi pengan nasional dapat dilihat dari angka kemiskinan penduduk.Angka penduduk miskin yang tinggi dapat dijadikan indikator masalah ketahanan pangan nasional. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan situasi pengan nasional. Pangan berkaitan dengan kesejahteraan sosial HAM, dan kebijakan sosial dalam pemenuhan pangan bagi rumah tangga miskin. Sumber data dan informasi dihimpun dari hasil penelitian, jurnal, dan artikel yang relevan dengan tujuan penulisan artikel ini.Untuk keperluan analisis digunakan perspektif pekerjaan sosial dan hak asasi manusia. Hasil penelusuran literatur membuktikan, bahwa situasi pangan nasional dapat dikatakan masih bermasalah, rumah tangga miskin mengalami hambatan dalam pemenuhan pangan dan kebijakan sosial belum berpihak dalam mewujudkan ketahanan panganan. Artikel ini diharapkan memberikan inspirasi bagi pembuat keputusan berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pangan penduduk, terutama bagi rumah tangga miskin. Kebijakan dimaksud dalam bentuk grand design penanggulangan kemiskinan yang mengintegrasikan antara kebijakan pangan dan penanganan kemiskinan.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Perencanaan IPAL Pengolahan Limbah Cair Industri Pangan Skala Rumah Tangga

Perencanaan IPAL Pengolahan Limbah Cair Industri Pangan Skala Rumah Tangga

Kualitas air limbah hasil uji laboratorium disajikan pada Tabel 2. Berdasarkan Tabel 2, didapatkan perbandingan hasil analisis limbah campuran dengan Peraturan Gubernur Jawa Timur No. 72 Tahun 2013 tentang Baku Mutu Air Limbah Bagi Industri dan/atau Kegiatan Usaha Lainnya. Diketahui bahwa kualitas air limbah industri pangan skala rumah tangga tidak memenuhi baku mutu, yaitu pada parameter TSS, H 2 S, NH 3 -N,

6 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA KETERSEDIAAN PANGAN DENGAN KERAGAMAN PANGAN RUMAH TANGGA BURUH TANI

HUBUNGAN ANTARA KETERSEDIAAN PANGAN DENGAN KERAGAMAN PANGAN RUMAH TANGGA BURUH TANI

Terdapat model analisis yang umum pada determinan konsumsi pangan yaitu menggunakan ukuran rumah tangga, pendapatan atau pengeluaran dan harga. Rumah tangga berukuran besar akan mengakibatkan jenis pangan yang dikonsumsi kurang beragam dan memiliki kualitas gizi yang lebih rendah jika dibandingkan dengan keluarga yang berukuran lebih kecil (Hardinsyah, 2007). Namun, penelitian ini menunjukkan keluarga yang berukuran besar justru memiliki keragaman pangan yang tinggi dikarenakan tingkat pendapatan rumah tangga buruh tani tergolong cukup tinggi sehingga dapat memenuhi keragaman konsumsi pangan untuk keluarga.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

POWER POINT KERUSAKAN BAHAN MAKANAN KEAMANAN PANGAN

POWER POINT KERUSAKAN BAHAN MAKANAN KEAMANAN PANGAN

Pemasakan tidak sempurna 2 bakteri yang ada dalam makanan berkembang biak, ex:daging ½ matang 2 makanan kaleng yg dimasak tidak sempurna/kontaminasi pada wkt pendinginan penyakit bawaa[r]

34 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects