Top PDF Pengetahuan, Sikap Dan Perilaku Pasien Yang Menderita Penyakit Jantung Koroner Di Poliklinik Jantung RSUP H. Adam Malik Medan Mengenai Penyakit Jantung Koroner

Pengetahuan, Sikap Dan Perilaku Pasien Yang Menderita Penyakit Jantung Koroner Di Poliklinik Jantung RSUP H. Adam Malik Medan Mengenai Penyakit Jantung Koroner

Pengetahuan, Sikap Dan Perilaku Pasien Yang Menderita Penyakit Jantung Koroner Di Poliklinik Jantung RSUP H. Adam Malik Medan Mengenai Penyakit Jantung Koroner

Hasil:Dengan jumlah sampel sebanyak 95 orang, diperoleh hasil penelitian yang menunjukkan bahwa sebanyak36 responden (37.9%) mempunyai pengetahuan yang baik, 49 responden (51.6%) mempunyai pengetahuan yang sedang dan 10 responden (10.5%) mempunyai pengetahuan yang buruk. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa 32 responden (33.7%) mempunyai sikap yang baik, 45 responden (47.4%) mempunyai sikap yang sedang dan 18 responden (18.9%) mempunyai sikap yang buruk. Penelitian ini menunjukkan bahwa 15 responden (15.8%) mempunyai perilaku yang baik, 55 responden (57.9%) mempunyai perilaku yang sedang dan 25 responden (26.3%) mempunyai perilaku yang buruk. Kesimpulan:secara keseluruhan penderita penyakit jantung koroner di Poliklinik jantung RSUP H.Adam Malik mempunyai tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku sedang tentang penyakit jantung koroner.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Pengetahuan, Sikap Dan Perilaku Pasien Yang Menderita Penyakit Jantung Koroner Di Poliklinik Jantung RSUP H. Adam Malik Medan Mengenai Penyakit Jantung Koroner

Pengetahuan, Sikap Dan Perilaku Pasien Yang Menderita Penyakit Jantung Koroner Di Poliklinik Jantung RSUP H. Adam Malik Medan Mengenai Penyakit Jantung Koroner

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan, Sikap Dan Perilaku Pasien Yang Menderita Penyakit Jantung Koroner di Poliklinik Jantung RSUP H.Adam Malik Mengenai Penyakit Jantung Koroner. Untuk keperluan tersebut, saya memohon kesediaan ibu/bapa untuk mengisi kuesioner dengan jujur dan apa adanya. Partisipasi ibu/bapa bersifat sukarela dan tanpa paksaan. Jika ibu/bapa bersedia, silakan menandatangani lembar persetujuan yang telah saya siapkan.
Baca lebih lanjut

55 Baca lebih lajut

Tingkat Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Pasien yang Menderita Penyakit Jantung Koroner di RSUD Pirngadi, Medan Mengenai Penyakit Jantung Koroner

Tingkat Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Pasien yang Menderita Penyakit Jantung Koroner di RSUD Pirngadi, Medan Mengenai Penyakit Jantung Koroner

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan TME, atas berkat dan kurnai-Nya penulis dapat menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini dengan judul „ tingkat pengetahuan,sikap dan perilaku pasien yang menderita penyakit jantung koroner(PJK) di Rumah Sakit Umum Daerah DR Pringadi, Medan mengenai PJK. ” .Proses penulisan Karya Tulisan Ilmiah ini tidak terlepas dari dukungan dan bantuan dari berbagai pihak. Dalam kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada yang berhormat :
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Tingkat Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Pasien yang Menderita Penyakit Jantung Koroner di RSUD Pirngadi, Medan Mengenai Penyakit Jantung Koroner

Tingkat Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Pasien yang Menderita Penyakit Jantung Koroner di RSUD Pirngadi, Medan Mengenai Penyakit Jantung Koroner

Saya yang bernama Ashinie Nair Subramaniam adalah mahasiswi Fakultas Kedokteraan Universitas Sumatera Utara akan melakukan penelitian yang berjudul „ Tingkat Pengetahuan, Sikap dan Perilaku pasien yang menderita Penyakit Jantung Koroner di RSUD Pringadi, Medan mengenai Penyakit Jantung Koroner‟ pada semester keenam.

28 Baca lebih lajut

Pengetahuan, Sikap Dan Perilaku Pasien Yang Menderita Penyakit Jantung Koroner Di Poliklinik Jantung RSUP H. Adam Malik Medan Mengenai Penyakit Jantung Koroner

Pengetahuan, Sikap Dan Perilaku Pasien Yang Menderita Penyakit Jantung Koroner Di Poliklinik Jantung RSUP H. Adam Malik Medan Mengenai Penyakit Jantung Koroner

Disamping faktor resiko seperti hipertensi, diabetes mellitus, merokok dan penurunan aktivitas fisik; Dislipidemia merupakan salah satu dari 5 faktor resiko primer penyakit jantung koroner. Dislipidemia dapat bermanifestasi baik dalam peningkatan total kolesterol serum, peningkatan trigliserida, peningkatan LDL darah maupun penurunan HDL. (Anwar T.B,2004)

4 Baca lebih lajut

Pengetahuan, Sikap Dan Perilaku Pasien Yang Menderita Penyakit Jantung Koroner Di Poliklinik Jantung RSUP H. Adam Malik Medan Mengenai Penyakit Jantung Koroner

Pengetahuan, Sikap Dan Perilaku Pasien Yang Menderita Penyakit Jantung Koroner Di Poliklinik Jantung RSUP H. Adam Malik Medan Mengenai Penyakit Jantung Koroner

Dislipidemia Sebagai Faktor Resiko Penyakit Jantung Koroner, Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara from : http://library.usu.ac.id/download/fk/gizi-bahri3.pdf [Accessed 10 May[r]

3 Baca lebih lajut

Pengetahuan, Sikap Dan Perilaku Pasien Yang Menderita Penyakit Jantung Koroner Di Poliklinik Jantung RSUP H. Adam Malik Medan Mengenai Penyakit Jantung Koroner

Pengetahuan, Sikap Dan Perilaku Pasien Yang Menderita Penyakit Jantung Koroner Di Poliklinik Jantung RSUP H. Adam Malik Medan Mengenai Penyakit Jantung Koroner

Banyak penduduk Negara besar di Amerika serikat mengalami masalah kesehatan overweight atau kelebihan berat badan. Kelebihan berat badan dapat meningkatkan faktor resiko terjadinya tekanan darah tinggi atau hipertensi, kadar kolesterol darah tinggi, penyakit kandung empedu, beberapa jenis kanker, arthiritis pada sendi-sendi yang memikul beban yag terlalu berat karena overweight (arthiritis pada tulang belakang, sendi lutut, atau pada pinggul). Anda dapat mengurangi kelebihan berat badan secara bertahap dan membantu anda menjaganya tetap dalam batas normal dengan diet tinggi serat, latihan olahraga teratur.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Pengetahuan, Sikap Dan Perilaku Pasien Yang Menderita Penyakit Jantung Koroner Di Poliklinik Jantung RSUP H. Adam Malik Medan Mengenai Penyakit Jantung Koroner

Pengetahuan, Sikap Dan Perilaku Pasien Yang Menderita Penyakit Jantung Koroner Di Poliklinik Jantung RSUP H. Adam Malik Medan Mengenai Penyakit Jantung Koroner

Metode:Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan desain cross-sectional. Sampelnya adalah penderita penyakit jantung koroner sebanyak 95 orang yang diberi kuesioner yang terdiri dari 40 soal untuk menguji pengetahuan, sikap dan perilaku penderita penyakit jantung koroner tentang penyakit jantung koroner seperti faktor resiko dan pencegahannya, penelitian ini dilakukan di Poliklinik jantung RSUP H.Adam Malik pada bulan April-December 2015.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Tingkat Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Pasien yang Menderita Penyakit Jantung Koroner di RSUD Pirngadi, Medan Mengenai Penyakit Jantung Koroner

Tingkat Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Pasien yang Menderita Penyakit Jantung Koroner di RSUD Pirngadi, Medan Mengenai Penyakit Jantung Koroner

Penderita diabetes menderita PJK yang lebih berat, lebih progresif, lebih kompleks, dan lebih infus dibandingkan kelompok kontrol dengan usia yang sesuai. Diabetes melitus merupakan faktor resiko independen untuk PJK, meningkatkan risiko untuk tipe 1 maupun tipe 2 dengan dua sampai empat kali. Diantaranya dapat berupa disfungsi endothelial dan gangguan pembuluh darah yang pada akhirnya mningkatkan resiko terjadinya Coronary Artery Diseases (CAD). Pada diabetes tergantung insulin (NIDDM), penyakit koroner dini dapat dideteksi pada studi populasi sejak dekad keempat, dan pada usia 55 tahun hingga sepertiga pasien meninggal karena komplikasi PJK, adanya mikroalbuminemia atau nefropati meningkatkan resiko PJK secara bermakna (Supriyono, 2008). DM merusakkan dinding bahagian dalam arteri melalui peningkatan ROS (reactive oxygen species) dan disfungsi sel-sel endotel pembuluh sehingga dengan lebih cepat menuju proses arteriosklerosis. Mekanismenya belum jelas, akan tetapi terjadi peningkatan tipe IV hiperlipidemi dan hipertrigliserid, pembentukan plateletyang abnormal dan DM yang disertai obesitas dan hipertensi (Djohan T.B.A, 2004 dalam Norhashimah, 2011). 4. Obesitas
Baca lebih lanjut

97 Baca lebih lajut

Tingkat Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Pasien yang Menderita Penyakit Jantung Koroner di RSUD Pirngadi, Medan Mengenai Penyakit Jantung Koroner

Tingkat Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Pasien yang Menderita Penyakit Jantung Koroner di RSUD Pirngadi, Medan Mengenai Penyakit Jantung Koroner

[Accessed 4 April 2015] Deaths from coronary heart disease pdf, http://www.who.int/cardiovascular_diseases/en/cvd_atlas_14_deathHD.pd f?ua=1[Accessed 19 April 2015] Epidemiologi PJK S[r]

2 Baca lebih lajut

Tingkat Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Pasien yang Menderita Penyakit Jantung Koroner di RSUD Pirngadi, Medan Mengenai Penyakit Jantung Koroner

Tingkat Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Pasien yang Menderita Penyakit Jantung Koroner di RSUD Pirngadi, Medan Mengenai Penyakit Jantung Koroner

Proses terjadinya aterosklerosis dapat sejak masa kanak-kanak, dapat berlangsung bertahun-tahun tanpa ada gejala. Kadang-kadang gejala timbul saat usia 30-an. Banyak juga gejala baru timbul saat usia 50-60 tahun. Jika sumbatan makin bertambah besar, maka aliran darah yang menuju jantung makin berkurang sehingga menyebabkan angina pectoris atau nyeri dada. Angina ini bertimbul karena ketikseimbangan antara kebutuhan otot jantung akan dan oksigen dan suplai arah oleh pembuluh koroner.

20 Baca lebih lajut

Tingkat Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Pasien yang Menderita Penyakit Jantung Koroner di RSUD Pirngadi, Medan Mengenai Penyakit Jantung Koroner

Tingkat Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Pasien yang Menderita Penyakit Jantung Koroner di RSUD Pirngadi, Medan Mengenai Penyakit Jantung Koroner

Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan penyakit yang menyerang jantung. . Meningkatnya angka penderita PJK yang dilaporkan setiap tahun adalah karena kurangnya pengetahuan masyarakat tentang faktor resiko penyakit jantung dan juga kurangnya sikap dan perilaku dalam mencegah penyakit tersebut.

2 Baca lebih lajut

Tingkat Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Pasien yang Menderita Penyakit Jantung Koroner di RSUD Pirngadi, Medan Mengenai Penyakit Jantung Koroner

Tingkat Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Pasien yang Menderita Penyakit Jantung Koroner di RSUD Pirngadi, Medan Mengenai Penyakit Jantung Koroner

Penyakit tidak menular (PTM) seperti penyakit jantung, stroke, kanker, diabetes mellitus serta penyakit kronik lain merupakan 63% penyebab kematian diseluruh dunia dengan membunuh 36 juta orang per tahun. Di Indonesia, PJK masih merupakan masalah kesehatan penting dan dalam waktu bersamaan morbiditas dan mortalitasnya semakin meningkat. Dari laporan Badan Litbangkes Kemenkes RI pada tahun 2013 , provinsi dengan prevalensi penyakit jantung koroner pada umur 15 tahun dan keatas tertinggi ialah Provinsi Nusa Tenggara Timur sebanyak 4.4%. Kemudian diikuti dengan Sawesi Tengah sebanyak 3.8% dan Sulawesi Selatan 2.9%. Padahal prevalensi terendah di Riau, Lampung, dan Jambi dengan provinsinya 0.3%, 0.4%, dan 0.5% masing-masing (Depkes RI, 2013).
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Gambaran Pengetahuan Pasien Penyakit Jantung Koroner Terhadap Penyakit Yang Dideritanya Di Poliklinik Kardiologi Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan

Gambaran Pengetahuan Pasien Penyakit Jantung Koroner Terhadap Penyakit Yang Dideritanya Di Poliklinik Kardiologi Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan desain cross sectional study. Penelitian ini dilaksanakan di poliklinik kardiologi RSUP H. Adam Malik Medan. Teknik pengambilan sampel dengan metode consecutive sampling, dimana didapatkan sebanyak 100 sampel. Pengambilan data menggunakan kuesioner yg berisi 20 pertanyaan dengan metode wawancara terpimpin untuk menilai tingkat pengetahuan responden.

9 Baca lebih lajut

Prevalensi Hiperkolesterolemia pada Pasien dengan Penyakit Jantung Koroner di RSUP H. Adam Malik Tahun 2009 - 2010

Prevalensi Hiperkolesterolemia pada Pasien dengan Penyakit Jantung Koroner di RSUP H. Adam Malik Tahun 2009 - 2010

Hasil distribusi PJK menurut usia pada penelitian ini didapati yang terbanyak adalah rata – rata kelompok usia 51 – 60 tahun sebanyak 231 penderita (36,1%). Hasil ini berbeda dengan data dari WHO, dimana dinyatakan bahwa yang terbanyak menderita PJK adalah usia 60 tahun keatas. Hal ini mungkin terjadi akibat angka harapan hidup di Sumatera Utara lebih rendah karena kurangnya pencegahan yang dilakukan oleh masyarakat. Hal ini mungkin diakibatkan oleh kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai faktor resiko PJK.

83 Baca lebih lajut

Perilaku Pasien Penyakit Jantung Koroner Terhadap Diet Penyakit Jantung Koroner di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2010.

Perilaku Pasien Penyakit Jantung Koroner Terhadap Diet Penyakit Jantung Koroner di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2010.

responden dengan sikap baik mengenai diet PJK berada pada kelompok usia lebih dari 55 tahun (Tabel 5.9). Pertambahan usia seseorang akan berhubungan dengan perkembangan kognitif, penalaran moral, dan perkembangan sosial. Semakin tua usia seseorang menunjukkan bahwa semakin sering seseorang tersebut terpapar dengan stimulus. Hal ini sesuai dengan pandangan Notoatmodjo (2007a) tentang penentuan sikap yaitu, semakin sering seseorang terpapar akan suatu stimulus atau objek maka akan semakin mempengaruhi seseorang menilai ataupun bersikap terhadap stimulus atau objek tersebut. Penelitian Mosca, Jones, King, Ouyang, Redberg, dan Hill (2000) juga menunjukkan bahwa orang yang berusia lebih tua (usia 45 tahun atau lebih) lebih banyak mendapatkan informasi mengenai PJK daripada orang yang berusia lebih muda (usia kurang dari 45 tahun).
Baca lebih lanjut

77 Baca lebih lajut

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Epidemiologi Penyakit Jantung Koroner - Faktor-Faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner Pada Penderita Penyakit Jantung Koroner Usia ≤ 45 Tahun Di RSUP H. Adam Malik, Medan 2009- 2011

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Epidemiologi Penyakit Jantung Koroner - Faktor-Faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner Pada Penderita Penyakit Jantung Koroner Usia ≤ 45 Tahun Di RSUP H. Adam Malik, Medan 2009- 2011

Berbagai hasil penelitian telah membuktikan bahwa pecandu rokok memiliki faktor dominan terkena penyakit kanker dan serangan jantung. Bahan dalam asap rokok yang membahayakan kesehatan jantung adalah nikotin dan CO(karbon). Setiap batang rokok yang dibakar akan menghasilkan 3-6% karbonmonoksida dan sekitar 0,5 mg nikotin. Kadar CO dalam darah seorang perokok bisa mencapai 5%. Keadaan ini akan menyebabkan penebalan dinding pembuluh darah. Akibatnya, perokok memiliki risiko 3 kali lebih besar tekena penyakit jantung dibandingkan dengan yang bukan perokok. Kenyataan membuktikan bahwa rokok dapat menyebabkan kematian dua kali lebih sering bagi mereka yang sebelumnya pernah terkena serangan jantung. (Djohan, 2004) Jumlah rokok yang dihisap dapat dihitung dalam satuan batang, bungkus atau pak per harinya. Jenis perokok sendiri dapat dibagi atas 3 kelompok yaitu:
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Profil Pasien Sindroma Koroner Akut Di Rsup Haji Adam Malik Medan Tahun 2015

Profil Pasien Sindroma Koroner Akut Di Rsup Haji Adam Malik Medan Tahun 2015

pembuluh koroner yang sebelumnya mempunyai penyempitan yang minimal. Plak arterosklerotik terdiri dari inti yang mengandung lemak dan jaringan fibrotik (fibrotic cap). Plak yang tidak stabil bila terdapat infiltrasi sel makrofag. Biasanya ruptur terjadi pada tepi plak berdekatan intima yang normal. Keretakan bisa juga terjadi pada dinding plak yang lemah karena terdapat enzim protease yang dihasilkan oleh makrofag yang dapat melemahkan dinding plak (fibrous cap). Ruptur menyebabkan terjadinya aktivasi, adhesi dan agregasi platelet dan mengakibatkan terbentuknya trombus. Trombus akan menyebabkan penyumbatan pembuluh darah 100% dan mengakibatkan terjadinya infark dengan elevasi segmen ST, sedangkan bagi pembuluh yang tidak disumbat 100% dan hanya menimbulkan stenosis yang berat akan menyebabkan angina tak stabil 9 .
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENYAKIT JANTUNG KORONER

PENYAKIT JANTUNG KORONER

Sasaran pengobatan IMA pertama adalah menghilangkan rasa sakit dan cemas. Kedua mencegah dan mengobati sedini mungkin komplikasi (30-40%) yang serius seperti payah jantung, aritmia, thrombo-embolisme, pericarditis, ruptur m. papillaris, aneurisma ventrikel, infark ventrikel kanan, iskemia berulang dan kematian mendadak. Untuk sakit diberikan sulfas morphin 2,5-10 mg IV. Pethidin kurang efektif dibandingkan Morphin dan dapat menyebabkan sinus tachycardia. Obat ini banyak dipakai pada infark inferior dengan sakit dada dan sinus bradycardia. Dosis 25-50 mg dapat diulang sesudah 2-4 jam dengan perlahan-lahan .
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Prevalensi Gambaran Elektrokardiografi Pasien Penyakit Jantung Koroner di CVCU RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2014

Prevalensi Gambaran Elektrokardiografi Pasien Penyakit Jantung Koroner di CVCU RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2014

Seperti yang kita ketahui, diagnosis pada penyakit jantung koroner adalah dengan menggunakan elektrokardiografi (EKG), dimana pada EKG ini akan dilakukan perekaman perubahan potensial listrik jantung yang dihubungkan dengan waktu. EKG dapat digunakan untuk mendiagnosis kecepatan denyut jantung yang tidak normal, gangguan irama jantung, serta kerusakan otot jantung (Bakpas et al., 2011).Sebagai suatu alat yang sederhana, praktis, dan relatif terjangkau, penggunaan EKG dapat membantu dalam mendiagnosis sebuah penyakit jantung khususnya pada penyakit jantung koroner.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...