Top PDF STUDI PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA GOLONGAN SEFALOSPORIN PADA PASIEN RAWAT INAP PNEUMONIA (Penelitian di Rumah Sakit Umum Dr. SAIFUL ANWAR Malang)

STUDI PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA GOLONGAN SEFALOSPORIN PADA PASIEN RAWAT INAP PNEUMONIA (Penelitian di Rumah Sakit Umum Dr. SAIFUL ANWAR Malang)

STUDI PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA GOLONGAN SEFALOSPORIN PADA PASIEN RAWAT INAP PNEUMONIA (Penelitian di Rumah Sakit Umum Dr. SAIFUL ANWAR Malang)

Dalam melaksanakan pengelolaan terhadap pasien dengan penyakit infeksi, terdapat suatu fenomena terjadinya resistensi bakteri yaitu suatu keadaan dimana suatu bakteri menjadi resisten terhadap satu atau beberapa antibiotik, terutama antibiotik golongan sefalosporin. hal ini merupakan akibat langsung dari penggunaan antibiotika yang kurang tepat yang kemudian bakteri yang resisten tersebut memperbanyak diri dan menyebar ketempat lain, sehingga semakin banyak penderita tertular bakteri yang resisten ini, terutama ditempat pelayanan kesehatan yang kurang higienis. Dan akibatnya akan menjadi ancaman terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan akibat kegagalan dalam pengelolaan penderita penyakit infeksi. Pemilihan dan penggunaan terapi antibiotika yang tepat dan rasional akan menentukan keberhasilan pengobatan untuk menghindari terjadinya resistensi bakteri, disamping itu harus dapat diprediksi lebih jauh tentang efek samping antibiotik golongan sefalosporin sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan (Worokarti, dkk, 2005).
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA GOLONGAN SEFALOSPORIN PADA PASIEN PATAH TULANG TERBUKA (Open Fracture) (Penelitian di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA GOLONGAN SEFALOSPORIN PADA PASIEN PATAH TULANG TERBUKA (Open Fracture) (Penelitian di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang)

(Penelitian di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang) Fraktur merupakan retak atau patah pada tulang yang utuh, umumnya disebabkan oleh tekanan yang berlebihan. Fraktur lebih sering terjadi pada laki- laki daripada perempuan dengan umur dibawah 45 tahun dan sering berhubungan dengan kecelakaan. Sedangkan pada wanita lebih sering mengalami fraktur yang berhubungan dengan meningkatnya insiden osteoporosis yang terkait dengan perubahan hormon pada monopouse. data pada tahun 2000 sampai 2010 organisasi kesehatan tingkat dunia WHO menetapkan kecelakaan lalu lintas merupakan penyebab fraktur terbanyak. Berdasarkan Laporan Tahunan Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang tahun 2009, terdapat 1.305 kasus fraktur tengkorak dan tulang muka yang berada pada posisi 3 pada sepuluh penyakit terbanyak rawat inap.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA GOLONGAN SEFALOSPORIN PADA PASIEN PNEUMONIA PEDIATRI RAWAT INAP (Penelitian Dilakukan di RSU Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA GOLONGAN SEFALOSPORIN PADA PASIEN PNEUMONIA PEDIATRI RAWAT INAP (Penelitian Dilakukan di RSU Dr. Saiful Anwar Malang)

Bila pemberian antibiotika dilakukan dengan baik, maka kematian dapat dicegah pada 1,3 juta anak yang menderita pneumonia. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana pola penggunaan antibiotika golongan sefalosporin pada pasien pneumonia pediatri rawat inap di RSU Dr. Saiful Anwar Malang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pola penggunaan antibiotika golongan sefalosporin pada pasien pneumonia pediatri rawat inap di RSU Dr. Saiful Anwar Malang. Dan mengetahui kesesuaian dosis, rute pemberian, interval pemberian, serta lama pemberian baik antibiotika golongan sefalosporin, terapi antibiotika lain yang diberikan dalam bentuk tunggal, kombinasi maupun antibiotika pengganti berdasarkan pedoman standar pengobatan pneumonia. Penelitian ini memberikan manfaat untuk menambah wawasan pengetahuan tentang infeksi pneumonia pediatri dengan pemilihan antibiotika yang tepat, mengetahui pemilihan antibiotika golongan sefalosporin yang tepat pada pasien pneumonia pediatri. Untuk mengetahui penyebab terjadinya pneumonia pada pasien pediatri, sehingga dapat dilakukan langkah pencegahan sebelumnya. Selain itu sebagai bahan masukan bagi penyusunan pedoman penggunaan antibiotika dan formularium rumah sakit. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan informasi bagi penelitian selanjutnya.
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN CEFTRIAXONE PADA PASIEN PNEUMONIA RAWAT INAP (Penelitian Dilakukan di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN CEFTRIAXONE PADA PASIEN PNEUMONIA RAWAT INAP (Penelitian Dilakukan di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang)

viii Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mempelajari dan mengetahui pola penggunaan ceftriaxone pada pasien pneumonia. Mengetahui kesesuaian dosis, interval pemberian, dan lama pemberian baik ceftriaxone, antibiotika lain yang diberikan dalam bentuk tunggal, kombinasi, maupun antibiotika pengganti berdasarkan pedoman standar pengobatan pneumonia. Mengetahui demografi umur dan jenis kelamin mayoritas pasien pneumonia, serta mempunyai manfaat untuk menambah pengetahuan tentang pneumonia dengan pemilihan antibiotika yang tepat untuk terapi pneumonia. Mengetahui penyebab terjadinya pneumonia, sehingga dapat dilakukan langkah pencegahan sebelumnya. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan kepada para praktisi kesehatan lain dalam penyusunan pedoman penggunaan antibiotika dan formularium rumah sakit, serta diharapkan dapat menjadi bahan informasi bagi penelitian selanjutnya.
Baca lebih lanjut

33 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK GOLONGAN SEFALOSPORIN PADA PASIEN BENIGN PROSTATIC HYPERPLASIA (Penelitian di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK GOLONGAN SEFALOSPORIN PADA PASIEN BENIGN PROSTATIC HYPERPLASIA (Penelitian di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang)

Infeksi saluran kemih dapat terjadi apabila ditemukannya bakteri didalam urin dan mikroorganisme yang paling menyebabkan infeksi adalah bakteri aerob. Sedangkan pada saluran kemih yang normal tidak dihuni oleh bakteri aerob atau mikroba yang lainnya, karena itu urin dapat dikatakan steril. Salah satu cara untuk menurunkan kejadian penyakit ini adalah penggunaan antibiotik untuk membunuh dan menghambat pertumbuhan bakteri. Antibiotika yang digunakan pada pengobatan ini yang sebagian besar disebabkan oleh Escherichia coli ini adalah floroquinolones dan nitrofurontoin, sedangkan alternatifnya yaitu trimetoprim- sulfametoksazol, sefalosporin, dan fosfomisin (Kumala et al, 2009).
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA EMPIRIS PADA PASIEN RAWAT INAP PATAH TULANG TERTUTUP (Closed Fracture) (Penelitian di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA EMPIRIS PADA PASIEN RAWAT INAP PATAH TULANG TERTUTUP (Closed Fracture) (Penelitian di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang)

3 Spektrum luas sangat dianjurkan karena penggunaan antibiotik spektrum sempit dapat menyebabkan multiresisten bakteri (Reese and Betts, 2000). Pada penelitian yang di lakukan oleh Fauziah et al., (2011) dengan judul Hubungan Penggunaan Antibiotika Pada Terapi Empiris dengan Kepekaan Bakteri di ICU RSUP Fatmawati Jakarta, disimpulkan bahwa Imipenem adalah jenis antibiotika yang paling besar memberikan hasil sensitif, dan seftriakson adalah antibiotika yang paling kecil memberikan hasil sensitif dibandingkan antibiotik lainnya berdasarkan sampel penelitian yakni penggunaan sefotaksim, seftriakson, seftazidim, sefepim, imipenem, menopenem, amikasin sulfat, gentamicin, siprofloksasin, levofloksasin dan fosfomisin Na. Menurut Intensive Care Unit Empirical Ant imicrobial Treatment Guidelines tahun 2010, cefazolin merupakan antibiotika ortopedi yang digunakan dengan dosis 2g IV sebagai terapi empiris.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA GOLONGAN KUINOLON PADA PASIEN INFEKSI SALURAH KEMIH (Penelitian Dilakukan di Instalasi Rawat Inap RSU Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA GOLONGAN KUINOLON PADA PASIEN INFEKSI SALURAH KEMIH (Penelitian Dilakukan di Instalasi Rawat Inap RSU Dr. Saiful Anwar Malang)

xi sakit dan juga mempertimbangkan kejadian resistensi yang kemungkinan selanjutnya akan terjadi. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimanakah pola penggunaan antibiotika golongan Kuinolon untuk terapi pada pasien ISK di Instalasi Rawat Inap RSU Dr. Saiful Anwar Malang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pola penggunaan antibiotika golongan Kuninolon pada pasien ISK di Instalasi rawat inap RSU Dr. Saiful Anwar Malang. Selain itu untuk mengkaji penggunaan antibiotika golongan Kuinolon yang meliputi dosis, rute pemberian, serta lama pemberiannya. Manfaat dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan antibiotika golongan Kuinolon sebagai terapi pada pasien ISK sehingga farmasis dapat memberikan asuhan kefarmasian dengan bekerja sama dengan tenaga kesehatan lainnya. Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan masukan bagi penyusunan pedoman penggunaan antibiotika dan formularium rumah sakit, serta dapat menjadi bahan informasi bagi penelitian selanjutnya.
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA GOLONGAN AMINOGLIKOSIDA PADA PASIEN INFEKSI SALURAN KEMIH (Penelitian Dilakukan di Instalasi Rawat Inap RSU Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA GOLONGAN AMINOGLIKOSIDA PADA PASIEN INFEKSI SALURAN KEMIH (Penelitian Dilakukan di Instalasi Rawat Inap RSU Dr. Saiful Anwar Malang)

Antibiotika yang dipilih untuk pengobatan ISK harus memiliki sifat-sifat sebagai berikut: dapat diabsorpsi dengan baik, ditoleransi oleh pasien, dapat mencapai kadar yang tinggi dalam urin, serta memiliki spektrum terbatas untuk mikroba yang diketahui atau dicurigai. Antibiotik yang biasa digunakan pada pasien infeksi saluran kemih dan aktif membunuh mikroorganisme meliputi penisilin, trimetoprim-sulfametoksazol, sefalosporin, fluroquinolon, fosfomisin, nitrofurantoin, aminoglikosida dan carbapenem. Di dalam pemilihan antibiotika untuk pengobatan ISK juga sangat penting untuk mempertimbangkan peningkatan resistensi E.coli dan patogen lain terhadap beberapa antibiotika. Pemilihan antibiotika harus disesuaikan dengan pola resistensi lokal, disamping juga memperhatikan riwayat antibiotika yang digunakan pasien (Saipudin et al, 2006).
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA GOLONGAN SEFALOSPORIN PADA PASIEN INFEKSI SALURAN KEMIH (Penelitian Dilakukan di Instalasi Rawat Inap RSU Dr.Saiful Anwar Malang

STUDI PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA GOLONGAN SEFALOSPORIN PADA PASIEN INFEKSI SALURAN KEMIH (Penelitian Dilakukan di Instalasi Rawat Inap RSU Dr.Saiful Anwar Malang

Berdasarkan hasil penelitian yang berjudul Studi Penggunaan Antibiotika golongan Sefalosporin pada Infeksi Saluran Kemih yang dilakukan di Instalasi Rawat Inap RSU Dr. Saiful Anwar Malang Periode 1 Januari 2011 sampai dengan 31 Desember 2011 yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 40 pasien. Terdiri dari 42,5% laki-laki dan 57,5% perempuan. pasien yang berusia antara 0-1 bulan masing-masing 0% baik pada bayi laki-laki atau perempuan, pada usia 1 bulan-1 tahun yaitu 0% laki-laki dan 2,5% perempuan, usia 1 – 12 tahun anak laki-laki 2,5% dan anak perempuan 2,5%, kemudian pada usia 13-18 tahun remaja laki-laki yaitu 0% dan perempuan 2,5%, usia diatas 19-25 tahun perempuan dewasa 2,5%, laki-laki dewasa sebesar 0%, 26-44 tahun untuk laki-laki 7,5%, perempuan 2,5%, untuk usia 45-60 tahun pada laki-laki 17,5%, pada perempuan 32,5% dan untuk usia 60-85 tahun untuk laki-laki 15% sedangkan perempuan 10%. Penggunaan terapi antibiotika tunggal 64%, kombinasi dua antibiotika 31,5%, dan kombinasi tiga antibiotika 4,5%. penggunaan terapi antibiotika golongan sefalosporin sebanyak 75,6%, golongan penisilin 8,9%, golongan fluoroquinolon 10,6% dan golongan lain-lain 5,4%. Pada penelitihan ini penggunaan antibiotika pada kasus infeksi saluran kemih yang paling banyak adalah golongan sefalosporin generasi ketiga. Ceftriaxon merupakan jenis antibiotika yang paling banyak digunakan pada penelitihan ini sebanyak 59,6%. Untuk antibiotika dua kombinasi yang paling banyak digunakan yaitu golongan sefalosporin generasi III + golongan lain-lain sebanyak (35,7%) terdiri dari Ceftriaxone iv + Clindamycin po 7,2%, Ceftriaxon iv + Cotrimoxazol po 3,6%, Ceftriaxon iv + Vamcomycin 3,6%, Ceftriaxone iv + Metronidazol iv 17,8%, Ceftazidime iv + Metronidazol iv 3,6%.
Baca lebih lanjut

54 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN GOLONGAN STATIN PADA PASIEN STROKE ISKEMIK (Penelitian di Rumah Sakit Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN GOLONGAN STATIN PADA PASIEN STROKE ISKEMIK (Penelitian di Rumah Sakit Dr. Saiful Anwar Malang)

Hasil penelitian dengan metode retrospektif dari data Rekam Medik Kesehatan pasien stroke iskemik di instalasi rawat inap RSU Dr. Saiful Anwar Malang periode Oktober 2012 – Desember 2012 diperoleh 50 RMK pasien dengan diagnosis stroke iskemik. Dari 50 RMK yang diteliti, terdapat 48 RMK yang masuk dalam kriteria inklusi, 6 diantaranya meninggal dunia dan 2 RMK dieksklusikan dikarenakan data yang tidak lengkap. Dengan data jenis demografi jenis kelamin pasien yaitu 50% pria dan 50% wanita dimana jumlah terbanyak adalah rentang usia 51 – 55 tahun sebanyak 33,33%, sedangkan berdasarkan status pasien, secara keseluruhan jumlah terbanyak adalah pasien dengan status umum yaitu sebanyak 56,25%. Pengamatan pada faktor resiko didapatkan data bahwa pada jumlah terbanyak adalah hipertensi sebanyak 91,67% , kemudian disusul oleh diabetes melitus 41,67% dan dislipidemia 2,08%. Sedangkan pengamatan faktor resiko berdasarkan gaya hidup di dapatkan bahwa konsumsi tinggi lemak + garam + kopi merupakan faktor resiko terbesar pasien, dengan persentase sebesar 35,42%.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN OBAT GOLONGAN ACE–INHIBITOR PADA PASIEN GAGAL JANTUNG (Penelitian di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN OBAT GOLONGAN ACE–INHIBITOR PADA PASIEN GAGAL JANTUNG (Penelitian di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang)

viii jantung (Steimle, 2007) dan melakukan tes biomarker jantung yang meliputi tes BNP serta tes enzim jantung yang meliputi, troponin dan CKMB. Penelitian ini dilakukan di RSU Dr. Saiful Anwar Malang periode Januari 2013 sampai Desember 2013 yang merupakan penelitian observasional dengan menggunakan metode retrospektif dengan melakukan rekapitulasi data rekam medik kesehatan pasien rawat inap. Tujuan penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui profil penggunaan obat golongan ACE Inhibitor pada pasien gagal jantung terkait penggunaan dosis, rute pemakaian dan frekuensi penggunaan. Kriteria inklusi pada penelitian ini meliputi pasien dengan diagnosa gagal jantung yang diterapi dengan pemberian ACE Inhibitor dan terapi lain yang menyertai.
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA QUINOLON PADA PASIEN STROKE HEMORAGIK DENGAN INFEKSI (Penelitian di Instalasi Rawat Inap RSU Dr. SAIFUL ANWAR Malang)

STUDI PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA QUINOLON PADA PASIEN STROKE HEMORAGIK DENGAN INFEKSI (Penelitian di Instalasi Rawat Inap RSU Dr. SAIFUL ANWAR Malang)

Jasa dari semua pihak yang telah membantu dalam penelitian ini, penulis tidak mampu membalas dengan apapun. Semoga amal perbuatan semua pihak mendapat imbalan dari Allah SWT. Penulis menyadari bahwa skripsi ini jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kebaikan skripsi ini. Akhirnya, tugas akhir yang masih banyak kekurangan ini peneliti persembahkan kepada almamater Jurusan Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang. Semoga penulisan ini dapat berguna bagi penelitian berikutnya, amiin.
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA AMPISILIN PADA PASIEN INFEKSI SALURAN KEMIH (Penelitian Dilakukan di Instalasi Rawat Inap RSU Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA AMPISILIN PADA PASIEN INFEKSI SALURAN KEMIH (Penelitian Dilakukan di Instalasi Rawat Inap RSU Dr. Saiful Anwar Malang)

3 dengan pola resistensi lokal, disamping juga memperhatikan riwayat antibiotika yang digunakan pasien (Saipudin et al, 2006). Kasus pielonefritis akut setiap tahunnya sekitar 250.000 kasus, menghasilkan lebih dari 100.000 rawat inap. Penyebab etiologi yang paling umum adalah infeksi Escherichia coli. Kultur urin positif pada 90% pasien dengan pielonefritis akut harus dilakukan sebelum terapi antibiotika dimulai. Terapi antibiotika oral dengan fluorokuinolon berhasil pada kebanyakan pasien rawat jalan dengan pielonefritis ringan tanpa komplikasi. Antibiotika alternatif yang efektif lainnya termasuk penisilin spektrum luas, amoksisilin-klavulanat, sefalosporin, dan trimetoprim-sulfametoksazol. Indikasi untuk pengobatan rawat inap termasuk infeksi berkomplikasi, sepsis, muntah terus menerus, kegagalan pengobatan rawat jalan, atau usia tua. Pada pasien yang dirawat di rumah sakit, pengobatan intravena direkomendasikan dengan fluorokuinolon, aminoglikosida dengan atau tanpa ampisilin, atau sefalosforin generasi ketiga (Ramakrishnan &
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN SEFALOSPORIN GENERASI KETIGA PADA PASIEN PNEUMONIA DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM HAJI SURABAYA

STUDI PENGGUNAAN SEFALOSPORIN GENERASI KETIGA PADA PASIEN PNEUMONIA DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM HAJI SURABAYA

Pneumonia adalah infeksi jaringan paru bersifat akut yang disebabkan oleh inflamasi pada parenkim paru dan adanya pemadatan eksudat pada jaringan paru. Berdasarkan epidemiologinya pneumonia dapat dibedakan menjadi pneumonia komunitas (community-acquired pneumonia) dan pneumonia yang terkait dengan peralatan kesehatan (health care- associated pneumonia). Sedangkan kategori HCAP (health care-associated pneumonia) dibagi lagi menjadi pneumonia yang didapat di rumah sakit (hospital acquired pneumonia) dan pneumonia yang berkaitan dengan alat ventilator (ventilator-associated pneumonia). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola penggunaan sefalosporin generasi ketiga pada pasien pneumonia berdasarkan rute pemberian, dosis, frekuensi penggunaan, interval, lama penggunaan obat, dan data laboratorium. Penelitian ini dilakukan secara retrospektif dengan metode time limited sampling selama periode 1 Agustus 2016 - 31 Agustus 2017. Sampel yang digunakan adalah 31 pasien dengan diagnosis pneumonia yang menjalani rawat inap dan mendapat terapi antibiotik sefalosporin generasi ketiga di instalasi rawat inap RSU Haji Surabaya yang ditelusuri melalui Rekam Medik (RM). Seluruh sampel didata di lembar pengumpul data, kemudian data direkapitulasi dan dilakukan analisis terhadap data tersebut. Berdasarkan hasil pengamatan didapatkan hasil bahwa antibiotik empiris ceftriaxone dengan frekuensi dan dosis 2x1 g (iv) yang digunakan oleh pasien sebesar 41% (11 orang), antibiotik empiris kombinasi ceftriaxone 2x1 g (iv) dengan levofloksasin 1x1 g (iv) yang digunakan oleh pasien 22% (4 orang) dan lama terapi penggunaan antibiotik sefalosporin generasi ketiga pada penggunaan ceftriaxone selama 4-6 hari paling banyak digunakan 35% (12 orang).
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Studi Penggunaan Sefalosporin Generasi Ketiga pada Pasien Pneumonia di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Haji Surabaya

Studi Penggunaan Sefalosporin Generasi Ketiga pada Pasien Pneumonia di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Haji Surabaya

Drug Utilization Study of The Third Generation of Cephalosporin on Pneumonia Inpatient in Haji General Hospital Surabaya Pneumonia is an acute lung tissue infection caused by inflammation of the lung parenchyma and the presence of exudate compaction in lung tissue. Based on epidemiology, pneumonia can be differentiated into community- acquired pneumonia and health care-associated pneumonia. The HCAP category divided pneumonia into hospital acquired pneumonia and ventilator-associated pneumonia. This study aims to analyze the pattern of third generation cephalosporin use in pneumonia patients based on drug route of administration, dosage, frequency, interval and duration of drug usage, and laboratory data. This study was conducted retrospectively with time limited sampling method during the period of August 1, 2016 - August 31, 2017. The study was conducted in 31 patients with diagnosis of pneumonia undergoing hospitalization and received third generation cephalosporin antibiotic therapy at inpatient installation of RSU Haji Surabaya which traced through Medical Record. All samples were recorded on the data collection sheet, and then the data was recapitulated and analyzed. Based on the observation result, it was found that ceftriaxone with frequency and dose 2x1 g (iv) used as much as 41% (11 people), the combination between ceftriaxone 2x1 g (iv) with levofloxacin 1x1 g (iv) used as much as 22% (4 people). The longest use of third generation cephalosporin antibiotics was ceftriaxone (4-6 days) as much as 35% (12 people).
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN OBAT GOLONGAN DIURETIK PADA PASIEN STROKE ISKEMIK (Penelitian Dilakukan di Instalasi Rawat Inap RSU Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN OBAT GOLONGAN DIURETIK PADA PASIEN STROKE ISKEMIK (Penelitian Dilakukan di Instalasi Rawat Inap RSU Dr. Saiful Anwar Malang)

Hipertensi dan stroke memiliki kaitan yang sangat erat. Hipertensi merupakan penyebab lazim dari stroke, 60% dari penderita hipertensi yang tidak terobati dapat menimbulkan stroke. Hipertensi dapat mengakibatkan pecahnya maupun menyempitnya pembuluh darah otak. Dari berbagai penelitian diperoleh bukti yang jelas bahwa pengendalian hipertensi, baik sistolik, diastolik, maupun keduanya dapat menurunkan angka kejadian stroke. Pengendalian hipertensi tidak cukup dengan minum obat secara teratur, faktor-faktor lain yang sekiranya berkaitan dengan hipertensi harus diperhatikan pula. Penurunan berat badan yang berlebihan, pencegahan minum obat-obat yang dapat menaikkan tekanan darah, diet rendah garam, dan olah raga secara teratur akan menambah tingkat keberhasilan pengendalian hipertensi (Gofir, 2009).
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK GOLONGAN KUINOLON PADA PASIEN BENIGN PROSTATIC HYPERPLASIA (Penelitian Dilakukan di Instalasi Rawat Inap RSUD Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK GOLONGAN KUINOLON PADA PASIEN BENIGN PROSTATIC HYPERPLASIA (Penelitian Dilakukan di Instalasi Rawat Inap RSUD Dr. Saiful Anwar Malang)

BPH merupakan penyakit progresif yang umumnya berhubungan dengan LUTS (Lower Urinary Track Symptoms) meliputi sering buang air kecil, urgensi, nocturia, kecilnya aliran kencing, tidak puas sehabis kencing. Penanganan penyakit BPH meliputi, watchfull waiting, terapi medikametosa, serta tindakan bedah. Pada tindakan pembedahan, resiko terjadinya infeksi sangat besar. Tanda-tanda infeksi meliputi demam tinggi, nyeri, luka operasi bernanah, luka operasi terbuka dan sepsis. TURP merupakan prosedur bedah bersih terkontaminasi untuk BPH. Komplikasi TURP meliputi hematuria, dysuria, demam, dan bacteriuria. UTIs dapat terjadi pada pasca operasi TURP dengan prosentase antara 6% - 60% yang desebabkan oleh infeksi bakteri uretra, dan pemasangan kateter. Untuk menghindari terjadinya infeksi pada pasien BPH, perlu adanya tindakan pencegahan dengan pemberian terapi antibiotik. Penggunaan antibiotika ditujukan untuk menurunkan jumlah bakteri tersebut sampai di bawah titik kritis, sehingga akan mencegah terjadinya infeksi.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN ASAM VALPROAT PADA PASIEN EPILEPSI (Penelitian di Instalasi Rawat Inap RSUD Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN ASAM VALPROAT PADA PASIEN EPILEPSI (Penelitian di Instalasi Rawat Inap RSUD Dr. Saiful Anwar Malang)

Dari hasil penelitian Hu et al menyatakan bahwa asam valproat baik sebagai antiepilepsi yang bersifat first line drug dibandingkan dengan obat antiepilepsi golongan baru seperti topiramat. Meskipun topiramat memiliki efektivitas yang lebih baik dari asam valproat namun obat antiepilepsi ini memiliki indeks terapi yang luas sehingga cukup aman dalam penggunaan jangka panjang (Hu et al., 2012). Selain itu, dari penelitian Glauser et al menyatakan bahwa asam valproat juga efektif sebagai obat antiepilepsi pengobatan pada anak dengan epilepsi tipe absen. Namun asam valproat ini bisa menyebabkan gangguan atensi yang lebih bermakna di bandingkan dengan obat etosuksimid dan lamotrigin (Glauser et al., 2010).
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA PROFILAKSIS PADA PASIEN FRAKTUR TERBUKA (Open Fracture) (Penelitian di Rumah Sakit UmumDr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA PROFILAKSIS PADA PASIEN FRAKTUR TERBUKA (Open Fracture) (Penelitian di Rumah Sakit UmumDr. Saiful Anwar Malang)

(Penelitian di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang) Fraktur didefinisikan sebagi terputusnya kontinuitas tulang akibat trauma atau akibat proses penyakit seperti osteoporosis yang menyebabkan fraktur-fraktur patologis. Pada tahun 2000 sampai 2010 organisasi kesehatan tingkat dunia WHO mencatat kecelakaan lalu lintas merupakan penyebab patah tulang (fraktur) terbanyak. Menurut Badan Intelijen Negara Republik Indonesia pada tahun 2011 terjadi kasus kecelakaan sebanyak 109.776, dengan korban meninggal sebanyak 31.185 orang dan sisanya mengalami luka ringan dan luka berat seperti patah tulang. Berdasarkan Laporan Tahunan Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang tahun 2009, mencatat terdapat 1.305 kasus fraktur yang berada pada urutan ketiga dari sepuluh penyakit terbanyak rawat inap.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI GOLONGAN ACE INHIBITOR PADA PASIEN STROKE HEMORAGIK (Penelitian dilakukan di Instalasi Rawat Inap RSU Dr. SAIFUL ANWAR Malang)

STUDI PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI GOLONGAN ACE INHIBITOR PADA PASIEN STROKE HEMORAGIK (Penelitian dilakukan di Instalasi Rawat Inap RSU Dr. SAIFUL ANWAR Malang)

Selain itu juga terdapat beberapa efek samping lainnya yang merupakan penyebab dari penggunaan ACE Inhibitor yaitu batuk kering yang merupakan efek samping yang paling sering terjadi dengan insidens 5-20%, lebih sering pada wanita dan lebih sering terjadi pada malam hari. Dapat terjadi segera atau setelah beberapa pengobatan. Efek samping ini disebabkan peningkatan kadar bradikinin dan substansi prostaglandin. Gangguan pengecapan yang sering terjadi dengan penggunaan captopril, tapi juga dapat terjadi dengan ACE Inhibitor yang lain. Hal ini disebabkan karena gugus sulfhidril pada captopril yang tidak dimiliki oleh ACE Inhibitor yang lain (Nafrialdi, 2009).
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects