Top PDF STUDI PENGGUNAAN ANTIDIABETES PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN PENYAKIT JANTUNG KORONER R

STUDI PENGGUNAAN ANTIDIABETES PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN PENYAKIT JANTUNG KORONER R

STUDI PENGGUNAAN ANTIDIABETES PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN PENYAKIT JANTUNG KORONER R

Menurut American Diabetes Assosiation (ADA) terapi kombinasi dua atau lebih obat antidiabetes, sebenarnya sudah dimulai pada tahun 1950 dan sampai saat ini terapi kombinasi ini tetap dilakukan dengan berbagai alasan antara lain sangat kompleksnya pathogenesis diabetes tipe 2, menurunkan atau mengurangi efek yang tidak diinginkan dari suatu obat, dan dalam rangka mencapai kontrol glukosa yang baik atau mencegah atau mengurangi terjadinya resiko CAD dan progresivitas penyakitnya (Permana, 2009).

22 Baca lebih lajut

PERBEDAAN RATA-RATA TEKANAN DARAH SISTOLIK PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN PENYAKIT JANTUNG  Perbedaan Rata-Rata Tekanan Darah Sistolik Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Dengan Penyakit Jantung Koroner Dan Tanpa Penyakit Jantung Koroner Di Rs

PERBEDAAN RATA-RATA TEKANAN DARAH SISTOLIK PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN PENYAKIT JANTUNG Perbedaan Rata-Rata Tekanan Darah Sistolik Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Dengan Penyakit Jantung Koroner Dan Tanpa Penyakit Jantung Koroner Di Rs

Hipertensi merupakan salah satu faktor dalam resistensi insulin atau sindrom metabolik dan sering menyertai DM tipe 2. Glukotoksisitas akan menyebabkan peningkatan aktivitas RAAS sehingga akan meningkatkan resiko terjadinya hipertensi. Adanya hipertensi akan memperberat disfungsi endotel dan akan meningkatkan risiko penyakit jantung koroner. (Sudoyo, et al., 2009). Dalam penelitian yang dilakukan Hadaegh et al, terdapat perbedaan rata- rata tekanan darah sistolik pada pasien terdiagnosis diabetes dengan penyakit jantung koroner dan pasien diabetes tanpa penyakit jantung koroner. Rata-rata tekanan darah sistolik pasien pria dengan DM dan PJK yaitu 139,9±27,6 sedangkan DM tanpa PJK yaitu 132±20,4. Rata-rata tekanan darah sistolik pasien wanita dengan DM dan PJK yaitu 140±23,3 sedangkan DM tanpa PJK yaitu 135±23,0 dengan nilai p<0,005 (Hadaegh, et al., 2010).
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Gambaran Diabetes Melitus Pada Pasien Penyakit Jantung Koroner Di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik, Medan Tahun 2010

Gambaran Diabetes Melitus Pada Pasien Penyakit Jantung Koroner Di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik, Medan Tahun 2010

DM merupakan penyakit gangguan kronik pada metabolisme yang ditandai dengan hiperglikemia yang berhubungan dengan abnormalitas metabolisme karbohidrat, lemak dan protein, disebabkan oleh defisiensi insulin relatif atau absolut. DM yang tidak dikelola dengan baik mengakibatkan komplikasi vaskuler yang dibedakan menjadi komplikasi makrovaskuler seperti penyakit jantung koroner, penyakit pembuluh darah perifer dan stroke, mikrovaskuler seperti retinopati, nefropati dan neuropati. Menurut data WHO, Indonesia menempati urutan ke-4 terbesar dalam jumlah penderita Diabetes Mellitus di dunia. Pada tahun 2000 yang lalu saja, terdapat sekitar 5,6 juta penduduk Indonesia yang mengidap diabetes. Namun, pada tahun 2006 diperkirakan jumlah penderita diabetes di Indonesia meningkat tajam menjadi 14 juta orang, dimana baru 50 persen yang sadar mengidapnya dan di antara mereka baru sekitar 30 persen yang datang berobat teratur. WHO memprediksi kenaikan jumlah pasien dari 8,4 juta pada tahun 2000 menjadi sekitar 21,3 juta pada tahun 2030. (Debrytha, 2009)
Baca lebih lanjut

56 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN SIMVASTATIN PADA PASIEN PENYAKIT JANTUNG KORONER (PJK) RAWAT INAP DI RSUD KABUPATEN SIDOARJO

STUDI PENGGUNAAN SIMVASTATIN PADA PASIEN PENYAKIT JANTUNG KORONER (PJK) RAWAT INAP DI RSUD KABUPATEN SIDOARJO

Penyakit jantung koroner adalah suatu penyempitan arteri koroner internal yang disebabkan oleh adanya lesi dan aterosklerosis serta mengakibatkan kerusakan dinding pembuluh darah. Aterosklerosis koroner inilah yang menyebabkan lumen (lubang) arteri koroner menyempit dan akhirnya menyebabkan penyumbatan aliran darah ke jantung sehingga suplai darah menjadi tidak adekuat atau terjadi ketidakseimbangan antara kebutuhan oksigen yang di perlukan dengan persediaan oksigen yang di berikan oleh pembuluh darah koroner. Statin menurunkan kadar kolesterol dengan cara menginhibisi kerja enzim 3-hydroxy 3 methyl glutarylcoenzyme A(HMG CoA) reduktase pada sintesis kolesterol di hati. Simvastatin cenderung menurunkan kolesterol total, kolesterol LDL, trigliserida dan meningkatkan kolesterol HDL. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola penggunaan simvastatin pada pasien penyakit jantung koroner rawat inap di RSUD Kabupaten Sidoarjo.Metode penelitian observasional berupa studi retrospektif pada pasien penyakit jantung koroner. Pengambilan sampel dilakukan secara consecutive sampling, periode Januari 2015 sampai Juli 2016. Hasil dari penelitian ini adalahsimvastatin hanya digunakan tunggal (1x20 mg) PO 100%.Penggunaan simvastatin terkait dosis, frekuensi, rute, interval, dan lama pemberian sudah sesuai dengan guidelines yang ada.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Prevalensi dan Faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di Rumah Sakit Immanuel Bandung Periode Januari-Desember 2010.

Prevalensi dan Faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di Rumah Sakit Immanuel Bandung Periode Januari-Desember 2010.

Penyakit jantung koroner (PJK) adalah penyebab kematian utama pada penderita diabetes melitus (DM) di dunia. Sekitar 65 % pasien DM memiliki komplikasi kardiovaskular. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui prevalensi DM tipe 2 dengan dan tanpa PJK, karakteristik berdasarkan usia, jenis kelamin, serta faktor risiko PJK yaitu indeks massa tubuh (IMT) berlebih, peningkatan kadar kolesterol total, trigliserida, kolesterol low density lipoprotein (LDL), dan penurunan kadar kolesterol high density lipoprotein (HDL).
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA  Perbedaan Kadar Trigliserida Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Dengan Penyakit Jantung Koroner Dan Tanpa Penyakit Jantung Koroner Di RSUD Dr. Moewardi.

DAFTAR PUSTAKA Perbedaan Kadar Trigliserida Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Dengan Penyakit Jantung Koroner Dan Tanpa Penyakit Jantung Koroner Di RSUD Dr. Moewardi.

Notoadmodjo, S. (2005). Metodelogi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta. Pena, Y., Jose, Britto, F., Bacallao, J., & Juan. (2012). Lipid Levels as Predictors of Silent Myocardical Ischemia in a Type 2 Diabetic Population in Havana. Medicc Review, Vol 14, No 1, 18-24.

5 Baca lebih lajut

PERBEDAAN PROFIL LIPID DAN RISIKO PENYAKIT JANTUNG KORONER PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II OBESITAS DAN NON-OBESITAS DI RSUD Dr. MOEWARDI SURAKARTA.

PERBEDAAN PROFIL LIPID DAN RISIKO PENYAKIT JANTUNG KORONER PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II OBESITAS DAN NON-OBESITAS DI RSUD Dr. MOEWARDI SURAKARTA.

Pemantauan pada Framingham Heart Study terhadap penderita Diabetes Melitus menunjukkan kejadian-kejadian penyakit kardiovaskular yang tampaknya lebih banyak terjadi pada wanita. Dibandingkan dengan orang yang tanpa Diabetes Melitus, angka kematian karena kejadian penyakit koroner meningkat 2,2 kali lipat pada laki-laki dan 2,8 kali lipat pada wanita. Kejadian komplikasi karena Diabetes Melitus pada wanita kemungkinan disebabkan karena Diabetes Melitus pada wanita banyak yang disertai dengan faktor risiko lain seperti obesitas, hipertensi, dan aterogenik dislipidemia (Radi, 2007).
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

HUBUNGAN KADAR HDL PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN KEJADIAN PENYAKIT JANTUNG KORONER   Hubungan Kadar HDL Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Dengan Kejadian Penyakit Jantung Koroner.

HUBUNGAN KADAR HDL PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN KEJADIAN PENYAKIT JANTUNG KORONER Hubungan Kadar HDL Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Dengan Kejadian Penyakit Jantung Koroner.

Conclusion: From the results of the test, it can be concluded that there are differences in mean of HDL cholesterol levels of patients with type 2 diabetes mellitus with coronary heart disease and without coronary heart disease in hospitals Dr. Moewardi Surakarta (mean HDL level of type 2 diabetes mellitus without coronary heart disease was significantly higher than patients with type 2 diabetes mellitus with coronary heart disease.

15 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan Kadar Ldl-Kolesterol Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Dengan Kejadian Stroke Iskemik Di RSUD Dr. Moewardi.

PENDAHULUAN Hubungan Kadar Ldl-Kolesterol Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Dengan Kejadian Stroke Iskemik Di RSUD Dr. Moewardi.

Bitzur (2009) menyatakan bahwa diabetes melitus memiliki risiko tinggi untuk terbentuknya aterosklerosis, dan terjadinya penyakit kardiovaskuler, terutama penyakit jantung koroner (PJK) dan stroke, yang merupakan penyebab utama kematian di antara pasien dengan diabetes tipe 2. Beberapa penelitian epidemiologi menunjukkan bahwa diabetes melitus adalah faktor risiko utama terjadinya stroke dan stroke berulang.

4 Baca lebih lajut

Perbedaan Faal Hemostasis Pada Pasien Penyakit Jantung Koroner Dengan Dan Tanpa Diabetes Mellitus Tipe 2 Dengan Menggunakan Tromboelastografi (Teg)

Perbedaan Faal Hemostasis Pada Pasien Penyakit Jantung Koroner Dengan Dan Tanpa Diabetes Mellitus Tipe 2 Dengan Menggunakan Tromboelastografi (Teg)

Mekanisme penyebab terjadinya risiko trombosis pada pasien DM sangat kompleks dan melipatkan berbagai proses. Penderita dengan DM tipe 2 mempunyai aterosklerosis yang prematur dan penyakit vaskuler yang lebih berat, sehingga mudah mengalami ruptur plak dan pembentukan trombus. Sebagai tambahan, penderita DM tipe 2 juga mengalami peningkatan kejadian trombus akibat hiperaktivitas dari platelet, peningkatan keadaan protrombotik oleh faktor koagulan, dan penurunan aktivitas fibrinolisis. 4

4 Baca lebih lajut

Perbedaan Faal Hemostasis Pada Pasien Penyakit Jantung Koroner Dengan Dan Tanpa Diabetes Mellitus Tipe 2 Dengan Menggunakan Tromboelastografi (Teg)

Perbedaan Faal Hemostasis Pada Pasien Penyakit Jantung Koroner Dengan Dan Tanpa Diabetes Mellitus Tipe 2 Dengan Menggunakan Tromboelastografi (Teg)

Rasa terima kasih dan hormat penulis sampaikan kepada seluruh staf Departemen Ilmu Penyakit Dalam FK USU khususnya divisi Kepala Divisi Endokrinologi Metabolik dan Diabetes kepada Dr.dr.Dharma Lindarto SpPD- KEMD, Dr. Mardianto, Sp.PD-KEMD, Dr. Santi Syafril SP.PD-KEMD dan para senior peserta PPDS-II Endokrinologi Metabolik dan Diabetes, dr. M.Aron Pase, SpPD dan dr Melati Silvany Nst SpPD.

20 Baca lebih lajut

POLA PENGGUNAAN ASETOSAL PADA PASIEN PENYAKIT JANTUNG KORONER (PJK) RAWAT INAP di RSUD KABUPATEN SIDOARJO

POLA PENGGUNAAN ASETOSAL PADA PASIEN PENYAKIT JANTUNG KORONER (PJK) RAWAT INAP di RSUD KABUPATEN SIDOARJO

Penyakit jantung koroner adalah suatu penyempitan arteri koroner internal yang disebabkan oleh adanya lesi dan aterosklerosis serta mengakibatkan kerusakan dinding pembuluh darah. Aterosklerosis koroner inilah yang menyebabkan lumen (lubang) arteri koroner menyempit dan akhirnya menyebabkan penyumbatan aliran darah ke jantung sehingga suplai darah menjadi tidak adekuat atau terjadi ketidakseimbangan antara kebutuhan oksigen yang di perlukan dengan persediaan oksigen yang di berikan oleh pembuluh darah koroner. Asetosal berperan untuk menghambat aktivitas enzim cyclooksigenase (COX-1dan COX-2), yang berperan untuk metabolisme enzim utama dari asam arakidonat yang merupakan prekursor prostaglandin. Asetosal mengurangi agregasi platelet dan dapat menghambat pembentukan trombus dalam sirkulasi arteri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola penggunaan asetosal pada pasien penyakit jantung koroner rawat inap di RSUD Kabupaten Sidoarjo. Metode penelitian observasional berupa studi retrospektif pada pasien penyakit jantung koroner. Pengambilan sampel dilakukan secara consecutive sampling, periode Desember 2015 sampai Agustus 2016. Hasil dan kesimpulan daripenelitian ini adalah asetosal digunakan sebagai terapi tunggal dan dapat digunakan bersamaan dengan antiplatelet yang lainnya. Penggunaan asetosal terkait dosis, frekuensi, rute, interval, dan lama pemberian sudah sesuai dengan guidelines yang ada.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

 BAB I PENDAHULUAN  Hubungan Kadar HDL Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Dengan Kejadian Penyakit Jantung Koroner.

BAB I PENDAHULUAN Hubungan Kadar HDL Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Dengan Kejadian Penyakit Jantung Koroner.

Di Indonesia, penyakit jantung juga cenderung meningkat sebagai penyebab kematian. Data survei kesehatan rumah tangga (SKRT) tahun 1996 menunjukkan bahwa proporsi penyakit ini meningkat dari tahun ke tahun sebagai penyebab kematian. Tahun 1975 kematian akibat penyakit jantung hanya 5,9 %, tahun 1981 meningkat sampai dengan 9,1 %, tahun 1986 melonjak menjadi 16 % dan tahun 1995 meningkat menjadi 19 %. Sensus nasional tahun 2001 menunjukkan bahwa kematian karena penyakit kardiovaskuler termasuk penyakit jantung koroner adalah sebesar 26,4 %, dan sampai dengan saat ini PJK juga merupakan penyebab utama kematian dini pada sekitar 40 % dari sebab kematian laki-laki usia menengah (Anis, 2006).
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA  Hubungan Kadar HDL Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Dengan Kejadian Penyakit Jantung Koroner.

DAFTAR PUSTAKA Hubungan Kadar HDL Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Dengan Kejadian Penyakit Jantung Koroner.

Wittles EH, Gotto AM. 1992. ClinicalFeatures of Ischemic Heart Disease in Diabetes Mellitus . In Editor Alberti KGMMet al: Associate Editors Viberti G InternationalTextbook ofDiabetesMellitus.JohnWiley&Sons Ltd pp.1487-1500. Yanti, et al. ,. 2000. Faktor-faktor Risiko Kejadian Penyakit Jantung Koroner Pada Penderita

6 Baca lebih lajut

PERBEDAAN KADAR LDL PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN PENYAKIT JANTUNG KORONER DAN TANPA  Perbedaan Kadar LDL Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Dengan Penyakit Jantung Koroner Dan Tanpa Penyakit Jantung Koroner Di RSUD Dr. Moewardi.

PERBEDAAN KADAR LDL PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN PENYAKIT JANTUNG KORONER DAN TANPA Perbedaan Kadar LDL Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Dengan Penyakit Jantung Koroner Dan Tanpa Penyakit Jantung Koroner Di RSUD Dr. Moewardi.

Background: Coronary Heart Disease (CHD) is one of cardiovascular disease (heart disease and vessels disease) which main cause of death in the world. CHD be caused commond mortality and morbidity in the type 2 diabetes mellitus (DM). Increasing LDL levels are a major risk factor for CHD.

15 Baca lebih lajut

Studi penggunaan kombinasi oral antidiabetes dengan insulin pada pasien diabetes melitus tipe 2 di RUMKITAL Dr. Ramelan Surabaya - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Studi penggunaan kombinasi oral antidiabetes dengan insulin pada pasien diabetes melitus tipe 2 di RUMKITAL Dr. Ramelan Surabaya - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Berdasarkan hasil penelitian tentang studi pengguaan kombinasi oral antidiabetes dengan insulin pada pasien diabetes melitus tipe 2 periode Januari 2017 – Desember 2017 di Paviliun III rawat inap RUMKITAL Dr. Ramelan Surabaya dapat disimpulkan sebagai berikut :

8 Baca lebih lajut

Perbedaan Faal Hemostasis Pada Pasien Penyakit Jantung Koroner Dengan Dan Tanpa Diabetes Mellitus Tipe 2 Dengan Menggunakan Tromboelastografi (Teg)

Perbedaan Faal Hemostasis Pada Pasien Penyakit Jantung Koroner Dengan Dan Tanpa Diabetes Mellitus Tipe 2 Dengan Menggunakan Tromboelastografi (Teg)

Background: Hemostasis disorders play an important role on the incidence of morbidity and mortality of patients with Diabetes Mellitus (DM) type 2 and Coronary Artery Disease (CAD). Previous studies in patients with type 2 diabetes and CAD patients showed differences in the parameters Tromboelastografi (TEG) that shows the differences in the status of hemostasis compare to control group. Objective: Obtain the difference of hemostasis physiology in patients with type 2 diabetic CAD than non diabetic CAD patients by using TEG.

2 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Perbedaan Rerata Kolesterol Total Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Dengan Penyakit Jantung Koroner Dan Tanpa Penyakit Jantung Koroner.

PENDAHULUAN Perbedaan Rerata Kolesterol Total Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Dengan Penyakit Jantung Koroner Dan Tanpa Penyakit Jantung Koroner.

Pada dekade selanjutnya (tahun 1900-an) banyak sekali publikasi penelitian klinik (clinical trials) yang meneliti efek pengobatan pasien dislipidemia dengan menggunakan obat-obat penurun kolesterol yang lazim disebut sebagai LLD (lipd lowering drugs), baik untuk kolesterol total (TC) maupun LDL-C. Hasil penelitian-penelitian ini membuktikan LLD dapat menurunkan mortalitas akibat PJK (Makmun, et al., 2003).

4 Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA    Perbedaan Rerata Kolesterol Total Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Dengan Penyakit Jantung Koroner Dan Tanpa Penyakit Jantung Koroner.

DAFTAR PUSTAKA Perbedaan Rerata Kolesterol Total Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Dengan Penyakit Jantung Koroner Dan Tanpa Penyakit Jantung Koroner.

Suryadipradja, R. Miftah. 2003. Terapi Penurunan Kolesterol pada Pencegahan Penyakit Jantung Koroner : Perannya pada Stabilisasi dan Pencegahan Ruptur Plak. In : Lukman H. Makmun, Idrus Alwi, Arif Mansjoer. Prosiding Simposium. Pendekatan Holistik Penyakit Kardiovaskular II. Jakarta : FK UI pp. 100-103

6 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...