Top PDF STUDI PENGGUNAAN ANTIHIPERTENSI METILDOPA PADA PASIEN PRE-EKLAMSIA (Penelitian di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN ANTIHIPERTENSI METILDOPA PADA PASIEN PRE-EKLAMSIA (Penelitian di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN ANTIHIPERTENSI METILDOPA PADA PASIEN PRE-EKLAMSIA (Penelitian di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang)

10. Seluruh staf Tata Usaha Program Studi Farmasi dan staf Tata Usaha Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang yang telah banyak membantu dalam proses administrasi. 11. Orang tuaku tercinta, Bapak Heri Susanto dan Ibu Misemiati terima kasih atas do’a yang selalu dipanjatkan kepada Allah SWT untuk kebaikan, kesuksesan putrinya, terima kasih atas segala dukungan, motivasi, nasehat yang tiada hentinya diberikan kepada penulis sehingga penulis dapat dengan lancar menyelesaikan naskah skripsi ini dengan baik, terima kasih atas kesabaran dalam mendidik putrinya, tidak ada kata yang lebih indah selain “Anugerah Terindah yang Allah Berikan” .
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAANNIFEDIPINPADA PASIEN PRE-EKLAMSIA (Penelitian Di RumahSakitUmum Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAANNIFEDIPINPADA PASIEN PRE-EKLAMSIA (Penelitian Di RumahSakitUmum Dr. Saiful Anwar Malang)

Pada Pre-eklamsia, hipertensi biasanya timbul lebih dulu daripada tanda-tanda klinis lain. Untuk menetapkan diagnosis pre-eklamsia, kenaikan tekanan sistolik harus 30 mmHg atau lebih diatas tekanan yang biasanya ditemukan atau mencapai 140 mmHg atau lebih. Dan tekanan diastolik naik diatas 15 mmHg atau lebih, atau menjadi 90 mmHg atau lebih. Penggunaan obat antihipertensi pada pre- eklamsia berat diperlukan, karena dengan menurunkan tekanan darah, kemungkinan kejang dan apoplesia serebri menjadi lebih kecil, dimana batas penggunan antihipertensi yang dipakai adalah jika tekanan darah ≥ 160/110 mmHg dan MAP ≥ 126 mmHg. Pemilihan antihipertensi harus tepat dan aman dikonsumsi bagi ibu hamil dan diharapkan tidak menembus plaseta sehingga perkembangan janin tidak terganggu.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN AMOKSISILIN KLAVULANAT PADA PASIEN PRE-EKLAMSIA (Penelitian dilakukan di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN AMOKSISILIN KLAVULANAT PADA PASIEN PRE-EKLAMSIA (Penelitian dilakukan di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang)

10. Seluruh staf Tata Usaha Program Studi Farmasi dan staf Tata Usaha Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang yang telah banyak membantu dalam proses administrasi. 11. Orang tuaku tercinta, Bapak Mujiono dan Ibu Winarsih terima kasih telah menjadi orang tua penulis yang senantiasa memberikan do’a yang selalu dipanjatkan kepada Allah SWT untuk kebaikan, kesuksesan putrinya, terima kasih atas segala dukungan, motivasi, nasehat yang tiada hentinya diberikan kepada penulis sehingga penulis dapat dengan lancar menyelesaikan naskah skripsi ini dengan baik, terima kasih atas kesabaran dalam mendidik putrinya, tidak ada kata yang lebih indah selain “Terima kasih telah menjadi orang tuaku yang sangat kucintai”
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN SPIRONOLAKTON PADA PASIEN SIROSIS DENGAN ASITES (Penelitian Di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN SPIRONOLAKTON PADA PASIEN SIROSIS DENGAN ASITES (Penelitian Di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang)

Biasanya hubungan antara hipertensi portal yang diperoleh dari frekuensi dan banyaknya komplikasi, menggambarkan sebab awal dari kematian pada pasien sirosis hepatis dengan asites. Yang dimaksud dengan hipertensi portal sendiri adalah peningkatan tekanan di vena porta. Tekanan vena porta normal adalah 3 mmHg. Pada hipertensi portal, darah yang dalam keadaan normal mengalir ke hati melalui vena porta, mulai melewatkan hati untuk mencari rute-rute alternatif dengan resistensi yang lebih rendah. Hal ini dapat menyebabkan timbulnya pembuluh-pembuluh kolateral dari vena porta. Selain itu, sirkulasi kolateral yang terbentuk sering tidak dapat menangani peningkatan aliran darah sehingga terbentuklah third spacing. Third spacing terjadi ketika terlalu banyak cairan yang berpindah dari intravascular ke dalam interstitial. Sehingga terjadi pengisian cairan pada rongga ketiga atau pada rongga lain yang berada disekitarnya. Third spacing mengacu kepada cairan, terutama air yang difiltrasi dari plasma, yang tertimbun di bagian-bagian tubuh selain di dalam sel atau di sistem vaskular.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN ASETOSAL PADA PASIEN INFARK MIOKARD AKUT (Penelitian di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN ASETOSAL PADA PASIEN INFARK MIOKARD AKUT (Penelitian di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang)

(Penelitian di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang) Infark Miokardial Akut merupakan penyakit kardiovaskular yang memiliki diagnosa rawat inap tersering di negara maju. Laju mortalitas awal (30 hari) adalah 30% dalam 2 dekade terakhir. Berdasarkan studi SALT, ISIS-2 dan ESPRIT bahwa Asetosal sebagai antiplatelet efektif untuk menurunkan kejadian stroke iskemik, Infark Miokardial dan kematian akibat penyakit pembuluh darah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pola penggunaan obat pada pasien Infark Miokard Akut, khususnya Asetosal terkait dengan kesesuaian dosis, interaksi dan rute penggunaan terhadap outcome terapi pada pasien Infark Miokard Akut di RSU Dokter Saiful Anwar Malang. Desain Penelitian menggunakan observasional deskriptif analitik dengan pengumpulan data menggunakan metode kombinasi prospektif dan retrospektif. Penelitian retrospektif dilakukan dengan mengamati Rekam Medik Kesehatan pasien periode 1 Januari -31 April 2011. Sedangkan penelitian prospektif dilakukan di Poliklinik Jantung periode Mei – Juni 2011. Data disajikan dalam bentuk tabel serta diagram. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa Anti Platelet ASA lebih banyak di Instalasi Rawat Jalan dibandingkan Instalasi Rawat Inap. Dosis ASA pada 49 pasien di Intalasi Rawat Jalan adalah 80 mg dan berfungsi sebagai maintenance dose. Sementara dosis ASA pada 5 pasien di Instalasi Rawat Inap, bervariasi, mulai dari 80mg hingga dosis 320mg. ASA dengan dosis 320mg berfungsi sebagai loading dose.
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN OBAT NEUROPROTEKTAN PADA PASIEN STROKE ISKEMIK (Penelitian Di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN OBAT NEUROPROTEKTAN PADA PASIEN STROKE ISKEMIK (Penelitian Di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang)

Pemberian terapi neuroprotektan pada pasien stroke iskemik rawat inap yaitu 93,14% penggunaan sitikolin tunggal, 1,96% penggunaan pirasetam tunggal, dan 4,90% penggunaan kombinasi pirasetam-sitikolin. Penggunaan obat neuroprotektan dilakukan melalui rute iv dan juga oral dengan didominasi dosis (2x1g)/ i.v sitikolin dilanjutkan (2x1g)/p.o sebanyak 26,47%. Peran sitikolin sebagai neuroprotektan adalah memperbaiki membran sel dengan cara menambah sintesis phosphatidylcholine dan mengurangi kadar asam lemak bebas serta meningkatkan sintesis asetilkolin dan pirasetam berperan dalam memperbaiki fluiditas membran sel. Lama perawatan pasien stroke iskemik dapat dipengaruhi oleh adanya penyakit penyerta dan onset stroke iskemik yang dapat memperburuk prognosisnya. Sitikolin dan pirasetam terbukti menjadi obat neuroprotektan dengan beberapa efek yang menguntungkan pada stroke iskemik dengan profil keamanan yang sangat baik. Penggunaan dosis, rute pemberian, interval pemberian, serta lama pemberian sitikolin dan piracetam yang diberikan pada pasien stroke iskemik rawat inap di RSU Dr. Saiful Anwar sudah sesuai menurut guideline yang ada.
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN OBAT NEUROPROTEKTAN PADA PASIEN STROKE ISKEMIK (Penelitian Di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN OBAT NEUROPROTEKTAN PADA PASIEN STROKE ISKEMIK (Penelitian Di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang)

Stroke adalah sebuah penyakit pada sistem saraf yang disebabkan penyumbatan atau terjadinya luka pada pembuluh darah di otak. Stroke merupakan penyebab kelumpuhan nomor satu di dunia, pembunuh nomor dua di dunia dan merupakan peringkat ketiga penyebab kematian di Amerika Serikat. Stroke iskemik adalah stroke yang paling sering terjadi dengan angka kejadian 88%. Tujuan pengobatan stroke akut adalah menurukan terjadinya kerusakan saraf lebih lanjut dan menurunkan kematian dan kelumpuhan jangka panjang. Neuroprotectan adalah salah satu terapi yang dapat menurunkan kerusakan sel yang mengakibatkan gangguan pembuluh darah untuk mensuplai oksigen. Penelitian bertujuan untuk menentukan pola penggunaan neuroprotectan pada pasien dengan stroke iskemik serta memeriksa hubungan terapi neuroprotectan terkait dosis, rute pemberian, frekuensi pemberian, lama dan waktu pemberian yang dikaitkan dengan data klinik di rumah sakit Dr. Saiful Anwar Malang. Penelitian ini menggunakan pengamatan retrospektif dengan consecutive sampling method pada pasien stroke iskemik dari bulan Oktober 2012 sampai Desember 2012. Pada penelitian ini menunjukkan bahwa 95 pasien (93,14%) menerima citicoline, 2 pasien (4,90%) menerima piracetam, dan 5 pasien (4,90%) menerima kombinasi citicoline dan piracetam. Neuroprotectan yang digunakan secara i.v. dan oral dengan (2x1g)/i.v. citicoline kemudian (2x1g)/p.o sebanyak 27 pasien (26,47%). Penggunaan dosis neuroprotectan, rute pemberian, interval pemberian, dan lama pemberian yang diberikan pada pasien stroke iksemik di rumah sakit Dr. Saiful Anwar sudah sesuai berdasarkan beberapa guidelines yang ada.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN VALSARTAN PADA PASIEN GAGAL JANTUNG (Penelitian Di Rumah Sakit Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN VALSARTAN PADA PASIEN GAGAL JANTUNG (Penelitian Di Rumah Sakit Dr. Saiful Anwar Malang)

Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian nomor satu dan kecacatan di seluruh dunia. Salah satu penyakit kardiovaskular adalah gagal jantung yang mempengaruhi hampir 23 juta orang di seluruh dunia. Etiologi penyakit gagal jantug adalah hipertensi dan infark miokard. Gagal jantung dimulai dengan adanya miokard injury yang menyebabkan jantung tidak mampu memompakan darah yang cukup untuk kebutuhan tubuh. Infark menyebabkan pengurangan masa otot dan dalam upaya mempertahankan cardiac output, miokardium yang masih hidup mengalami renovasi kompensasi yang merupakan awal proses maladaptif perkembangan gagal jantung. Iskemia miokard dan infark miokard juga mempengaruhi fungsi diastolik dengan cara meningkatkan kekakuan ventrikel dan memperlambat ventrikel berelaksasi. Hipertensi menyebabkan otot- otot jantung menebal untuk melakukan mekanisme kompensasi untuk mengembalikan kontraktilitas seperti normal. Jika tekanan atau volume overload terus berlanjut maka kekuatan kontraksi otot jantung melemah dari waktu kewaktu dan otot mengalami kesulitan berelaksasi sehingga jantung mengalami kesulitan untuk mengisi darah secara normal. Mekanisme kompensasi yang dilakukan jantung untuk mempertahankan cardiac output adekuat yaitu mengaktivasi sistem saraf simpatik dan sistem renin-angiotensin-aldosteron (RAAS) yang mengakibatkan vasokonstriksi dan retensi natrium dan air, serta remodeling jantung. Pada pasien gagal jantung, prinsip pengobatan bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien; meringankan atau mengurangi gejala;
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN CEFTRIAXONE PADA PASIEN PNEUMONIA RAWAT INAP (Penelitian Dilakukan di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN CEFTRIAXONE PADA PASIEN PNEUMONIA RAWAT INAP (Penelitian Dilakukan di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang)

viii Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mempelajari dan mengetahui pola penggunaan ceftriaxone pada pasien pneumonia. Mengetahui kesesuaian dosis, interval pemberian, dan lama pemberian baik ceftriaxone, antibiotika lain yang diberikan dalam bentuk tunggal, kombinasi, maupun antibiotika pengganti berdasarkan pedoman standar pengobatan pneumonia. Mengetahui demografi umur dan jenis kelamin mayoritas pasien pneumonia, serta mempunyai manfaat untuk menambah pengetahuan tentang pneumonia dengan pemilihan antibiotika yang tepat untuk terapi pneumonia. Mengetahui penyebab terjadinya pneumonia, sehingga dapat dilakukan langkah pencegahan sebelumnya. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan kepada para praktisi kesehatan lain dalam penyusunan pedoman penggunaan antibiotika dan formularium rumah sakit, serta diharapkan dapat menjadi bahan informasi bagi penelitian selanjutnya.
Baca lebih lanjut

33 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN PROPRANOLOL PADA PASIEN SIROSIS HEPATIS DENGAN HIPERTENSI PORTAL (Penelitian di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN PROPRANOLOL PADA PASIEN SIROSIS HEPATIS DENGAN HIPERTENSI PORTAL (Penelitian di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang)

Berdasarkan data di atas, maka penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pola penggunaan golongan non selektif β -bloker khusunya propranolol pada pasien hipertensi portal, sehingga dapat mencapai efek terapetik yang maksimal. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Saiful Anwar karena rumah sakit tersebut merupakan rumah sakit umum yang sudah diakui pemerintah, terakreditasi. Hasil dari penelitian ini dapat digunakan sebagai sumber informasi bagi para farmasis dalam rangka peningkatan mutu pelayanan kepada pasien hipertensi portal.
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN KOMBINASI FUROSEMID - SPIRONOLAKTON PADA PASIEN GAGAL JANTUNG (Penelitian di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN KOMBINASI FUROSEMID - SPIRONOLAKTON PADA PASIEN GAGAL JANTUNG (Penelitian di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang)

ix lama pemakaian pada pasien gagal jantung yang dirawat di instalasi rawat inap RSU. Dr. Saiful Anwar Malang. Studi penggunaan obat pada penelitian ini akan difokuskan pada penggunaan kombinasi furosemid – spironolakton pada pasien gagal jantung. Kombinasi furosemid – spironolakton memiliki keuntungan yaitu menurunkan volume overload dengan cara meningkatkan diuresis dan penghambatan efek dari peningkatan aldosteron pada gagal jantung. Metode penelitian yang digunakan dalam penilitian ini adalah merode observasional retrospektif, dengan penyajian data secara deskriptif dari data rekam medik kesehatan (RMK) pasien gagal jantung rawat inap pada periode Agustus 2011 – Januari 2012.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN KLOPIDOGREL PADA PASIEN INFARK MIOKARD AKUT (Penelitian Dilakukan di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN KLOPIDOGREL PADA PASIEN INFARK MIOKARD AKUT (Penelitian Dilakukan di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang)

vii ABSTRAK Pola penggunaan klopidogrel sebagai antiplatelet pada pasien infark miokard akut merupakan terapi lanjutan yang bertujuan untuk revaskularisasi koroner atau melancarkan aliran darah arteri koroner yang tersumbat. Berdasarkan studi CAPRIE, CURE, dan COMMIT menunjukkan pemberian klopidogrel dengan loading dose 300 mg serta dosis pemeliharaan 75 mg/hari dalam jangka panjang lebih efektif dalam menurunkan kejadian stroke iskemik, infark miokard dan kematian akibat penyakit vaskular jika dibandingkan dengan penggunaan aspirin. Dengan dilaksanakannya penelitian ini bertujuan untuk menganalisa menganalisa pola terapi obat-obat pada pasien IMA, khususnya terapi klopidogrel terkait dengan kesesuaian dosis, rute, interaksi, dan efek samping terhadap outcome terapi pada pasien IMA.
Baca lebih lanjut

33 Baca lebih lajut

SISTEM RUJUKAN BIDAN DENGAN KASUS PRE EKLAMSIA DAN EKLAMSIA DI RSU DR. SAIFUL ANWAR MALANG

SISTEM RUJUKAN BIDAN DENGAN KASUS PRE EKLAMSIA DAN EKLAMSIA DI RSU DR. SAIFUL ANWAR MALANG

Email : dianhanifah@gmail.com ABSTRAK Komplikasi kehamilan yang dapat menyebabkan kematian pada ibu adalah hipertensi pada kehamilan (eklampsia), perdarahan dan infeksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui system rujukan bidan dengan kasus Pre Eklampsia dan Eklampsia di Rumah Sakit Umum dr. Saiful Anwar Malang. Desain penelitian ini adalah deskriptif. Populasi penelitian ini adalah semua kasus pre eklamsi dan eklamsi yang dirujuk oleh bidan. Cara pengambilan sampel dengan menggunakan simple random sampling. Sumber data berasal dari rekam medis pasien. Data dianalisis menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian ini adalah 97% kasus pre eklamsi dan eklamsi dilakukan model rujukan terencana tepat waktu. 73% kasus dilakukan rujukan tepat waktu, 24% dilakukan rujukan dini berencana dan 3% rujukan terlambat. Mayoritas bidan telah melakukan rujukan tepat waktu. Perlu dilakukan penelitian dengan menganalisis sistem rujukan bidan pada kasus pre eklamsi dan eklamsi.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN GOLONGAN STATIN PADA PASIEN STROKE ISKEMIK (Penelitian di Rumah Sakit Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN GOLONGAN STATIN PADA PASIEN STROKE ISKEMIK (Penelitian di Rumah Sakit Dr. Saiful Anwar Malang)

Hasil penelitian dengan metode retrospektif dari data Rekam Medik Kesehatan pasien stroke iskemik di instalasi rawat inap RSU Dr. Saiful Anwar Malang periode Oktober 2012 – Desember 2012 diperoleh 50 RMK pasien dengan diagnosis stroke iskemik. Dari 50 RMK yang diteliti, terdapat 48 RMK yang masuk dalam kriteria inklusi, 6 diantaranya meninggal dunia dan 2 RMK dieksklusikan dikarenakan data yang tidak lengkap. Dengan data jenis demografi jenis kelamin pasien yaitu 50% pria dan 50% wanita dimana jumlah terbanyak adalah rentang usia 51 – 55 tahun sebanyak 33,33%, sedangkan berdasarkan status pasien, secara keseluruhan jumlah terbanyak adalah pasien dengan status umum yaitu sebanyak 56,25%. Pengamatan pada faktor resiko didapatkan data bahwa pada jumlah terbanyak adalah hipertensi sebanyak 91,67% , kemudian disusul oleh diabetes melitus 41,67% dan dislipidemia 2,08%. Sedangkan pengamatan faktor resiko berdasarkan gaya hidup di dapatkan bahwa konsumsi tinggi lemak + garam + kopi merupakan faktor resiko terbesar pasien, dengan persentase sebesar 35,42%.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN INFUS COMAFUSIN HEPAR PADA PASIEN SIROSIS DENGAN HEPATIK ENSEFALOPATI (Penelitian Di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN INFUS COMAFUSIN HEPAR PADA PASIEN SIROSIS DENGAN HEPATIK ENSEFALOPATI (Penelitian Di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang)

iv KATA PENGANTAR Assalamualaikum.. Wr.Wb.... Alhamdulillahirabbilalamin...Segala puji bagi Allah SWT, Rabb semesta alam, yang menghidupkan dan mematikan, yang memberi hidayah kepada yang dikehendaki dan mencabut hidayah dari yang dikehendaki. Rabb yang telah memberikan berjuta nikmat sehat, waktu, kemudahan dan kesabaran sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir yang berjudul “STUDI PENGGUNAAN INFUS COMAFUSIN HEPAR PADA PASIEN SIROSIS DENGAN HEPATIK ENSEFALOPATI (Penelitian Di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang)” untuk mencapai gelar Sarjana Farmasi pada Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang. Dalam penyusunan skripsi ini penulis tidak terlepas dari peranan pembimbing dan bantuan dari seluruh pihak. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati, penulis ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada:
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK GOLONGAN SEFALOSPORIN PADA PASIEN BENIGN PROSTATIC HYPERPLASIA (Penelitian di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK GOLONGAN SEFALOSPORIN PADA PASIEN BENIGN PROSTATIC HYPERPLASIA (Penelitian di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang)

18. Untuk semua pihak yang belum disebutkan namanya, penulis mohon maaf dan terima kasih yang sebesar-besarnya. Semua keberhasilan ini tak luput dari bantuan, doa yang telah kalian semua berikan. Jasa dari semua pihak yang telah membantu dalam penelitian ini, penulis tidak mampu membalas dengan apapun. Semoga amal baik semua pihak mendapat imbalan dari Allah SWT. Penulis menyadari bahwa skripsi ini jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kebaikan skripsi ini. Semoga penulisan ini dapat berguna bagi penelitian berikutnya, amiin.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA GOLONGAN SEFALOSPORIN PADA PASIEN RAWAT INAP PNEUMONIA (Penelitian di Rumah Sakit Umum Dr. SAIFUL ANWAR Malang)

STUDI PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA GOLONGAN SEFALOSPORIN PADA PASIEN RAWAT INAP PNEUMONIA (Penelitian di Rumah Sakit Umum Dr. SAIFUL ANWAR Malang)

Dalam melaksanakan pengelolaan terhadap pasien dengan penyakit infeksi, terdapat suatu fenomena terjadinya resistensi bakteri yaitu suatu keadaan dimana suatu bakteri menjadi resisten terhadap satu atau beberapa antibiotik, terutama antibiotik golongan sefalosporin. hal ini merupakan akibat langsung dari penggunaan antibiotika yang kurang tepat yang kemudian bakteri yang resisten tersebut memperbanyak diri dan menyebar ketempat lain, sehingga semakin banyak penderita tertular bakteri yang resisten ini, terutama ditempat pelayanan kesehatan yang kurang higienis. Dan akibatnya akan menjadi ancaman terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan akibat kegagalan dalam pengelolaan penderita penyakit infeksi. Pemilihan dan penggunaan terapi antibiotika yang tepat dan rasional akan menentukan keberhasilan pengobatan untuk menghindari terjadinya resistensi bakteri, disamping itu harus dapat diprediksi lebih jauh tentang efek samping antibiotik golongan sefalosporin sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan (Worokarti, dkk, 2005).
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN ANTIDIABETES PADA PASIEN DIABETES TIPE 2 DENGAN GAGAL JANTUNG (Penelitian Di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN ANTIDIABETES PADA PASIEN DIABETES TIPE 2 DENGAN GAGAL JANTUNG (Penelitian Di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang)

Berdasarkan studi insulin treatment of type 2 diabetes and outcomes in patients with heart failure: a nested case-control study from the UK General Practice Research Database menyatakan bahwa kondisi fisiologis stress akan menyebabkan respon otonom yang merusak fungsi jantung karena aksi katekolamin yang merangsang peningkatan kerja jantung selain itu juga terkait dengan resistensi insulin yang meningkat dan hiperglikemia yang menyebabkan stress metabolik lebih lanjut pada jantung. Dalam studi tersebut mengatakan bahwa terapi insulin glukosa intensif dapat menurunkan resiko terhadap gagal jantung. Selain itu pada studi kasus pasien diabetes tipe 2 dengan gagal jantung tidak ditemukan adanya peningkatan mortalitas dengan adanya terapi insulin.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN ANALGETIK KETOROLAC PADA PASIEN FRAKTUR TERTUTUP (CLOSED FRACTURE) (Penelitian Di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN ANALGETIK KETOROLAC PADA PASIEN FRAKTUR TERTUTUP (CLOSED FRACTURE) (Penelitian Di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang)

Dari sebuah studi yang membandingkan penggunaan NSAID golongan inhibitor COX non selektif dengan COX-2 Selektif dan steroid di katakan bahwa untuk penyembuhan patah tulang dan setelah operasi fraktur di simpulkan penggunaan COX-2 selektif lebih dianjurkan karena peradangan yang muncul pada fase awal fraktur menunjukkan peningkatan COX-2 selain itu karena efek samping COX-2 pada gastrointestinal lebih sedikit di banding inhibitor COX non selektif namun penggunaan jangka panjang COX-2 dapat mengakibatkan gangguan pada kardiovaskular sehingga obat-obat golongan COX-2 dapat digunakan dalam jangka pendek (Dimmen, 2010).
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN OBAT GOLONGAN ACE-INHIBITOR PADA PASIEN STROKE ISKEMIK (Penelitian Di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN OBAT GOLONGAN ACE-INHIBITOR PADA PASIEN STROKE ISKEMIK (Penelitian Di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang)

Berdasarkan studi lain “ Cardiovascular and cerebrovascular outcomes in elderly hypertensive patients treated with either ARB or ACEI” dengan data klinik pasien laki-laki dengan usia 65 tahun atau lebih yang menderita hipertensi di Rumah Sakit Umum PLA China. Studi ini mengungkapkan bahwa ACE- inhibitor lebih efektif daripada ARB dalam menurunkan tingkat morbiditas dan mortalitas pada kasus gangguan kardiovaskuler dan serebrovaskuler pada pasien geriatri dengan hipertensi. Hal ini berkaitan dengan adanya perbedaan target aksi pada RAAS untuk masing-masing obat. ACE-inhibitor menghambat konversi angiotensinI menjadi angiotensinII sedangkan ARB secara selektif mencegah pengikatan angoitensinII dengan AT1R. Kedua mekanisme ini sama-sama memblok efek merugikan dari berlebihnya angiotensinII pada sistem kardiovaskuler. Namun ACE-inhibitor memiliki beberapa keunggulan dibandingkan ARB dalam mekanisme farmakologinya (Cong Ma et.al., 2012).
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...