Top PDF STUDI PENGGUNAAN ANTITOKSOPLASMOSIS PADA PASIEN HIV/AIDS DENGAN TOKSOPLASMOSIS SEREBRAL (Penelitian dilakukan di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN ANTITOKSOPLASMOSIS PADA PASIEN HIV/AIDS DENGAN TOKSOPLASMOSIS SEREBRAL (Penelitian dilakukan di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN ANTITOKSOPLASMOSIS PADA PASIEN HIV/AIDS DENGAN TOKSOPLASMOSIS SEREBRAL (Penelitian dilakukan di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang)

Infeksi HIV dapat menghancurkan sel-sel CD4, ketika kadar CD4 di bawah 200/ml dan beban virus meningkat, maka akan menyebabkan salah satu manifestasi klinik dari HIV/AIDS yaitu infeksi opportunistik.Salah satu infeksi oportunistik yaitu Toksoplasmosis. Toksoplasmosis merupakan suatu penyakit akibat infeksi oleh Toxoplasma gondii. Toxoplasma gondii dapat ditemukan pada manusia, hewan mamalia dan unggas sebagai hospes antara. Infeksi laten dari Toxoplasma gondii pada pasien HIV/AIDS biasanya bermanifestasi sebagai toksoplasmosis serebral. Penyakit ini ditandai dengan nyeri kepala, demam, gangguan psikomotor dan perilaku, seizure. Tujuan pengobatan pada pasien HIV/AIDS dengan Toksoplasmosis Serebral adalah menyembuhkan pasien, mencegah kematian, memperbaiki kondisi pasien, menghambat dan membunuh parasit Toxoplasma gondii. Terapi yang digunakan merupakan kombinasi Pirimetamin ditambah dengan Klindamisin. Digunakan Pirimetamin karena obat ini mampu menembus ke dalam parenkim otak meskipun mengalami peradangan.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN ANTIRETROVIRAL PADA PASIEN HIV/AIDS (Penelitian dilakukan di RSUD dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN ANTIRETROVIRAL PADA PASIEN HIV/AIDS (Penelitian dilakukan di RSUD dr. Saiful Anwar Malang)

HIV dapat ditekan dengan terapi antiretroviral namun pemberian ARV tidak untuk menyembuhkan infeksi melainkan untuk mengendalikan replikasi virus dan memperkuat sistem imun. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pola penggunaan obat ARV terkait jenis, dosis, bentuk sediaan, kombinasi, dan rute pemakaian yang diberikan pada pasien HIV/AIDS.

29 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN NYSTATIN PADA PASIEN HIV/AIDS DENGAN INFEKSI OPORTUNISTIK JAMUR (Penelitian Dilakukan di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN NYSTATIN PADA PASIEN HIV/AIDS DENGAN INFEKSI OPORTUNISTIK JAMUR (Penelitian Dilakukan di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang)

7. Staf Pegawai Diklit dan Rekam Medik RSUD Dr. Saiful Anwar Malang, Mbak Sari, Mbak Ria dan Mbak Pepi yang dengan sabar dan ikhlas membantu kelancaran proses penelitian skripsi. 8. Terima kasih yang tulus kepada Bapak Nurdin Abubakar dan Ibu Fatmawati Edi Madu atas cinta, kasih sayang, doa, pengorbanan, kerja keras, motivasi dan waktu yang tidak terbatas selama mengejar cita-cita.

27 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN FLUCONAZOLE PADA PASIEN HIV/AIDS DENGAN INFEKSI OPORTUNISTIK JAMUR (Penelitian di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN FLUCONAZOLE PADA PASIEN HIV/AIDS DENGAN INFEKSI OPORTUNISTIK JAMUR (Penelitian di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang)

Rancangan penelitian menggunakan metode retrospektif. Kriteria inklusi penelitian ini meliputi pasien yang terdiagnosis HIV/AIDS dengan infeksi oportunistik jamur, menjalani rawat inap, berumur diatas 13 tahun, dengan atau tanpa penyakit penyerta, mendapat terapi antijamur fluconazole , serta memiliki Rekam Medik Kesehatan (RMK) lengkap periode 1 Januari 2015-31 Desember 2015, sedangkan kriteria eksklusi penelitian ini adalah semua pasien yang memenuhi seluruh kriteria inklusi namun menjalani perawatan rawat inap kurang dari 7 hari setelah dimulai terapi antijamur fluconazole .
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

PROFIL PENGGUNAAN FLUKONAZOL PADA PASIEN HIV/AIDS DENGAN KANDIDIASIS (Penelitian dilakukan di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang) Repository - UNAIR REPOSITORY

PROFIL PENGGUNAAN FLUKONAZOL PADA PASIEN HIV/AIDS DENGAN KANDIDIASIS (Penelitian dilakukan di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang) Repository - UNAIR REPOSITORY

Kandidasis merupakan infeksi oportunistik yang sangat umum pada orang yang terinfeksi HIV dan orang yang sistem kekebalan imun tubuhnya menurun. Infeksi ini disebabkan oleh sejenis jamur yang umum, yang disebut Kandida dan spesies kandidia yang terbanyak menyebabkan infeksi adalah Candisa albicans. Pada mulut, infeksi ini disebut thrush dan apabila menyebar lebih dalam pada tenggorokan disebut esophagitis dan gejala yang dapat dilihat dirasakan adalah gumpalan putih kecil seperti busa atau bercak putih dan apabila sudah menyebar ke esophagus, gejala yang dapat dirasakan adalah sakit tenggorokan, sulit menelan, mual dan hilang nafsu makan. Gejala pada vaginitis termasuk gatal, rasa terbakar dan keluar cairan kental putih. Kandidiasis juga dapat menyebar dan menimbulkan infeksi pada otak,jantung, sendi dan mata. Terapi kandidiasis dapat diberikan secara lokal maupun sistemik, terapi lokal diberikan sebagai line pertama jika pasien masih tidak membaik maka terjadi penggantian terapi dari lokal ke sistemik. Terapi sistemik yang masih digunakan sehingga sekarang adalah Flukonazol dimana Flukonazol merupakan obat antifungi generasi pertama dari golongan triazol sintesis dan agen fungistatik aktif terhadap Candida spp dan semakin resisten serta berpotensial menimbulkan interaksi dengan obat tertentu adalah faktor yang mendorong untuk melakukan penelitian terkait kasus HIV/AIDS dan studi penggunaan flukonazol di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang.
Baca lebih lanjut

155 Baca lebih lajut

Studi Penggunaan Flukonazol pada Pasien HIV/AIDS dengan Infeksi Oportunistik Jamur (Penelitian di RSUD Dr. Saiful Anwar)

Studi Penggunaan Flukonazol pada Pasien HIV/AIDS dengan Infeksi Oportunistik Jamur (Penelitian di RSUD Dr. Saiful Anwar)

ABSTRACT: AIDS is characterized by a transition of opportunistic infections. The most common opportunistic infection is candidiasis with prevalence among HIV patients between 80% to 95%. Fluconazole is the main treat- ment for candidiasis, but combination with nystatin is often done. This study aims to determine the pattern of fluconazole dosages, dosage forms, and combinations given to HIV/AIDS patient with opportunistic fungal infec- tion. This observational retrospective study was conducted on HIV/AIDS patients who were hospitalized with op- portunistic fungal infections in the period of January 1 st , 2015 to December 31 st , 2015 who received fluconazole. Thirty-five patients were included in this study. Fluconazole monotherapy was used by 21 patients (43%), while combination therapy with nystatin was used by 28 patients (57%). Fluconazole monotherapy was generally pre- ceded by the loading dose (1×400 mg) IV drip followed by maintenance doses (1x200 mg) IV drip in 6 patients (24%), whereas the combination of fluconazole and nystatin was generally used as fluconazole (1×200 mg) IV drip and nystatin (3×300,000 IU) PO in 7 patients (14%). Oral fluconazole was mostly (86%) given less than five days, whereas fluconazole IV drip was mostly (43%) given for 6-10 days. The patterns of fluconazole dosages, dosage forms, and combinations given to HIV/AIDS patient with opportunistic fungal infection was appropriate. Keywords: fluconazole; fungal opportunistic infection; HIV/AIDS
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN ANTITUBERKULOSIS PADA PASIEN AIDS RAWAT INAP DENGAN TUBERKULOSIS PARU (Penelitian dilaksanakan di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang) Repository - UNAIR REPOSITORY

STUDI PENGGUNAAN ANTITUBERKULOSIS PADA PASIEN AIDS RAWAT INAP DENGAN TUBERKULOSIS PARU (Penelitian dilaksanakan di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang) Repository - UNAIR REPOSITORY

Pasien diketahui HIV positif sejak tahun 2012. Dari riwayat pengobatan diketahui bahwa pasien mempunyai riwayat drop out antiretroviral (ARV) serta OAT dikarenakan pasien mengeluh mual-muntah (tidak diketahui kapan awal pasien mulai menggunakan OAT). Pasien didiagnosa HIV stadium IV, pneumonia PCP, dan TB paru dengan hasil foto thorax terdapat fibroinfiltrat pada perihiler pulmo dextra dan sinistra pasien, selain itu pada pulmo dextra fibroinfiltrat juga terdapat pada bagian bawah paru dan terdapat multiple cavities dengan diameter 3.6 mm. Pasien mulai mendapatkan regimen OAT kombipak kategori I pada tanggal 14 Mei 2014 karena menunggu hasil bakteriologis dan gene Xpert TB. Hasil tes tersebut keluar pada tanggal 12 Mei 2014. Hasil tes sputum sewaktu, pagi, sewaktu menunjukkan BTA negatif, sedangkan dari gene Xpert TB didapatkan hasil MTB terdeteksi sangat rendah dan tidak terdapat resistensi terhadap rifampisin. OAT fase intensif yang diberikan pada pasien MI adalah R/H/Z/E 1x (300/200/750/750) mg. OAT juga diberikan pada saat KRS, dan digunakan selama 2 bulan sesuai dengan tata laksana penggunaan OAT. Saat MRS ke dua pada tanggal 25 Agustus 2014 pasien telah berada dalam fase lanjutan OAT.
Baca lebih lanjut

258 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN OBAT ANTITUBERKULOSIS (OAT) PADA PASIEN HIV/AIDS DENGAN INFEKSI OPORTUNISTIK TUBERKULOSIS (Penelitian di RSUD dr. Saiful Anwar Malang) PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2016

STUDI PENGGUNAAN OBAT ANTITUBERKULOSIS (OAT) PADA PASIEN HIV/AIDS DENGAN INFEKSI OPORTUNISTIK TUBERKULOSIS (Penelitian di RSUD dr. Saiful Anwar Malang) PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2016

Penelitian ini bersifat observasional karena peneliti melakukan penelitian dengan mengambil dan mengidentifikasi data rekam medis kesehatan (RMK) sehingga tidak memberikan perlakuan terhadap sampel yang akan diteliti. Rancangan penelitian dilakukan bersifat deskriptif dimana penelitian ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan pola penggunaan OAT dengan metode retrospektif (penelitian yang dilakukan dengan peninjauan ke belakang). Kriteria inklusi meliputi data rekam medis kesehatan pasien dewasa dengan diagnosa HIV/AIDS dengan infeksi oportunistik tuberkulosis dan mendapatkan terapi OAT di instalasi rawat inap RSUD dr. Saiful Anwar Malang periode 1 Januari 2015 sampai 31 Desember 2015.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN KOMBINASI FLUCONAZOLE DAN NYSTATIN PADA PASIEN HIV/AIDS DENGAN INFEKSI OPORTUNISTIK JAMUR (Penelitian di RSUD Dr.Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN KOMBINASI FLUCONAZOLE DAN NYSTATIN PADA PASIEN HIV/AIDS DENGAN INFEKSI OPORTUNISTIK JAMUR (Penelitian di RSUD Dr.Saiful Anwar Malang)

Puji syukur atas segala nikmat Allah SWT, Tuhan semesta alam, karena berkat rahmat serta ridhonya penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi yang berjudul “STUDI PENGGUNAAN KOMBINASI FLUCONAZOLE DAN NYSTATIN PADA PASIEN HIV AIDS DENGAN INFEKSI OPORTUNISTIK JAMUR (Penelitian di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang )” sebagai persyaratan dalam memperoleh gelar Sarjana Farmasi pada Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang.

23 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN BISOPROLOL PADA PASIEN GAGAL JANTUNG (Penelitian Dilakukan di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN BISOPROLOL PADA PASIEN GAGAL JANTUNG (Penelitian Dilakukan di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang)

(Penelitian Dilakukan di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang) Sistem kardiovaskular terdiri dari jantung, jaringan arteri, vena, dan kapiler yang mengangkut darah ke seluruh tubuh. Apabila salah satu dari sistem kardiovaskuler ini terganggu, maka akan memicu terjadinya penyakit kardiovaskuler. Penyakit kardiovaskuler adalah nomor satu penyebab kematian secara global. Diperkirakan 17,3 juta orang meninggal akibat CVDs pada tahun 2008, mewakili 30% dari semua kematian global. Gagal jantung merupakan salah satu penyakit kardiovaskuler. Gagal jantung adalah sindroma klinis yang disebabkan oleh ketidakmampuan jantung untuk memompa darah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh. Hal tersebut terjadi akibat adanya gangguan yang mengurangi pengisian ventrikel (disfungsi diastolik) dan/atau kontraktilitas miokard (disfungsi sistolik). Gagal jantung merupakan masalah kesehatan masyarakat yang utama, dengan prevalensi lebih dari 5,8 juta di Amerika Serikat, dan lebih dari 23 juta di seluruh dunia, dan akan terus meningkat.
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN AMOKSISILIN KLAVULANAT PADA PASIEN PRE-EKLAMSIA (Penelitian dilakukan di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN AMOKSISILIN KLAVULANAT PADA PASIEN PRE-EKLAMSIA (Penelitian dilakukan di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang)

10. Seluruh staf Tata Usaha Program Studi Farmasi dan staf Tata Usaha Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang yang telah banyak membantu dalam proses administrasi. 11. Orang tuaku tercinta, Bapak Mujiono dan Ibu Winarsih terima kasih telah menjadi orang tua penulis yang senantiasa memberikan do’a yang selalu dipanjatkan kepada Allah SWT untuk kebaikan, kesuksesan putrinya, terima kasih atas segala dukungan, motivasi, nasehat yang tiada hentinya diberikan kepada penulis sehingga penulis dapat dengan lancar menyelesaikan naskah skripsi ini dengan baik, terima kasih atas kesabaran dalam mendidik putrinya, tidak ada kata yang lebih indah selain “Terima kasih telah menjadi orang tuaku yang sangat kucintai”
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN KAPTOPRIL PADA PASIEN INFARK MIOKARD AKUT (Penelitian Dilakukan di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN KAPTOPRIL PADA PASIEN INFARK MIOKARD AKUT (Penelitian Dilakukan di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang)

Ventrikel kiri akan mengalami serangkaian perubahan bentuk, ukuran, dan ketebalan baik didaerah infark atau non infark setelah terjadinya IMA. Proses ini disebut sebagai remodeling ventrikel dan mengawali perkembangan gagal jantung kongestif yang terbukti secara klinis dalam beberapa bulan atau tahun setelah infark. Kriteria diagnosis IMA tergantung pada hasil pemeriksaaan yang signifikan setidaknnya dua sampai tiga pemeriksaan yaitu berupa gejala dan riwayat, perubahan EKG, dan perubahan serum cardiac marker yang progresif.Diagnosis cepat yaitu mengidentifikasi pasien yang datang dengan riwayat nyeri dada yang parah berlangsung selama ±20 menit, nyeri menjalar ke leher, rahang bawah, atau lengan kiri. Beberapa pasien juga menunjukkan tanda- tanda fisik yaitu aktivasi sistem saraf otonom (pucat, berkeringat) dan hipotensi.
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

PROFIL PENGGUNAAN NISTATIN PADA PASIEN HIV/AIDS DENGAN KANDIDIASIS (Penelitian dilaksanakan di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang) Repository - UNAIR REPOSITORY

PROFIL PENGGUNAAN NISTATIN PADA PASIEN HIV/AIDS DENGAN KANDIDIASIS (Penelitian dilaksanakan di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang) Repository - UNAIR REPOSITORY

pasien saat awal rawat inap adalah peningkatan RR >20x per menit hingga >30x/menit, suhu 38 , batuk yang memberat dengan dahak, serta sesak dan rhonki. Dari hasil data laboratorium saat MRS, adanya peningkatan jumlah leukosit > 10000/μl (11040 /μl) kemudian hasil laboratorium berikutnya didapatkan jumlah LED diatas rentang normal yaitu 69 mm/jam. Diagnosa akhir adalah TB paru, pneumonia CAP, dan septic kandidiasis. Pasien mengalami kondisi sepsis atau keracunan darah yang dapat dilihat pada peningkatan RR > 20 x per menit hingga > 30 x per menit. Kondisi sepsis dapat dipicu ada infeksi jamur yang telah meluas sehingga dapat disimpulkan pasien mengalami kandidiasis sistemik. Pasien diberikan nistatin 3x500.000 UI. Setelah 28 hari penggunaan nistatin, terapi dikombinasi dengan flukonazol 1x200 mg iv, dimungkinkan karena kondisi kandidiasis pasien tidak kunjung membaik. Hal tersebut dapat terjadi karena nistatin tidak banyak digunakan pada kasus kandidiasis sistemik. Nistatin sangat sedikit diabsorpsi dalam saluran pencernaan menyebabkan nistatin tidak banyak digunakan sebagai antifungi sistemik kecuali untuk kandidiasus esofagus, nistatin digunakan sistemik tetapi tidak diinginkan terabsorpsi di saluran cerna, sehingga tetap berada pada mukosa esofagus (Sheppard and Lampiris, 2015).
Baca lebih lanjut

147 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN FENITOIN PADA PASIEN EPILEPSI (Penelitian Dilakukan di Instalasi Rawat Inap RSUD Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN FENITOIN PADA PASIEN EPILEPSI (Penelitian Dilakukan di Instalasi Rawat Inap RSUD Dr. Saiful Anwar Malang)

Prevalensi epilepsi di seluruh dunia semakin meningkat, khususnya di negara-negara berkembang. Di dunia ada sekitar 1 % dari jumlah penduduk menderita epilepsi, gangguan neurologis nomor 2 terbesar setelah stroke (Porter & Meldrum, 2002), 50 juta orang di dunia mengalami penyakit ini dan 80 % dari kasus epilepsi ditemukan di negara berkembang. Dari penelitian yang telah dilakukan, prevalensi epilepsi yaitu antara 4 sampai 10 diantara 1000 orang.

19 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN BISOPROLOL PADA PASIEN INFARK MIOKARD AKUT (Penelitian di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN BISOPROLOL PADA PASIEN INFARK MIOKARD AKUT (Penelitian di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang)

10. Seluruh staf Tata Usaha Program Studi Farmasi dan staf Tata Usaha Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang yang telah banyak membantu dalam proses administrasi. 11. Ungkapan terima kasih dan penghargaan yang sangat besar penulis haturkan dengan rendah hati dan rasa hormat kepada orang tua penulis yang tercinta Abah H. Syaifudin dan Ibunda Hj. Lilik Rofiqo yang tanpa henti mengalirkan doa, kasih sayang serta memberikan semangat baik spiritual, moril dan materi.

27 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN ANALGESIK KETOROLAC PADA PASIEN CLOSED FRACTURE

(Penelitian Dilakukan Di Rumah Sakit Dr Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN ANALGESIK KETOROLAC PADA PASIEN CLOSED FRACTURE (Penelitian Dilakukan Di Rumah Sakit Dr Saiful Anwar Malang)

Prinsip penanganan fraktur meliputi reduksi, imobilisasi, dan pengembalian fungsi dan ketentuan normal dengan rehabilitasi. Reduksi fraktur (seting tulang) berarti mengembalikan fragmen tulang pada kesejajaran dan rotasi anatomis. Reduksi tertutup, traksi, atau reduksi terbuka dapat dilakukan untuk mereduksi fraktur. Reduksi fraktur harus segera mungkin diberikan untuk mencegah jaringan lunak kehilangan elastisitanya akibat infiltrasi akibat edema pendarahan. Farktur biasanya menyertai trauma.Untuk itu sangat penting untuk melakukan pemeriksaan terhadap jaln nafas (airway), proses pernafasan (breathing), dan sirkulasi (circulation), untuk mengetahui apakah terjadi syok atau tidak. Bila dinyatakan tidak ada masalah, lakukan pemeriksaan fisik secara terperinci. Waktu terjadi kecelakan penting untuk mengetahui berapa lama perjalanan yang dibutuhkan untuk sampai ke rumah sakit, jika lebih dari 6 jam, komplikasi infeksi semakin besar. Diakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik secra cepat, singkat dan lengkap. Kemudian dilakukan foto radiologis. Pemasangan bidai dilakukan untuk mengurangi rasa sakit dan mencegah terjadinya kerusakan yang lebih berat pada jaringan lunak.
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN STATIN PADA PASIEN STROKE HEMORAGIK (Penelitian di Instalasi Rawat Inap RSUD Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN STATIN PADA PASIEN STROKE HEMORAGIK (Penelitian di Instalasi Rawat Inap RSUD Dr. Saiful Anwar Malang)

21. Untuk semua pihak yang belum disebutkan namanya, penulis mohon maaf dan terima kasih yang sebesar-besarnya. Keberhasilan ini tidak luput dari bantuan dan doa yang telah anda semua berikan. Jasa dari semua pihak yang telah membantu dalam penelitian ini, penulis tidak mampu membalas dengan apapun. Semoga amal baik semua pihak mendapat imbalan dari Allah SWT. Penulis menyadari bahwa skripsi ini jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun demi kebaikan skripsi ini. Semoga penulisan ini dapat memberikan manfaat.
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN ASAM VALPROAT PADA PASIEN EPILEPSI (Penelitian di Instalasi Rawat Inap RSUD Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN ASAM VALPROAT PADA PASIEN EPILEPSI (Penelitian di Instalasi Rawat Inap RSUD Dr. Saiful Anwar Malang)

10. Staf Tata Usaha Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang yang telah banyak membantu dalam hal administrasi. 11. Orang tua tercinta, Ayahanda Suddin dan Ibunda Salbiah, yang tiada henti memberikan motivasi dalam segala hal, serta selalu sabar dalam mendoakan kesuksesan dan keberhasilan putri keduanya. Terima kasih banyak atas didikan dan kerja keras ayah dan ibu dalam membahagiakan putrinya untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat.

18 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA PADA PASIEN GUILLAIN-BARRE SYNDROME (GBS) DENGAN INFEKSI (Penelitian di RSUD. Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA PADA PASIEN GUILLAIN-BARRE SYNDROME (GBS) DENGAN INFEKSI (Penelitian di RSUD. Dr. Saiful Anwar Malang)

Dari hasil penelitian didapatkan 14 RMK pasien, dan yang memenuhi kriteria inklusi berjumlah 7 orang. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan pasien berjenis kelamin laki-laki sebanyak 4 pasien (57%) dan perempuan sebanyak 3 pasien (43%). Prevalensi pasien GBS bisa di berbagai usia yaitu salah satunya usia 21-30 tahun sebanyak 2 pasien (29%). Status penjaminan sebagian besar pasien GBS yaitu dominan sebanyak 6 pasien (85%) ditanggung oleh Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sedangkan 1 pasien lainnya (15%) ditanggung oleh umum/sendiri. Faktor pencetus GBS terbanyak adalah adanya kondisi atau gejala demam dan batuk masing-masing sebanyak 3 pasien (25%) dimana umumnya GBS didahului dengan adanya infeksi pernapasan ataupun gastrointestinal. Dari 7 pasien, terdapat 3 pasien yang diketahui tipe GBS yaitu AMAN sebanyak 2 pasien (29%) dan AMSAN sebanyak 1 pasien (14%). Tindakan kedokteran terbanyak yang diterima pasien GBS yaitu perawatan Intensive Care Unit (ICU) sebanyak 6 pasien (23%) dan penggunaan mechanical ventilator sebanyak 5 pasien (19%) untuk mengatasi masalah komplikasi penyakit. Jenis infeksi yang sering muncul pada pasien GBS adalah pneumonia dan sepsis dimana masing-masing sebanyak 3 pasien (38%). Pola penggunaan antibiotika pada pasien GBS dengan infeksi terdiri dari 2 macam yaitu terapi antibiotika tunggal sebanyak 19 pasien (73%) dan terapi kombinasi dua antibiotika sebanyak 7 pasien (27%). Pada terapi antibiotika tunggal yang banyak digunakan adalah golongan sefalosforin (47%) yaitu ceftriaxone (2 x 1g) IV sebanyak 3 pasien (16%) sedangkan pada terapi kombinasi dua antibiotika yang banyak digunakan adalah golongan sefalosforin + fluoroquinolon (44%) yaitu salah satunya adalah ceftazidime (2 x 500 mg) IV + levofloxacin (1 x 750 mg) IV sebanyak 1 pasien (14%). Terdapat 5 sampel dengan masing-masing sebanyak 1 pasien (20%) yang mengalami pergantian terapi antibiotika. Pada pengujian kultur mikrobiologi yang dilakukan pada 2 sampel (29%) didapatkan hasil kultur bakteri terbanyak adalah Klabsiella pneumonia dan
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

STUDI PENGGUNAAN ASETOSAL SEBAGAI ANTIPLATELET PADA PASIEN ISCHEMIC CEREBROVASCULAR ACCIDENT (CVA) DI INSTALASI RAWAT INAP (Penelitian Dilakukan di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN ASETOSAL SEBAGAI ANTIPLATELET PADA PASIEN ISCHEMIC CEREBROVASCULAR ACCIDENT (CVA) DI INSTALASI RAWAT INAP (Penelitian Dilakukan di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang)

Studi penggunaan asetosal oleh International Stroke Trial (IST) dan Chinese Asetosal Stroke Trial (CAST) menyatakan bahwa pemberian asetosal 180mg atau 300mg setiap hari dimulai sejak adanya gejala, dapat mengurangi angka kematian dan stroke non fatal per 1000 pasien beberapa minggu awal pada pasien stroke iskemik. Asetosal direkomendasikan pada pasien yang tidak menerima terapi antitrombolitik atau antikoagulan dan harus dimulai 48 jam sejak onset stroke. Secara luas asetosal digunakan untuk mencegah serangan stroke ulang pada pasien dengan transient iskemic attack atau stroke iskemik yang berasal dari arterial, hal ini dikarenakan asetosal merupakan obat yang efektif dan tidak mahal. Klopidogrel atau kombinasi asetosal dengan dipiridamol lebih efektif dibandingkan pemakaian tunggal asetosal, namun alternatif pengobatan tersebut lebih mahal. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan pada 51.342 orang wanita dan 44.114 orang laki-laki disimpulkan bahwa, penggunaan asetosal dapat mengurangi resiko penyakit kardiovaskular pada pria dan wanita, mengurangi resiko stroke pada wanita dan infark miokardial pada pria. Asetosal memiliki beberapa efeksamping yang harus menjadi perhatian selama pemberian terapi. Efek samping yang terjadi terutama pada gastrointestinal berupa anoreksia, mual, dispepsia, nyeri perut dan diare. Gejala ini berkaitan dengan induksi tukak lambung dan usus dengan estimasi sekitar 15%-30% pada pengguna tetap.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects